cover
Contact Name
Okta Hadi Nurcahyono
Contact Email
okta.hadi@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
habitus@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Sosiologi Antropologi Gedung C FKIP UNS. Jl Ir Sutami No.36A, Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Habitus: Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Antropologi
ISSN : -     EISSN : 25979264     DOI : https://doi.org/10.20961/habitus.v3i2.35716
Core Subject : Education, Social,
Habitus Journal is published by the Sociology-Anthropology Education Study Program, FKIP, Sebelas Maret University (UNS). Published twice a year ie 1st Edition: January-June and 2nd edition: July-December. The Habitus Journal focuses on theoretical studies and analysis of research results in the fields of education, social and culture.
Arjuna Subject : -
Articles 34 Documents
PENGARUH MOTIVASI, KOMUNIKASI, DAN KOMPETENSI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI PADA SISWA KELAS X DI SMAN 1 PANDEGLANG padaniah, neng yayu; Kudus, Wahid Abdul; Kuntari, Septi
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 7, No 1 (2023): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v7i1.66905

Abstract

Penelitian ini mengangkat data, fakta dan realita. Masalah yang di angkat terfokus pada inkonsistensi motivasi, komunikasi, dan kompetensi serta prestasi belajar siswa kelas x. Tujuannya guna meningkatkan kualitas pembelajaran dapat di lakukan dengan cara memotivasi peserta didik dalam belajar, membangun komunikasi secara interaktif, dan mengembangkan kompetensi sebagai hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan metode deskriptif. Adapun Populasi sebanyak 137 Peserta Didik dengan menggunakan Probability Sampling dan Cluster Random Sampling. Sehingga, di peroleh sampel sebanyak 58 responden. Data yang dikumpulkan menggunakan pendekatan Observasi, Kuesioner dan Dokumentasi. Hasil dari penelitian dapat di simpulkan bahwa motivasi berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar mata pelajaran sosiologi pada siswa kelas X di SMAN 1 pandeglang. Komunikasi berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar mata pelajaran sosiologi pada siswa kelas X di SMAN 1 pandeglang. Kompetensi berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar mata pelajaran sosiologi pada siswa kelas X di SMAN 1 pandeglang. Motivasi, komunikasi, dan kompetensi berpengaruh secara simultan terhadap prestasi belajar.Kata Kunci: Kompetensi, Komunikasi, Motivasi, Prestasi Belajar. AbstractThis research raises data, facts and reality. The problems raised focused on the inconsistency of motivation, communication, and competence and learning achievement of class ten students. The goal is to improve the quality of learning can be done by motivating students in learning, building insssteractive communication, and developing competencies as learning outcomes achieved by students. This study used a quantitative approach with a descriptive method. The population is 137 students using Probability Sampling and Cluster Random Sampling. Thus, obtained a sample of 58 respondents. The data collected used the approach of Observation, Questionnaire and Documentation The results of this study can be concluded that motivation had a significant effect on learning achievement in sociology subjects in class ten students at SMAN 1 Pandeglang. Communication had a significant effect on learning achievement in sociology subjects in class ten students at SMAN 1 Pandeglang. Competence has a significant effect on learning achievement in sociology subjects in class ten students at SMAN 1 Pandeglang. Motivation, communication, and competence had a simultaneous effect on learning achievement.Keywords: Motivation, Communication, Competence, Learning Achievement.
TARI NENEMO SEBAGAI BUKTI KESENIAN MASYARAKAT LAMPUNG, TULANG BAWANG BARAT Oktaviani, Rita; Karsiwan, Karsiwan
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 9, No 1 (2025): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v9i1.85838

