cover
Contact Name
Ahmad Abas Musofa
Contact Email
abas@iainbengkulu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tsaqofah@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam
ISSN : 2528732X     EISSN : 26846926     DOI : -
Jurnal kajian kebudayaan Islam yang mencakup tiga wujud yaitu ide, sistem sosial & benda. Sedangkan model kajian sejarah Islam Indonesia dan dunia ialah original history dan reflective history.
Arjuna Subject : -
Articles 123 Documents
PEMANFAATAN CAGAR BUDAYA KAUMAN MENARA KUDUS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH Moh Rosyid
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 6, No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v6i2.4166

Abstract

Tujuan ditulisnya naskah ini adalah memberi fakta bahwa benda cagar budaya memiliki manfaat untuk dijadikan sumber belajar sejarah. Data riset ini diperoleh penulis dengan observasi dan referensi yang dianalisis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil riset, Kudus pada masa lalu pra-Islam meninggalkan jejak peradaban yang agung berupa Menara Kudus, Gapura Kembar (keduanya di Masjid al-Aqsha Kudus) dan lainya di Kawasan Kauman Menara Kudus. Fakta tersebut dapat dijadikan penguat bahwa kehidupan masa lalu yang mewariskan jejak budaya dapat dinikmati generasi masa kini dan mendatang sebagai sumber pembelajaran sejarah, terutama pengkaji sejarah, arkeolog, sosiolog, antropolog dan ilmuwan lainnya tentang Kudus. Tugas bersama pemda Kudus, DPRD Kudus, dan warga Kudus adalah merawat sesuai dengan porsi masing-masing.
PERKEMBANGAN HISTORIOGRAFI ISLAM MODERN INDONESIA: TELAAH KARYA ISLAM DAN MASYARAKAT PANTULAN SEJARAH INDONESIA Luqman Al Hakim; Rosipah Rosipah
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 6, No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v6i2.4424

Abstract

Abstrak Abstrak: Perkembangan historiografi Islam modern Indonesia: Telaah  karya Islam dan masyarakat pantulan sejarah Indonesia. Historiografi Islam Indonesia terbagi menjadi tiga periode yang diawali dari periode klasik, kolonial, dan modern. Secara general antara historiografi umum dan historiografi Islam memiliki banyak persamaan baik dalam metodologi, subjektivitas, objektivitas dalam penggunaan di lingkup sejarah, akan tetapi terdapat esensi yang berbeda yakni historiografi Islam lebih menitik beratkan penceritaan nuansa umat Islam sehingga memberikan aspek cita rasa dalam memaknai sejarah. Adapun keunikan dari penelitian ini yakni lebih memberikan gambaran perkembangan historiografi Islam modern Indonesia yang dimulai pasca kemedekaan Indonesia hingga periode lahirnya historiografi Islam era reformasi, menggambarkan ulasan salah satu karya historiografi Islam Indonesia modern yakni; karya Taufiq Abdullah mengenai corak penulisan, dan metode yang digunakan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode analisis deskriptif yang berfungsi untuk menganalisis, menyajikan, dan mengkeksplorasi data historiografi Islam Indonesia modern sehingga menghasilkan manfaat penelitian yakni; guna menyuguhkan data perkembangan historiografi Islam Indonesia dan memberikan gambaran salah satu potret karya historiografi yang di telaah berdasarkan metode, dan corak penulisan yang digunakan, sehingga menghasilkan hasil yang kredibel dan komprehensif. Kata Kunci: Historiografi, Masyarakat, Islam, Indonesia. Abstract: The development Islamic modern Indonesian historiogrphy: Work review Islam and reflection society Indonesian history. Islamic Indonesian historiography  divided three period to start from classic period, kolonial, and modern. Generally between general historiography and Islamic historiografi have many similaritty in method,subjectivitay, objectivity in used historical scope, but exist different essesence that Islamic historiography more weight point in explained story Muslims nuance history. As for the unique from the research that’s give more immagine development Islamic modern Indonesian historiography from independent pasca to born period Islamic historiography reform era, in other that as for explain one of creation Islamic modern Indonesian historiography that’s: Taufiq Abdullah creation in writing style, and used methods. As for used methods in the research that’s descriptive analysis which serves to produce analysis, serves, and explains Islamic modern Indonesian historiography data so that benefit produced research that’s; in order to present and development Islamic Indonesian historiography data and give an overvier as one portrait historiography masterpiece being studied based on methods, used wrting style, so that produced credibility and komprehensif.               Key Words: Historiography, Public, Islam, Indonesia.
PENDEKATAN ANTROPOLOGI DALAM STUDI ISLAM Ahmad Faidi
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 6, No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v6i2.5367

