cover
Contact Name
eko maulana syaputra
Contact Email
ekomaulanasyaputra@unwir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
afiasi@unwir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Wiralodra
ISSN : 24425885     EISSN : 26223392     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Afiasi merupakan Jurnal Kesehatan Masyarakat yang memuat naskah hasil penelitian maupun naskah konsep di bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat dan diterbitkan setiap 4 (empat) bulan.
Arjuna Subject : -
Articles 241 Documents
Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Sindrom Premenstruasi Pada Remaja Putri Asti Andriyani
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2022): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v7i3.250

Abstract

Perkembangan remaja ditandai dengan adanya kematangan seksual yaitu terjadinya menstruasi. Salah satu hal yang berkaitan erat dengan menstruasi adalah asupan makan pada seorang remaja yang kurang atau berlebih sehingga akan menyebabkan remaja memiliki Indeks Massa Tubuh kurang/berlebih. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya Sindrom Premenstruasi yang beruapa sekumpulan gejala fisik maupun psikis yang terjadi sebelum atau beberapa hari setelah haid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Sindrom Premenstruasi pada remaja. Rancangan dalam penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri yang berjumlah 57 responden dengan tehnik sampling yaitu purposive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan pengukuran nyeri dengan skala NRS. Alat yang digunakan dalam pengukuran Berat Badan menggunakan timbangan dan untuk mengukur Tinggi Badan menggunakan Microtoice. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji statistik Kendall’s Tau. . Hasil penelitian didapatkan nilai P-value 0,015 (0,015 < 0,05) sehingga terdapat hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan Sindrom Premenstrusi. Nilai koefisien korelasi 0,311 yang berarti hubungan antara variable Indeks Massa Tubuh dengan Sindrom Premenstruasi adalah cukup dengan arah hubungan positif yang berarti searah. Kesimpulan terdapat hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan Sindrom Premenstrusi
Manfaat Senam Untuk Meningkatkan Kualitas Tidur Ibu Hamil Pada Masa Pandemik Covid-19 Arisna Kadir; Indah Yun Diniaty Rosidi
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2023): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v8i1.210

Abstract

Kehamilan normal adalah suatu proses alamiah yang dimulai dari pertemuan sperma dan ovum, nidasi, konsepsi hingga lahirnya bayi dengan lama 280 hari atau 40 hari terhitung dari hari pertama haid terakhir. Dalam proses kehamilan terjadi perubahan anatomi fisiologi dan adaptasi psikologi yang memerlukan dukungan, suplai nutrisi dan istirahat yang optimal. Kualitas tidur yang baik adalah suatu kondisi tidur dimana seseorang memperoleh kesegaran dan kebugaran saat terbangun merupakan prinsip dasar dari istirahat yang optimal. Beberapa aspek dapat menjadi cakupan kuantitatif dari kualitas tidur diantaranya yaitu durasi, latency, serta aspek subjektif lainnya yang dapat ditingkatkan melalui aktifitas fisik seperti senam. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji perubahan pola tidur ibu hamil trimester tiga selama pelaksanaan senam hamil. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik purposive random sampling dengan total sample sebanyak 5 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan terhadap kualitas tidur ibu hamil trimester tiga setelah mengikuti senam hamil sebanyak dua kali, awalnya keseluruhan responden memiliki kualitas tidur kurang, namun setelah senam kualitas tidur tiga responden menjadi cukup. Penelitian ini terlaksana di wilayah kerja puskesmas pattingalloang
Pandemi COVID-19: Perubahan Perilaku Hidup Bersih Sehat Di Tatanan Rumah Tangga? Rohayati Rohayati; Tuti Surtimanah
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2023): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v8i1.230

