cover
Contact Name
eko maulana syaputra
Contact Email
ekomaulanasyaputra@unwir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
afiasi@unwir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Wiralodra
ISSN : 24425885     EISSN : 26223392     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Afiasi merupakan Jurnal Kesehatan Masyarakat yang memuat naskah hasil penelitian maupun naskah konsep di bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat dan diterbitkan setiap 4 (empat) bulan.
Arjuna Subject : -
Articles 241 Documents
Gambaran Kondisi Kesehatan Berdasarkan Data Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di Kota Bekasi Rafiah Maharani Pulungan; Nayla kamila Fithri; Aisyah Amelia S; Nabila Aulia A; Rafif Priyambodo P; Salsabila Novitasari; Meidy Wiradati
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2021): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v6i1.125

Abstract

Pembangunan kesehatan pada hakekatnya merupakan upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa Indonesia yang bertujuan meningkatkan kemampuan hidup sehat yang setinggi-tingginya melalui Program Indonesia Sehat. Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) menerapkan paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan, dan pemenuhan universal health coverage melalui JKN dengan upaya Puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan atau meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya dengan mendatangi keluarga. Tujuan analisis ini adalah untuk mengetahui gambaran kesehatan berdasarkan indikator keluarga sehat di tiga kecamatan yang berada di Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan menggunakan sumber data sekunder yang diperoleh dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yaitu data rekapitulasi indeks keluarga sehat. Berdasarkan data yang diperoleh dari tiga kecamatan di Kota Bekasi dinyatakan tidak sehat dengan prioritas masalah yang berbeda-beda. Rendahnya keikutsertaan program KB di tiga kecamatan menjadi prioritas utama yang akan dibahas. Untuk itu perlu dilakukan kerjasama antar sektor, khususnya bagi para pengelola program kesehatan guna meningkatkan angka dan status IKS menjadi sehat dan perlu diadakan intervensi.
Identifikasi Kepadatan Larva Nyamuk Aedes Sp Sebagai Vektor Penyakit Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Mogolaing Kotamobagu Hairil Akbar; Hamzah B
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2021): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v6i2.128

Abstract

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia pada tahun 2017 dilaporkan sebanyak 68,407 kasus dengan jumlah kasus meninggal sebanyak 493 orang dan IR 26,12. Provinsi Sulawesi Utara menempati urutan kedua yang memiliki CFR tinggi (1,55%) setelah Gorontalo (2,18%). Demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang ditularkan oleh vektor nyamuk Aedes sp. Distribusi nyamuk Aedes sp dipengaruhi oleh perubahan lingkungan seperti ketinggian, suhu dan keadaan lingkungan. Masyarakat urban yang menggunakan tandon atau bejana sebagai tempat penampungan air yang tidak tertutup dapat meningkatkan populasi nyamuk Aedes sp menjadi tinggi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yang bersifat deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 62 rumah yang ambil dengan teknik quota sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi kemudian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan dari 115 rumah dan 516 yang diperiksa didapatkan 41 rumah dan 61 kontainer yang positif jentik Aedes sp dengan nilai House Index (HI) sebesar 35,65%, kemudian dari 516 kontainer yang diperiksa didapatkan 61 kontainer yang positif jentik Aedes sp dengan Container Index (CI) sebesar 11,82%, dan Bretau Index (BI) sebesar 53,04%. Hasil perhitungan House Index (HI) menunjukkan angka 35,65% dengan Desinty Figure (DF) adalah 5 yang menunjukkan kepadatan populasi larva di Kelurahan Mogolaing Kotamobagu masuk kedalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan derajat penularan penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang dibawa oleh vektor nyamuk Aedes sp adalah sedang sehingga perlu menjadi perhatian dan diwaspadai akan potensi kasus demam berdarah dengue (DBD) menjadi tinggi.
Stigma dan Diskriminasi Orang Dengan HIV/AIDS Antara Masyarakat Perkotaan dan Pedesaan Di Sulawesi Selatan sri handayani
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2020): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v5i3.129

