cover
Contact Name
EKSISBANK
Contact Email
journal.stiesyariah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journal.stiesyariah@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. purwakarta,
Jawa barat
INDONESIA
EKSISBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan)
ISSN : 25992708     EISSN : 26548526     DOI : -
Core Subject : Economy,
Eksisbank Journal is open access published by the Sharia Economic Study Program and Syariah STIES Banking Indonesia Purwakarta. The main objective of Eksisbank is to provide a platform for scholars, academics and international researchers to share contemporary thoughts in the fields of accounting, taxation, sharia financial management, marketing management, Human Resource management, Islamic capital markets, strategic management, risk management, sharia economics , entrepreneurship, and the sharia banking business in the form of research results, feedback articles, and case reports. It also aims to promote sharia economic studies and Islamic banking, thereby becoming a leading international journal in the field of Islamic economics and Islamic banking in the world.
Arjuna Subject : -
Articles 143 Documents
Analisis Praktik Giveaway Dalam Perspektif Ekonomi Syariah di Akun Instagram Arifah.id Temmy Zamilah; Rina Nurhayati; Eka Ahadiyat Suryana
EKSISBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan) Vol 6 No 1 (2022): EKSISBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan)
Publisher : STIES INDONESIA PURWAKARTA Dan MES PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37726/ee.v6i1.404

Abstract

Every company must have a promotional media, one form of promotion that is mostly done by online shop business actors is to hold a giveaway. The purpose of this study is to find out the practice of giveaway on the Arifah.id Instagram account and to find out the giveaway practice on the Arifah.id Instagram account in the perspective of Islamic Economics. This research method uses qualitative research methods. And the research approach used is a case study approach. The results of this study, First, the holding of the giveaway on the Arifah.id Instagram account begins with the owner determining the requirements for participants who take part in the giveaway, after that the requirements and prizes are submitted in the Arifah.id Instagram account post, then participants follow the terms and conditions according to what has been submitted. in the Instagram post, then the owner determines the winner manually. After the winner is determined, the owner announces the giveaway winner on Instagram story by marking the winner's Instagram account, then the winner confirms personal data such as Full Name, Complete Address, No. Mobile phones, as well as prizes that the winners want from Arifah.id products. After receiving confirmation from the winner, the owner prepares the prize and sends the prize via J&T or JNE expedition, without any requirements for the winner to send the prize. Second, the practice of giveaway in the perspective of sharia economics is included in the ju'alah contract. The giveaway practice on Arifah.id's Instagram account is in accordance with the Fatwa of the National Sharia Council-Indonesian Ulema Council Number 62/DSN-MUI/XII/2007. This can be shown by fulfilling the pillars and conditions in the ju'alah contract, starting from Ja'il (the party holding the contest), Maj'ul Lah (the party doing the work of the competition and who is entitled to receive wages (ju'lu)), ' Amal (works that are contested), Ju'lu (promised wages), and Sighat (statements from the ja'il to maj'ul lah). And this research is also strengthened by Islamic Economics Experts that the practice of this giveaway is in accordance with sharia terms and conditions, which means it is permissible in Islam, because basically all forms of muamalah are allowed unless there is an argument that forbids it.
Analisis Penilaian Tingkat Kesehatan Pada Bank Central Asia (BCA) Syariah Berdasarkan Metode Camel (Studi Kasus Pada PT Bank BCA Syariah Periode 2015-2019) Yulia Purnama
EKSISBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan) Vol 6 No 1 (2022): EKSISBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan)
Publisher : STIES INDONESIA PURWAKARTA Dan MES PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37726/ee.v6i1.408

