cover
Contact Name
Putri Hana Pebriana
Contact Email
putripebriana99@gmail.com
Phone
+6285321149444
Journal Mail Official
konselingjpdk@gmail.com
Editorial Address
https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/about/editorialTeam
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Konseling
ISSN : ISSN2685     EISSN : 2685936X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan dan Konseling merupakan wadah bagi para peneliti untuk mengembangkan kompetensinya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Adapun scope jurnal ini berkaitan dengan pendidikan, sosial sains dan konseling. Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2685-936X dan P-ISSN: 2685-9351
Articles 5,452 Documents
Gambaran Resiliensi Anak Asuh di Panti Asuhan Marsal Yunas Muliadi Hasibuan; Afrinaldi Afrinaldi; Wahidah Fitriani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9692

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena anak asuh yang dimasukkan ke panti asuhan dengan memiliki orangtua lengkap namun karena masalah finansial mereka harus hidup di panti asuhan dan tidak mendapatkan kasih sayang dari orangtua, dan mendapatkan stresor tambahan yaitu ejekan dari teman sehingga anak merasa terpukul, mudah marah dan berpikir irasional terhadap lingkungannya.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kemampuan resiliensi anak asuh dan faktor yang mendukung terbentuknya resiliensi anak asuh di panti asuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif pengumpulan data dalam penelitian ini penulis memperoleh melalui observasi dan wawancara. Pada penelitian ini menggunakan 8 orang informan kunci yaitu anak asuh dan 1 orang informan pendukung yaitu ibu asuh. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan untuk keabsahan data penulis menggunakan triangulasi data. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi anak asuh di Panti Asuhan Hanifa 3 Kampung Gadut Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam dilihat dari tujuh aspek kemampuan resiliensi yang diteliti terdapat lima hasil kemampuan resiliensi yang dipenuhi oleh anak asuh yaitu optimisme, self efficacy, analisis kausal, empati, reaching out (pencapaian) dan ada satu orang anak asuh yang memenuhi ketujuh aspek individu yang resilien yaitu regulasi emosi, impulse control, optimisme, self efficacy, empati dan reaching out. aspek yang belum terpenuhi dengan baik adalah kemampuan regulasi emosi dan impulse control. Selanjutnya pada faktor yang mendukung resiliensi anak asuh ada tiga yaitu budaya, dukungan sosial, spiritual dari faktor tersebut mayoritas anak asuh menjalankan dengan baik dengan mengambil nilai-nilai dari budaya seperti tutur bahasa dan cara bersikap, dari dukungan sosial seperti meneruskan pendidikan, menjalankan informasi yang diberikan untuk menjadikan diri lebih berkualitas, dan pada faktor terakhir anak asuh memiliki kepercayaan dengan Tuhan (Allah) sebagai penolong dari kesulitan hidup.
Analisis Penerapan Gerakan Literasi sekolah di MIS Al_Husna Curug Kabupaten Tangerang Dadang Kurnia; Fitri Siti Sundari; Shabrina Qurotu Ayuningtyas
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9693

Abstract

Pada saat ini kemampuan literasi membaca siswa Indonesia berada pada peringkat 75 dari 80 negara yang disurvey oleh PISA (sepuluh besar terendah di dunia, hal ini diketahui berdasarkan hasil survey PISA (Programme for International Student Assessment) pada tahun 2018. Untuk mengatasi hal ini pemerintah melakukan suatu Gerakan untuk meningkatkan literasi membaca siswa yang Bernama Gerakan Literasi sekolah (GLS) . Dalam penerapannya di sekolah GLS menemui banyak kendala dan hambatan yang apabila tidak diatasi akan membuat tujuan program GLS ini gagal. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan apasaja kendala atau hambatan dalam penelapan GLS di MIS Al-Husna Curug Kabupaten Tangerang, dan aapakah penerapan GLS ini sudah sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek/target penelitiannya adalah siswa kelas V MIS Al-Husna Curug Kabupaten Tangerang yang berjumlah 40 siswa. Teknik pengambilan data dalam peneltian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gerakan Literasi sekol;ah di MIS Al-Husna Curug Tangerang telah dapat meningkatkan minat baca, menambah wawasan dan menuju prose membangun budaya membaca pada diri siswa. Namun belum seluruh siswa memiliki minat membaca yang baik ,karena masih ada siswa yang malas dan kurang antusias untuk membaca. Hambatan yang ditemukan dalam penerapan Gerakan Literasi di MIS Al-Husna Curug Tangerang adalah kurangnya sarana prasarana antara lain kurang luasnya area pojok baca pada tiap kelas, kirangnya koleksi buku di pijoknya, kurang serta menariknya penataan ruang membaca.
Upaya Meningkatkan Kemandirian Belajar Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Home Room Siswa Kelas X Multimedia 1 SMK N 1 Bojong Gede TA. 2021-2022 Ariyanti Ariyanti
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 3 No. 2 (2021): JPDK
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v3i2.9694

