cover
Contact Name
Nefonavratilova Ritonga
Contact Email
lppm.unar@gmail.com
Phone
+6285373542125
Journal Mail Official
lppm.unar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raja Inal Siregar, Kec Batunadua - Padangsidimpuan
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) Indonesian Health Scientific Journal is a tools of publication of research results and community service with the theme of health. This journal will be published online through the official website of University Of Aufa Royhan Padangsidimpuan city. This journal will be published every 6 months in June and December each year
Articles 623 Documents
Faktor Yang Mempengaruhi Cakupan dan Ketepatan Waktu Imunisasi Bausad, Aynun Abdi Putri; Muchlisa, Nurul
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 7 No 2 (2022): Vol. 7 No. 2 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v7i2.915

Abstract

Menurut World Health Organization (2018) sebanyak 32,9% anak dengan imunisasi yang tidak lengkap dan sebanyak 9,2% anak yang tidak diberi imunisasi, serta sekitar 57,9% anak yang diberikan imunisasi. Data Riset Kesehatan Dasar (2018) menunjukkan bahwa 32,9% bayi di Indonesia tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap dan 9,2% bayi tidak melakukan imunisasi meningkat dari tahun 2013 yaitu 32,1%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi cakupan dan ketepatan pemberian imunisasi pada anak. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di lakukan di wilayah kerja Puskemsas BontoBangun Kabupaten Bulukumba di Desa Bonto Bangun. Sampel di tentukan dengan menggunakan metode simple random sampling, dan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Berdasarkan uji chi-square diperoleh bahwa ada pengaruh antara sikap dengan nilai (p-value 0,011<0,05), pendidikan dengan nilai (p-value 0,032<0,05), pengetahuan dengan nilai (p-value 0,007<0,05) dengan ketepatan imunisasi. Sebaliknya tidak ada pengaruh dukungan keluarga dengan nilai (p-value 0,698>0,05) dengan ketepatan imunisasi. Kepada petugas kesehatan untuk dapat meningkatkan sosialisasi kepada ibu mengenai pentingnya imunisasi dasar lengkap, jenis imunisasi, jadwal pemberian imunisasi dasar, manfaat imunisasi serta efek samping imunisasi saat posyandu yang akan meningkatkan pengetahuan ibu
Hubungan Tingkat Stres Akademik dengan Perilaku Help Seeking pada Mahasiswa Tingkat Akhir Putri, Nur Grianing
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 7 No 2 (2022): Vol. 7 No. 2 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v7i2.817

Abstract

The help seeking behavior can be caused by academic stress felt by final-year students. Academic stress has a negative impact and can cause anxiety, hopelessness, loss of self-confidence, and even mental disorders. This study aim to know the relationship between academic stress levels with help seeking behavior in final-year students of the Faculty of Nursing. This study used correlative descriptive with a cross sectional approach. Samples were taken with a simple random sampling technique of 81 respondents. The analysis used is bivariate analysis with chi square test. There were 58 people (85,3%) with mild-moderate academic stress level had low-moderate help seeking behavior, while 10 people (14,7%) with mild-moderate academic stress level had high help seeking behavior. Based on statistical test results, p value (0,058) > α (0,05). The result of this study showed that there is no relationship between academic stress level help seeking behavior of final year students of School of Nursing. Respondents with mild-moderate stress tend to have low-moderate help seeking behavior. Expected efforts can be given to maintain stress level within good limits and be able to do adaptive coping.
OPINI KELUARGA TENTANG FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN TERJADINYA GANGGUAN JIWA PADA ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) Seri, Seri Seri
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 7 No 2 (2022): Vol. 7 No. 2 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v7i2.847

Abstract

Introduction: The prevalence of mental disorders continues to increase every year caused by somatic factors, psychosocial factors and socio-cultural factors. This study aims to determine family opinions about the factors that cause mental disorders in people with mental disorders. Methods: This type of research is quantitative using a descriptive research design and a cross sectional approach. The sample is the family of people with mental disorders (ODGJ) as many as 65 respondents. The sampling technique was purposive sampling. Questionnaire research instrument.. The analysis used univariate analysis. Results: The results showed that family opinions about the factors that cause mental disorders in people with mental disorders are the most dominant, namely genetics/heredity as much as 69.2%, disappointment and painful experiences 67.7%, stress 66.2%, socioeconomic 60%, family relationship 56.9% and drug use 53.8%. While the non-dominant factors causing mental disorders are parenting factors 24.6%, domicile 16.9%, discriminated12.3% and childhood trauma 9.2%. Conclusion: The most dominant factor causing mental disorders in ODGJ is genetics/heredity. Suggestion: Based on the results of this study, it is recommended that the public pay more attention to their mental health and avoid factors that can trigger the occurrence of mental disorders and if those who already have a risk to be more alert to avoid the occurrence of mental disorders by consulting health workers. Keywords : Factors Causing Mental Disorders, Family
PENGOLAHAN TEH HERBAL DARI DAUN SAWI (Brassica juncea L.) SEBAGAI ALTERNATIF SEDIAAN VITAMIN C yaturramadhan, hasni
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 7 No 2 (2022): Vol. 7 No. 2 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v7i2.896

