cover
Contact Name
Nefonavratilova Ritonga
Contact Email
lppm.unar@gmail.com
Phone
+6285373542125
Journal Mail Official
lppm.unar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raja Inal Siregar, Kec Batunadua - Padangsidimpuan
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) Indonesian Health Scientific Journal is a tools of publication of research results and community service with the theme of health. This journal will be published online through the official website of University Of Aufa Royhan Padangsidimpuan city. This journal will be published every 6 months in June and December each year
Articles 692 Documents
Analisis Hubungan Atensi dan Motorik Halus pada Anak ADHD di Yayasan Tri Asih Indra Franjuniardi
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2655

Abstract

Perkembangan motorik halus pada anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorde (ADHD) seringkali dipengaruhi oleh gangguan fungsi kognitif, khususnya atensi. Kondisi ini dapat berdampak pada kemampuan anak dalam melakukan aktivitas sehari-hari yang membutuhkan koordinasi motorik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat atensi dengan kemampuan motorik halus pada anak ADHD di Yayasan Tri Asih Jakarta Barat. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional . Sampel penelitian berjumlah 24 anak yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengukuran atensi dilakukan menggunakan Trail Making Test (TMT). Kemampuan motorik halus diukur menggunakan Developmental Coordinated Disorder Questionnaire (DCDQ'07). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman . Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat atensi dan kemampuan motorik halus. Nilai koefisien korelasi sebesar -0,867 dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Hubungan tersebut bersifat sangat kuat dengan arah negatif. Hal ini menunjukkan bahwa semakin rendah tingkat atensi maka semakin rendah pula kemampuan motorik halus. Disarankan adanya intervensi yang mengintegrasikan peningkatan atensi dan kemampuan motorik halus pada anak ADHD.
Tren Prevalensi Meningkat dan Faktor Risiko Hipertensi pada Remaja Indonesia: Systematic Review Suhestianigras S; Nikita Aprilianingsih; Megawati; Sudirman; Ahmad Yani
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2659

Abstract

Hipertensi pada remaja menjadi masalah kesehatan global yang semakin meningkat seiring transisi epidemiologi dan perubahan gaya hidup. Di Indonesia, prevalensi hipertensi pada kelompok usia muda menunjukkan kecenderungan peningkatan dalam satu dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren prevalensi dan faktor risiko hipertensi pada remaja Indonesia melalui pendekatan systematic review. Metode yang digunakan mengikuti pedoman PRISMA dengan pencarian literatur melalui database Science Direct dan Springer untuk publikasi tahun 2020–2026. Kata kunci yang digunakan meliputi "hipertensi remaja", "prevalensi hipertensi Indonesia", dan "faktor risiko hipertensi remaja". Tahapan seleksi meliputi identifikasi, screening, eligibility, dan included. Kriteria inklusi adalah artikel penelitian kuantitatif, populasi remaja, serta membahas prevalensi atau faktor risiko hipertensi. Dari proses tersebut, diperoleh tujuh artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi pada remaja Indonesia meningkat sejalan dengan peningkatan obesitas dan gaya hidup sedentary. Faktor risiko dominan meliputi obesitas, pola makan tinggi garam dan lemak, penggunaan gawai berlebihan, konsumsi tembakau, serta faktor sosiodemografi seperti pendidikan orang tua dan status sosial ekonomi. Disarankan penguatan deteksi dini tekanan darah di sekolah, integrasi edukasi kesehatan ke dalam kurikulum, serta regulasi iklan makanan tidak sehat dan akses tembakau bagi remaja.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA HYPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI PRAKTEK MANDIRI BIDAN SITI ROHANI DI DESA AEK TUHUL KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN BATUNADUA TAHUN 2026 Irawati Harahap; Nur Hamima Harahap; Anna Rizki Nasution; Siti Alo Pasaribu; Fatma Mutia; Yanna Wari Harahap
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2674

