cover
Contact Name
Henny Syapitri
Contact Email
heny_syahfitri86@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
ISSN : 25361475     EISSN : 2527712X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Analis Laboratorium Medik provides a forum for publishing the novel technologies and knowledge related to the medical laboratory technology. Scientific articles dealing with the following topics in medical laboratory technology.
Arjuna Subject : -
Articles 231 Documents
PERBANDINGAN METODE DEHIDRASI TERHADAP KUALITAS PREPARAT PERMANEN LARVA NYAMUK Culex sp. Onesiforus, Benaya Yamin; Setyoningrum, Fransisca Probo; San, Maria Pritinsia Cici
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 1 (2025): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembuatan preparat larva nyamuk memiliki peran penting dalam dunia kesehatan untuk proses identifikasi. Salah satu tahap penitng dalam pembuatan preparat permanen larva nyamuk adalah tahap dehidrasi, yang dilakukan melalui perendaman larva kedalam alkohol. Banyaknya variasi pada prosedur perendaman etanol menjadikan belum adanya standar baku untuk proses dehidrasi dalam pembuatan preparat permanen larva nyamuk. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbandingan 3 metode dehidrasi alkohol terhadap kualitas preparat permanen larva nyamuk. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan variasi dehidrasi etanol bertingkat. Jenis data yang diperoleh berupa data kategorik ordinal dan uji statistika yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji Mann-Whitney U, pada kejernihan preparat didapatkan hasil, perlakuan alkohol 70% vs 30%,50%,96% nilai p = 0,609, alkohol 70% vs 60%,80%,90% nilai p=0,159, antar alkohol bertingkat = 30%,50%,96% alkohol bertingkat 60%,80%,90% didapatkan nilai p = 0,357. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara metode perendaman alkohol terhadap kualitas preparat permanen lava nyamuk.
PERBEDAAN KUALITAS SEDIAAN MIKROSKOPIS PEMERIKSAAN TELUR CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTHS (STH) MENGGUNAKAN NAOH 0,2% DAN AQUABIDEST DENGAN MENGGUNAKAN METODE SEDIMENTASI Marwah, Misbahudin; Nurhidayanti, Nurhidayanti; Juraijin, Denny
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 1 (2025): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Sekelompok usus yang menginfeksi orang menelan telur melalui oral tinja. Kecacingan dideteksi dengan dditemukan telur, Metode laboratorium yang digunakan adalah metode sedimentasi dengan NaCl 0,9%(gold standar), NaOH 0,2% dan Aquabidest. Tujuan: Perbedaan Kualitas Sediaan Mikroskopis Pemeriksaan Telur Cacing STH Menggunakan NAOH 0,2% dan Aquabidest metode Sedimentasi Metode: Jenis Penelitian menggunakan Cross Sectional, dilakukan dilabortorium Mikrobiologi IKesT Muhammadiyah Palembang. Sampel diambil dari 1 responden yang masuk kedalam kriteria inklusi. Data Penelitian perbedaan kualitas sediaan mikroskopis pemeriksaan telur cacing STH dianalisis SPSS uji Chi Square. Hasil: Hasil dari perbedaan kualitas sediaan mikroskopis pemeriksaan telur cacing STH menggunakan reagen NaOH 0,2% dan Aqauabidest pada metode sedimentasi terdapat perbedaan. Mendapatkan hasil uji chi-square terlihat nilai sebesar 0,707 > 0,05, maka tidak terdapat hubungan yang signifikan. Hal ini dapat di artikan pula bahwa hasil pemeriksaan sidementasi reagen NaOH 0,2% tidak mempunyai korelasi dengan hasil pemeriksaan sidementasi reagen Aquabidest. Kesimpulan: Reagen NaOH 0,2% dan Aquabidest (alternatif) dapat digunakan pada metode sedimentasi pemeriksaan telur cacing STH.