Abstract

HIV/AIDS merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia baik ditinjau dari segi kesehatan, politik, maupun sosial ekonomi. Di Indonesia, jumlahnya terus meningkat sehingga menjadi tantangan berat untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) hingga tahun 2030. Sulawesi Selatan menempati urutan keempat dalam hal jumlah kasus AIDS terbanyak baik di pedesaan maupun perkotaan.Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS telah dilakukan, namun permasalahan stigma dan diskriminasi seringkali menjadi hambatan dalam upaya menurunkan prevalensi HIV/AIDS. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2017 tentang HIV/AIDS. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Mei – Oktober 2019. Data dianalisis dengan uji statistik univariat dan uji statistik lanjut dengan menggunakan Uji Independent Samples Test dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ditemukan bahwa ada perbedaan signifikan pengetahuan tentang HIV/AIDS (p–value = 0.003) , sumber informasi (p– value = 0.001) dan stigma atau diskriminasi terhadap orang dengan HIVAIDS (p-value = 0.000) antara masyarakat perkotaan dan pedesaan di Sulawesi Selatan. Sedangkan sikap negosiasi berhubungan seksual yang aman dengan suami tidak memiliki perbedaan yang signifikan terhadap masyarakat perkotaan dan pedesaan di Sulawesi Selatan dengan niai p-value = 0.699. Diharapkan kepada semua intansi baik pemerintah maupun swasta agar dapat berperan aktif dalam pemecahan masalah HIV/AIDS secara komprehensif. Selain itu pada masyarakat pedesaan peran aktif tokoh masyarakat, tokoh adat dan pemuka agama sangat besar pengaruhnya dalam menurunkan terjadinya stigma dan diskriminasi terhadap ODHA karena tokoh-tokoh lokal tersebut merupakan model atau contoh yang biasanya menjadi panutan masyarakat.
UPAYA DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA REMAJA PUTERI Rini Mustikasari Kurnia Pratama; Desy Susanti
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2021): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v6i1.130

Abstract

Kanker payudara merupakan penyumbang kematian sebesar 6,6% dari seluruh kematian akibat kanker di dunia dengan jumlah kasus yang terjadi sebesar 11,6% dari seluruh jenis kanker, dan insiden kanker payudara pada perempuan di Indonesia sebesar 11,3% (International Agency for Research on Cancer, 2018). Secara nasional prevalensi kanker payudara untuk Provinsi Jambi sebesar 1,5% (sekitar 4.995 penduduk). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan dengan tindakan SADARI pada remaja puteri dalam upaya deteksi dini kanker payudara di STIKes Keluarga Bunda Jambi Prodi DIII Kebidanan Tingkat I. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa tingkat I Prodi DIII Kebidanan STIKes Keluarga Bunda Jambi sebanyak 28 orang. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling. Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah terdapat hubungan antara pengetahuan dengan tindakan SADARI pada remaja puteri di STIKes Keluarga Bunda Jambi Prodi DIII Kebidanan Tingkat I dengan p-value 0,002
Masa Kerja dengan Perilaku Aman pada Pekerja Bagian Workshop di PT.X Indramayu Eko Maulana Syaputra; Tayong Siti Nurbaeti
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2021): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v6i1.133

Abstract

National Safety Council (NSC), menyebutkan bahwa penyebab kecelakaan kerja adalah 88% karena perilaku tidak aman (unsafe behavior), 10% karena kondisi yang tidak aman (unsafe condition), dan 2% tidak diketahui penyebabnya. Berdasarkan hasil riset tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa perilaku manusia merupakan salah satu unsur yang mengakibatkan kecelakaan kerja. Masa kerja dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kinerja maupun perilaku positif dan perilaku negatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan masa kerja dengan perilaku aman pada pekerja bagian workshop di PT.X Indramayu. Populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 35 responden. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 33 responden. Tidak terdapat hubungan antara masa kerja dengan perilaku aman responden selama bekerja nilai p value 1,000. Perlu diberikannya secara rutin dan berkala kepada pekerja baru maupun lama terkait pelatihan tentang jobdesk pekerjaannya maupun tentang pelatihan K3.
Gambaran Sanitasi Lingkungan pada Masyarakat Pesisir Desa Bajo Indah Misdayanti S
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2021): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v1i4.134

Abstract

Masyarakat pesisir adalah sekumpulan masyarakat yang hidup bersama mendiami wilayah pesisir kemudian membentuk dan memiliki kebudayaan yang khas terkait dengan ketergantungannya pada pemanfaatan sumberdaya pesisir. Sanitasi merupakan factor penting dalam kesehatan masyarakat. Salah satu wilayah yang memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi dalam pengelolaan wilayahnya adalah wilayah pesisir. Masalah utama dalam kesehatan lingkungan pada masyarakat Indonesia pada umumnya masih berfokus pada perumahan yang layak, pengadaan air bersih, jamban keluarga, pembuangan sampah dan pembuangan limbah rumah tangga. Masyarakat Rumah masyarakat Desa Bajo Indah pada umumnya semi permanen dan tidak memiliki sarana sanitasi yang memadai karena dengan keterbatasan ekonomi menjadikan PHBS tidak dianggap suatu kebutuhan dan tidak begitu penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan identifikasi sanitasi lingkungan masyarakat daerah pesisir di Desa Bajo Indah kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Propinsi Sulawesi Tenggara. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif. Responden berjumlah 63 orang. Penelitian ini dilakukan di Desa Bajo Indah Kecamatan Soropia. Hasil penelitian ini adalah masih minimnya sarana sanitasi lingkungan yang brdampak pada status Kesehatan masyarakat. Dalam hal ini, sangat penting untuk dilakukan promosi Kesehatan terkait PHBS dan melakukan pemberdayaan masyarakat.
[PJK)] : PJK (Penyakit Jantung Koroner) VS SKA (Sindrome Kororner Akut) Prespektif Epidemiologi: [PJK)] : PJK (PENYAKIT JANTUNG KORONER) VS SKA (SINDROME KORONER AKUT) PRESPEKTIF EPIDEMIOLOGI Wahidah Wahidah; Reni Agustina Harahap
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2021): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v1i4.135

