cover
Contact Name
Prima Hariyanto
Contact Email
patriyawhura@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
patriyawhura@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bangka tengah,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
Sirok Bastra
ISSN : 23547200     EISSN : 26212013     DOI : -
SIROK BASTRA is a journal which publishes language literature and language literature education research, either Indonesian, local, or foreign research. All articles in SIROK BASTRA have passed the reviewing process by peer reviewers and edited by editors. SIROK BASTRA is published by Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung twice times a year, in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 220 Documents
POLITIK TEROR GOTIK-POSTMODERN DAN REPRESENTASI DISABILITAS DALAM ULAR DI MANGKUK NABI Wahyu Heriyadi
Sirok Bastra Vol 6, No 1 (2018): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.029 KB) | DOI: 10.37671/sb.v6i1.11

Abstract

Sastra bergenre gotik ternyata mampu menyedot pembaca, seperti novel-novel karya Abdullah Harahap pada 1970—1980. Namun, muncul kontroversi berkepanjangan untuk menyebut karya sastra gotik sebagai sebuah genre yang patut dikaji dan diapresiasi para pengkritik sastra di Indonesia. Sebab, moralitas yang disajikan melalui karya sastra justru dapat dilakukan dengan hal-hal yang berbanding terbalik dengan kaidah moralitas yang mestinya berlaku. Oleh karena itu, kritik sastra gotik semakin mendapat ruang untuk membedah sebuah karya sastra, terlebih lagi dengan kehadiran alat analisis melalui pendekatan gotik-postmodern. Pendekatan gotik-postmodern dan disabilitas dipakai untuk membongkar segala aspek dalam kumpulan cerita Ular di Mangkuk Nabi karya Triyanto Triwikromo. Pada buku ini, jalinan cerita dengan susunan kerumitan, teror, erotika, metafiksi, mistik, ruang tafsir pembaca yang dibuyarkan. Cerita ini menawarkan sebuah pengalaman baru bagi pembacanya, politik teror gotik-postmodern. Berdasarkan penelitian, disimpulkan bahwa Triyanto Triwikromo membawa politik teror melalui genre gotik-postmodern kepada pembaca, di dalam kumpulan cerita Ular di Mangkuk Nabi.
PETA BAHASA EXPOSE POSTER PUSAT PEMBINAAN KARIER DAN KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI PENYEMPURNAAN KURIKULUM PERGURUAN TINGGI NFN Tubiyono
Sirok Bastra Vol 1, No 1 (2013): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.631 KB) | DOI: 10.37671/sb.v1i1.6

Abstract

This study aims to reveal languages that are required by local, national, and multinational company. In addition,this study also explores the information that is needed for language skills which required in the company.Quantitative data were collected as a secondary source and will be combined with the primary data from HumanResource Department of the company that cooperate with PPKK-UA. The result of this study is expected to beuseful for college students in order to prepare early on to face an increasingly competitive workforce in thefuture. College students are expected to design their own language skills which are required by both national andmultinational companies. In fact, college students are not only required to mastering language skills, but they arealso expected to practice it in everyday life, so that it will become a habit that will shape their character. For theinstitution, the result of this study may become one of the considerations for college students’ redesigncurriculum, so that it can be adapted in the demands of the labor market (the industry). Industry is not only forgetting high academic achievement index, but also require language skills, so it can give positive effect andcontribution to the intitutions.
TEMA DAN AMANAT CERITA RAKYAT DI KECAMATAN KARANG INTAN, KABUPATEN BANJAR Hestiyana Hestiyana
Sirok Bastra Vol 2, No 2 (2014): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.948 KB) | DOI: 10.37671/sb.v2i2.44

