cover
Contact Name
Ta'dib Jurnal pendidikan islam dan isu-isu sosial
Contact Email
jurnaltadib64@gmail.com
Phone
+62376-22566
Journal Mail Official
masjudin@gmail.com
Editorial Address
https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib/TimPenyunting
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu- isu Sosial
ISSN : 20886462     EISSN : 26860228     DOI : -
Tadib Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Jurnal Tadib P ISSN: 2088 6462 EISSN: 2686 0228 adalah jurnal ilmiah yang terbit dua kali setahun. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah IAIH NW Pancor sejak 2010. Dimaksudkan sebagai ruang pemikiran kritis dan terbuka bagi semua kalangan agamawan, pendidik, aktivis, dan mahasiswa dengan studi tentang pemikiran dan implementasi pendidikan sebagai lingkup kajian. semua tulisan yang di tampilkan dalam jurnal ini di review dengan skema double-blind review process
Articles 103 Documents
Pengelolaan Kelas dan Implikasinya Dalam Pembelajaran Winda Ika Riyani
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 21 No. 1 (2023): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Classroom management for students is a psychological activity that involves various components to create synergistic psychological activities and optimal functioning. Soul activity is based on the soul as power, especially in learning activities. The quality of learning with high concentration and attention as the main part of the perfection of students' understanding of teaching materials Classroom management is the teacher's skill in creating, controlling and maintaining optimal learning conditions. The essence of good and optimal classroom management is that problems that arise that can interfere with learning can be resolved through effective strategies. The second grade management objective is the general objective which is an effort to provide and utilize facilities to support teaching and learning activities. Classroom management requires principles that must be held by the teacher in managing the class, such as warmth and enthusiasm, challenge, variety, flexibility, emphasis on positive things, and instilling discipline. This is because in the classroom there are various types of children in the class, requiring varied teacher treatments in developing teaching methodologies as well as class management. Along with specific objectives, which are intended to guide students in improving their abilities and willingness to learn. The approach taken by the teacher in improving student learning in class. These approaches are 1) Power Approach. 2) Threat Approach, 3) Freedom Approach, 4) Recipe Approach, 5) Threat Approach. 5) Teaching Approach, 6) Behavioral Change Approach, 7) Socioeconomic Approach, 8) Work Approach Group, and 9) Eclectic and Pluralistic Approach. The implementation of the management of the teaching and learning process is a series of teacher activities starting from planning the teaching and learning process, organizing the teaching and learning process, supervising the teaching and learning process activities, and conducting evaluations and follow-up. Pengelolaan kelas bagi peserta didik merupakan aktivitas kejiwaan yang melibatkan berbagai komponen untuk menimbulkan aktivitas kejiwaan bersinergi dan berfungsi yang optimal. Aktivitas jiwa didasarkan pada jiwa sebagai power terutama dalam kegiatan belajar. Kualitas pembelajaran dengan konsentrasi dan perhatian yang tinggi sebagai bagian utama kesempurnaan pemahaman peserta peserta didik terhadap materi ajar Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru dalam menciptakan, mengendalikan, dan memelihara kondisi belajar yang optimal. Inti dari pengelolaan kelas yang baik dan optimal, permasalahan yang muncul yang dapat mengganggu pembelajaran dapat teratasi lewat strategi yang efektif. Tujuan pengelolaan kelas dua yakni tujuan umum dimana ini adalah upaya menyediakan serta memanfaatkan fasilitas dalam menunjang kegiatan belajar mengajar. pengelolaan kelas diperlukan prinsip-prinsip yang harus dipegang oleh guru dalam mengatur kelas, Sperti hangat dan antusias, tantangan, bervariasi, keluesan, penakanan pada hal-hal posititf, dan penanaman disipilin. Hal ini dikarenakan dalam kelas terdapat berbagai tipe anak dalam kelas, menuntut adanya perlakuan-perlakuan guru yang variatif dalam mengembangkan metodologi pengajaran sekaligus pengelolaan kelasnya.Beserta tujuan khusus, yang dimaksudkan untuk membimbing peserta didik dalam meningkatkan kempuan dan kemauannya perihal belajar. Pendekatan yang dilakukan guru dalam meningkatkan belajar siswa dikelas. Pendekatan tersebut adalah 1) Pendekatan Kekuasaan.2) Pendekatan Ancaman, 3)Pendekatan Kebebasan, 4 ) Pendekatan resep, 5) Pendekatan Ancaman.5) Pendekatan Pengajaran,6) Pendekatan Perubahan tingkah laku, 7) Pendekatan Sosial ekonomi,8) Pendekatan Kerja Kelompok ,dan 9) Pendekatan Elektis dan Pluralistik. Implementasi pengelolaan proses belajar mengajar adalah serangkaian aktivitas guru mulai dari merencanakan proses belajar mengajar, mengorganisasikan proses belajar mengajar melaksaanakan, mengawasi kegiatan proses belajar mengajar, dan melakukan evaluasi serta tindak lanjut.
Pengaruh Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Baiq Fatimatuzzahrah; Azhari Fathurrohman
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 21 No. 1 (2023): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya pemahaman dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Akidah Akhlak kelas X IPS di MA NW Mengkuru Lombok Timur. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendekatan Contexstual Teaching and Learning (CTL) terhadap hasil belajar Akidah Akhlak di kelas X MA NW Mengkuru tahun pelajaran 2022/2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan metode eksperimen sungguhan (trueexperimental research). Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan menggunakan Purposive Sampling pengambilan sampel yang berdasarkan atas suatu pertimbangan tertentu sepertisifat-sifat populasi ataupun ciri-ciri yang sudah diketahui sebelumnya Cluster Random Probability Sampling (area diambilsecararamdom) dengan menggunakan populasi 77 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara test awal (pre-test), perlakuan (treatment), tesakhir (post Test), dokumentasi. Data yang diperoleh berupa skor hasil belajar siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa yaitu 10 butirsoal essay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbandingan hasil belajar siswa kelas eksperimen yang dilihatdarinilaiposttest dengannilai rata-rata 74,5 dan nilai Posttes kelas control dengan nilai rata-rata 56,7. Terdapat perbedaan hasil belajar siswa dengan nilaithitung6,96>ttabel 2,02 dengantarafsignifikan 5% yang menunjukkan bahwa ada perbedaan antara nilai kelas eksperimen dan nilai kelas kontrol. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa ada pengaruh antara pendekatan contextual teaching and learning terhadap hasil belajar akidah akhlak di MA NW Mengkuru 2022/2023.
