cover
Contact Name
Henny Syapitri
Contact Email
heny_syahfitri86@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
ISSN : 25361475     EISSN : 2527712X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Analis Laboratorium Medik provides a forum for publishing the novel technologies and knowledge related to the medical laboratory technology. Scientific articles dealing with the following topics in medical laboratory technology.
Arjuna Subject : -
Articles 231 Documents
IDENTIFIKASI MIKROBA PADA TOILET PASAR AMONG TANI DAN BATU TOWN SQUARE KOTA WISATA BATU Sari, Chantika Putri Indah; Mahtuti, Erni Yohani; Faisal, Faisal
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Toilet umum merupakan fasilitas yang rentan terhadap kontaminasi mikroorganisme akibat tingginya frekuensi penggunaan serta variasi perilaku pengguna. Tujuan: untuk mengetahui keberadaan mikroba pada toilet umum di Pasar Among Tani dan Batu Town Square, Kota Wisata Batu. Metode: teknik swab pada permukaan kloset, kemudian sampel diperiksa secara mikroskopis untuk mengidentifikasi keberadaan mikroba. Sebanyak 11 sampel diambil dari masing-masing lokasi. Pemeriksaan laboratorium dilakukan di STIKes Maharani menggunakan pewarnaan giemsa dan mikroskop cahaya dengan perbesaran 40x. Hasil: pemeriksaan menunjukkan bahwa pada toilet Pasar Among Tani ditemukan cacing sebanyak 7, bakteri 3, dan kristal 1. Sementara pada toilet Batu Town Square ditemukan cacing 2, bakteri 6, dan kristal 3. Perbedaan hasil tersebut menunjukkan bahwa toilet Pasar Among Tani lebih banyak terkontaminasi cacing, sedangkan Batu Town Square lebih tinggi jumlah bakteri dan kristalnya. Faktor sanitasi, kebersihan lingkungan, pengelolaan fasilitas, serta jenis dan frekuensi penggunaan toilet diduga berpengaruh terhadap tingkat kontaminasi. Toilet di area pasar memiliki risiko lebih tinggi terhadap paparan patogen karena padatnya pengguna serta rendahnya standar kebersihan. Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan manajemen sanitasi dan edukasi kebersihan pada fasilitas toilet umum agar dapat meminimalkan risiko penyebaran penyakit pada lingkungan umum.
IDENTIFIKASI MUTASI GEN TRANSCRIPTION FACTOR 7 LIKE 2 (TCF7L2) SNP RS7901695 PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE-2 MENGGUNAKAN PCR Azhar, Risya Auliya’ Putri; Mushlih, Miftahul
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Diabetes Melitus Tipe-2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis yang dipengaruhi oleh faktor genetik, salah satunya adalah mutasi pada gen TCF7L2, khususnya SNP rs7901695. Tujuan: untuk mendeteksi mutasi SNP rs7901695 pada penderita DMT2. Metode: Polymerase Chain Reaction (PCR) secara langsung yang sederhana dan efisien. Sebanyak 30 sampel darah pasien DMT2 dianalisis menggunakan primer spesifik untuk alel T (177 bp) dan alel C (367 bp). Sebagian besar pasien berada pada kelompok usia 50-59 tahun, yang mengindikasikan pentingnya deteksi dini pada usia produktif. Hasil: elektroforesis menunjukkan 28 sampel (93,3%) memiliki genotipe heterozigot TC dan 2 sampel (6,7%) genotipe homozigot TT, tanpa adanya genotipe CC. Kesimpulan: PCR langsung dapat digunakan sebagai metode awal yang efektif dan ekonomis dalam identifikasi mutasi genetik DMT2, serta mendukung skrining genetik berbasis populasi untuk pencegahan yang lebih personal.
GAMBARAN KADAR SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase) PADA PEROKOK AKTIF DI DUSUN II DESA KEDAI DURIAN KECAMATAN DELITUA Hardiansyah, Dimas; Suharsih, Suharsih; Parinduri, Junaidi; Sofyan, Nurul Amalia; Sitepu, Nova Eininta
