cover
Contact Name
Prima Hariyanto
Contact Email
patriyawhura@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
patriyawhura@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bangka tengah,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
Sirok Bastra
ISSN : 23547200     EISSN : 26212013     DOI : -
SIROK BASTRA is a journal which publishes language literature and language literature education research, either Indonesian, local, or foreign research. All articles in SIROK BASTRA have passed the reviewing process by peer reviewers and edited by editors. SIROK BASTRA is published by Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung twice times a year, in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 220 Documents
AN ACOUSTICAL CONTRASTIVE ANALYSIS OF SUNDANESE CENTRAL VOWELS Yusup Irawan
Sirok Bastra Vol 1, No 2 (2013): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1225.719 KB) | DOI: 10.37671/sb.v1i2.19

Abstract

The first, this research is intended to identify acoustic profiles of the two central vowels in Sundanese, viz  /ə/ and /ö/. The second, this research is intended to searches the acoustic contrasts between the two vowels. Experimental method was applied in this research. The result shows that vowel /ə/ has higher first fromant (F1) than vowel /ö/ both at opened syllable and at closed syllable. However, for the other acoustic properties—the second formant (F2), fundamental frequency (Fo), duration (ms), and intensity (dB)—vowel /ö/ has higher acoustic values than vowel /ə/. In correlation with the second research objective, viz to search acoustic properties which contrast the two central vowels, it’s found that all acoustic properties (F1, F2, Fo, duration and intensity) contrast the two Sundanese central vowels. All statistical tests which were applied show the results that there are significant differences of the acoustic properties between both central vowels.
PERLUASAN MAKNA KATA SAPAAN DAENG DALAM BAHASA MAKASSAR Tamrin Tamrin
Sirok Bastra Vol 3, No 1 (2015): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.335 KB) | DOI: 10.37671/sb.v3i1.53

Abstract

Daeng merupakan gelar kebangsawanan suku Makassar, tetapi acap ditujukan sebagai panggilan bagi para pelaku ekonomi menengah ke bawah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kompleksitas penggunaan sapaan daeng di Kota Makassar dan (2) mendeskripsikan kata sapaan daeng yang banyak ditujukan kepada masyarakat pelaku ekonomi menengah ke bawah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbedaan penggunaan gelar daeng pada masa lampau dan masa sekarang dalam realitas sosial masyarakat Makassar disebabkan oleh tiga faktor yaitu (a) fleksibilitas dalam sejarah penggunaan gelar daeng yang menyebabkan luasnya makna daeng, (b) sistem kebudayaan suku Makassar yang lemah dalam memberikan batasan-batasan penggunaan gelar daeng dalam kehidupan sosial masyarakat, (c) tidak ada sebutan atau panggilan yang tepat untuk ditujukan kepada para pelaku ekonomi menengah ke bawah seperti pengayuh becak, tukang sayur keliling, dan penarik bentor yang sarat dengan nilai-nilai kesopanan dan tata krama berkomunikasi.
PENGEMBANGAN MODUL MENULIS FEATURE DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK Muhammad Fadely
Sirok Bastra Vol 4, No 1 (2016): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.377 KB) | DOI: 10.37671/sb.v4i1.76

Abstract

Pengembangan modul menulis feature telah diteliti berdasarkan Kurikulum 2013 dengan menggunakan pendekatan saintifik. Penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (research and development). Penelitian ini digunakan untuk mengembangkan produk penelitian berupa modul pembelajaran menulis feature yang digunakan padatingkat sekolah menengah atas(SMA). Penelitian ini menggunakan teori Martin Tessmer dan Benny. Data dikumpulkan dengan melakukan pretest kepada siswa, melalui angket, wawancara, dan menganalisis kebutuhan siswa serta guru terhadap modul menulis feature. Modul dikembangkan dengan pendekatan saintifik. Setelah dikembangkan, modul divalidasi dan direvisi, kemudian diujicobakan. Uji coba dalam penelitian dilakukan dengan tiga tahapan yaitu one to one,small group, dan field test. Setelah uji coba tersebut, dibagikan angket tentang kesan siswa selama menggunakan modul.  Efek potensial modul diketahui dari hasil tes siswa berupa tes pilihan ganda dan esai. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang digunakan selama ini belum dapat membantu siswa untuk menulis feature. Setelah menggunakan modul menulis feature, ada efek potensial berupa peningkatan kemampuan menulis feature tanpa bimbingan guru.
DONGENG SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR Abdul Aziz; Hajrah Hajrah
Sirok Bastra Vol 5, No 2 (2017): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.94 KB) | DOI: 10.37671/sb.v5i2.109

