cover
Contact Name
Henny Syapitri
Contact Email
heny_syahfitri86@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
ISSN : 25361475     EISSN : 2527712X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Analis Laboratorium Medik provides a forum for publishing the novel technologies and knowledge related to the medical laboratory technology. Scientific articles dealing with the following topics in medical laboratory technology.
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
PEMERIKSAAN KADAR TRIGLISERIDA PADA PASIEN DENGAN DM TIPE 2 YANG BERKUNJUNG DI RS SINAR HUSNI Annisa Salsabila; Fitri Handayani Siregar; Devi Frisca Nanda Nasution; Ikhsan Ibrahim Pohan; Sabina Dwi Ananda
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 11 No 1 (2026): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v11i1.6170

Abstract

Latar belakang: Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 merupakan gangguan metabolik yang berisiko tinggi memicu komplikasi kardiovaskular akibat dislipidemia. Tujuan: untuk mengetahui gambaran kadar trigliserida pada pasien DM Tipe 2 di RS Sinar Husni. Metode: yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian sebanyak 30 responden diambil menggunakan teknik consecutive sampling di Laboratorium Patologi Klinik RS Sinar Husni. Hasil: menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan (60%) dan berada pada kelompok usia ≥ 45 tahun (87%). Sebanyak 18 pasien (60%) memiliki kadar trigliserida tinggi (> 150 mg/dL), dan ditemukan hubungan yang signifikan antara faktor usia dengan peningkatan kadar trigliserida (p = 0,045). Kesimpulan: sebagian besar penderita DM Tipe 2 di RS Sinar Husni mengalami hipertrigliseridemia yang meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Disarankan bagi pihak rumah sakit untuk melakukan pemantauan profil lipid secara rutin dan memberikan edukasi diet ketat bagi pasien diabetes.
HUBUNGAN USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN KEJADIAN HIPERURISEMIA PADA LANSIA DI PUSKESMAS GAMPING 1 Khunaiful Azzam; Arifiani Agustin Amalia; Aji Bagus Widyantara
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 11 No 1 (2026): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v11i1.6214

Abstract

Latar belakang: Hiperurisemia adalah kondisi di mana kadar asam urat dalam darah melebihi batas normal. Salah satu kelompok yang rentan terkena penyakit hiperurisemia adalah lansia. Jenis kelamin dan usia menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi risiko Hiperurisemia. Puskesmas Gamping 1 secara aktif melakukan pemeriksaan enzimatik pada lansia dengan faktor risiko hiperurisemia, serta pada lansia yang telah terdiagnosis hiperurisemia sebagai bagian dari upaya deteksi dini, diagnosis, dan pemantauan hiperurisemia pada Masyarakat. Tujuan: untuk mengetahui hubungan usia dan jenis kelamin dengan kejadian hiperurisemia pada lansia di puskesmas gamping 1, Yogyakarta Metode: secara analitik observasional dengan jenis pendekatan cross-sectional pada 253 responden secara total sampling di Labkes Puskesmas Gamping 1. Alat instrumen berupa komputer laboratorium untuk mengumpulkan data responden dan SPSS untuk menganalisis data secara statistik inferensial untuk mengetahui kejadian hiperurisemia. Kadar asam urat diukur dengan metode enzimatik. Hasil: Kejadian hiperurisemia lebih tinggi pada lansia usia ≥70 tahun (37,2%) dibanding usia 60–69 tahun (34,1%). Berdasarkan jenis kelamin, proporsi hiperurisemia pada laki-laki lebih tinggi (43,5%) daripada perempuan (30,4%). Kesimpulan:   Uji Chi-Square menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara usia dengan hiperurisemia (p=0,431; p>0,05). Namun, terdapat hubungan bermakna antara jenis kelamin dengan kejadian hiperurisemia (p=0,037; p<0,05).
HUBUNGAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU DAN LAJU ENDAP DARAH (LED) PADA PENDERITA TUBERCULOSIS (TB) PARU : Indonesia Rita Permatasari; Fuji Verdian Putra; Marisa Marisa; Tuty Budiawaty
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 11 No 1 (2026): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v11i1.5871

