cover
Contact Name
Ahmad Abas Musofa
Contact Email
abas@iainbengkulu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tsaqofah@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam
ISSN : 2528732X     EISSN : 26846926     DOI : -
Jurnal kajian kebudayaan Islam yang mencakup tiga wujud yaitu ide, sistem sosial & benda. Sedangkan model kajian sejarah Islam Indonesia dan dunia ialah original history dan reflective history.
Arjuna Subject : -
Articles 123 Documents
MASUK DAN BERKEMBANGNYA ISLAM DI MAKASSAR M Bisma Zakawali; Hudaidah Hudaidah
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 7, No 1 (2022): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v7i1.4465

Abstract

AbstrakMasuknya islam di daerah Sulawesi selatan tepatnya Makasar terbilang sangatlah terlambat dari daerah lain untuk seluruh wilayah indonesia masuknya islam di daerah ini di awali dengan datangnya para datuk yang berasal dari minangkabau seseorang yang pertama kali memeluk islam di Sulawesi selatan ini yang bernama I Malingkang Daeng Manyonri, setelah dia masuk islam dan berganti nama sultan Alaudin Al-Awwal yang merupakan raja dari kerajaan gowa di Sulawesi selatan, metode penelitian di awali dengan metode heuristic, setelah itu melakukan verifikasi data, dilanjutkan dengan interpretasi data dan penulisan sejarah, terdapat kesimpulannya yaitu islam masuk ke daerah ini pada tahun 1605 yang merupakan awal dari perkembangan islam di daerah tersebut pada tahun 1605 sampai dengan tahun 1611 merupakan proses islamisasi besar besaran terhadap wilayah Sulawesi selatan yang di lakukan oleh sultan Alaudin Al-Awwal banyak cara yang di lakukan untuk mengembangkan agama islam ini baik itu menjadikan agama islam sebagai agama utama di daerah kerajaan tersebut dan menaklukan keraajaan tetangga dan mengislamkan masyarakatnya itu terbukti dengan pesatnya perkembangan islam di daerah tersebut dan menjadikan daerah goa dari raja nya sultan Alaudin Al-Awwal sebagai pusat penyebaran islam di daerah makasar.
HAZAIRIN DAN IBRAHIM HOSEN: INTELEKTUAL MUSLIM BENGKULU ABAD 20 Ahmad Abas Musofa
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 7, No 1 (2022): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v7i1.7167

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk melacak jejak-jejak intelektual Muslim Bengkulu khususnya karya dan kiprah Hazairin maupun Ibrahim Hosen. Gagasan-gagasan kedua intelektual tersebut memberikan pengaruh dalam wacana intelektual khususnya pada bidang hukum Islam. Tulisan ini menggunakan metode penelitian sejarah melalui empat tahapan yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa dari beberapa intelektual Muslim Bengkulu, Hazairin dan Ibrahim Hosen adalah ahli hukum yang paling berpengaruh. Selain memiliki latar belakang pendidikan yang memadai dan berkiprah di Jakarta serta beberapa daerah, memberikan akses dan karir yang gemilang. Terlihat dari biografi Hazairin dan Ibrahim Hosen sejak lahir hingga dewasa khususnya latar belakang keluarga dan pendidikan,  karya-karya yang telah dihasilkan selama berkarir, dan kiprah yang dilakukan dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara, keduanya merupakan intelektual Muslim Bengkulu yang menonjol pada masanya dan gagasan-gagasannya masih berpengaruh hingga sekarang.
ACHMAD NOE'MAN: ARSITEK MASJID SALMAN ITB, TONGGAK ARTEKTUR MASJID KONTEMPORER DI INDONESIA Ulviani Eka Rahmawati; Ratu Husmiati; Nur’aeni Martha
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 7, No 1 (2022): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v7i1.4930