Abstract

Pandemi COVID-19: Perubahan Perilaku Hidup Bersih Sehat Di Tatanan Rumah Tangga? COVID-19 Pandemic: Changes in Clean and Healthy Behavior in the Household Setting Abstrak Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bertujuan memberdayakan anggota rumah tangga untuk tahu, mau, dan mampu menjalankan perilaku kehidupan bersih dan sehat serta aktif berperan di masyarakat. Capaian PHBS tatanan rumah tangga sebelum pandemi masih rendah, apakah selama pandemi COVID-19 capaian PHBS berubah? Tujuan penelitian mengetahui perbedaan capaian PHBS tatanan rumah tangga sebelum pandemi (2019) dengan saat pandemi COVID-19 (2021). Desain penelitian deskriptif komparatif, membandingkan capaian PHBS rumah tangga 2019 dengan 2021. Data sekunder hasil pendataan PHBS merupakan sumber data, di ektraksi menggunakan tabel. Analisis berupa tabel distribusi frekuensi dan uji beda dependen. Populasi penelitian seluruh Rukun Warga (RW) di wilayah kerja Puskesmas Cikalapa dengan sampel total (56 RW). Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan signifikan berupa kenaikan capaian PHBS di tatanan rumah tangga sebesar 11,42% (dari 54,28% menjadi 65,7%). Indikator perilaku naik signifikan menjadi 100% yaitu indikator penggunaan air bersih, cuci tangan pakai sabun menggunakan air mengalir, penggunaan jamban sehat, memberantas jentik nyamuk di rumah, makan sayur dan buah setiap hari. Indikator tidak merokok di dalam rumah naik signifikan menjadi 66,41%. Indikator lainnya tidak berbeda signifikan, namun sudah berada dalam capaian di atas 85%. Edukasi perilaku sehat termasuk protokol kesehatan mencegah COVID-19 perlu dilakukan berkelanjutan kepada masyarakat. Penelaahan faktor yang berhubungan dengan kenaikan capaian PHBS rumah tangga di saat pendemi perlu ditelaah lebih lanjut. Kata kunci: indikator, pandemi, perilaku hidup bersih sehat, perubahan Abstract The Clean and Healthy Life Behavior Program (CHLB Program) aims to empower household members to know, want, and be able to carry out clean and healthy life behaviors and play an active role in society. The achievement of CHLB in the household before the pandemic COVID-19 was still low, did the CHLB achievement change during the pandemic? The purpose of the study was to find out the difference in the achievement of CHLB in household arrangements before the pandemic (2019) and during the pandemic (2021). Comparative descriptive research design, comparing 2019 and 2021 household CHLB achievements. Secondary data from CHLB data collection is a data source, extracted using tables. The analysis is in the form of a frequency distribution table and a dependent difference test. The research population was all Citizens Association (Rukun Warga) in the working area of ​​Cikalapa Health Center with a total sample 56. The results showed that there was a significant difference is an increase in the achievement of CHLB in household settings by 11.42% (from 54.28% to 65.7%). Behavioral indicators rose significantly to 100%, are the using clean water, washing hands with soap using running water, using healthy latrines, eradicating mosquito larvae at home, eating vegetables and fruit every day. The indicator of not smoking in the house rose significantly to 66.41%. Other indicators are not significantly different, are above 85%. Education on CHLB including health protocols to prevent COVID-19 needs continuously. The study of factors related to the increase in household PHBS achievement during a pandemic needs to be studied further. Keywords: indicators, change, clean and healthy living behavior, pandemic.
Multifaset Determinan Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kerkap Kabupaten Bengkulu Utara Wulandari Wulandari; Fitri Rahayu; Darmawansyah Darmawansyah; Hairil Akbar
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2023): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v8i1.233