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan laporan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013, proporsi perokok telah mencapai angka 29,3% dan jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun 2010 sebesar 28,2%. Merokok meningkatkan resiko gangguan hepar bagi perokok aktif maupun perokok pasif. SGPT merupakan enzim yang dalam keadaan normal memiliki kadar yang tinggi dalam sel hati, jika terjadi peningkatan yang dominan dari kadar enzim ini, maka ada kemungkinan terjadi suatu proses yang mengganggu sel hati. Bila hati mengalami kerusakan, enzim SGPT akan dilepas ke dalam darah sehingga terjadi peningkatan kadar enzim SGPT dalam darah. SGPT atau ALT adalah enzim yang mengkatalis kelompok amino dalam siklus krebs untuk menghasilkan energy ke jaringan. Pada kerusakan sel hati, kadar SGPT dalam serum dipastikan meninggi dan menjadi indikator kerusakan tersebut. Tujuan: Mengetahui Kadar SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase) Pada Perokok Aktif di Dusun II Desa Kedai Durian Kecamatan Delitua.. Metode: Penelitian deskriptif dengan pengambilan darah vena sewaktu dan mengidentifikasi perbedaan kadar SGPT berdasarkan riwayat merokok Hasil: Kadar SGPT normal pada perokok aktif yang merokok 1-10 batang/hari, terdapat peningkatan hasil SGPT paada perokok aktif yang merokok 10-20 batang/hari dan pada perokok aktif yang merokok >20 batang/hari Kesimpulan:Terdapat peningkatan kadar SGPT pada perokok aktif yang merokok >20 batang/hari
KORELASI KADAR GLUKOSA DARAH DENGAN HITUNG JENIS LEUKOSIT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD BAHTERAMAS KOTA KENDARI SULAWESI TENGGARA Surida, Wa Ode; Faisal, Imam Agus; Pangesti, Ira
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat resistensi insulin. Hiperglikemia kronis memicu peradangan sistemik yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, pengukuran glukosa darah dan jumlah leukosit sangat penting untuk menilai status metabolik dan imunologi pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kadar glukosa darah dengan hitung jenis leukosit pada penderita DM tipe 2 di RSUD Bahteramas Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan menggunakan data sekunder dari 53 pasien DMT2 di RSUD Bahteramas Kota Kendari. Data berupa hasil pemeriksaan glukosa darah dan hitung jenis leukosit dari rekam laboratorium. Analisis dilakukan dengan uji Shapiro-Wilk dan korelasi Spearman Rank menggunakan SPSS. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki kadar glukosa darah ≥200 mg/dL. Jumlah neutrofil rata-rata lebih tinggi dibandingkan jenis leukosit lainnya. Hasil uji Spearman menunjukkan bahwa akumulasi neutrofil berkorelasi positif signifikan dengan kadar glukosa darah (r = 0,413; p = 0,002), sementara akumulasi eosinofil berkorelasi negatif signifikan (r = -0,290; p = 0,035). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar glukosa darah dengan beberapa jenis leukosit.
HISTOPATOLOGI HEPAR Rattus norvegicus YANG DIBERI MADU PASKA INDUKSI MINUMAN BERENERGI Arabella, Exyananda Clorinda; Sayekti, Fitria Diniah Janah
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minuman suplemen yang beredar dimasyarakat mengandung senyawa yang dapat menimbulkan adiksi dan hepatotoksik. Honeybee atau madu adalah bahan yang secara empiris dimanfaatkan di masyarakat yang memiliki berbagai kandungan senyawa metabolit sekunder. Penelitian ini berguna untuk melihat gambaran histologi hepar tikus putih yang diberi madu dengan konsentrasi 20% setelah perlakuan minuman berenergi. Hewan uji yang digunakan dalam penelitian sebanyak 25 ekor. Hasil makroskopis memperlihatkan bahwa organ hepar berwarna merah kecoklatan, tekstur kenyal dan ukuran cukup bervariasi namun tidak ada perbedaan antara kelompok. Hasil pengamatan mikroskopis memperlihatkan perubahan sel berupa degenerasi dan nekrosis. Uji ANOVA didapatkan nilai sig yaitu 0,393 (≥ 0,05), yang berarti pemberian madu menunjukkan perbaikan histopatologi hepar tikus putih setelah diberi tambahan minuman berenergi
IDENTIFIKASI JAMUR Candida albicans PADA SALIVA PEROKOK KONVENSIONAL PEKERJA TAMBANG Sresta Azahra; Niswatun Nur Azizah; Eka Farpina; Supri Hartini
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 11 No 1 (2026): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v11i1.5932

