cover
Contact Name
Putri Hana Pebriana
Contact Email
putripebriana99@gmail.com
Phone
+6285321149444
Journal Mail Official
konselingjpdk@gmail.com
Editorial Address
https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/about/editorialTeam
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Konseling
ISSN : ISSN2685     EISSN : 2685936X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan dan Konseling merupakan wadah bagi para peneliti untuk mengembangkan kompetensinya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Adapun scope jurnal ini berkaitan dengan pendidikan, sosial sains dan konseling. Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2685-936X dan P-ISSN: 2685-9351
Articles 5,452 Documents
Upaya Menumbuhkan Jiwa Enterpreneurship Melalui Kegiatan Kunjungan Home Industri Banana Rolls Bagi Guru Paud Putri Wulandari; Hidayatul Aini; Devi Nursamsi; Terza Travelancya DP
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9666

Abstract

Kewirausahaan diperlukan bagi guru honorer di zaman sekarang tujuannya untuk memberikan suntikan dana tambahan guna melengkapi kebutuhannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fungsi jiwa kewirausahaan untuk guru honorer. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Kesimpulan dalam penulisan ini adalah stargeri enterpreneurship dapat menumbuhkan kreatifitas bagi guru paud yang kebanyakan dari mereka merupakan guru honorer dimana pendapatan yang dihasilkan dari mengajar terkadang kurang bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Dengan menumbuhkan jiwa enterpreneurship akan meningkatkan rasa kreativitas bagi guru paud.
Penggunaan Media Kartu Bilangan Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Tentang Nilai Tempat Dalam Pelajaran Matematika Winda Febrianti
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9668

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi kondisi pembelajaran matematika di kelas II Sekolah Dasar Negeri 273/VI Sungai Putih II dengan materi pokok mengurutkan bilangan, siswa mengalami kesulitan dalam memahami nilai tempat ratusan, puluhan dan ratusan. Sehingga nilai evaluasinya rendah (nilai 55 dari skala 100). Hal ini dikarenakan guru hanya menggunakan metode ekspositori dan tidak menggunakan media dalam pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, satu siklus terdiri atas perencanaan pembelajaran, proses pelaksanaan pembelajaran, kegiatan observasi dan refleksi. Peneliti mengambil subjek penelitian siswa kelas II SDN 273/VI Sungai Putih II Kecamatan Bangko Barat Kabupaten Merangin dengan jumlah siswa 16 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan akhir siklus 1, dari 16 orang siswa kelas II sebanyak 10 orang mendapatkan nilai di atas KKM, 3 orang sama dengan KKM dan 3 orang masih di bawah KKM, kemudian pada akhir siklus ke-2 ini, dari 16 orang siswa kelas II ini yang mendapat nilai di atas KKM sebanyak 10 orang dan sama dengan KKM sebanyak 3 orang. Penelitian ini telah membuktikan bahwa penggunaan media kartu bilangan dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam menentukan nilai tempat di kelas II SDN 273/VI Sungai Putih II Kecamatan Bangko Barat Kabupaten Merangin Tahun Ajaran 2022/2023. Peningkatan pemahaman siswa terbukti dengan hasil belajar siswa dari nilai-nilai diskusi kelompok maupun dari nilai evaluasi individu mulai dari siklus ke-1 dan siklus ke-2, dimana masing-masing siklus menunjukkan peningkatan yang cukup baik.
Integrasi Pelajaran Akidah Ahlak Melalui Pembinaan Keagamaan Pondok Pesantren Dalam Menanamkan Karakter Religius Pada Siswa MTS Al Manar Bener Tengaran Semarang Emi Bahrul Munif; Wahidin Wahidin
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui desain integrasi pembelajaran akidah ahklak melalui pembinaan keagaamaan pondok pesantren pada siswa MTs Al-Manar Bener Tengaran, untuk mengetahui proses integrasi pembelajaran akidah ahklak melalui pembinaan keagaamaan pondok pesantren dalam menanamkan karakter religius pada siswa MTs Al-Manar Bener Tengaran, untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat integrasi pembelajaran akidah ahklak melalui pembinaan keagaamaan pondok pesantren dalam menanamkan karakter religius pada siswa MTs Al-Manar Bener Tengaran. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif yang melibatkan narasumber Kepala Madrasah, Waka Kurikulum, Guru akidah akhlak, dan siswa kelas IX di MTs Al-Manar Bener Tengaran. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menemukan, bahwa integrasi pembelajaran akidah ahklak melalui pembinaan keagaamaan pondok pesantren dalam menanamkan karakter religius pada siswa MTs Al-Manar Bener Tengaran, melalui desain pembelajaran yang memuat Kegiatan pembelajaran di dalam kelas dan Kegiatan-kegiatan pembiasaan di luar kelas. Proses integrasi pembelajaran akidah ahklak dalam menanamkan karakter religius pada siswa MTs Al-Manar Bener Tengaran melalui pembelajar di kelas dilaksanakan dengan perencanaan yang tertuang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang terdiri dari kegiatan pendahulan, kegiatan inti, kegitan penutup. Sedangkan pembelajaran di luar kelas berupa kegiatan seperti sholat dhuaha berjamaah, sholat dhuhur berjamaah, istigosah atau tahlilan bersama. Sedangkan integrasi Pembinaan keagaamaan pondok pesantren dalam menanamkan karakter religius ini melalui dua program pembiasaan 5 S (senyum, sapa, salam, sopan dan santun), pembiasaan sikap jujur, pembiasaan memiliki sikap tangung jawab, dan ada berupa pembinaan kegitan pelatihan muhadhoroh. Faktor-faktor pendukung, yang meliputi: perencanaa program pendidikan melalui guru, lingkungan belajar yang memadahi, dukungan dari lembaga. Sedangkan penghambatnya kurangnya sikap antusias dari siswa, masih kurangnya pengawasan dan pengondisian dari tenaga pendidik.
Analisis Transmisi Budaya dan Perkembangan Institusi Pendidikan Achmad Fauzi; Firman Firman; Riska Ahmad
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9670