Abstract

Penelitian ini membahas tema dan amanat cerita rakyat di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar dengan tujuan untuk mendeskripsikan cerita rakyat yang tersebar di Kecamatan Karang Intan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, rekaman, wawancara, dan studi pustaka. Dalam teknik analisis data, digunakan analisis deskriptif. Dalam penelitian ini ditemukan tiga bentuk cerita rakyat, yaitu dongeng, legenda, dan mite. Cerita rakyat tersebut terdiri atas satu dongeng yang berjudul “Ular Tadung di Gunung Kiyau”; dua legenda berjudul “Asal Usul Nama Desa Karang Intan” dan “Asal Usul Nama Danau Purun”; dan satu mite berjudul “Pamandian Putri di Gunung Putra Bulu”. Tema cerita tersebut adalah (1) kelalaian seorang ayah dalam menjaga anaknya, (2) asal usul nama Desa Karang Intan, (3) asal usul nama Danau Purun dan nama Gunung Padang Keramat, dan (4) kepindahan para bidadari (putri) karena merasa terganggu oleh kehadiran manusia di daerahnya. Amanat cerita tersebut adalah (1) dalam hidup ini kita harus bisa menjaga milik kita yang paling berharga; jangan sampai melalaikan milik kita yang paling kita sayangi dan cintai, (2) dalam pemberian nama sebuah desa hendaknya disesuaikan dengan keadaan atau sesuatu yang telah terjadi di desa tersebut, (3) dalam pemberian sebuah nama hendaklah disesuaikan dengan keadaan yang pernah terjadi di daerah tersebut; selain itu, sifat iri dengki harus dijauhkan dari diri kita karena dapat merugikan diri sendiri dan orang lain, (4) ketika memasuki wilayah yang jarang dijamah oleh manusia, kita harus permisi dengan pemilik daerah tersebut (makhluk gaib).
REALISASI KONSEP BAHASA INDONESIA DALAM BAHASA REJANG Hidayatul Astar
Sirok Bastra Vol 5, No 2 (2017): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.647 KB) | DOI: 10.37671/sb.v5i2.101

Abstract

Artikel ini merupakan hasil kajian terhadap realisasi konsep bahasa Indonesia ke dalam bahasa Rejang. Kenyataan menunjukkan bahwa masyarakat Rejang tidak memiliki konsep (kata atau istilah) yang cukup untuk mewakili pikiran dan perasaan tertentu ketika berkomunikasi, terutama yang terkait dengan konsep kehidupan modern atau yang sesuai dengan perkembangan zaman. Karena itu, bahasa Rejang perlu memungut atau mengambil dari bahasa lain, khususnya dari bahasa Indonesia. Ada dua realisasi bentuk konsep yang terjadi, yaitu realisasi tanpa perubahan dan realisasi dengan perubahan. Berdasarkan data, realisasi perubahan dalam sebuah konsep dapat satu kali atau lebih. Realisasi perubahan itu berupa penghilangan, penggantian, dan penambahan bunyi vokal atau konsonan tertentu pada posisi tertentu. Penghilangan terbanyak terdapat pada konsonan [r] dan penggantian terbanyak dari konsonan [h] menjadi [k]. Terjadinya perubahan realisasi bunyi bahasa Indonsia ke dalam bahasa Rejang disebabkan oleh, antara lain, keinginan penutur bahasa Rejang dan adaptasi terhadap bunyi yang sudah ada.
ANALISIS ASPEK NASIONALISME PADA FILM 1911 REVOLUTION (辛亥革命) (Nationalism in Film 1911 Revolution [辛亥革命]) Liana Devi Sibarani; Rudiansyah Rudiansyah; Julina Julina
Sirok Bastra Vol 7, No 1 (2019): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.694 KB) | DOI: 10.37671/sb.v7i1.143