Abstract

Latar belakang: Rokok konvensional terbuat dari daun tembakau yang digunakan secara dibakar, dihisap atau dikunyah. Merokok dapat meningkatkan potensi terkena kandidiasis oral (mukosa mulut) karena asap rokok mengandung bahan toksik dan memicu infeksi jamur Candida albicans yang menyebabkan kondensasi oleh asap rokok. Kandidiasis oral disebabkan oleh jamur Candida albicans.  Tujuan: penelitian mengidentifikasi jamur Candida albicans pada saliva perokok konvensional pekerja tambang. Metode: observasional deskriptif. Variabel tunggal dari penelitian ini adalah jamur Candida albicans pada saliva perokok konvensional pekerja tambang. Sampel yang digunakan sebanyak 25 sampel dengan teknik total sampling dengan prosedur pemeriksaan makroskopis (media SDA dan media Chrome agar), mikroskopis (LPCB dan germ tube) dan analisis data univariat. Hasil: observasi pertumbuhan jamur Candida albicans pada saliva perokok konvensional pekerja tambang terdapat 8 sampel (32%) yang positif jamur Candida albicans. Distribusi frekuensi pertumbuhan jamur Candida albicans berdasarkan usia terbanyak pada usia 17-25 tahun 15 sampel (60%), durasi merokok terbanyak selama 6-15 tahun 18 sampel (72%), dan frekuensi sikat gigi terbanyak pada 2 kali sehari 23 sampel (92%). Kesimpulkan: bahwa terdapat pertumbuhan jamur Candida albicans pada saliva perokok konvensional pekerja tambang.
HUBUNGAN KADAR TIMBAL DALAM DARAH DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA PERILAKU MEROKOK PEKERJA BENGKEL SEPEDA MOTOR Nathasya Julyarti Bamin; Isnin Auliah Ulfah Mu’awanah; Chairil Anwar
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 11 No 1 (2026): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v11i1.5933

Abstract

Latar belakang: Timbal disebut dengan timah hitam atau plumbum merupakan polutan berbahaya yang terdapat di udara bentuk partikel dalam debu logam. Timbal adalah salah satu logam berat yang dikategorikan sebagai Bahan Bahaya Beracun (B3) yang ditemukan dalam asap kendaraan dan juga timbal biasanya dicampuri untuk meningkatkan kinerja kendaraan. Pekerja bengkel motor merupakan salah satu kelompok yang beresiko terkena paparan timbal. Timbal yang terakumulasi dalam tubuh dapat berkaitan dengan eritrosit akan menghambat proses biologis yang dimana akan menganggu pembentukan hemoglobin Tujuan: untuk mengetahui hubungan kadar timbal dengan kadar hemoglobin pada pekerja bengkel sepeda motor di Gamping, Yogyakarta. Metode: secara deskriptif analitik dengan jenis pendekatan cross-sectional pada 18 responden yang memenuhi kriteria inklusi, penelitian ini dilakukan di BB Labkes (Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat). Alat instrumen berupa kuesioner untuk mengumpulkan data responden dan SPSS untuk menganalisis data secara statistik inferensial untuk mengetahui kadar timbal dengan kadar hemoglobin. Kadar timbal diukur dengan metode Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) dan kadar hemoglobin diukur dengan metode cyanide-free. Hasil: Hasil kadar timbal semua responden berkisar <1,0 hingga 14,856 µg/l, sementara kadar hemoglobin berkisar 11,0 hingga 18,0 g/dl. Kesimpulan: berdasarkan uji Rank Spearman diperoleh nilai signifikansi 0,462 dan korelasi koefisien (r)=0,185 (>0,05) artinya tidak ada hubungan antara kadar timbal dengan kadar hemoglobin.
GAMBARAN PROFIL LIPID PASIEN INFARK MIOKARD AKUT (IMA) DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI YOGYAKARTA TAHUN 2024 Devi Devi; Chairil Anwar; Aji Bagus Widyantara
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 11 No 1 (2026): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v11i1.5979

