cover
Contact Name
Hedrikson Marnes Ander
Contact Email
pppm.polnustar@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
pppm.polnustar@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kepulauan sangihe,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Tindalung
ISSN : 24427381     EISSN : 26554291     DOI : 10.54484
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Tindalung merupakan terbitan berkala dari hasil penelitian yang diangkat pada bidang Maritime, Fishing and Processing, Biology.
Arjuna Subject : -
Articles 128 Documents
Identifikasi Parasit pada Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) pada Lokasi yang Berbeda di Kabupaten Kepulauan Sangihe Fony Kalendesang; Jetti T. Saselah
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 2 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.809 KB) | DOI: 10.5281/jit.v2i2.87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parasit pada ikan nila yang dibudidayakan di beberapa lokasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Yang telah dilaksanakan pada bulan Mei sampai bulan Juni 2016. Pengambilan sampel ikan ini dilakukan secara bertahap.Dari setiap lokasi di ambil 10 ekor sampel ikan nila (Oreochromis niloticus). Dengan ukuran 10-25 cm dan berat berkisar 36 gram sampai 64 gram. Hasil penelitian menunjukan adanya kehadiran parasit dari 4 lokasi yang diambil di Kabupaten Kepulauan Sangihe.Yaitu parasit Dactylogirus sp dan parasit Tricodina sp yang ditemukan pada bagian insang dan bagian lendir ikan.
Identifikasi Ektoparasit pada Ikan Mas Koi (Cyprinus Carpio Koi) di Kolam Budidaya Kampung Hiung, Kecamatan Manganitu Kabupaten Kepulauan Sangihe Diknawati Takasiliang; Usy N Manurung
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 2 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.214 KB) | DOI: 10.5281/jit.v2i2.89

Abstract

Parasit yang menginfeksi ikan budidaya dapat mengakibatkan menurunnya produksi bahkan kematian masal. Dalam jumlah sedikit, parasit yang menginfeksi masih dapat ditolerir oleh inang, tetapi dapat menyebabkan gangguan metabolisme bahkan kerusakan organ jika terjadi dalam intensitas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ektoparasit pada ikan Mas Koi (Cyprinus carpio koi) di Kolam Budidaya Kampung Hiung, Kecamatan Manganitu Kabupaten Kepulauan Sangihe. Identifikasi dilakukan di Laboratorium Perikanan dan Kebaharian Politeknik Negeri Nusa Utara. Berdasarkan hasil identifikasi yang telah dilakukan didapatkan parasit, Dactylogyrus sp dan Lerneae sp, sedangkan nilai prevalensi tertinggi parasit yang menyerang ikan mas koi adalah Dactylogyrus sp yaitu sebesar 100% dan Lerneae sp 10%.
Pengaruh Bleeding pada Penanganan Ikan Pasca Tangkap terhadap Kadar Histamin Ikan Jefri A. Mandeno; Mukhlis A. Kaim
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 2 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.462 KB) | DOI: 10.5281/jit.v2i2.90

Abstract

Kualitas ikan segar sebagai bahan mentah untuk produk awetan dan olahan merupakan faktor utama yang sangat menentukan kualitas produk yang dihasilkan. Ikan yang telah mengalami kebusukan akan menghasilkan berbagai senyawa kimia hasil penguraian bakteri dan enzim yang pada kadar tertentu dapat membahayakan konsumen. Histamin merupakan senyawa kimia hasil penguraian histidin yang pada kadar tertentu membahayakan orang yang mengkonsumsinya. Penanganan ikan pasca tangkap sangat menentukan tingkat kesegaran ikan tersebut. Penanganan ikan tidak baik akan mempercepat laju pembusukan pada ikan. Teknik pengeluaran darah pada ikan pasca tangkap atau bleeding termasuk teknik penanganan yang saat ini telah diterapkan pada beberapa negara seperti Jepang dan beberapa negara Eropa. Di Indonesia termasuk di Sulawesi Utara, teknik bleeding ini belum populer di kalangan nelayan maupun pelaku usaha di bidang perikanan. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan pengaruh bleeding terhadap tingkat kesegaran ikan pasca tangkap. Parameter uji kualitas kesegaran tersebut ditentukan oleh kandungan histamin dan penilaian orgonoleptik. Adapun yang menjadi perlakuan dalam penelitian ini yaitu ikan yangdiberi perlakuan bleeding (A) dan ikan dengan perlakuan tanpa bleeding (B). Parameter yang diamati yaitu Histamin dengan metode Elisa ( FAO, 2006), Nilai Organoleptik (SNI). Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa Ikan segar yang diberi perlakuan bleeding (Pengeluaran darah) cenderung memiliki kandungan histamin dibandingkan dengan ikan segar yang tidak melalui proses bleeding. Karakteristik ikan segar masih nampak pada ikan yang telah melalui proses bleeding sedangkan pada ikan yang tanpa perlakuan bleeding telah mengalami perubahan warna pada insang setelah 12 jam penyimpanan.
Pemanfaatan Limbah Deproteinasi Kitin pada Pembuatan Sabun Padat Eko Cahyono; Cahyani Mansar
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 2 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.324 KB) | DOI: 10.5281/jit.v2i2.91

