cover
Contact Name
Nefonavratilova Ritonga
Contact Email
lppm.unar@gmail.com
Phone
+6285373542125
Journal Mail Official
lppm.unar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raja Inal Siregar, Kec Batunadua - Padangsidimpuan
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) Indonesian Health Scientific Journal is a tools of publication of research results and community service with the theme of health. This journal will be published online through the official website of University Of Aufa Royhan Padangsidimpuan city. This journal will be published every 6 months in June and December each year
Articles 692 Documents
EVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF THE HOSPITAL OHS MANAGEMENT SYSTEM: system,management,occupational safety and health KHOIROTUN SIREGAR
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2708

Abstract

This research is motivated by the importance of implementing the Occupational Safety and Health Management System (SMK3) as an effort to prevent work accidents and occupational diseases in accordance with the provisions of the Minister of Health Regulation concerning the Implementation of the Hospital K3 Management System. This study aims to analyze the level of implementation of SMK3 in hospitals and its compliance with the standards set out in the regulation. The method used is descriptive research with a qualitative approach through observation, interviews, and documentation studies of SMK3 elements including policies, planning, implementation, monitoring, and evaluation. The results of the study indicate that the implementation of SMK3 has been running in most elements, but there are still several aspects that need to be improved, especially in the consistency of documentation, training of health workers, and periodic evaluations. The conclusion of this study is that the implementation of SMK3 based on the Minister of Health Regulation No. 66 of 2016 plays an important role in creating a safe and healthy work environment, and requires management commitment and active participation of all workers so that its implementation can run optimally and sustainably
Hubungan Tingkat Stres terhadap Tekanan Darah pada pasien Hipertensi Lansia Noki Formike
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2710

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami lansia dan dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti stres. Tingkat stres yang tinggi dapat memicu peningkatan aktivitas saraf simpatis sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah pada pasien hipertensi lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi lansia. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 97 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Tingkat stres diukur menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden mengalami stres sedang sebanyak 45 responden (46,4%). Tekanan darah sistolik terbanyak berada pada kategori hipertensi tingkat 1 sebanyak 50 responden (51,5%), sedangkan tekanan darah diastolik terbanyak berada pada kategori hipertensi tingkat 1 sebanyak 46 responden (47,4%). Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara tingkat stres dengan tekanan darah sistolik (p-value = 0,000; V = 0,351) dan tekanan darah diastolik (p-value = 0,014; V = 0,267). Disarankan lansia hipertensi mampu mengelola stres dengan baik untuk membantu mengontrol tekanan darah dan mencegah komplikasi hipertensi. Kata Kunci : Tingkat Stres, Tekanan Darah, Hipertensi
Hubungan antara Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang Keluarga Berencana Pasca Persalinan dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi: Studi Dilakukan di Unit Pelaksana Teknis Daerah Puskesmas II Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat I Gusti Ayu Suciatmika; Ni Gusti Kompiang Sriasih; Ni Luh Putu Sri Erawati
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2714

Abstract

Knowledge is an internal factor influencing the selection of postpartum family planning. This study aims to determine the relationship between third trimester pregnant women's knowledge of postpartum family planning and their selection of contraceptive methods. This analytical correlation study used a cross-sectional approach, conducted from February to April 2026 with a sample size of 88 pregnant women. Sampling was performed using probability sampling with systematic random sampling, adhering to inclusion and exclusion criteria. The study results showed that the majority (83.6%) of third trimester preganant women had sufficient knowledge, a small minority (3.4%) had poor knowledge, and a majority (69.3%) had poor knowledge regarding service statements. The majority (77.3%) chose to use a contraceptive method. The chi-square test result obtained a p value = 0.024 (< 0.05). Health workers, especially midwives, are expected to optimize education and counseling on postpartum family planning so that pregnant women have a better understanding and are able to make appropriate decisions in choosing postpartum contraception for the sake of maternal health, child health, and family welfare.
LITERATURE REVIEW : MANFAAT PIJAT PERINEUM UNTUK MENGURANGI RISIKO TERJADINYA LASERASI PERINEUM SAAT PERSALINAN Ni Made Desi Dwijayani; Gusti Ayu Eka Utarini; Ni Wayan Suarniti
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2719