PERBEDAAN KADAR ALKOHOL TAPAI KETAN HITAM YANG DISIMPAN PADA SUHU DINGIN DAN SUHU RUANG Triana, Linda; Kalisky, Nada Auliana
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 1 (2025): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Tapai adalah produk yang dibuat meggunakan ragi tapai. Ragi atau khamir mempunyai kemampuan untuk memecah pangan karbohidrat menjadi alkohol dan karbondioksida. Umumnya tapai ketan hitam disajikan selama 2 minggu, sehingga kadar alkohol pada tapai ketan hitam dapat mengalami peningkatan. Tujuan: Mengetahui perbedaan kadar alkohol tapai ketan hitam yang disimpan pada suhu dingin dan suhu ruang selama 6 hari. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan populasi tapai ketan hitam. Sampel yang digunakan adalah tapai ketan hitam yang disimpan di suhu dingin dan suhu ruang selama 6 hari. Pengulangan sampel dilakukan sebanyak 3 kali dengan 2 perlakuan dengan metode pemeriksaan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil: Dari hasil penelitian pada uji kualitatif alkohol diperoleh ke 6 sampel mengandung alkohol yang ditandai perubahan warna dari jingga menjadi hijau kehitaman. Hasil pengkuran kadar alkohol tapai ketan hitam dengan metode spektrofotometer UV-vis di suhu dingin adalah sebesar 7,2 % dan disuhu ruang sebesar 15,1 %. Hasil uji uji T dua sampel berpasangan diperoleh nilai p = 0.001 lebih kecil dari nilai alpha 0,05/ Kesimpulan: Ada perbedaan kadar alkohol antara penyimpanan tapai ketan hitam di suhu dingin dan suhu ruang selama 6 hari.
HUBUNGAN MENOPOUSE DENGAN ANGKA KEJADIAN RHEUMATOID ARTHRITIS Christiawan, Mikhael Dave; Saroh, Dewi
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 1 (2025): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rheumatoid arthritis (RA) adalah salah satu penyakit autoimun yang paling sering terjadi di masyarakat. Penyakit ini ditandai dengan peradangan pada lapisan sinovium sendi. Hingga sekarang penyebab dari RA masih belum diketahui, ada yang menyebutkan faktor genetik dan faktor lingkungan dapat meningkatkan risiko penyakit RA Hasil Rheumatoid Factor (RF) ditemukan lebih dari 70% penderita RA. Kebanyakan penyakit RA berlangsung lama/ kronis yaitu sembuh dan kambuh kembali secara berulang-ulang sehingga menyebabkan kerusakan sendi secara menetap. Masalah yang disebabkan oleh penyakit RA tidak hanya berupa keterbatasan yang tampak jelas pada mobilitas dan aktivitas hidup sehari- hari tetapi juga efek sistemik yang tidak jelas yang dapat menimbulkan kegagalan organ.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya hubungan menopouse dengan kejadian Rheumatoid Arthritis. Jenis penelitian ini observasional analitik dengan teknik accidental sampling. Penelitian dilakukan di Laboratorium Klinik Prodia Cepu dengan pemeriksaan RF metode aglutinasi. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel 30 responden. Variabel penelitian ini adalah menopouse dan nilai Rheumatoid Factor. Hasil uji statistik dengan SPSS menggunakan Fisher’s exact test didapatkan nilai sig = 0,005. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara menopause disertai nyeri sendi dengan kejadian Rheumatoid Arhtritis.
DETEKSI CANDIDA ALBICANS PADA SALIVA WANITA DENGAN DIABETES MELLITUS BERDASARKAN WILAYAH ITS1 DAN ITS2 Faizha, Naela Dinda; Qurrohman, Muhammad Taufiq
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 1 (2025): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit akut yang bisa diderita seumur hidup yang diakibatkan dari gangguan metabolisme pada meningkatnya gula darah. Peningkatan kandungan glukosa darah dalam penderita diabetes mellitus menyebabkan perubahan pH di dalam mulut dan mengganggu kelenjar saliva sehingga dapat memfasilitasi pertumbuhan jamur seperti Candida albicans. Diagnosis laboratorium adanya Candida albicans bisa dilaksanakan melalui cara molekuler yaitu melalui teknik Polymerase Chain Reaction (PCR) menggunakan wilayah Internal Transcribed Spacer (ITS). Tujuan studi ini adalah guna mendeteksi ada atau tidaknya Candida albicans dalam sampel saliva wanita penderita diabetes mellitus berdasarkan wilayah ITS1 dan ITS2. Metode studi yang dipakai ialah deskriptif. Sampel yang dipakai ialah sampel saliva wanita penderita diabetes mellitus di Puskesmas Pajang. Sesuai hasil studi menunjukkan bahwa terdapat Candida albicans yang terdeteksi dalam 9 sampel saliva wanita penderita diabetes mellitus dan tidak terdapat Candida albicans yang terdeteksi dalam 1 sampel saliva wanita penderita diabetes mellitus menggunakan metode PCR.