Abstract

Pendidikan dalam arti luas adalah kehidupan yang berpengaruh Mempromosikan pembangunan dan kemajuan manusia, dan pendidikan dalam arti yang lebih luas. Secara ringkasnya adalah proses meningkatkan kemampuan seseorang menjadi lebih baik Dalam berbagai cara, termasuk melalui proses pengajaran. Menurut UU No. 20 Tahun 2003 Dalam sistem pendidikan nasional, pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana Menciptakan suasana belajar dan proses belajar yang menjadikan siswa proaktif Kembangkan potensi diri, miliki kekuatan spiritual keagamaan, kendalikan diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia dan keterampilan yang dia butuhkan rakyat. Kegiatan pendidikan adalah kegiatan mengajar yang menjadikan Seseorang memahami, dengan pemahaman ini, seseorang dapat mengembangkan Dengan menerapkan potensi yang dipelajari. pendidikan juga tidak terlepas dari faktor dan ruang lingkup budaya. Kebudayaan merupakan hasil yang diperoleh manusia dalam proses berinteraksi dengan lingkungan fisik dan non fisik dalam kehidupannya.
Pengembangan Sistem Laporan Keuangan Berbasis Microsoft Excel pada BUMDes Desa Jaranguda Kabupaten Karo Elisabeth Margareta; Anton Luvi Siahaan
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9671