Abstract

Perineal rupture is a common complication of vaginal delivery, especially in primiparas. It can occur spontaneously (laceration) or through an episiotomy. Prevention can be achieved through Kegel exercises, optimal holding positions, prenatal yoga, and perineal massage. Perineal massage is a technique used to massage the perineal area from the third trimester of pregnancy until several weeks before delivery to increase tissue elasticity. Perineal massage is believed to increase the elasticity of the perineal muscles and tissues, thereby minimizing trauma during childbirth.The purpose of this study was to analyze the effectiveness of perineal massage in reducing the risk and severity of perineal rupture. An electronic literature search was conducted in PubMed, Google Scholar, and Scopus for the period 2020–2025 using the keywords "pijat perineum," "perineal massage," "perineal rupture," and "persuspit". Of the seven journals analyzed, perineal massage was shown to significantly reduce the incidence of second- and third-degree perineal rupture by 20–30% and increase maternal satisfaction during childbirth. Regular perineal massage performed by pregnant women in their third trimester has been shown to reduce the incidence of perineal rupture compared to those who did not perform perineal massage. Perineal massage is effective in reducing the incidence of perineal rupture during vaginal delivery. Perineal massage can be recommended as a non-pharmacological intervention for pregnant women in their third trimester to help prepare for a safer and more comfortable delivery.
HUBUNGAN KOMPONEN PENILAIAN AUSTRALASIAN TRIAGE SCALE (ATS) DENGAN OUTCOME KLINIS DAN LAMA WAKTU TUNGGU PASIEN KARDIOVASKULAR DI INSTALASI GAWAT DARURAT : LITERATURE REVIEW muhammadridho; Alamsyah, Fachmi; Sintya Wati, Putri
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2727

Abstract

ABSTRAK Ketepatan penilaian Australasian Triage Scale (ATS) pada pasien kardiovaskular di Instalasi Gawat Darurat sangat penting untuk menentukan prioritas pelayanan. Penilaian ATS yang tepat berpengaruh terhadap outcome klinis dan lama waktu tunggu pasien, sehingga perlu dianalisis hubungannya melalui literature review ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis hubungan antara komponen penilaian ATS dengan outcome klinis dan lama waktu tunggu pasien kardiovaskular di IGD melalui tinjauan literatur. Penelitian ini menggunakan desain literature review tradisional dengan menelaah artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data seperti Google Scholar dengan kata kunci yang mencakup triase ATS, penyakit kardiovaskular, outcome klinis, dan waktu tunggu. Kriteria inklusi meliputi artikel teks lengkap yang diterbitkan dalam rentang waktu terbaru dan membahas hubungan komponen ATS dengan efektivitas pelayanan. Hasil analisis dari berbagai studi menunjukkan bahwa penerapan ATS yang konsisten berhubungan signifikan dengan percepatan respon medis (response time) dan penurunan lama waktu tunggu. Pengetahuan dan keterampilan perawat dalam mengaplikasikan ATS menjadi faktor kunci dalam menentukan akurasi prioritas pasien. Meskipun efektif dalam menangani pasien dengan kegawatan tinggi (ATS 1 dan 2), beberapa studi mencatat adanya variasi dalam outcomeklinis yang dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti keterbatasan sumber daya, koordinasi antar unit, dan beban kerja di IGD. Terdapat hubungan yang kuat antara ketepatan penilaian ATS dengan efisiensi pelayanan gawat darurat pada pasien kardiovaskular. Pelatihan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan diperlukan untuk mempertahankan akurasi triase demi menjamin keselamatan pasien dan mutu layanan rumah sakit. Kata kunci : Australasian Triage Scale (ATS), Penyakit Kardiovaskular, Outcome Klinis, Waktu Tunggu, IGD. ABSTRACT Accurate Australasian Triage Scale (ATS) assessment of cardiovascular patients in the Emergency Department is crucial for determining service priority. Accurate ATS assessment impacts clinical outcomes and patient waiting times, necessitating an analysis of the relationship through this literature review. This study aims to examine and analyze the relationship between ATS assessment components and clinical outcomes as well as the length of waiting time for cardiovascular patients in the ED through a literature review. This research utilizes a traditional literature review design by reviewing relevant national and international scientific articles. The literature search was conducted via databases such as Google Scholar using keywords including ATS triage, cardiovascular disease, clinical outcomes, and waiting time. Inclusion criteria included full-text articles published within the latest timeframe that discussed the relationship between ATS components and service effectiveness. Analysis of various studies indicates that consistent ATS implementation is significantly associated with accelerated medical response times and reduced waiting periods. Nurses' knowledge and skills in applying ATS are key factors in determining the accuracy of patient prioritization. While effective in managing high-urgency patients (ATS 1 and 2), some studies noted variations in clinical outcomes influenced by external factors such as resource limitations, inter-unit coordination, and ED workload. There is a strong relationship between the accuracy of ATS assessments and the efficiency of emergency services for cardiovascular patients. Continuous training for healthcare professionals is necessary to maintain triage accuracy, ensuring patient safety and hospital service quality. Keywords: Australasian Triage Scale (ATS), Cardiovascular Disease, Clinical Outcome, Waiting Time, Emergency Department.
Prevalensi Kejadian Migrain pada Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Tingkat Akhir Universitas Harapan Bangsa Ivani, Naysilla Yuniar; Magenda Bisma Yudha; Surtiningsih
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2731