GAMBARAN PEMERIKSAAN REAL-TIME PCR HPV DNA DAN LIQUID BASED CYTOLOGY UNTUK DETEKSI DINI KANKER SERVIKS Rahmawati, Valentina Indah; Wahyudi, Didik
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 1 (2025): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kanker Servic merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada wanita di Indonesia. Deteksi dini kanker serviks dapat dilakukan melalui pemeriksaan molekuler seperti RT-PCR Human Papilloma Virus (HPV) DNA dan pemeriksaan sitologi seperti Liquid Based Cytology (LBC). Kedua metode ini berperan penting dalam mendeteksi infeksi HPV yang merupakan penyebab utama kanker serviks. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil pemeriksaan molekuler RT-PCR HPV DNA dan pemeriksaan Liquid Based Cytology (LBC) pada wanita usia subur. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional, Melakukan uji sejumlah 55 sampel swab serviks wanita berusia 20-49 tahun yang menunjukkan hasil negatif dengan pemeriksaan LBC, kemudian dilakukan pemeriksaan RT-PCR HPV DNA untuk mendeteksi adanya infeksi HPV. Hasil: 55 sampel yang dinyatakan negatif lesi serviks melalui pemeriksaan Pap Smear dengan metode Liquid Based Cytology (LBC), terdeteksi adanya DNA Human Papillomavirus (HPV) pada 7 sampel (12,7%) menggunakan metode pemeriksaan molekuler Real Time-PCR. Simpulan: Ditemukan adanya perbedaan hasil pemeriksaan Human Papillomavirus dengan menggunakan HBV DNA dan dengan menggunakan metode LBC sebanyak 12,7%.
IDENTIFIKASI Salmonella sp. SANTAN KELAPA YANG DIJUAL DIPASAR INDUK JAKABARING, KOTA PALEMBANG 2024 Indra, Silvia; Rinaldi, Riki; Arisa, Siti
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 1 (2025): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara dengan pertanian yang sangat luas. Tingginya produksi kelapa mendorong masyarakat untuk mengelola menjadi berbagai produk turunan yaitu santan kelapa,dimana jika dipejualbelikan dipasar dengan lingkungan yang kurang hygienis memberi kemungkinan mikroorganisme diudara berpotensi mengkontaminasi santan. Salmonella adalah bakteri Enterobacteriace yang merupakan bakteri gastrointestinal yang dapat mengifeksi pencernaan. Metodologi penelitian ini deskriptif kualitatif dengan menggunakan sampel acak yang berjumlah 14 sampel diambil dari pasar Induk Jakabaring Kota Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat ada atau tidak adanya Salmonella sp pada santan kelapa yang dipejual belikan dipasar Induk jakabaring. Media yang di gunakan adalah media selektif Salmonela Shigella Agar (SSA). Hasil penelitian menujukan 14 sampel santan yang di jual di Pasar Induk Jakabaring terdapat 8 (57,2%) sampel yang menunjukan hasil pemeriksaan positif dengan ciri-ciri koloni bakteri yang berwarna putih transparan, sebanyak 6 sampel (42,8%) santan yang menunjukan hasil pemeriksaan negatif dengan ciri-ciri koloni yang tidak ada berwarna putih transparan. Santan kelapa yang dijual di Pasar Induk Jakabaring Kota Palembang sekitar 58,2% terkontaminasi bakteri Salmonella.
ANALISA PEMANIS BUATAN SIKLAMAT PADA MINUMAN KOPI DI WILAYAH CIPAYUNG JAKARTA TIMUR Khotimah, Enny; Rosmandyana, Destin
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 1 (2025): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pemanis buatan seperti siklamat banyak digunakan dalam produk minuman karena harganya murah dan tingkat kemanisannya tinggi. Namun, penggunaan yang melebihi ambang batas dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan. Tujuan: Mengetahui keberadaan dan kadar siklamat pada minuman kopi siap saji non-kemasan yang dijual di wilayah Cipayung, Jakarta Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sebanyak 10 sampel kopi siap saji diambil dari pedagang berbeda, kemudian diuji secara kualitatif dan kuantitatif di laboratorium. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 dari 10 sampel (K2, K4, K7, dan K10) mengandung siklamat dengan kadar masing-masing sebesar 362,15 mg/kg, 358,42 mg/kg, 367,88 mg/kg, dan 372,03 mg/kg. Kesimpulan: Keempat sampel tersebut mengandung siklamat melebihi ambang batas maksimum yang ditetapkan, yaitu ≤350 mg/kg sesuai Peraturan BPOM RI No. 11 Tahun 2019. Temuan ini menunjukkan adanya potensi penyalahgunaan bahan tambahan pangan pada produk kopi non-kemasan, dan pentingnya pengawasan serta edukasi terhadap penjual dan konsumen.