Abstract

Kabupaten Tulang Bawang Barat di provinsi Lampung merupakan tempat asal mula tari Nenemo. Pada tahun 2016, Hartati menciptakan tarian ini. Tarian ini diciptakan dengan tiga konsep menurut koreografernya: masyarakat multikultural, aktivitas masyarakat Tulang Bawang Barat, dan makna dibalik istilah Nemen, Nendes, Nerimo. Ketika ide ini terwujud, terciptalah karya tari bernama Nenemo. Tarian Nenemo biasanya ditampilkan untuk mengawali acara-acara resmi dan informal. Seseorang dapat menampilkan tarian Nenemo secara solo, berkelompok, atau sebagai raksasa. Peneliti masih menyisakan banyak permasalahan yang belum terjawab dengan keberadaan tarian ini, khususnya mengenai koreografi tari Nenemo dan isinya, serta bagaimana dinamika proses kreatif tari tersebut dilihat dari sudut pandang sosial budaya. Tempat Tari Nenemo di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Temuan penelitian ini memperjelas bahwa prosedur yang komprehensif dan inklusif yang melibatkan anggota semua lapisan masyarakat digunakan untuk menciptakan dan memproduksi tari Nenemo. Dibandingkan dengan tarian lain di Lampung, koreografi tari Nenemo tergolong baru. Keberadaan tari Nenemo di Tulang Bawang Barat menuntutnya melambangkan masyarakat multikultural, meskipun dalam hal ini diperlukan waktu lebih lama untuk mengukuhkan jati dirinya. Keywords: Tari Nenemo, Budaya Kesenian Lampung Tulang Bawang Barat ABSTRACTWest Tulang Bawang Regency in Lampung province is the origin of the Nenemo dance. In 2016, Hartati created this dance. This dance was created with three concepts according to the choreographer: multicultural society, activities of the West Tulang Bawang community, and the meaning behind the terms Nemen, Nendes, Nerimo. When this idea was realized, a dance work called Nenemo was created. The Nenemo dance is usually performed to start formal and informal events. One can perform the Nenemo dance solo, in a group, or as a giant. Researchers still have many unanswered problems regarding the existence of this dance, especially regarding the Nenemo dance choreography and its content, as well as how the dynamics of the dance's creative process are seen from a socio-cultural perspective. Nenemo Dance Place in West Tulang Bawang Regency. The findings of this research make it clear that comprehensive and inclusive procedures involving members of all levels of society were used to create and produce the Nenemo dance. Compared to other dances in Lampung, the Nenemo dance choreography is relatively new. The existence of the Nenemo dance in West Tulang Bawang requires it to symbolize a multicultural society, although in this case it takes longer to establish its identity. Keyword: Nenemo Dance, West Lampung Tulang Bawang Arts Culture 
MENGURAI NRIMO: STRATEGI COPING BUDAYA JAWA DALAM MENGHADAPI STRES DAN KETIDAKPASTIAN Hanim, Meysella Al Firdha; Azizah, Maghfira Nur; Novitasari, Niki; Hapsari, Kintania Sura
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 8, No 2 (2024): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v8i2.92629

Abstract

This study explores the role of nrimo in Javanese culture as a stress and uncertainty management strategy in the context of Indigenous psychology. Nrimo is a philosophy of life that teaches the importance of acceptance and adjustment to situations that cannot be changed, which is often seen as a positive surrender to achieve inner calm. This study outlines how the values, meanings and beliefs associated with nrimo help individuals deal with uncertainty, as well as how this practice affects emotional balance and social relationships in Javanese society. In addition, the study discusses how this concept reflects the relationship between humans and nature and God, and how nrimo as an active practice can contribute to harmony and serenity in daily life.Keywords: Indigenous Psychology, Javanese Culture, Nrimo  ABSTRAK Penelitian ini mengeksplorasi peran konsep nrimo dalam budaya Jawa sebagai strategi pengelolaan stres dan ketidakpastian dalam konteks psikologi indigenous. Nrimo adalah filosofi hidup yang mengajarkan pentingnya penerimaan dan penyesuaian diri terhadap situasi yang tidak dapat diubah, yang seringkali dilihat sebagai penyerahan diri yang positif untuk mencapai ketenangan batin. Studi ini menguraikan bagaimana nilai, arti, dan kepercayaan yang terkait dengan nrimo membantu individu dalam menghadapi ketidakpastian, serta bagaimana praktik ini mempengaruhi keseimbangan emosional dan hubungan sosial dalam masyarakat Jawa. Selain itu, penelitian ini membahas bagaimana konsep ini mencerminkan hubungan antara manusia dengan alam dan Tuhan, dan bagaimana nrimo sebagai praktik aktif dapat berkontribusi pada keharmonisan dan ketenangan dalam kehidupan sehari-hari.Kata Kunci: Budaya Jawa, Nrimo, Psikologi Indigenous
SOLIDARITAS DAN INTEGRASI SOSIAL DALAM KONTEKS MANAJEMEN PENDIDIKAN: ANALISIS BERDASARKAN TEORI ÉMILE DURKHEIM Almuarif, Almuarif; Hanani, Silfia; Devi, Indra
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 8, No 1 (2024): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v8i1.80139