Abstract

Stunting  adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita. Dampak stunting  adalah terganggunya  perkembangan  otak,  kecerdasan,  gangguan  pertumbuhan  fisik,  dan  gangguan metabolisme dalam tubuh. WHO memperkirakan terdapat 162 juta balita  pendek, jika tren berlanjut tanpa upaya penurunan, diproyeksikan akan menjadi 127 juta. Kasus Stunting  di  Puskesmas  Kerkap tertinggi  di  Kabupaten  Bengkulu  Utara  sebesar  18,75%. Balita  stunting  pada Maret 2018 sebanyak 68 balita (18,84%) dan pada Juni 2018 sebanyak 45 balita (18,75). Implementasi program 1000 HPK telah dilaksanakan namun kasus stunting masih tinggi  di  Wilayah  Kerja  Puskesmas  Kerkap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui multifaset determinan kejadian stunting pada  balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kerkap Kabupaten Bengkulu Utara. Metode penelitian ini adalah kuantitatif  dengan  desain  cross  sectional.  Veriabel  Penelitian  ini  adalah  variabel  indenpenden (ASI  Ekslusif,  Sanitasi  Lingkungan,  Pemanfaatan  Pelayanan  Kesehatan,  Praktik Kebersihan/Hygiene,  Riwayat  Penyakit  Infeksi,  Budaya  dan  asupan  energi)  dan  Variabel depedenden (Kejadian Stunting). Analisis data dilakukan secara bertahap yaitu analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pemberian ASI Eksklusif  (p=0,002), Sanitasi Lingkungan (p=0,008), Praktik kebersihan hygiene (p=0,000), riwayat penyakit infeksi (p=0,000) dan budaya (p=0,001) dengan stunting pada Balita. Tidak ada hubungan yang signifikan antara pelayanan kesehatan (p=1,000) dengan stunting pada Balita. Penelitian ini menyimpulkan variabel penyakit infeksi merupakan faktor resiko yang paling dominan terhadap kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kerkap Kabupaten Bengkulu Utara. Diharapkan ibu-ibu yang memiliki balita. Disarankan untuk ibu balita untuk memberikan ASI secara eksklusif, meningkatkan akses sanitasi lingkungan, PHBS, akses informasi  kesehatan, dan pengobatan segera bagi balita yang mengalami diare dan ISPA.
Perancangan dan Rekomendasi Business Model Canvas Pada Perencanaan Pendirian Klinik Di Universitas Singaperbangsa Karawang Sekar Ayu Runggandini; Nasiatul Aisyah Salim
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2023): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v8i1.262

Abstract

Univeristas Singaperbangsa Karawang sebagai pusat pendidikan yang didalamnya memiliki ribuan sivitas akademika yang berkegiatan memerluka fasilitas kesehatan  memadai yang dapat dimanfaatkan serta lokasinya dekat dengan pusat kegiatan, sehingga apabila dibutuhkan dalam kondisi mendesak maupun tidak dapat dapat diakses dengan mudah, yang saat ini belum ada.Serta adanya fakultas ilmu kesehatan tentunhya pendurian klinik akan menunjang pembelajaran sebagai media pembelajaran. Meski klinik merupakan organisasi nonprofit, namun tetap harus memiliki strategi bisnis yang baik salah satunya dengan menggunakan alat bantu berupa Business Model Canvas (BMC) yang saat ini belum ada. Pada BMC strategi usulan akan dipetakan menjadi 9 blok atau element. Penelitian  dilakukan  dengan metode kualitatif yang bertujuan merumuskan perancangan dan rekomendasi strategi yang diperlukan dalam pembangunan klinik melalui BMC. Rekomendasi Hasil 9 elemen BMC yaitu Customer Segment konsumen internal dan eksternal masyarakat disekitar unsika. Value Proposition yaitu layanan yang profesional. Channels memanfaatkan  Media sosial, Event offline dan Whatsapp, Customer Relationship pelayanan kesehatan personal dan juga komunitas. Revenue Stream dari pelayanan kesehatan baik penjualan obat dan alat kesehatan, pemeriksaan dan tindakan kesehatan. Cost Structure Biaya pra-operasional, Perizinan dan Konstruksi fisik klinik. Key Activities Pengemasan dan peracikan obat, pengelolaan fasilitas dan jasa layanan kesehatan. Untuk operasional jasa kesehatan adalah kegiatan pemeriksaan, pelayanan, pendidikan, penyuluhan dan promosi kesehatan, serta akreditasi klinik. Key Partnership yaitu rumah sakit jejaring, suplier obat dan alkes. Key Resource baik SDM dan sumber daya fisik. Rancangan ini dapat digunakan sebagai alat pemetaan awal dalam menentukan aspek  yang perlu dipenuhi, selanjutnya dikembangan sesuai perkembangan lingkungan UNSIKA. Penelitian kedepanya perlu dievaluasi dalam implementasinya
Hubungan Posisi Kerja dengan Keluhan Low Back Pain pada Pekerja Sarang Burung Walet Kembangbahu Rinda Fitri Ayuni; Zufra Inayah
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2023): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v8i1.267