ANALISIS QUALITY CONTROL PEMERIKSAAN ASAM URAT MENGGUNAKAN LEVEY-JENNINGS DAN SIX SIGMA DI RS X YOGYAKARTA Asya, Nur; Amalia, Arifiani Agustin; Anwar, Chairil
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Peningkatan mutu laboratorium klinik sangat penting untuk memastikan keakuratan hasil pemeriksaan, termasuk pemeriksaan kadar asam urat yang sering digunakan sebagai penunjang diagnosis klinis. Tujuan: untuk menganalisis pemeriksaan kadar asam urat di X Yogyakarta dengan menggunakan grafik Levey-Jennings, aturan Westgard, dan metode Six Sigma. Metode: menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional berdasarkan data sekunder dari kontrol harian kadar asam urat level normal dengan nomor lot yang sama pada periode Februari hingga Mei 2024. Analisis data dilakukan menggunakan Microsoft Excel untuk menghitung nilai rata-rata, standar deviasi (SD), koefisien variasi (KV%), bias (d%), dan nilai Sigma. Hasil: menunjukkan bahwa nilai bias (d%) pada bulan Maret, April, dan Mei 2024 masing-masing sebesar 1,33%, 0,57%, dan 2,47%, yang seluruhnya berada di bawah batas maksimal ±10%. Nilai koefisien variasi (KV%) juga masih dalam batas toleransi, yaitu masing-masing sebesar 4,69%, 2,65% dan 4,27% (≤6%). Pelanggaran aturan 12s terdeteksi pada bulan Maret dan aturan 10x pada bulan Mei, yang mengindikasikan adanya kesalahan acak dan sistematik. Nilai Sigma rata-rata sebesar 3,94 menunjukkan bahwa kinerja analitik berada dalam kategori baik, namun masih perlu ditingkatkan untuk mencapai standar Sigma minimal 6. Kesimpulan:menekankan pentingnya penerapan pengendalian mutu secara berkelanjutan guna menjaga akurasi dan presisi hasil pemeriksaan laboratorium.
PERBANDINGAN KADAR HEMOGLOBIN PEMERIKSAAN LANGSUNG DAN PENUNDAAN 96 JAM PADA SUHU 20-25°C METODE HEMATOLOGY ANALYZER Bustam, Lusiana; Anwar, Chairil; Hadi, Wahid Syamsul
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering dijumpai di Indonesia dan menjadi fokus perhatian utama dalam layanan kesehatan, karena anemia dapat mempengaruhi kualitas hidup dan produktivitas masyarakat sehingga pemeriksaan kadar hemoglobin sangat penting untuk diagnosis dan pemantauan terapi. Tujuan: untuk menganalisis perbedaan kadar hemoglobin yang terukur antara pemeriksaan langsung dan pemeriksaan setelah penundaan selama 96 jam pada suhu ruang 20–25°C menggunakan metode hematology analyzer di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo. Metode: digunakan, yaitu true eksperimen dengan pendekatan pre-post test only control group pada 31 sampel darah vena yang dikumpulkan secara purposive sampling, kemudian diperiksa kadar hemoglobin secara langsung dan setelah penyimpanan selama 96 jam pada suhu 20-25°C. Hasil: diperoleh nilai rata-rata kadar hemoglobin pada pemeriksaan langsung sebesar 13,8 g/dL dan meningkat menjadi 13,9 g/dL setelah penundaan. Analisis statistik paired t-test menunjukkan terdapat perbedaan signifikan secara statistik antara kedua pemeriksaan (p = 0,006), meskipun perubahan tersebut kecil secara klinis. Faktor jenis kelamin dan usia juga memengaruhi kadar hemoglobin, dimana laki-laki dan kelompok usia dewasa memiliki kadar lebih tinggi dibandingkan perempuan dan anak-anak. Kesimpulan: bahwa terdapat perbedaan signifikan terhadap penyimpanan sampel darah EDTA pada suhu 20-25°C selama 96 jam meskipun kadar hemoglobin yang diperoleh relatif stabil, namun pemeriksaan hemoglobin sebaiknya tetap dilakukan sesegera mungkin untuk memperoleh hasil yang lebih akurat.