cover
Contact Name
Yudha Adrian
Contact Email
androiid337@gmail.com
Phone
+6287700861990
Journal Mail Official
androiid337@gmail.com
Editorial Address
Komp. H Iyus, No. 18, Jl. Sultan Adam No.RT.23, Sungai Jingah, Kec. Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70122
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Elementa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
ISSN : -     EISSN : 26567814     DOI : 10.33654/pgsd
Core Subject : Education,
Elementa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah dasar merupakan salah satu sarana untuk memfasilitasi akademisi, praktisi, guru, pengawas, dan instruktur bidang pendidikan di tingkat Sekolah Dasar. Elementa menjadi sebuah wadah untuk menyalurkan bakat menulis bagi para peneliti bidang pendidikan di tingkat Sekolah Dasar. Hasil karya ilmiah yang diterbitkan di Elementa menjadi alat untuk menerapkan teori-teori pendidikan, pembelajaran, dan evaluasi.Selain itu, hasil karya ilmiah ini dapat dijadikan dasar teori untuk mengembangkan komponen-komponen pendidikan. Elementa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar diterbitkan tiga kali setahun, periode Maret-Juni, Juli-Oktober, dan Nopember-Februari dengan nomor e-ISSN 2656-7814 I DOI Prefix:10.33654/pgsd oleh STKIP PGRI Banjarmasin. Jurnal ini dikelola oleh Program Studi PGSD STKIP PGRI Banjarmasin.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 107 Documents
ANALISA PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS III SDN 2 KADIPIRO Troy Ahmad Rayhan
Elementa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5 No 1 (2023): Periode Maret - Juni
Publisher : Program Studi PGSD STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/pgsd.v5i1.2320

Abstract

Penelitian ini dikhususkan untuk meneliti penggunaan media Audio-Visual pada kegiatan pembelajaran di kelas III terutama pada mata pelajaran bahasa Indonesia, karena berdasarkan pernyataan guru kelas bahwa penggunaan media Audio-Visual sebagai media pembelajaran akan sangat efektif digunakan pada materi pembelajaran kalimat ungkapan, ajakan, perintah, dan penolakan di kelas III SDN 2 Kadipiro. Media Audio-Visual pernah digunakan sebagai media pembelajaran di kelas III akan tetapi belum pernah dilakukan evaluasi secara mendalam terhadap media pembelajaran tersebut. Metode yang penulis gunakan saat observasi ini ialah metode kuantitatif, artinya penelitian ini menitikberatkan pada analisis data numerik yang disajikan dengan menggunakan metode statistik. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini ialah Teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu atau purposive sampling. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media Audio Visual terhadap hasil belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas III SDN Kadipiro 2 Yogyakarta.
PENGGUNAAN MEDIA WHATSAPP SISWA KELAS V SDN BARAMBAI KOLAM KIRI 2 PADA MASA PANDEMI COVID-19 Ria Mayasari; Muhammad Arifin
Elementa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5 No 1 (2023): Periode Maret - Juni
Publisher : Program Studi PGSD STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/pgsd.v5i1.2326

Abstract

Adanya pandemi covid-19 membuat pembelajaran saat ini tidak dapat dilaksanakan secara tatap muka langsung melainkan secara online, yang mana pembelajaran dengan menggunakan media WhatsApp tengah populer selama masa pandemi. Kondisi ini juga terjadi di SDN Barambai Kolam Kiri 2. Untuk mengetahui terkait pelaksanaan pembelajaran di SDN Barambai Kolam Kirim 2, maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan dan hambatan yang terjadi dalam penggunaan media WhatsApp siswa kelas V SDN Barambai Kolam Kiri 2 pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif. Subjek dalam penelitian ini yaitu wali kelas V dan 22 orang siswa kelas V di SDN Barambai Kolam Kiri 2. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Uji keabsahan data yang digunakan yaitu dengan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa telah menggunaan media WhatsApp pada masa pandemi covid-19 dengan menggunakan fitur pada WhatsApp seperti fitur chat group, pesan suara, foto, dan video secara seimbang (2) Hambatan yang terjadi yaitu kadang-kadang siswa mengalami gangguan sinyal, memori handphone penuh, dan kehabisan kuota internet.
KOMPONEN PEMBELAJARAN TARI RADAP RAHAYU DALAM EKSTRAKURIKULER TARI DI SD ISLAM SABILAL MUHTADIN Gita Kinanthi Purnama Asri Adinda
Elementa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5 No 1 (2023): Periode Maret - Juni
Publisher : Program Studi PGSD STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/pgsd.v5i1.2356