Abstract

Kondisi keuangan suatu lembaga keuangan sangat penting terjaga kesehatannya, sebagai salah satu cara untuk menjaga kepuasan nasabah dan menambah jumlah investor. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis penilaian tingkat kesehatan pada Bank Central Asia (BCA) Syariah berdasarkan metode CAMEL di PT. Bank BCA Syariah Periode 2015-2019. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan data sekunder. Berdasarkan hasil pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkat kesehatan BCA Syariah periode 2015-2019 berdasarkan Capital (permodalan) mendapatkan predikat “Sangat Sehat”. Karena nilai CAR yang didapatkan lebih besar dari 12% sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia. Tingkat kesehatan BCA Syariah periode 2015-2019 berdasarkan Assets (Kualitas Aktiva Produktif) mendapatkan predikat “Sehat”, karena nilai KAP yang didapatkan dibawah 10,35%. Tingkat kesehatan BCA Syariah periode 2015-2019 berdasarkan Management (Manajemen) dengan menilai tingkat NPM (Net Profit Margin) mendapat predikat “Cukup Sehat”, karena nilai NPM yang didapatkan berada di kisaran 66%-80%. Tingkat kesehatan BCA Syariah periode 2015-2019 berdasarkan Earning (Rentabilitas) menggunakan dua rasio ROA dan BOPO. ROA tahun 2015-2019 mendapatkan kategori “Cukup Sehat”, karena nilai ROA yang didapatkan berada di kisaran 0,5%-1,24%. Sedangkan tingkat kesehatan rasio BOPO periode 2015-2019 berada pada predikat “Sangat Sehat”, karena nilai BOPO yang didapatkan lebih kecil dari 94%. Tingkat kesehatan BCA Syariah periode 2015-2019 berdasarkan Liquidity (Likuiditas) menggunakan rasio FDR (Finance to Deposit Ratio) didapatkan predikat “Cukup Sehat”, karena nilai FDR yang didapatkan berada dikisaran 85%-100%. Tingkat kesehatan BCA Syariah pada tahun 2015-2019 menggunakan metode CAMEL berada pada posisi “Cukup Sehat”. Dikarenakan nilai CAMEL yang diperoleh berada pada posisi kurang dari 81%, atau berada pada rentang 66%-80%. Artinya bank dinilai cukup mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis, faktor eksternal lain tercermin dari peringkat faktor penilaian, antara lain profil risiko, penerapan tata kelola, rentabilitas, dan permodalan yang secara umum cukup baik.
Analisis ROA, ROE dan FDR Terhadap Kinerja Keuangan Pada PT. BPRS Harta Insan Karimah Parahyangan Pada Periode Maret 2019-Juni 2020 Devi Silfia; Jalaludin Jalaludin; Wenny Marlini; Agung Tripramudi
EKSISBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan) Vol 6 No 2 (2022): EKSISBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan)
Publisher : STIES INDONESIA PURWAKARTA Dan MES PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37726/ee.v6i2.409

Abstract

Kinerja keuangan merupakan prestasi kerja yang telah dicapai oleh lembaga dalam suatu periode tertentu dan tertuang pada laporan keuangan lembaga yang bersangkutan. Analisis rasio merupakan cara yang biasa digunakan untuk menganalisis kinerja keuangan suatu bank, menjelaskan kondisi kesehatan suatu lembaga keuangan dalam hal ini BPRS HIK Parahyangan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pendapatan, total asset, total pembiayaan dan jumlah dana pihak ketiga BPRS HIK Parahyangan mengalami kenaikan dan penurunan pada setiap triwulannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Return On Asset (ROA) BPRS HIK Parahyangan pada Triwulan Tahun 2019 Sampai Triwulan II Tahun 2020, untuk mengetahui Return On Equity (ROE) BPRS HIK Parahyangan pada Triwulan Tahun 2019 Sampai Triwulan II Tahun 2020, dan untuk mengetahui Financing to Deposit Ratio (FDR) BPRS HIK Parahyangan pada Triwulan Tahun 2019 Sampai Triwulan II Tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pertama kondisi rasio ROA BPRS HIK Parahyangan pada Triwulan Tahun 2019 Sampai Triwulan II Tahun 2020 dalam kondisi cukup sehat dan sangat sehat, karena angka rasio yang dihasilkan setiap triwulannya berada dikisaran 0,7%-1,24% dan berada diatas angka standar yaitu 0,5%-1,5%. Kedua, kondisi rasio ROE BPRS HIK Parahyangan pada Triwulan Tahun 2019 Sampai Triwulan II Tahun 2020 dalam kondisi sangat sehat, karena angka rasio yang dihasilkan setiap triwulannya berada diatas kisaran 15%. Ketiga, kondisi rasio FDR BPRS HIK Parahyangan pada Triwulan Tahun 2019 Sampai Triwulan II Tahun 2020 dalam kondisi sangat kurang sehat, karena angka rasio yang dihasilkan setiap triwulannya berada diatas kisaran 120%.
Perbandingan Pembayaran Pemesanan dan Pengiriman Produk Melalui Transfer Bank dan Financial Technology (Fintech) di Aplikasi Toko Purwakarta (Topur) Adia Nur Fadilah; Ahmad Saepudin; Eka Ahadiyat Suryana
EKSISBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan) Vol 6 No 2 (2022): EKSISBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan)
Publisher : STIES INDONESIA PURWAKARTA Dan MES PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37726/ee.v6i2.410