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) yaitu penyakit yang timbul akibat terdapat Flak menumpuk di dalam arteri koroner yang mensuplai oksigen ke otot jantung. Penyakit jantung koroner dengan Sindrome akut memiliki gejala hampir sama akan tetapi ada beberapa gejala yang berbeda. perbedaan dari kedua penyakit ini seperti iskemia dan merasakan rasa tidak nyaman di bagian dada. Rasa tidak nyama pada PJK terjadi secara tiba-tiba namun SKA terjadi pada waktu istirahat. Kedua penyakit ini terjadi pada pria umur 45 tahun tetapi pada wanita >55 tahun. SKA bisa terjadi pada wanita dengan status penyandang hipertensi dan merokok. PJK dan SKA merupakan penyebab kematian di dunia. Kedua penyakit ini seringkali dianggap penyakit yang sama namun memiliki penyebab yang berbeda dan perlu dilakukan analisis perbedaan dari keduanya.
PENERAPAN METODE PERMAINAN ULAR TANGGA”STOP TRASH” TERHADAP PENGETAHUAN MENGENAI SAMPAH PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI INDRAMAYU Sukhriyatun Fitriyah; Ade Rahmawati
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2021): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v1i4.139

Abstract

Permainan ular tangga merupakan permainan edukatif bagi anak usia sekolah yang bersifat menyenangkan sehingga anak dapat tertarik untuk belajar sekaligus dapat bermain, permainan ular tangg dapat dilakukan baik di dalam kelas maupun di luar kelas, serta dapat merangsang anak untuk beraktivitas secara berkelompok atau individu. Edukasi pendidikan kesehatan melaui metode permainan ular tangga membuat responden lebih mudah menerima informasi yang diberikan. Teknik pengambilan sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Pengumpulan sampel dilaksanakan di SDN singaraja I dan II kelas 4 s.d. 6 dengan rentang usia 10 s.d. 12 tahun. Sampel dari penelitian ini sebanyak 135 siswa dengan 81 siswa perempuan dan 51 Siswa laki-laki. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Wilcoxon Rank Test dengan hasil Z =-8.421 nilai Asymp. Sig (2-tailed) atau p-value pada tingkat pengetahuan (0,000) < 0.05. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan media permainan "stop trash" terhadap peningkatan pengetahuan siswa sekolah dasar negeri singaraja mengenai sampah. ada beberapa kelebihan media permainan diantaranya permainan bersifat menyenangkan, memungkinkan adanya partisipasi untuk belajar, memberikan umpan balik, memungkinkan anak untuk memecahkan masalah-masalah, memberikan pengalaman-pengalaman nyata, serta membantu meningkatkan kemampuan komunikatifnya. Penggunaan jenis media permainan yang tepat akan memudahkan untuk mencapai tujuan pendidikan kesehatan.
Perilaku Pencegahan dan Sumber Informasi Covid 19 di Perdesaan dan Perkotaan tutisurtimanah; Irfan Nafis Sjamsuddin; Hasna Hanifah; Divia Alfianita; Salma Syifa Audia; Pratama Mulyawan
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2021): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v6i2.151