Abstract

Mual dan muntah merupakan hal yang fisiologis terjadi dalam kehamilan muda, tetapi mual dan muntah berlanjut semakin berat akan menyebabkan hiperemesis gravidarum yang dapat menyebabkan dehidrasi dan asidoketotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi terjadinya hyperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Praktek Mandiri Bidan Siti Rohani Desa Aek Tuhul Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester I yang di Praktek Mandiri Bidan Siti Rohani Desa Aek Tuhul Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua sebanyak 41 orang bulan November 2025-Februari tahun 2026.Sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester I yang di Praktek Mandiri Bidan Siti Rohani Desa Aek Tuhul Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua sebanyak 41 orang dengan menggunakan metode total sampling. Analisa yang digunakan adalah uji Chi Square dengan hasil menunjukkan bahwa umur (0,002), status pekerjaan (0,000), dan pendidikan (0,005) berpengaruh denganterjadinya hyperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Kesimpulan diperoleh umur, status pekerjaan dan pendidikan berpengerahun terjadinyan hyperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Saran bagi ibu hamil agar memperhatikan lebih kesehatannya dan memiliki pengetahuan tentang hyperemesis gravidarum.
Faktor Resiko Kualitas Fisik Rumah dan Kebiasaan Merokok Terhadap Insiden TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Sekapuk Kabupaten Gresik Tahun 2025 Retna Sari Puji Astuti; Tiwi Yuniastuti; Yusup Saktiawan
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2681

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan : Tuberkulosis paru (TB) adalah penyakit yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis. TB menyerang paru-paru dan dapat menginfeksi orang lain. Tujuan penleitian : mengetahui faktor resiko kualitas fisik rumah dan kebiasaan merokok terhadap insiden TB paru di wilayah kerja puskesmas sekapuk kabupaten gresik tahun 2025. Metode : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode analitik observasional dan desain case control. Jumlah sampel pada penelitian ini sampel kasus sebanyak 35 ditambah sampel kontrol (responden tidak terkena TB Paru) sebanyak 70 anak. Hasil dan Kesimpulan: Faktor kepadatan hunian tidak memiliki faktor resiko terhadap insiden TB paru. Faktor ventilasi memiliki faktor resiko terhadap insiden TB paru. Faktor pencahayaan tidak memiliki faktor resiko terhadap insiden TB paru. Faktor suhu tidak memiliki faktor resiko terhadap insiden TB paru. Faktor kelembaban memiliki faktor resiko terhadap insiden TB paru. Jenis lantai tidak memiliki faktor resiko terhadap insiden TB paru. Faktor kebiasaan merokok tidak memiliki faktor resiko terhadap insiden TB paru. Kata kunci : Faktor Resiko, lingkungan fisik rumah, kebiasaan merokok. ABSTRACT Introduction: Pulmonary tuberculosis (TB) is a disease caused by mycobacterium tuberculosis. TB attacks the lungs and can infect others. The purpose of the study: to determine the risk factors of physical quality of the house and smoking habits on the incidence of pulmonary TB in the working area of ​​the Sekapuk Community Health Center, Gresik Regency in 2025. Method: The type of research used in this study is quantitative with observational analytical methods and case control design. The number of samples in this study was 35 case samples plus 70 control samples (respondents not affected by pulmonary TB). Results and Conclusions: The residential density factor does not have a risk factor on the incidence of pulmonary TB. The ventilation factor has a risk factor on the incidence of pulmonary TB. The lighting factor does not have a risk factor on the incidence of pulmonary TB. The temperature factor does not have a risk factor on the incidence of pulmonary TB. The humidity factor has a risk factor on the incidence of pulmonary TB. The type of floor does not have a risk factor on the incidence of pulmonary TB. The smoking habit factor does not have a risk factor on the incidence of pulmonary TB. Keywords : Risk factors, physical home environment, smoking habits
Efek Terapi Ekstrak Kulit Buah Naga Merah Terhadap Kadar MDA Hati, SGOT dan SGPT Pada Tikus Putih yang Diinduksi Boraks Havida Widyastuti; Rosmita Anggraeni
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2684