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini sudah semakin pesat perkembangan­nya, kebutuhan masyarakat akan teknologi informasi semakin meningkat. Salah satunya di Kabupaten Purwakarta sudah mempunyai salah satu e-commerce yaitu Aplikasi Toko Purwakarta (Topur) yang melakukan transaksi pembayarannya dengan sistem pembayaran digital (sistem jual beli mudharabah). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui objek Perbandingan pembayaran pemesanan dan pengiriman produk melalui transfer Bank dan financial technology (Fintech) di aplikasi Toko Purwakarta (Topur), untuk mengetahui sistem pembayaran pemesanan dan pengiriman produk melalui transfer bank, untuk mengetahui sistem pembayaran pemesanan dan pengiriman produk melalui financial technology (fintech), dan untuk mengetahui perbandingan pembayaran pemesanan dan pengiriman produk melalui transfer bank dan financial technology (fintech) di aplikasi Toko Purwakarta (Topur). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini Pertama, Pembayaran pemesanan produk melalui transfer bank di Aplikasi Topur melalui tiga tahapan yakni: 1. Pemesanan Produk; 2. Resi Pembayaran Produk; 3. Pembayaran Pemesanan Produk. Pemesan akan melakukan pembayaran melalui transfer bank manapun sesuai kebutuhan pemesan. Pembayaran pengirim produk melalui transfer bank di Aplikasi Topur melalui tiga tahapan yaitu:1. Pengirim Produk; 2. Resi Pengirim Produk; dan 3. Pembayaran Pengiriman Produk. ongkos pengiriman barang ke kantor pos Indonesia dilakukan secara tunai dan ditanggung sementara oleh pengirim, nantinya pihak Topur akan mengganti ongkos kirim melalui transfer bank; Kedua, Pembayaran pemesanan produk melalui Fintech di Aplikasi Topur melalui tiga tahapan yakni: 1. Pemesanan Produk; 2. Resi Pembayaran Produk; 3. Pembayaran Pemesanan Produk. Pemesan Produk akan melakukan pemesanan dan akan muncul Resi Pembayaran produk, pemesan melakukan pembayaran pemesanan melalui alfamart dengan melihatkan resi pembayaran. Pembayaran pengirim produk melalui Fintech di Aplikasi Topur melalui tiga tahapan yakni: 1. Pengirim Produk; 2. Resi Pengirim Produk; 3. Pembayaran Pengiriman Produk. Pembayaran pengirim produk di Aplikasi Toko Purwakarta (Topur) melalui aplikasi agen pos; Ketiga, Pembayaran pemesan produk yang melakukan pembayaran melalui transfer bank sebanyak 64,3%, sedangkan melalui fintech sebanyak 14,3%, dan pembayaran tunai sebanyak 14,3%, artinya produk bank masih tetap diminati oleh masyarakat. Karena sistem pembayaran melalui transfer bank dianggap lebih aman. Sedangkan untuk pengiriman produk baik melalui transfer bank ataupun fintech mencapai jumlah yang sama yaitu 50%.
Pelaksanaan Program Pro Ibu Adzkia Charity Dalam Memberantas Riba Pada Bank Keliling Dede Rustaman; Hendri Tanjung; Ibdalsyah Ibdalsyah
EKSISBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan) Vol 6 No 2 (2022): EKSISBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan)
Publisher : STIES INDONESIA PURWAKARTA Dan MES PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37726/ee.v6i2.417

