cover
Contact Name
I Gusti Ngurah Triyana
Contact Email
ngrtriyana@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalgunawidya@ihdn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU
ISSN : 23555696     EISSN : 25550156     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Guna Widya adalah Jurnal Pendidikan Hindu yang dikelola oleh Jurusan Pendidikan Agama Fakultas Dharma Acarya. Guna Widya memuat hasil penelitian maupun hasil pemikiran akademisi dan praktisi pendidikan Agama Hindu. Jurnal Guna Widya memberikan ruang gerak terhadap penulis yang ingin mengembangkan dan menyebarkan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam ajaran Agama Hindu yang bersifat mendidikan sehingga dapat membentuk karakter masyarakat Hindu yang cerdas dan berbudi pekerti yang luhur. Guna Widya juga memuat tentang aplikasi ajaran Agama hindu yang disesuaikan dengan adat, budaya dan tradisi masyarakat pendukungnya. Guna Widya lahir dengan harapan membuka cakrawala pendidikan yang luas khususnya dalam bidang pendidikan Agama Hindu
Arjuna Subject : -
Articles 199 Documents
PENDIDIKAN HOLISTIK JIDDU KRISHNAMURTI Krisna Sukma Yogiswari
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v5i1.610

Abstract

Pendidikan merupakan cara yang strategis kaitannya dengan upaya individu mengembangkan potensinya. Strategi pembelajaran terus diperbaiki guna tercapainya cita-cita pendidikan itu sendiri. Pendidikan holistik yang menjadi fokus kajian para aktivis dan pemerhati pendidikan. Model pendidikan holistik menekankan pentingnya perilaku psikomotorik serta keaktifan yang menyeluruh. Pengembangan kemampuan kognitif yang menyangkut nilai-nilai akademis tetap dianggap penting meskipun bukan merupakan satu-satunya tujuan utama yang harus diasah. Filsafat Jiddu Krishnamurti yang mengajarkan humanisme juga menjadi pendukung dari pendidikan holistik.  Kata Kunci: Pendidikan Holistik, Humanisme
PERANAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN SEBAGAI KOMPETENSI DASAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN PUTU SANJAYA
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v4i2.1058

Abstract

Education is the interaction between educators and learners. Educational interactions are always related to knowledge, potential development, and the cultivation of values, either through the process of learning, guidance or training. In this interaction individuals behave, and behaviors into study materials of educational psychology. Thus the psychology of education is the study of a person's behavior (especially learners) in interacting with the educational environment. A teacher is obliged to understand the psychology of education, considering that teachers interact with students and also others, more often, in the educational process.
PENTINGNYA KOMUNIKASI GURU DENGAN ORANG TUA DALAM MEMBANGUN KARAKTER PESERTA DIDIK Ni Wayan Arini
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v7i2.1724

Abstract

The success of character education in schools is the success of students in building their personal character, as well as the success of teachers in building students' character. Character education will not run well if it ignores one institution, especially the family. It is because the family is an environment for the growth and development of children from early age until they become adults. Through education in the family, character of the children will be build.Communication between the school (the school principal) and parents / guardians is one realization of school accountability. Even though the teachers in the school already have the opportunity to interact and influence the lives of students, will eventually return to the lap of his parents. Some examples of communication between teachers and parents of students are: making use of teacher meetings with students' parents, utilizing technological advancements, providing school Web sites, forming school committees.Keywords: Communication, Teachers and Parents, Student Character
STRATEGI MEMBANGUN PERILAKU POSITIF DALAM DUNIA PENDIDIKAN Ni Wayan Sariani Binawati
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v4i1.387