Abstract

Boraks merupakan zat toksik berbahaya, ketika masuk ke dalam tubuh maka terbentuk radikal bebas yang menyebabkan stress oksidatif. Kulit buah naga merah memiliki kandungan senyawa seperti flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin yang dapat menurunkan stress oksidatif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek terapi ekstrak kulit buah naga merah terhadap kadar MDA hati, SGOT dan SGPT darah tikus yang diinduksi boraks sebesar 20 mg/kg BB. Penelitian ini menggunakan empat kelompok uji yaitu kontrol negatif dan tiga kelompok perlakuan dengan pemberian ekstrak kulit buah naga merah dosis 0,5; 1,0 dan 2,0 g/kg BB selama 7 hari. Analisis data menggunakan uji One Way ANOVA dan Uji Post Hoc. Hasil penelitian menunjukkan pada pemeriksaan MDA hati dan SGPT terjadi penurunan signifikan (p<0,05) terhadap kontrol pada kelompok perlakuan 2 dan 3. Penurunan signifikan kadar SGOT terhadap kelompok kontrol terjadi pada semua kelompok perlakuan. Pada perlakuan 1 kadar SGOT dan SGPT masih berada diatas nilai normal meskipun telah diberi terapi ekstrak kulit buah naga. Dosis terbaik pemberian ekstrak kulit buah naga yang mampu menurunkan kadar MDA hati, SGOT dan SGPT yaitu dosis 2 g/kg BB. Untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan analisis terhadap profil hematologi atau parameter fungsi ginjal sebagai biomarka pendukung lainnya
Hubungan Literasi Digital dengan Pemanfaatan ChatGPT sebagai Alat Bantu Riset Kesehatan pada Mahasiswa Akhir Universitas Aufa Royhan Yusnina Maisyaroh; Suryani Suryani
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2686

Abstract

Kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan tinggi, termasuk dalam proses penyusunan skripsi mahasiswa tingkat akhir di Universitas Aufa Royhan. Salah satu teknologi yang banyak digunakan adalah Chat Generative Pre-trained Transformer (ChatGPT). Platform ini memungkinkan mahasiswa untuk berinteraksi dengan menjawab pertanyaan, serta membantu dalam proses penulisan tugas akhir. Bagi mahasiswa, ChatGPT kini menjadi salah satu alat yang paling sering dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan menulis skripsi, mulai dari mencari referensi, merangkum, hingga menyusun ide. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara literasi digital dengan efektivitas dan etika pemanfaatan ChatGPT sebagai instrumen pendukung riset kesehatan pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Aufa Royhan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dipilih menggunakan teknik total sampling dari populasi mahasiswa tingkat akhir. Sebanyak 31 mahasiswa semester 7 Program Studi Kebidanan menjadi responden penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner digital yang mengukur tingkat literasi digital (Variabel X) dan efektivitas penggunaan Chat GPT untuk riset (Variabel Y). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Penelitian menunjukkan mayoritas responden sebanyak 25 (80,65%) telah menggunakan ChatGPT dalam penyusunan skripsi dengan durasi penggunaan diatas 6 bulan. Hasil uji bivariat membuktikan pemanfaatan ChatGPT berkorelasi signifikan dengan peningkatan kepercayaan diri mahasiswa (p=0,0004) dan reduksi stres akademik (p=0,0061) melalui efisiensi waktu. Meskipun mahasiswa memiliki literasi digital yang cukup dengan mengutamakan sinergi AI, jurnal, dan dosen, sebanyak 21 responden (67,74%) menyatakan perlunya pelatihan etis institusional untuk menjaga akurasi dan integritas riset kesehatan. Terdapat hubungan positif antara literasi digital dengan pemanfaatan ChatGPT. Peningkatan literasi digital di lingkungan kampus sangat krusial untuk memastikan AI digunakan sebagai alat bantu pendukung, bukan pengganti proses berpikir kritis dalam riset kesehatan.
Husband and Family Support as Determinants of Successful Early Initiation of Breastfeeding and Exclusive Breastfeeding in a Rural Area Nurma Yunita; Widia Shofa Ilmiah; Gaduh Dwi Setyorini Rahayu
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2688

Abstract

A preliminary study conducted in the working area of Rambipuji Primary Health Center revealed low coverage of early initiation of breastfeeding (45%) and exclusive breastfeeding (35%), with good spousal and family support reported by only 40% and 45% of respondents, respectively. This study aimed to analyze the influence of husband and family support on early initiation of breastfeeding and exclusive breastfeeding practices among newborns. An observational analytic cross-sectional design was employed. The target population comprised all mothers with infants aged 6-12 months in the Rambipuji area (N=267). A sample of 87 participants was selected using simple random sampling. Data were collected using structured questionnaires that had been validated (Cronbach's alpha 0.87-0.89) and analyzed using multiple logistic regression. The results revealed that 64.4% of mothers practiced early initiation of breastfeeding, while 56.3% provided exclusive breastfeeding. Good husband support (OR=4.21; 95% CI=1.78-9.96; p=0.001) and good family support (OR=3.56; 95% CI=1.54-8.23; p=0.003) were significantly associated with early initiation of breastfeeding. Similar patterns were observed for exclusive breastfeeding. Family-based interventions are urgently needed in breastfeeding promotion programs at primary health centers.
Efektivitas Mobilisasi Dini Terhadap Waktu Pemulihan Pasca Sectio Ceasarea di Ruang Perawatan RSU Mutiasari Kabupaten Bengkalis Geny Pratiwi
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2693

