cover
Contact Name
Ta'dib Jurnal pendidikan islam dan isu-isu sosial
Contact Email
jurnaltadib64@gmail.com
Phone
+62376-22566
Journal Mail Official
masjudin@gmail.com
Editorial Address
https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib/TimPenyunting
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu- isu Sosial
ISSN : 20886462     EISSN : 26860228     DOI : -
Tadib Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Jurnal Tadib P ISSN: 2088 6462 EISSN: 2686 0228 adalah jurnal ilmiah yang terbit dua kali setahun. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah IAIH NW Pancor sejak 2010. Dimaksudkan sebagai ruang pemikiran kritis dan terbuka bagi semua kalangan agamawan, pendidik, aktivis, dan mahasiswa dengan studi tentang pemikiran dan implementasi pendidikan sebagai lingkup kajian. semua tulisan yang di tampilkan dalam jurnal ini di review dengan skema double-blind review process
Articles 103 Documents
43-59 Fenomena Pluralisme Agama Dan Budaya Di Indonesia Sebagai Wujud Implementasi Pancasila Sila Ke 3 Khomarudin Gilang Ramadhan; Naurah Tania Putri; Erwin Kusumastuti
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 20 No. 1 (2022): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v20i1.539

Abstract

In our country Indonesia there is a state ideology, one of which is the unity of Indonesia which is in the 3rd precept, here we have the right to choose and determine freedom of religion, in Indonesia there are 6 recognized religions namely Islam, Christianity, Hinduism, Buddhism, Catholicism, Konghuchu. In addition, in Indonesia there are thousands of islands and certainly have various cultures and traditions that become typical cirri of the area Differences in religious diversity on the one hand cause divisions among people. This difference on the one hand causes divisions between peoples and people who can trigger national dicentration, in Islamic teachings we are taught mutual tolerance for all aspects, especially to religious people. Tolerance is shown to one of Allah's messengers, the Prophet Muhammad (peace be upon him), with his love and patience for his people the Apostle is able to spread islam in a peaceful way without disturbing the belief of islam in a peaceful way without disturbing the beliefs of others. Indonesia with its plurality has major challenges, especially in religious differences, because Indonesia tends to be vulnerable to the division of religious people that should be able to support the sovereignty of the nation and state. Di negara kita Indonesia terdapat ideologi negara yang salah satunya adalah persatuan indonesia yang berada di sila ke 3, disini kita berhak memilih dan menentukan kebebasan beragama, di Indonesia terdapat 6 agama yang diakui yaitu islam, kristen, hindu, budha, katholik, konghuchu. Selain itu di Indonesia terdapat ribuan pulau dan pastinya memiliki macam-macam kebudayaan dan tradisi yang menjadi cirri khas dari daerah tersebut Perbedaan keberagaman agama disatu sisi menyebabkan perpecahan antar kalangan umat bergama. Perbedaan ini disatu sisi menyebabkan perpecahan antar kalangan masyarakat dan umat bergama yang dapat memicu disentrigasi nasional, didalam ajaran islam kita diajarkan saling toleransi untuk segala aspek terlebih lagi kepada umat beragama. Sikap toleransi di tunjukan kepada salah satu utusan Allah SWT yaitu nabi Muhammad SAW, dengan rasa cintanya dan sabarnya kepada umatnya Rasullulah mampu untuk menyebarkan agama Islam dengan cara damai tanpa mengganggu kepercayaan agam lain. Indonesia dengan kemajemukannya memliki tantangan besar terutama dalam perbedaan agama, karena Indonesia cenderung rentan dengan perpecahan umat beragama yang seharusya perbedaan itu dapat menompang kedaulatan bangsa dan negara.
60-75 Moderasi Islam Sebagai Pintu Demokrasi Keberagamaan di Indonesia Muhamad Marzuki
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 20 No. 1 (2022): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v20i1.541

Abstract

Tulisan ini berusaha menjelaskan hubungan antara Islam dan demokrasi yang pada akhirnya membentuk simpul konsep moderasi Islam. Pintu dalam menerima sistem demokrasi yang dianut oleh bangsa Indoensia mengasumsikan sudah diaplikasikan oleh para ulama ahlusunnah wal jamaah seperti para wali songo, ulama besar di Nusantara dan organisasi-organisasi islam besar di Indoensia sampai saat ini. Penulis menggunakan pendekatan historis fenomenologis untuk melihat konsep moderasi Islam (Islam wasathiyah) sebagai pintu masuk membangun kehidupan berdemokrasi di Indonesia, khususnya membagun sikap toleransi beragama di Indonesia.
76-90 Strategi Meningkatkan Motivasi Tahfidz Al-Qur’an Pada Pondok Pesantren Azhari Fathurrohman
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 20 No. 1 (2022): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v20i1.542