Abstract

Kehidupan masyarakat mengalami perubahan mengikuti perkembangan teknologi. Berbagai dampak muncul positif maupun negatif. Perilaku yang merugikan dan mencemaskan masyarakat mulai muncul sehingga situasi menjadi tidak nyaman. Ketidaknyamanan muncul akibat dari rasa jengkel, kesal dan marah karena faktor ketersinggungan dan kurang mendapat perhatian. Pola hidup juga sangat berpengaruh pada perilaku. Suasana seperti ini juga sering terjadi di sekolah sehingga suasana belajar menjadi tidak nyaman. Untuk membangun perilaku positif diperlukan beberapa strategi diantaranya;Perubahan pembiasaan, saling menyapa, saling mengingatkan dengan ekspresi wajah yang menyenangkan selalu dilakukan secara persuasif sepanjang waktu dan mengikuti pendidikan belajar seumur hidup akan menambah wawasan pengetahuan dan keterampilan sehingga generasi berkepribadian dan berbudaya sesuai dengan nilai-nilai di masyarakat terwujud.Kata Kunci : Perilaku positif, pendidikan
IMPLIKASI KEBERADAAN YOGA ANANDA MARGA UNIT KARANGASEM TERHADAP MASYARAKAT KARANGASEM I Wayan Lali Yogantara
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v6i1.864

Abstract

Yoga Ananda Marga Unit Karangasem is located on Amlapura City. However, the existence of some people in the city of Amlapura has not been known until now. The study was directed to get clarity about the implications of the existence of the Yoga Ananda Marga Unit Karangasem on the Karangasem community. Data is obtained by observation, interview, documentation, and literature study methods. The results showed that the implications of the existence of the Yoga Ananda Marga Unit in Karangasem include increasing the spiritual awareness of the community by conducting yoga activities with the community both conducted at the Ashram Yoga Ananda Marga Unit Karangasem and outside the ashram, especially yoga asanas, while for fasting camp, akhanda kiirtan and prabhat samgiit exercises were carried out at the Ashram Yoga Ananda Marga Unit in Karangasem; and the implications for social behavior were reflected in the form of social assistance in the form of delivery of groceries, cash assistance, free treatment, and home surgery
Wawasan Kerukunan melalui Tri Hita Karana dalam Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik I Made Sukma Muniksu; Ni Made Muliani
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v7i1.1211

Abstract

Peran keluarga sangat penting dalam menumbuhkan pemahaman peserta didik dalam pendidikan agama termasuk pendidikan agama berwawasan kerukunan. Karena orang tua dan keluarga merupakan pendidikan pertama dan utama yang diterima oleh peserta didik. Tidak hanya berteman dengan peserta didik intern agama, tetapi peserta didik juga harus bisa berteman dengan antar agama. Karena pada dasarnya seluruh agama yang berada di Indonesia menginginkan kerukunan tersebut. Kerukunan dapat dicapai salah satunya dalam agama Hindu yaitu pelaksanaan Tri Hita Karana. Terdapat lima nilai karakter utama peserta didik untuk menanamkan wawasan kerukunan umat beragama yang bersumber dari Pancasila, yang menjadi prioritas pengembangan gerakan PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) yaitu religius, nasionalis, integritas, mandiri dan gotong royong. Masing-masing nilai tidak berdiri dan berkembang sendiri-sendiri, melainkan saling berinteraksi satu sama lain, berkembang secara dinamis dan membentuk keutuhan pribadi. Ajaran Tri Hita Karana mengajarkan bagaimana peserta didik melakukan kewajibannya terhadap Tuhan, menjalin  dan menjaga keharmonisan dengan orang lain (orang tua, guru dan teman), serta dapat menjaga alam lingkungan sebagai rasa bakti terhadap Tuhan. Untuk menerapkan Tri Hita Karana, peserta didik harus dilengkapi dengan penguatan pendidikan karakter untuk mencapai kerukunan.
AJARAN ETIKA HINDU DALAM CERITA SANTI PARWA Ni Made Sukerni
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v5i2.644

Abstract

Teks-teks Itihasa saat ini sedang digandrungi masyarakat, khususnya umat Hindu di Bali. Teks tersebut mengisyaratkan ajaran-ajaran luhur Hindu yang sangan relevan dengan situasi moral zaman saat ini. Ajaran Itihasa ini dikenal tersirat dalam dua epos yakni Ramayana dan Mahabrata. Epos Mahabrata ini dipecah menjadi delapan belas parwa yang sangat dikenal dengan Asta Dasa Parwa. Dalam teks parwa ini sangat banyak tersirat pesan dan isyarat moral Hindu ketika menjalani hidup di dunia. Salah satunya tentu Santi Parwa. Dalam Santi Parwa termuat sebuah perdebatan sengit antara putra Pandu perihal ajaran etika kehidupan Hindu yang dikenal dengan Asrama Dharma. Di situ juga dijelaskan bahwa Hindu juga memberi legitimasi moral bagi umatnya untuk mencari harta dalam kehidupan di dunia berdasarkan pada prinsipprinsip Dharma.
PENGEMBANGAN PENILAIAN PORTOFOLIO UNTUK MENILAI KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 BANJAR BALI KECAMATAN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Parwati Dewi Jatiningtyas
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v6i2.1162