Abstract

Migrain merupakan salah satu keluhan neurologis yang sering dialami oleh mahasiswa dan dapat mengganggu produktivitas harian serta prestasi akademik. Berbagai studi menunjukkan bahwa mahasiswa kesehatan tahun akhir memiliki beban akademik yang tinggi, praktik klinis, dan tuntutan untuk menyelesaikan tugas akhir, sehingga mereka berisiko lebih tinggi mengalami migrain. Kondisi ini berpotensi mengurangi kualitas belajar, konsentrasi, dan prestasi akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prevalensi migrain pada mahasiswa keperawatan anestesi tahun akhir di Universitas Harapan Bangsa Purwokerto. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari mahasiswa keperawatan anestesi tahun akhir, dengan ukuran sampel 150 responden yang dipilih menggunakan sampling acak berstrata. Alat yang digunakan adalah Migraine Screen Questionnaire (MS-Q). Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi karakteristik responden dan insidensi migrain. Hasil Uji statistik yang dilakukan untuk menentukan insidensi migrain menunjukkan bahwa berdasarkan usia, 34 responden (23,3%) berusia 20-23 tahun mengalami migrain. Berdasarkan jenis kelamin, terdapat 5 responden laki-laki (11,4%) yang mengalami migrain dan 30 responden perempuan (28,3%) yang mengalami migrain. Studi ini menunjukkan bahwa migrain paling sering dialami oleh perempuan dalam kelompok usia 20-23 tahun. Kesimpulan: Migrain lebih sering dialami oleh perempuan dalam kelompok usia 20-23 tahun. Sehingga dapat disimpulkan Migrain lebih sering dialami oleh mahasiswa keperawatan anestesiologi tahun akhir, dengan prevalensi yang lebih tinggi di kalangan wanita dewasa muda. Upaya promosi dan pencegahan diperlukan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam mengendalikan faktor risiko migrain.
HUBUNGAN KETERSEDIAAN TEMPAT SAMPAH DENGAN PERILAKU MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN PADA SISWA DI LINGKUNGAN SEKOLAH DI SD 100 KENDARI Siti Rabani Karimuna; fadila482, rahma; Defriani; Dilla Puspita Sari; Hutri Amelia
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2732

Abstract

Permasalahan sampah di lingkungan sekolah masih menjadi salah satu masalah kesehatan lingkungan yang dapat memengaruhi kenyamanan dan kesehatan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketersediaan tempat sampah dengan perilaku membuang sampah sembarangan pada siswa di SD 100 Kendari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 31 siswa kelas IV dan V. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value sebesar 0,011 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara ketersediaan tempat sampah dengan perilaku membuang sampah sembarangan pada siswa. Semakin baik ketersediaan tempat sampah, maka semakin baik perilaku siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Penelitian ini menunjukkan bahwa penyediaan fasilitas tempat sampah yang memadai penting untuk mendukung perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA PLANTAR FASCIITIS SINISTRA DI RUMAH SAKIT Tk.II dr.SOEDJONO MAGELANG Arimbi, Madega; Yudha Wahyu Putra; Amalia Solichati Rizqi
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2735

Abstract

ABSTRAK Plantar fasciitis merupakan gangguan muskuloskeletal yang sering menyebabkan nyeri tumit dan keterbatasan aktivitas fungsional pada pasien. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup apabila tidak ditangani secara tepat melalui intervensi fisioterapi yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penatalaksanaan fisioterapi pada plantar fasciitis sinistra di Rumah Sakit Tk.II dr.Soedjono Magelang. Metode penelitian menggunakan studi kasus (case report) dengan enam kali sesi intervensi pada bulan Februari 2026. Pemeriksaan dilakukan menggunakan Numerical Rating Scale (NRS), Manual Muscle Testing (MMT), goneometer, dan Foot and Ankle Disability Index (FADI). Intervensi yang diberikan berupa kombinasi Infrared, Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), dan exercise. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan nyeri diam dari skala 4 menjadi 2, nyeri tekan dari 8 menjadi 5, dan nyeri gerak dari 7 menjadi 5. Kekuatan otot ankle meningkat dari nilai 3 menjadi 4, lingkup gerak sendi ankle mengalami peningkatan, serta kemampuan fungsional berdasarkan skor FADI meningkat dari 22,1% menjadi 88,5%. Disarankan pasien menggunakan alas kaki yang nyaman serta rutin melakukan latihan untuk mencegah kekambuhan plantar fasciitis. ABSTRACT Plantar fasciitis is one of the most common musculoskeletal disorders causing heel pain and functional activity limitations in patients. This condition may reduce quality of life if not treated properly through comprehensive physiotherapy interventions. This study aimed to determine the effectiveness of physiotherapy management in patients with left plantar fasciitis at Tk. II dr. Soedjono Hospital, Magelang. The research method used a case report design with six intervention sessions conducted in February 2026. Assessments were performed using the Numerical Rating Scale (NRS), Manual Muscle Testing (MMT), goniometer, and Foot and Ankle Disability Index (FADI). The interventions consisted of a combination of Infrared therapy, Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), and exercise. The results showed a decrease in resting pain from scale 4 to 2, tenderness pain from 8 to 5, and movement pain from 7 to 5. Ankle muscle strength increased from grade 3 to 4, ankle range of motion improved, and functional ability based on the FADI score increased from 22.1% to 88.5%. It is recommended that patients use comfortable footwear and routinely perform exercises to prevent recurrence of plantar fasciitis.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS LOW BACK PAIN MYOGENIC DI KLINIK GFRR KARANGANYAR Syafitri, Adristi Fadila; Yudha Wahyu Putra; Amalia Solichati Rizqi
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2736