Abstract

Konsep solidaritas dan integrasi sosial memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif. Keduanya membentuk dasar pembelajaran, pembentukan karakter, dan persiapan siswa untuk berperan aktif dalam masyarakat yang semakin kompleks. Tujuan penelitian ini menjelaskan tentang Solidaritas Dan Integrasi Sosial Dalam Konteks Manajemen Pendidikan: Analisis Berdasarkan Teori Émile Durkheim. Metode yang digunakan dalam kajian ini menggunakan Penelitian ini memakai tata cara penelitian kualitatif dengan memakai pendekatan riset berbentuk studi pustaka. Sumber informasi dalam penelitian ini dikaji dari berbagai sumber novel literatur-literatur, laporan penelitian karangan karangan ilmiah, tesis, disertasi serta postingan baik cetak ataupun elektronik yang berkaitan dengan tentang Solidaritas Dan Integrasi Sosial Dalam Konteks Manajemen Pendidikan: Analisis Berdasarkan Teori Émile Durkheim. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang solidaritas dan integrasi sosial dalam konteks teori Durkheimian adalah penting. Konsep-konsep ini membantu memandu pendekatan dan praktik yang mempromosikan keseimbangan antara keseragaman dan keragaman, penghargaan terhadap norma-norma sosial bersama, dan pemahaman terhadap peran unik individu dalam mencapai tujuan bersama. Pendidikan, sebagai alat utama dalam membentuk masyarakat, memainkan peran penting dalam memfasilitasi integrasi sosial dan menciptakan solidaritas. Dalam manajemen pendidikan, pengembangan kurikulum, partisipasi siswa, kolaborasi antara pemangku kepentingan, pendekatan inklusif, dan pemahaman akan peran pendidikan dalam integrasi sosial adalah kunci dalam mencapai tujuan ini.Kata Kunci: Solidaritas; Integrasi Sosial; Manajemen Pendidikan; Teori Émile Durkheim. AbstractThe concepts of solidarity and social integration play an important role in creating an effective learning environment. They form the basis of learning, character building and preparing students to play an active role in an increasingly complex society. The purpose of this research is to explain about Solidarity and Social Integration in the Context of Education Management: An Analysis Based on Émile Durkheim's Theory. The method used in this study uses qualitative research procedures using a research approach in the form of a literature study. The sources of information in this study were reviewed from various novel sources of literature, research reports, scientific essays, theses, dissertations and posts both print and electronic related to Solidarity and Social Integration in the Context of Education Management: An Analysis Based on Émile Durkheim's Theory. The results of this study suggest that an understanding of solidarity and social integration in the context of Durkheimian theory is important. These concepts help guide approaches and practices that promote a balance between uniformity and diversity, respect for shared social norms, and understanding of the unique role of individuals in achieving common goals. Education, as a key tool in shaping society, plays an important role in facilitating social integration and creating solidarity. In education management, curriculum development, student participation, collaboration between stakeholders, inclusive approaches, and an understanding of the role of education in social integration are key in achieving this goal.Keywords: Solidarity; Social Integration; Education Management; Émile Durkheim's Theory
DOMINASI NYAI DALAM RELASI GURU-MURID DI PESANTREN (STUDI FENOMENOLOGIS PADA KEPATUHAN SANTRI PONDOK PESANTREN ANNUQAYAH) Jannah, Zahrotul
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 9, No 2 (2025): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v9i2.109222

