cover
Contact Name
Ta'dib Jurnal pendidikan islam dan isu-isu sosial
Contact Email
jurnaltadib64@gmail.com
Phone
+62376-22566
Journal Mail Official
masjudin@gmail.com
Editorial Address
https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/tadib/TimPenyunting
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu- isu Sosial
ISSN : 20886462     EISSN : 26860228     DOI : -
Tadib Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Jurnal Tadib P ISSN: 2088 6462 EISSN: 2686 0228 adalah jurnal ilmiah yang terbit dua kali setahun. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah IAIH NW Pancor sejak 2010. Dimaksudkan sebagai ruang pemikiran kritis dan terbuka bagi semua kalangan agamawan, pendidik, aktivis, dan mahasiswa dengan studi tentang pemikiran dan implementasi pendidikan sebagai lingkup kajian. semua tulisan yang di tampilkan dalam jurnal ini di review dengan skema double-blind review process
Articles 103 Documents
1-16 Penguasaan Bahan-bahan Pelajaran Melalui Pengembangan Imajinasi Dan Penghayatan Pada Pembelajaran Fiqih H. Hudatullah; H. Imanuddin
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 18 No. 2 (2020): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v18i2.372

Abstract

Proses belajar mengajar pada umumnya terjadi di dalam kelas, kelas dalam hal ini dapat berarti segala kegiatan yang dilakukan guru dan peserta didik disuatu ruangan dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Kelas adalah sebuah tempat kreatifitas kooperatif dimana guru dan murid membangun proses pembelajaran yang didasarkan pada perencanaan mutual dari berbagai pengalaman, kapasitas, dan kebutuhan mereka masing-masing. Didalam proses kegiatan belajar mengajar kebanyakan siswa yang pasif, siswa tidak memperhatikan materi pelajaran yang disampaikan oleh gurunya, disebabkan karena kebanyakan guru terjebak dengan cara-cara mengajar yang masih konvensional yaitu yang berpusat pada guru saja (teacher oriented), masih menggunakan metode ceramah dalam mengajar sehingga menyebabkan siswa menjadi bosan dan jenuh, dan siswa tertekan karena harus mendengarkan guru bercerita selama beberapa jam tanpa memperhatikan siswa yang terlibat dalam proses belajar mengajar, sehingga menyebabkan minat belajar siswa menjadi rendah. Proses pembelajaran tersebut masih terdapat sejumlah guru menggunakan metode yang tidak sesuai dengan materi pelajaran. Guru lebih banyak menggunakan metode ceramah, metode mengajar seperti tersebut diatas kurang efektif karena tidak mempertimbangkan kesesuaian bahan pelajaran dengan kebutuhan, dan pemahaman siswa untuk mempelajari bahan-bahan yang disampaikannya selama proses belajar mengajar berlangsung. Selain itu penggunaan metode ceramah tidak melibatkan siswa secara aktif sehingga peran guru lebih banyak dalam proses pembelajaran, sehingga menyebabkan suasana pembelajaran menjadi kurang menarik, monoton dan membosankan, bagi siswa. Berdasarkan kenyataan tersebut di atas, maka perlu dikembangkan suatu metode pembelajaran yang mampu melibatkan peran serta siswa secara menyeluruh sehingga kegiatan belajar mengajar tidak hanya didominasi oleh siswa-siswa tertentu saja. Melalui pemilihan metode pembelajaran tersebut diharapkan sumber informasi yang diterima siswa tidak hanya dari guru saja melainkan juga dapat meningkatkan peran serta dan keaktifan siswa dalam mempelajari dan menelaah ilmu yang ada terutama pada mata pelajaran Fiqih. Salah satu model pembelajaran yang melibatkan peran serta siswa adalah Pendekatan dengan model Role Playing. Model pembelajaran ini lebih merupakan penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan, sehingga model pembelajaran yang digunakan untuk mewujudkan kegiatan belajar mengajar yang berpusat pada siswa (student oriented), terutama untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan guru dalam mengaktifkan siswa, yang tidak dapat bekerjasama dengan orang lain, siswa yang agresif dan tidak peduli pada yang lain
17-27 Perkembangan Pemikiran Studi Keislaman di Indonesia: Paradigma Interpretasi Muh. Zakaria
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 18 No. 2 (2020): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v18i2.373