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis Paru (TB Paru) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. TB Paru tiga kali lebih mungkin ditemukan pada penderita Diabetes Melitus (DM) karena sistem imun yang lemah. Nilai LED umumnya tetap dalam batas normal pada penyakit infeksi lokal ringan atau infeksi akut. Sebaliknya, LED meningkat tajam pada tuberkulosis, infeksi kronis, demam rematik, radang sendi, dan nefritis. Tujuan: untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan yang bermakna antara kadar glukosa darah dengan laju endap darah (LED) pada penderita tuberkulosis (TB) paru di Puskesmas Kota Tembilahan. Metode: penelitian analitik observasional dengan metode pendekatan cross sectional dengan sampel penelitian sebanyak 30 orang penderita yang terdiagnosis TB Paru. Sampel sebanyak 30 pasien akan dilakukan pemeriksaan glukosa darah metode spektrofotometer dan LED metode westergreen. Hasil: Berdasarkan hasil analisis data SPSS dengan uji korelasi diperoleh nilai p sebesar 0,166 > 0,05 yang berarti tidak ada hubungan dan tingkat korelasi lemah sebesar -0,259. Kesimpulan:   Tidak terdapat hubungan   antara kadar gula darah puasa dengan pemeriksaan LED pada pasien dengan diagnosis tuberkulosis paru.
HUBUNGAN KADAR ENZIM HEPAR PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RS MITRA MEDIKA TANJUNGMULIA Fitri Handayani Siregar; Sri Muri Dasa Wardhani; Trisna Elisabeth Lumban Gaol; Reza Maulana
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 11 No 1 (2026): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v11i1.6171

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 merupakan gangguan metabolik kronis yang dapat memicu komplikasi pada berbagai organ, termasuk hati. Peningkatan kadar enzim SGOT dan SGPT merupakan indikator adanya kerusakan sel hepatosit yang sering ditemukan pada pasien DM akibat perlemakan hati. Tujuan: Mengetahui hubungan antara kejadian DM Tipe 2 dengan kadar enzim hepar (SGOT dan SGPT) di RS Mitra Medika Tanjung Mulia. Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 60 pasien DM Tipe 2 yang diambil secara purposive sampling. Data diperoleh dari pemeriksaan laboratorium (data primer). Hasil: Analisis univariat menunjukkan mayoritas pasien memiliki kadar SGOT/SGPT di atas normal. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kondisi DM Tipe 2 dengan peningkatan enzim hepar. Kesimpulan: Pasien DM Tipe 2 di RS Mitra Medika Tanjung Mulia memiliki risiko tinggi mengalami gangguan fungsi hati.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE PEDAGANG IKAN TERHADAP JAMUR Trichophyton sp PADA JARI KAKI DI PASAR TRADISIONAL Halya Asa Rinzana; Sresta Azahra; Maria Eka Suryani
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 11 No 1 (2026): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v11i1.6332

Abstract

Latar belakang: Tinea pedis merupakan infeksi jamur superfisial yang sering menyerang sela-sela jari kaki dan umumnya disebabkan oleh jamur dermatofita, terutama Trichophyton sp. Kondisi lingkungan kerja yang basah dan lembab serta personal hygiene yang kurang baik dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi ini, khususnya pada pedagang ikan di pasar tradisional. Tujuan: untuk mengetahui hubungan personal hygiene pedagang ikan terhadap pertumbuhan jamur Trichophyton sp pada sela-sela jari kaki di pasar tradisional. Metode: Jenis penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 pedagang ikan yang diambil secara purposive sampling. Pemeriksaan dilakukan melalui kerokan kulit sela-sela jari kaki yang terinfeksi, kemudian dilakukan kultur pada media Sabouraud Dextrose Agar dan identifikasi mikroskopis dengan teknik kultur slide. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 responden (16,7%) teridentifikasi positif jamur Trichophyton sp dan mayoritas responden memiliki personal hygiene baik (90%). Selain Trichophyton sp, ditemukan jamur lain seperti Aspergillus sp, Penicillium sp, Fusarium sp, Mucor sp, Rhizopus sp, dan Candida sp. Kesimpulan: Hasil analisis statistik menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p value sebesar 0,414 (>0,05), sehingga disimpulkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara personal hygiene pedagang ikan dengan pertumbuhan jamur Trichophyton sp pada sela-sela jari kaki.
EKSTRAK DAUN JATI SEBAGAI PEWARNA ALTERNATIF TELUR PARASIT SOIL TRANSMITTED HELMINTHS (STH) Sanna Kamisna Royani Purba; Radina Yuni Mahesa Ginting
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 11 No 1 (2026): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v11i1.6479

