cover
Contact Name
Moh Shidqon
Contact Email
ajidshidqon@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ajid.shidqon@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
ISSN : 26858908     EISSN : 26862603     DOI : -
Core Subject : Engineering,
PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak).
Arjuna Subject : -
Articles 77 Documents
Search results for , issue "2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI" : 77 Documents clear
NICKEL MINE PLANNING APPLICATION TO SUPPORT SMELTER DEMAND FULFILLMENT CASE STUDY GAG NICKEL MINE Gembong, Gembong; A, Erwin; M, Adella
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gag Nickel merupakan proyek pertambangan di Papua Barat yang dikembangkan oleh Antam. Total sumber daya tambang adalah sekitar 300 juta metrik ton. Di blok central, kegiatan penambangan dilakukan untuk memenuhi target permintaan smelter nikel. Ada dua jenis spesifikasi, rasio SiO2/MgO di bawah 2,4 sebesar 2 juta metrik ton dan rasio SiO2/MgO (S/M) di atas 2,7 sebesar 1 juta metrik ton, dengan kadar Ni keduanya minimum sebesar 1.75%, sesuai kontrak yang disepakati. Pada semester 1 2023 dapat diperoleh pencapaian produksi penjualan sebesar 1,8 juta ton, sehingga perlu dibuat rencana penambangan pada semester 2 dengan alokasi sebesar 1,2 juta ton, dimana pada awal semester 2 terdapat perubahan permintaan buyer menjadi masing-masing sebesar 600.000 ton untuk S/M 2.4,200.000 ton untuk S/M 2.4, dan sisanya 400.000 ton untuk S/M 2.7. Dari ketiga spesifikasi tersebut, dilakukan proses perencanaan tambang agar kedua pemenuhan kontrak tersebut dapat terpenuhi. Kemudian dilakukan penjadwalan produksi semester untuk menghasilkan pit limit yang digunakan sebagai pedoman dalam operasi penambangan. Tantangan yang dihadapi di lapangan adalah berbagai lokasi bukit memiliki spesifikasi bijih yang berbeda satu sama lain, kemudian juga terdapat kendala pada lokasi stockyard yang terbatas. Dari simulasi yang dibuat, dapat diperoleh Selain itu variasi ketebalan overburden juga menentukan pilihan mine front yang disesuaikan dengan ketersediaan alat berat yang ada. Setelah proses penambangan dilakukan strategi stockpile management dan ore blending agar target buyer dapat tercapai. Dari simulasi yang dibuat, dapat dilakukan pemenuhan dari ketiga spesifikasi tersebut, yang nantinya dialokasikan untuk 3 buyer dan 2 mitra kontraktor penambangan. Dengan menggunakan strategi pencampuran bijih, PT Gag Nickel dapat melakukan konservasi dengan mengoptimalkan cadangan dengan kadar marjinal sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal.
STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK PERTAMBANGAN MELALUI PENGELOLAAN OPINI PUBLIK: STUDI KASUS PT DAIRI PRIMA MINERAL Aditya, Andra; Supriyadi, Supriyadi
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menyusun strategi penyelesaian gejolak di masyarakat sekitar proyek pembangunan tambang lead and zinc milik PT. Dairi Prima Mineral (DPM). Masyarakat yang dimaksud adalah penduduk Desa Bonian, Desa Bongkaras, dan beberapa desa lainnya yang berada di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Ada 817 Tanda Tangan penduduk melalui petisi penolakan atas rencana pembangunan proyek tambang tersebut. Untuk mengatasi gejolak ini, aplikasi teori pengelolaan opini publik menjadi penting, meliputi : (1) Komunikasi Interpersonal; (2) Stakeholders diffusion; (3) Komunikasi Massa; (4) Pendekatan partisipatif; dan (5) Advokasi. Hasilnya, pengelolaan opini publik menurunkan tingkat penolakan dari masyarakat, berubah menjadi mendukung DPM untuk memperoleh persetujuan lingkungan tambang lead dan zinc dimaksud. 