Abstract

Penelitian ini berjudul Analisis Aspek Nasionalisme pada Film 1911 Revolution (辛亥革命). Latar belakang penelitian ini beranjak dari ketertarikan terhadap karya sastra yang berlatar tentang perjuangan kaum revolusioner untuk mencapai kemerdekaan. Yang menjadi rumusan masalah penelitian ini yaitu apa saja aspek nasionalisme pada film Xinhai Geming. Tujuan penelitian ini adalah mencari, mengungkapkan dan mendeskripsikan rumusan masalah tersebut secara utuh dan terperinci. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sosiologi sastra menurut Wellek dan Warren. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah film Xinhai Geming yang disutradarai oleh Zhang Li dan Jackie Chan yang berdurasi 125 menit dan dirilis oleh Shanghai Film Group pada tanggal 23 September 2011. Hasil dari penelitian ini adalah aspek nasionalisme dan faktor yang mempengaruhi nasionalisme dalam film diwakili oleh beberapa potongan kutipan dan adegan. Nasionalisme yang dimiliki oleh masyarakat Tionghoa adalah pengabdian dan semangat juang untuk membangun rakyatnya demi tercapainya misi bangsa. This research is entitled Nationalism in Film 1911 Revolution (辛亥革命). The background of this study are an literary work set against the struggle of the revolutionaries to achieve independence. Two things that formulate the research problem are (1) what are the aspects of nationalism in the film Xinhai Geming. The purpose of this research is to find, express and describe the formulations of the problem in a complete and detailed manner. The research method used in this study is a qualitative descriptive method. The theory used in this study is the theory of literary sociology according to Wellek and Warren. The data sources used in this study were the Xinhai Geming film directed by Zhang Li and Jackie Chan which lasted 125 minutes and was released by the Shanghai Film Group on September 23, 2011. The results of this study were aspects of nationalism and factors that influenced nationalism in the film. represented by several quotations and scenes that show nationalism in the film. Nationalism possessed by the Chinese community as devotion and fighting spirit to build its people for the achievement of the nation’s mission.
UJI KEMAHIRAN BERBAHASA INDONESIA (UKBI) BAGI GURU DAN SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SE-LAMPUNG UTARA Achril Zalmansyah
Sirok Bastra Vol 2, No 1 (2014): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.507 KB) | DOI: 10.37671/sb.v2i1.35

Abstract

Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) dirancang sedemikian rupa, tanpa mengenal jenis pekerjaan atau jabatan seseorang, sebagai alat uji yang sangat ideal, baik bagi penjaringan pekerja atau pegawai teladan, siswa/mahasiswa, guru maupun calon pegawai negeri sipil. Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia bagi guru dan siswa sekolah menengah pertama merupakan salah satu hal baru bagi kalangan pendidikan di Kabupaten Lampung Utara sehingga perlu disosialisasikan dan diujikan. UKBI ini dilakukan untuk mengetahui penguasaan bahasa Indonesia para guru dan siswa sekolah menengah pertama di Kabupaten Lampung Utara. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memperoleh nilai antara 300—400 yang berarti cukup baik. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa UKBI merupakan alat uji yang dapat digunakan untuk mengukur penguasaan bahasa Indonesia seorang guru serta penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar oleh siswa.
WUJUD DAN INTERSEKSI TINDAK TUTUR MELARANG BAHASA BANJAR Rissari Yayuk
Sirok Bastra Vol 3, No 2 (2015): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.557 KB) | DOI: 10.37671/sb.v3i2.68

Abstract

Penelitian ini mengkaji wujud tindak tutur melarang dalam bahasa Banjar. Tujuan penelitian ini menggambarkan wujud dan jenis interseksi tindak tutur larangan bahasa Banjar. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif. Teknik penelitian yang digunakan adalah rekam dan catat. Data bersumber dari tuturan masyarakat Desa Sungai Kacang, Martapura. Waktu pengumpulan data Januari sampai dengan April 2015. Berdasarkan pembahasan, diketahui bahwa wujud tindak tutur direktif melarang dalam bahasa Banjar dapat berbentuk kalimat perintah atau interogatif. Dalam tindak tutur melarang, terdapat empat interseksi jenis tindak tutur yang meliputi tindak tutur langsung literal, tindak tutur langsung tidak literal, tindak tutur tidak langsung literal, dan tutur tidak langsung tidak literal.
PENGGUNAAN RADIKAL DALAM PEMAKNAAN KARAKTER HAN: PENDEKATAN STATISTIK LINGUISTIK Ayesa Ayesa
Sirok Bastra Vol 5, No 1 (2017): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.72 KB) | DOI: 10.37671/sb.v5i1.92