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui relasi guru-murid pada Nyai dan santri di PP. Annuqayah. Fokus kajian pada tulisan ini adalah dominasi Nyai dan kepatuhan para santri di PP. Annuqayah. Maka penelitian ini bermaksud   menjawab tiga pertanyaan berikut: Pertama, Bagaimana bentuk kepatuhan para santri terhadap Nyai di PP. Annuqayah? Kedua, Bagaimana ciri-ciri dominasi Nyai di pondok pesantren? Ketiga, Bagaimana dominasi Nyai dalam relasi guru-murid Madura? metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif lapangan. Sedangkan desainnya adalah studi fenomenologis dengan sampel sebanyak empat puluh orang dari kalangan Nyai, santri aktif, pengurus dan santri alumni PP. Annuqayah. Teori yang digunakan sebagai pisau analasis pada penelitian ini adalah Dominasi Michel Foucault dalam memaknai kekuasaan Nyai dan teori kepatuhan dalam menganalisis prilaku para santri di PP. Annuqayah. Penelitian ini menemukan bahwa kepatuhan santri pada Nyai di PP. Annuqayah berlandaskan pada kebutuhannya kepada ilmu pengetahuan dan konsep barokah yang telah tertanam pada diri mereka sejak awal dimondokkan. Hal tersebut menjadi dasar dari pengabdian para santri pada Nyai. Namun, kepatuhan di sini hanya berfokus pada hal positif sesuai dengan konsep ramah pesantren. Kepatuhan para santri tersebut menjadi dasar dari terbangunnya dominasi para Nyai di PP. Annuqayah. Dominasi Nyai Annuqayah dapat dilihat dari kemampuannya dalam memerintah santri untuk melakaukan sesuatu; bertanggung jawab; kemampuan mempengaruhi para santri; memegang kendali pembicaraan dalam forum; serta mengambil solusi dan menyelesaikan  masalah dengan baik.  Dominasi Nyai ini berorientasi dalam ranah pembelajaran domistik. Semua perintah Nyai pada para santri berupa pembelajaran baik yang bersifat praktis ataupun teoritis dalam kehidupan, sehingga dominasi Nyai bukan untuk kepentingan pribadinya.Kata kunci: Dominasi, Kepatuhan, Nyai, Santri, Pondok Pesantren  Annuqayah.ABSTRACTThis study aims to examine the teacher–student relationship between nyai and santri at Annuqayah Islamic boarding school, with a particular focus on the dominance of the nyai and the obedience of the santri. The research employs a qualitative field approach using a phenomenological study design, involving forty participants consisting of nyai, active santri, administrators, and alumni of Annuqayah Islamic boarding school. The theoretical framework draws on Michel Foucault’s theory of domination to interpret the power of the nyai, alongside obedience theory to analyze santri behavior. The findings indicate that santri obedience toward the nyai is grounded in their need for knowledge and the concept of barakah (blessing), which has been internalized since their early years in the pesantren and forms the basis of their devotion to the nyai. However, this obedience is limited to positive actions in line with the pesantren’s values of compassion and ethical conduct. Such obedience becomes the foundation for the construction of nyai dominance at Annuqayah, which is reflected in her ability to give instructions, assume responsibility, influence santri, control discussions in forums, and effectively resolve problems. This dominance is oriented toward domestic and educational learning, as all instructions given by the nyai to the santri are educational in nature—both practical and theoretical—and are not exercised for personal interests. Keywords: Compliance, Domination, Nyai, Santri, Pondok Pesantren Annuqayah. ABSTRACT
ANALISIS PERAN DUKUNGAN SOSIAL DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA MAHASISWA Khotimah, Rauhul; Sa'adah, Nurus
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 7, No 2 (2023): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v7i2.61499

