cover
Contact Name
Henny Syapitri
Contact Email
heny_syahfitri86@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
ISSN : 25361475     EISSN : 2527712X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Analis Laboratorium Medik provides a forum for publishing the novel technologies and knowledge related to the medical laboratory technology. Scientific articles dealing with the following topics in medical laboratory technology.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
IDENTIFIKASI MUTASI GEN TRANSCRIPTION FACTOR 7 LIKE 2 (TCF7L2) SNP RS7901695 PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE-2 MENGGUNAKAN PCR Azhar, Risya Auliya' Putri; Mushlih, Miftahul
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v10i2.6378

Abstract

Latar belakang: Diabetes Melitus Tipe-2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis yang dipengaruhi oleh faktor genetik, salah satunya adalah mutasi pada gen TCF7L2, khususnya SNP rs7901695. Tujuan: untuk mendeteksi mutasi SNP rs7901695 pada penderita DMT2. Metode: Polymerase Chain Reaction (PCR) secara langsung yang sederhana dan efisien. Sebanyak 30 sampel darah pasien DMT2 dianalisis menggunakan primer spesifik untuk alel T (177 bp) dan alel C (367 bp). Sebagian besar pasien berada pada kelompok usia 50-59 tahun, yang mengindikasikan pentingnya deteksi dini pada usia produktif.  Hasil: elektroforesis menunjukkan 28 sampel (93,3%) memiliki genotipe heterozigot TC dan 2 sampel (6,7%) genotipe homozigot TT, tanpa adanya genotipe CC. Kesimpulan: PCR langsung dapat digunakan sebagai metode awal yang efektif dan ekonomis dalam identifikasi mutasi genetik DMT2, serta mendukung skrining genetik berbasis populasi untuk pencegahan yang lebih personal.
IDENTIFIKASI MIKROBA PADA TOILET PASAR AMONG TANI DAN BATU TOWN SQUARE KOTA WISATA BATU Sari, Chantika Putri Indah; Mahtuti, Erni Yohani; Faisal, Faisal
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v10i2.6382

Abstract

Latar belakang: Toilet umum merupakan fasilitas yang rentan terhadap kontaminasi mikroorganisme akibat tingginya frekuensi penggunaan serta variasi perilaku pengguna. Tujuan: untuk mengetahui keberadaan mikroba pada toilet umum di Pasar Among Tani dan Batu Town Square, Kota Wisata Batu. Metode: teknik swab pada permukaan kloset, kemudian sampel diperiksa secara mikroskopis untuk mengidentifikasi keberadaan mikroba. Sebanyak 11 sampel diambil dari masing-masing lokasi. Pemeriksaan laboratorium dilakukan di STIKes Maharani menggunakan pewarnaan giemsa dan mikroskop cahaya dengan perbesaran 40x. Hasil: pemeriksaan menunjukkan bahwa pada toilet Pasar Among Tani ditemukan cacing sebanyak 7, bakteri 3, dan kristal 1. Sementara pada toilet Batu Town Square ditemukan cacing 2, bakteri 6, dan kristal 3. Perbedaan hasil tersebut menunjukkan bahwa toilet Pasar Among Tani lebih banyak terkontaminasi cacing, sedangkan Batu Town Square lebih tinggi jumlah bakteri dan kristalnya. Faktor sanitasi, kebersihan lingkungan, pengelolaan fasilitas, serta jenis dan frekuensi penggunaan toilet diduga berpengaruh terhadap tingkat kontaminasi. Toilet di area pasar memiliki risiko lebih tinggi terhadap paparan patogen karena padatnya pengguna serta rendahnya standar kebersihan. Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan manajemen sanitasi dan edukasi kebersihan pada fasilitas toilet umum agar dapat meminimalkan risiko penyebaran penyakit pada lingkungan umum.
GAMBARAN NILAI HEMATOKRIT BERDASARKAN DURASI TIDUR MAHASISWA AKHIR TLM STIKES MAHARANI Malo, Elsania Adira Katner; Husnah, Yeni Avidhatul
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v10i2.6384

