cover
Contact Name
G.A. Kristha Adelia Indraningsih
Contact Email
kristhaghea@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
kristhaghea@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
ISSN : 23029102     EISSN : 26857189     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Widya Genitri adalah jurnal yang diterbitkan oleh STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah mengundang para peneliti, dosen dan praktisi untuk mengirimkan artikel hasil penelitian dan pengabdian yang berkaitan dengan Agama dan Kebudayaan. Jurnal ini pertama kali terbit pada tahun 2012 dengan terbitan setiap 6 bulan (dua kali setahun) dan telah memiliki nomor e-ISSN : 2685-7189 ISSN: 2302-9102.
Arjuna Subject : -
Articles 114 Documents
KAJIAN ADAT JUJURAN DALAM PERKAWINAN SUKU DAYAK MERATUS DI DESA KADAYANG KALIMANTAN SELATAN Winda Winda; Kadek Hemamalini; Anak Agung Oka Puspa; I Made Biasa
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 11 No 2 (2020): Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v11i2.386

Abstract

Tulisan ini membahas tentang Adat Jujuran dalam Perkawinan Dayak Meratus di Desa Kadayang Kalimantan Selatan. Dimana dalam pelaksanaan upacara perkawinan sering mengalami kegagalan yang diakibatkan oleh jumlah jujuran yang diminta terlalu besar sehingga menyebabkan pihak laki-laki tidak sanggup untuk membayarnya dan memutuskan untuk membatalkan pernikahan bahkan tidak jarang lebih memilih menikah dengan orang yang berbeda keyakinan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan dalam proses perkawinan masyarakat Hindu Kadayang bentuk jujuran yang diserahkan kepada adat dan juga keluarga pengantin wanita berupa sejumlah uang, yang jumlahnya tidak mengikat, tetapi disesuaikan dengan kemampuan calon mempelai laki-laki. Besar kecilnya jumlah jujuran adalah hasil negosiasi yang terjadi pada acara Baruji. Makna yang terkandung dalam adat jujuran secara teologis bahwa perkawinan masyarakat Hindu desa Kadayang dikatakan sah apabila menggunakan adat jujuran yang harus disaksikan oleh adat dan disaksikan oleh Tuhan yang disimbolkan dengan penggunaan sirih, pinang dan kapur sebagai simbol Tuhan. Makna sosial kemasyarakatan dalam adat jujuran sebagai wujud penghargaan kepada orang tua calon mempelai perempuan dan ikatan yang menyatukan dua buah keluarga yang berbeda melalui pernikahan. Sanksi sosial keagamaan jika perkawinan dilaksanakan tanpa mengunakan adat jujuran maka perkawinan tersebut dianggap tidak sah secara agama.
RSI AGASTYA: TOKOH LEGENDARIS DALAM AJARAN AGAMA HINDU Ni Wayan Sri Rahayu; Ni Made Sumaryani
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 12 No 1 (2021): Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v12i1.391

Abstract

Studi ini berbicara mengenai Arca Rsi Agastya yang banyak ditemukan di wilayah Indonesia. Dalam ajaran agama Hindu tokoh Rsi Agastya diyakini sebagai menyebarkan ajaran agama Hindu baik di India maupun di Indonesia. Mengingat besarnya jasa dan kemuliaan Rsi Agastya dalam menyebarkan agama Hindu, maka berbagai istilah Dharma yang diberikan kepada Rsi Agastya seperti Agastya Yatra dan Pita Segara. Arca Agastya yang ditemukan di Indonesia pada umumnya memiliki dua tangan dan masing-masing membawa laksana berupa Kamandalu, Trisula atau membawa Aksamala. Dari penemuan-nemuan orkelogi tersebut dapat dilihat mengenai konsep teologi yang dibangun oleh masyarakat Hindu pada zaman dahulu yakni selain sebagai representasi dari Dewa Siwa, Rsi Agastya juga diposisikan sebagai Adi Guru atau guru yang utama dalam memberikan pembelajaran.
MENIGKATKAN KUALITAS INTERAKSI SISWA KELAS VIII SMPN 2 SINGARAJA DALAM PEMBELAJARAN PKn MELALUI PENGGUNAAN GALERI BELAJAR Gede Harja Subrata
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 12 No 1 (2021): Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v12i1.395

