cover
Contact Name
eko maulana syaputra
Contact Email
ekomaulanasyaputra@unwir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
afiasi@unwir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Wiralodra
ISSN : 24425885     EISSN : 26223392     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Afiasi merupakan Jurnal Kesehatan Masyarakat yang memuat naskah hasil penelitian maupun naskah konsep di bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat dan diterbitkan setiap 4 (empat) bulan.
Arjuna Subject : -
Articles 249 Documents
Faktor Yang Berhubungan Dengan Suspek Kejadian Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut Pada Balita Selama Pandemi Mhd. Nauval Ridha; Vera Nazhira Arifin; Farrah Fahdhienie
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2023): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v8i2.290

Abstract

ISPA merupakan infeksi akut yang menyerang saluran pernafasan bawah mulai dri hidung hingga kantong paru (alveoli). Gampong Geulanggang Gampong merupakan salah satu gampong yang berada di Kecamatan Kota Juang Bireun dengan jumlah ISPA sebanyak 36 kasus di tahun 2022. Tujuan penelitian ini adalah ntuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada Balita di Gampong Geulanggan GampongKecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain Cross- sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi dan balita yang berumur 0-59 bulan yang ada di Gampong Geulanggang Gampong sejumlah 989 balita. Metode pengambilan sampel menggunakan random sampling sebanyak 60 responden dan analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa kejadian ISPA sebesar 33,33%, Pengetahuan Ibu kurang sebesar 21,67%, Perilaku Keluarga kurang sebesar 33,33%, lantai rumah tidak memenuhi syarat sebesar 21,67%, dinding tidak memenuhi syarat sebesar 21,67%, kepadatan hunian sebesar 11,67%, status imunisasi tidak lengkap sebesar 43,33% dan tidak diberikan ASI ekslusif sebesar 66,67%. Hasil uji bivariat diperoleh ada hubungan pendidikan (p-value: 0,0001), pengetahuan (p- value: 0,0001), perilaku keluarga (p-value: 0,0001), lantai rumah (p-value: 0,0001), dinding rumah (p-value: 0,0001), status imunisasi (p-value: 0,0001), pemberian ASI ekslusif (p-value: 0,0001), dan tidak ada hubungan kepadatan hunian (p-value: 0,084). Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk terus melakukan upaya tindakan-tindakan promosi kesehatan dalam bentuk penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan tentang faktor resiko dan cara pencegahannya penyakit ISPA agar dapat menekan angka kejadian ISPA.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Rumah Tangga Nova Septiana Puteri; Eddy Azwar; Farrah Fahdhienie
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2023): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v8i2.291

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan dapat berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Penelitian ini bersifat Deskriptif Analitik dengan Desain Cross-Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang ada di Desa Ulee Lheue Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh dengan jumlah seluruh rumah tangga sebanyak 277 KK. menggunakan rumus Slovin didapati 74 sampel dengan menggunakan Teknik propotional random sampling. Hasil penelitian berdasarkan analisis univariat menunjukan responden yang memiliki Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan pengetahuan ber-PHBS yang baik 50.0% dan pengetahuan ber-PHBS kurang baik 78.1%, pendidikan dengan tingkat dasar yang tidak ber- PHBS 73.3% menengah 67.4%, sikap negatif ber-PHBS 21.4%, dukungan keluarga ber-PHBS yang tidak mendukung 16.7%, peran kader ber-PHBS yang tidak berperan 19.2%, sarana dan prasarana yang tidak tersedia 11.5%. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan ber-PHBS dengan p value = 0.017, tingkat Pendidikan dengan p value = 0.034, sikap dengan p value = 0.001, dukungan keluarga dengan p value = 0.003, peran kader kesehatan dengan p value = 0.001, sarana dan prasarana dengan p value = 0.001. Diharapkan khususnya kepada petugas promosi kesehatan puskesmas dan kepala Desa Ulee Lheue untuk selalu mengajak masyarakat untuk terus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di kehidupan sehari-hari.
Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap disiplin kerja di Puskesmas Patrol Roifatunnisa Farihah; Diyana Sri; Nike Olifiana Jufa
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2023): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v8i2.295

