cover
Contact Name
G.A. Kristha Adelia Indraningsih
Contact Email
kristhaghea@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
kristhaghea@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
ISSN : 23029102     EISSN : 26857189     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Widya Genitri adalah jurnal yang diterbitkan oleh STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah mengundang para peneliti, dosen dan praktisi untuk mengirimkan artikel hasil penelitian dan pengabdian yang berkaitan dengan Agama dan Kebudayaan. Jurnal ini pertama kali terbit pada tahun 2012 dengan terbitan setiap 6 bulan (dua kali setahun) dan telah memiliki nomor e-ISSN : 2685-7189 ISSN: 2302-9102.
Arjuna Subject : -
Articles 114 Documents
FILSAFAT SAMKHYA AJARAN DINAMISME DALAM HINDU I K. Suparta
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 6 No 2 (2015): Widya Genitri
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep Ke-Tuhanan dalam Hindu merupakan bagian intisari dari ajaran Hindu itu sendiri. Keyakinan pada agama didasarkan pada pandangan kebenaran yang dimiliki oleh manusia. Semakin luas pandangan seseorang terhadap kebenaran semakin kuat keyakinan seseorang. Pandangan Samkhya bagian dari agama Hindu yang memperkuat teologi Hindu. Samkhya sebagai suplemen ke-Tuhanan dalam Hindu lebih bersifat Nir-Iswara tetapi tetap mengakui keberadaan Tuhan, Tuhan di transleter keberbagai bentuk kekuatan alam. Pandangan Samkhya mengajarkan umat Hindu untuk meyakinkan adanya kekuatan-kekuatan alam baik yang berwujud maupun tidak berwujud atau Tuhan sebagai super natural power ( kekuatan alam yang maha tinggi).
PEMAHAMAN UMAT HINDU TENTANG HARI RAYA SARASWATI DI KOTA PALU PROPINSI SULAWESI TENGAH I G. M. Suarnada
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 6 No 2 (2015): Widya Genitri
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hari raya saraswati adalah hari turunnya ilmu pengetahuan bagi umat hindu. Hari Raya Sarawasti dirayakan setiap 6 ( enam) bulan sekali atau 210 (dua ratus sepuluh) hari, pada hari Saniscara Umanis Wuku Watugunung. Hari ini diyakini oleh Umat Hindu sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan. Pelaksanaan hari Saraswati dilaksanakan mulai pagi hari sampai tengah yang merupakan waktu untuk memeberikan penghormatan kepada Dewi Saraswati sebagai penguasa ilmu pengetahuan. Namun dikota palu umat melaksanakan persembahyangan pada pagi hari dan sore hari. Pada keesokan harinnya melakukan banyu pinaruh kepantai. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1). Bagaimanakah pemahaman Umat Hindu tentang Hari tentang Hari Raya Saraswati dikota palu Propinsi Sulawesi Tengah ?, (2) Bagaimanakah Implementasi tentang Hari Raya Saraswati bagi umat hindu dikota apalu propinsi sulawesi tengah?. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui Pemahaman umat hindu tentang Hari raya Saraswtai di kota palu. (2) Untuk mengetahui bagaimana implementasi tentang Hari Raya Saraswati bagi umat hindu dikota palu propinsi sulawesi tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan objek penelitian pemahaman dan implementasi tentang hari raya saraswati di kota palu. Penentuan informan dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling, dengan metode pengumpulan data wawancara, studi kepustakaan dan dokumnetasi. Analisis data dalam penelitian ini mencakup tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Dari hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa : (1) pemahaman umat hindu tentang hari raya saraswati sudah cukup baik, hal ini dapat dilihat dari beberapa informan yang menyatakan perayaan hari raya saraswati adalah hari turunnya ilmu pengetahuan bagi umat hindu. implementasi tentang hari raya saraswati sudah berjalan cukup baik, namun masih ada umat yang tidak memahami dan melaksanakan rangkaian dari perayaan saraswati tersebut
PERAN ORANG TUA DALAM MENGANTISIPASI SEKS BEBAS REMAJA HINDU DI DESA LILIMORI ni nyoman juliastuti; Sugiarti Sugiarti; I Wayan Mudita
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 11 No 2 (2020): Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v11i2.321