Abstract

Sejarah pendidikian Islam di Indonesia sudah berjalan demikian panjang yang bahkan pendidikan Islam sudah ada sebelum Indonesia merdeka, perjuangan panjang untuk meneruskan syiar keislaman tidak pernah putus sampai dengan saat ini, hal ini dapat dibuktikan dengan berkembangnya pondok pesantren wabil khusus menjamurnya pondok tahfiz Al-Qur’an. Pondok tahfidz memiliki peminat yang tidak sedikit karena tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mempelajari dan menghafal Al-Qur’an agar tidak terjerumus kepada pergaulan langsung dengan masyarakat yang kurang mengindahkan agama maupun dengan pengaruh teknologi yang semakin merajai dunia yang dapat menjadi candu bagi anak dalam pemanfaatannya. Keberadaan pondok tahfidz Al-Qur’an sangat penting sebagai langkah untuk membumikan Al-Qur’an serta memperkokoh nilai-nilai keberagamaan yang mampu mengantarkan generasi muda Indonesia berakhlak mulia, berbudi pekerti yang luhur dan toleran terhadap perbedaan baik menyangkut sikap, peradaban, suku, ras dan lain sebagainya. Untuk mencapai itu semua diperlukan langkah atau strategi yang dapat meningkatkan motivasi dan gairan belajar dan menghapal Al-Qur’an.
Implementasi Supervisi Akademik Dengan Teknik Kunjungan Kelas Sebagai Upaya Meningkatkan Mutu Kinerja Guru Dalam Pembelajaran Suhartono Suhartono; Idawati Idawati; Noor Hafidhoh
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 20 No. 2 (2022): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v20i2.718

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui implementasi supervisi akademik dengan teknik kunjungan kelas sebagai upaya meningkatkan kinerja guru dalam pembelajaran. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian dilaksanakan di MI Darusalam Sambiroto Baron Nganjuk. Hasil penelitian menunjukkan kepala madrasah melaksanakan supervisi kunjungan kelas dengan beberapa tahapan kegiatan, meliputi (1) tahap persiapan, kepala madrasah menyusun rencana kegiatan berupa (a) kegiatan penyusunan program, (b) perumusan tujuan dan sasaran program, (c) persiapan instrumen bagi guru dan mekanisme pengumpulan serta pengolahan data, dan (d) perencanaan jadwal kunjungan kelas; (2) tahap pelaksanaan, kepala madrasah mengamati jalannya proses pembelajaran berlangsung selama kunjungan; (3) tahap akhir kunjungan, kepala madrasah bersama guru membicarakan hasil-hasil pengamatan yang telah dilakukan; dan (4) tahap tindak lanjut, kepala madrasah hanya memberikan pembinaan secara langsung, sehingga perlu ditambah dengan pembinaan secara tidak langsung dan pembinaan situasional terhadap kesulitan-kesulitan guru dalam proses pembelajaran.
Sejarah Kerajaan Turki Utsmani dan Kemajuannya Bagi Dunia Islam Muhamad Basyrul Muvid
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 20 No. 2 (2022): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v20i2.723

Abstract

Abstract The purpose of this study is to analyze the history and progress of the Ottoman Turks for the Islamic World. Historically, the founder of this kingdom was a Turkic nation from the Oghuz tribe, whose name was Ertugrul, he was the pioneer of the Ottoman Empire who died in 1289 AD. Later, the leadership was continued by his son, Uthman. Uthman bin Ertugrul is considered the founder of the Ottoman empire. There are nine phases, namely the first and second phases as the pioneering and founding phases of the Ottoman Empire, phases three and four as the glory phase, phases five to 8 as the phase of stagnation, decline and dissolution of the Ottoman Empire, while the ninth phase is the phase of the Republican caliphate. Factors that influenced the glory and progress of the Ottoman Turks were political, military, economic factors, the paradigm of rulers/sultans, and socio-political factors. Meanwhile, the territory of the Ottoman Turks in parts of Asia, North Africa to Eastern Europe can be conquered and maintained for approximately 6 centuries. The heyday of Solomon (King Solomon) was known by his people as the noble title "al-Qanuni". The forms of Ottoman progress were the military and government fields, science and culture, architecture, religion and political management. Abstrak Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis sejarah dan kemajuan Turki Utsmani bagi Dunia Islam. Secara historis pendiri kerajaan ini adalah bangsa Turki dari kabilah Oghuz, yang bernama Ertugrul ia sebagai perintis kerajaan Turki Utsmani yang meninggal pada 1289 M yang kemudian, kepemimpinan dilanjutkan oleh puteranya yaitu Utsman. Utsman bin Ertugrul inilah yang dianggap sebagai pendiri kerajaan Utsmani. Ada Sembilan fase yakni fase pertama dan kedua sebagai fase perintisan dan berdirinya kerajaan Turki Utsmani, fase tiga dan empat sebagai fase kejayaan, fase lima sampai 8 sebagai fase stagnisasi, kemunduruan dan pembubaran kerajaan Utsmani, sedangkan fase sembilan sebagai fase kekhalifahan Republik. Faktor yang mempengaruhi kejayaan dan kemajuan Turki Utsmani di antaranya ialah faktor politikm, militer, ekonomi, paradigma penguasa/sultan, sosial politik. Sedangkan, wilayah kekuasaan Turki Utsmani wilayah dibelahan Asia, Afrika Utara hingga Eropa bagian Timur dapat ditaklukkan dan dipertahankan selama kurang lebih 6 abad. Masa kejayaan berada pada masa Sulaiman (King Sulaiman) dikenal oleh rakyatnya dengan sebutan mulia “al-Qanuni”. Adapun bentuk kemajuan Utsmani ialah bidang kemiliteran dan pemerintahan, ilmu pengetahuan dan budaya, bidang arsetektur, bidang keagamaan dan bidang manejeman politik.
Dualisme Pendidikan Kegelisahan Akademik Profesi: Kajian Sistem dan Kebijakan Pendidikan di Indonesia Muh. Zakaria
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 20 No. 2 (2022): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v20i2.724

