cover
Contact Name
Hedrikson Marnes Ander
Contact Email
pppm.polnustar@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
pppm.polnustar@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kepulauan sangihe,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Tindalung
ISSN : 24427381     EISSN : 26554291     DOI : 10.54484
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Tindalung merupakan terbitan berkala dari hasil penelitian yang diangkat pada bidang Maritime, Fishing and Processing, Biology.
Arjuna Subject : -
Articles 128 Documents
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG DAUN WORI (Ormocarpum cochinchinense ) PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN HIDUP IKAN NILA Mose, NUMISYE; Langi, Edwin Oscar; Jetti Saselah; Manganang, Yessi
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jit.v10i2.489

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui pengaruh penggunaan subtitusi tepung daun wori dalam pakan terhadap pertumbuhan dan sintasan hidup ikan nila. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kolam Akuabinery Kampung Hiung Kabupaten Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara. Perlakuan dalam penelitian terdiri atas empat perlakuan yaitu 0% , 25%, 50%, dan 75% subtitusi tepung daun wori. Pemberian pakan diberikan sebanyak 2 kali sehari secara at satitation. Parameter yang diukur adalah pertumbuhan dan sintasan hidup ikan nila. Hasil penelitian menujukkan penggunaan subtitusi tepung daun wori 25% terhadap tepung ikan memberikan hasil terbaik untuk pertumbuhan dan sintasan hidup ikan nila.
PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN NILA (Oreochromis niloticus) YANG DIBERI PAKAN FERMENTASI Saselah, Jetti; Manganang, Yessi Ayu Putri; Mose, Numisye Iske; Melupite, Billy; Tempomona, Yulin
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jit.v9i2.504

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui performa ikan nila mencakup pertumbuhan, dan tingkat kelangsungan hidup ikan nila yang diberi pakan fermentasi. Dilaksanakan pada bulan Mei-Oktober 2021 di Kampung Hiung Kecamatan Manganitu. Wadah pemeliharaan menggunakan kolam yang dilengkapi dengan wadah pemeliharaan menggunakan wadah keranjang plastik. Pembuatan pakan uji dilakukan dengan menggunakan bahan baku lokal yaitu tepung dedak, tepung jagung, tepung bungkil, tepung ikan, vitamin, tepung sagu dan difermentasi dengan menggunakan EM4 dan ragi. Ikan uji yang digunakan yaitu ikan nila ukuran 8-10 cm sebanyak 50 ekor, masing-masing wadah sebanyak 10 ekor. Adapun rancangan penelitian yaitu A. Pakan tanpa fermentasi, B. pakan fermentasi 3 hari, C. Pakan fermentasi 5 hari dan C) pakan fermentasi 7 hari, D) pakan fermentasi 11 hari. Parameter pengamatan yaitu uji fisik, pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup, kualitas air. Dari hasil penelitian diperoleh tingkat daya tahan pakan yang tertinggi terdapat pada perlakukan B Fermentasi 3 hari selama 14,27 menit. Pertambahan berat dan panjang tertinggi yaitu pada wadah B (pakan fermentasi 3 hari) dengan pertambahan berat 18,8 gram dan pertambahan panjang 4,73 cm. Tingkat kelangsungan hidup ikan berkisar 80-100%, Hasil pengukuran suhu pemeliharaan yaitu 25-27 ºC dan pH air pemeliharaan ikan 7-8 This research was conducted to know the performance of tilapia such as the growth, and survival rate of tilapia feeding with fermented fish feed. It was held in May-October 2021 at Hiung Village, Manganitu District. The maintenance container uses a pond equipped with a maintenance container using a plastic basket container. The test feed was made using local raw materials, namely bran flour, corn flour, cake flour, fish meal, vitamins, and sago flour, and fermented using EM4 and yeast. The test fish used were tilapia measuring 8-10 cm as many as 50 fish, 10 fish in each container. The research design is A. unfermented feed, B. 3 days fermented feed, C. 5 days fermented feed and C) 7 days fermented feed, D) 11 days fermented feed. Observation parameters are physical test, growth, survival rate, and water quality. From the results of the study, the highest level of feed resistance was found in treatment B Fermentation 3 days for 14, 27 minutes. The highest weight and length gain was in container B (3 days fermented feed) with an increase in weight of 18.8 grams and an increase in length of 4.73 cm. The survival rate of fish ranges from 80-100%. The results of the measurement of rearing temperature are 25-27 C and the pH of fish rearing water is 7-8.
PENGARUH METODE PENGGARAMAN KOMBINASI TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA IKAN HIU (Centrophorus sp.) JAMBAL ROTI Rieuwpassa, Frets
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jit.v9i2.531