Abstract

Realitas yang terjadi di masyarakat ketika orang tua telah berupaya mendidik anak dengan baik, namun masih banyak remaja yang terlibat dalam berbagai kasus termasuk seks bebas. Untuk itu diperlukan upaya-upaya yang lebih dalam mengantisipasi seks bebas di kalangan remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai peran orang tua dalam mengantisipasi seks bebas pada remaja Hindu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori peran, fungsional struktural, dan tindakan. Penentuan sumber data dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, dalam mengantisipasi seks bebas remaja Hindu orang tua harus berperan sebagai seorang penasihat, seorang teman (sahabat), dan menjadi teladan yang baik. kendala yang dihadapi oleh orang tua yaitu, remaja terlalu sensitif, kurangnya waktu berinteraksi dengan anak, berkembangnya pornografi pada sosial media, dan pergaulan bebas. Upaya yang dilakukan orang yaitu, memberikan pujian yang diselingi nasihat sekaligus menghindari kata-kata yang kasar, meluangkan waktu bersama anak, memberikan arahan dan batasan dalam menggunakan teknologi, memberikan pekerjaan rumah, dan mengikutsertakan dalam kegiatan pasraman.
PENERAPAN MODEL PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 POSO PESISIR UTARA Niluh Fitriani; Ni Luh Ayu Eka Damayanti; I Made Tarka
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 11 No 2 (2020): Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v11i1.328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana model Problem Solving dapat meningkatan hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 poso pesisir utara. Metode yang digunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Jhon Elliot yang berlangsung dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan,dan refleksi dengan target capainan Daya Serap Individual ≥75%, Daya Serap Klasikal dan Ketuntasan Belajar Klasikal ≥85%. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes tertulis, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan adanya peningkatan hasil belajar siswa sesuai dengan nilai KKM yaitu 75, dengan Daya Serap Individual pada siklus I dari 18 orang peserta tes hanya 11 orang siswa tuntas lalu pada siklus II meningkat seluruh peserta tes tuntas. Ketuntasan Belajar Klasikal pada siklus I 61,11% menjasi 100% pada siklus II, Daya Serap Klasikal pada siklus I 78% menjadi 87,83%. Observasi aktivitas guru meningkat dari 73,33% pada siklus I menjadi 95% pada siklus II dan Observasi aktivitas siswa meningkat dari 70,90% pada siklus I menjadi 89,09% pada siklus II. Dengan demikian penerapan model pembelajaran Problem Solving untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Manawa Dharma Sastra kelas XI MIPA SAMA Negeri 1 Poso Pesisir Utara dinyatakan berhasil.
ETIKA SISWA PADA PEMBELAJARAN AGAMA HINDU Ayu Puja Astuti; Ni Luh Ayu Eka Damayanti; Gede Merthawan
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 12 No 1 (2021): Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v12i1.329