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan pada siswa tahun kedua SMPN 2 Singaraja Bali. Penelitian ini berusaha untuk mengetahui apakah Learning Galleria dapat meningkatkan kualitas interaksi siswa di kelas Pkn. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil PTK menunjukkan bahwa rata-rata nilai kemampuan siswa pada siklus ke-1 bernilai Baik baru mencapai 18,75%, siklus ke-2 bernilai Baik mencapai 33,34%, siklus ke-3 bernilai Baik mencapai 80,33%. Dengan demikian, sampai pembelajaran siklus ke-3 peningkatan kualitas interaksi siwa telah mencapai target yang telah ditetapkan yaitu 75% siswa minimal berkemampuan Baik. Bila dilihat dari perkembangan rata-rata nilai yang dicapai siswa pada pembelajaran siklus ke-1, siklus ke-2, dan siklus ke¬-3, nilai Baik dicapai siswa tampak meningkat, yaitu dari 18,75% pada siklus ke-1 menjadi 33,34% pada siklus ke-2 dan pada siklus ke-3 menjadi 80,83%. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan galeri belajar dapat meningkatkan kualitas interaksi siswa. Kata kunci: Interaksi, Galeri, Belajar Pkn.
PENGGUNAAN BANTEN PRAYASCITA DALAM UPACARA DEWA YAJNA DI PURA PENATARAN PED DI DESA TIRTA BUANA Wayan Bagiana; Gede Merthawan; I Nyoman Suparman
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 12 No 2 (2021): Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v12i2.331

Abstract

Upacara Dewa Yajna adalah pemujaan atau persembahan sebagai perwujudan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) dalam berbagai macam manifestasinya, yang diwujudkan dalam bermacam-macam bentuk upakara. Dengan menggunakan salah satu jenis Banten yaitu Banten Prayascita.Umat Hindu di Desa Tirta Buana selalu menggunakan Banten Prayascita Sari, pada Upacara Dewa Yajna di Pura Penataran Ped. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan Banten Prayascita dalam Upacara Dewa Yajna di Pura Penataran Ped di Desa Tirta Buana Kecamatan Dapurang Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat yaitu: digunakan pada saat purnama dan tilem, digunakan untuk memohon tirtha pengelukatan, pembersihan dan pabyakaonan, dan digunakan untuk matur piuning dalam upacara pujawali/piodalan. makna yang terkandung pada Banten Prayascita dalam Upacara Dewa Yajna di Pura Penataran Ped di Desa Tirta Buana Kecamatan Dapurang Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat yaitu : makna religius, makna ritual/upacara, dan makna estetika.
PERSEPSI MASYARAKAT HINDU TERHADAP TERHADAP NGABEN MASSAL Ratih Paraswati; Gede Merthawan; Ketut Yasini
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 12 No 3 (2021): Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v12i3.336

Abstract

Masyarakat merasa terbebani oleh biaya dalam melaksanakan ngaben namun setelah adanya ngaben massal masyarakat dapat melaksanakan ngaben tanpa memikirkan biaya yang terlalu tinggi. Namun lain halnya di Desa Solo yang menganggap biaya ngaben massal sama dengan ngaben individu. Pokok permasalahan: (1) Bagaimanakah persepsi masyarakat Hindu terhadap ngaben massal di Desa Solo, Kecamatan Angkona Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan?. (2) Bagaimanakah tata cara pelaksanaan terhadap ngaben massal bagi masyarakat di Desa Solo, Kecamatan Angkona Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan?. Tujuan penelitian : (1) Untuk mengetahui persepsi masyarakat Hindu terhadap ngaben massal di Desa Solo, Kecamatan Angkona Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan. (2) Untuk mengetahui tata cara terhadap ngaben massal bagi masyarakat di Desa Solo, Kecamatan Angkona Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara , dokumentasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, model data, penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Persepsi masyarakat Hindu terhadap ngaben massal, (1) untuk membayar hutang, (2) ngaben sawa wedana, (3) ngaben asti wedana, (4) ngaben swasta, (5) upakara ditanggung oleh panitia. Sedangkan tata cara pelaksanaan ngaben bagi masyarakat (1) tahap persiapan dan (2) tahap pelaksanaan
POLA ADAPTASI PELAKU KONVERSI AGAMA DARI NON HINDU KE HINDU MELALUI PERKAWINAN Gusti Ayu Satiawati; I Ketut Suparta; Ni Ketut Ratini
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 12 No 2 (2021): Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v12i2.338