Abstract

Kepemimpinan salah satu faktor terpenting dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) dalam suatu organisasi. Di pusat pelayanan kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan memegang peranan penting dalam mendorong pembangunan kesehatan. Berdasarkan investigasi awal kami, pada tanggal 20 Maret 2023 di Puskesmas Patrol, beberapa pegawai ditemukan tidak disiplin waktu dan tidak disiplin dalam berpakaian sebagaimana mestinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan terhadap disiplin kerja di Puskesmas Patrol Kabupaten Indramayu Tahun 2023. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Dalam penelitian ini, survei pertama menggunakan metode non-probability sampling, yaitu Purpose Sampling. Sampel penelitian ini adalah total seluruh pegawai Puskesmas Patrol Kabupaten Indramayu. Analisis data yang dilakukan survei penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa Kepala Puskesmas Patrol memiliki gaya kepemimpinan karismatik (45%) berdasarkan umpan balik 16 orang, gaya kepemimpinan liberal (2,9%) berdasarkan umpan balik satu orang dan gaya kepemimpinan demokratis (51,4%) berdasarkan 18 orang. Disiplin kerja tinggi 7 orang (20%), rata-rata disiplin kerja 28 orang (80%), disiplin kerja rendah tidak ada. Hasil analisis dua variabel menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik antara gaya kepemimpinan (ρ = 0,001) terhadap disiplin kerja pegawai karena nilainya <0,05. Saran gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala puskesmas sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang ada dipuskesmas agar pegawai dapat menerapkan kedisiplinan lebih baik lagi kedepannya.
Community Diagnosis Penyakit Diabetes Melitus di RT 01, 02, dan 03 RW 033 Pedukuhan Tegaltandan, Kelurahan Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta Rosyidah, Rosyidah; Effendy, Zulfa Dinayah; Anggreini, Anggi Septya; Kristia, Riskiani; Kesuma, Tamira; Khalidah, Karimatul; Faroland, Nur Wanda Fatikasari
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2023): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v8i2.296

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melakukan community diagnosis terkait penyakit Diabetes Melitus (DM) dengan mengidentifikasi 10 besar masalah kesehatan yang paling signifikan serta merumuskan alternatif pemecahan masalah melalui metode USG (Upaya Kesehatan Sekolah), SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats), serta melibatkan penyuluhan, pemeriksaan tekanan darah, dan leaflet sebagai intervensi. Analisis data dilakukan dengan mengaplikasikan metode USG yang terdiri dari langkah-langkah pengumpulan data primer dan sekunder untuk mendapatkan gambaran komprehensif mengenai masalah kesehatan yang dihadapi komunitas terkait diabetes melitus. Kemudian, metode SWOT digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang relevan dalam upaya mengatasi masalah diabetes di komunitas ini. Hasil penelitian menunjukkan 10 besar masalah kesehatan terkait diabetes melitus di antaranya adalah rendahnya kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat, kurangnya pemahaman mengenai manajemen diabetes, akses terbatas terhadap layanan kesehatan, dan pola makan yang tidak seimbang.
Identifikasi Potensi Bahaya Bekerja di Ketinggian (Working at Height) pada Pekerja Repainting di PT. X Tahun 2023 Wardani, Siti Pangarsi Dyah Kusuma; Savira, Intan; Nuraeni, Tating
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v9i2.289

Abstract

Bekerja di ketinggian (working at height) merupakan suatu kegiatan yang dikategorikan sebagai pekerjaan dengan resiko tingi, berdasarkan laporan Labour Force Survey (LFS2) UK, penyebab terjadinya kecelakaan yang berdampak pada cidera serius dan kematian adalah terjatuh dari atas ketinggian dan sebagian besar terjadi pada pekerja bidang konstruksi. Sebagai upaya pengendalian risiko kecelakaan kerja, perlu diidentifikasi potensi bahaya yang ada serta dilakukan pengendalian yang memadai. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus (case study). Informan berjumlah 4 orang. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis pengolahan data yang digunakan yaitu transkripsi, koding, kategorisasi, review tema/ pattern matching, mendefinisikan dan menamai tema serta membuat akhir tema. Identifikasi potensi bahaya pekerjaan di ketinggian pada proyek repainting di PT. X adalah potensi bahaya mekanis berupa drop object dan tali lanyard terlilit pada pipa scaffolding. PT. X agar lebih memperhatikan proteksi terhadap berbagai potensi bahaya yang terdapat dalam proyek repainting dengan menyediakan safety net untuk melindungi pekerja dari potensi bahaya drop object. PT. X menyediakan sebuah media alat berupa skylift truck untuk lebih memastikan keamanan pekerja saat melakukan perpindahan posisi saat mengecat, sehingga potensi untuk terpeleset dan terlilit tali lanyard dapat diminimalisir. Peneliti selanjutnya dapat melengkapi dokumen yang diperlukan untuk penelitian dengan tema identifikasi potensi bahaya.Kata kunci: Identifikasi, Pekerjaan Ketinggian, Potensi Bahaya
Hubungan Lingkungan Fisik Rumah Dengan Kejadian TB Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Labuhan Haji Tengah Riska, Riska; Zakaria , Radhiah; Fahdhienie, Farrah
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2023): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v8i3.298