Abstract

Kewajiban siswa dalam sekolah yaitu, siswa harus taat kepada guru dan kepala sekolah, ikut bertanggung jawab atas kebersihan, keamanan, ketertiban sekolah, menghormati guru dan saling menghargai antar sesama siswa. Timbul permasalahan pada pembelajaran Agama Hindu siswa kelas XI di SMK Negeri 3 Palu yang diteliti yaitu : Etika Siswa Pada pembelajaran, kendala-kendala etika siswa pada Pembelajaran, upaya-upaya dalam meningkatkan etika siswa pada pembelajaran sehingga mencapai tujuan yaitu mengetahui etika siswa pada pembelajaran, mengetahui kendala- kendala etika siswa pada pembelajaran teori yang digunakan yaitu teori Behavioristik (tingkah laku), mengetahui upaya-upaya dalam meningkatkan etika siswa pada pembelajaran, teori yang digunakan yaitu teori Perubahan Sosial. Penelitian ini bersifat kualitatif. Sumber data yaitu data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu teknik studi kepustakaan, wawancara, observasi dan dokumentasi. Kesimpulanya setelah dilakukan upaya-upaya dalam meningkatkan etika siswa pembelajaran Agama Hindu adalah menyiapkan waktu belajar di hari lain, lebih menghargai guru pendidikan, meningkatkan kesadaran siswa dan mengurangi penggunaan handphone pada pembelajaran dan terciptanya etika belajar siswa yang baik dan beretika dalam proses pembelajaran
PENERAPAN ETOS KERJA HINDU PADA PEREMPUAN HINDU DI KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH putu adi putra; Ketut Yasini; Agus Budi Wirawan
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 11 No 2 (2020): Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v11i2.334

Abstract

Perempuan dalam keluarga sebagai pendidik bagi anak-anaknya dan menjadi pendamping bagi suami dan melaksakan tugas rumah tangga Perempuan memiliki etos kerja yang tinggi untuk bekerja mencari nafkah untuk keluarga. Rumusan masalah 1). Bagaimanakah penerapan etos kerja Hindu pada perempuan Hindu? 2). Apakah faktor penghambat dan faktor pendukung etos kerja Hindu pada perempuan Hindu? Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori etos kerja dan teori nilai. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif. Penentuan informan purposive sampling. Sumber data menggunakan data primer dan data sekunder, dengan menggunakan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi serta kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu: reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Penerapan etos kerja Hindu pada perempuan Hindu di Kota Palu yaitu: a) Memiliki prakarsa tinggi. b) Memiliki ciri kreatif. c) Pekerja kerja keras dan menghargai waktu. d) Mampu bekerja sama. e) Memiliki hubungan harmonis. f) memiliki kerja keras tanpa pamrih. g) Kerja merupakan sebuah yadnya. Faktor penghambat a) Bergantung pada jasa orang lain yang memiliki kesibukan berbeda. b) Kesibukan yang tidak terduga. c) Kurangnya komitmen antara karyawan terhadap atasan. D) Modal usaha. Faktor pendukung etos kerja Hindu pada perempuan Hindu yaitu a). Dukungan dari keluarga. b). Tersedianya kesempatan kerja. c). Terjadwalnya kegiatan harian.
FENOMENA PERKAWINAN MEKEDENG NGAD PADAMASYARAKAT HINDU Di kecamatan mepanga (Studi Kasus) Putu Seni jayanti; I Ketut Suparta; Ni Ketut Ratini
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 11 No 3 (2020): Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v11i3.339

Abstract

Perkawinan adalah ikatan lahir batin yang bertujuan membangun keluarga yang harmonis dan melanjutkan keturunan.Namun berbeda dengan perkawinan mekedeng ngad yang dapat menimbulkan penderitaan di Kecamatan Mepanga.Dalam penelitian ini ada masalahyaitu : (1) Bagaimanakah pemahaman Masyarakat Hindu mengenai perkawinan mekedeng ngad di Kecamatan Mepanga ?. (2) Apakah faktor yang mempengaruhi adanya perkawinan mekedeng ngad pada Masyarakat Hindu di Kecamatan Mepanga ?. Tujuanpenelitian ini yaitu: (1) Untuk mengetahui pemahaman Masyarakat Hindu mengenai perkawinan mekedeng ngad di Kecamatan Mepanga. (2) Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perkawinan mekedeng ngad pada Masyarakat Hindu di Kecamatan Mepanga. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif.Teori yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu teori fenomenologi dan terori fungsionalisme struktural.Teknik wawancara yang digunakan ada dua yaitu wawancara berstruktur dan wawancara tak berstruktur.Teknik penentuan informan yaitu teknik purposive sampling.Metodepengumpulan data adalah reduksi data, display/penyajian, verifikasi atau penyimpulan.Disimpulkan berdasarkan penelitian: pemahaman Masyarakat Hindu mengenai perkawinan mekedeng ngad di Kecamatan Mepanga meliputi a) perkawinan yang dihindari, b) perkawinan sistem barter, c) perkawinan yang mendatangkan penderitaan. Faktor yang mempengaruhi terjadinya perkawinan mekedeng ngad di Kecamatan Mepanga Kabupaten Parigi Moutong meliputi: a) faktor kenakalan remaja, b) faktor kurangnya sosialisasi, c) faktor tradisi perkawinan dalam keluarga.
WAYANG LEMAH DALAM UPACARA NGENTEG LINGGIH DI PURA AGUNG PURNASADHA TOLAI Wayan Sutarman; I Nyoman Suparman; Ketut Yasini
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 12 No 1 (2021): Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v12i2.343

