cover
Contact Name
Ta'dib Jurnal pendidikan islam dan isu-isu sosial
Contact Email
jurnaltadib64@gmail.com
Phone
+62376-22566
Journal Mail Official
masjudin@gmail.com
Editorial Address
https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib/TimPenyunting
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu- isu Sosial
ISSN : 20886462     EISSN : 26860228     DOI : -
Tadib Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Jurnal Tadib P ISSN: 2088 6462 EISSN: 2686 0228 adalah jurnal ilmiah yang terbit dua kali setahun. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah IAIH NW Pancor sejak 2010. Dimaksudkan sebagai ruang pemikiran kritis dan terbuka bagi semua kalangan agamawan, pendidik, aktivis, dan mahasiswa dengan studi tentang pemikiran dan implementasi pendidikan sebagai lingkup kajian. semua tulisan yang di tampilkan dalam jurnal ini di review dengan skema double-blind review process
Articles 103 Documents
Profesi Dan Kemandirian Eknomi Wanita Dalam Pandangan Islam Azhari Fathurrohman
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 19 No. 1 (2021): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v19i1.425

Abstract

Manusia adalah makhluk istimewa yang diberikan oleh Allah SWT. keistimewaan dalam segala hal baik iu jasmani dan rohani, nafsu dan akal. Manusia aalah makhluk yang social yang selalu saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lain laki-laki dan perempuan. Dengan keistimewaan yang dia miliki pulalah dia dibeikan tanggung jawab yang besar untuk mengelola dunia ini dengan menjadikanya khalifah. Tugas dan tanggung jawab yang dierikan oleh Allah SWT. kepada manusia memubuat dia tidak boleh berhenti bergerak, untuk membuat gerakannya itu lebih teratur maka dia harus bekerja sesuai dengan bidang dan keahliannya masing-masing tanpa membedakan jenis kelamin. Walaupun begitu Islam telah memberikan penekanan pekerjaan yang disesuaikan dengan firahnya sehingga identias dan keistimewaannya tetap terjaga. Wanita tidak dilarang untuk bekerja, tidak pula diharamkan untuk kaya, mandiri dalam bidang ekonomi adalah hal bagus. Yang menjati letak tidak bagusnya adalah ketika pekerjaan yang menjadi tugas pokonya itu terabaiakan. Dan pekerjaan yang dilarang oleh syari’at adalah pekerjaan yang dapat menyakiti, menodai kehormatan wanita, dan juga pekerjaan yang dapat membawa dampak negative lainya.
Analisis Bisnis MLM Ditinjau dari Sisi Mudharatnya Muhamad Marzuki
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 19 No. 1 (2021): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v19i1.426

Abstract

Multi level marketing (MLM) adalah jenis bisnis modern dan pernah menjamur mewarnai bisnis di Indonesia. MLM adalah strategi pemasaran berjenjang atau berantai, di mana tenaga penjual (sales) tidak hanya mendapatkan kompensasi atas penjualan yang mereka hasilkan, tetapi juga atas hasil penjualan sales lain yang mereka rekrut. Dalam sistem penjualan piramida atau pemasaran jaringan ini, ada istilah anggota “up line” dan “downline", yaitu orang-orang yang melakukan penjualan produk setelah sebelumnya berdasarkan urutan rekrutan atau pendaftaran. Dalam sistem ini Up-line diharuskan untuk mencari down-line sebanyak-banyaknya agar mendapatkan bonus atau penghasilan yang berlipat-lipat. Dalam fakta di lapangan, sekarang ini memang sudah banyak bisnis MLM yang bermunculan yang sebagian masyarakat menganggap MLM sebagai bisnis yang merugikan banyak orang dan menguntungkan segelintir orang. Dengan berbagai kasus dan pandangan terhadap bisnis MLM ini. Tulisan ini ingin melihat dari sisi kerugian (mudharat) yang ada di bisnis MLM
الروحية فى الخط العربى Zakiyah Isnawati; Muhammad Ihsan
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 19 No. 2 (2021): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v19i2.477