Abstract

Abstrak Kasus Covid-19 masih bertambah tetapi perilaku pencegahan penularan 3-M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun serta menjaga jarak belum dilakukan seluruh masyarakat. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh jenis tempat tinggal (perdesaan, perkotaan) terhadap perilaku pencegahan Covid-19 dengan mempertimbangkan akses sumber informasi. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian masyarakat Jawa Barat dengan multi stage cluster dan purposive sampling, dipilih dua Rukun Tetangga di kelurahan dan dua Rukun Tetangga di desa dengan jumlah responden 190 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner berupa google form via WhatsApp serta kuesioner tertulis via wawancara langsung. Hasil penelitian menunjukan separuh responden berperilaku pencegahan dalam kategori tinggi. Masyarakat perdesaan lebih banyak berperilaku pencegahan kategori tinggi serta memiliki akses sumber informasi Covid-19 dibandingkan masyarakat perkotaan. Terdapat pengaruh signifikan jenis tempat tinggal terhadap perilaku pencegahan dengan dikontrol akses sumber informasi. Masyarakat perdesaan 2,676 kali berperilaku pencegahan, 2,869 kali berpengetahuan serta 4,203 kali melakukan praktek pencegahan Covid-19 dibanding masyarakat perkotaan dengan dikontrol akses sumber informasi. Prioritas pesan penyuluhan yang akan datang adalah gejala dan respon gejala Covid-19, cara pengobatan, alasan tidak patuh 3M, praktek di kendaraan umum dan mau masuk rumah, pengobatan mandiri dan pelayanan kesehatan keluarga di masa pandemi. Multi sumber informasi sebaiknya digunakan agar menjangkau seluruh segmentasi sasaran, sumber informasi utama tokoh masyarakat, pengumuman pemerintah setempat, televisi disertai media visual dan berbasis internet di perkotaan. Penelitian kualitatif lanjutan untuk mengungkap latar belakang rendahnya akses sumber informasi masyarakat perkotaan diperlukan sebagai bahan intervensi. Abstract Covid-19 cases are still increasing but the behavior of preventing transmission, namely wearing masks, washing hands with soap and maintaining distance hasn’t been carried out by the whole community. This study aims to determine the effect of type of residence (rural, urban) on Covid-19 prevention behavior by considering access to information sources. Quantitative research method with cross sectional approach. The population of the people of West Java, with a multi-stage cluster and purposive sampling, selected two neighborhood association in the sub-district and two in the village with 190 respondents. Data collection used a questionnaire in the google form via WhatsApp and a written questionnaire via direct interviews. The results showed that half of the respondents behaved in a high category of behavior prevention. Rural communities are more have high prevention behavior and have access to information sources than urban communities. There is a significant influence on the type of residence on prevention behavior with controlled access to information sources. Rural communities have 2.676 times prevention behavior, 2.869 times knowledge and 4.203 times practice prevention of Covid-19 compared to urban communities with controlled access to information sources. The priority of the information message is the symptoms and symptom response, treatment methods, reasons for not compliant, practicing on public transportation and entering homes, self-medication and family health services during the pandemic. Multi sources of information should be used in order to reach all target segmentations. Qualitative research reveals the background of low access to urban community information sources as material for interventions.
Proyeksi dan Pemetaan Sebaran Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) Berbasis Sistem Informasi Geografi (SIG): Projection and Mapping of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) Cases Based on Geographic Information System (SIG) Agung Sutriyawan; Ratna Dian Kurniawati; Suherdin Suherdin
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2021): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v6i2.153

Abstract

Dengue merupakan penyakit tropis yang masih menjadi masalah internasional dalam kesehatan masyarakat di beberapa dekade terakhir. Bandung merupakan Kota yang endemis demam berdarah dengue. Jumlah kasus demam berdarah dengue di Kota Bandung tidak hanya menagalami peningkatan tetapi juga menyebabkan beberapa kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan proyeksi jumlah kasus demam berdarah dengue dan memberi informasi wilayah sebaran penyakit demam berdarah dengue di Kota Bandung. Riset ini menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis data statistik yaitu data trend perkembangan kasus demam berdarah dengue di Kota Bandung, selama beberapa tahun terakhir (data runut), selanjutnya melakukan proyeksi dengan membaca trend data demam berdarah dengue, menggunakan alat analisis eksponential smothing dengan model holt’s linear trend. Selain itu pemetan berdasarkan tempat sebagai data spasial kemudian disajikan dalam bentuk peta sebagai informasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa proyeksi jumlah kasus demam berdarah dengue di Kota Bandung pada periode 2021-2025 menggunakan metode microsoft excel mengalami penurunan sedangkan mengunakan metode exponential smoothing model holt’s linear trend mengalami peningkatan. Berdasarkan data sekunder kasus demam berdarah dengue, maka pemetaan wilayah persebaran kasus demam berdarah dengue dilakukan di 30 Kecamatan Kota Bandung, terdapat dua Kecamatan dengan jumlah kasus sangat tinggi yaitu Kecamatan Coblong dan Buah Batu. Perlu dilakukan pencegahan kasus demam berdarah dengue di seluruh wilayah Kota Bandung, karena setiap kecamatan yang ada di Kota Bandung berpotensi mengalami peningkatan jumlah kasus di 5 tahun kedepan