Abstract

Pembelajaran sastra di sekolah selalu disorot para pengamat dan peminat sastra. Hal tersebut harus diminimalkan. Pembelajaran harus mampu menciptakan materi yang menarik dan suasana yang kondusif. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif analitik. Data penelitian ini adalah dongeng Cerita Si Jingkiriq, I Kukang, Nenek Pakande, La Dana dan Kerbaunya, dan Puang Tedong. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dari guru SD Kabupaten Maros. Teknik analisis meliputi proses pengorganisasian dan pengurutan data tentang dongeng dan pemilihan bahan ajar ke dalam pola kategori dan satuan uraian. Hasil analisis data dan temuan menunjukkan bahwa rata-rata penilaian responden untuk dongeng sebesar 3,75 (kategori layak dijadikan bahan ajar). Bahan ajar yang dapat digunakan untuk tingkat SD adalah dongeng yang isinya sesuai dengan karakteristik, pengalaman, dan kebutuhan siswa.
BENTUK FATIS DALAM BAHASA MELAYU BANGKA Rahmat Muhidin
Sirok Bastra Vol 1, No 1 (2013): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.104 KB) | DOI: 10.37671/sb.v1i1.5

Abstract

Form of fatis is sign of communication nonformal varians.This paper used linguistic theory with descriptivemethod. This paper will describe the forms of fatis in Bangka Malays. Signed of fatis varians in the BangkaMalays: ah (afektif reject), ayo (let’s), ok (agreement), kek (to make an imperative sentence more polite), mari(come on), and lah (already) and ya (yes, agreement).
APOKALIPTISME SASTRA LISAN LERENG ARJUNA Sony Sukmawan
Sirok Bastra Vol 2, No 2 (2014): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.047 KB) | DOI: 10.37671/sb.v2i2.43

Abstract

Sastra apokaliptik adalah jenis sastra naratif yang (i) mengisahkan wahyu yang dimediasi oleh makhluk dari dunia yang diterimakan kepada manusia; (ii) mengungkapkan suatu realitas transenden yang temporal; (iii) menyangkut bayangan eskatologis keselamatan. Ciri-ciri yang terdapat dalam sastra lisan Lereng Arjuna dalam wujud (i) pemahlawanan tokoh mitologis (Semar dan Dewi Sri) dan sosok cikal bakal, trindih ukir, atau babat alas desa setempat; (ii) implikasi gagasan apokaliptik di balik latar penamaan desa, latar penamaan situs-situs purbakala dan situs keramat alami; (iii) penamaan para-baureksa dalam mantra, yang diangkat atau terinspirasi dari penggalan, kutipan, atau sebagian kisah pewayangan, suluk, dan kitab suci; serta (iv) pengungkapan apokaliptik sebagai pemulihan stabilitas alam melalui tindakan pencegahan yang persuasif (melalui pemujaan mantra, laku ritual), bukan mengubah masa depan alam.
ANALISIS WACANA KRITIS IKLAN KOMERSIAL MEIKARTA Hotnida Novita Sary
Sirok Bastra Vol 5, No 2 (2017): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.959 KB) | DOI: 10.37671/sb.v5i2.100

Abstract

Dalam kurun waktu empat bulan pemasaran atau sejak Mei 2017, Meikarta berhasil mencatatkan penjualan yang fantastis. Terkait hal ini, peran iklan sangat krusial dalam pemasaran. Bahasa dalam iklan sebagai alat menyampai pesan memegang peran penting. Penelitian ini menggunakan pisau bedah analisis wacana kritis Fairclough (1989). Iklan Meikarta membandingkan kesuperioritasan mereka dibandingkan kota metropolitan lain, seperti Jakarta. Selain teks, iklan ini juga memakai deskripsi gambar, seperti warna gelap dan terang untuk membandingkan Meikarta dengan kota besar lain. Iklan ini banyak menggunakan kohesi repetisi untuk menanamkan pengaruhnya, seperti dalam kata kita dan lupa. Meikarta juga menanamkan ideologi bagi masyarakat kota besar bahwa kota metropolitan saat ini sudah tidak aman, kotor, dan macet. Dalam hal ini, Meikarta digadang-gadang menjadi solusi atas masalah tersebut.
CERITA BATU BAGGA DAN BATU BALAI: SEBUAH KAJIAN STRUKTURAL SASTRA BANDINGAN (A Comparative Study: The Folktale of Batu Bagga and Batu Balai) Sarman Sarman
Sirok Bastra Vol 7, No 1 (2019): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.872 KB) | DOI: 10.37671/sb.v7i1.141