Abstract

Setiap karakter Han, atau yang dikenal dengan hanzi, memiliki radikal. Makalah ini menganalisis penggunaan radikal oleh penutur jati bahasa Indonesia yang berbicara bahasa Mandarin dalam memaknai hanzi. Prosedur penelitian kuantitatif dilakukan untuk melihat signifikansi penggunaan radikal dalam memaknai hanzi. Terdapat 49 penutur jati bahasa Indonesia yang juga mampu berbahasa Mandarin yang dijadikan responden dalam penelitian ini. Masing-masing responden diminta menebak arti enam hanzi yang mengandung radikal yang sering dijumpai, yaitu扌’tangan’. Hasil dari pemaknaan keenam hanzi tersebut dikaitkan dengan beberapa variabel, di antaranya latar belakang pekerjaan, pertimbangan responden dalam menggunakan radikal, kualitas durasi pemakaian, dan pertimbangan responden dalam menggunakan guratan lain dalam suatu karakter. Melalui analisis statistik, ditemukan bahwa semakin setuju pada penggunaan radikal dalam pemaknaan karakter Han, nilai yang diperoleh atau karakter yang bisa dimaknai semakin banyak. Makalah ini diharapkan dapat menunjukkan pengaruh penggunaan radikal dalam pemaknaan hanzi.
NILAI EDUKATIF DALAM NOVEL SEBAIT CINTA DI BAWAH LANGIT KAIRO KARYA MAHMUD JAUHARI ALI (Educative Values in Sebait Cinta di Bawah Langit Kairo by Mahmud Jauhari Ali) Risman Iye; Susiati Susiati
Sirok Bastra Vol 6, No 2 (2018): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.8 KB) | DOI: 10.37671/sb.v6i2.135

Abstract

Sastra merupakan respresentatif pengarang terhadap realita sosial yang terjadi dan didalamnya terdapat pesan yang disampaikan oleh pengarang kepada pembacanya dan dapat dijadikan sebagai media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai edukatif yang ada dalam novel Sebait Cinta di Bawah Langit Kairo karya Mahmud Jauhari Ali. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka atau penelitian yang bersifat kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pendidikan yang terdapat dalam novel Sebait Cinta Di Bawah Langit Kairo terdapat empat nilai yaitu: Nilai pendidikan religius, nilai pendidikan moral, nilai pendidikan sosial, dan nilai pendidikan budaya Sedangkan nilai pendidikan yang paling dominan dalam novel Sebait Cinta di Bawah Langit Kairo adalah nilai pendidikan religiusLiterature is the representation of the social reality that occurs and there are messages conveyed by the author to the reader and can be used as learning media. This study aims to decribes educative values in Sebait Cinta di Bawah Langit Kairo novel by Mamud Jauhari Ali. This type of research is library research or qualitative research. The results of the research show that there are four educative values contained in the novel Kreation Mamud Jauhari Ali which are the value of religious education, the value of moral education, the value of social education, and the value of cultural education. The most dominant value of education in this novel is the value of religious education.
FENOMENA HUKUM ADAT BALI TERHADAP BAYI KEMBAR BUNCING DALAM NOVEL INCEST KARYA I WAYAN ARTIKA Annisa Aprinandri Irwin; Khansa Khairunnisa
Sirok Bastra Vol 1, No 2 (2013): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.057 KB) | DOI: 10.37671/sb.v1i2.26

Abstract

Artikel ini memaparkan bentuk fenomena adat Bali tentang kembar buncing dalam novel Incest karya I Wayan Artika. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif dan analisis dalam menyimpulkan data. Berdasarkan analisis, disimpulkan bahwa peristiwa inses dalam Kembar Buncing ini dilakukan masyarakat Bali tanpa mengetahui akibatnya. Semua dilakukan mengatasnamakan adat istiadat yang sudah ada sejak zaman dahulu. Dalam pandangan adat Jelungkap, sanksi untuk kembar buncing di Bali adalah suatu hal yang lumrah dan wajib dilaksanakan. Ada tiga tahapan hukuman dalam kebudayaan kembar buncing, pertama diisolasi, kedua melakukan upacara malik sumpah, dan yang terakhir adalah pemisahan bayi buncing dari pasangannya. Budaya kembar buncing ini sangat bertentangan dengan Hak Asasi Manusia karena setiap manusia berhak mendapat hak hidup yang sama.

Page 5 of 22 | Total Record : 220