Abstract

Sawi hijau merupakan sayuran kaya akan vitamin dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Teh Herbal tidak hanya terbuat dari daun teh, namun juga dapat dari tumbuhan lain yang memiliki manfaat bagi kesehatan seperti pembuatan teh herbal dari daun sawi (Brassica juncea L.). Tujuan penelitian ini adalah pengolahan sediaan teh herbal dari daun sawi yang syarat mutu tehnya sesuai dengan SNI. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan metode analisa kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji kadar vitamin C W1 sebesar 12,8 % dengan total vitamin C sebanyak 259,5 mg, sedangkan uji kadar vitamin C W2 sebesar 11,2 % dengan total vitamin C sebanyak 160,4 mg. 15 Panelis menyukai produk teh herbal daun sawi dengan formulasi W1.Kesimpulan penelitian ini dimana mengkonsumsi the herbal daun sawi dapat mencukupi kebutuhan vitamin c sehari yang dibutuhkan oleh tubuh Kata kunci :Ekstrak Daun Sawi, Minuman Teh Herbal, Kadar Vitamin C, Sediaan Vitamin C
FAKTOR RESIKO TERJADINYA PREDIABETES DI KOTA PADANGSIDIMPUAN Simamora, Febrina Angraini; Daulay, Nanda Masraini; Hidayah, Arinil -
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 7 No 2 (2022): Vol. 7 No. 2 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v7i2.901

Abstract

Pradiabetes adalah kondisi kesehatan yang serius di mana kadar gula darah lebih tinggi dari biasanya, tetapi belum cukup tinggi didiagnosis sebagai diabetes tipe 2. Prediabetes banyak terjadi pada responden yang berumur >45 tahun. Data WHO didapatkan bahwa setelah mencapai usia 30 tahun, kadar glukosa darah akan naik 1-2 mg%/tahun pada saat puasa dan akan naik sebesar 5,6-13 mg%/tahun pada 2 jam setelah makan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor resiko yang menyebabkan terjadinya prediabetes di kota Padangsidimpuan. Penelitian ini merupakan penelitian Crosssectional dengan jumlah sampel sebanyak 52 responden yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan mayoritas terdapat responden berumur 40-49 tahun sebanyak 22 orang (42,3%), mayoritas terdapat responden memiliki IMT >25 kg/m2 sebanyak 30 orang (57,7%), mayoritas aktivitas fisik ringan sebanyak 28 orang (53,8%), mayoritas memiliki keluarga dengan riwayat DM sebanyak 37 orang (71,2%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor resiko terjadinya prediabetes di Kota Padangsidimpuan antara lain adalah usia, IMT, aktivitas fisik, riwayat keluarga dengan DM. Semakin tinggi usia maka resiko untuk kadar gula darah yang tidak terkontrol akan semakin besar. Diharapkan kepada pasien dengan prediabetes untuk mampu melaksanakan perawatan diri yang baik sehingga dapat mencegah komplikasi prediabetes menjadi diabetes dan penyakit mikrovaskuler dan makrovaskuler lainnya. Prediabetes is a serious health condition in which blood sugar levels are higher than normal, but not high enough to be diagnosed as type 2 diabetes. Prediabetes occurs mostly in respondents aged >45 years. WHO data found that after reaching the age of 30 years, blood glucose levels will rise 1-2 mg%/year during fasting and will increase by 5.6-13 mg%/year 2 hours after eating. The purpose of this study was to determine the risk factors that cause prediabetes in the city of Padangsidimpuan. This research is a cross-sectional study with a total sample of 52 respondents selected by purposive sampling. The results showed that the majority of respondents aged 40-49 years were 22 people (42.3%), the majority of respondents had BMI > 25 kg/m2 of 30 people (57.7%), the majority of light physical activity were 28 people (53 .8%), the majority had families with a history of DM as many as 37 people (71.2%). From the results of the study it can be concluded that the risk factors for prediabetes in Padangsidimpuan City include age, BMI, physical activity, family history of DM. The higher the age, the risk for uncontrolled blood sugar levels will be even greater. It is expected that patients with prediabetes will be able to carry out good self-care so as to prevent complications from prediabetes into diabetes and other microvascular and macrovascular diseases.
Hubungan Pengetahuan Tentang Kanker Payudara Terhadap Sikap Remaja Putri Dalam pencegahan Kanker Payudara Azzahra, Fhatimah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 7 No 2 (2022): Vol. 7 No. 2 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v7i2.822