Abstract

Latar belakang: Hematokrit merupakan indikator penting dalam menilai status kesehatan darah seseorang karena mencerminkan proporsi sel darah merah terhadap total volume darah. Durasi tidur berperan dalam proses fisiologis termasuk pembentukan sel darah merah. Mahasiswa tingkat akhir rentan mengalami gangguan tidur akibat beban akademik dan stres, yang dapat mempengaruhi kadar hematokrit. Tujuan: Untuk mengetahui Gambaran Nilai Hematokrit Berdasarkan Durasi Tidur Pada Mahasiswa Akhir Teknologi Laboratorium Medik (TLM) STIKes Maharani Metode: deskriptif dengan teknik purposive sampling terhadap 26 mahasiswa. Data durasi tidur dikumpulkan melalui kuesioner, dan pemeriksaan hematokrit. Hasil: Penelitian dari 26 responden menunjukan 3 responden (11,5%), mengalami penurunan kadar hematokrit rendah, nilai kadar hematokrit yang normal yaitu 23 responden (88,5%) pada penelitian ini juga responden tidak ada yang memiliki kadar hematokrit tinggi. Kesimpulan: dari penelitian ini diketahui bahwa hasil pemeriksaan dilaboratorium Dari total 26 responden, terdapat 3 responden mahasiswa (11,5%) yang menunjukkan kadar hematokrit rendah, dan seluruhnya berasal dari kelompok dengan durasi tidur kurang dari 7 jam per hari. Sementara itu, seluruh responden dengan durasi tidur normal (7–9 jam) memiliki kadar hematokrit dalam kategori normal (88,5%).
HUBUNGAN TROMBOSITOPENIA DENGAN INFEKSI Salmonella typhi PADA PASIEN DEMAM TIFOID DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Putri, Suci Primulya; Anggraeni, Rosmita; Novalina, Dhiah
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v10i2.6387

Abstract

Latar belakang: Demam tifoid merupakan penyakit infeksi sistemik yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Salah satu manifestasi klinis yang sering dikaji adalah trombositopenia. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara trombositopenia dengan infeksi Salmonella typhi berdasarkan hasil uji Tubex TF pada pasien demam tifoid di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 58 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan dari rekam medis, termasuk hasil uji Tubex TF dan jumlah trombosit. Metode: menggunakan uji Chi-square dan Fisher’s Exact Test untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan (58,6%) dan berada pada rentang usia 16–25 tahun (32,8%). Rerata usia responden adalah 28,6 tahun, dan rerata jumlah trombosit adalah 132.000 sel/μL darah. Sebanyak 22,4% pasien mengalami trombositopenia. Hasil: uji Chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kejadian trombositopenia dengan infeksi Salmonella typhi (p = 0,181). Uji alternatif Fisher’s Exact Test juga menghasilkan nilai p = 0,195. Kesimpulan: tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara infeksi Salmonella typhi dan kejadian trombositopenia. Temuan ini menunjukkan bahwa trombositopenia bukan indikator tunggal yang dapat diandalkan dalam menilai infeksi tifoid. Meskipun demikian, trombositopenia tetap merupakan komplikasi yang perlu diperhatikan dalam manajemen klinis demam tifoid, sehingga hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam upaya pengabdian kepada masyarakat khususnya dalam pencegahan komplikasi tifoid.
PENGARUH VARIASI WAKTU INKUBASI TERHADAP JUMLAH TELUR SOIL-TRANSMITTED HELMINTHS (STH) MENGGUNAKAN METODE FLOTASI Mutia, Liza; Suparni, Suparni
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v10i2.6404

Abstract

Latar belakang: Infeksi Soil-Transmitted Helminths (STH) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi di Indonesia, khususnya pada anak usia sekolah dasar. Prevalensi yang tinggi di berbagai wilayah, seperti di Sumatera Utara, menunjukkan masih kurang optimalnya program deteksi dan pengendalian kecacingan. Diagnosis yang akurat dan efisien sangat diperlukan, terutama di daerah dengan keterbatasan sumber daya. Metode: flotasi menjadi salah satu teknik pemeriksaan parasitologi yang sensitif, namun efektivitasnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk waktu pengapungan. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh variasi waktu inkubasi terhadap jumlah telur STH yang terdeteksi menggunakan metode flotasi NaCl jenuh. Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratorik dengan desain post-test only control group. Hasil: menunjukkan bahwa jumlah telur yang terdeteksi meningkat seiring bertambahnya waktu inkubasi, dengan hasil optimal pada menit ke-30 (rata-rata 19 telur). Uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara variasi waktu inkubasi terhadap jumlah telur yang terdeteksi (Fhitung = 88,0 > Ftabel= 4,76; p < 0,05). Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa penentuan waktu inkubasi yang optimal sangat penting untuk memaksimalkan efektivitas diagnosis STH, serta dapat menjadi dasar penyusunan SOP pemeriksaan parasitologi di berbagai institusi kesehatan.
PENGARUH MASA PENYIMPANAN SAMPEL WHOLE BLOOD DAN BUFFY COAT DARAH TIKUS TERHADAP KUANTITAS DAN INTEGRITAS RNA Winarti, Retno; Ramadhani Nurhidayat, Annisa; Purnomosari, Dewajani; Suhda, Saihas; Susilowati, Rina
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v10i2.6410