Abstract

Potensi perairan di Indonesia kaya dengan berbagai jenis invertebrate,salah satunya udang. Produksi udang yang tinggi akan menghasilkan limbah, yang memiliki potensi besar sebagai penghasil kitin. Proses produksi kitin memanfaatkan konsentrat basa dalam proses deproteinasi. Pada tahap deproteinasi menghasilkan limbah cair deproteinasi yang dapat dimanfaatkan lebih lanjut sebagai produk yang memiliki nilai ekonomis. Sabun merupakan salah satu produk dari pemanfaatan limbah deproteinasi dengan teknik penyabun. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah deproteinasi kitin sebagai produk yang memiliki nilai ekonomis tinggi dengan cara pembuatan sabun padat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode saponifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahawa kadar air terbaik pada perlakuan konsentrasi NaOH 3% sebesar 16.98%, nilai pH pada perlakuan konsentrasi NaOH 3% sebesar 11.14, stabilitas busa pada perlakuan konsentrasi NaOH 3% sebesar 180 mm dan total daya hambat bakteri pada konsentrasi NaOH 5% sebesar 6,0×101. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsentrasi larutan NaOH 3% merupakan perlakuan terbaik.
Karakteristik Kimia dan Nilai Organoleptik Nugget Ikan Tuna dengan Subtitusi Tepung Sagu Frets Jonas Rieuwpassa
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 2 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.481 KB) | DOI: 10.5281/jit.v2i2.92

Abstract

Nugget merupakan produk diversifikasi yang paling banyak disukai oleh masyarakat dari anak kecil sampai dengan orang dewasa. Nugget selama ini dibuat menggunakan tepung terigu, akan tetapi tepung terigu masih di impor dari luar negeri sehingga pemanfaatan tepung lokal misalnya sagu sangat diharapkan untuk pemenuhan kebutuhan karbohidrat. Tujuan penelitian ini adalah substitusi tepung sagu dalam pembuatan nugget, karakteristik kimia dan nilai organoleptik nugget ikan tuna.Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung sagu dalam pembuatan nugget dapat diterima secara organoleptik meliputi penampakan, bau, rasa dan tektur dengan nilai rata-rata 4 (suka). Karakteristik kimia menunjukkanbahwa semua parameter kimia (kadar protein 15.96–17.60%, kadar lemak 3.65– 8.35%, kadar abu 1.60–1.90% dan kadar karbohidrat 8.07–14.83%) memenuhi Standar Nasional Indonesia kecuali kadar air (61.60–66.07%). Tepung sagu dapat dijadikan sebagai bahan substitusi mengantikan tepung terigu dalam pembuatan nugget ikan tuna.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Sponge Perairan Enepahembang Terhadap Bakteri Patogenik Ikan Aeromonas Hydrophila Walter Balansa; Deidy Azhari; Desmi Babo; Aprelia Tomasoa
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.351 KB) | DOI: 10.5281/jit.v3i1.93

