cover
Contact Name
Ahmad Abas Musofa
Contact Email
abas@iainbengkulu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tsaqofah@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam
ISSN : 2528732X     EISSN : 26846926     DOI : -
Jurnal kajian kebudayaan Islam yang mencakup tiga wujud yaitu ide, sistem sosial & benda. Sedangkan model kajian sejarah Islam Indonesia dan dunia ialah original history dan reflective history.
Arjuna Subject : -
Articles 123 Documents
Ulama-Ulama Sufi Penyebar Islam dari Aceh (Biografi, Karya dan Ajaran) Depi kurniati
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 6, No 1 (2021): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v6i1.4398

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Sumber-sumber dari penelitian ini di dapatkan dari jurnal-jurnal dan buku-buku. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Hamzah Fansuri merupakan ulama yang menjadi pelopor utama dalam memajukan kesusasteraan Melayu melalui syair-syairnya. Syekh Syamsuddin sendiri merupakan murid dari Hamzah Fansuri dan mereka berdua merupakan ulama yang menganut aliran wihdatul wujud. Mengenai Biografi dan tempat kelahiran keduanya tidak ditemukan catatan yang jelas mengenai itu. Sedangkan Syekh Nuruddin ar-Raniri merupakan ulama sufi yang juga ahli dalam bidang ilmu yang lain, seperti teologi, hadits, politik dan perbandingan agama. Beliau datang dan membawa ajaran baru serta mengecam ajaran yang dibawa oleh Hamzah Fansuri dan Syamsuddin al-Sumatrani mengenai wihdatul wujud.  
Peristiwa-peristiwa Penting dalam Pemerintahan Dinasti Qajar di Bawah Muhammad Shah (1834-1848 M) Arafah Pramasto
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 5, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v5i2.3195

Abstract

Qajar adalah sebuah kekuatan politik Persia (sekarang Iran) yang berkuasa dalam rentang waktu cukup lama sejak 1796 hingga 1925. Tulisan ini berusaha untuk mengungkap peristiwa-peristiwa penting dalam pemerintahan pengusa Qajar ketiga yakni di bawah Muhammad Shah dengan rentang waktu kekuasaannya sejak 1834 hingga wafatnya pada 1848. Metodologi penelitian yang dipakai adalah metode historis dengan langkah-langkahnya yakni pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi secara internal untuk menilai validitas kesaksian dalam sumber, melakukan penafsiran / interpretasi dan melakukan penulisan sejarah (historiografi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peristiwa-peristiwa penting di masa kekuasaan Muhammad Shah ialah diawali usaha invasi atas Afghanistan yang gagal pada 1838. Muhammad Shah melancarkan kampanye militer lain melawan Agha Khan I pemimpin sekte Ismailiyah untuk mengganti posisinya sebagai penguasa Kerman. Agha Khan yang kalah kemudian mengungsi dan membangun basis sektenya di India. Peristiwa sangat penting berikutnya adalah kelahiran agama Babiyah di bawah Sayyid Ali yang berhasil mengguncang stabilitas politik dan sosial Persia antara tahun 1844 hingga kematian Muhammad Shah pada 1848 M
Madrasah di Bengkulu: Sejarah dan Perkembangannya Sejak Pergerakan Nasional hingga Reformasi Een Syaputra
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 5, No 1 (2020): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v5i1.3014

Abstract

Sejak awal kedatangan Islam di Nusantara, pendidikan telah memainkan peran penting dan strategis, terutama dalam proses pengislaman atau islamisasi berbagai masyarakat di Nusantara. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah dan perkembangan madrasah di Bengkulu sejak masa pergerakan kebangsaan hingga reformasi. Penelitian dilakukan dengan metode sejarah, yang terdiri dari empat tahap: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa: Pertama, madrasah merupakan lembaga pendidikan Islam yang telah berdiri di Bengkulu pada masa pergerakan nasional, yakni didirikan oleh organisasi keagaamaan seperti Muhammadiyah, PERTI dan Jamiatul Khair; Kedua, pada awal kemerdekaan, perkembangan madrasah di Bengkulu mengalami banyak hambatan, terutama mengalami peran kemerdekaan. Keadaan mulai membaik setelah revolusi fisik selesai, dimana beberapa madrasah mulai beraktivitas kembali dan juga muncul beberapa madrasah baru; ketiga, pada masa Orde Baru, di Bengkulu mulai muncul beberapa madrasah negeri dan beberapa madrasah swasta yang merupakan milik pesantren. Meskipun secara jumlah bertambah, namun secara kualitas, madrasah mada masa Orde Baru mengalami kemunduran, terutama karena kalah bersaing dengan sekolah umum; keempat, pada era Reformasi, madrasah di Kota Bengkulu mengakami perkembangan yang cukup pesat. Secara jumlah, banyak bertambah dengan munculnya madrasah swasta. Secara kualitas, beberapa madarasah negeri dan madrasah swasta juga mampu bersaing dengan sekolah umum.
Konstruksi Sumpah dan Pelaksanaannya dalam Masyarakat Suku Serawai Idwal Idwal; Rohimin Rohimin; Syukraini Ahmad; Suhilman Mustofa
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 6, No 1 (2021): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v6i1.4156