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah populasi umat Muslim terbanyak di dunia, maka tentu saja akan  dapat dengan ditemukan bangunan peribadahan, yaitu sebuah masjid. Dalam perkembangannya, arsitektur masjid yang awalnya berbentuk sederhana semakin bertransformasi, dari bentuk tradisional ke bentuk modern. Achmad Noe’man, seorang maestro dalam bidang arsitektur, terutama  arsitektur masjid. Lulus dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1958, Achmad Noe’man memulai karir besarnya dari Masjid Salman ITB yang berhasil dirancang pada tahun 1964, kemudian selesai dan berhasil diresmikan pada tahun 1972. Ayahnya, H.M. Djamhari, merupakan pendiri Muhamadiyah di Garut. Lahir dan tumbuh di lingkungan keluarga Muhammadiyah membuatnya menjadi seorang muslim moderat. Pemikirannya tehadap arsitektur masjid dituangkan dalam mahakaryanya, Masjid Salman ITB. Tidak hanya menjadi tonggak dari arsitektur masjid kontemporer, Masjid Salman juga menjadi titik awal karir arsiteknya hingga dijuluki sebagai “Arsitek Seribu Masjid”.
INDUSTRI KERTAS MASA ABBASIYAH DAN PERANANNYA PADA KEMAJUAN PERADABAN ISLAM Fitri Sari Setyorini
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 7, No 1 (2022): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v7i1.5238

Abstract

The triumph of Islamic history in the Middle Ages in the Abbasid dynasty. The dynasty that stood from 751-1258 in West Asia and 1259-1521 AD in Egypt is remembered as a historical period in Islamic history. The peak of glory can not only be seen through the physical remains but also the thoughts that went beyond its time so that the West also had to learn from the Islamic world at that time to be able to rebuild their civilization. One form of the development and glory of Islam at this time, but often escapes the discussion of historians, is the role of the paper industry in helping the development of government, thought and intellectual development of the Abbasids. This paper focuses on the history and development of the paper industry in the Abbasid era. Paper in this period was a solution to the limitations of expensive and limited media such as papyrus and parchment. The development of the paper industry in some parts of the Islamic world has helped in the preservation of historical records both in the aspect of government and in the development of science. The historical approach and method as well as literature study used in this study prioritized sources related to the research topic based on the stages of historical research which included heuristics, levers, analysis and historiography.Keywords: Abbasid, paper, Baghdad, science.
DEATH Historiography In Islam dan French historical tradition: Study on Wafiyāt al-A’yān wa Abnāu Abnāi Zamān and Western Attitude Toward death from The Middle Age to The Present Tolib Rohmatillah
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 7, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v7i2.7863

Abstract

Historiography of death between Arab-Islam and French tradition has different root and models. As Arabian model wafiyat came into being as new systematic mode of writing bibliographical dictionary, it is French la histoire la morte was the French innovation in social history by Annales school. To make clear comparison, two book are selected that are Wafiyāt al-A’yān wa Abnāu Abnāi Zamān by Ibn Khalikan and Attitude tward Death by Philip Aries. To study these two books, comparative historiography is applied to make a comparison and contrast between genre, style and sources. As the result of taking study of comparison, so there are similarity and differences between two historical tradition in the from of content and method of writing history. These two types are similar in one common trait constructed the idea based on death. However, it is clearly different in as much as that Arabic wafiyat is prosopography and has relgious content and intend; meanwhile French death historiography is social history and growth in the idea of study of mentalites.
SEJARAH INDUSTRIALISASI GULA DI CILEGON M Ilham Gilang; Risalahwati Romdhon; Ana Nurhasanah
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 7, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v7i2.9540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang sejarah, perkembangan, dampak ekonomi industri gula di Cilegon tahun 2003-2018. Penelitian ini menggunakan metode historis, dengan langkah-langkah; heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa gula merupakan komoditi strategis yang dikenalkan oleh bangsa Belanda. Pada tahun 1930, Indonesia mampu menjadi pengekspor gula kedua terbesar dunia setelah Kuba. Gula juga merupakan salah satu bahan pangan pokok penting setelah beras. Industri gula di Cilegon muncul pada tahun 2003 dan memulai berproduksi pada tahun 2004 ditandai dengan berdirinya PT. Sentra Usahatama Jaya. Berdirinya industri gula yang ada di Cilegon untuk memenuhi kebutuhan gula industri makanan dan minuman. Kehadiran industri gula membawa dampak kehidupan ekonomi yaitu berhasil membuka lapangan pekerjaan, bahkan 8% yang bekerja tidak hanya dari masyarakat Cilegon tetapi dari luar Banten. Selain itu, terjadinya mobilitas masyarakat, yaitu yang awalnya masyarakat agraris menjadi masyarakat industri. Selain menjadi karyawan industri dampak adanya Industri Gula membawa beragam mata pencaharian yang lain, seperti masyarakat membuka usahanya dengan berdagang atau membuka rumah makan disekitar industri. Hal tersebut membawa kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarga.
Dinamika Pergolakan Politik di Mesir Abad 20-21 (Sejak Raja Faruq Hingga Muhammad Mursi) Johan Septian Putra
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 7, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v7i2.5782