Abstract

The development of technology and governance of the ages is a trigger for many things including one through systemic development, aimed at finding solutions for Indonesia's success and survival of religions. The need for both legal and educational conversion of paradigms and interpretations must be so great, hence by this caption the writer encourages the reader to come together to find the best solution for ummat. Hopefully in this post readers will find ideas that are capable of alternate and base ideas. In this post the writer USES various forms of opinion by experts in the field of sit-study whose hopes are able to give us yet another picture of universal Islam the glories of lil 'alamin Perkembangan teknologi dan peerubahan zaman menjadi sebuah pemicu untuk melakukan berbagai hal termasuk salah satunya melalui pengembangan keislaman, bertujuan untuk mencari solusi demi kelancaran dan keberlangsungan hidup beragama di indonesia. Perubahan paradigma dan penafsiran baik hukum maupun pendidikan tentulah sangat dubutuhkan, maka dari itu melalui tulisan ini penulis mengajak pembaca untuk bersama-sama mencari solusi terbaik untuk kemaslahatan ummat. Semoga dalam tulisan ini pembaca nantinya mendapatkan ide yang mampu menjadi alternatif dan landasan ide. Dalam tulisan ini penulis menggunakan berbagai bentuk pendapat para ahli dibidang studi keislaman yang harapannya mampu memberikan kita gambaran tentang islam universal lagi rahmatan lil’alamin
28-41 Konsep Iman, Kufur dan Nifaq Yuni Puspitaningrum
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 18 No. 2 (2020): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v18i2.374

Abstract

The science of tawhid is one of the main sciences that must be taught properly to every Muslim. The science of monotheism occupies a very important position. Because, it is the basis for every Muslim in order to believe in the oneness of Allah Almighty. because, errors in teaching the science of tauhid will result in misunderstandings, even misguidance. This is conceptualized in Iman, Kufr and Nifaq as well as social issues that occur in society and aims to provide information and teaching about these concepts so that all Muslims know the importance of the concept of tauhid science. There are several methods that can be applied in the science of tawhid, where each method has various advantages and disadvantages. In order to apply these methods in teaching, teaching policies are needed. Ilmu tauhid merupakan salah satu ilmu pokok yang harus diajarkan secara baik kepada setiap umat Muslim. Ilmu tauhid menempati kedudukan yang sangat penting. Sebab, ia merupakan dasar bagi setiap umat Muslim dalam rangka mengimani keesaan Allah Swt. karena, kesalahan dalam pengajaran Ilmu tauhid akan mengakibatkan terjadinya kesalahpahaman, bahkan kesesatan. Hal ini dikonsep dalam Iman, Kufur dan Nifaq serta isu-isu sosial yang terjadi di kalangan masyarakat dan bertujuan untuk memberikan informasi serta pengajaran tentang konsep tersebut agar semua umat Muslim mengetahui pentingnya konsep Ilmu tauhid. Ada beberapa metode yang bisa diaplikasikan dalam Ilmu tauhid, dimana masing-masing metode memiliki berbagai kelebihan dan kelemahan. Dalam rangka penerapan metode-metode tersebut dalam pengajaran, maka kebijakan pengajar sangat diperlukan
42-54 Implementasi Inovasi Dalam Organisasi Kependidikan Nurul Hidayati
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 18 No. 2 (2020): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v18i2.375

Abstract

Pembaharuan mengiringi perputaran zaman yang tak henti-hentinya berputar sesuai dengan kurun waktu yang ditentukan kebutuhan akan layanan individual terhadap peserta didik dan perbaikan kesempatan belajar bagi mereka, telah menjadi pendorong utama timbulnya pembaharuan pendidikan. Oleh karena itu pendidikan harus mampu mengantisipasi perkembangan tersebut dengan terus menerus mengupayakan suatu program yang sesuai dengan perkembangan anak, perkembangan zaman, situasi, kondisi, dan kebutuhan peserta didik Perkembangan teknologi dan informasi yang cepat dalam berbagai aspek kehidupan termasuk dalam bidang pendidikan, merupakan suatu upaya untuk menjembatani masa sekarang dan masa yang akan datang dengan jalan memperkenalkan pembaharuan-pembaharuan yang cenderung mengejar efesiensi dan efektifitas. Proses inovasi dalam organisasi sasarannya adalah tetap pada masing-maaing individu namun tetap terikat pada aturan organisasi tersebut. Pemikiran kebanyakan orang adalah dalam upaya mempertahankan kestabilan organisasi, para anggota organisasi tidak terlalu menginginkan inovasi. Padahal pada kenyataannya suatu organisasi selalu berhadapan dengan inovasi dan sebenarnya inovasi itu adalah suatu proses kemajuan organisasi.
55-71 Pembentukan Dasar Akhlaq Islami Dan Etika Dalam Ilmu Tauhid Agama Islam Yayan Andriani
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 18 No. 2 (2020): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v18i2.376

