cover
Contact Name
eko maulana syaputra
Contact Email
ekomaulanasyaputra@unwir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
afiasi@unwir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Wiralodra
ISSN : 24425885     EISSN : 26223392     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Afiasi merupakan Jurnal Kesehatan Masyarakat yang memuat naskah hasil penelitian maupun naskah konsep di bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat dan diterbitkan setiap 4 (empat) bulan.
Arjuna Subject : -
Articles 241 Documents
Pengaruh Kebiasaan Sarapan Terhadap Aktifitas Fisik Mahasiswa STIKes Persada Nabire Provinsi Papua nuralfaida
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2022): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v7i2.211

Abstract

Pendahuluan: Sarapan pagi bagi anak usia sekolah sangatlah penting, karena waktu sekolah adalah penuh aktivitas yang membutuhkan energi dan kalori yang cukup besar. Untuk sarapan pagi harus memenuhi sebanyak ¼ kalori sehari. Sarapan pagi memenuhi sepertiga kebutuhan gizi harian, maka apabila seseorang tidak dibiasakan untuk sarapan pagi, akan lebih besar kemungkinannya terjadi permasalahan gizi. Kebugaran jasmani yang diperoleh dari aktivitas fisik sangat berpengaruh dalam produktivitas kerja dan belajar, karena aktivitas fisik yang teratur membantu dalam berpikir, belajar, dan mengambil keputusan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kebiasaan sarapan terhadap aktifitas fisik mahasiswa di STIKes Persada Nabire Provinsi Papua. Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional study yang dilakukan di STIKes Persada Nabire dimulai pada bulan Oktober sampai dengan November 2021. Populasi yaitu seluruh mahasiswa semester 1 dan 3 sebanyak 55 orang dengan metode simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 36 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah daftar pertanyaan berupa kuesioner, meteran dan timbangan badan. Adapun data yang diperoleh diolah dengan menggunakan SPPS dan dianalisis menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara kebiasan sarapan terhadap aktifitas fisik di peroleh nilai p (value) = 0.01. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, peneliti menyarakan agar mahasiswa lebih rajin melakukan sarapan dan aktifitas fisik setiap harinya.
Penerapan K3 dan Tantangan dalam Mencegah Penyebaran COVID-19 di Lembaga Penyiaran Publik Semarang Yehezkiel D. Noel; hanifa denny; Bina Kurniawan
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2022): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v7i2.213

Abstract

Pandemi COVID-19 yang melanda dunia dan Indonesia telah melahirkan berbagai kebijakan pemerintah untuk mencegah penyebaran COVID-19 di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali kebijakan serta implementasi pencegahan dan pengendalian COVID-19 maupun tantangan yang dihadapi di RRI Semarang. RRI Semarang merupakan instansi pemerintah yang bergerak di bidang penyiaran secara audio dimana pekerja melakukan siaran di ruang studio yang tertutup dan berisiko menjadi tempat penularan COVID-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam yang dilakukan pada bulan April 2022. Informan dalam penelitian ini: kepala kantor (informan kunci), kepala bagian tata usaha (informan utama), 2 orang penyiar dan 2 orang staff (informan pendukung). Hasil penelitian dengan wawancara mendalam dan observasi menunjukkan bahwa penerapan kebijakan sudah dilakukan dengan cukup baik sesuai dengan peraturan yang berlaku serta terdapat tantangan yang dihadapi yaitu berupa anggaran dana, proses siaran yang berlangsung secara daring, penggunaan masker ketika siaran, serta kurangnya ventilasi udara di studio. RRI Semarang perlu melakukan pembenahan pada protocol pengecekan suhu serta mengatasi masalah ventilasi udara yang masih minim. RRI Semarang sudah menerapkan sebagian besar indikator pedoman pencegahan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Perilaku Aman Pada Pekerja Bagian Workshop Di PT.X Indramayu Eko Maulana Syaputra; Tayong Siti Nurbaeti; Riantina Luxiarti
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2022): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v7i2.219