Abstract

Pendidikan dan pendidikan islam adalah dua sisi yang berbdea tapi sama ibarat satu koin yang memiliki dua sisi yang berbeda, kadang terasa pendidikan berat sebelah baik dilihat dari kebijakan dan mekanisme kelembagaan. Regulasi pendidikan umum dan pendidikan nasional terasa membuat dua wajah pendidikan di negarakita tercinta. Sedangkan dimata undang-undang kita memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dengan konsekuensi perlakuan dibidang pendidikan seharunya juga sama namun realitanya masih jauh berbeda, bisa dilihat dari sistem pembelajaran dan penganggaran pendidikan, ini yang menyebabkan kualitas pendidikan islam terasa tidak terukur dan terurus dengan maksimal
Nilai-Nilai Keislaman Pada Tembang Lir-Ilir Karya Sunan Kalijaga Ema Fidiatun Khasanah; Yazida Ichsan; Erlina Terawati; Aat Heffi Muslikhah; Yusril Muhammad Anjar
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 20 No. 2 (2022): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v20i2.725

Abstract

Abstrak Penelitan ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai keislaman yang ada pada tembang lir-ilir karya Sunan Kalijaga. penelitian ini menggunakan pendekaran kualitatif dengan metode studi pustaka. Sumber-sumber yang digunakan adalah jurnal dan artikel internet yang sesuai dengan topik. Selanjutnya dikaji dengan analisis isi sehingga diperoleh hasil yang relevan. hasil penelitisn mengungkapkan bahwa tembang lir ilir ciptaan Sunan Kalijaga merupakan salah satu media dakwah yang digunakan beliau dalam menyebarkan ajaran agama islam di Tanah Jawa. Tembang dolanan ini memiliki bahasa yang sederhana namun didalamnya memuat makna yang luar biasa yakni tenang pemurnian jiwa, keimanan, ketaatan kepada Allah dan akhlakul karimah. Tembang lir ilir juga bentuk akulturasi karena kala itu masyarakat Indonesia masih dominan memeluk agama Hindu Budha. Jadi diperlukan dakwah secara kultural agar dapat diterima dengan mudah tanpa pertumpahan dan perselisihan. Tembang lir ilir perlu dilestarikan keberadaannya apalagi di kalangan kaum muda seiring modernisasi yang terus berkembang, karena tembang ini merupakan warisan budaya islam yang memiliki filosofi dan makna yang kental akan ajaran islam. Abstract: This research aims to examine the Islamic values ​​that exist in Sunan Kalijaga's lir-ilir songs. This study uses a qualitative approach with a literature study method. The sources used are journals and internet articles that are relevant to the topic. Furthermore, it is studied with content analysis in order to obtain relevant results. The results of the research revealed that the song lir ilir created by Sunan Kalijaga was one of the da'wah media used by him in spreading the teachings of Islam in Java. This dolanan song has a simple language but it contains extraordinary meanings, namely calm purification of the soul, faith, obedience to Allah and morality. Tembang lir ilir was also a form of acculturation because at that time the Indonesian people were still predominantly Hindu-Buddhist. So it is necessary to preach culturally so that it can be accepted easily without spills and disputes. The existence of the lir ilir song needs to be preserved, especially among young people as modernization continues to develop, because this song is an Islamic cultural heritage that has a strong philosophy and meaning of Islamic teachings
Efektivitas Metode Pembelajaran ACM (Aku Cepat Membaca) dalam Meningkatkan Literasi Siswa Mustikawati Mustikawati; Siti Nurul Fitriani
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 20 No. 2 (2022): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v20i2.726