Abstract

Upacara ngenteg linggih memiliki nuansa religius magis karena terkait dengan keyakinan tentang dewa yadnya. Kekhasan inilah yang menjadikan pelaksanaan upacara ngenteg linggih harus dirangkaikan dengan pementasan wayang Lemah.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1). Fungsi Pementasan Wayang Lemah Dalam Upacara Ngenteg Linggih?. 2). Nilai Pendidikan Agama Hindu Pada Pementasan Wayang Lemah Dalam Upacara Ngenteg Linggih? Penelitian ini memiliki tujuan yaitu: 1). mengetahui fungsi pementasan wayang lemah dalam upacara ngenteg linggih. 2). Untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan agama hindu yang terkandung dalam pementasan wayang lemah. Teori yang digunakan untuk membedah permasalahan adalah Teori Struktural fungsional dan Teori Nilai. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian: dalam Pementasan Wayang Lemah pada Upacara Ngenteg Linggih Di Pura Purnasada Tolai memiliki fungsi yaitu: (1) Wayang Lemah Sebagai Wali Upacara, (2) Wayang Lemah sebagai balih-balihan (hiburan), (3) Wayang Lemah Sebagai Fungsi Sosial. Nilai Pendidikan Hindu yang terkandung yaitu: pertama nilai pendidikan Tattwa pada proses pelaksanaan, nilai pendidikan Etika, yang meliputi tiga aspek, yaitu aspek pikiran, perkataan, dan perbuatan. Hindu mengajarkan bahwa apa yang dihasilkan oleh pikiran (manacika) harus selalu suci (parisudha), dan wacika parisudha dan nilai pendidikan estetika yaitu unsur keindahan pementasan wayang lemah yang dilaksanakan siang hari.
PURA MAKAM RAJA BALINGGI DI DESA BALINGGI JATI KABUPATEN PARIGI MOUTONG I Nyoman Suparman; I Nyoman Bagiada
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 11 No 2 (2020): Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v11i2.353