Abstract

Kemandirian Belajar memiliki peranan yang sangat penting dan harus dimiliki oleh peserta didik karena sikap atau perilaku akan memiliki semangat atau motivasi diri menjadi lebih baik dengan bertanggung jawab terhadap belajarnya baik di sekolah maupun di rumah. Peserta didik memiliki kemandirian dalam belajar yang rendah dalam pembelajaran daring. Kemandirian belajar peserta didk melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik homeroom. Peserta didik kelas X Multimedia 1 SMK Negeri 1 Bojong Gede dengan jumlah peserta didik 36, jumlah laki-laki 20, dan perempuan 16. Kesimpulan dari penelitian bahwa penerapan layanan bimbingan kelompok dengan teknik homeroom dapat meningkatkan kemandirian belajar pada diri peserta didik.
Studi kasus Perundungan Terhadap belajar peserta didik di Sekolah Dasar Novia Anggun Pratiwi; Tiara Oktavia; Nandita Sakarsari; Violyta Putri Nanda; Miftahul Jannah; Prya Aprilia Qomisatun
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9696

Abstract

Perilaku perundungan merupakan perilaku yang sering tidak disadari keberadaanya, banyak pihak yang masih menggap perilaku bullying suatu hal yang wajar di lingkungan sekitar sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis bullying, untuk mengetahui faktor-faktor penyebab perilaku terjadinya bullying, dan untuk mengetahui penanganan di sekolah. Jenis penelitian ini kualitatif deskriptif yang menjelaskan jenis-jenis, faktor penyebab perilaku bullying yang terjadi di sekolah dasar. Penanganan dilakukan dengan cara: Memanggil siswa yang melakukan tindakan bullying ke kantor untuk diberi nasihat dan bimbingan oleh guru. Sehingga peserta didik dapat menjalankan peran mereka sebagaimana peserta didik yang ada.
Sistem Informasi Pengolahan Nilai Siswa di SD 64/I Muara Bulian Yantoro Yantoro; Wella Mada Septian; Elsa Rahayu Setianingsih
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9697

Abstract

Pada proses pengolahan nilai siswa ini perkembangan sistem informasi dan teknologi sangatlah penting bertujuan dengan memberikan kemudahan kepada semua pihak yang bersangkutan dalam akses teknologi informasi ini dan dapat mempermudah kinerja agar lebih efektif dan efisien. Sistem informasi di SD 64/I Muara Bulian masih belum efektif dan menggunakan sistem manual dalam penyimpanan datanya yang belum terkomputerisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan sekuensial linier (Waterfall). Pada proses program ini yang akan dibuat menggunakan Bahasa Pemrograman Java. Java yaitu bahasa pemograman yang menggunakan paradigma Object Oriented Programming (OOP). Pengujian yang akan digunakan yaitu black box testing adalah pengujian validasi setiap fungsi dalam aplikasi. Adapun tujuan penelitian yaitu perubahan sistem informasi yang lebih baik dari sistem yang sudah ada (Microsoft excel). Dengan adanya aplikasi ini, dapat dimanfaatkan agar kendala yang sering terjadi dapat diatasi dengan baik sehingga sangat memudahkan guru dan kepala sekolah SD 64/I Muara Bulian. Hasil dari penelitian dapat memudahkan proses pengolahan dan pencarian data siswa, absensi, data nilai dan laporan keseluruhan yang diminta oleh kepala sekolah, sehingga tidak menyita banyak waktu.
Pelaksanaan Program Pendidkan Narapidana (Pilot Project) Pada Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas II A Tangerang Agnes Roulina Mutiara Sari; Ali Muhammad; Cahyoko Edi Tando
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9698