Abstract

Menurut data ILO tahun 2018, diperoleh data bahwa terdapat 2,8 juta orang meninggal akibat kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Di Indonesia kasus kecelakaan kerja mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan menyebutkan bahwa Angka kecelakaan kerja menunjukkan tren yang meningkat. Pada tahun 2017 angka kecelakaan kerja dilaporkan sebanyak 123.041 kasus, sementara itu sepanjang tahun 2018 mencapai 173.105. Fenomena ini sangat menghawatirkan karena setiap tahunnya kasus kecelakaan kerja terus mengalami peningkatan. Penyebab masih tingginya kecelakaan kerja karena masih rendahnya pengetahuan, sikap dan perilaku terkait perilaku aman (safe behavior) serta masih minimnya upaya promotif dan preventif yang dilakukan oleh perusahaan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku aman pada pekerja bagian workshop PT. X Indramayu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 33 responden pada bagian workshop. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik totality sampling. Sehingga sampel dalam penelitian ini sebanyak 33 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku aman dengan nilai p value 0,002. Tidak terdapat hubungan signifikan antara sikap  dengan perilaku aman dengan nilai p value 0,205. Rekomendasi dari penelitian ini yaitu perusahaan sebaiknya memberikan pelatihan dan kampanye Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara rutin, melakukan safety briefing sebelum bekerja, selalu melakukan safety patrol secara rutin untuk mengingatkan pekerja agar jangan sering bercanda ketika bekerja serta memperbanyak upaya promotif seperti membuat spanduk, dan rambu-rambu K3 untuk mengingatkan pekerja agar selalu bekerja secara aman.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terhadap Kelelahan Kerja Pada Pekerja Pengisian Air Minum Dalam Kemasan Di PT Bharata Sakti Persada Indramayu Tahun 2021 ade rahmawati; Rizka Amalianah; Sutangi
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2022): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v7i2.220

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan adalah keadaan yang disertai penurunan efisiensi dan ketahanan dalam bekerja. Kelelahan menunjukkan kondisi yang berbeda-beda dari setiap individu, tetapi semuanya bermuara pada kehilangan efesiensi dan penurunan kapasitas kerja serta kelelahan merupakan mekanisme perlindungan tubuh agar tubuh menghindari kerusakan lebih lanjut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap kelelahan kerja pada pekerja pengisian air minum dalam kemasan di PT Bharata Sakti Persada Indramayu. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pekerja bagian pengepakan di PT Bharata Sakti Persada Indramayu sebanyak 32 responden. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai p-value jenis kelamin = 0,160 sehingga p > 0,05 hal ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh jenis kelamin terhadap kelelahan kerja. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh p-value = 0,000 sehingga p < 0,05 hal ini menunjukkan  bahwa ada pengaruh umur terhadap kelelahan kerja. Masa kerja : Berdasarkan hasil penelitian diperoleh p-value = 0,036 sehingga p < 0,05 hal ini menunjukkan bahwa masa kerja berpengaruh terhadap kelelahan kerja.Saran: Bagi perusahaan agar menyediakan makanan saat istirahat guna pengadaan asupan gizi bagi karyawan. Mengadakan pelatihan K3 secara rutin untuk menambah wawasan khususnya tentang kesehatan dan keselamatan kerja (K3).
Manajemen Proyek Pelayanan PDP (Perawatan, Dukungan Dan Pengobatan) HIV-Aids di Puskesmas Melintang Pangkalpinang Hisar Manalu; Rizma Adlia Syakurah
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2022): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v7i3.207

Abstract

Pemerintah terus meningkatkan kualitas program penanggulangan HIV/AIDS akibat angka kejadian penyakit yang terus meningkat tiap tahunnya. Namun masih terdapat beberapa kesenjangan dalam program ini, antara lain program pelayanan PDP HIV-AIDS di Puskesmas Melintang Pangkalpinang, masih terbatas hanya di klinik tulip RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, kurangnya tenaga kesehatan yang melakukan pembinaan dan pengawasan di tempat-tempat riskan penyebaran HIV-AIDS serta kurangnya penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi pada remaja sehingga dapat menyebabkan meningkatnya pergaulan bebas serta penyebaran penyakit IMS di kalangan remaja. Studi ini bertujuan untuk melihat gambaran manajemen proyek PDP (Perawatan, Dukungan dan Pengobatan) HIV-AIDS di Puskesmas Melintang Kota Pangkalpinang. Penelitian ini merupakan penelitian. Manajemen proyek yang dilakukan di Puskesmas Melintang dimulai dengan tahap perencanaan. Stakeholder yang terlibat yaitu Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung, Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, RSUD Pangkalpinang dan RSUD Provinsi Bangka Belitung, KPA Pangkalpinang, Forkopimda Kecamatan Rangkui, LSM, Organisasi Kepemudaan, Organisasi Keagamaan, Organisasi Profesi, PKK, serta Kader kesehatan. Tahap implementasi program diawali dengan penyebarluasan informasi tentang pelayanan Puskesmas PDP. Anggota Tim Pelayanan PDP dari program Promkes membuat dan menyebarluaskan informasi kegiatan PDP dan KIE yang berhubungan dengan IMS-HIV-AIDS melalui media sosial serta media lainnya dan melakukan sosialiasi yang berisikan tentang informasi mengenai pemeriksaan, konseling, dukungan serta pengobatan bagi penderita. Masih ditemukan beberapa kendala dalam proyek layanan PDP di Puskesmas Melintang. Diharapkan agar pemerintah dapat memperbaiki kualitas pelayanan PDP agar menjadi lebih baik serta penambahan dan pembinaan tenaga kesehatan yang bertanggungjawab dalam program ini.
Pengolahan Sampah Organik Menggunakan BSF Dengan Metode Pola Plasma Sukhriyatun Fitriyah; Roifatun Nisa
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2022): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v7i3.224