Abstract

Ikan hiu menjadi salah satu hasil tangkapan nelayan Sangihe yang belum termanfaatkan secara maksimal. Daging hiu hanya diolah secara tradisional menjadi ikan asin dan ikan asap. Alternatif lainnya adalah membuat menjadi ikan asin jambal roti. Tujuan penelitian ini adalah menentukan karakterisktik kimia yang meliputi analisis proksimat, kadar NaCl dan Kadar urea dari ikan hiu jambal roti yang dibuat dengan metode penggaraman kombinasi. Tahapan penelitian meliputi: pembuatan ikan hiu jambal roti dan anailsis kimianya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penggaraman kombinasi menghasilkan ikan hiu jambal roti yang memiliki kadar protein tinggi 46.61 Persen, kadar lemak 3.78 Persen, kadar air 27.36 Persen, kadar abu 14.33 Persen dan kadar NaCl 16.92 Persen serta kadar urea 1.11 Persen. Berdasarkan kadar air dan kadar garam, ikan hiu jambal roti telah memenuhi standar SNI Shark is one of the catches that has not been utilized in Sangihe. Traditionally, meat of shark were processed such as smoked fish and salted fish. Other that those shark meat might be processed using an alternative way is to make “jambal roti”. The objective of research were to analysis of chemical characterization including proksimat, NaCl value and Urea value. Research step included making of ‘jambal roti’ with combination salting method and chemical analysis. The results show that jambal roti of shark meat has a high protein value 46.61 Percent, lipid 3.78 Percent, water 27.36 Percent, ash 14.33 Percent, NaCl 16.92 Percent and urea 1.11 Percent. Based on water value and ash value, shark ‘jambal roti’ fulfilled SNI.
KAREKTERISTIK PINDANG DARI BAHAN BAKU IKAN LAYANG (Decapterus sp.) Cahyono, Eko; Wodi, Stevy Imelda Murniati; Yanis, Saifulah
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jit.v9i2.570

Abstract

Ikan pindang merupakan salah satu produk olahan yang paling popular. Keunggulan ikan pindang adalah ikan pindang merupakan produk siap saji. Penentuan nilai gizi berdasarkan produk pindang ikan layang perlu dilakukan agar konsumen aman dalam mengonsumsinya. Tujuan penelitian untuk mengetahui nilai pengujian kadar air, kadar abu dan organoleptik. Penelitian dilakukan secara deskriktif dan dibandingkan dengan standard pengujian dan beberapa hasil penelitian. Pengujian yang dilakukan meliputi kadar air, kadar abu, dan organoleptik. Hasil pengujian kadar air pada konsentrasi 10 persen sebesar 70.29%, konsentrasi 15 persen sebesar 68.26 konsentrasi 20 persen sebesar 70.57 dan kadar abu pada konsentrasi 10% ebesar 1.67 persen, konsentrasi 15 persen sebesar 2.00 persen, konsentrasi 20 persen sebesar 2.30 persen. untuk nilai organoleptik masih sesuai dengan standar yang ditatapkan oleh SNI. Fish boiled is wrong one product processed which most popular. Superiority fish boiled is fish boiled is product ready serve. Determination of the nutritional value based on pindang ikan layang needs to be done so that consumers are safe in consuming it. The aim of the study was to determine the value of testing for water content, ash content and organoleptic. The research was conducted descriptively and compared with standard testing and some research results. Tests carried out included moisture content, ash content, and organoleptic. The results of testing the water content at a concentration of 10 percent was 70.29 percent, a concentration of 15 percent was 68.26, a concentration of 20 percent was 70.57 and the ash content at a concentration of 10 percent was 1.67 percent, a concentration of 15 percent was 2.00 percent, a concentration of 20 percent was 2.30 percent. for organoleptic values ​​are still in accordance with the standards set by SNI.
KAJIAN EKOLOGIS PENGELOLAAN TAMBAK NILA SALIN (Oreochromis niloticus) DI KAMPUNG PETTA BARAT, KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Indriani, Yeni; Ulaan, Magdalin; Saselah, Jetti Treslah
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jit.v10i2.579