Abstract

Latar Belakang : (Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan negara berkembang. Diagnosis infeksi STH umumnya dilakukan melalui pemeriksaan mikroskopis feses dengan identifikasi morfologi telur cacing. Penggunaan pewarna sintetis, seperti eosin 2%, berperan penting dalam meningkatkan kontras preparat sehingga memudahkan identifikasi telur, diperlukan alternatif pewarna alami yang lebih ekonomis, mudah diperoleh, dan ramah lingkungan. Daun jati (Tectona grandis L.f.) diketahui mengandung pigmen alami berupa antosianin, flavonoid, tanin, dan senyawa fenolik yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pewarna biologis. Sampel penelitian berupa preparat feses positif yang mengandung telur Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, dan cacing tambang. Tujuan: mengetahui efektivitas ekstrak daun jati sebagai pewarna alternatif pada pemeriksaan mikroskopis telur Soil Transmitted Helminths Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium (true experimental design) dengan rancangan Posttest Only Control Group Design.  Teknik sampling menggunakan Purposive Sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang telah ditetapkan peneliti. Hasil:  Analisis deskriptif kualitatif menunjukkan bahwa zat warna alami dari ekstrak daun jati (Tectona grandis Linn. f) konsentrasi 1:1 memiliki kemampuan afinitas yang selektif terhadap jenis telur Soil Transmitted Helminths (STH) yang diuji. Kesimpulan: Ekstrak daun jati (Tectona grandis Linn. f) konsentrasi 1:1 efektif digunakan sebagai zat warna alternatif alami dalam pemeriksaan morfologi telur parasit Soil Transmitted Helminths (STH) pada sampel feses manusia khususnya pada spsies Trichiuris trichiura dan hookworm. Namun, pewarnaan ini kurang efektif pada struktur dinding sel luar telur Ascaris lumbricoides.
EFEKTIVITAS BULU JAGUNG PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TYPE 2 Radina Yuni Mahesa Ginting; Sanna Kamisna Royani Purba
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 11 No 1 (2026): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v11i1.6483

Abstract

Latar belakang: Kondisi hiperglikemia yang berlangsung dalam waktu lama dapat menyebabkan berbagai komplilasi baik mikro dan makrovaskular, sehingga diabetes mellitus memerlukan pengelolaan secara berkelanjutan. Diabetes mellitus tipe 2 merupakan jenis diabetes yang paling banyak ditemukan dan erat kaitannya dengan resistensi insulin dan penurunan sel beta pankreas. Selain terapi konvensial, pemanfaatan tanaman obat sebagai terapi komplementer sehingga tanaman berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber bahan alam yang memiliki aktivitas biologis dan salah satunya bulu jagung, Bulu jagung merupakan bagian dari tanaman jagung (Zea mays L), dan dimanfaatkan sebagai bahan herbal karana mengandung flavonoid, fenolik, tanin, saponin, alkaloid, sehingga memiliki aktivitas biologis, termasuk aktivitas antioksidan yang berkaitan dengan metabolism glukosa. Tujuan: Mengetahui efektivitas pemberian seduhan bulu jagung (Zea mays L.) terhadap perubahan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus tipe Metode: : Penelitian menggunakan metode kuantitatif desain one-group pretest-posttest. Sampel penelitian 10 orang penderita diabetes mellitus tipe 2 berdasarkan kriteria penelitian. Pemeriksaan kadar glukosa darah dilakukan sebelum dan sesudah pemberian seduhan bulu jagung, dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui perubahan kadar glukosa darah Hasil: Diperoleh hasil kadar gula darah sebelum pemberian seduhan bulu jagung adalah 232,6 mg/dL, dan setelah pemberian turun menjadi 193,0 mg/dL. Dengan rata-rata penurunan kadar glukosa darah 16,86%. Seluruh responden sejumlah 10 orang (100%) mengalami penurunan glukosa darah setelah perlakuan. Kesimpulan: Pemberian seduhan bulu jagung (Zea mays L.) memberikan penurunan kadar glukosa darah. Bulu jagung berpotensi dikembangkan sebagai terapi komplementer, namun diperlukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar, kelompok kontrol, serta analisis statistik untuk memastikan efektivitas dan keamanan penggunaannya.