Abstract

Sampah organik memiliki presentase terbanyak dibandingkan dengan sampah anorganik. berdasarkan Data yang bersumber dari Kementrian Lingkungan Hidup tahun 2021 dari 212 kabupaten/ kota di Indonesia timbulan sampah sebanyak lebih dari 26 juta ton/tahun. Limbah organik yang melimpah setiap harinya dapat diolah dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan cara memanfaatkannya sebagai media budidaya ulat/maggot lalat BSF (Black Soldier Fly). Masyarakat di Desa Singaraja Kabupaten Indramayu masih banyak yang belum memahami cara pengolahan sampah organik menggunakan BSF. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui pengetahuan masyarakat mengenai sampah dan BSF serta membuat metode pengelolaan sampah organik menggunakan BSF dengan cara pola plasma. Inti pola dalam penelitian ini yaitu Bank Sampah yang ada di Desa Singaraja dan plasma pengelolaan sampah organik dengan BSF nya dibuat di 12 titik dimana masing-masing titik tersebut dibuat 2-3 plasma. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan pendekatan non randomized control group pretest postest design. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian diketahui hasil pretest dan posttest menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan setelah dilakukan pelatihan. Pengetahuan sampah sebelum dan sesudah pelatihan meningkat dimana p-value 0,043 dan pengetahuan BSF ada peningkatan sebelum dan sesudah pelatihan dimana nilai p-value 0,017. Secara umum, hasil kegiatan ini memberikan alternatif baru untuk membuat pengolahan sampah organik sehingga lebih baik lagi dalam menangani permasalahan sampah yang bersumber dari rumah tangga.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular Lia Fentia; Eliza fitria; Tating nuraeni
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2022): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v7i3.234

Abstract

Pos pembinaan terpadu Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan wujud peran serta masyarakat dalam kegiatan deteksi dini, pemantauan dan tindak lanjut dini faktor risiko PTM secara mandiri dan berkesinambungan. Masalahnya masih banyak masyarakat yang tidak bersedia berkunjung ke posbindu PTM. Data yang didapatkan dari Puskesmas Pagaran Tapah Darussalam pada 2020 dari 12.566 sasaran posbindu PTM hanya 332 (2,6%) yang melakukan kunjungan posbindu PTM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan posbindu PTM di Puskesmas Pagaran Tapah Darussalam Kabupaten Rokan Hulu. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Pagaran Tapah Darussalam dari tanggal 17 Juni-1 Juli 2022. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh sasaran posbindu PTM yaitu masyarakat berusia ≥ 15 tahun pada tahun 2022 sebanyak 6638 orang. Sampel berjumlah 99 responden. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan mayoritas pengetahuan responden adalah kurang, 57,6% keluarga tidak mendukung  terhadap posbindu PTM sebanyak 59,6%, tidak mendapat dukungan petugas kesehatan sebanyak 62,6%, peran kader tidak baik sebanyak 64,4%, akses ke posbindu PTM  adalah jauh sebanyak  55,6% dan mayoritas responden tidak berkunjung ke posbindu PTM  sebanyak 71,7%. Hasil uji chi-square ada hubungan pengetahuan (p=0,008, OR= 4,700), dukungan keluarga (p=0,018, OR= 3,255), dukungan petugas kesehatan (p=0,020, OR= 3,175), peran kader (p=0,009, OR= 3,649) dan akses ke posbindu (p=0,007, OR= 3,885) terhadap kunjungan posbindu PTM. Disarankan kepada tenaga Kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui penyuluhan terkait penyakit tidak menular dan menginformasikan manfaat mengunjungi posbindu serta diharapkan keluarga untuk dapat mendukung anggota keluarganya yang memiliki resiko menderita PTM agar segera melakukan pemeriksaan salah satuntya dengan rutin mengunjungi posbindu.
Faktor Hubungan Kecelakaan Lalu Lintas Kendaraan Bermotor Pada Mahasiswa Lintje Boekoesoe; Laksmyn Kadir; Novriyanti Adam; Sarinah Basri K
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2022): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v7i3.236