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan komponen pembelajaran tari Radap Rahayu, faktor pendukung dan penghambat pembelajarannya di ekstrakurikuler tari SD Islam Sabilal Muhtadin. Penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif dengan prosedur pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data, dengan cara reduksi data, menyajikan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komponen pembelajaran tari Radap Rahayu dalam ekstrakurikuler merupakan segala upaya antara guru dan siswa yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Jika dipisahkan, maka pembelajaran akan beresiko tidak efektif. Guru melatih ragam gerak secara bertahap sesuai struktur tari Radap Rahayu dengan metode demonstrasi serta imitasi. Didukung kelengkapan media pembelajaran sejak awal dan diakhir semester dilakukan evaluasi berkelompok. Faktor pendukung internal; kompetensi guru dan tingginya minat bakat siswa untuk belajar. Faktor pendukung eksternal: kelengkapan sarana prasarana, dukungan sekolah dan keluarga siswa. Sedangkan faktor penghambat yaitu waktu latihan yang terbatas. Kegiatan ini menjadi bagian yang integral dengan sekolah dan membawa banyak dampak positif. Kata kunci: pembelajaran, tari, radap rahayu, ekstrakurikuler
KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA KELAS V SD NEGERI PAMULANG INDAH DENGAN ADANYA PENERAPAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH Liandana, Intan
Elementa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5 No 2 (2023): Periode Juli - Oktober
Publisher : Program Studi PGSD STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/pgsd.v5i2.1951

Abstract

Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat anak dalam membaca dan menulis puisi. Keterampilan menulis puisi siswa masih tergolong rendah karena masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis puisi hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan siswa dalam menuangkan ide dan menguasai kosa kata sehingga siswa kurang minat dalam menulis terutama menulis puisi. Penerapan program gerakan literasi sekolah yang dibuat oleh pemerintah menjadi solusi dalam meningkatkan minat siswa dalam menulis dan membaca, sehingga peneliti tertarik meneliti terkait kemampuan menulis puisi siswa baik dan benar sesuai dengan unsur pembangunnya dengan adanya penerapan Gerakan Literasi Sekolah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar presentase tingkat penguasaan kemampuan menulis puisi siswa kelas V SD Negeri Pamulang Indah dengan adanya penerapan Gerakan Literasi Sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan adalah tes tertulis dengan bentuk menulis puisi yang dilakukan oleh siswa kelas V SD Negeri Pamulang Indah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata skor yang didapat berdasarkan hasil penulisan puisi yang dibuat oleh 103 siswa SD Negeri Pamulang Indah dengan adanya penerapan Gerakan Literasi Sekolah yaitu 85,54 yang jika diubah berada pada kategori 60 dengan interval 55%-64% yaitu dalam kategori cukup baik, dan siswa sudah mampu menulis puisi sesuai dengan unsur pembangunnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis puisi siswa dengan adanya penerapan Gerakan Literasi Sekolah sudah cukup baik.
PENGEMBANGAN BLOODSTREAM SYSTEM BERBASISMULTIMEDIA DI KELAS V SD ADVENT 1 PALEMBANG Lilis Maulidiah Astuti; Sinta, Aprilia; M.Jimmi, Sutria; Bintang Jessi, Angelina; Miftahul, Marhamah
Elementa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5 No 2 (2023): Periode Juli - Oktober
Publisher : Program Studi PGSD STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan usaha dasar terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran peserta didik secara aktif, mengembangkan potensi dirinya menjadi manusia berkualitas, sesuai dengan tujuan pendidikan. Dalam kegiatan pembelajaran guru harus memiliki strategi dalam mengajar.Dengan guru memanfaatkan aplikasi digital berupa multimedia yang digunakan sebagai media pembelajaran dapat membantu guru dalam proses belajar. Tujuannya adalah untuk membantu guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran dengan pembuatan bahan ajar digital berbasis multimedia yang digunakan untuk meningkatkan siswa dalam proses pembelajaran di SD Advent 1 Palembang, Sumatra Selatan. pemanfaatan teknologi dan informasi sebagai multimedia pembelajaran memiliki dampak yang sangat strategis.
KONSEP MERDEKA BELAJAR DALAM PANDANGAN TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME Rosyida, Alifia; Jannah, Ma'rifatul; Ningsih, Prapti Octavia; Fauziati, Endang; Chairunnissa, Indri
Elementa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5 No 2 (2023): Periode Juli - Oktober
Publisher : Program Studi PGSD STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan bekal bagi kehidupan manusia dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman. Untuk mendukung pendidikan yang lebih baik pemerintah membuat kebijakan baru terkait Program Merdeka Belajar. Kebijakan tersebut memiliki tujuan untuk meningkatkan skill kompetensi lulusan agar dapat bersaing di era perkembangan zaman yang semakin dinamis. Konsep merdeka belajar menekankan pada aspek kebebasan, kemandirian, dan fleksibilitas Lembaga pendidikan dalam memahami kompetensi peserta didik. Hal tersebut selaras dengan perspektif teori pendidikan konstruktivisme. Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan konsep merdeka belajar dengan teori belajar konstruktivisme agar didapat makna yang senada dimana pembelajaran ialah berbasis pengalaman langsung serta kebebasan merupakan unsur penting dalam lingkungan belajar. Dari kajian Pustaka tersebut diperoleh kesimpulan bahwa kebebasan dan kemandirian siswa dalam pengembangan diri dapat diwujudnkan melalui konsep dasar teori belajar konstruktivisme.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TGT Prameswari, Tiara; Reza Syehma Bahtiar
Elementa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5 No 2 (2023): Periode Juli - Oktober
Publisher : Program Studi PGSD STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/pgsd.v5i2.1993