Abstract

Ketertarikan kaum antropolog terhadap agama mulai muncul pada masa-masa kolonialisasi yang dilakukan oleh orang-orang Eropa. Hal demikian dipicu oleh keberhasilan dalam mereka menemukan “dunia baru,” yakni sebuah dunia yang begitu berbeda dengan dunia mereka di Eropa. Pada masa itu dunia Eropa terkenal begitu sekuler dan tidak (mau) mengenal agama. Sedangkan pada dunia timur, justru mereka menemukan hal yang benar-benar baru bagi mereka, yakni munculnya berbagai fenomena kebudayaan yang begitu erat kaitannya dengan agama yang tumbuh subur di dalamnya.
BUDAYA MUSLIM MELAYU PATTANI THAILAND SELATAN Novia Isti Setiarini; M Misbah; Kholid Mawardi
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 6, No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v6i2.4440

Abstract

Masyarakat Thailand merupakan masyarakat yang mayoritas menganut agama Budha. Di Thailand hanya sedikit yang menganut agama Islam. Namun, masyarakat di negara Thailand merupakan mayoritas yang berkembang cepat dan merupakan minoritas terbesar setelah negara China. Masyarakat muslim di Thailand mayoritas berada di wilayah selatan yaitu di  Provinsi  Pattani,  Yala  dan  Narathiwat  ditambah  dengan  sebagian  Satun  dan  Songkhla. Wilayah  tersebut  berbatasan  langsung  dengan  negara  Malaysia  dimana  penduduknya terdiri dari etnis Melayu sehingga biasa disebut dengan melayu-muslim. Islam dan kebudayaan melayu menyatu dan tidak terpisahkan, oleh karena itu ada beberapa budaya yang melekat erat serta menjadikannya sebagai ciri khas pada melayu muslim Pattani bagian selatan Thailand. Budaya tersebut meliputi: Bahasa melayu (kecek nayu); bahasa kampong dan tengoh; tulisan Jawi (aksara jawi); hukum bersumber dari kitab fiqh; abangan dan santri; pendidikan: sekolah anubban, raudhoh, tadikayang;  pondok pesantren; baju kurung.
MEMBONGKAR HUKUM AKULTURASI BUDAYA SUNAN KALIJAGA Vira Ananda Putri; Ashif Az Zafi
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 6, No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v6i2.3050

Abstract

Akulturasi merupakan perpaduan antara budaya Jawa dan agama islam. Akulturasi yang telah dipraktikkan oleh Sunan Kalijaga menghasilkan ijtihad yaitu wayang, gamelan, selametan, tembang jawa, dan sekatenan. Hal ini dilakukan Sunan Kalijaga untuk merubah pandangan masyarakat Jawa bahwa islam bukanlah agama yang berupa ancaman tetapi agama yang damai dan fleksibel. Tujuan petimbangan penulisan yaitu pertama, jika dalam sebuah hukum islam dijalankan tanpa dasar Al Qur’an, hadist, dan ijma’ maka dapat dikatakan bid’ah. Kedua, fakta di lapangan membuktikan bahwa ijtihad Sunan Kalijaga menjadi amaliyah di masyarakar Jawa. Ironisnya secara kuantitas akulturasi budaya yang dilakukan Sunan Kalijaga berhasil secara signifikan, tetapi secara kualitas masih rendah, dikarenakan islam diterapkan tidak sebagaimana mestinya sesuai kesadaran dan nalar manusia. Sehingga menyebabkan umat islam berpindah agama dan amalan umat islam mengarah ke klenik. Ketiga, untuk memunculkan tipologi alternative terhadap bermacam-macam fiqh dan ushul fiqh yang telah berhasil menjelaskan ijtihad yang memadukan hukum islam dengan kearifan local budaya Jawa. Hasil penulisan dapat disimpulkan bahwa Sunan Kalijaga menggunakan system akulturasi yaitu memadukan budaya Jawa dengan ajaran islam secara universal, yang telah ditemukan kebenarannya dengan menggunakan al ‘Urf untuk membongkar hukum atau validitas pola akulturasi ijtihad yang diterapkan Sunan Kalijaga.
Nilai-nilai Kerja dalam Kesenian Islam Syarafal Anam Sebagai Bimbingan Pribadi-Sosial dan Pengaruhnya Terhadap Cegah Tangkal Radikalisme (Deradikalisasi) Zubaedi Zubaedi; Prio Utomo; Ahmad Abas Musofa
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 6, No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v6i2.4464