Abstract

Pura Makam Raja Balinggi adalah salah satu Pura yang memiliki nilai penting dalam pertumbuhan dan perkembangan masyarakat Balinggi. Pura yang sederhana tersebut banyak didatangi oleh masyarakat Balinggi dan sekitarnya, dari masyarakat kelas bawah sampai para pejabat dan elit politik. Mereka datang untuk tangkil memohon karunia Sang Pencipta dan leluhur Tuan Putri Raja Balinggi dan Raja Balinggi. Memohon petunjuk dan tuntunan yang diyakini oleh masyarakat Balinggi dan sekitarnya membawa berkah bagi yang tangkil. Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dapat dirumuskan permasalah dalam penelitian ini, yakni: 1) Bagaimanakah bentuk Pura Makam Raja Balinggi di Di Desa Balinggi Jati, Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong?, 2) Bagaimanakah fungsi Pura Makam Raja Balinggi di Desa Balinggi Jati, Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong? 3) Bagaimanakah makna Pura Makam Raja Balinggi di Desa Balinggi Jati Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong? Teori yang dipakai sebagai landasan berpikir dalam penelitian ini yaitu: teori fungsionalisme struktural, teori religi, dan teori simbol. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode, diantaranya : metode pengumpulan data, yakni dengan metode observasi dan metode wawancara. Selanjutnya data diolah dan dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis tersebut peneliti menemukan bahwa keberadaan Pura Makam Raja Balinggi sangat penting dalam kehidupan umat Hindu di Desa Balinggi Jati, yaitu sebagai media pemantapan Sraddha dan pencurahan rasa bhakti kepada Hyang Widhi. Juga sebagai media interaksi antar umat beragama untuk meciptakan solidaritas dan keharmonisan hidup. Fungsi yang terkandung dalam Pura Makam Raja Balinggi adalah fungsi relegiusitas, dimana pura sebagai sarana ibadah, fungsi pendidikan dalam arti pendidikan moral dan pendidikan mengenal situs sejarah kerajaan di Balinggi, fungsi sosial budaya yakni interaksi antar masyarakat dari berbagai kalangan pada masyarakat yang tangkil di Pura Makam Raja Balinggi. Makna yang terkandung dalam Pura Makam Raja Balinggi adalah makna toleransi antar etnis, suku dan agama, makna pelestarian, yaitu melestarikan keberadaan peninggalan kerajaan Balingi sebagai salah satu situs sejarah, makna kesejahteraan yaitu bagi masyarakat petani memohon berkah dan keberhasilan hasil panen adalah makna yang penting bagi masyarakat Balinggi dan sekitarnya.
Problema Pendidikan Agama Hindu pada keluarga dengan latar belakang perkawinan lintas agama i made nuhari anta
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 11 No 3 (2020): Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v11i3.354

Abstract

ABSTRACT Problem formulation: (1) Why does Hindu religious education in families with interfaith marital backgrounds have problems? This study aims: to obtain an overview of education in Hindu families who marry interfaith. To dissect the problem in this study using qualitative methods with the Phenomenological Theory, Theory of Constructionvism, and Beavioristic Theory. Data collection techniques in this study were observation, interviews, document studies, documentation and literature. Data analysis techniques in this study refer to the analytical steps proposed by Kaelan consisting of data reduction, data classification, and data display, providing interpretation and giving conclusions. The results showed that the problem of Hindu religious education in families with interfaith marital backgrounds consisted of: (a) Problems of Ceremonies and Upakara; (b) Difference between the concept of God and the previous religion; (c) Problems in Using Local Languages ​​(Balinese); (d) Lack of Attention from Husband to Teach Hinduism; (e) Economic and Traditional Issues ABSTRAK Rumusan masalah: (1) Mengapa pendidikan agama Hindu pada keluarga dengan latar belakang perkawinan lintas agama memiliki problema? Penelitian ini bertujuan: untuk memperoleh gambaran pendidikan dalam keluarga Hindu yang menikah lintas agama. Untuk membedah permasalahan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teori Fenomenologis, Teori Konstruksivisme, dan Teori beavioristik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, studi dokumen, dokumentasi dan kepustakaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini merujuk pada langkah-langkah analisis yang dikemukakan oleh Kaelan yang terdiri dari reduksi data, klasifikasi data, dan display data, memberikan interprestasi dan memberi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Problem pendidikan agama Hindu pada keluarga dengan latar belakang perkawinan lintas agama terdiri dari: (a) Permasalahan Upacara dan Upakara; (b) Perbedaan Konsep Ketuhanan dengan Agama sebelumnya; (c) Masalah Penggunaan Bahasa Lokal (Bahasa Bali); (d) Kurang Perhatian dari Suami untuk Mengajarkan Agama Hindu; (e) Permasalahan Ekonomi dan Tradisi

Page 8 of 12 | Total Record : 114