Abstract

Bank keliling umumnya sangat membantu masyarakat karena mereka yang sedang membutuhkan uang sangat membutuhkan uang untuk kebutuhannya, misalnya untuk tambahan modal dagang, kebutuhan sekolah, hingga kebutuhan hidup sehari-hari. Awalnya pihak Bank Keliling membantu namun pada akhirnya justru mempersulit masyarakat, karena memberikan pinjaman dengan bunga yang besar, sehingga bunga yang diberikan bisa melebihi pinjaman pokok yang kami pinjam dari Bank Keliling. Hal ini dikenal dengan Riba, yaitu perkembangan modernisasi, yang telah melanda rambu-rambu syariah bahkan bentuk-bentuk kemaksiatan, pola transaksi yang ada di mobile bank. Adzkia Charity merupakan salah satu lembaga sosial yang memberikan solusi terhadap permasalahan diatas, maka jurnal ini mengkaji Implementasi Program Amal Pro Ibu Adzkia dalam pemberantasan Riba pada bank keliling. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan. Berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan, dan setelah menganalisa data-data yang ada, mengenai Pelaksanaan Program Amal Adzkia Pro Bunda Bahagia ini dibagi menjadi beberapa tahapan diantaranya tahap sosialisasi, tahap screening, tahap pencairan dana dan pembinaan panggung.
Kelebihan dan Kekurangan Pasar Modal Syariah di Indonesia (Perkembangan Dan Problematika Pasar Modal Syariah Di Indonesia) Nadira Paramita; Ardina Khoirunnisa Harahap; Maryam Batubara
EKSISBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan) Vol 6 No 2 (2022): EKSISBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan)
Publisher : STIES INDONESIA PURWAKARTA Dan MES PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37726/ee.v6i2.424

Abstract

Investasi adalah sebuah cara untuk menangani masalah perekonomian di Indonesia. Dengan sektor pasar modal syariah dan beberapa jenis sarana, dapat membawa terobosan-terobosan terbaru bagi kemajuan keuangan syariah Indonesia dan perkembangan perekonomian di Indonesia. Pada sekarang ini, kemajuan pasar modal syariah begitu penting juga semakin mengalami kemajuan dari tahun ke tahun. Menurut data statistik yang sudah dilakukan oleh OJK, jumlah saham syariah meningkat mulai dari 328 menjadi 445 pada 2019 dari jumlah efek syariah yang tercatat pada 2013. Demikian pula obligasi syariah dan reksa dana syariahterus tumbuh. Mulai dari regulasi, literasi dan pengetahuan masyarakat sampai dengan minimnya dorongan dari pemangku kepentingan di pasar modal syariah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemajuan pasar modal syariah di Indonesia, dan langkah memajukan pasar modal syariah di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perkembangan pasar modal syariah di Indonesia tidak selalu sesuai dengan yang diharapkan, dan pasar modal syariah menghadapi banyak rintangan dan halangan. Kendala pertama, kurangnya pemahaman umum tentang pasar modal syariah, sehingga sedikit yang mengetahui komoditas pasar modal syariah. Kendala kedua, tidak adanya peraturan maupun pertauran terkhusus untuk pasar modal syariah. Kendala ketiga, sosialisasi produk pasar modal syariah masih gagal memikat hati para investor. Pasar modal syariah seringkali memiliki perspektif berbeda yang mempengaruhi pemikiran masyarakat. Dari perspektif sosialisasi, pasar modal syariah hanya fokus pada area perusahaan atau pendidikan tertentu yang dapat menarik investor. Selanjutnya, langkah memajukan pasar modal syariah di Indonesia melalui 1) Menjamin kepatuhan terhadap investasi syariah, 2). Meningkatkan IT dan SDM pasar modal syariah.
Analisis Rasio Profitabilitas Dalam Mengukur Kinerja Keuangan Pada Bank Syariah Mandiri (Penelitian Tentang Return On Asset, Return on Equity, Gross profit margin dan Net Profit Margin pada Tahun 2015–2019) Diana Novita; Jalaludin Jalaludin; Moch. Cayho Sucipto
EKSISBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan) Vol 6 No 2 (2022): EKSISBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan)
Publisher : STIES INDONESIA PURWAKARTA Dan MES PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37726/ee.v6i2.440