Abstract

Nilai-nilai Kerja dalam Kesenian Islam Syarafal Anam Sebagai Bimbingan Pribadi-Sosial dan Pengaruhnya Terhadap Cegah Tangkal Radikalisme (Deradikalisasi). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai kerja (pesan, makna, manfaat dan fungsi) kesenian Islam syarofal anam dalam cegah tangkal radikalisme (deradikalisasi). Jenis penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi ekplorasi. Lokasi peneliitian dilaksanakan di Kabupaten Bengkulu Tengah tahun 2019. Subjek penelitian yaitu Tokoh Agama,  Ketua Adat, Ketua dan anggota syarafal anam, dan Ketua Kelompok/Dzikir, subjek diambil dengan menggunakan teknik snowballing. Pengumpulan data menggunakan dokumentasi teks maulid, wawancara, angket dan observasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi. Analisis data menggunakan (1) reduksi data; (2) penyajian data; dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh temuan nilai-nilai kerja yang terkandung di dalam kesenian Islam syarofal anam  yaitu sebagai penghibur, pendidikan sosial, penebal emosi keagamaan, ritual dan dakwah Islam; dan anjuran bagi masyarakat untuk menjauhi budaya luar yang merusak nilai-nilai budaya lokal seperti paham radikalisme dan terorisme yang bertentangan dengan sifat-sifat terpuji Nabi Muhammad SAW..
SEJARAH KERAJAAN TURKI UTSMANI DAN KEMAJUANNYA BAGI DUNIA ISLAM Muhamad Basyrul Muvid
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 7, No 1 (2022): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v7i1.4929

Abstract

The purpose of this study is to analyze the history and progress of the Ottoman Turks for the Islamic World. Historically, the founder of this kingdom was a Turkic nation from the Oghuz tribe, whose name was Ertugrul, he was the pioneer of the Ottoman Empire who died in 1289 AD. Later, the leadership was continued by his son, Uthman. Uthman bin Ertugrul is considered the founder of the Ottoman empire. There are nine phases, namely the first and second phases as the pioneering and founding phases of the Ottoman Empire, phases three and four as the glory phase, phases five to 8 as the phase of stagnation, decline and dissolution of the Ottoman Empire, while the ninth phase is the phase of the Republican caliphate. Factors that influenced the glory and progress of the Ottoman Turks were political, military, economic factors, the paradigm of rulers/sultans, and socio-political factors. Meanwhile, the territory of the Ottoman Turks in parts of Asia, North Africa to Eastern Europe can be conquered and maintained for approximately 6 centuries. The heyday of Solomon (King Solomon) was known by his people as the noble title "al-Qanuni". The forms of Ottoman progress were the military and government fields, science and culture, architecture, religion and political management.
PERSEKUTUAN MUSIM JAWA-TIONGHOA MELAWAN BELANDA DALAM PERANG SABIL LASEM (1750 M) Abdul Aziz; Muhammad Wildan
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 7, No 1 (2022): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v7i1.5336

Abstract

 Dinamika hubungan di antara pribumi dengan etnis Tionghoa sepanjang sejarah nusantara adalah kajian yang menarik, utamanya di era penjajahan Belanda. Pada kasus perang Sabil di Lasem tahun 1750, memunculkan pertanyaan terkait adanya persekutuan mereka saat melawan Belanda, mengingat banyak sentimen negatif muncul akibat kebijakan rasialis Belanda waktu itu, apalagi Tionghoa adalah etnis yang eksklusif, sehingga persekutuan tersebut menarik untuk diteliti. Metode penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang dimulai dari pengumpulan data, kritik, interpretasi sampai dengan historiografi. Teori mobilisasi sumber daya, jihad dan akulturasi digunakan sebagai pisau analisis sekaligus pemandu penelitian, dengan pendekatan sosiologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada dua faktor terjadinya persekutuan di antara Muslim Jawa dan etnis Tionghoa, yaitu faktor pencetus dan pendukung. Adapun faktor pencetus nya meliputi mobilisasi sosial (poros utama terbentuknya gerakan) dan sama-sama sebagai golongan tertindas. Kemudian faktor pendukungnya meliputi, adanya perdagangan, kooperasi bisnis, pernikahan, dan persaudaraan, kemudian memunculkan akulturasi dan asimilasi sosial, sehingga akhirnya membentuk integrasi sosial. Faktor pendukung ini akan di mobilisasi oleh para tokoh untuk membentuk gerakan sosial yang terejawantah dalam Perang Sabil. 
SPICE PATH IN COMPASS ONLINE MEDIA CONSTRUCTION 2017-2021: HISTORICAL PERSPECTIVE Benny Agusti Putra
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 7, No 1 (2022): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v7i1.6455