Abstract

Nila salin (Oreochromis niloticus) adalah nila yang telah beradaptasi dengan kondisi salinitas air payau yang mampu hidup bahkan di atas salinitas 20 ppt. Selain itu, nila salin memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena memiliki keunggulan dari segi adaptasi yang cepat, mudah berkembang biak juga memiliki keunggulan dari segi rasa, tekstur dan harga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air tambak dan ekologi kesesuaian lahan tambak Kampung Petta Barat untuk pemeliharaan nila salin. Metode penelitian yang digunakan pada parameter kualitas air adalah dengan menentukan titik pengukuran secara purposive sampling, sedangkan parameter ekologi kelayakan lahan dilakukan dengan pengamatan biofisik serta wawancara dan dengan metode matcing untuk mendapatkan kelas kesesuaian lahan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah pada parameter kualitas air didapatkan hasil rata-rata pengukuran meliputi suhu (29,1○C), salinitas (20 ppt), DO (8 mg/l), pH (7,6), nitrat (0 mg/l), nitrit (0 mg/l), dan ammonia (0 mg/l) yang masih dalam kondisi baik dan optimal untuk pemeliharaan nila salin. Pada parameter ekologi kesesuaian lahan tambak untuk pemeliharaan nila salin diperoleh nilai kelayakan pada desain konstruksi adalah 71,4% yang berada pada kelas S3 (Sesuai marginal), pada manajemen air didapatkan nilai akhir 66,6% yang termasuk pada kelas S3 (Sesuai marginal) dan pada manajemen pakan didapatkan nilai kelayakan sebesar 80%, yang termasuk dalam kelas S2 (cukup sesuai). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tambak Kampung Petta Barat secara ekologi sudah sesuai untuk budidaya nila salin. Saline tilapia (Oreochromis niloticus) has adapted to brackish water salinity conditions and is able to live even above 20 ppt salinity. In addition, saline tilapia has the potential to be developed because it has advantages in terms of fast adaptation, taste, texture and price. The study aims to determine the pond water quality and ecological suitability of the ponds of Kampung Petta Barat for the suitability of saline tilapia cultivation. The research method used on water quality parameters is to determine the measurement point by purposive sampling, ecological parameters of land suitability are carried out by biophysical observations and interviews and by the matching method to obtain a land suitability class. The research results obtained were the water quality parameters received the average results of measurements including temperature (29.1○C), salinity (20 ppt), DO (8 mg/l), pH (7.6), nitrate (0 mg /l), nitrite (0 mg/l), and ammonia (0 mg/l) which are still in optimal condition for suitability of saline tilapia cultivation. On the ecological parameters of the suitability of pond land for the maintenance of saline tilapia, the feasibility value for the construction design is 71.4% which is in class S3 (Marginally suitable), in water management, the final value is 66.6% which is included in S3 class (Marginally suitable) and in feed management, a feasibility value of 80% was obtained, which was included in class S2 (quite suitable). The study concludes that the ponds of Kampung Petta Barat are ecologically suitable for saline tilapia cultivation
Kajian Kualitas Air Pada Kolam Ikan Nila Dengan Sistem Bioflok ulaan, Magdalin Ulaan
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jit.v9i2.581