Abstract

Desa Jaranguda, kecamatan Merdeka, kabuapten Karo memiliki badan usaha milik desa yang dikelola oleh pemerintahan desa Jaranguda bersama dengan masyarakat desa. Dalam pengelolaannya BUMDes desa Jaranguda dikelola dengan menganut prinsip akuntabilitas dan transparansi. Walaupun seluruh program kerja dan sistem pengelolaan keuangannya dilakukan secara transparansi dan akuntabilitas, namun dalam pengelolaan sistem keuangan masih dilakukan secara manual di dalam kertas yang tersusun menjadi laporan keuangan BUMDES. Oleh karena itu perlu dilakukan perancangan pengembangan sistem informasi akuntansi berbasis microsoft excel agar pengelolaan sistem keuangan menjadi lebih sistematis berdasarkan pada siklus akuntansi sehingga menghasilkan informasi keuangan yang lebih akurat. Hal ini dilakukan karena BUMDes memiliki pengaruh yang signifikan bagi pengembangan ekonomi desa. Model pengembangan sistem yang dipilih peneliti adalah metode prototyping. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen penilaian untuk validasi ahli perancangan program dan siklus akuntansi oleh ahli serta validasi pengalaman pengguna atau user experience oleh pengguna rancangan. Pengembangan sistem laporan keuangan berbasis microsoft excel dilakukan pada pembuatan laporan arus kas, laporan neraca, dan laporan laba/ rugi BUMDes desa Jaranguda kabupaten Karo.
Pengembangan Instrumen Hasil Belajar Fisika Berbasis E-Learning Menggunakan Wondershare Quiz Creator Pada Mata Kuliah Listrik Dan Magnet Erni Kusrini Sitinjak
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9672

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model ADDIE yang dikembangkan oleh Dick and Carry (1996). Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrument hasil belajar Fisika berbasis e-learning menggunakan aplikasi wondershare quiz creator. Intrumen yang digunakan pada panelitian ini adalah intrumen tes berupa soal dan non tes berupa angket yang terlebih dahulu di validasi oleh validator ahli materi dan validator ahli media. Hasil uji coba lapangan awal diperoleh rata – rata skor respon mahasiswa terhadap aplikasi yang digunakan dan hasil belajar pada uji coba lapangan awal sebesar 86,29 dan 81,25. Hasil ini menunjukkan aplikasi dan soal yang diberikan layak untuk dilanjutkan untuk uji coba lapangan utama. Hasil uji coba lapngan utama terhadap 15 orang mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Listrik dan Magnet diperoleh persentase respon mahasiswa sebesar 86,29% dan persentase ketuntasan sebesar 93,33%. Sehingga pengembangan instrument hasil belajar berbasis e-learning menggunakan aplikasi wondershare Quiz Creator ini valid dan layak digunakan.
Proses Konseling Individual Oleh Psikologi Di Polres Tanah Datar Terhadap Anak Sebagai Korban Pencabulan Dan Dampak Psikologinya Bagi Korban Yeni Elvitasari; Masril Masril; Wahidah Fitriani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9674

Abstract

The purpose of this writing is to find out and describe the process of implementing individual counseling carried out by psychologists for victims of sexual abuse whose cases are being handled at the Tanah Datar Police and to find out the psychological impact of implementing counseling on victims of sexual abuse, as well as the obstacles in implementing individual counseling. The type of research that the authors use is a case study. The results of the study found that the individual counseling process carried out by psychologists was carried out in three stages, namely the initial stage, the working stage, and the final stage. Individual counseling is carried out for the benefit of justice and overcoming the psychological trauma that a child has as a victim of sexual abuse. From the implementation of counseling which was carried out on three victims of sexual abuse, it did not have an impact on the psychological condition of the victims. This is because counseling is only carried out in 1-2 sessions which focus on obtaining information about the incident of sexual abuse experienced by the victim so that it does not have an impact on the feelings of fear, shame, depression and trauma that the victim has. Obstacles found in the implementation of counseling are the level of trauma that the victim has which makes the victim closed and the limited means of implementing counseling
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas V pada Materi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Melalui Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) Shabrina Dianita
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9678

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa kelas V pada materi PPKn melalui penerapan model PBM; dan (2) Mendeskripsikan penerapan model PBM dalam peningkatkan hasil belajar siswa kelas V pada materi PPKn. Penelitian ini menggunakan jenis PTK yang dilaksanakan selama 2 siklus dengan subjek penelitian siswa kelas V SD. Adapun Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes, dengan instrumen lembar observasi dan tes hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan (1) Terjadi peningkatan hasil belajar siswa kelas V pada materi PPKn melalui penerapan model PBM. Hal ini dapat dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I dengan persentase 77,1% ke siklus II dengan persentase 88,6%; dan (2) Penerapan model PBM dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V pada materi PPKn terlaksana dengan sangat baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya penerapan model PBM dari siklus I dengan persentase 76% ke siklus II dengan persentase 90%.
Produk Inovasi Kurikulum dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar Berdasarkan Perkembangan IPTEK Mega Krisdiana; Siti Malihah; Lukman Nulhakim
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9679