Abstract

The spice route is one of the important issues going forward by the Government of Indonesia, to make Indonesia a world maritime axis, this issue is not just a textual discourse, but the issue of the spice route is one of the visions and missions of the Joko Widodo Government in Nawacita to apply it. Historical terminology from various studies from the 7th century to pre-independence, of course, with the scope of this study, it becomes a benchmark for reviewing the issue of the spice route, not historical studies but other studies that can add to the wealth of knowledge about the spice route. Media research in a historical perspective with historical issues in Indonesia has not been widely studied, one of which is the study of the spice route. The researcher tries to see the spice route in the construction of the online media Kompas historical perspective, using the content analysis method, which consists of several stages: 1. Data collection on the spice route news in the online media Kompas from 2017-2021, 2. Source criticism. 3. Interpretation of the spice path in the online media construction of Kompas, by conducting intensive literature and documentation studies, which are descriptive in content analysis, aiming to describe or explain what online news is, it must reach the explanation stage. Indicators from the analysis content are described, such as heuristics, sources, and historical writing contained in the Kompas online media coverage themes.Jalur rempah salah satu isu penting ke depan oleh Pemerintahan Indonesia, untuk menjadikan Indonesia menjadi poros maritim dunia, isu ini tidak sekadar wacana secara tekstual, tetapi isu jalur rempah ini menjadi salah satu visi misi Pemerintahan Joko Widodo didalam Nawacita untuk meaplikasikannya. Terminologi sejarah dari berbagai kajian dari abad ke-7 sampai prakemerdekan, tentu dengan ruang lingkup kajian tersebut menjadi patokan untuk mengkaji lagi tentang isu jalur rempah tersebut, bukan kajian sejarah tetapi kajian-kajian lain bisa menambah kazanah ilmu pengetahuan tentang jalur rempah. Penelitian media dalam perspektif sejarah dengan isu-isu sejarah di Indonesia belum banyak dikaji, salah satunya kajian tentang jalur rempah. Peneliti mencoba melihat jalur rempah dalam konstruksi media online Kompas perspektif sejarah, dengan menggunakan metode conten analisis, yang terdiri beberapa tahapan: 1. Pengumpulan data berita jalur rempah di media online Kompas dari 2017-2021, 2. Kritik Sumber. 3. Interpretasi jalur rempah dalam konstruksi media online Kompas, dengan melakukan studi kepustakaan dan dokumentasi intensif, yang bersifat deskriptif conten analisis, bertujuan mendeskripsikan atau menjelaskan apa adanya berita online harus sampai ketahap eksplanasi. Indikator dari dalam konten analisis diuraikan seperti, heuristik, sumber, dan penulisan sejarah yang terkandung didalam tema-tema pemberitaan media online Kompas.
RIWAYAT PERADABAN AWAL ISLAM MINANGKABAU DI NAGARI TAPAKIS ULAKAN KABUPATEN PADANG PARIAMAN Mhd Nur
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 7, No 1 (2022): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v7i1.7486

Abstract

Nagari Tapakis is located in Ulakan Tapakis District, Padang Pariaman Regency. The position of this nagari is on the west coast of West Sumatra facing the Indian Ocean. The purpose of this study is to reveal and explain the first entry of Islam in Nagari Tapakis which was developed by Sheikh Madinanh. Then continued by his student Sheikh Burhanuddin by developing Islam in Ulakan. The method used in this research is the historical method, which consists of heuristics, criticism, interpretation, and historiography stages. Sheikh Medina and Sheikh Burhanuddin have changed the civilization of ignorance in Tapakis into an Islamic civilization. They further developed the religion of Islam in the Minangkabau darek area. The nuances of the economic life of the Tapakis community after embracing Islam changed and they still depend on the sea. The world of agriculture is still dominant because the land is fertile. Pre-Islamic socio-religious conditions in Tapakis became unstable when Islam entered. Several surau were built and spread in Tapakis District as Islamic educational institutions. Many of the community members who initially worked as fishermen and active farmers also studied Islam, because it was easy to learn Islam. Many parents gave their children to Sheikh Burhanuddin to be educated in Islam

Page 10 of 13 | Total Record : 123