Abstract

Abstract- Egypt since the classical era of Islam to the contemporary era, there have been upheavals that seem endless, especially in the modern era. The political upheaval seems to have become a "culture" that cannot be separated from the Egyptian political community. The purpose of this study is to describe the political dynamics in Egypt in the classical to medieval era and to explain the development of Egyptian politics in the Modern era since the arrival of Europeans to President Morsi in the 21st century. The results of this study are the upheaval of Egypt's political dynamics can not be separated from the role of the military in the flow of democracy and structural government which always experiences gaps and tends not to get finalized, then the transition to changes in Egypt's political form drastically occurred with the revolution of the 20th century by overthrowing the monarchy system. republican system although the democratic side could not be implemented properly since the Nasser era until the Morsi government and ended in 2013.Key Word: Political Dynamics, Political Upheaval, Egyptian Revolution and Military Coup.  Abstrak- Mesir semenjak era klasik Islam hingga era kontemporer telah terjadi pergolakan yang seolah-olah tidak ada habisnya, terutama di era modern. Pergolakan politik tersebut seperti sudah menjadi “budaya” yang tidak terlepas dari masyarakat perpolitikan Mesir. Adapun Tujuan mengkajian materi ini adalah untuk mendeksripsikan dinamika politik di Mesir di era klasik hingga pertengahan dan menjelaskan perkembangan politik Mesir di era Modern sejak kedatangan bangsa Eropa hingga Presiden Mursi di abad ke-21. Hasil penelitian kajian ini adalah pergolakan dinamika politik Mesir tidak terlepas dari peran militer dalam arus demokrasi dan struktural pemerintahan yang selalu mengalami kesenjangan dan cendrung tidak mendapatkan finalisasi kemudian transisi perubahan bentuk politk Mesir secara hebat terjadi dengan adanya revolusi abad ke-20 dengan meruntuhkan sistem monarki kepada sistem republik walaupun sisi demokrasi tidak dapat terlaksanan dengan baik sejak era Nasser hingga pemerintahan Mursi dan berakhir tahun 2013.Kata Kunci: Dinamika Politik, Pergolakan Politik, Revolusi Mesir dan Kudeta Militer.
PEREMPUAN PESISIR DALAM KESENIAN KUDA KEPANG TRI TUNGGAL JAYA LEMPUING KOTA BENGKULU Agus Setiyanto; Suparman Suparman
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 7, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v7i2.7867