Abstract

ABSTRAK Mobilisasi dini merupakan salah satu intervensi penting dalam mempercepat pemulihan pasien pasca sectio caesarea. Kurangnya aktivitas setelah operasi dapat memperlambat penyembuhan dan meningkatkan risiko komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas mobilisasi dini terhadap waktu pemulihan pasien pasca sectio caesarea di Ruang Perawatan RSU Mutiasari Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan posttest only control group design. Sampel berjumlah 30 responden yang terdiri dari 15 kelompok kontrol dan 15 kelompok intervensi dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden pada kelompok kontrol mengalami pemulihan lambat (73,3%), sedangkan pada kelompok intervensi mayoritas mengalami pemulihan cepat (86,7%). Nilai rata-rata waktu pemulihan pada kelompok kontrol sebesar 2,00 dan kelompok intervensi sebesar 3,33. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p value = 0,000 (<0,05), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan mobilisasi dini terhadap waktu pemulihan pasien pasca sectio caesarea. Dengan demikian, mobilisasi dini efektif dalam mempercepat pemulihan pasien dan perlu diterapkan sebagai bagian dari asuhan kebidanan Kata kunci : Mobilisasi dini, pemulihan, sectio caesarea
ANALISIS PENINGKATAN MUTU KESELAMATAN PASIEN DI RS KHUSUS MATA MEDAN BARU Hana Dhini Julia Pohan; Sri Agustiana Meliala; Aida Sulisna
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2699

Abstract

Upaya peningkatan mutu secara berkelanjutan, baik melalui mekanisme internal maupun eksternal, secara konsisten dan berkesinambungan guna menjamin kualitas pelayanan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan mutu keselamatan pasien di RS Khusus Mata Medan Baru. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian yaitu pegawai sebanyak 242 orang dengan sampel 71 orang yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan analisis Chi-square pada batas kemaknaan perhitungan statistik p value (0,05). Hasil penelitian menunjukkan nilai p untuk variabel kepemimpinan yaitu p = 0,040, sarana prasarana p = 0,025, komunikasi p = 0,030 dan kerja sama p = 0,020, yang artinya ada pengaruh kepemimpinan, sarana prasarana, komunikasi, dan kerja sama terhadap peningkatan mutu keselamatan pasien. Diharapkan pimpinan rumah sakit memberikan dukungan, motivasi dan arahan kepada para staf untuk menerapkan keselamatan pasien secara efektif. Bagi rumah sakit menyediakan sarana prasarana dan alat komunikasi yang mendukung, guna terselenggaranya kerjasama tim yang baik.
Peran, Adaptasi, Jejas, dan Penuaan Sel Kondrosit pada Osteoartritis Dini: Literatur Review Cika Dwi Oktaviani
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2701

Abstract

Osteoartritis merupakan penyakit sendi degeneratif yang ditandai dengan kerusakan bertahap kartilago artikular serta perubahan struktur sendi yang menimbulkan nyeri dan penurunan fungsi. Pada tahap awal, perubahan biologis berlangsung pada tingkat seluler sebelum kerusakan struktural teridentifikasi secara klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme patofisiologis yang mendasari disfungsi kondrosit pada fase awal osteoartritis. Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data PubMed, Scopus, dan Semantic Scholar dengan rentang publikasi tahun 2016–2026. Sebanyak 300 artikel ditemukan, kemudian diseleksi berdasarkan judul, abstrak, serta kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Dua artikel yang memenuhi kriteria dianalisis menggunakan Joanna Briggs Institute Critical Appraisal Tool. Hasil menunjukkan bahwa disfungsi kondrosit dipicu oleh aktivasi jalur inflamasi dan stres oksidatif. Selain itu, gangguan metabolisme seluler serta disfungsi mitokondria turut berperan dalam proses tersebut. Kondisi ini mengakibatkan ketidakseimbangan aktivitas anabolik dan katabolik matriks kartilago. Ketidakseimbangan tersebut berkontribusi terhadap peningkatan degradasi matriks dan percepatan progresi osteoartritis. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan pendekatan terapi yang menargetkan mekanisme molekuler kondrosit.