Abstract

Pembahasan penelitian ini yaitu dalam ruang lingkup pelaksanaan salah satu hak narapidana yaitu program pembinaan pendidikan. Narapidana mempunyai hak yang wajib dipenuhi negara baik selama menjalani masa pidana didalam lapas atau setelah menyelesaikan masa pidanannya. Hak itu antara lain mendapatkan pendidikan bermutu dan berkualitas sama halnya dengan warga negara lainnya. Peningkatan tingkat pendidikan narapidana dapat mempersiapkan narapidana untuk dapat kembali berkontribusi didalam masyarakat serta meningkatkan taraf perekonomian narapidana serta kegiatan Pendidikan, pengajaran juga merupakan sebagai suatu program untuk membantu narapidana menjalankan peran kehidupannya secara mandiri dan bertanggung jawab baik secara verbal maupun tindakan didalam masyarakat. Pembinaan tersebut tercantum pada Undang-undang Nomor 12 tahun 1995 dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mengimplementasikan pasal 31 ayat (1) Undang-undang 1945.
Kedudukan Dewan Kehormatan Penyelenggaara Pemilu Berdasarkan Fungsi Hukum Tata Negara Ramses Hutagaol; Safrudin Safrudin; Rejeki Rejeki; Abdul Putra Ginda Hasibuan; Eni Marta; Sri Wahyudi; Jupri Jupri; Nauli Tamasari
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9699

Abstract

Kedudukan Majelis Kehormatan Penyelenggara Pemilu Berdasarkan Hukum Tata Negra Indonesia. Dewan Kehormatan Penyelenggara. Pemilu dibentuk karena sering terjadi pelanggaran kode etik pada penyelenggara pemilu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kedudukan dewan pemilihan yang terkhormat penyelenggran pemilu sebagai salah satu lembaga Negara baru berdasarkan Hukum Tata Negara Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan kepustakaan dengan teknik pengumpulan data dengan studi literatur. Subyek penelitian adalah majelis Kehormtan Pemilihan pandangan penyelenggara Pemilu Kabupaten Rokan Hulu Melalui Hukum Tata Negara Indonesia.Teknik Analisis Data menggunakan metode berpikir induktif, yaitu menganalisis data dari hal-hal khusus ke dalam kesimpulan. Objek berdasarkan fakta yang sebenarnya, juga dengan pemikiran deduktif kemudian metode deskriptif yaitu metode pemecahan masalah berdasarkan data dipersetasikan, dianalisis, dan diinterpretasikan sehingga menjadi komparatif, korelasi, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kedudukan Majelis Kehormatan Penyelenggara Pemilu adalah Lembaga yang memiliki fungsi yang sama dengan pemilu. Panitia dan Pengawas Pemilihan, sebagai penyelenggara pemilihan, berarti bahwa dengan panitia Pemilihan dan Pengawas Pemilihan, secara struktural. Dari Penjelasannya di atas, maka kedudukan Majelis Penyelenggara Pemilu yang terkhormat adalah sebagai pembantu lembaga Negara atau lembaga penunjang Negara mandiri.
Pendidikan Dalam Teori Perbedaan Individu Yulfia Nora; Mudjiran Mudjiran
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9702