Abstract

Kuda kepang merupakan salah satu produk kesenian tradisional masyarakat Jawa. Kuda kepang juga sering disebut kuda Lumping, jathilan, jarang kepang, eblek, jarang goyang,  dan mungkin masih ada istilah lainnya. Untuk masyarakat Sumatera khususnya Bengkulu, lebih popular dengan sebutan kuda kepang. Bentuk awalnya Kuda kepang merupakan sebuah tarian yang sederhana, tidak memerlukan keahlian dalam olah tari maupun  olah musik. Demikian juga dengan kostum dan tata riasnya.Properti yang dipakainya pun sederhana, berupa kuda-kudaan yang terbuat dari bilahan bambu (kepang) yang berbentuk seperti kuda. Oleh karena itulah kemudian lebih popular dengan nama “kuda kepang”. Musik pengiringnya juga sederhana, yaitu hanya terdiri atas, gong dua buah,  kenong dua buah, kendang, dan terompet. Para penarinya pun semula dilakukan oleh oleh kaum laki-laki saja. Kemudian dalam perkembangannya, para penarinya sudah banyak di dominasi kaum perempuan. Para perempuan pesisir ini pada mulanya hanya sebagai penggembira – penonton pasif dalam setiap pertunjukan Kuda Kepang. Tetapi seiring dengan dinamika zaman, kaum perempuan mulai bergabung dalam kesenian Kuda Kepang Tri Tunggal Jaya.  Sebagian dari mereka ada yang ikut ambil bagian sebagai tukang masak, tukang cuci pakaian (kostum), bagian perlengkapan, dan lain sebagainya.  Persisnya sejak kapan kaum perempuan bergabung dalam kesenian Kuda Kepang sulit dipastikan.
Perkembangan Pendidikan di Afghanistan Pada Masa Pemerintahan Taliban (1996-2001) Anwar Firdaus Mutawally
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 7, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v7i2.6566

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan pendidikan di Afghanistan pada masa pemerintahan Taliban (1996-2001), bahasan dalam artikel ini mencakup keadaan pendidikan formal yakni sekolah dasar, menengah, dan tinggi serta pendidikan non-formal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode sejarah dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka. Pada masa pemerintahan Taliban, seluruh sekolah dasar dan menengah modern diubah menjadi madrasah dengan kurikulum pemerintah Taliban untuk madrasah negeri dan Dars i-Nizami untuk madrasah swasta. Perempuan di Afghanistan pada masa tersebut dibatasi kebebasannya untuk menempuh pendidikan. Meskipun demikian, lembaga organisasi non-pemerintahan internasional membentuk sekolah modern di pedesaan Afghanistan khusus untuk perempuan. Sistem perguruan tinggi mengalami kemunduran pada masa pemerintahan Taliban. Menjelang keruntuhan Taliban pada tahun 2001, hanya tersisa 7 perguruan tinggi dari 14 perguruan tinggi yang awalnya diizinkan beroperasi oleh pemerintah Taliban. Faktor yang mempengaruhi kemunduran tersebut ialah represi militer Taliban di dunia pendidikan, dominasi etnis Pashtun, pembatasan pendidikan untuk perempuan, dan sistem pendidikan yang berbeda dari umumnya. Pada masa pemerintahan Taliban berkembang beberapa pendidikan non-formal seperti pendidikan agama Islam untuk anak-anak, perkumpulan kursus menjahit perempuan, dan pelatihan militer oleh al-Qaeda.
PERJALANAN IMAM AL-GHAZALI DARI FILOSUF MENUJU TASAWUF Edi Sumanto
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 7, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v7i2.6653

Abstract

Jurnal  ini bertujuan untuk mengetahui perjalanan pemikiran Al-Ghazali dari seorang filosuf yang akhirnya berlabuh pada tasawuf. Dengan metode penelitian kepustakaan yang bahannya bersumber dari majalah, jurnal, dan buku yang berhubungan dengan pembahasan yang ditulis.   Penulis dapat menyimpulkan pertama, bahwa Al-ghazali banyak mempelajari dan membaca karya-karya para filosuf, yang membuatnya ada kritisi terhadap ajaran mereka, menyebabkan seolah-olah beliau ingin menghancurkan filsafat padahal sebenarnya untuk memperbaiki pendapat para filosuf tersebut. Kedua, setelah dialami Al-Ghazali dalam perjalanannya dari filosuf maupun teologi akhirnya beliau lebih tertarik dan fokus pada tasawuf karena membuat jiwanya lebih tenang, sebab ada rasa zuhud, merasa cukup, dan tertuju terhadap keperluan kehidupan alam baka. 

Page 11 of 13 | Total Record : 123