Abstract

ABSTRAK Low Back Pain Myogenic adalah gangguan fungsi otot-otot lumbal yang disebabkan oleh aktivitas berulang, seperti mempertahankan posisi duduk dalam waktu yang berkepanjangan, berdiri dengan jangka waktu yang panjang, atau membawa benda berat dalam posisi yang tidak ergonomis, kondisi ini ditandai dengan rasa nyeri tumpul yang tidak menjalar ke ekstremitas bawah. Prevalensi Low Back Pain (LBP) pada individu dewasa mencapai angka 50–80%, di mana sebagian besar populace mengalami setidaknya sekali seumur hidup, dengan populasi usia kerja sebagai kelompok paling rentan yang menjadi penyebab kecacatan tertinggi secara global. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian TENS, Infra Red , dan Core Stability dalam peningkatan kekuatan otot (MMT), peningkatan lingkup gerak sendi (LGS), peningkatan kemampuan fungsional dan berperan dalam mengurangi nyeri. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada pasien dengan Low Back Pain Myogenic yang dilakukan di Klinik GFRR Karanganyar selama periode 5 Januari sampai 31 Januari 2026. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan mobilisasi sendi, peningkatan kekuatan otot, peningkatan kemampuan fungsional serta penurunan nyeri pada pasien dengan diagnosis Low Back Pain Myogenic. Pasien disarankan untuk menjalani terapi secara rutin dua kali dalam seminggu, melakukan olahraga secara teratur, menurunkan berat badan, mengurangi aktivitas yang berlebihan, serta memperoleh waktu istirahat yang cukup. ABSTRACT Myogenic low back pain is a dysfunction of the lumbar muscles caused by repetitive activities, such as maintaining a seated position for prolonged periods, standing for long periods, or carrying heavy objects in non-ergonomic positions; this condition is characterized by a dull pain that does not radiate to the lower extremities. The prevalence of Low Back Pain (LBP) in adults reaches 50–80%, with the majority of the population experiencing it at least once in their lifetime; the working-age population is the most vulnerable group and accounts for the highest rate of disability globally. This study aims to determine the effectiveness of TENS, Infrared therapy, and Core Stability exercises in improving muscle strength (MMT), increasing range of motion (ROM), enhancing functional ability, and reducing pain. This study employed a case study method on patients with Myogenic Low Back Pain conducted at the GFRR Clinic in Karanganyar from January 5 to January 31, 2026. The results demonstrated improved joint mobility, increased muscle strength, enhanced functional ability, and reduced pain in patients diagnosed with Myogenic Low Back Pain. Patients are advised to undergo therapy regularly twice a week, exercise regularly, lose weight, reduce excessive activity, and get adequate rest.
Efektivitas Penggunaan Sambiloto (Andrographis paniculata) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Mencit (Mus musculus) Model Hipertensi M.Masyhur Billah, Afiq Ichsanuddin Billah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan tingkat morbiditas dan mortalitas tinggi yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, stroke, dan gagal ginjal. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa sekitar 1,28 miliar orang dewasa di dunia menderita hipertensi dan di Indonsia menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi hipertensi mencapai 34,1% pada penduduk usia ≥18 tahun dengan sebanyak 13,3% penderita hipertensi tidak mengonsumsi obat serta 32,3% tidak rutin minum obat antihipertensi, sehingga kepatuhan pengobatan hipertensi di Indonesia masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian ekstrak sambiloto terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada mencit (Mus musculus) model hipertensi. Metode yang digunakan adalah true experimental dengan desain post-test only control group design pada mencit jantan di bawah induksi NaCl 8%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak sambiloto berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik (p < 0,05). Berdasarkan analisis deskriptif, dosis 30 mg/kgBB menunjukkan efektivitas paling baik karena nilainya paling mendekati kelompokkontrol negatif. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa ekstrak sambiloto (Andrographis paniculata) berpotensi sebagai terapi herbal alternatif dalam membantu menurunkan tekanan darah pada mencit hipertensi.