Abstract

Sumpah dalam masyarakat Islam seringkali dimaknai dan difahami dalam berbagai pengertian, fungsi dan praktek. Sumpah tidak lagi murni dalam pengertian agama dan digunakan tidak pada tempatnya. Praktek-praktek sumpah dalam komunitas umat beragama yang telah didominasi dengan tradisi dinilai sebagai sumpah yang bersumber dari ajaran agama Islam. Sumpah juga dikenal dalam masyarakat suku Serawai. Suku Serawai merupakan suku bangsa dengan populasi terbesar kedua yang hidup di daerah Bengkulu. Sebagian besar masyarakat suku Serawai berdiam di kabupaten Bengkulu Selatan, di antaranya di kecamatan Sukaraja, Seluma, Talo, Pino, Manna, dan Seginim. Dapatlah dipahami bahwa sumpah dalam masyarakat suku Serawai itu, benar-benar sakral dan suci karena itu tidak boleh dijadikan sebagai mainan atau gurauan. Dan pasti dia akan mendapatkan sanksinya baik itu sesuai dengan apa yang diucapkannya.
Kebijakan Politik Keagamaan Sultan Akbar Agung dan Abul Muzaffar Muhiuddin Aurangzeb Syarifah Isnaini
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 5, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v5i2.3424

Abstract

Sejarah imperium erat kaitannya dengan pengambilan kebijakan tertentu oleh masingmasing penguasa. Kebijakan dalam beragam bidang seperti halnya politik keagamaan banyak dilakukan oleh sultan atau raja sebagaimana yang terjadi pada Imperium Mughal di India. Adalah Sultan Akbar Agung dan Abul Muzaffar Muhiuddin Aurangzeb, dua pemimpin Imperium Mughal yang cukup disorot oleh sejarawan sehubungan dengan pengambilan kebijakan politik keagamaan mereka. Atensi ilmiah terhadap Sultan Akbar Agung dan Muhiuddin Aurangzeb bertumpu pada pengambilan kebijakan yang dinilai sangat bertolak belakang terutama kaitannya dengan pluralisme keberagamaan masyarakat India. Sultan Akbar Agung populer dengan beberapa kebijakan seperti pemberlakuan doktrin Din-e-Ilahi sehingga sering dicitrakan menjunjug tinggi toleransi beragama warga India. Sebaliknya, Aurangzeb direpresentasikan sebagai pemimpin dengan kebijakan yang cenderung merugikan pihak non-Muslim. Berkaitan dengan stigma tersebut, tulisan ini bertujuan mengungkap dan menganalisis kebijakan beserta latar belakang politik keagamaan Sultan Akbar Agung dan Aurangzeb. Tujuan ini lahir dari keyakinan bahwa setiap perilaku individu didasarkan pada motivasi tertentu sebagaimana diungkap oleh Icek Ajzen dengan the theory of planned behaviornya. Peneliti menggunakan metode studi kepustakaan di mana hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan politik keagamaan Sultan Akbar Agung dan Muhiuddin Aurangzeb membawa Imperium Mughal pada pemerintahan dengan pengaruh dan corak tersendiri. Selanjutnya tiap tiap kebijakan tidak dapat dinilai sebagai hal yang berdiri tunggal akan tetapi dilatarbelakangi kepentingan tertentu terutama dalam aspek politik. Selain itu, permasalahan justifikasi kekuasaan Sultan Akbar Agung dan Aurangzeb turut berperan dalam pengambilan kebijakan politik keagamaan di lingkungan internal maupun eksternal Kerajaan Mughal.
Implementation of Sunan Kalijaga Dolanan Song Against Children Character Education Nurul Atsna Qonita; Citra Sonia; Nurul Embun Isnawati; Urfun Nadhiroh; Sania Rahmatika; Ahmad Fauzan Hidayatullah
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 5, No 1 (2020): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v5i1.2778

Abstract

This study aims to examine the relationship between the meaning of the song dolirlirilir and sluku-slukubathok with the planting of children’s characters. The dolanan song is a creation of SunanKalijaga as one of his da’wah methods. The method used in this study is a qualitative method with a hermeneutic approach to literature, namely the Hermeneutic Schleiermacher theory. The data analysis technique is in the form of literature study from various sources. Results and discussion Sunan Kalijaga was one of the walisongo who was influential in the process of islamizationin Java. Javanese people who originally still adhered to the beliefs of their ancestors namely Hindu-Buddhist beliefs were not merely willing to convert to Islam, but with the method carried out by Sunan Kalijaga namely cultural and educational approaches can attract the attention of the Javanese people little by little. One method of propaganda sunankalijaga is the creation of dolanan songs which contain moral values that can be used in the cultivation of character in children. Human character is not necessarily obtained from birth but can be shaped by theenvironment.
Kulturasi Agama dan Budaya dalam Struktur Pemerintahan Kerajaan Balanipa Abad 17 - 18 Lutfiah Ayundasari; Muh. Farrel Islam
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 6, No 1 (2021): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v6i1.4471