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu masalah kesehatan yang tergolong dalam penyakit tidak menular. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kecelakaan lalu lintas kenderaan bermotor pada mahasiswa universitas gorontalo. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswa Universitas Gorontalo sebanyak 2859 mahasiswa. Besar sampel sebanyak 201 mahasiswa. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Chi-Square. Hasil uji statistik hubungan pengetahuan dengan kejadian kecelakaan lalu lintas didapatkan p-value sebesar 0,000. Hasil uji statistik hubungan sikap dengan kejadian kecelakaan lalu lintas didapatkan p-value sebesar 0,002. Hasil uji statistik hubungan faktor kenderaan dengan kejadian kecelakaan lalu lintas didapatkan p-value sebesar 0,000. Hasil uji statistik hubungan faktor lingkungan dengan kejadian kecelakaan lalu lintas didapatkan p-value sebesar 0,013. Hasil uji statistik hubungan apd dengan kejadian kecelakaan lalu lintas didapatkan p-value sebesar 0,610. Simpulan pengetahuan, sikap, faktor kenderaan, faktor lingkungan berhubungan signifikan dengan kejadian kecelakaan lalu lintas pada mahasiswa Universitas Gorontalo, sedangkan alat pelindung diri tidak berhubungan dengan kejadian kecelakaan lalu lintas pada mahasiswa Universitas Gorontalo. Disarankan pengendara sepeda motor lebih di tingkatkan lagi pengetahuan tentang lalu lintas, di perhatikan sikap dalam berkendara perhatikan kenderaan sebelum digunakan serta berhati-hati dalam mengendarai kenderaan dengan lingkungan yang kurang baik dan jangan lupa menggunakan alat pelindung diri yang lengkap untuk mengurangi resiko cedera.
Determinan Pengetahuan Tentang Cara Penularan HIV/AIDS Pada Wanita Usia Subur di Indonesia Tahun 2017 (Analisis Lanjut Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2017) Agustina; Dian Ayu Irhamna; Basri Aramico
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2022): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v7i3.244

Abstract

Banyak perempuan yang terjebak dalam pergaulan bebas dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya sehingga rentan tertular HIV/AIDS. kurangnya pengetahuan tentang cara penularan HIV/AIDS akan meningkatkan risiko penularan dan berdampak pada peningkatan jumlah kejadian dan kasus baru yang ditemukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan pengetahuan tentang cara penularan HIV/AIDS pada WUS. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan memanfaatkan data SDKI 2017 dengan desain cross sectional, dengan populasi seluruh WUS dari 34 provinsi di Indonesia yang diikutsertakan dalam survei SDKI 2017. Pemilihan sampel didasarkan pada rasio menggunakan stratifikasi dan multistage random sampling. Sampelnya adalah seluruh WUS yang pernah mendengar tentang HIV/AIDS di Indonesia. Data dikumpulkan melalui observasi data dan dokumen SDKI 2017, kemudian diolah menggunakan STRATA 12. Ada pengaruh yang signifikan antara usia dengan OR = 0,92, p-value 0,057, status pekerjaan dengan OR = 4,87, p-value 0,000 , aktivitas seksual terakhir dengan OR = 0,84, p-value 0,086, sikap bernegosiasi terhadap hubungan seksual yang aman dengan suami OR = 1,35, p-value 0,094 dan sumber informasi tentang HIV/AIDS dengan OR = 0,90, p-value 0,016) dengan pengetahuan tentang Penularan HIV/AIDS di WUS. Kepada pemerintah dan instansi terkait yang berwenang merumuskan kebijakan untuk meningkatkan pengetahuan tentang HIV/AIDS secara komprehensif, terstruktur dan efektif melalui surveilans di Puskesmas di WUS.
Identifikasi Kandungan Metanil Yellow pada Nasi Kuning yang Beredar di Kota Denpasar Saka Laksmita
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2022): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v7i3.248

Abstract

Nasi kuning merupakan makanan khas masyarakat Indonesia. Bahan tambahan pangan illegal seperti pewarna sintetik, salah satunya methanyl yellow mampu menarik mata pembeli. Seiring dengan berkembangnya teknologi dan keterbatasan tersebut, penggunaan pewarna alami semakin berkurang dan digantikan dengan pewarna sintetik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan methanyl yellow pada nasi kuning yang di jual disekitar Kota Denpasar. Metode penelitian merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pemeriksaan laboratorium, yang menggunakan test Kit methanyl yellow pada 40 sampel nasi kuning. engambilan sampel dilakukan di 4 titik kota Denpasar dimana masing-masing titik akan diambil sebanyak 10 sampel, yaitu Denpasar Utara, Denpasar Timur, Denpasar Selatan, dan Denpasar Barat. Berdasarkan hasil uji analisa identifikasi kandungan methanyl yellow yang beredar di Kota Denpasar bahwa dari 40 sampel tersebut aman dikonsumsi dan tidak terindentifikasi pewarna sintetik methanyl yellow sehingga menunjukkan seluruh nasi kuning tersebut memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Permenkes RI No. 033 Tahun 2012