Abstract

Penyakit TB paru merupakan penyakit infeksi yang di sebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, banyak ditemukan terutama di negara-negara sedang berkembang termasuk Indonesia. Indonesia menempati urutan kedua penderita TB Paru dengan jumlah kasus yang terus meningkat. tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lingkungan fisik rumah dengan kejadian TB Paru BTA (+) di wilayah kerja puskesmas Labuhan Haji Tengah Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif menggunakan studi case control (kasus kontrol) yang digunakan untuk melihat hubungan lingkungan fisik rumah dengan kejadian TB Paru BTA (+) dengan cara membandingkan 1:2. Dengan total jumlah responden 36 yang terdiri dari 12 kasus dan 24 kontrol. Penelitian ini menggunakan kuesioner hasil yang diperoleh kemudian di analisis menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 7 variabel independen dan 1 variabel dependen yang diteliti terdapat 3 variabel independen yang tidak memenuhi syarat yaitu jenis lantai (Tanah), suhu ruangan (<18oCatau>30oC) dan kelembaban ruangan (<40%atau>70%) dan 4 variabel yang terdapat berhubungan dengan kejadian TB Paru BTA (+) yaitu kepadatan hunian (p-value = 0,014 dan OR=11,0), luas ventilasi (p value = 0,024 dan OR=5,3), pencahayaan (p-value = 0,031 dan OR=4,8), dan pendapatan kepala keluarga (p-value = 0,031 dan OR=0,2) dengan penderita TB Paru BTA (+) di Wilayah Kerja Puskesmas Labuhan Haji Kecamatan Labuhan Haji Tengah Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2023. Diharapkan kepada petugas puskesmas bagian kesehatan lingkungan untuk dapat memberikan penyuluhan lingkungan tentang rumah sehat, serta melakukan penyuluhan tentang pentingnya lingkungan fisik rumah di Wilayah Kerja Puskesmas Labuhan Haji Kecamatan Labuhan Haji Tengah Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2023.
Efektivitas Penerapan Sistem Informasi Kesehatan Berdasarkan Model Delone dan Mclean Umar, Mohamad Fadly; K, Sarinah Basri; Maksum, Tri Septian
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2023): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v8i3.302

Abstract

Memasuki era modern, kemajuan teknologi semakin meningkat dan mendorong setiap organisasi untuk mengolah data secara tepat waktu, tepat, dan terkini. Sistem informasi kesehatan adalah alat yang dapat membantu semua jenis kegiatan dan tujuan organisasi. Model yang dibuat oleh DeLone dan McLean merupakan model yang banyak peneliti fokuskan untuk keberhasilan implementasi penggunaan sistem informasi. Pencarian sumber literatur dari database jurnal online yakni Google Scholar dan Science Direct. Pencarian literatur merupakan artikel terbitan tahun 2015-2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sistem, informasi dan pelayanan yang terdapat dalam sistem informasi kesehatan sudah bisa dikatakan efektif baik dari aspek keandalan, kemudahan, fleksibilitas, fungsionalitas, portabilitas, integrasi, kualitas data dan kepentingan. Petugas yang menjalankan sistem informasi kesehatan merasa puas melalui sistem ini, baik dari segi konten (isi), format aplikasi, akurasi data, aktual dan kemudahan penggunaan. Penerapan sistem informasi kesehatan sangat memberikan manfaat karena dengan adanya sistem informasi kesehatan dapat memangkas biaya pengeluaran pada fasilitas kesehatan. Perlu dilakukannya perbaikan terhadap kualitas pelayanan dalam mendukung penerapan sistem informasi kesehatan yang lebih efektif.
Analisis Analisis Penerapan Lockout/Tagout (LOTO) Sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja di PT. Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek: Penerapan Lockout/Tagout (LOTO) Sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja Hidayah, Nurul; Rahmawati , Ade; Nisa, Roifatun
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2023): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v8i3.303

Abstract

Penggunaan peralatan atau mesin memerlukan pemanfaatan sumber energi, seperti energi panas, kinetik/mekanis, kimia,potensial, listrik, dan sumber energi lain. Mesin atau peralatan yang digunakan dapat mengakibatkan kecelakaan kerja. Penggunaan energi yang dimanfaatkan harus benar-benar dikontrol dan dikendalikan. Upaya pengendalian energi untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, setiap industri perlu menetapkan program pengendalian energi berupa prosedur Lockout/Tagout (LOTO) dalam pekerjaan perbaikan dan perawatan mesin atau peralatan untuk dapat melindungi pekerja dari energi berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Lockout/Tagout (LOTO) sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja di PT. Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek. Desain penelitian kualitatif. Pengambilan sumber data menggunakan teknik purposive sampling dengan subjek penelitian berjumlah 4 informan yaitu, 2 supervisor RSD, 1 senior supervisor MPS, dan 1 supervisor HSSE. Instrumen penelitian menggunakan diagram alir penyusunan LOTO Risk Card. Metode pengambilan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Alur pelaksanaan penerapan LOTO di PT. Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek sudah diterapkan dengan baik tetapi pada point 8 terkait pemasangan LOTO yang tidak dilaksanakan sesuai dengan prosedur penerapan LOTO. Pemasangan LOTO selanjutnya diharapkan dilakukan oleh semua pihak yang terlibat dalam penerapan LOTO, sesuai dengan prosedur penerapan LOTO yang telah ditetapkan.
Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Kejadian Stunting pada Balita Wilayah Kerja Puskesmas Rias 2022 Lestari, Ewi; Kusmadeni, Deri; Sutinbuk, Dedek
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2023): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v8i3.306

