cover
Contact Name
Hedrikson Marnes Ander
Contact Email
pppm.polnustar@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
pppm.polnustar@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kepulauan sangihe,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Tindalung
ISSN : 24427381     EISSN : 26554291     DOI : 10.54484
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Tindalung merupakan terbitan berkala dari hasil penelitian yang diangkat pada bidang Maritime, Fishing and Processing, Biology.
Arjuna Subject : -
Articles 128 Documents
Pengaruh Penambahan Probiotik pada Pakan terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Seska Salatang; Jetti T. Saselah; Edwin O. Langi
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.535 KB) | DOI: 10.5281/jit.v1i2.65

Abstract

Nila (Oreochromisniloticus) merupakanikan yang tergolong omnivore sehingga bisa mengkonsumsi pakan berupa hewan atau tumbuhan (Saparinto, 2009). Probiotik adalah mikroba positif yang berperan bagi kehidupan ikan, diterapkan untuk menjaga kualitas air dalam kolam atau tambak, mencegah dan mengatasi serangan penyakit pada ikan, meningkatkan efisiensi pakan dan meningkatkan produktivitas ikan sehinggga bisa cepat panen. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui laju pertumbuhan benih ikan nila dan kelangsungan hidup ikan nila yang diberi pakan dengan penambahan probiotik. Tahapan penelitian yaitu persiapan wadah, benih ikan nila, probiotik, pakan uji pellet dan pengambilan datapertumbuhan panjang dan berat serta tingkat kelangsungan hidup. Analisa yang dipakai: (1) Analisa pertumbuhan menurut Effendie (1997): Pertumbuhan mutlak berat tubuh = Wt – Wo (gram) dan Pertumbuhan mutlak panjang total = Lt – Lo (cm); Perhitungan sintasan menurut Khairuman dan Amri (2008); Effendie (1997):SR = Nt/N0 x 100%. Rata-rata laju pertumbuhan mutlak ikan nila yang diberi penambahan probiotiklebih tinggi yaitu berat 6,5 gram panjang 6,4 cm dibandingkan dengan rata-rata laju pertumbuhan mutlak ikan nila yang diberi tanpa menggunakan probiotik yaitu berat 3,4 gram panjang 3,4 cm. Tingkat keberhasilan hidup ikan nila yang diberi pakan dengan penambahan probiotik mencapai 100% dibandingkan dengan tingkat keberhasilan hidup tanpa menggunakan probiotik yaitu 98%.
Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Pencegahan Gizi Buruk pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Enemawira Kecamatan Tabukan Utara Kabupaten Kepulauan Sangihe Sevrillia Wiranda Saluhang; Chandrayani Simanjorang; Mareike D. Patras
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.76 KB) | DOI: 10.5281/jit.v1i2.66

Abstract

Gizi buruk atau Malnutrisi merupakan masalah kesehatan utama di Negara sedang berkembang dan menjadi penyebab kematian pada sebagian besar Balita (Bachyar, 2008). Kejadian gizi buruk di Indonesia bukan merupakan hal baru lagi termasuk di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Data Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa terdapat kasus gizi buruk pada Balita pada tahun 2013 dan 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang pencegahan gizi buruk pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Enemawira Kecamatan Tabukan Utara. Penelitian dilaksanakan dengan metode studi deskriptif. Cara pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil pengolahan data ditampilkandalam bentuk tabel presentase. Populasi dan sampel dalam penelitian ini ialah Ibu yang memiliki balita di Wilayah Kerja Puskesmas Enemawira yang berjumlah 96 orang. Berdasarkan hasil penelitian tentang pengetahuan ibu tentang pencegahan gizi buruk pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Enemawira Kecamatan Tabukan Utara yang berpengetahuan baik sebanyak 98%. Responden berdasarkan umur terbanyak yaitu umur 18–33 (61%). Responden berdasarkan pendidikan terbanyak yaitu e” SMA sebanyak (62%). Responden berdasarkan pekerjaan terbanyak yaitu IRT (84%). Responden berdasarkan penghasilan terbanyak yaitu 426.000–850.000 sebanyak (58%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkanpengetahuan ibu tentang pencegahan gizi buruk pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Enemawira Kecamatan Tabukan Utara, masuk dalam kategori pengetahuan baik sebanyak 98%, dan kategori pengetahuan cukup 3%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan untuk dapat menambah pengetahuan Ibu sehingga lebih peduli dan aktif dalam mencegah kejadian gizi buruk atau gizi kurang pada balitanya.
Survey Penggunaan Kelambu Berinsektisida di Kampung Bengketang Kecamatan Tabukan Utara Stely C. Muhaling; Detty J. Kalengkongan
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.206 KB) | DOI: 10.5281/jit.v1i2.67