Abstract

Ancaman menakutkan dari bakteri-bakteri resisten terhadap berbagai antibiotik, khususnya bakteribakteri Gram negatif, menjadikan penemuan antibiotik baru makin relevan dan mendesak. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antibakteri 12 sponge dari perairan terumbu karang Enepahembang Tahuna terhadap bakteri patogenik ikan Aeromonas hydrophila. Studi ini mencakup koleksi sponge dengan snorkling pada kedalaman 1.0-7.0 m, ekstraksi sampel dengan vacuum rotary evaporator dan uji antimikroba ekstrak kasar terhadap A. hydrophila. Ekstrak dari 5 spesimen yang belum teridentifiksi dengan kode EP-5, EP-12, EP-13, EP-15 dan EP-16 mampu menghambat pertumbuhan A. hydrophila pada konsentrasi 10.0 /mL (zona hambat = 12.0 mm - 14.0 mm) sedangkan EP-1 pada konsentrasi lebih rendah yakni 1.0 mg/mL (zona hambat = 15.0 mm). Pada konsentrasi 10.0 mg/mL, ekstrak kasar EP-1 berdaya hambat 28.0 mm, sedikit lebih besar dari zona hambat antibiotik pembanding (tetrasikilin, 27.0 mm) meskipun pada konsentrasi tetrasiklin lebih rendah (0.1 mg/mL). Studi lanjut berupa fraksinasi, pemurnian senyawa, penentuan struktur molekul dan uji antibakteri untuk ekstrak kasar EP-1 sangat diperlukan. Selain untuk memastikan potensi antibiotik sebenarnya, studi ini bermanfaat untuk memastikan kebaruan dari molekul-molekul terkandung pada spesimen EP-1, sebuah upaya strategis dalam menunjang penemuan antibiotik baru.
Penyebaran Penyakit Parasit pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Kabupaten Kepulauan Sangihe Jetti T. Saselah; Usy N. Manurung
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.857 KB) | DOI: 10.5281/jit.v3i1.94

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penyebaran penyakit ikan, dan mengetahui jenis parasit yang menyerang ikan nila (Oreochromis niloticus) di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kegiatan penelitian yang dilakukan meliputi pengambilan sampel di 8 (delapan) lokasi budidaya ikan di Kabupaten Kepulauan Sangihe yaitu di Tabukan Utara Desa Beha, Tola, Kecamatan Tamako Desa Ulung Peliang, Kecamatan Manganitu Desa Hiung, Kecamatan Tahuna Timur Kelurahan Dumuhung, Kecamatan Kendahe Kelurahan Tariang lama, Kecamatan Tabukan Tengah Desa Kuma, Kecamatan Tahuna Kelurahan Mahena. Sampel ikan diperiksa di Laboratorium Perikanan dan Kebaharian Politeknik NegeriNusa Utara. Parasit yang ditemukan diidentifikasi dan dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan jenis parasit yang ditemukan yaitu Parasit Dactilogirus sp, Trichodina sp, Oodinium sp. Parasit ditemukan di delapan lokasi budidaya ikan, dimana setiap lokasi jumlah ikan yang diperiksa yaitu 10 ekor semuanya menunjukan hasil terinfeksi parasit. Parasit yang ditemukan terdapat pada organ insang, lendir dan sisik.Parasit Dactilogirus sp dan Trichodina sp ditemukan hampir pada semua ikan, sedangkan Oodinium sp ditemukan pada beberapa sampel ikan dari 3 lokasi budidaya Kuma, Manganitu dan Mahena.
Analisis Aspek Teknis dan Aspek Ekonomis Pukat Cincin (Mini Purse Seine) yang Dioperasikan di Rumpon Joneidi Tamarol; Costantein I. Sarapil
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.604 KB) | DOI: 10.5281/jit.v3i1.95