Abstract

Latar belakang: Whole blood dan buffy coat merupakan dua sumber sampel yang sering digunakan dalam penelitian molekuler. Namun, kualitas RNA yang dihasilkan seringkali kurang memuaskan. Faktor yang diperkirakan dapat mempengaruhi kualitas RNA adalah jenis sampel dan kondisi penyimpanan. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh masa penyimpanan sampel whole blood dan buffy coat terhadap kuantitas dan integritas RNA, membandingkan kedua tipe sampel. Sampel darah dari tikus Sprague dawley umur 3 bulan diambil melalui sinus retro-orbitalis dan cardiac punture lalu dipisahkan sebagai whole blood dan buffy coat dan disimpan pada suhu −80°C selama 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, dan 3 bulan. RNA diisolasi menggunakan kit Quick-RNA Miniprep Plus Zymo dan diperiksa konsentrasi serta kemurniannya dengan spektrofotometer (A260/A230 dan A260/A280). Integritas RNA diperiksa dengan elektroforesis agarose dan dibaca menggunakan Gel Doc. Metode: Data dianalisis menggunakan uji Two-way ANOVA. Analisis menunjukkan bahwa tipe sampel merupakan faktor utama yang mempengaruhi kuantitas dan integritas RNA. Hasil: Buffy coat menghasilkan konsentrasi RNA yang lebih tinggi dibanding whole blood (p < 0,0001). Faktor lama penyimpanan hingga 3 bulan pada suhu −80°C tidak mempengaruhi konsentrasi RNA pada kedua jenis sampel. Integritas RNA buffy coat lebih baik dibandingkan whole blood. Kesimpulan: Hal ini ditunjukkan oleh hasil elektroforesis pita RNA buffy coat yang lebih jelas dan konsisten. Masa penyimpanan buffy coat dan whole blood pada suhu −80°C sampai dengan 3 bulan tidak mempengaruhi kuantitas dan kemurnian RNA, namun mempengaruhi kualitas RNA.
PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN KADAR ASAM URAT PADA LANSIA DESA UNDAAN MENGGUNAKAN METODE POCT DAN ENZIMATIK URIKASE Yunia, Fita Asri Fatul; Rahmawati, Previta Zeizar
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v10i2.6417

Abstract

Latar belakang: Asam urat merupakan produk akhir katabolisme purin yang disintesis di hati dan diekskresikan melalui saluran kemih lansia lebih rentan terkena asam urat karena adanya perubahan fisiologis dan metabolisme tubuh yang terjadi seiring bertambahnya usia. Tujuan:  untuk mengetahui perbedaan hasil kadar asam urat pada lansia anatara metode POCT dan Enzimatik Urikase. Metode: deskriptif kuantitatif dimana sampel diambil secara purposive sampling dengan kriteria inklusi serta eksklusi pada serum darah 30 lansia di Desa Undaan RW.01. Pemeriksaan yang dilakukan yaitu menggunakan POCT dan Enzimatik Urikase. Hasil: menunjukkan bahwa terdapat hasil normal sebanyak 16 orang (53,3%), dan terdapat hasil yang tinggi sebanyak 12 orang (40%). Kesimpulan: Untuk mengetahui perbedaan signifikan kedua metode menggunakan analisa statistik uji wilcoxon dengan hasil p-value 0,001 (p<0,05).”
HISTOPATOLOGI HEPAR Rattus norvegicus YANG DIBERI MADU PASKA INDUKSI MINUMAN BERENERGI Arabella, Exyananda Clorinda; Sayekti, Fitria Diniah Janah
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v10i2.6067