Abstract

Pembentukan prinsip dasar islami adalah suatu kajian atau keutamaan tentang akhlak, sikap yang berperilaku terhadap sifat seseorang. Dilain sisi akhlak islami ini juga merupakan amal perbuatan yang sifatnya terbuka sehingga dapat menjadi indikator seseorang. Etika dalam ekonomi kapitalisme bernaung dalam modernisasi yang merupakan akibat langsung dari era globalisasi dalam bidang ekonomi. Kapitalisme modern yang walaupun akhirnya mampu membuktikan kelebihannya dari sosialisme, kenyataannya justru dalam berbagai persoalan. Pada dasarnya etika (nilai-nilai dasar) dalam bisnis berfungsi untuk menolong pebisnis untuk memecahkan problem moral dalam praktek bisnis. Oleh karena itu, dalam rangka mengembangkan sistem ekonomi harus adanya upaya revitalisme perdagangan sebagai sistem ekonomi baik kapitalisme maupun sosialisme, dengan menggali nilai-nilai dasar Islam tentang aturan perdagangan (bisnis) dari Al-Qur’an maupun as-sunnah yang merupakan suatu hal yang niscaya untuk dilakukan dengan kerangka berfikir dalam orientasi hal material tetapi juga immaterial
72-93 Pendidikan Karakter Pada PAUD Dalam Prespektif Al-Qur’an Dan Hadis Baiq Halimatuzzuhratulaini
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 18 No. 2 (2020): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v18i2.377

Abstract

Pendidikan karakter pada Pendidikan anak usia dini sangat diperlukan dalam segala bentuk kegiatan main, karena dalam karakter tersebut mengajarkan setiap anak didik untuk menjadi anak yang tangguh dan bertangung jawab. Objek dan masa pendidikan dalam islam Nabi Muhammad SAW menyatakan :” Tuntutlah ilmu dari sejak dalam buaian sampai ke liang lahat (mati)”. Inimenujukkan bahwa dalam islam manusia sebagi objek didik diprintahkan menuntut ilmu seumur hidup. Teori tentang pembentukan kepribadian manusia setiap kepribadian dibentuk dengan tiga aspek yaitu : malakah (watak); Bi-ah (lingkungan); dan Tarbiyah (pendidikan). Dalam agama islam yang berlandaskan Al-Qur’an sangat penting untuk mendasari anak dengan pendidkan akidah yang sesuai dengan ajaran agama islam. Sebagimana yang diajarkan oleh nabiMuhammad SAW yang selalu mengajarkanumatnya ajaran islam dengan begitu relevan, mudah danmasuk akal. Pendidkan anak usia dini merupakan pendidikan tahap awal setelah pendidikan yang diberikan oleh orang tua mereka.pada anak usia dini 0-6 tahun otak berkembang sangat cepat hinggga 80 persen. Pada usia tersebut otak menerima dan menyerap informasi, tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa – masa yang dimana perkembangan fisik dan mental maupun spiritual anak mulai terbentuk. Karena itu banyak yang menyebut masa tersebut dengan masa – masa keemasan anak (golden age).Dalam pandangan Islam, segala sesuatu yang dilaksanakan, tentulah memiliki dasar hukum baik itu yang berasal dari dasar naqliyah maupun dasar aqliyah. Begitu juga halnya dengan pelaksanakan pendidikan pada anak usia dini. Berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan anak usia dini, dapat dibaca firman Allah dalam surat (An Nahl: 78) yang artinya: "Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur
Urgensi Paradigma Epistemologi Pesantren Dalam Studi Agama di Era Post-Truth Muhamad War’i
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 19 No. 1 (2021): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v19i1.421