Abstract

Kualitas air sangat menentukan kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan mengingat air adalah media hidup ikan, jika perairan tercemar maka akan mengganggu pertumbuhan ikan yang di budidayakan sehingga diperlukan pengukuran kualitas air secara berkala. Teknologi bioflok merupakan upaya untuk mengurangi limbah beracun dengan memanfaatkan mikroorganisme.. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui nilai paramater fisika , kimia air pada kolam budidaya ikan nila dengan sistem bioflok. Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif, melakukan pengukuran langsung di lapangan (in situ) yang meliputi suhu, pH, dissolved oxygen/ oksigen terlarut (DO), TDS, nitrat, nitrit dan amonia. Nilai parameter kualitas air hasil pengukuran adalah Suhu 25,7°C - 27,8°C, DO (Dissolved Oxygen) 5,7 mg/l - 7,6 mg/l, TDS (Total Dissolved Solid) 272 mg/l – 296 mg/l, pH berkisar antara 6,9 - 8,3, Nitrat 0 mg/l, Nitrit 0 - 0,25 mg/l, Ammonia 0-1,0 mg/l. Parameter fisika dan kimia air seperti suhu, DO, TDS, pH, Nitrat dan Nitrit telah memenuhi syarat sesuai SNI 7550:2009 kecuali Amonia kadarnya melebihi standar baku Water quality greatly determines the survival and growth of fish considering that water is the medium of life for fish, if the waters are polluted it will interfere with the growth of cultured fish so that periodic water quality measurements are needed. Biofloc technology is an effort to reduce toxic waste by utilising microorganisms. Based on this, the research conducted aims to determine the value of physical parameters, water chemistry in tilapia fish farming ponds with biofloc systems. The research method used is descriptive, taking direct measurements in the field (in situ) which includes temperature, pH, dissolved oxygen (DO), TDS, nitrate, nitrite and ammonia. The values of water quality parameters measured were Temperature 25.7°C - 27.8°C, DO (Dissolved Oxygen) 5.7 mg/l - 7.6 mg/l, TDS (Total Dissolved Solid) 272 mg/l - 296 mg/l, pH ranging from 6.9 - 8.3, Nitrate 0 mg/l, Nitrite 0 - 0.25 mg/l, Ammonia 0-1.0 mg/l. Physical and chemical parameters of water such as temperature, DO, TDS, pH, Nitrate and Nitrite have met the requirements according to SNI 7550: 2009 except Ammonia levels exceed the standard
AKURASI DATA PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN KEPULAUAN SIAU TAGULANDANG BIARO Rahajaan, Renold
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jit.v9i2.586