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsi pendidikan dalam teori perbedaan individu. Metode penelitian menggunakan studi literatur atau tinjauan kepustakaan yaitu suatu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengambil data-data yang diperlukan dari literatur-literatur yang berkaitan. Pendidikan merupakan suatu upaya yang dilakukan orang dewasa untuk menjadikan seorang anak dapat mengembangkan segala potensinya. Pendidikan dalam teori perbedaan individu merupakan suatu proses mendewasakan dan mematangkan seseorang dengan memperhatikan perbedaan yang ada pada setiap individu dibawah bimbingan dan arahan orang dewasa yang meliputi, orang tua atau keluarga, pendidik dan masyarakat. Perbedaan individu yang ada pada setiap peserta didik terlihat dari perbedaan jenis kelamin, kecerdasan, bakat, sifat, kepribadian, gaya belajar, minat, motivasi, hobi dan lain sebagainya. Perbedaan atau keunikan tersebut secara umum disebabkan oleh dua faktor, yakni pengaruh gen dan pengaruh lingkungan manusia itu sendiri. Oleh karena itu, pendidik sebagai salah satu komponen utama dalam pembelajaran memegang peran yang sangat urgen untuk dapat menghadirkan suasana pembelajaran yang diinginkan dan menyenangkan bagi setiap individu peserta didiknya.
Peran Komite Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di Smk Tamansiswa Medan Rizki Akmalia; Syafira Syafira; Nuria Tri Utami; Desmawati Ramadhani Sianipar; Anggi Gusrina Simatupang
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterlaksanaan peran komite sekolah ditinjau dari peningkatan mutu pembelajara menunjukan bahwa peran peran komite sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan itu dapat dilihat dari segi peningkatan saran dan prasarana di sekolah. Komite sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan tak luput dari beberapa perannya tersebut, yang pertama pertimbangan (advisory agency), yang kedua sebagai pendukung (supporting agency), yang ketiga sebagai pengotrol (controlling agency), dan yang keempat sebagai mediator (executive) Komite sekolah sangat berpengaruh dalam meningkatkan mutu pendidikan. Jenis penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi untuk menafsirkan fenomena yang terjadi dimana peneliti adalah sebagai instrumen, pengambilan sampel sumber data dilakukan dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara. Responden dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru. Analisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa Komite sekolah memiliki beberapa peranan yang harus dijalankan untuk sekolah itu. Memberikan pertimbangan dalam setiap perancanaan dan program yang disusun oleh sekolah. Komite sekolah berperan sebagai lembaga penasehat, lembaga pendukung, lembaga pengendali, juga sebagai lembaga mediator. Oleh karena itu, komite sekolah harus bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah untuk menjalankan pendidikan yang berkualitas.
Hubungan Antara Konformitas Terhadap Perilaku Agresif Pada Narapidana Di Lapas Kelas IIA Purwokerto Faula Amelia Fajrin; Odi Jarodi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9706

Abstract

Adanya aturan ketat di Lapas turut serta dalammemberikan tekanan pada seseorang terhadap aturan yang dibuat untuk ditaati berdampak pada kemunculan emosi yang sewatu-waktu sangat ekstrim sehingga dapat timbul perilaku agresif. Sehingga penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bentuk konformitas, untuk mengetahui perilaku agresif dan untuk mengetahui hubungan antara konformitas dengan perilaku agresif pada narapidana di Lapas Kelas IIA Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan kuisioner sebagai salah satu sumber data primer dan studi pustaka sebagai data sekunder. Sampel pada penelitian ini dilakukan oleh 89 narapidana Lapas Kelas IIA Purwokerto. Teknik penentuan sampel ini menggunakan rumus slovin dan pengundian terhadap nama narapidana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. Narapidana Lapas Kelas IIA Purwokerto mempunyai persepsi yang sedang terhadap bentuk konformitas, 2. Narapidana Lapas Kelas IIA Purwokerto mempunyai persepsi yang rendah terhadap perilaku agresif. 3. Adanya kolerasi atau hubungan positif yang antara konformitas dengan perilaku agresif narapidana di Lapas Kelas IIA Purwokerto. Kemudian korelasi yang terjadi antara kedua variabel, masuk kedalam kategori lemah karena memberikan hubungan sebesar 5%. Dengan diketahuinya hasil tersebut, diharapkan dapat dijadikan salah satu acuan bahwa konformitas ini memiliki hubungan terhadap perilaku narapidana. Sehingga dapat dilakukan upaya pemberian layanan konsultasi psikologi secara rutin.