Abstract

In the pre-Islamic era in the archipelago, a traditional state had existed with its distinctive and varied system of government. In balanipa kingdom as one of the superior kingdoms in the confederation of Pitu Ulunna Salu and Pitu Babana Binanga, developed a governmental structure based on the social state of its people. Post-penetration of Islamic culture, balanipa kingdom accommodates Islam in its governance structure by giving a special position to ulama in the efforts to enforce Islamic sharia. The purpose of this research is to describe the transformation of the governance structure of the Kingdom of Balanipa XVII – XVIII Century. This research relies on the use of credible primary and secondary data with historical methods. The results of this study show that Islam is accommodated in the governance structure of the Kingdom of Balanipa through a position in a customary structure called Kali. In this position, Kali acts as an enforcer of Islamic law.
Keunikan Tiga Benteng Kalamata, Benteng Rotterdam dan Benteng Malborough (Tinjauan berdasarkan sejarah pembuatannya) Arum Puspitasari; Maryam Maryam
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 5, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v5i2.3667

Abstract

Di Indonesia terdapat tiga benteng yang mempunyai bentuk hampir serupa, ketiga benteng tersebut adalah Benteng Kalamata yang terletak di Ternate, Benteng Rotterdam yang terletak di Makassar dan Benteng Malborough yang terletak di Bengkulu. Ketiga benteng tersebut mempunyai bentuk seperti kura-kura atau penyu di tepi pantai. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik, data sejarah ketiga benteng tersebut dibandingkan untuk mengetahui latar belakang sejarah pembuatannya. Dari hasil analisis ketiga benteng tersebut digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya keterkaitan antara ketiganya. Keterkaitan proses perancangan atau yang lainnya. Meskipun memiliki bentuk yang sama, namun ketiga benteng tersebut dibuat oleh pemerintahan dan dalam kurun waktu yang berbeda.
Pemikiran KH. Abdurrahman Wahid Tentang Pribumisasi Pendidikan Islam: Solusi Integratif Menyatukan Agama dan Budaya Fajar Ari Nugroho
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 6, No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v6i2.3910

Abstract

Artukel ini ditulis dengan tujuan untuk memberikan deskripsi mengenai salah satu ulama sekaligus tokoh pendidikan Indonesia yang cukup terkemuka, yakni KH. Abdurrahman Wahid berkaitan dengan pemikiran pribumisasi pendidikan Islamnya. Artikel ini ditulis dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa jurnal, buku, dan artikel lain yang berkaitan dengan topik. Hasil dari penelitian ini memberikan pengertian bahwa berdasarkan sejarah hidupnya beliau adalah seorang yang berpendidikan dan keluasan pemikirannya meliputi banyak hal khususnya mengenai pluralisme, toleransi, dan juga pendidikan. Pemikiran beliau mengenai pendidikan cukup memiliki pengaruh atau berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Beliau adalah salah satu ulama yang dalam melakukan penyampaian pendapat memilih menggunakan cara yang bisa dibilang nyentrik dan berciri khas. Adapun kaitannya dengan pemikiran beliau mengenai pribumisasi pendidikan Islam adalah sebagai berikut: dalam pandangan Gus Dur adalah sintesis antara pemikiran Islam tradisional (yang telah ada sejak zaman dahulu) dengan pemikiran Islam modern yang diadopsi dari pengaruh globalisasi dan kemajuan zaman, sehingga mampu memberikan dan menciptakan sebuah sistem yang sesuai dengan tuntutan zaman.
PERADABAN DAN PEMIKIRAN ISLAM PADA MASA NABI MUHAMMAD SAW Lesnida Lesnida; Haidar Putra Daulay; Zaini Dahlan
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 6, No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v6i2.4839

Abstract

Abstract: This study aims to determine 1) how Islamic civilization was at the time of the Prophet Muhammad. 2) how Islamic thought at the time of the Prophet Muhammad. To find out these two problems, the authors analyzed Islamic civilization and thought at the time of the Prophet Muhammad. in terms of Islamic history during the leadership of the Prophet. This study uses historical research methods. The research method used is to use the historical research method, namely a system of the correct ways to reach historical truth. The results of the research show that there is a figure of the Messenger of Allah SWT. namely, a servant whose presence is eagerly awaited to be able to save and free from the bondage of idolatry. In the midst of a society that is ignorant and perverted, Allah SWT. sent a prophet who gave the right guidance and light, he was the Prophet Muhammad. He was sent with a treatise or teachings from the creator. Give instructions to them about who really has the right to be worshiped and asked for help. Explaining to them the straight path again saves. The Koran and the Sunnah brought real changes to Arabs and nations who embraced Islam. The following article describes the civilization and thought of Islam at the time of the prophet Muhammad. Keywords: civilization, thought, Islam, the time of the Prophet Muhammad

Page 9 of 13 | Total Record : 123