Abstract

Banyak aspek kesejahteraan manusia dipengaruhi oleh lingkungan dan banyak penyakit yang dimulai, didukung, ditopang atau dirangsang oleh faktor-faktor lingkungan. Penularan penyakit melalui antropoda merupakan penyakit yang penting dan dapat menimbulkan bahaya kematian yaitu salah satunya adalah penyakit malaria. World Health Organization (WHO) tahun 2010 menyebutkan sebanyak 665 ribu orang meninggal dunia disebabkan penyakit malaria. Di Indonesia prevalensi malaria tahun 2013 tertinggi di Papua sebanyak 28,6%, dan dari 33 Propinsi yang ada, 15 belas Propinsi mempunyai prevalensi malaria di atas angka Nasional dan sebagian besar berada di Indonesia Timur termasuk Sulawesi Utara. Propinsi Sulawesi Utara salah satu daerah endemis malaria di Indonesia. Angka API tahun 2011 yaitu 2,52 perseribu penduduk. Penyakit malaria menduduki urutan kelima dari 10 penyakit terbanyak di Kabupaten Kepulauan Sangihe yaitu sebanyak 1.910 kasus malaria yang telah diperiksa dengan sediaan darah dengan hasil positif malaria. Puskesmas Enemawira menempati urutan ke dua kasus malaria yaitu sebanyak 410 kasuspada tahun 2012. Pembagian kelambu berisektisida untuk pencegahan gigitan nyamuk sudah dibagikan kepada masyarakat oleh Dinas Kesehatan Kabupaten, namun untuk penggunaannya belum semua masyarakat mengerti serta memahami. Tujuan Penelitian Mengetahui penggunaan kelambu berisektisida di Kampung Bengketang Kecamatan Tabukan Utara. Metode dalam penelitian ini yaitu penelitian deskritif dengan metode survey. Hasil penelitian dari jumlah sampel sebanyak 50 rumah yang diteliti, yang menggunakan kelambu berisektisida sebanyak 47 rumah (94%), dan tidak menggunakan kelambu berisektisida sebanyak 3 rumah (6%). Kesimpulan dan saran: Penggunaan kelambu berisektisida sangat efektifuntuk mencegah gigitan nyamuk, dan masyarakat kampung Bengketang sebagian besar sudah menggunakan kelambu berisektisida. Diharapkan pemerintah melalui Dinas Kesehatan untuk dapat menyediakan kelambu berinsektisida sebagai upaya pencegahan penyakit akibat gigitan nyamuk.
Study Pengetahuan Ibu tentang Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue pada Balita di Kelurahan Soataloara I Kecamatan Tahuna Timur I. O. Horoni; Y. B. Makahaghi
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.004 KB) | DOI: 10.5281/jit.v1i2.68

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan pada masyarakat luas khususnya tenaga kesehatan. Hal ini dikarenakan penyakit ini dapat menimbulkan wabah yang apabila penanganannya tidak tepat dapat mengakibatkan kematian (WHO, 2010). Insiden demam berdarah dengue pada anak cenderung meningkat dalam jumlah penderita maupun daerah penyebarannya. Kendala yang masih terjadi ialah ketidaktahuan masyarakat tentang penyakit demam berdarah yang memacu ketidakpedulian masyarakat dalam pencegahan berdarah. Tingkat pengetahuan yang baik tentang demam berdarah merupakan salah satu faktor mengurangi risiko terkena demam berdarah. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang pencegahan demam berdarah. Metode penelitian ialah penelitian deskriptif dengan metode survey. Populasi pada penelitian ini ialah seluruh ibu-ibu yang mempunyai anak balita di kelurahan soataloara I sebanyak 35 orang, sampel pada penelitian ini ialah seluruh populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paling banyak responden memiliki pengetahuan yang baik yaitu 17 responden (85%). Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat lebih menambah pengetahuan Ibu tentang Pencegahan Penyakit Demam Berdarah pada Balita dan sekaligus dapat melakukan tindakan pencegahan penyakit demam berdarah dengue
Gambaran Penerapan Tindakan Pre-hospital pada Korban Kecelakaan oleh Polisi Lalu Lintas di Wilayah Kerja Polres Sangihe Abdias Siso; Iswanto Gobel; Melanthon Jn. Umboh
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.494 KB) | DOI: 10.5281/jit.v1i2.69