Abstract

Tulisan ini akan mengkaji tentang paradigma pengkajian Islam di pesantren dan relevansinya terhadap studi agama di era post-truth. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan kepustakaan, serta melakukan analisis yang bersifat deskriptif interpretatif, tulisan berkesimpulan bahwa, Pertama, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang memiliki model pengkajian keagamaan yang unik yakni dengan adanya multi perspektif dalam kajiannya, yakni menggabungkan antara tiga epistemologi pengetahuan dalam Islam: bayani, burhani dan irfani. Kedua, pesantren melalui pendekatan multi-epistemologis tersebut melahirkan suatu konsep Islam Moderat yang menekankan pada aspek spiritual, intelektual dan soial. Ketiga, dengan adanya peran tiga epsitemologi tersebut secara bersamaan, akan mendorong terhadap pengkajian Islam secara khusus maupun agama dunia secara umum lebih bersifat inklusif. Kenyataan ini akan menegaskan urgensi paradigma epistemologi pesantren dalam dinamika kajian studi agama terutama di era post-truth.
Pengembangan Mutu Sekolah Berbasis Kemitraan:: Analisis Peran dan Fungsi Komite Sekolah di SMP Islam Al- Azhar 2 Pejaten Jakarta Sayuti Hamdani
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 19 No. 1 (2021): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v19i1.422

Abstract

Kesimpulan dalam tulisan ini menunjukkan bahwa komite sekolah memiliki tanggung jawabkerjasama bersama para stake holderPendidikan sebagaimana diatur dalam konstitusi yang terwujud melalui ketetapan Undang – Undang No 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 56 ayat 1 : bahwa masyarakat berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan yang meliputi perencanaan, pengawasan, dan evaluasi program pendidikan melalui dewan pendidikan dan komite. Masyarakat melalui komite memiliki peran yangdiwujudkan melalui kerjasama orang tua siswa melalui komite sekolah (Jami’yyah). Partisipasi komite sekolahdi SMP Islam Al- Azhar 2 Pejaten yang paling tinggi adalah dukungan dana, support pemikiran, dan tenaga sedangkan peran komite sekolah dalam aspek pengawasan kegiatan dan program sekolah masih lemah. Komite sekolah harus lebih memaksimalkan fungsi dan peranya sebagai Badan Pertimbangan (Advisory Agency),Komite Sebagai Badan Pertimbangan Dalam Pengembangan Kurikulum dan Sumber Daya Pendidikan,Sebagai Badan Pendukung (Supporting Agency) Sekolah,Komite sebagai Sebagai badan pengontrol (controlling agency),Badan Penghubung (Mediator Agency) Dengan Orang Tua Dan Masyarakat sehingga komite bisa maksimal membantu sekolah dalam meningkatkan mutu sekolah di SMP Islam Al- Azhar 2 Pejaten
Implementasi Pembelajaran Al-Qur’an Dengan Metode Ummi terhadap Kemampuan Membaca Al-Qur’an Bagi Anak Usia 7-13 Tahun Sumarlin Hadinata
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 19 No. 1 (2021): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v19i1.423