Abstract

This study aims to examine the role of social support in increasing student motivation tolearn. This research is a literature study where the researcher conducts an in-depth study ofprevious research. Students have a role as a learner and interact with other students.Positive social support possessed by students can help students face their learning demandsand can be a generator of learning motivation, with motivation to improve learning order,learning independence, acceptance and social presence, critical thinking skills, writingskills, problem solving abilities, and of course can support learning achievement. Thepurpose of this study will be to examine the relationship between social support andlearning motivation, namely a description of learning motivation with sources of socialsupport that influence each other. The type of research used is a study (literature review),where the authors seek references from significant journal articles with cases or problemsthat have been determined. Collecting data in this study by searching for literature, bothjournals and articles relevant to the title under study, literature searches were carried outfrom several search pages, websites such as Scientific Direct, Proquest, Scholar, GarudaPortal, Research Gate, and other sites.Keywords: Social Support; College student; Motivation to learn
TOWANI TOLOTANG RELIGIOUS FREEDOM: A COMPREHENSIVE EXAMINATION OF THE DYNAMICS AND RAMIFICATIONS OF INDIGENOUS RELIGIOUS CUSTOMS IN INDONESIA Asparill, Teguh Ahmad; Langoday, Gabriel Durah; Bunikowski, Dawid; Ginting, Arwanto Harimas
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 9, No 1 (2025): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v9i1.89946

Abstract

Keragaman agama di Indonesia menimbulkan tantangan yang signifikan bagi agama-agama lokal seperti Towani Tolotang, yang berjuang untuk mempertahankan identitas dan kebebasan beragama sambil menuntut pengakuan sesuai dengan prinsip-prinsip hukum internasional tentang kebebasan beragama. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki tantangan-tantangan yang dihadapi oleh agama lokal Towani Tolotang dan implikasinya terhadap keberlangsungannya. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, studi ini mengkaji berbagai literatur dan data etnografi untuk memahami konteks sosiokultural masyarakat Towani Tolotang. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa Towani Tolotang, sebuah kepercayaan lokal yang menyembah Dewata Seuwae, mengalami diskriminasi dan penindasan selama penumpasan Partai Komunis Indonesia (PKI) melalui TAP MPRS XXV/1966. Meskipun menghadapi tekanan untuk mengadopsi salah satu dari enam agama yang diakui secara resmi, komunitas Towani Tolotang tetap bertahan dengan memasukkan beberapa aspek Hindu ke dalam praktik-praktik mereka. Dinamika ini mengakibatkan perpecahan di dalam komunitas antara mereka yang menganut kepercayaan asli mereka dan mereka yang memeluk agama Islam. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya kebebasan beragama sebagai hak asasi manusia yang diakui secara internasional yang sering diabaikan dalam praktiknya di Indonesia. Kebijakan pemerintah dan interpretasi hukum yang cenderung teistik membuat kepercayaan agama lokal, seperti Towani Tolotang, mengalami diskriminasi. Studi ini menyimpulkan bahwa perlindungan hak beragama bagi komunitas penghayat kepercayaan lokal harus ditingkatkan melalui penegakan hukum yang inklusif dan tidak diskriminatif.Kata Kunci: Towani Tolotang; Hukum Kebebasan Beragama Internasional; Agama AdatABSTRACTReligious diversity in Indonesia poses significant challenges for local religions such as Towani Tolotang, which struggle to maintain their identity and religious freedom while demanding recognition in accordance with international legal principles on religious freedom. This study aims to investigate the challenges faced by the Towani Tolotang local religion and their implications for its survival. Utilizing a qualitative method with an ethnographic approach, this study examines various literature and ethnographic data to comprehend the sociocultural context of the Towani Tolotang community. The findings reveal that Towani Tolotang, a local faith that worships Dewata Seuwae, encountered discrimination and suppression during the crackdown on the Indonesian Communist Party (PKI) through the TAP MPRS XXV/1966. Despite facing pressure to adopt one of the six officially recognized religions, the Towani Tolotang community persevered by incorporating some aspects of Hinduism into their practices. This dynamic resulted in a split within the community between those who adhered to their indigenous beliefs and those who adopted Islam. This research underscores the significance of religious freedom as an internationally recognized human right that is frequently overlooked in practice in Indonesia. Government policies and legal interpretations that tend to be theistic expose local religious beliefs, such as Towani Tolotang, to discrimination. This study concludes that the protection of religious rights for local faith communities must be improved through inclusive and non-discriminatory law enforcement.Keywords: Towani Tolotang; International Freedom of Religion Law; Indigenous Religious
MODERASI BERAGAMA DALAM PERSPEKTIF HABITUS PIERRE BOURDIEU DAN TAFSIR KEBUDAYAAN CLIFFORD GEERTZ Susanti, Yeni
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 8, No 2 (2024): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v8i2.93726