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana inovasi kurikulum yang ada di Indonesia sesuai dengan perkembangan IPTEK khususnya pada kurikulum terbaru saat ini yaitu Kurikulum Merdeka. Sehingga penelitian ini dapat berkontibusi dalam mengetahui berbagai inovasi kurikulum di Indonesia. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif, di mana peneliti akan mendeskripsikan dan menjelaskan secara terperinci mengenai produk inovasi kurikulum dalam pembelajaran di sekolah dasar berdasarkan perkembangan IPTEK. Penelitian ini mengaplikasikan data sekunder, di mana data tersebut didapatkan dari berbagai sumber berupa buku dan jurnal yang masih berkaitan dengan judul penelitian, karena jenis penelitian ini adalah studi literatur. Hasil penelitian ini adalah beberapa inovasi kurikulum yang ada di Indonesia adalah : kurikulum 2004 atau KBK, kurikulum 2006 atau KTSP, kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka. Kurikulum yang dianggap bisa untuk mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi era society 5.0 adalah kurikulum merdeka. Kurikulum merdeka telah memfasilitasi pembelajaran yang berbasis internet of things, augmented reality serta penggunaan artificial intelligence dalam pembelajaran. Pembelajaran didesain agar dapat mengembangkan kecakapan utama yang terdiri dari critical thinking, communication, collaboration, and creativity. Melalui keterampilan tersebut siswa diharapkan dapat melakukan adaptasi pada era society 5.0 yang padat dengan teknologi informasi maupaun permasalahan sosial dalam masyarakat global.
Optimalisasi Peran Intelejen Pemasyarakatan Dalam Deteksi Dini Gangguan Keamanan Dan Ketertiban Di Rutan Kelas II B Situbondo Syahrial Yuska; Mohamad Yusril Firdaus
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9681

Abstract

Kemampuan Petugas Pemasyarakatan dalam deteksi dini sebuah gangguan keamanan dan ketertiban sangatlah penting terutama dalam pelaksaan tugas sehari – hari, yang tujuannya dapat menyelesaikan masalah yang ada bahkan dapat mencegah masala yang akan timbul di kemudian hari. Maka dari itu perlu adanya sebuah sistem yang dapat meminimalisir permasalahan yang terjadi dengan cara mengetahui dan memperoleh informasi dan data yang akurat adapaun sistem tersebut ialah Intelejen Pemasyarakatan. Tidak hanya itu, perlu adanya Optimalisasi peran Intelijen Pemasyarakatan sangat penting dalam deteksi dini gangguan kemanan dan ketertiban di Lapas dan Rutan khususnya di Rutan Kelas II B Situbondo. Adapun metode yang dipakai pada penelitian ini ialah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan studi kepustakaan serta observasi lapangan dalam bentuk wawancara langsung terhadap petugas dibantu dengan pengamatan langsung di lokus penelitian yaitu Rutan Kelas II B Situbondo. Di Rutan Kelas II B Situbondo, untuk penyelenggaraan Intelijen Pemasyarakatan sendiri sudah cukup baik, meskipun begitu masih ada beberapa dalam pelaksanaannya belum berjalan dengan maksimal contohnya dalam pengumpulan informasi dan data masih menggunakan metode pengalaman, ditambah dengan banyak kendala yang dihadapi. Sehingga perlu adanya sebuah upaya dalam meningkatkan kualitas dari Sumber Daya Manusia (SDM) dengan cara sepeti dengan penyelenggaraaan pelatihan khusus Intelijen Pemasyarakatan kepada petugas Pemasyarakatan khususnya di Rutan Kelas II B Situbondo agar dalam penyelenggaraan Intelijen Pemasyarakatan dapat berjalan dengan maksimal dan optimal.