Abstract

Latar belakang: Infark miokard akut (IMA) termasuk ke dalam penyakit kardiovaskular, terjadi akibat berkurangnya pasokan darah karena terjadinya penyempitan arteri koroner yang disebabkan aterosklorosis sehingga, membuat suplai dan kebutuhan oksigen pada jantung tidak tercukupi. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pedekatan cross-sectional. Hasil: pada penelitian ini didapatkan hasil frekuensi penderita IMA terbanyak pada jenis kelamin laki-laki 55 (69,6%) pasien dan 24 (30,4%) orang berjenis kelamin perempuan. Frekuensi berdasarkan usia usia 36-45 tahun sebanyak 8 (10,1%) pasien, usia 46-55 tahun  14 (17,7%) pasien, usia 56-65 tahun 30 (38%) pasien, usia 66-75 tahun 20 (25,3%) pasien dan usia >75 tahun 7 (25,3%) pasien. Frekuensi kadar kolesterol total didapatkan kadar kolesterol total rendah sebanyak 6 (7.9%) pasien,  normal 24 (30.4%) pasien, dan tinggi 49 (62%) pasien. Frekuensi kadar LDL didapatkan kadar LDL normal 15 (19%) pasien dan tinggi 64 (81%) pasien. Frekuensi kadar HDL didapatkan kadar HDL normal sebanyak 46 (58.2%) pasien, rendah sebanyak 33 (58.2%) pasien. Frekuensi kadar trigliserida didapatkan kadar trigliserida rendah sebanyak 2 (2.5%), normal 31 (39.2) pasien dan tinggi 46 (58.%) pasien. Kesimpulan: Kelompok jenis kelamin terbanyak yaitu pada laki-laki berjumlah 55 (69,6%) pasien. Kelompok usia terbanyak terdapat pada kelompok usia usia 56-65 tahun berjumlah 30 (38%) pasien. Kadar kolesterol total terbanyak pada kelompok kadar tinggi berjumlah 49 (62%) pasien. Kadar LDL terbanyak pada kriteria kadar tinggi berjumlah 64 (81%) pasien. Kadar HDL terbanyak pada kriteria kadar normal berjumlah 46 (58,2%) pasien. Kadar trigliserida terbanyak pada kriteria kadar tinggi berjumlah 46 (58.%) pasien. Terdapat peningkatan pada kolesterol total, LDL, trigliserida dan HDL yang normal.
HUBUNGAN TEKANAN DARAH DAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD NYI AGENG SERANG TAHUN 2024 Wahyuni Fanlai; Arif Bimantara; Farida Noor Irfani
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 11 No 1 (2026): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v11i1.5994

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 bisa dikatakan penyakit serius yang ditandai dengan hiperglikemia akibat masalah sekresi atau fungsi insulin dan berpotensi menyebabkan komplikasi, salah satunya hipertensi atau dikenal dengan tekanan darah tinggi. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara jumlah glukosa darah dan tekanan darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Nyi Ageng Serang Yogyakarta Tahun 2024. Metode: metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel diperoleh dengan purposive sampling dan total sampel sebanyak 94 responden. Data sekunder diperoleh dari data periode tahun 2024 di Rumah Sakit Umum Daerah Nyi Ageng Serang Yogyakarta. Data penelitian dianalisis dengan metode univariat untuk karakteristik responden dan bivariat untuk hubungan antara diabetes melitus dengan hipertensi menggunakan SPSS versi 26. Hasil: menunjukkan bahwa berdasarkan usia dan jenis kelamin dari 94 total sampel pasien, paling banyak adalah pasien perempuan pada kelompok usia lanjut yaitu >65 tahun sebanyak 20 orang (21,3%). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara hipertensi dengan tingkat glukosa darah dimana mayoritas sampel pasien memiliki kadar glukosa darah tidak terkontrol dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) sebanyak 61 orang (64,9%). Disarankan agar rumah sakit meningkatkan pemantauan rutin kadar glukosa darah dan tekanan darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 serta memperkuat edukasi terkait pengendalian gaya hidup. Penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel pola makan, aktivitas fisik, dan durasi penyakit untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif.
PEMERIKSAAN KOLESTROL MENGGUNAKAN METODE REAKSI ENZIMATIK PADA PASIEN HIPERTENSI DI RS MARTHA FRISKA Rama Shinta; Fitri Handayani Siregar; Sri Muri Dasa Wardhani; M. Yuda Fahlevy; M. Padil Ramadhan
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 11 No 1 (2026): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v11i1.6167

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi pemicu utama kematian dini di dunia. Kondisi ini sering diperburuk oleh hiperkolesterolemia, di mana peningkatan kadar lemak dalam darah memicu aterosklerosis yang meningkatkan resistensi pembuluh darah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar kolesterol total pada pasien hipertensi di RS MARTHA FRISKA  dengan menggunakan metode reaksi enzimatik. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional. Sampel penelitian berjumlah 50 pasien hipertensi yang diambil dengan teknik purposive sampling. Kadar kolesterol diperiksa menggunakan metode Cholesterol Oxidase - Peroxidase Aminoantipyrene (CHOD-PAP). Data dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 responden, sebanyak 12 pasien (24%) memiliki kadar kolesterol normal, 18 pasien (36%) berada pada ambang batas tinggi, dan 20 pasien (40%) memiliki kadar kolesterol tinggi. Secara keseluruhan, 76% pasien hipertensi memiliki kadar kolesterol di atas nilai normal. Kesimpulan: Adanya kaitan yang erat antara peningkatan tekanan darah dengan kenaikan kadar kolesterol total. Sebagian besar pasien hipertensi di RS MARTHA FRISKA  memiliki kadar kolesterol tinggi. Hal ini menunjukkan perlunya pemantauan profil lipid secara rutin dan manajemen diet bagi penderita hipertensi untuk mencegah komplikasi kardiovaskular