Abstract

Kaligrafi Arab telah berkembang dalam berbagai bentuk dan gaya, terdapat korelasi secara prinsip antara kaligrafi Arab yang bermula dari konteks al Qur’an semata dengan substansi spiritual yang terus menyelubungi bentuk dan alunan penulisan kaligrafi Arab. Kaligrafi Arab muncul dan menduduki posisi yang sangat urgen dalam Islam sehingga dapat disebut sebagai leluhur seni visual Islam tradisional dan memiliki jejak yang sangat istimewa dalam peradaban Islam. Kaligrafi Arab dikenal sebagai kebudayaan itu sendiri sehingga tulisan yang mempunyai keindahan ganda tersebut dianggap sebagai seni seorang yang berbudaya dan berkedisiplinan pikiran dan jiwa serta kekuasaan. Dari sudut pandang spritualitas, kaligrafi bukan hanya sekedar tulisan indah melainkan seni yang syarat dengan nilai estetik yang dapat menata jiwa dan mengantar seseorang kepada pengakuan keesaan Allah, pencipta segala sesuatu. Pesan yang sangat mendalam dalam kaligrafi Arab adalah membawa pesaan kesejatian kebenaran yaitu identitas Tauhid kepada Allah.
Internalisasi Nilai – Nilai Karakter Melalui Budaya Sekolah di SMKN 41 Jakarta Nurlaili Wathano
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 19 No. 2 (2021): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v19i2.478

Abstract

Kesimpulan dalam tulisan ini menunjukkan Internalisasi nilai dalam pembentukan karakter di SMKN 41 Jakarta melalui budaya sekolah sesuai dengan nilai – nilai karakter bangsa dan lima karakter utama yang bersumber dari pancasila. Pengembangan karakter melalui konsep pembiasaan (habituasi) nilai, walaupun melalui kegiatan sederhana, namun memiliki pengaruh positif kepada terbentuknya karakter melalui pendekatan pengembangan budaya sekolah (school culture). Nilai – nilai tersebut adalah: 1) Nilai religius. Diantara kegiatannya adalah: Berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran dan membudayakan mengucap salam dan menjawab salam di lingkungan sekolah. 2) Nilai Nasionalis, seperti: Menonton film perjuangan, Visit museum nasional, Parade budaya daerah. 3) Nilai Mandiri, seperti: Kemandirian enterepneurship (kewirausahaan) dan kemandirian dalam Pembelajaran. 4) Nilai Gotong Royong, seperti: gerakan infaq dan shadaqah, Zero waste ( lingkungan sekolah tanpa sampah). 5) Nilai Integritas, seperti: transparansi penggunaan anggaran sekolah, dan membuat zona integritas sekolah Hasil Penelitian ini memiliki kesamaan pendapat dengan Zamroni (2013), Suyono dan Hariyanto (2014), Neft dan Citrin (1999) yang menyatakan bahwa Pembudayaan nilai melalui lembaga pendidikan membantu siswa membentuk karakter dan soft skill yang dibutuhkan dalam hidup. Sedangkan temuan penelitian tesis ini tidak sependapat dengan Kant (1952) dan Rosseau (1970) yang menyatakan bahwa sesuatu yang dilakukan berdasarkan kebiasaan (pembudayaan) akan menghilangkan sisi moralitas amal.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research ) dengan menggunakan metode analisis deskriptif dengan design (rancangan) penelitian tunggal di SMKN 41 Jakarta.
Pelestarian Lingkungan Berbasis Teologi Islam Wetu Telu Muh. Zakaria
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 19 No. 2 (2021): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v19i2.479

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengangkat permasalahn mengenai model dan cara pelestarian lingkungan Pada Penganut Masyarakat islam wetu telu dibayan, memberikan wawasan intelektual terhadap tipologi ajaran kosmologi sinkretis Islam Wetu dan dapat dijadikan rujukan terkait model pelestarian Lingkungan Islam Wetu. Adapun metode dalam memecahkan permasalannya dengan pendekatan teologis mengkosntruk teori Seyyed Hussein Nasr dengan model firenialisme, yakni manusia harus kembali ke konsep spiritualitas dan alam harus dilihat sebagai yang memiliki unsur spiritual. Hasil penelitian yang diperoleh dilapangan bahwa eksistensi kepercayaan wetu telu memiliki implikasi positif terhadap pelestarian lingkunagn alam dengan membangun konsep kepercayaan dengan tiga istilah yakni mentanq, menteloq dan mentioq
Rencana Strategi Manajemen Pendidikan Islam Nurul Hidayati
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 19 No. 2 (2021): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v19i2.480