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran ACM (Aku Cepat Membaca) dalam meningkatkan literasi siswa kelas 1 MI NW Mengkuru Tahun Pelajaran 2021/2022. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasy Experimental Design (eksperimen semu) dengan menggunakan model Non Equivalen Control Group Design. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I MI NW Mengkuru, sedangkan sampel penelitian ini adalah kelas IA sebagai kelas eksperimen dan kelas IB sebagai kelas kontrol. Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji-t dua sampel independen (tidak berkorelasi) karena merupakan penelitian dengan dua sampel yang berbeda, maka dalam penelitian ini analisis pengujian hipotesis yang digunakan adalah t-test. Prinsip pengujian pada uji ini adalah dengan melihat perbedaan varians kedua kelompok data, dengan ketentuan apabila n1 = n2, varians homogen maka digunakan rumus t-test dengan rumus Polled Varians. Untuk mengetahui t tabel digunakan dk yang besarnya dk = n1 + n2 – 2. Penelitian ini dilakukan dengan mengolah data hasil belajar dengan menggunakan rumus uji-t dua pihak independen dengan taraf signifikan 5%. Penggunaan rumus uji-t dalam penelitian ini untuk mengetahui perbandingan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbedaan rata-rata skor literasi siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu X = 80,32 > X = 75,76. Dengan menggunakan uji-t diperoleh hasil thitung=1,728 > ttabel (0,05)=1,694, dengan taraf signifikansi 5% (0,05) dan dk ( n1 + n2 – 2 = 25 + 25 – 2) = 48, maka H0 ditolak dan Ha diterima, hal itu berarti metode pembelajaran ACM (Aku cepat membaca) efektif dalam meningkatkan literasi siswa kelas 1 MI NW Mengkuru Tahun Pelajaran 2021/2022. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan literasi siswa yang menggunakan metode pembelajaran ACM (Aku Cepat membaca) yaitu kelas IA dan siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional (kelas IB).
Pelaksanaan Pembelajaran Tematik pada Masa Pandemi Covid 19 di MI Darussalam Sambiroto Baron Nganjuk Suhartono Suhartono; Idawati Idawati
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 19 No. 2 (2021): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v19i2.791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran tematik pada masa pandemi covid-19 di MI Darussalam Sambiroto Baron Nganjuk Tahun Pelajaran 2020/ 2021. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Penelitian dilaksanakan di MI Darussalam Sambiroto Baron Nganjuk. Hasil penelitian menunjukkan (1) perencanaan pembelajaran, guru telah menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai dengan silabus dan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2019 Tentang Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) hanya 1 lembar dan memuat komponen inti RPP adalah tujuan pemmbelajaran, langkah-langkah (kegiatan) pembelajaran, dan penilaian pembelajaran (assessment), serta komponen lainnya bersifat pelengkap, (2) pembelajaran dilaksanakan secara daring dengan grup WhatsApp. Pada proses pembelajaran, guru melaksanakan tiga kegiatan/ tahapan pembelajaran meliputi (a) kegiatan awal, (b) kegiatan inti, dan (c) kegiatan akhir dengan sintaks pembelajaran daring, dan (3) evaluasi yang dilakukan oleh guru berupa penugasan, tes penilaian harian, tes Penilaian Tengah Semester (PTS), dan Tes Penilaian Akhir Semester (PAS) yang dilaksanakan secara daring dan luring dengan protokol kesehatan, sera teknik penilaian menggunakan penilaian otentik. Pelaksanaan pembelajaran tematik pada masa pandemi covid-19 secara daring sesuai dengan standar yang diharapkan, akan memberikan kemudahan dalam pelaksanaan pembelajaran dan pencapaian tujuan pembelajaran.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Minat Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Agam Islam Bohari Bohari
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 19 No. 2 (2021): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v19i2.792

Abstract

Permasalahan yang diangkat dalam artikel ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Berdasarkan dari permasalahan tersebut maka tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa pada mata PAI.ada beberapa factor yang dapat dijadikan indikator minat belajar PAI diantaranya terkait dengan metode-metode yang digunakan guru, seperti Metode Demonstrasi. Metode pemberian tugas, metode Diskusi, Metode tanya jawab, Metode ceramah. Madaka dapat simpulkan bahwa metode yang tepat dapat merangsang stimulus pemahaman dan meningkatkan minat belajar siswa

Page 7 of 11 | Total Record : 103