Abstract

Minuman suplemen yang beredar dimasyarakat mengandung senyawa yang dapat menimbulkan adiksi dan hepatotoksik. Honeybee atau madu adalah bahan yang secara empiris dimanfaatkan di masyarakat yang memiliki berbagai kandungan senyawa metabolit sekunder.  Penelitian ini berguna untuk melihat gambaran histologi hepar tikus putih yang diberi madu dengan konsentrasi 20% setelah perlakuan minuman berenergi. Hewan uji yang digunakan dalam penelitian sebanyak 25 ekor. Hasil makroskopis memperlihatkan bahwa organ hepar berwarna merah kecoklatan, tekstur kenyal dan ukuran cukup bervariasi namun tidak ada perbedaan antara kelompok. Hasil pengamatan mikroskopis memperlihatkan perubahan sel berupa degenerasi dan nekrosis. Uji ANOVA didapatkan nilai sig yaitu 0,393 (≥ 0,05), yang berarti pemberian madu menunjukkan perbaikan histopatologi hepar tikus putih setelah diberi tambahan minuman berenergi.  
KORELASI KADAR GLUKOSA DARAH DENGAN HITUNG JENIS LEUKOSIT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD BAHTERAMAS KOTA KENDARI SULAWESI TENGGARA Surida, Wa Ode; Faisal, Imam Agus; Pangesti, Ira
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v10i2.6357

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat resistensi insulin. Hiperglikemia kronis memicu peradangan sistemik yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, pengukuran glukosa darah dan jumlah leukosit sangat penting untuk menilai status metabolik dan imunologi pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kadar glukosa darah dengan hitung jenis leukosit pada penderita DM tipe 2 di RSUD Bahteramas Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan menggunakan data sekunder dari 53 pasien DMT2 di RSUD Bahteramas Kota Kendari. Data berupa hasil pemeriksaan glukosa darah dan hitung jenis leukosit dari rekam laboratorium. Analisis dilakukan dengan uji Shapiro-Wilk dan korelasi Spearman Rank menggunakan SPSS. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki kadar glukosa darah ≥200 mg/dL. Jumlah neutrofil rata-rata lebih tinggi dibandingkan jenis leukosit lainnya. Hasil uji Spearman menunjukkan bahwa akumulasi neutrofil berkorelasi positif signifikan dengan kadar glukosa darah (r = 0,413; p = 0,002), sementara akumulasi eosinofil berkorelasi negatif signifikan (r = -0,290; p = 0,035). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar glukosa darah dengan beberapa jenis leukosit.
GAMBARAN KADAR SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase) PADA PEROKOK AKTIF DI DUSUN II DESA KEDAI DURIAN KECAMATAN DELITUA Dimas Hardiansyah; Suharsih; Junaidi Parinduri; Sofyan, Nurul Amalia; Nova Eininta Sitepu
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v10i2.6606

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan laporan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013, proporsi perokok telah mencapai angka 29,3% dan jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun 2010 sebesar 28,2%. Merokok meningkatkan resiko gangguan hepar bagi perokok aktif maupun perokok pasif. SGPT merupakan enzim yang dalam keadaan normal memiliki kadar yang tinggi dalam sel hati, jika terjadi peningkatan yang dominan dari kadar enzim ini, maka ada kemungkinan terjadi suatu proses yang mengganggu sel hati. Bila hati mengalami kerusakan, enzim SGPT akan dilepas ke dalam darah sehingga terjadi peningkatan kadar enzim SGPT dalam darah. SGPT atau ALT adalah enzim yang mengkatalis kelompok amino dalam siklus krebs untuk menghasilkan energy ke jaringan. Pada kerusakan sel hati, kadar SGPT dalam serum dipastikan meninggi dan menjadi indikator kerusakan tersebut. Tujuan: Mengetahui Kadar SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase) Pada Perokok Aktif di Dusun II Desa Kedai Durian Kecamatan Delitua.. Metode: Penelitian deskriptif dengan pengambilan darah vena sewaktu dan mengidentifikasi perbedaan kadar SGPT berdasarkan riwayat merokok Hasil: Kadar SGPT normal pada perokok aktif yang merokok 1-10 batang/hari, terdapat peningkatan hasil SGPT paada perokok aktif yang merokok 10-20 batang/hari dan pada perokok aktif yang merokok >20 batang/hari Kesimpulan:Terdapat peningkatan kadar SGPT pada perokok aktif yang merokok >20 batang/hari