Abstract

This research is motivated by ethnicity, race, religion, language, and life values in Indonesia which often give rise to various conflicts. One of Indonesia's unity which contains a potential threat to the country's unity is religion, so to avoid conflict and disharmonization it is necessary to foster a moderate, inclusive way of faith or an open religious attitude, which is called an attitude of religious moderation. This research will describe the results of the analysis of the implementation of various moderations from the perspective of Pierre Bourdieu's habits and Clifford Geertz's culture using a qualitative descriptive approach. The research subjects, who were then called informants, were obtained through a purposive sampling technique with the criteria that the informants were people who understood the concept and implementation of religious moderation in the city of Surakarta as well as the general public. Data sources consist of primary and secondary data. Primary data was obtained from data collection through interviews and observations, while secondary data was obtained through a literature study. Based on the results of data analysis, it is explained that religious moderation is understood as a balanced religious attitude between the practice of one's religion (exclusive) and respect for the religious practices of other people with different beliefs (inclusive) which becomes a guideline for the behavior of every religious community which then becomes culture as per Clifford Geertz's concept of culture. Religion is a whole of knowledge that is passed down from generation to generation in symbolic form or what Bourdieu calls habitus that resides in the mind of the actor (individual). Keywords: religious moderation, habits, culture ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keragaman etnis, suku, ras, agama, bahasa dan nilai-nilai hidup yang ada di Indonesia sering berbuntut berbagai konflik. Salah satu keragaman Indonesia yang mengandung potensi ancaman bagi persatuan negara adalah agama, maka untuk menghindari konflik dan disharmonisasi perlu ditumbuhkan cara beragama yang moderat, inklusif atau sikap beragama yang terbuka, yang disebut sikap moderasi beragama. Penelitian ini akan mendeskripsikan hasil analisa implementasi moderasi beragama dari preskpektif habitus Pierre Bourdieu dan kebudayaan Clifford Geertz dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian yang kemudian disebut dengan informan diperoleh melalui teknik purposive sampling dengan kriteria bahwa informan adalah orang yang memahami konsep dan implementasi moderasi beragama di Kota Surakarta serta masyarakat umum. Sumber data terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil pengumpulan data melalui wawancara dan observasi, sementara data sekunder diperoleh melalui studi literatur. Berdasarkan hasil analisis data dijelaskan bahwa moderasi beragama dipahami sebagai sikap beragama yang seimbang antara pengamalan agama sendiri (eksklusif) dan penghormatan kepada praktik beragama orang lain yang berbeda keyakinan (inklusif) menjadi pedoman berperilaku setiap umat beragama yang kemudian menjadi kebudayaan sebagaimana konsep budaya Clifford Geertz. Agama sebagai keseluruhan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi dalam bentuk simbolik atau yang oleh Bourdieu disebut sebagai habitus yang berada di dalam pikiran aktor (individu). Kata Kunci: moderasi beragama, habitus, kebudayaan 
PENTINGNYA KARAKTER UNTUK PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL Anggina, Zakiatul
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 8, No 1 (2024): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v8i1.81538