Abstract

Kejadian gawat darurat dapat diartikan sebagai keadaan di mana seseorang membutuhkan pertolongan segera karena apabila tidak mendapatkan pertolongan dengan segera maka dapat mengancam jiwanya atau menimbulkan kecacatan permanen. Kasus gawat darurat karena kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab kematian utama didaerah perkotaan. Penerapan tindakan pre-hospitasl korban kecelakaan yang dilakukan oleh polisi lalu lintas ini perlu untuk diteliti apakah diterapkan menggunakan teknik dan metode yang benar dalam upaya untuk menyelamatkan nyawa korban kecelakaan lalu lintas atau tidak. Penelitian ini bertujuan diketahuinya gambaran penerapan tindakan pre-hospital pada korban kecelakaan oleh polisi lalu lintas di wilayah kerja Polres Sangihe. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif denganpendekatan serial kasus. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden menerapkan tindakan pre hospital dengan kategori cukup yakni 56%, sementara 32% pada dikategori baik dan 16% lainnya pada dikategori kurang. Hasil penelitian menggambarkan bahwa sebagian besar polisi lalu lintas di wilayah kerja Polres Sangihe memiliki penerapan tindakan pre-hospital pada kategori cukup.
Sistem Informasi Donor Darah Menggunakan Barcode pada Rumah Sakit Umum Liunkendage Tahuna Steven M.F. Banduge; Ella H. Israel; Oktavianus Lumasuge
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.173 KB) | DOI: 10.5281/jit.v1i2.71

Abstract

The hospital is one of the public sector organizations engaged in health services for the community, one of which langanan form of blood donors at the blood transfusion unit. But in the service units of blood transfusion services in particular blood donor experience many obstacles, which delay the handlers of the patient, because the system is still in use in data processing manually donor, so that the service that is given is inaccurate and not timely. This study aims to design and build a system of blood donors using barcode information that can help piece unit blood transfusion in a blood donor services. The system is built using Visual Basic 6.0, Microsoft Access 2007, the barcode scanner as a supporting component andcrystal report. The results of this study in which the system is able to process data in the donor blood donor services to perform the data input and the stock of blood donors and in the process into the system so as to present a report that is accurate and useful for blood donor services.
Pengaruh Graphical User Interface untuk Industri Medis: Sebuah Tinjauan Sistematis Stendy B. Sakur
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.186 KB) | DOI: 10.5281/jit.v1i2.72