Abstract

Financial performance is a description of the financial condition of a company in a certain period which is analyzed with financial analysis tools. In assessing the company's financial performance, usually the measure used is the ratio. This research is motivated by the results of the profit data of Bank Syariah Mandiri which decreased in 2016, while assets and operating income from 2015 to 2019 the bank experienced a significant increase, therefore the authors tried to measure the financial performance of independent Islamic banks for 5 years. year. The purpose of this study was to find out and analyze how the financial performance of Bank Syariah Mandiri during 2017-2019. The researcher analyzes the financial performance of independent Islamic banks using profitability ratios based on Return On Assets, Return on Equity, Gross Profit Margin, and Net Profit Margin, after the analysis will show the condition of the Islamic Bank's financial performance. This study uses a quantitative descriptive approach by using the measurement of profitability ratios. The data studied are in the form of financial statements of Bank Syariah Mandiri from 2015 to 2019. Based on the results of the analysis, it is concluded that the financial performance of Bank Syariah Mandiri for 5 years from 2015-2019 based on ROA is considered unhealthy, this is based on the results of the average calculation ROA for 5 years is 0.79%, below the ROA standard of 1.25%. The financial performance of Bank Syariah Mandiri for 5 years from 2015-2019 based on ROE is considered unhealthy, this is based on the results of the calculation of the average ROE for 5 years, which is 8.88%, below the ROE standard of 12.5%. The financial performance of Bank Syariah Mandiri for 5 years from 2015-2019 based on GPM is considered unhealthy, this is based on the results of the calculation of the average GPM for 5 years, which is 8.35%, below the GPM standard of 10%. The financial performance of Bank Syariah Mandiri for 5 years from 2015-2019 based on the NPM is considered healthy, this is based on the results of the calculation of the average NPM for 5 years which is 7.54%, which is in a position above the NPM standard of 5%.
Implementasi Akad Murabahah Bil Wakalah Pada PT. Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi Tinjauan Fatwa DSN MUI NO: 10/DSN-MUI/IV/2000 Dan PBI Nomor.07/46/PBI/2005 Desmi Satriana; Zainuddin Zainuddin
EKSISBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan) Vol 6 No 2 (2022): EKSISBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan)
Publisher : STIES INDONESIA PURWAKARTA Dan MES PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37726/ee.v6i2.452