Rekontruksi Pemikiran Pendidikan Ibnu Khaldun di Era Society 5.0 zainuddin zainuddin; Ferry Martedi
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 21 No. 1 (2023): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil penelitian tentang Rekonstruksi Pemikiran Pendidikan Ibnu Khaldun di Era Society 5.0. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah riset kepustakaan dengan teknik pengumpulan data dokumentasi. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis isi (content analysis). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pandangan Khaldun manusia merupakan mahluk yang diberi pikiran, karena pikiran inilah yang membedakan manusia dengan mahluk lainya, selain itu Khaldun beranggapan bahwa manusia adalah mahluk sosial, karena eksistensi manusia sebagai khalifah tidak akan pernah terwujud bilamana manusia itu sendiri tanpa ada kebersamaan atau hubungan antar mereka. Adapun kaitanya dengan ilmu terdapat dualitas ilmu dalam pandanganya yaitu ilmu yang bersifat tradisional (naqly) dan ilmu yang bersifat alami atau filsafat (aqly). Selain itu pendidikan akan selalu berubah sesuai dengan perubahan sosial, oleh karenanya para pemerhati pendidikan harus cermat untuk menyesuaikan sistem pendidikan yang akan diterapkan di sekolah-sekolah maupun perguruan tingi sesuai zaman dan kondisi sosial dimana lembaga pendidikan itu berada termasuk pada era Society 5.0. Kata kunci: Rekonstruksi, Pendidikan Islam, dan Society 5.0
Dampak Globalisasi dan Tantangannya Terhadap Pendidikan Islam Firmansyah Firmansyah; Tasurun Amma; Anis Mudawamah
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 21 No. 1 (2023): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to determine the impact of globalization on Islamic education. The discussion of this study focuses on the impact of globalization on Islamic education and the challenges of Islamic education in the era of globalization. The methodology used in this study is qualitative and descriptive. Research material was obtained through library searches of various papers and books related to the content of the research debate, namely the impact of globalization and its challenges to Islamic education. The findings of this study show that globalization is affecting Islamic education and education in general. The positive effects of globalization on Islamic education are: easy access to information, training of professional staff to international standards, more competitive education, creation of a skilled and competitive workforce, and the emergence of educational innovation. Negative effects on Islamic education: the commercialization of education, the classification of social status, the dangers of the Internet and cyberspace, the erosion of local cultures and dependence on technology. Issues facing Islamic education in the age of globalization include: restructuring the goals of Islamic education, reforming Islamic educational institutions and systems, cultural problems and moral decline, high cost of human resources and education for users. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh globalisasi terhadap pendidikan Islam. Pembahasan penelitian ini berfokus pada dampak globalisasi terhadap pendidikan Islam dan tantangan pendidikan Islam di era globalisasi. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif. Bahan penelitian diperoleh melalui penelitian kepustakaan pada berbagai artikel dan buku yang berkaitan dengan isi pembahasan penelitian, yaitu, dampak pengaruh globalisasi dan tantangannya terhadap pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa globalisasi berdampak pada pendidikan Islam dan pendidikan secara umum. Dampak positif globalisasi terhadap pendidikan Islam adalah: kemudahan akses informasi, pendidikan sumberdaya manusia profesional bertaraf internasional, pendidikan lebih kompetitif, penciptaan tenaga kerja terampil dan berdaya saing, serta munculnya inovasi di bidang pendidikan. Dampak negatif terhadap pendidikan Islam, yaitu: komersialisasi pendidikan, pengelompokan status sosial, bahaya internet dan dunia maya, erosi budaya lokal dan ketergantungan pada teknologi. Meskipun beberapa tantangan pendidikan Islam di era globalisasi antara lain: merumuskan kembali tujuan pendidikan Islam, mereformasi institusi atau institusi pendidikan Islam, masalah budaya dan kerusakan moral, sumber daya manusia dan mahalnya biaya pendidikan bagi penggunanya
Pola Pembinaan Akhlak di Pondok Pesantren Unwanul Falah Paok Lombok: (Studi Komparatif Asrama dan Non Asrama) Nadia Haliza; Masjudin Masjudin
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 21 No. 1 (2023): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan studi komparasi tentang pola pembinaan akhlak di pondok pesantren unwanul falah paok lombok dengan metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, interview dan dokumentasi dan analisis data dengan tiga langkah, mereduksi, menyajikan dan menarik kesimpulan dan selanjutnya uji kredibilitas data. Pembinaan akhlak merupakan hal penting yang harus di lakukan oleh lembaga pendidikan lebih-lebih sebuah pondok pesantren. Di pondok pesantren unwanul falah terdapat siswa-siswi yang di asramakan dan tidak di asramakan dan memiliki pola pembinaan masing-masing agar peserta didik memiliki akhlak sesuai harapan dari adanya lembaga pendidikan, lebih-lebih pondok pesantren. Namun demikian ada perbedaan pola pembinaan akhlak antara siswa-siswi yang diasramakan dan tidak. Siswa yang tidak berasrama memiliki keterbatasan waktu dalam pembinaannya sedangkan siswa-siswi yang di asrama memiliki waktu yang lebih banyak sehingga pola pembinaan akhlak bisa terlaksana lebih maksimal
Character Education in Islamic Sufism Perspective Sarim Karimullah, Suud
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 21 No. 2 (2023): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v21i2.1301