Abstract

Human Computer Interaction sangat penting dalam evolusi komputerisasi. Graphical user interface merupakan subset dari HCI yang berupa interaksi antara manusia dengan mesin melalui user interface berbasis grafis. GUI digunakan oleh berbagai bidang teknik, elektronik, ekonomi bahkan kedokteran. Perkembangan perangkat keras grafis memicu berbagai bidang untuk memvisualisasikan berbagai model dalam rangka peningkatan pengetahuan. Tinjauan Sistematik ini bertujuan memberikan informasi yang jelas tentang pengaruh graphical user interface terhadap bidang medis baik untuk prediksi penyakit, pengobatan serta medical record dari pasien melalui bukti penelitian yang telah dilakukan serta pengembangan framework khusus untuk penelitian bidang medis.Penelitian dilakukan melaluipencarian pada digital libraray online, IEEExplorer dan ScienceDirect, dibulan Desember 2014 dengan sitasi dari 2008 danabstrak menggunakan bahasa inggris, memanfaatkan parameter AND atau OR. Literatur yang ditemukan akan dieliminasi berdasarkan publication title, relevansi topik, abstak serta hasil penelitian.Ditemukan 347027 literatur kemudian 346923 dieliminasi berdasarkan judul dan abstract. Diperolah 104 artikel lengkap yang kemudian 91 dieliminasi berdasarkan penyaringan judul, abstrak dan hasil penelitian dari literatur tersebut. Sehingga diperoleh 13 literaturlengkap yang digunakan sebagai primary studi. Penelitianakan dibagi menjadi tiga kategori (1) GUI untuk simulator, (2) GUI untuk memprediksi analisis penyakit, dan (3) perkembangan framework GUI yang baru khusus bidang medis. Berdasarkan analisa 69.2% penelitian yang dilakukan untuk memanfaatkan teknologi open-source dan cross-platform dan 61.2% penelitian dibidang visualisasi 3D. Graphical user interface memiliki pengaruh yang sangat besar dibidang medis, pemodelan visualisasi 3D dapat memudahkan pemahaman tentang model anatomi manusia, pemanfaatan teknologi cross-platform dan open-source belum secara signifikan menjadi prioritas dari peneliti dibidang medis.
Hubungan antara Pengetahuan Perawat dengan Pelaksanaan Perawatan Ulkus Diabetik di RSUD Liunkendage Tahuna Christien A. Rambi; Iswanto Gobel; Yanly Tuwohingide
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 2 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.813 KB) | DOI: 10.5281/jit.v2i1.74

Abstract

Salah satu penyakit degeratif yang saat ini makin bertambah jumlahnya di Indonesia ialah diabetes mellitus. Menurut survey World Health Organisation (WHO), Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar dalam jumlah penderita diabetes melitus dengan prevalensi 8,6% dari total penduduk Indonesia yakni sebanyak 5,6 juta untuk usia diatas 20 tahun, dan diprediksikan akan meningkat menjadi 8,2 juta pada tahun 2020 (Supari, 2005). Salah satu komplikasi dari diabetes melitus ialah ulkus diabetik. Penyembuhan luka yang lambat dan meningkatnya kerentanan terhadap infeksi, cenderung terjadi sehingga ulkus diabetik dapat berkembang, dan terdapat resiko tinggi perlu dilakukannya amputasi tungkai bawah. Hal tersebut merupakan masalah bagi keperawatan yang sangat komplekspenatalaksanaannya.Penderita diabetes mempunyai resiko 15% terjadinya ulkus diabetik pada masa hidupnya dan resiko terjadinya kekambuhan dalam 5 tahun sebesar 70%.Beberapa penelitian di Indonesia melaporkan bahwa angka kematian yang diakibatkan oleh ulkus diabetik berkisar 17%-32%, sedangkan angka laju amputasi berkisar antara 15%-30%. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara pengetahuan perawat tentang perawatan ulkus diabetikum dengan pelaksanaan perawatan ulkus diabetikum di RSUD Liunkendage Tahuna. Metode yang digunakan dalam penilitian ini ialah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh perawat yang ada di ruang Bougenville, Crysant, dan Edelweis, sedangkanteknik pengambilan sampel ialah total sampling sebanyak 30 orang. Penelitian berlangsung mulai tanggal 01 November – 30 November 2015. Pengolahan data menggunakan SPSS 17 dengan menggunakan uji Fisher. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18 orang (60%) responden memiliki pengetahuan baik dan 12 orang (40%) responden memiliki pengetahuan kurang, sedangkan hanya 5 orang (16.7%) yang melakukanperawatan ulkus diabetik dengan sempurna dan 25 orang (83.3%) melakukan perawatan ulkus diabetik dengan tidak sempurna. Dari hasil uji Fisher didapatkan nilai p = 0.364, artinya bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pelaksanaan perawatan ulkus diabetik. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pengetahuan responden berada pada kategori baik (60%) dan sebagian besar responden melakukan perawatan ulkus diabetik dengan tidak sempurna (83.3%), serta tidah ada hubungan signifikan antara pengetahuan responden dengan pelaksanaan perawatan ulkus diabetik. Disarankan kepada pihak RS agar dapat menyusun standar prosedur baku khusus perawatan ulkus diabetik serta perlunya pelatihan perawatan ulkus diabetik bagi perawat.
Efektifitas Lama Benaman Somba (Soaking Time) terhadap Hasil Tangkapan Ikan di Perairan Kampung Kalongan Kabupaten Kepulauan Talaud Costantein I. Sarapil; Julius F. Wuaten; Bonar Pontolumiu
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 2 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.147 KB) | DOI: 10.5281/jit.v2i1.75