Abstract

Studi ini mengkaji tentang Implementasi akad Murabahah bil Wakalah di PT. Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi tinjauan fatwa DSN MUI No: 10/DSN-MUI/IV/2000 dan PBI Nomor 7/46/PBI/2005. Permasalahannya adalah praktek akad Murabahah bil Wakalah di PT. Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi melakukan akad Murabahah bil Wakalah secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan melihat Implementasi akad Murabahah bil Wakalah di PT. Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi tinjauan fatwa DSN MUI No: 10/DSN-MUI/IV/2000 dan PBI Nomor 07/46/PBI/2005. Penelitian ini menggunakan data primer maupun data sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif. Berdasarkan hasil survey yang diberikan Jadid Ardiansyah dan karyawan menunjukkan bahwa pelaksanaan akad keuangan, Murabahah bil Wakalah apabila permohonan pembiayaan nasabah telah disetujui maka dilakukan proses akad. Dalam proses membuat kesepakatan, klien dan bank menandatangani kontrak Murabahah dan Wakalah pada saat yang bersamaan. Setelah proses kontrak selesai, klien sebagai perwakilan bank menerima uang untuk pembelian barang sesuai dengan kebutuhannya, yang merupakan tanda terima atau faktur yang diserahkan oleh klien kepada bank tinjauan Fatwa DSN-MUI No. 04/DSN-MUI/IV/2000 tentang Murabahah No. 9 dan PBI No. 07/46/PBI/2005 Murabahah bil Wakalah di PT. Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi tidak memenuhi Fatwa DSN-MUI No. 04/DSN-MUI/IV/2000 tentang Murabahah No. 9 dan PBI No. 07/46/PBI/2005 tentang akad penghimpunan dan penyaluran dana bagi bank yang melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah.
Herding dan Pendidikan dalam Keputusan Masyarakat Menjadi Nasabah Bank Syariah Indonesia (Studi Empirik Pada Bank Syariah Indonesia di Kota Jambi) Ahmad Syahrizal
EKSISBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan) Vol 6 No 2 (2022): EKSISBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan)
Publisher : STIES INDONESIA PURWAKARTA Dan MES PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37726/ee.v6i2.460

Abstract

Islamic banks as a solution for usury-free banking transactions are becoming increasingly attractive to the public, as evidenced by the increasing market share of Islamic banks. Some of the factors that influence it include herding and education. This study aims to see and measure the extent to which herding and education factors influence the public's decision to become a customer of a sharia bank. Data was obtained by distributing questionnaires to customers which were then processed quantitatively for multiple linear regression analysis. Based on the partial test, the herding variable has no effect on the decision to become a customer of Bank Syariah Indonesia, but on the contrary, the education variable has a positive and significant influence.
Pengaruh Zakat Terhadap Tingkat Perekonomian Mustahik Pada Masa Pandemi Covid-19 Oleh BAZNAS Provinsi Banten Ditinjau Dari Perspektif Ekonomi Syariah Hani Muflihah; Meri Lustianah
EKSISBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan) Vol 6 No 2 (2022): EKSISBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan)
Publisher : STIES INDONESIA PURWAKARTA Dan MES PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37726/ee.v6i2.475

Abstract

Zakat is not just a reward-oriented worship, but also a social and humanitarian sense. The existence of zakat can help the economy of the community, especially mustahik. Activity restrictions due to the Covid-19 pandemic have affected economic activity nationally which then has an impact on the economy. BAZNAS Banten Province, is an official body formed by the government which has the task and function of collecting and distributing zakat, infaq, and alms (ZIS) to the community. BAZNAS Banten Province during the covid-19 pandemic had steps and programs on the utilization of zakat to help mustahik in dealing with the covid-19 pandemic. Whether or not the program is effective is an interesting thing to study. The purpose of this study is (1) to find out the steps and programs carried out by BAZNAS Banten Province to help the mustahik economy during the covid-19 pandemic (2) to determine the effect of zakat on the mustahik economy level during the covid-19 pandemic (3) to find out how is the sharia economic review on the effect of zakat on the mustahik economic level during the covid-19 pandemic by BAZNAS Banten Province. This study uses a combination of qualitative and quantitative research (mix methods). The sample of this study includes the total population of 33 people. Analysis of the research data using simple linear regression analysis and hypothesis testing using t test. The results of this study are that there are various programs and steps taken by BAZNAS Banten Province during the COVID-19 pandemic. The program includes mustahik training programs, business assistance programs, and workshop activities. Then from the results of the simple regression analysis test and hypothesis testing, there is a positive influence of zakat on the economic level of mustahik during the covid-19 pandemic by BAZNAS Banten Province. Likewise with the review of Islamic economic law, the effect of zakat on the mustahik's economic level is in accordance with the law, because its implementation is in accordance with the law of distributing zakat. This is also reinforced by the issuance of MUI fatwa no. 23 of 2020 concerning the Utilization of Zakat, Infaq, and Sadaqah Assets for Overcoming the Covid-19 Outbreak is allowed.

Page 9 of 15 | Total Record : 143