Abstract

Akurasi data ikan hasil tangkapan berperan penting dalam pengelolaan sumberdaya perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keakuratan data produksi perikanan tangkap, mengetahui mekanisme pendataannya dan untuk mengetahui dampak dari ketidakakuratan data produksi perikanan tangkap terhadap kehilangan potensi pendapatan asli daerah di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. Metode penelitian ini yaitu Studi Kasus, mekanisme pendataan produksi perikanan tangkap dianalisis dengan deskriptif kuantitatif sedangkan keakuratan data produksi perikanan tangkap dan dampak perbedaan data nilai produksi perikanan tangkap di analisis secara matematis. Materi yang digunakan adalah data volume dan nilai produksi perikanan tangkap yang didaratkan di Tempat Pelelangan Ikan Ulu Siau Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro pada tahun 2019 – 2021. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata – rata Penyimpangan Data perikanan tangkap 76,92% dan rata – rata Tingkat Keakuratan Data dari tahun 2019-2021 yaitu 23,08%. Hal ini menunjukan bahwa dalam tiga tahun terahir data produksi yang dirilis Pemerintah Daerah dan menjadi data rujukan Pemerintah Pusat sangat tidak akurat karena tidak sampai 95% tingkat keakuratan datanya (TKD) The accuracy of capture fisheries production data plays an important role in fisheries resource management. This research aims to determine the accuracy of capture fisheries production data, knowing the data collection mechanism and to knowing the impact of inaccurate capture fisheries production data on the loss of potential local revenue in the Siau Tagulandang Biaro Islands Regency. This research method is a case study, the mechanism of data collection of capture fisheries production is analysed by descriptive quantitative analysis while the accuracy of capture fisheries production data and the impact of differences in capture fisheries production value data are analysed mathematically. The material used is data on the volume and value of capture fisheries production landed at the Ulu Siau Fish Auction Site, Siau Tagulandang Biaro Islands Regency in 2019 - 2021. The results showed that the average deviation of capture fisheries data was 76.92% and the average level of data accuracy from 2019-2021 was 23.08%. This shows that in the last three years the production data released by the Regional Government and became the reference data for the Central Government is very inaccurate because it does not reach 95% of the data accuracy level (DAL)
TEKNIK MEMBEDAKAN JANTAN DAN BETINA IKAN BAWAL (Collosoma macropomum) Susantie, Darna; Sumenda, Ferdi
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jit.v10i2.660

Abstract

Ikan bawal air tawar termasuk salah satu komoditi yang potensial di bidang perikanan yang memiliki ekonomis yang cukup tinggi. Ikan bawal mudah dibudidayakan sehingga menarik minat para pembudidaya ikan di Kepulauan Sangihe. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui seksual primer dan sekunder ikan bawal jantan dan betina (Colossoma macropomum) di Pusat Budidaya Air Tawar Politeknik Negeri Nusa Utara. Prosedur kerja penelitian yaitu persiapan alat dan bahan, metode penangkapan, dan pengamatan bagian tubuh dari ikan bawal. Ikan bawal yang digunakan dalam penelitian mempunyai berat antara 0,300-1,5 kg. Hasil yang didapat sebanyak 7 ekor ikan bawal jantan dengan berat antara 0,385 sampai 1,685 kg. Sedangkan 3 ekor ikan bawal betina yaitu 0,590 sampai 1,550 kg. Ciri-ciri seksual primer ikan jantan yaitu pada bagian urogenitalnya jika di striping mengeluarkan cairan berwarna putih dan alat kelamin berbentuk lonjong. Sedangkan ciri sekunder yaitu bentuk tubuh lebih langsing dari ikan betina. Ciri-ciri primer pada ikan bawal betina yaitu pada bagian urogenitalnya, jika di striping mengeluarkan cairan berwarna kuning dan alat kelaminnya berbentuk oval. Sedangkan ciri-ciri sekundernya yaitu bentuk tubuh lebih bulat dan buncit. Freshwater pomfret is one of the potential commodities in the fisheries sector which has a fairly high economy. Pomfret fish is easy to cultivate, so they attract the interest of fish farmers in the Sangihe Islands. The aim of the study was to determine the primary & secondary sex of male female pomfret (Colossoma macropomum) at the Freshwater Cultivation Center of The State Polytechnic of Nusa Utara. The work procedures were the preparation of tools and materials, fishing methods, and observing the body parts of pomfret. The spomfret fish used in this research had a weight between 0.300 - 1.5 kg. The results obtained were 7 male pomfret weighing between 0.385 and 1.685 kg. While 3 female pomfret fish is 0.590 to 1.550 kg. The primary sexual characteristics of male fish are in the urogenital part when striped it emits white liquid and oval-shaped genitals. While the secondary characteristic is the body shape is slimmer than the female fish. The primary sexual characteristics of the female are the urogenital parts, when striped they secrete a yellow liquid and the genitals are oval in shape. While the secondary characteristics are rounder body shape and protruding

Page 13 of 13 | Total Record : 128