Abstract

Untuk Meraih suatu keberhasilan dalam menjalankan suatu program, terutama dalam proses Mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik tidak terlepas dari pemilihan metode. Metode adalah seperangkat cara, jalan dan teknik yang digunakan oleh pendidik dalam proses pembelajaran agar peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran atau menguasai kompetensi tertentu yang dirumuskan dalam silabus mata pelajaran, yang tujuannya untuk meningkatkan kemampuan belajar anak. Akan tetapi metode yang digunakan tidak selalu cocok untuk peserta didik karena kadang-kadang metode yang digunakan tidak sesuai dengan keadaan peserta didik. Oleh karena itu metode Ummi sangatlah berpengaruh dalam sistem belajar mengajar terutama dalam pelajaran Al-Qur’an. Tujuan dari penelitian ini adalah, 1. Menganalisis kemampuan yang di miliki anak usia 7-13 tahun yang belajar Al-Qur’an dengan Metode Ummi TPQ Darul Ulum Desa Teniga. 2. Menganalisis langkah-langkah penerapan Metode Ummi pada pembelajaran Al-Qur’an anak usia 7-13 di TPQ Darul Ulum Desa Teniga. 3. Menganalisis Problematika guru dalam menerapkan Metode Ummi pada pembelajaran membaca Al-Qur’an anak usia 7-13 tahun di TPQ Darul Ulum Desa Teniga. 4. Solusi guru dalam mengatasi problematika ketika menerapkan Metode Ummipada pembelajaran membaca Al-Qur’an anak usia 7-13 tahun di TPQ Darul Ulum Desa Teniga. Metode penelitain yang digunakan adalah metode kualitatif naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah. Secara garis besar, data dalam penelitian ini dikumpulkan dan diklarifikasikan ke dalam data kualitatif yaitu obeservasi, interview, angket serta dokumentasi. Di antara spesifikasi Metode Ummi adalah penggunaan model pembelajaran yang memungkinkan anak-anak usia 7-13 tahun akan mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Metode tersebut dibagi menjadi 4 (empat), yaitu: privat/individual, klasikal individual, klasikal baca simak, dan klasikal baca simak murni. Hasil penelitian di lapangan, peneliti melihat cukup efektif metode ini diajarkan oleh guru Ummi di Desa Teniga. Dalam model pembelajaran Al-Qur’an , selain menarik dalam metode pembelajarannya, murid pun bisa terbantu dengan adanya alat peraga dan buku Kitabaty untuk menyimak bacaan yang diajarkan oleh guru Ummi Berdasarkan hasil wawancara kepada sebagian santri yang ada di TPQ di Desa Teniga, mayoritas santri bisa memahami materi tajwid dalam Metode Ummi. Metode Ummi di beberapa TPQ di Desa Teniga berjalan dengan efektif dan bisa diterapkan oleh siswa dalam proses pembelajaran Al-Qur’an.
Meningkatkan Literasi Anak Didik Untuk Mempercepat Membaca dan Menulis Huruf Latin Melalui Penerapan Metode Iqro’ Ahmad Hulaimi; H. Hudatullah
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial Vol. 19 No. 1 (2021): Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tadib.v19i1.424

Abstract

Literasi merupakan fondasi dari segela pembelajaran yakni membaca dan menulis. Berbicara literasi sangat komplkes, tapi dalam tulisan ini hanya dikaji pada aspek membaca dan menulis yaitu melihat kemampuan membaca dan menulis anak didik di sekolah-sekolah dasar di samping itu juga melihat psico education dalam pembelajaran.Literasi tidak hanya berbicara tentang kemampuan membaca dan menulis tapi bagaimana seorang pendidik mampu meningkatkan gairah dan minat membaca anak didik Oleh sebab itu tulisan ini dikemukakan pengalaman seorang guru baik yang telah menerapkan literasi di sekolah tempatnya bertugas. Dalam meningkatkan minat literasi anak dibutuhkan suatu pendekatan-pendekatan dan dalam hal ini metode Iqro’ adalah salah satu metode yang digunakan untuk meningkatkan literasi anak dalam membaca dan menulis.Metode ini merupakan suatu pendekatan dalam meningkatkan literasi al-Qur’an yakni suatu metode dalam belajar membaca dan menulis al-Qur’an. Tapi dalam perkembangannya metode ini ditranslit penerapannya dalam literasi huruf-huruf latin dan ternyata efektif dalam meningkatkan minat anak didik dalam membaca.Ketika membaca kalimat metode Iqro’ maka akan terbayang dipikiran kita bahwa itu sebuah metode dalam mempelajari cara membaca huruf hijaiyah agar anak mampu membaca al-Qur’an dengan baik. Hal ini didasarkan karena selama ini metode Iqro’ memamg sudah familiar di tengah-tengah masyarakat dalam mempelajari baca tulis huruf hijaiyah disebabkan karena metode ini salah satu cara cepat membaca al-Qur’an. Hal ini dibuktikan anak-anak yang belajar di Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) mulai dipedasaan sampai perkotaan rata-rata semua memakai metode ini.

Page 5 of 11 | Total Record : 103