Abstract

Somba merupakan alat tangkap yang sangat efektif untuk menangkap ikan karang (demersal). Seiring dengan perkembangan teknologi, penggunaan alat tangkap somba sudah mulai menghilang dari tradisi para nelayan yang ada di Kabupaten Kepulauan Talaud dengan adanya alat tangkap modern yang mulai berkembang di kalangan nelayan. Dalam pengoperasiannya, alat tangkap somba merupakan alat tangkap yang ramah lingkungan dan sangat efektif untuk menangkap ikan karang. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data lama benaman somba yang paling efektif untuk menangkap ikan karang dan mengetahui jenis-jenis ikan yang tertangkap dari pengoperasian alat tangkap somba. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan informasi ilmiah yang bermanfaat untuk pengembangan teknologi pemanfaatan sumberdaya perikanan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metodeexperimental. Eksperimen adalah observasi di bawah kondisi buatan (artificial condition) dimana kondisi tersebut dibuat dan diatur oleh si peneliti. (Nazir, 2003 dalam Anonimous, 2013). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengoperasikan 10 unit alat tangkap somba selama 30 hari dengan menghitung jumlah ikan yang masuk ke dalam somba dan mengidentifikasi hasil tangkapan ikan. Pengoperasian dilakukan pada pagi hari pukul 09.00 Wita saat air laut surut dengan kedalaman 0,5-1 meter. Analisis data dilakukan dengan cara menghitung jumlah total ikan yang masuk kedalam somba berdasarkanlama benaman (soaking time) somba yang di operasikan selama 30 hari dengan perlakuan lama benaman dibagi menjadi 4 fase waktu benaman yaitu fase I (1-7 hari ), fase II (8-15 hari ), fase III (16-22 hari),dan fase IV (23-30 hari) dibuat dalam bentuk grafik jumlah ikan yang ada dalam somba untuk menentukan lama benaman somba yang paling efektif menangkap ikan karang.
Uji Kualitas Biofisik pada Dua Lokasi Berbeda di Kawasan Teluk Talengen Fozandos Mehare; Yetti T. Saselah; Usi Nora Manurung; Darna Susantie; Nurjana Monoarfai
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 2 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.031 KB) | DOI: 10.5281/jit.v2i1.76

Abstract

Budidaya perikanan merupakan salah salah satu upaya untuk meningkatkan produksi perikanan di Indonesia secara umum dan secara khusus di Daerah Kepualauan Sangihe. Salah satu lokasi budidaya laut di kabupaten kepulauan Sangihe yang berpotensi besar untuk dikembangkan untuk usaha Budidaya Terutama Teramba Jaring Apung adalah kawasan Teluk Talengen. Hasil analisis matriks kesesuaian lokasi kurungan jaring apung berpedoman dari Affan (2012) dengan 6 parameter amatan dan penilaian skoring skala 4 mendapatkan kisaran nila 70-90 pada skala 0 s/d 100. Sehingga kedua lokasi tergolong baik untuk dikembangkan sebagai areal budidaya.Fluktuasi harian beberapa parameter biofisik adalah sebagai berikut: di Lokasi Teluk Talengen: Suhu 29-300Celsius pH,: 7-8 , Salinitas, 29-310/00, Arus: 0,02-0,012 m/detik, kecerahan : 7-13 m kedalaman, 9-14 m. Di perairan bungalawang, Suhu 29-300Celsius pH, 7-8 , Salinitas, 29-320/00, Arus: 0,04-0,015 m/dtk, kecerahan : 11-15 m kedalaman, 11-15 m.

Page 2 of 13 | Total Record : 128