Abstract

Low back pain adalah gangguan musculoskeletal yang mempengaruhi punggung bagian bawah yang disebabkan oleh posisi kerja yang salah. Statistik AS menunjukkan bahwa tingkat kejadian tahunan sekitar 15%-20%, sebanyak 90% kasus nyeri punggung disebabkan oleh posisi tubuh yang salah saat bekerja. Penelitian ini menganalisis hubungan posisi kerja dengan keluhan low back pain pada pekerja sarang burung walet Kembangbahu. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 44 pekerja dengan menggunakan cluster random sampling dan instrumen menggunakan kuesioner. Hasil analisis data menggunakan uji Somers’d diperoleh nilai p value 0,036 < α 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara posisi kerja dengan keluhan low back pain pada pekerja sarang burung walet Kembangbahu.
Hubungan peran media sosial dengan Perilaku Seks Pranikah Remaja Desa di Kabupaten Banggai Laut Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2022 Fairus Prihatin Idris; Abdul Gafur; Andi Asrina; Mira M Radjung
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2023): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v8i1.268

Abstract

Menurut SDKI, terdapat 8% pria dan 2% wanita pernah melakukan perilaku seksual pranikah di usia remaja yaitu 15- 24 tahun. Remaja pria yang melakukan perilaku seksual pranikah karena alasan saling mencintai satu sama lain sebesar 47%, dengan alasan rasa ingin tahu sebesar 34%, dengan alasan telah terjadi sebesar 15%, dengan alasan dipaksa oleh pasangan sebesar 3% dan dipengaruhi oleh teman sebesar 3%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan peran media social dengan perilaku seks pranikah remaha desa di Kabupaten Banggai Laut Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2022. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh remaja Desa TL yang berjumlah 221 remaja. Sampel dipilih dengan teknik random sampling dan diperoleh sampel sebanyak 140 remaja. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan pendekatan crossectiona. Data yang telah dikumpulkan dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat selanjutnya dilakukan uji chisquare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada hubungan antara peran media sosial dengan  dengan Perilaku Seksual Pranikah Pada Remaja dengan ρ value 0.024. Diharapkan kepada dinas kesehatan setempat dapat melakukan peningkatan dan pengembangan program pelayanan kesehatan remaja serta program inovatif lainnya sehingga remaja mampu mengakses informasi kesehatan reproduksi dan seksualitas serta menjadi wadah konsultasi mengenai masalah kesehatan reproduksi remaja.
Faktor Yang Berbubungan Dengan Keluhan Muskuloskeletal Pada Pekerja Kuli Panggul Di Pasar Jatibarang Indramayu Tahun 2022 Sri Atun; Tayong Siti Nurbaeti; Sutangi Sutangi
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2023): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v8i1.269

Abstract

Pekerjaan jasa seperti kuli panggul banyak dibutuhkan untuk di pasar untuk mengangkat atau mengakut barang pemasok maupun konsumen, namun terdapat masalah kesehatan yang potensial pada kuli panggul tersebut, Salah satu masalah tersebut yaitu sakit pada bagian otot-otot atau keluhan pada bagian muskuloskeletal. Penelitian ini untuk melihat keluhan muskuloskeletal pada kuli panggul di Pasar Jatibarang Indramayu Tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor hubungan dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja di Pasar Jatibarang Indramayu Tahun 2022. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cro.ss sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 55 orang dengan menggunakan teknik trim/ sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner NorJic trod) Map (NBM). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji c/ii .square. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 33 responden (600/») mengalami keluhan tingkat tinggi. Hasil uji c/ii square dilihat dari fisher excof menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antar berat beban kerja (p-ve/zfU 0,000) dan frekuensi angkat (p-va/oe 0,000) dengan keluhan muskuloskeletal di Pasar Indramayu tahun 2022. Selain itu, variabel umur @-value 0,304) dan masa hubungan dengan keluhan muskuloskeletal. Diharapkan untuk kuli panggul lebih memperhatikan akan kesadaran kesehatan diri dan tidak memaksakan menerima beban yang melampau batas yang ditentukan dalam frekuensi yang sering
Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Kasus Stunting Pada Balita Usia 0-59 Bulan Di Desa Wedoroanom Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik Azizah Rahmani Putri; Zufrah Inayah
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2023): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v8i2.265