Abstract

Teenager girls’ knowledge of breast cancer affects their attitudes toward breast cancer prevention, which young women subsequently address as positive and negative reactions. This study intended to determine the relationship between knowledge about breast cancer and the attitude of teenager girls in preventing breast cancer at SHS 8 Pekanbaru. This study used a descriptive correlation design with a cross sectional approach. The research sample consisted of 81 persons who were chosen using a stratified random sampling technique based on inclusion criteria. The analysis used is bivariate analysis using the chi-square test. Statistical tests revealed no significant correlation between knowledge about breast cancer and teenager girls’ attitudes toward breast cancer prevention. With p-value (0,241) > Alpha (0,05). There was no significant relationship between teenager girls’ attitudes toward breast cancer prevention. It is recommended for teenanger girls to perform early detection by conducting a self-examination (SADARI) or can perform a clinical examination (SADANIS).
Faktor Yang Berhubungan dengan Efek Neurobehavioral Akibat Paparan Pestisida pada Petani Sayuran di Kabupaten Enrekang Mustakim, Musyahidah; Kas, Sri Rezkiani
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 7 No 2 (2022): Vol. 7 No. 2 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v7i2.916

Abstract

Sektor pertanian tidak lepas dari penggunaan pestisida. Petani di Indonesia sebagian besar menganggap bahwa penggunaan pestisida sangat efektif dalam pengendalian hama penyakit. Pestisida golongan organofosfat adalah jenis pestisida yang banyak digunakan dibidang pertanian ataupun perkebunan karena sifatnya yang mudah terurai. Perstisida yang apabila digunakan secara tidak benar akan berdampak negatif bagi kesehatan salah satunya gangguan neurobehavioral. Tujuan penelitian ini untuk menentukan hubungan jenis pestisida dan masa kerja dengan efek neurobehavioral pada petani sayuran akibat paparan pestisida. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan rancangan kuantitatif observasional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh petani sayuran yang masuk dalam kelompok tani Sipakainga desa Sumillan Kabupaten Enrekang yaitu sebanyak 37 orang dengan penentuan jumlah sampel menggunakan total sampling yaitu sebanyak 37 orang, yang artinya semua populasi dijadikan sampel. Penelitian ini dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat mengguakan chi-square. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan masa kerja dan jenis pestisida dengan efek neurobehavioral (p-value 0.000). Bagi peneliti selanjutnya, disarankan agar dapat mengembangkan penelitian ini dengan menggunakan variabel lainnya ataupun variabel serupa untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi efek neurobehavioral akibat paparan pestisida pada petani.
HUBUNGAN PENGGUNAAN GAWAI DENGAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA 4-6 TAHUN DI RA-AL KHAIRAT KOTANOPAN: GAWAI DENGAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK Rangkuti, Muhammad Ali
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 7 No 2 (2022): Vol. 7 No. 2 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v7i2.883

Abstract

Gawai merupakan teknologi berupa elektronik yang memiliki tujuan disfungsi praktis terutama membantu dan memudahkan pekerjaan manusia.Teknologi gawai sangat mudah dan menarik perhatian terutama dikalangan anak-anak. Penggunaan gawai pada anak lebih berdampak negatif dan dapat menurunkan minat belajar anak karena lebih suka bermain gawai. Anakyang kecanduan gawai menyebabkan anak menjadi pribadi yang tertutup dan suka menyendiri, dan anak bisa mengalami beberapa gangguan seperti pada kesehatan otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan gawai dengan kemampuan kognitif pada anak usia 4-6 tahun. Penelitan ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Descriptive Corelation dengan pendekatan crosssectional. Jumlah populasi sebanyak32 orang dan sampel yang di ambil sebanyak 32 responden. Teknik sampel yang digunakan yaitu Total sampling. Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan observasi. Menggunakan uji spearmen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas anak berjenis kelamin perempuan sebanyak 19 responden (59,45%), mayoritas usia anak 5 tahun sebanyak 28 responden (87,5%), mayoritas anak menggunakan gawai dengan pernyataan kadang-kadang sebanyak 29 responden (90,6%), mayoritas responden yang mengalami keterlambatan sebanyak 26 responden (81,3%).Hasil menunjukkan bahwaterdapat hubungan penggunaan gawai dengan kemampuan kognitif anak usia 4-6 tahun di Ra Al-Khairat Kotanopan Tahun 2022dengan nilai p value 0,025 (p< 0,05).
Hubungan Sikap Kerja dengan Keluhan Muskuloskeletal Pada Penjahit Konveksi Amlina, Yanni Rizkia
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 7 No 2 (2022): Vol. 7 No. 2 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v7i2.818