Abstract

Perkembangan era digital yang semakin pesat menjadikan segala sesuatu berupa informasi di internet mudah diakses oleh semua orang, tidak terkecuali oleh anak-anak usia sekolah dasar. Arus era digital yang tidak dapat dibendung tersebut memerlukan suatu tindakan yang tepat agar meminimalisir penyimpangan moral yang banyak terjadi dewasa ini, salah satunya adalah dengan penerapan pendidikan karakter. Metode Penelitian kualitatif bertujuan untuk menjelaskan suatu fenomena dengan mendalam dan dengan mengumpulkan data sedalam-dalamya yang berarti penulis hanya menggunakan buku atau jurnal sebagai landasan referensi. Berdasarkan kajian pustaka dan hasil analisis pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai pendidikan karakter berperan penting untuk mengatasi degradasi moral pada kalangan anak usia sekolah dasar. Jika penerapan pendidikan karakter di sekolah dasar mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga refleksi pembelajaran berjalan dengan baik maka akan menjadi tolak ukur keberhasilan dalam pembentukan moral pada anak usia sekolah dasar. Kata Kunci: Karakter, Pendidikan, Era Digital. AbstractThe rapid development of the digital era makes everything in the form of information on the internet easily accessible to everyone, including elementary school-age children. The unstoppable flow of the digital era requires appropriate action to minimize moral deviations that occur in many adults. this, one of which is the application of character education. Qualitative research methods aim to explain a phenomenon in depth and by collecting data as deeply as possible, which means the author only uses books or journals as a reference basis. Based on the literature review and the results of the analysis in this study, it can be concluded that the values of character education play an important role in overcoming moral degradation among elementary school-age children. If the application of character education in elementary schools from planning, implementing, to reflecting on learning goes well, it will be a measure of success in moral formation in elementary school-age children. Keywords: Character, Education, Digital Era
STRATEGI INKLUSIF DALAM MEWUJUDKAN KESETARAAN GENDER UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI BERKEADILAN DI LEMBAGA PENDIDIKAN Khasanah, Taufiqoh; Khasanah, Nur
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 9, No 2 (2025): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v9i2.110578

Abstract

Gender equality is a central issue in building a just society, particularly in education where discrimination and gaps persist. This research aims to develop inclusive strategies for gender equality in education to prepare a fair generation. Using a qualitative descriptive approach through literature study, this study analyzes the concepts, challenges, and practical solutions for implementing gender-responsive education. The findings highlight the importance of overcoming structural and cultural barriers, empowering teachers and students, and adopting supportive school policies. Inclusive gender education contributes to the development of balanced human resources and fosters social justice. The research concludes that commitment from all educational stakeholders is essential for realizing sustainable gender equality. Keywords: gender equality, inclusive education, social justice  ABSTRAKKesetaraan gender merupakan isu sentral dalam membangun masyarakat yang adil, terutama di bidang pendidikan yang masih menemukan tantangan diskriminasi dan kesenjangan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan strategi inklusif kesetaraan gender dalam pendidikan untuk mempersiapkan generasi berkeadilan. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur, penelitian ini menganalisis konsep, tantangan, dan solusi praktis dalam pelaksanaan pendidikan responsif gender. Hasilnya menegaskan pentingnya mengatasi hambatan struktural dan kultural, pemberdayaan guru dan siswa, serta adopsi kebijakan sekolah yang mendukung. Pendidikan inklusif gender berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia yang seimbang dan mendorong keadilan sosial. Penelitian menyimpulkan bahwa komitmen dari seluruh pemangku kepentingan pendidikan sangat diperlukan untuk mewujudkan kesetaraan gender yang berkelanjutan. Kata Kunci:  kesetaraan gender, pendidikan inklusif, keadilan sosial

Page 3 of 4 | Total Record : 34