Abstract

Beberapa contoh cerita rakyat yang terkenal di Indonesia adalah legenda tentang anak yang durhaka kepada orang tuanya, seperti Malin Kundang dari Minangkabau, Gempu Awang dari Bangka, serta Impalak dari Sulawesi Tengah. Cerita Batu Bagga dan Batu Balai menjadi menarik untuk dikaji dengan menggunakan pendekatan sastra bandingan. Kajian ini bertujuan untuk membandingkan struktur antarcerita melalui metode deskriptif kualitatif dengan teknik perbandingan sastra dan analisis isi. Teknik kajian ini digunakan untuk memahami pesan-pesan simbolik dari wacana atau teks. Analisis isi merupakan teknik penelitian yang memanfaatkan seperangkat prosedur untuk menarik simpulan dari sebuah buku atau dokumen. Berdasarkan hasil analisis perbandingan terhadap kedua struktur cerita rakyat Batu Bagga dan Batu Balai, tampak adanya persamaan dan perbedaan. Persamaan itu dapat dilihat dari tema, alur, tokoh dan penokohan, dan latar yang ada pada kedua cerita rakyat sedangkan perbedaannya dapat dilihat dari tokoh dan penokohan, alur, latar dan amanat. Some well-known examples of folklore in Indonesia are legends about children who are disobedient to their parents, such as Malin Kundang from Minangkabau, Gempu Awang from Bangka, and Impalak from Central Sulawesi. Therefore, the story of Batu Bagga and Batu Balai is interesting to study using a comparative literary approach. This study aims to compare the structure of Batu Bagga and Batu Balai through a qualitative descriptive method with literary comparison techniques and content analysis. This study technique is used to understand symbolic messages from discourse or text. Content analysis is a research technique that utilizes a set of procedures to draw conclusions from a book or document. Based on the results of a comparative analysis of the two folklore structures, Batu Bagga and Batu Balai, there were similarities and differences. The equation can be seen from the theme, plot, character and characterization, and the background that exists in both folklore while the difference can be seen from the character and characterization, plot, setting and message.
STRUKTUR DAN KETERBACAAN KALIMAT PADA BUKU TEKS PELAJARAN BAHASA INDONESIA Maria Christa Istiana Kamagi
Sirok Bastra Vol 2, No 1 (2014): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.654 KB) | DOI: 10.37671/sb.v2i1.34

Abstract

Kajian ini membahas struktur kalimat dan keterbacaan pada buku teks pelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis kepustakaan.Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ditemukan kalimat tunggal perluasan subjek, predikat, objek, dan pelengkap, kalimat tunggal perluasan keterangan, kalimat majemuk setara, kalimat majemuk bertingkat, kalimat majemuk bersusun, dan kalimat taklengkap. Selain menjelaskan struktur kalimat yang ada, penelitian ini juga mencoba menganalisis keterbacaan dilihat dari jumlah kata yang digunakan dalam kalimat tersebut. Hasil yang didapat adalah terdapat beberapa kalimat yang masih masuk kategori kalimat sulit dan sangat sulit dipahami.
FITUR MORFOSINTAKSIS INFLEKSI DIATESIS DALAM BAHASA KARO Yanti Br. Sitepu
Sirok Bastra Vol 3, No 2 (2015): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.508 KB) | DOI: 10.37671/sb.v3i2.67

Abstract

Penelitian ini membahas fitur morfosintaksis infleksi diatesis dalam bahasa Karo. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan bentuk diatesis serta klasifikasi dan struktur diatesis dalam bahasa Karo. Metode yang digunakan adalah metode deksriptif kualitatif. Deskripsi ditinjau dari segi morfologis dan struktur peran yang terdapat dalam diatesis beserta karakteristiknya dari segi sintaksis. Data penelitian adalah kalimat yang diperoleh dari buku cerita rakyat bahasa Karo yang berjudul Turin-Urin Beru Ginting Sope Mbelin. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat lima jenis diatesis dalam bahasa Karo, yaitu aktif, pasif, refleksif, kausatif, benefaktif, dan resiprokal.

Page 2 of 22 | Total Record : 220