Abstract

Abstract This study comprehensively explores the role and relevance of Sufism-based approaches to character education as a valuable framework for shaping individual and community character from an Islamic perspective. This study uses the literature study method with an integrative literature analysis approach to obtain comprehensive results in identifying and evaluating critical concepts related to character education from the perspective of Islamic Sufism. The results of this study stated that character education based on Islamic Sufism has excellent potential to form individuals who are responsible, moral, and ethical. Through a basic understanding of Sufism in character education, individuals are taught to have a profound moral awareness and strong ethical values as the foundation of their actions. The practice of Sufism in character education creates individuals who are more humble, thoughtful, and able to reflect on their activities honestly and focus on continued personal growth. Applying Sufism-based character education in everyday life connects moral and ethical principles with concrete steps in society, creating better relationships with fellow human beings, nature, and the spiritual world. Thus, character education based on Islamic Sufism can positively contribute to creating a more inclusive, fair, peaceful, and harmonious society in an increasingly complex world. Abstrak Kajian ini secara komprehensif mengeksplorasi peran dan relevansi pendekatan pendidikan karakter berbasis tasawuf sebagai kerangka kerja yang berharga untuk membentuk karakter individu dan masyarakat dalam perspektif Islam. Kajian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan analisis literatur secara integratif untuk mendapatkan hasil yang komprehensif dalam mengidentifikasi dan mengevaluasi konsep-konsep kunci yang terkait dengan pendidikan karakter dalam perspektif tasawuf Islam. Hasil kajian ini menyatakan bahwa pendidikan karakter berbasis tasawuf Islam memiliki potensi besar untuk membentuk individu yang bertanggung jawab, bermoral, dan beretika. Melalui pemahaman dasar tasawuf dalam pendidikan karakter, individu diajarkan untuk memiliki kesadaran moral yang mendalam dan nilai-nilai etika yang kuat sebagai landasan tindakan mereka. Praktik tasawuf dalam pendidikan karakter menciptakan individu yang lebih rendah hati, bijaksana, dan mampu merenungkan tindakan mereka dengan kejujuran serta berfokus pada pertumbuhan pribadi yang berkelanjutan. Penerapan pendidikan karakter berbasis tasawuf dalam kehidupan sehari-hari menghubungkan prinsip-prinsip moral dan etika dengan tindakan konkret dalam masyarakat, menciptakan hubungan yang lebih baik dengan sesama manusia, alam, serta dunia spiritual. Dengan demikian, pendidikan karakter berbasis tasawuf Islam dapat memberikan kontribusi positif dalam menciptakan masyarakat yang lebih inklusif, adil, damai, dan harmonis di tengah dunia yang semakin kompleks.
The Effect of Learning Discipline Level on Students’ Affective Learning Outcomes at MI Nahdlatul Ulama II Tembilahan Mayang Sari, Dara; Erdawati, Sri
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 21 No. 2 (2023): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v21i2.1302