Abstract

Pukat cincin berukuran kecil (mini purse seine) atau yang lebih dikenal dengan nama soma pajeko merupakan alat tangkap yang efektif untuk menangkap ikan-ikan pelagis terutama ikan pelagis kecil. Ukuran alat tangkap purse seine yang digunakan akan berpengaruh pula pada ukuran kapal, besarnya tenaga penggerak, jumlah anak buah kapal (masanae), peralatan bantu, lamanya trip dan kebutuhan bahan bakar; yang semuanya berimbas pada investasi modal dan biaya operasional di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah faktor teknis memberikan pengaruh yang nyata terhadap hasil tangkapan pukat cincin serta menentukan apakah aspek ekonomi memberikan keuntungan terhadap usaha penangkapan ikan pukat cincin. Penelitian ini dilakukan pada objek yang terbatas yaitu perikanan tangkap pelagis dengan alat tangkap pukat cincin. Pengambilan data meliputi ukuran perahu; ukuran alat tangkap; jumlah ABK; jumlah penggunaan BBM; musim penangkapan ikan; alat bantu penangkapan ikan yang digunakan; jumlah dan jenis ikan hasil tangkapan. Hasil penelitian menunjukan bahwa cuaca memberikan pengaruh yang jelas terhadap jumlah waktu melaut; adanya pembatasan jumlah tenaga kerja yang ditetapkanoleh nelayan pemilik seiring dengan penggunaan peralatan bantu (winch), Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) meningkat ketika digunakan untuk menangkap ikan di rumpon jauh.
Analisis Kesiapan Komponen Teknologi (Humanware) di Galangan Kapal Menengah (Studi Kasus PT Adiluhung Sarana Segara Indonesia) Fitria Fresty Lungari
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.375 KB) | DOI: 10.5281/jit.v3i1.97

Abstract

Galangan kapal untuk dapat bersaing dan memenuhi kebutuhan akan kapal di Indonesia harus melakukan perbaikan teknologi. Teknologi merupakan penentu daya saing suatu galangan kapal, yang terdiri dari komponen permesinan, metode, dan komponen humanware. Pada penelitian ini pengukuran komponen humanware dilakukan di galangan kapal PT ASSI, dengan menggunakan metode teknometrik. Hasil pengukuran tingkat kecanggihannya yaitu 0,596, dengan nilai gap contact humanware 0,521 sedangkan untuk support humanware yaitu 0,286. PT. ASSI sebagai galangan pembangun kapal milik pemerintah seperti kapal perintis tipe 750 DWT tergolong memiliki kesiapan yang cukup, namun membutuhkan perbaikanyang besar pada bagian contact humanware.
Analisis Asam Amino Beberapa Jenis Teripang Olahan Kering di Kabupaten Kepulauan Sangihe Eko Cahyono; Frets Jonas Rieuwpassa
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.59 KB) | DOI: 10.5281/jit.v3i1.98

Abstract

Pengolahan teripang umumnya dilakukan dengan metode pengeringan dan pengasapan. Metode ini dapat mendegradasi protein yang didalamnya terkandung asam amino. Teripang mengandung sekitar 80% protein yang tersusun dari asam-asam amino, baik asam amino esensial maupun asam amino non esensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pengolahan teripang dan menentukan komposisi asam amino beberapa jenis teripang olahan kering di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif yaitu mengambil sampel teripang olahan kering kemudian melakukan pengukuran terhadap asam amino. Tahapan penelitian meliputi: survey lokasi dan mengamati proses pengolahan teripang, pengambilan sampel, pengukuran rendemen, analisis kadar air dan analisis asam amino menggunakan HPLC. Data yang diperoleh dibahas secara deskriptif, kemudian ditampilkan dalam bentuk gambar, tabel dan diagram. Hasil penelitian menunjukkan teripang yang dominan diolah adalah teripang Gama (Sticophus variegatus), teripang Pasir (Holothuria scabra) dan teripang Getah (Bohadchia marmorata). Teknik pengolahan umumnya meliputi preparasi, perebusan, penggaraman dengan metode kering untuk teripang Gama, penghilangan lapisan kapur untuk teripang Pasir, pengeringan/pengasapan dan pengemasan. Rata-rata rendemen yang dihasilkan berkisar 5.88 – 10.30% dengan kadar air berkisar 10.67% untuk teripang Gama, 27.42% untuk teripang Pasir dan 28.50% untuk teripang Getah. Terdapat 18 jenis asam amino yang terdiri dari 7 asam amino esensial dan 11 asam amino non-esensial. Teripang Gama memiliki jumlah asam amino yang lebih tinggi (38.450%) dibandingkan jumlah asam amino teripang Pasir (29.634%) dan teripang Getah (26.297%).

Page 4 of 13 | Total Record : 128