Abstract

This research belongs to development reseach which aims to develop the portfolio instruments and their implementation to measure the students’ creative thinking skill in fourth grade students of SD Negeri 2 Banjar Bali Buleleng Subdistrinct in academic year 2018/2019. The reseach design which used in this study was Reseach and Development. This design was used ADDIE model namely; Analyze, Design, Development, Implementation, And Evaluation. There fourh instruments in collecting the data namely; obsevasion, quationnaire, portfolio, and documentation. The results of the study were analyzed by using quantitative descriptive analysis methods. The results of data analysis showed that the validity assessment of the instrument through validity test scored 32 by the first judgement with a very decent predicate, scored 27 by the second judgment with a very decent predicate, scored 27 by the third judgment with a very decent predicate, scored 32 by the fourth judgment with a very feasible predicate, and scored 32 by the fifth judgment with a very decent predicate. The instrument of portfolio assessment received a good responses and very good responses from its user. Based on the results, the instrument of development can be assumed that it can be used in learning process on the Tema 9 Kayanya Negeriku Subtema 3 Pelestarian Kekayaan Sumber Daya Alam in Indonesia.
Implementation of Independent Learning to Increase Productivity and Students Learning Outcomes during the COVID-19 Pandemic I Ketut Sudarsana
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v8i2.2151

Abstract

The study aimed to determine the extent of the productivity and students’ learning outcomes increased during the COVID-19 pandemic through the independent learning implementation. The implementation of this independent learning model is based on the existence of appeals and government policies that require and oblige lecturers and students to carry out the learning process at their respective homes. The main subjects of this study were all students in the first semester of Class A of the Hindu Religious Education Study Program, Faculty of Dharma Acarya, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar with a total of 28 people. The results showed that 98% of students experienced an increase in learning productivity. It was supported by an increase in learning outcomes with a percentage of 96%. This increase was evidenced by comparing the middle test score with the final test score. The increase in student learning outcomes cannot be separated from parents’ support, supervision of lecturers, and online learning programs using zoom. The YouTube-assisted learning program is also a way to support the independent learning implementation, besides learning books obtained online. This independent learning model is considered productive during the COVID-19 pandemic to support government policy in conduct social distancing and increasing student learning productivity.
PENDIDIKAN SUSILA SEBAGAI UPAYA MENCEGAH KENAKALAN REMAJA I Ketut Sudarsana
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v5i1.615

Abstract

Kenakalan remaja terjadi karena kegagalan menjalani proses-proses perkembangan kejiwaan, baik saat remaja maupun masih dalam masa anak-anak. Masa anak-anak dan remaja sesungguhnya dialami dengan begitu singkat, sehingga terkadang antara fisik, psikis, dan emosi tidak berkembang secara bersamaan. Secara psikologis, kenakalan remaja merupakan wujud dari konflikkonflik yang tidak terselesaikan dengan baik pada masa anak-anak maupun remaja para pelakunya. Remaja terkadang mengalami tekanan psikologis dalam masa lalunya yang merupakan akibat dari perlakuan kasar dan tidak menyenangkan dari lingkungannya. Selain itu juga terjadi tekanan psikologis terhadap kondisi lingkungannya, terutama menyangkut ekonomi yang membuatnya merasa rendah diri. Pendidikan susila yang berlangsung di sekolah diharapkan mampu membentuk perilaku spiritual remaja yang sesuai ajaran Agama Hindu, serta menjauhi segala perilaku yang menjurus kepada kenakalan remaja.Kata Kunci : Pendidikan Susila, Kenakalan Remaja