Abstract

Abstrak Disiplin belajar siswa merupakan hal yang sangat penting. Jika kedisiplinan tersebut tertanam dalam diri anak maka ia akan berusaha untuk belajar secara teratur, kontinue, dan ajeg sesuai dengan peraturan-peraturan yang ada. Sehingga akan tercapai sebuah prestasi belajar. Namun kebanyakan siswa belum sepenuhnya memahami pentingnya disiplin belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat disiplin belajar terhadap hasil belajar afektif siswa pada mata pelajaran akidah akhlak di kelas tinggi MI Nahdlatul Ulama II Tembilahan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Sehingga jumlah populasi dan sampel pada penelitian ini adalah 27 orang siswa. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah menggunakan kuesioner (angket) dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah dilakukan perhitungan secara manual dan menggunakan SPSS diketahui bahwasanya hasil Fhitung > Ftabel, yakni 14,182 > 4,24. Ini artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga hasil penelitian ini menunjukkan bahwa disiplin belajar berpengaruh terhadap hasil belajar afektif siswa pada mata pelajaran akidah akhlak di kelas tinggi MI Nahdlatul Ulama II Tembilahan.
Relevansi Kurikulum Merdeka Terhadap Pendidikan Akhlak Perspektif Buya Hamka Kholisah, Nur; Zainol Kamal, Moh.
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 21 No. 2 (2023): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v21i2.1303

Abstract

Abstract The independent curriculum is a new curriculum that improves the existing curriculum. With an independent curriculum, students are free to choose according to their talents, interests and skills, or what they call their strengths, so that students can develop themselves according to what they are interested in. The impact of the independent curriculum is that students can adapt to the increasingly developing and advanced digital era. However, today's students lack moral education for everyone, especially teachers and the surrounding community. Where because they are smart and have extraordinary abilities, respect and politeness towards their elders is considered unimportant. The aim of the research is to determine whether there is harmony between the Merdeka curriculum and Moral Education from Buya Hamka's perspective. The method used in this research is based on literacy in books. The results of this research are not in line with Buya Hamka's perspective in Moral Education in the implementation of the Independent Curriculum. Abstract Kurikulum merdeka merupakan kurikulum baru yang menyempurnakan kurikulum yang ada pada sebelumnya. Dengan adanya kurikulum merdeka para pelajar bebas memilih sesuai bakat, minat yang disenangi dan keterampilan yang ada pada dirinya atau disebut dengan kelebihan yang ada pada dirinya, Sehingga pelajar dapat mengembangkan dirinya sesuai apa yang telah diminati. Dampak dari kurikulum merdeka, pelajar dapat menyesuaikan dengan zaman era digital yang semakin berkembang dan maju. Akan tetapi para pelajar sekarang kurang dalam hal pendidikan akhlak kepada semua orang khususnya guru dan masyarakat sekitar. Karena mereka merasa pintar dan memiliki kemampuan yang luar biasa membuat rasa hormat dan sopan serta santun kepada yang lebih tua dianggap tidak penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya keselarasan antara kurikulum Merdeka terhadap Pendidikan Akhlak Perspektif Buya Hamka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengambil dari literasi pada buku dan literature lainnya. Hasil dari penelitian ini adalah tidak sesuia dengan apa yang diperspektifkan Buya Hamka dalam Pendidikan Akhlak di dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka.
The Values of Moral Education in Shaping Islamic Personality In Era 4.0 Contained in the Book ‘I Left Him because of Him’ by Dunia Jilbab and Ririn Rahayu Astuti Ningrum Rizal, Syamsul; Wahyuni, Sri
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 21 No. 2 (2023): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v21i2.1304