Abstract

Stunting dapat mengancam bagi masa depan anak-anak di Indonesia karena menyebabkan terjadinya penurunan pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Kejadian Stunting pada balita berhubungan dengan peran orang tua terutama ibu dalam keluarga seperti praktik pemberian makan, rangsangan psikososial, praktik kebersihan diri, sanitasi lingkungan, dan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Penelitan ini untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu dengan kejadian Stunting pada balita usia 0-59 bulan di wilayah kerja puskesmas Rias kecamatan Toboali kabupaten Bangka Selatan tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain studi Case Control yang memiliki populasi kasus 137 balita Stunting dan populasi kontrol 998 balita tidak Stunting dengan sampel kasus 60 balita Stunting dan sampel kontrol 60 balita tidak Stunting. Pengambilan sampel ini menggunakan teknik Simple Random Sampling. Penelitian menunjukan hubungan pola asuh ibu dengan kejadian Stunting pada balita usia 0-59 bulan di wilayah kerja puskesmas Rias adalah praktik pemberian makan p(0,000), rangsangan psikososial p(0,000), praktik kebersihan diri p(0,000), sanitasi lingkungan p(0,000), dan pemanfaatan pelayanan kesehatan p(0,006). Ada hubungan yang bermakna antara pola asuh ibu berdasarkan praktik pemberian makan, rangsangan psikososial, praktik kebersihan diri, sanitasi lingkungan, dan pemanfaatan pelayanan kesehatan.  
Hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Rias Kabupaten Bangka Selatan: Hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Rias Kabupaten Bangka Selatan Velanda, Velanda; Sutinbuk, Dedek; Wahab, Sabda
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2023): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v8i3.308

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting yang harus diperhatikan dalam pelayanan kesehatan. Kepuasan pasien adalah hasil penilaian pasien terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan dengan membandingkan apa yang diharapkan sesuai dengan pelayanan kesehatan yang sesungguhnya. Berdasarkan data jumlah kunjungan pasien di Puskesmas se-Kabupaten Bangka Selatan pada tahun 2020 dan 2021 memperoleh peringkat ke tiga dari sepuluh Puskesmas dan tahun 2022 memperoleh peringkat ke 4 dari sepuluh Puskesmas untuk jumlah kunjungan pasien terendah. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Rias Kabupaten Bangka Selatan. Metode: Menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional melalui metode survey analitik, sampel sebanyak 150 responden. Hasil: Analisis univariat pada dimensi Tangible 52% menyatakan kurang baik, dimensi Reliability 54% menyatakan baik, dimensi Responsiveness 52,7% menyatakan kurang baik, dimensi Assurance 58% menyatakan baik, dimensi Empathy 56,7% menyatakan baik, dan Kepuasan Pasien 51,3% menyatakan kurang puas terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Rias. Hasil analisis bivariat terdapat hubungan antara dimensi Tangible dengan kepuasan pasien dan nilai p = 0,000 < 0,05, nilai OR = 1,901. Terdapat hubungan antara dimensi Reliability dengan kepuasan pasien dan nilai p = 0,000 < 0,05, nilai OR = 1,185. Terdapat hubungan antara dimensi Responsiveness dengan kepuasan pasien dan nilai p = 0,000 < 0,05, nilai OR = 1,448. Terdapat hubungan antara dimensi Assurance dengan kepuasan pasien dan nilai p = 0,000 < 0,05, nilai OR = 4,297 dan terdapat. Terdapat hubungan antara dimensi Assurance dengan kepuasan pasien dan nilai p = 0,000 < 0,05, nilai OR = 8,266. Kesimpulan: Pada Dimensi Tangible sebesar 52% dan Responsiveness sebesar 52,7 menyatakn kurang puas sedangkan pada dimensi Reliability sebesar 54%, Assurance sebesar 58% dan Empathy 56,7% pasien menyatakan puas terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Rias Kabupaten Bangka Selatan. Serta terdapat hubungan antara aspek Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy dengan Kepuasan Pasien di Puskesmas Rias Kabupaten Bangka Selatan dengan nilai p = 0,000 < 0,05.