Abstract

Pada pendidikan jenjang Sekolah Dasar (SD), pembelajaran harus menyenangkan dan memotivasi peserta didik. Keaktifan peserta didik merupakan hal yang dapat memotivasi peserta didik dan membuat proses pembelajaran lebih bervariasi. Model pembelajaran merupakan faktor utama guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Model pembelajaran ada berbagai macam salah satunya model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament). Model pembelajaran ini memiliki banyak kelebihan dan kelemahan. Penelitian ini diterapkan di kelas V SDN Dukuh Kupang V Surabaya dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dengan konsep pokok penelitian yaitu perencanaan (planning), Tindakan (act), pengamatan (observe), dan refleksi (reflect). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan peserta didik dalam penerapan model pembelajaran TGT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran TGT dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran.
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN IPS Difa, Difa nila kesuma; Yufi Latmini Lasari
Elementa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5 No 2 (2023): Periode Juli - Oktober
Publisher : Program Studi PGSD STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya meningkatkan motivasi belajar siswa pada Pembelajaran IPS. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya motivasi belajar siswa dalam suatu proses pembelajaran, khususnya pada Pembelajaran IPS. Jenis penelitian ini adalah Kualitatif, Teknikk pengumpulan data ini dilakukaan dengan cara observasi dan wawancara siswa. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa kurangnya motivasi belajar siswa pada Pembelajaran IPS. Adapun bentuk dari kurangnya motivasi belajar siswa yaitu siswa yang tidak suka belajar sejarah pada Pelajaran IPS, siswa tidak mengikuti pembelajaran dengan serius, perhatian yang kurang terhadap anak pada saat proses pembelajaran, dan media yang ditampilkan guru tidak menarik perhatian siswa . Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada Pembelajaran IPS yaitu seorang guru menggunakan metode atau strategi pembelajaran yang menarik dan media yang bervariasi untuk menarik perhatian siswa dalam proses pembelajaran.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB MENURUNNYA KONSENTRASI ANAK PADA PEMBELAJARAN IPS DI SD X PAYAKUMBUH Khairo, Ilmi
Elementa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5 No 2 (2023): Periode Juli - Oktober
Publisher : Program Studi PGSD STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/pgsd.v5i2.2002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab menurunnya konsentrasi belajar anak saat pembelajaran IPS. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian Kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Prosedur pelaksanaannya yaitu peneliti mewawancarai guru dan siswa disekolah, kemudian orang tua siswa dirumahnya. Dalam penelitian ini Alat, bahan, media atau instrumen pembantu yang digunakan peneliti yaitu, adanya rekaman suara, handphone, dokumentasi, laporan observasi dan laporan wawancara. Peneliti menggunakan Teknik analisis data yaitu dengan menggunakan model Miles dan Huberman, yaitu berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan keabsahan datanya yaitu menggunakan Triangulasi Teknik, dimana data yang sudah didapatkan oleh peneliti akan dicek kembali dari sumber yang sama.
PEMBELAJARAN E-LEARNING DI SEKOLAH DASAR DALAM SUDUT PANDANG TEORI BELAJAR KONEKTIVISME GEORGE SIEMENS Yuliati, Maria; Endang Fauziati
Elementa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5 No 2 (2023): Periode Juli - Oktober
Publisher : Program Studi PGSD STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/pgsd.v5i2.2006

Abstract

E-learning saat ini di dunia pendidikan harus membantu mencegah penyebaran COVID-1 Penggunaan e-learning yang muncul secara tiba-tiba tanpa persiapan, mendorong para guru untuk melakukan perubahan kurikulum. Toeri konetivisme pada siswa sekolah dasar berkaitan dengan E-Learning. E-Learning mempermudah penyebaran informasi melalui media sosial. Pasca pandemic penyebaran informasi terkait pembelajaran siswa sekolah dasar sangat cepat dan mudah. Pencarian informasi bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun sehingga perlu adanya bimbingan dari guru dan orang tua supaya siswa sekolah dasar tidak tersesat kedalam informasi yang negative atau informasi yang tidak benar. . Teori konektivisme goerge siemes memeiliki 8 prinsip yaitu 1. Pembelajaran dan pengetahuan diperoleh dari pandangan-pandangan/opini yang berbeda-beda 2. Pembelajaran adalah proses menghubungkan informasi-informasi yang ada 3. Pembelajaran dapat dilakukan dalam perangkat teknologi 4. Kapasitas untuk mengetahui lebih banyak informasi itu lebih penting daripada apa yang diketahui sekarang 5. Membina dan menjaga koneksi sangat penting untuk memfasilitasi pembelajaran yang berkelanjutan 6. Kemampuan untuk melihat hubungan antara ilmu dan konsep merupakan keterampilan inti 7. Siswa megetahuidimana dan kapan dia harus mencari perangkat untuk mencari informasi 8. Pengambilan keputusan adalah proses belajar itu sendiri

Page 10 of 11 | Total Record : 107