Abstract

Prevalensi stunting di Indonesia sebanyak 24,4% pada tahun 2021. Stunting di Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik pada bulan September tahun 2022 terdapat 6.411 balita yang diukur dan ditemukan 476 balita stunting. Penelitian dilaksanakan di Desa Wedoroanom Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik pada bulan September-Desember tahun 2022. Jenis penelitian metode kuantitatif dengan desain analitik observasional. Populasi penelitian terdiri dari 427 ibu yang memiliki balita (0-59 Bulan). Jumlah sampel sebesar 40 responden menggunakan teknik purposive sampling. Peniliti bertujuan menganalisis hubungan pola asuh ibu dengan kasus stunting pada balita usia 0-59 bulan di Desa Wedoroanom Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik. Hasil uji analysis bivariate menggunakan uji Chi-square menunjukkan bahwa pola asuh rutinitas layanan kesehatan (p<0,001), rutinitas kebersihan (p<0,000), rutinitas pemberian makan (p<0,005) berhubungan dengan kasus stunting, dan pendapatan keluarga (p>0,409) tidak berhubungan dengan kasus stunting. Bagi orang tua khususnya para ibu dalam mengatasi masalah stunting dapat dilakukan dengan menyediakan waktu yang berkualitas pada anak, meningkatkan variasi makanan ditiap harinya, tidak memaksa dan tidak memberi hukuman apabila anak tidak mau makan.
Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Pedagang Bakso dengan Penggunaan Boraks dan Formalin pada Bakso di Wilayah Kecamatan Arahan Kabupaten Indramayu Tahun 2023 Yuli Ilmiyah; Siti Pangarsi Dyah Kususma Wardani; Tating Nuraeni
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2023): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v8i2.288

Abstract

ABSTRAK Penggunaan Boraks di Indonesia, seperti yang dinyatakan oleh surveilans Keamanan Pangan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI tahun 2009 bahwa penggunaan bahan toksik di Indonesia telah mencapai 8,80%. Pada Wilayah Tangerang juga ditemukan sebanyak 25 sampel bakso positif mengandung Boraks (25%) dan rata-rata kandungan boraksnya adalah 806,86 mg/kg. Untuk mengetahui Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Pedagang Bakso Terhadap Kandungan Boraks dan Formalin Pada Bakso Di Wilayah Kecamatan Arahan Kabupaten Indramayu Tahun 2023. Metode: Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif Analitik dengan menggunakan desain pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 41 responden . Pengukuran pengetahuan, sikap, dan kandungan boraks dan formalin dengan menggunakan kuesioner dan uji test kit. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Fisher's Exact Test. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh responden dengan pengetahuan baik sebanyak 35 (31,6%) dengan penggunaan boraks sebanyak 1 (4,4%), dan responden dengan pengetahuan kurang baik sebanyak 5 ( 1,2%) dengan penggunaan boraks sebanyak 4 (6%),p value (0,000). responden dengan pengetahuan baik dengan penggunaan formalin sebanyak 1 (2%), dan responden dengan pengetahuan kurang baik penggunaan formalin sebanyak 1 (1,8%), p value (0,232). Kemudian responden dengan sikap positif sebanyak 34 (82,9%) dengan penggunaan boraks sebanyak 0 (4,1%), dan responden dengan sikap negatif sebanyak 7 (17,1%) dengan penggunaan boraks sebanyak 5 (9%), p value (0,000). responden dengan pengetahuan positif dengan penggunaan formalin sebanyak 0 (1,7%), dan responden dengan sikap negatif dengan penggunaan formalin sebanyak 2 (3%) p value (0,26). Masih ada pedagang bakso yang menggunaan boras dan formalin, dengan tingkat pengetahuan dan sikap sebagian besar baik dan positif. Kemudian terdapat pengaruh antara pengetahuan dan sikap dengan penggunaan boraks dan formalin. Harapan untuk puskesmas mengadakan penyuluhan dan pengawasan secara rutin tentang bahaya penggunaan pengawet berbahaya berupa pelatihan yang harus diikuti oleh pedagang dan penjajah makanan, dan perlu dilakukannya sertifikasi uji layak sehat setelah masa pelatihan selesai dan telah mengikuti prosedur yang didapat pada saat pelatihan. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Boraks, Formalin. Sumber: (2010-2022).