Abstract

Globalisasi telah nyata melanda kehidupan, Suka atau pun tidak suka, ummat Islam harus menghadapinya dengan segala implikasinya. Ciri-ciri kehidupan global antara lain: Pertama, terjadinya pergeseran dari konflik ideologi dan politik ke arah persaingan perdagangan, investasi dan informasi; dari keseimbangan kekuatan (balance of power) ke arah keseimbangan kepentingan (balance of interest). Kedua, hubungan antar negara/bangsa secara struktural berubah dari sifat ketergantungan (dependency) ke arah saling ketergantungan (interdependency), hubungan yang bersifat primordial berubah menjadi sifat tergantung kepada posisi tawar-menawar (bargaining position). Ketiga, batas-batas geografis hampir kehilangan arti operasionalnya. Kekuatan suatu negara ditentukan oleh kemampuannya memanfaatkan keunggulan komparatif (comparative advantage) dan keunggulan kompetitif (competitive advantage). Keempat, persaingan antar negara sangat diwarnai oleh perang penguasaan teknologi tinggi. Setiap negara terpaksa menyediakan dana yang besar bagi penelitian dan pengembangan. Kelima, terciptanya budaya dunia yang cenderung mekanistik, efisien, tidak menghargai nilai dan norma yang secara ekonomi tidak efisien.Pergaulan global dengan cirinya seperti diuraikan di atas, disamping mendatangkan sejumlah kemudahan bagi manusia, juga mendatangkan sejumlah efek negatif yang dapat merugikan dan mengancam kehidupan. Kenyataannya, pendidikan islam (khususnya di Indonesia) telah berjalan dalam lorong krisis yang panjang. Pendidikan Islam telah kehilangan pijakan filosofisnya yang hakiki, yang kemudian berdampak kepada tidak jelasnya arah dan tujuan yang hendak dicapai. Pendidikan Islam juga tertatih-tatih dan gagap dalam menghadapi laju perkembangan zaman dan arus globalisasi. Akibatnya, output pendidikan Islam, yang semestinya melahirkan generasi “imamul muttaqien” malah melahirkan generasi yang gagap: gagap teknologi, gagap pergaulan global, gagap zaman dan bahkan gagap moral.
Peran Pendidikan Islam Dalam Membentuk Karakter Anak di Era Globalisasi H. Sujono Ar
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 19 No. 2 (2021): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v19i2.481

Abstract

Mencermati kondisi masyarakat di era globalisasi dewasa ini, dimana cenderung anak bangsa tidak memiliki karakter bahkan keluar dari nilai-nilai keluhuran agamanya dan budaya bangsanya, maka menjadi sebuah keharusan penanaman nilai-nilai agama dan pendidikan karakter harus berada di garda terdepan. Pendidikan Islam mengutamakan pendidikan iman, berdasarkan hadits Nabi, seoranng anak yang baru lahir diperintahkan untuk diazankan ditelinga kanan dan diiqomatkan di telinga kirinya dan untuk membangun karakter umat atau anak-anak bangsa tidak boleh mengabaikan masalah iman atau karakter tidak bisa tegak tanpa dilandasi oleh iman yang kuat. Komunikasi yang terus dibangun mulai dari keluarga serta keteladanan seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW adalah menjadi jawaban yang tepat dalam membangun karakter bangsa yang berbudaya dan bermartabat tinggi.
1-12 Eksistensi Seni Kaligrafi Dalam Pendidikan Islam Alinda Syarofah; Yazida Ichsan; Hening Kusumaningrum; Muhammad Rizky Nur Risam
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 20 No. 1 (2022): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v20i1.536