Abstract

Musculoskeletal disorders are one of the occupational diseases that are often felt by workers due to various factors, one of which is work attitude. This study aims to determine the relationship between work attitude and musculoskeletal disorders in convection tailors in Sukajadi District and Pekanbaru City District, Pekanbaru City. This study used a descriptive correlational design with a cross sectional approach. The research sample amounted to 45 respondents with sampling using total sampling technique. The analysis used is bivariate analysis using chi-square test. The majority of respondents are adults aged 26-45 years (46.7%), male (64.4%), having a work duration of >8 hours (53.3%) and having worked >5 years (73.3%). The majority of respondents, namely 43 respondents (95.6%) worked with a moderate risk work attitude and 39 respondents (86.7%) experienced moderate level of musculoskeletal disorders. The results of the fisher exact alternative test between work attitudes and musculoskeletal disorders, obtained p value = 0.044 < (0.05). There is a relationship between work attitude and musculoskeletal disorders in convection tailors.
PENGARUH SLEEP HYGIENE TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATUNADUA KOTA PADANGSIDIMPUAN Harahap, Mei Adelina; Ritonga, Nefonavratilova; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 7 No 2 (2022): Vol. 7 No. 2 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v7i2.902

Abstract

Penderita Diabetes Mellitus tipe 2 memiliki gejala klinis seperti polodipsia, poliuria, polifagia dan nyeri yang juga terjadi pada malam hari dan dapat menyebabkan gangguan tidur. Bertambahnya frekuensi terbangun, susah untuk tertidur kembali, dan ketidakpuasan tidur yang menyebabkan kualitas tidur menurun. Sleep hygiene merupakan salah satu metode untuk meningkatkan kualitas tidur berupa sekumpulan daftar kegiatan yang dapat dilakukan untuk memfasilitasi mulainya tidur dan mempertahankannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh sleep hygiene terhadap kualitas tidur penderita diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Batunadua. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan rancangan quasy eksperiment dengan desain One Group Pretest Posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita DM tipe 2 yang tinggal di wilayahkerja Puskesmas Batunadua sebanyak 216 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 responden yang dipilih berdasarkan criteria inklusi. Instrumen yang digunakan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan p = 0,000 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah sleep hygiene berpengaruh terhadap kualitas tidur pasien DM tipe 2. Disarankan petugas kesehatan dapat memberikan pendidikan kesehatan terkait sleep hygiene untuk meningkatkan kualitas tidur pasien diabetes tipe 2 dan menggunakan sleep hygiene sebagai program promosi kesehatan. Patients with Type 2 Diabetes Mellitus have clinical symptoms such as polodipsia, polyuria, polyphagia and pain which also happens at night and can cause sleep disturbances. Increased frequency of awakening, hard to fall back asleep and sleep dissatisfaction what causes sleep quality to decline. Sleep hygiene is one method to improve sleep quality in the form of a list of activities what can be done to facilitate the onset of sleep and defend it. The purpose of this research know the effect of sleep hygiene on sleep quality type 2 diabetes mellitus in the working area of Batunadua Health Center. This research is quantitative research using a quasi-experimental design with One Group Pretest Posttest design. The population in this study is all patients with type 2 DM who live in the working area of the Batunadua Health Center as many as 216 people. Sampling technique using purposive sampling technique with a sample of 20 respondents selected based on the inclusion criteria. Instruments used using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire to measure sleep quality. Data analysis using Wilcoxon test. The results of the study show p = 0.000 (p<0.05). The conclusion of this research is sleep hygiene affect sleep quality type 2 DM patients. Recommended by health workers can provide sleep hygiene to improve sleep quality type 2 diabetic patient and use sleep hygiene as a health promotion program.