Abstract

Pelaku konversi agama memiliki pemahaman dan pengetahuan yang kurang dibandingkan dengan umat yang memang sejak lahir beragama Hindu. Namun beberapa pelaku konversi agama lebih memiliki pemahaman dan pengetahuan dari segi bebantenan. Pelaku terlihat aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keteguhan melaksanakan ajaran Agama Hindu. Pokok permasalahan:(1)Bagaimanakah pola adaptasi pelaku konversi agama dari non Hindu ke Hindu melalui perkawinan di Kota Palu?. (2)Apakah strategi yang digunakan oleh pelaku konversi agama non Hindu melalui perkawinan di Kota Palu?. Tujuan dari penelitian ini yaitu:(1)Untuk mengetahui pola adaptasi pelaku konversi.(2) Untuk mengetahui Strategi pelaku konversi Agama. Metode pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan: Reduksi data, model data, penarikan dan verifikasi kesimpulan. Dapat disimpulkan bahwa: Pola adaptasi pelaku konversi agama dari non Hindu ke Hindu melalui perkawinan di Kota Palu yaitu: (1)Melakukan Sudhiwadani, (2)kesulitan dalam memahami tatacara hindu, (3)berusaha tidak menyerah, (4)melakukan upaya penyesuaian, (5)Mampu melaksanakan ritual agama. Sedangkan strategi yang digunakan pelaku yaitu: (1)belajar dari buku, (2)belajar dari mertua dan suami, (3)belajar dari lingkungan, (4)belajar ritual agama, (5)belajar dari media sosial.
PEMAHAMAN MASYARAKAT HINDU TERHADAP UPACARA MEGEDONG-GEDONGAN DI DESA KAYU CALLA KECAMATAN KAROSSA KABUPATEN MAMUJU TENGAH PROVINSI SULAWESI BARAT I Ketut Subadi; I Ketut Suparta; I Wayan Mudita
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 12 No 3 (2021): Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v12i3.359

Abstract

Upacara megedong-gedongan adalah upacara bayi dalam kandungan yang disucikan oleh umat Hindu. Masyarakat Hindu di Desa Kayu Calla Kecamatan Karossa Kabupaten Mamuju Tengah sebagian besar masyarakatnya tidak melaksanakan upacara megedong-gedongan tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimanakah pemahaman masyarakat Hindu terhadap upacara megedong-gedongan di Desa Kayu Calla Kecamatan Karossa Kabupaten Mamuju Tengah Provinsi Sulawesi Barat ?, 2. Apakah faktor penyebab masyarakat Hindu tidak melaksanakan upacara megedong-gedongan di Desa Kayu Calla Kecamatan Karossa Kabupaten Mamuju Tengah Provinsi Sulawesi Barat ?. Secara khusus tujuan diadakan penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui pemahaman masyarakat Hindu terhadap upacara megedong-gedongan di Desa Kayu Calla Kecamatan Karossa Kabupaten Mamuju Tengah Provinsi Sulawesi Barat. 2. Untuk mengetahui faktor penyebab masyarakat Hindu tidak melaksanakan upacara megedong-gedongan di Desa Kayu Calla Kecamatan Karossa Kabupaten Mamuju Tengah Provinsi Sulawesi Barat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori persepsi dan teori perubahan social. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan objek penelitiannya pemahaman masyarakat Hindu terhadap upacara megedong-gedongan di Desa Kayu Calla. Penentuan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Analisis data yang digunakanpenelitianinireduksi data, penyajian data, penarikan dan vrifikasi kesimpulan. Dari penelitian yang telah dilakukan menunjukan hasil yaitu : 1. Pemahaman masyarakat Hindu terhadap upacara megedong-gedongan di DesaKayu Calla yaitu: a) Upacara pembersihan terhadap janin yang masih berada dalam kandungan b) Upacara janin dalam kandungan agar janin mendapatkan berkah, dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa, 2. Faktor penyebab masyarakat Hindu tidak melaksanakan upacara megedong-gedongan di Desa Kayu Calla adalah: a) Masyarakat tidak terbiasa melaksanakan upacara megedong-gedongan karena faktor orang tua yang tidak pernah melaksanakan pada saat masih tinggal di bali, b)Kurangnya pengetahuan masyarakat Hindu terhadap upacara megedong-gedongan, c)Kurangnya pembinaan dari tokoh-tokoh umat kepada masyarakat Hindu di Desa Kayu Calla.
PEMBELAJARAN AKSARA DEVANAGARI PADA SISWA HINDU DI SDN 2 TATURA PALU Catur Rahayu Ning Susanti; Sugiarti Sugiarti; Gede Merthawan
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 12 No 2 (2021): Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v12i2.390