Abstract

Abstract The aim of this research is to find out what are the values ​​of moral education in forming an Islamic personality in the 4.0 era contained in the book ‘I left him because of him’ by Dunia Jilbab and Ririn Rahayu Astuti Ningrum. This research uses a type of library research (Library Research) with a qualitative approach. The data sources for this research are primary data, namely the book ‘I Leave Him Because of Him by Dunia Jilbab and Ririn Rahayu Astuti Ningrum, and secondary data, namely books or sources from other writings that discuss moral education. Then the data collection technique used in this research is documentation, where the researcher examines books related to the research object. The research results show that morals towards Allah SWT are piety, patience and sincerity, repentance, avoiding immorality, and dhikrullah. Morals towards family are birrul walidain and giving love to children, while morals towards fellow human beings are religious tolerance and mutual advice and encouragement to goodness. Morals towards oneself are not being excessive, being a Muslim woman is expensive, maintaining one's purity, improving oneself, utilizing one's time and having high ideals, and taking lessons from every trial.
Peran Kebangsaan Muhammadiyah di Indonesia Ummamah, Lailatul; Dina Sayyidah Azzahra , Farah; Putri Aulya, Rizky; Kholid Achmad, Abdul
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 21 No. 2 (2023): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v21i2.1305

Abstract

Abstrak Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang didirikan oleh Amar Ma’ruf Nahi Munkar yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah yang diprakarsai oleh KH. A. Dahlan 18 November 1912 Miladiyah di Yogyakarta. Perjalanan bangsa ini erat kaitannya dengan Muhammadiyah. Kontribusi besar Muhammadiyah terhadap pembangunan bangsa tercermin dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari. Muhammadiyah dengan merujuk pada Al-Qur’an dan Sunnah sesuai dengan konteks sosial saat itu membawa perubahan yang signifikan baik bagi Indonesia. Pendidikan Muhammadiyah memiliki empat fungsi, yaitu : Pertama, pendidikan dan pencerdasan. Kedua, pelayanan masyarakat. Ketiga, dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar, dan Keempat, lahan kaderisasi. Metode penelitian menggunakan referensi dari buku Al-Islam dan Kemuhammadiyahan untuk Perguruan tinggi Muhammadiyah beserta artikel dari open journal system. Temuan penelitian menunjukan bahwa dakwah Kultural Kecakapan Hidup Berbasis Pengguna Jasa AUM menggunakan pendekatan holistik dalam mengembangkan potensi individu dan masyarakat. Perluasan Tradisi Sosio-Ritual dalam Kehidupan Berbangsa dengan upaya untuk memperkaya dan memperbarui warisan budaya melalui kreativitas serta inklusivitas. Keunikan Perkembangan Persyarikatan di Daerah mencerminkan dinamika pemberdayaan masyarakat lokal melalui organisasi bersama. Indikator Sukses Persyarikatan dapat diukur dari sejauh mana organisasi mampu memobilisasi partisipasi aktif anggota, mencapai tujuan bersama, dan memberikan dampak positif pada masyarakat. Belajar dari Sukses Ranting dan Cabang menunjukkan pentingnya adaptasi, kepemimpinan yang efektif, dan kolaborasi dalam perkembangan organisasi. Pesaing Baru Muhammadiyah menunjukkan dinamika dalam konteks organisasi keagamaan sehingga persaingan dapat mendorong inovasi, peningkatan kualitas pelayanan, dan respons terhadap tuntutan masyarakat. Gerakan Budaya Dakwah Luar Ruang mencerminkan adaptasi strategis terhadap perkembangan zaman melalui pemanfaatan media sosial, seni, dan platform publik. Pembelajar Alternatif “Mletik” mencerminkan pendekatan inovatif dalam pendidikan yang menekankan pada pembelajaran berbasis pengalaman dan partisipatif. Reposisi Perempuan sebagai Simbol Modernitas mencerminkan perubahan paradigma dalam pandangan terhadap peran perempuan dalam masyarakat. Duet Kiai Dahlan dan Nyai Walidah mencerminkan sinergi antara nilai-nilai Islam dan semangat progresif dalam membangun Muhammadiyah.

Page 8 of 11 | Total Record : 103