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana eksistensi seni kaligrafi dalam pendidikan islam. Tujuan dari pendidikan islam ialah terbentuknya peserta didik yang berkepribadian islami sesuai dengan syariat Islam serta memegang teguh tauhid. Dalam penyampaian pembelajaran tentu diperlukan metode yang beragam dan menyenangkan sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan baik, mencapai tujuan pendidikan serta peserta didik paham dan tertarik untuk mengikuti pembelajaran. Pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam, salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan adalah dengan pemanfaatan seni kaligrafi. Hasil penelitian ini dapat dimengerti bahwa eksistensi seni kaligrafi bagi pendidikan islam dipandang sebagai sebuah media yang dapat digunakan untuk menyampaikan nilai-nilai pendidikan Islam dengan indah. Dimana nilai-nilai tersebut diantaranya nilai pendidikan aqidah (nilai cinta terhadap Al-Qur'an), nilai pendidikan ubudiyah/ibadah, nilai pendidikan akhlak (perilaku kerja keras, kesabaran, dan optimisme). The purpose of this study is to find out how the existence of calligraphy in Islamic education is. The purpose of Islamic education is the formation of students who have an Islamic personality in accordance with Islamic law and hold fast to monotheism. In the delivery of learning, of course, various and fun methods are needed so that learning can run well, achieve educational goals and students understand and are interested in participating in learning. In learning Islamic Religious Education, one of the learning methods that can be used is the use of calligraphy. The results of this study can be understood that the existence of the art of calligraphy for Islamic education is seen as a medium that can be used to convey the values ​​of Islamic education beautifully. Where these values ​​include the value of aqidah education (the value of love for the Qur'an), the value of ubudiyah/worship education, the value of moral education (hard work behavior, patience, and optimism).
13-24 Nilai-Nilai Etika, Akhlak dan Moral Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Amanda Vencly Vaniai; Sayekti Putri Dayati; Erwin Kusumastuti
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 20 No. 1 (2022): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v20i1.537

Abstract

Pancasila isebagai ipokok ifundamental idijadikan ilandasan idalam ikehidupan iberbangsa idan ibernegara. iKeterkaitan isistem ietika idengan inilai-nilai ipancasila iakan imembentuk ikarakter imasyarakat iyang ibermoral iterutama idalam imenghadapai ipermasalahan isosial. iPancasila idan ietika iyang isaling iberkaitan imembantu itatanan ihidup imasyarakat imenjadi ilebih itertib. iPancasila imengajak imasyarakat iuntuk ihidup isesuai idengan iaturan. iEtika i,moral idan iakhlak idigunakan imasyarakat isebagai ipondasi iuntuk ibertingkah ilaku iyang ibaik iagar itidak imelanggar iaturan iaturan ihidup iyang isudah iditetapkan ikepada imasyarakat. iDengan imenggunakan imetode ipenelitian ikualitatif imengumpulkan isumber iberdasarkan ibuku ibacaan imampu imenunjukkan ihasil idari ipenelitian iini ibahwa inilai ipancasila idalam ietika imoral idan iakhlak imampu imemberikan iikatan ipersatuan idalam ikehidupan iberbangsa idan ibernegara. iDengan iadanya ihal itersebut iakan imembawa ikehidupan imasyarakat ikearah iyang ilebih ibaik ilagi i Alasan idilaksanakannya ipenulisan ijurnal iini iadalah iuntuk imenganalisis iimplementasi ietika, imoral idan iakhlak idalam ikehidupan iberbangsa idan ibernegara ikarena ibanyaknya imoral ianak ibangsa iyang imulai ihilang iseiring iberkembangnya ijaman.
25-42 Mengembangkan Penggunaan Media Pembelajaran Audio Visual Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa H. Sujono AR
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 20 No. 1 (2022): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v20i1.538

Abstract

Pendidikan merupakan kunci dan tolak ukur kemajuan suatu bangsa. Semakin maju tingkat pendidikan suatu bangsa, semakin maju pula tingkat kesejahteraannya. Sebaliknya negara yang tingkat pendidikannya rendah dan terbelakang maka dapat dipastikan tingkat pendapatan dan kesejahteraannya tidak terpenuhi, bahkan cendrung miskin. Pendidikan sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003, pasal 3 menjelaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cakap, kreatif, serta bertangguang jawab. Untuk mencapai hal tersebut tidaklah mudah tetapi membutuhksn waktu, pemikiran, kreasi dan inovasi yang terus berkembang oleh para pelaku pendidikan terlebih seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberi pengaruh besar terhadap dunia pendidikan, terutama para pendidik disekolah dalam prosess belajar mengajar dituntut untuk selalu mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi bagi tercapainya tujuan pendidikan dan salah satu diantarannya dalam pemilihan dan penggunaan metode dan media serta menciptkan suasana belajar yang menyenangka,n dan mampu memotivasi belajar siswa, yang pada gilirannya terbangun interaksi yang positif antara guru dan peserta didik. Apabila hal tersebut dapat di wujudkan maka tujuan pendidikan sebagaimana diamanatkan undang undang akan dapat tercapai sesuai yang diharapkan.

Page 6 of 11 | Total Record : 103