Abstract

Realitas yang terjadi adalah aksara Devanagari yang seharusnya dapat diperoleh anak sejak dini justru tidak diajarkan sama sekali di ketiga jenjang pendidikan yang ada (formal, informal dan non formal). Hal ini menyebabkan sebagian besar anak terkadang merasa asing dan bingung ketika pertama kali melihat kitab-kitab suci agama Hindu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran pembelajaran aksara Devanagari pada siswa Hindu dan juga kendala yang dihadapi serta upaya yang dilakukan selama pembelajaran aksara Devanagari berlangsung. Jenis penelitian ini adalah dekriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori belajar kognitif dan teori belajar konstruktivisme. Penentuan sumber data menggunakan purposive sampling dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan.
PEMBENTUKAN KARAKTER MELALUI KELAS YOGA PADA IBU-IBU PKK DESA PELAPUAN KECAMATAN BUSUNGBIU I Ketut Agus Artha; Ni Wayan Seriasih; Ni Nyoman Suastini
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 12 No 2 (2021): Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v12i2.396

Abstract

Pentingnya pembentukan karakter yaitu menanamkan nilai-nilai dan bersikap yang positif, yang dimiliki oleh individu ataupun seseorang yang bermuara pada tingkah laku, cara berfikir dan pada akhirnya menjadi sifat yang membudaya. Penanaman suatu karakter bukan persoalan yang mudah untuk dilakukan, sehingga dengan suatu pendidikan yang berkarakter seyogyanya akan menjadikan suatu hal yang perlu mendapatkan perhatian. Suatu karakter akan terbentuk bilamana diberikan suatu rangsangan ataupun sentuhan yang bersifat positif baik yang diaplikasikan secara fisik, mental maupun spiritual pada diri seseorang. Adapun jalan keluar ataupun solusi yang diambil dalam menangani permasalahan tersebut yaitu dengan mengadakan bimbingan yang berkaitan dengan materi pembentukan karakter dan mengadakan kelas yoga (pelatihan) pada ibu-ibu PKK di desa pelapuan kecamatan busungbiu dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam melakukan aktifitas yoga. Kegiatan dilaksanakan melalui bimbingan berupa materi yang disampaikan oleh narasumber berkaitan dengan pendidikan karakter serta mengadakan pelatihan yoga.
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) KELAS V SDN INPRES 3 TONDO PALU Gusti Ayu Made Widyawati; Ni Made Mega Hariani; I Wayan Budiagus Putrayasa
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 12 No 3 (2021): Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v12i2.412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA melalui penerapan model Problem Based Instruction (PBI) kelas V SDN Inpres 3 Tondo Palu. Metode yang digunakan adalah penelitian PTK yang menggunakan dua siklus yang terdiri dari: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa dengan penerapan model Problem Based Instruction (PBI) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat pada hasil post test dengan persentase daya serap klasikal 78,3%, ketuntasan belajar klasikal 83,3% dan angket motivasi dengan persentase 86,1% pada siklus I, sedangkan pada siklus II post test dengan persentase daya serap klasikal 88,2%, ketuntasan belajar klasikal 94,4% dan angket motivasi semua siswa memenuhi kriteria keberhasilan (100%). Sehingga dapat disimpulkan penerapan model Problem Based Instruction (PBI) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas V SDN Inpres 3 Tondo Palu.

Page 10 of 12 | Total Record : 114