PENENTUAN SUPPLIER LOKAL UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN EKSPLORASI, DI WILAYAH KK PTAR Khodijah, Siti; Utama, Putu; Heryunanto, Yerri; Kusuma, Candra
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah kerja eksplorasi yang berada di area terpencil dan jauh dari jangkauan masyarakat seringkali menghadapi tantangan untuk mendapatkan kebutuhan logistik yang diperlukan seperti bahan makanan dan material untuk keperluan operasional lapangan. Untuk mengatasi masalah ini, salah satu solusinya adalah dengan membeli kebutuhan logistik dari masyarakat sekitar yang bersedia menjadi supplier. Hal ini selaras dengan peraturan pemerintah untuk meningkatkan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat setempat dan juga memastikan rantai pasokan yang lebih lancar untuk operasi lapangan. Biasanya, kebutuhan logistik diperoleh dari pasar tradisional dengan jadwal pembelian dua kali dalam seminggu. Logistik akan diantar oleh supplier ke lokasi drop point dan selanjutnya akan dikirimkan oleh porter ataupun helikopter ke lokasi flying camp. Metode pengiriman seperti ini dipilih karena lebih ramah lingkungan dengan tidak melakukan pembukaan lahan yang luas untuk akses kendaraan dan juga pemberdaan masyarakat untuk tenaga porter. Pembayaran logistik dilakukan dengan system invoice dan bank transfer hal ini mengacu kepada standard industry dan juga ketentuan Perusahaan. Persyaratan dan ketentuan disampaikan pada saat pemilihan dan penentuan supplier di awal kegiatan. Selain untuk membatu penyediaan logistik, supplier juga diharapkan bisa menjadi perwakilan Perusahaan sebagai penghubung informasi yang penting kepada masyakat sekitar tentang aktifitas eksplorasi yang sedang berlangsung di wilayah mereka.Pengadaan logistik dari sekitar area kerja eksplorasi akan mempersingkat alur transportasi logistik dan meningkatkan efisiensi. Untuk PT Agincourt Resources, kebutuhan logistik eksplorasi dengan jumlah sekitar 30 orang tenaga kerja di lapangan, rata-rata pembayaran per bulan kepada supplier mencapai 90 juta rupiah. Hal ini tidak hanya memastikan ketersediaan pasokan yang diperlukan tetapi juga bisa berkontribusi pada ekonomi lokal, meningkatkan pendapatan masyarakat selama adanya kegiatan eksplorasi di wilayah tersebut.
EVALUASI SUMBER DAYA PASIR KUARSA BERDASARKAN DATA PEMBORAN DAN SURVEI GPR PADA MATERIAL SISA HASIL PENGOLAHAN TIMAH ALUVIAL DI KEPULAUAN BANGKA DAN BELITUNG Safitra, Roby Mardiyan; Heriawan, Mohamad Nur; Anggayana, Komang; Parnadi, Wahyudi Widyatmoko; Azwardi, Ichwan; Rubiarto, Rubiarto
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasir kuarsa merupakan salah satu bahan galian yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan industri manufaktur. Pasir kuarsa yang diperoleh dari area penambangan timah aluvial memiliki kandungan silika (SiO2) yang cukup tinggi dengan rata-rata kadar 95%. Sehingga dalam alur pengolahan bijih timah, hasil penambangan dan pengolahan yang berlangsung telah menghasilkan pasir kuarsa berkualitas cukup tinggi sebagai produk sisa hasil pengolahan (SHP). Studi ini dilakukan untuk mengevaluasi potensi atau sumber daya material SHP yang berupa silika yang terdapat di lima lokasi di Kepulauan Bangka dan Belitung. Metode yang dilakukan untuk mengevaluasi sumber daya pasirkuarsa adalah survei geofisika dengan metode ground penetrating radar (GPR) tipe unshielded dan shielded untuk menginterpretasikan variasi ketebalan lapisan di setiap lokasi. Panjang lintasan pengambilan data GPR cukup beragam berkisar pada rentang 100 – 900 m tergantung pada luasan dan kondisi sebagian besar lokasi studi yang berupa kolong bekas tambang dan hutan sawit. Metode pemboran dengan spasi yang bervariasi mulai dari 50 m, 100 m, 150 m, sampai 200 m dilakukan untuk pengambilan sampel SHP dan meningkatkan keyakinan terhadap model geometri lapisan pasir kuarsa.Berdasarkan data hasil pemboran pada lima lokasi (blok) yang berada di Kepulauan Bangka dan Belitung diperoleh informasi berupa volume pasir kuarsa dan kandungan silika yang cukup signifikan dan dapat mendukung peluang bisnis terhadap komoditas tersebut. Kombinasi antara data pemborandan data GPR akan menghasilkan model geometri yang lebih akurat daripada berdasarkan data pemboran saja. Spasi pemboran yang semakin lebar menunjukkan perbedaan volume pasir kuarsa yang lebih besar antara interpretasi berdasarkan data pemboran saja dibandingkan dengan kombinasi data pemboran dan GPR. Sehingga penggunaan survei GPR untuk spasi pemboran yang lebih lebar terutamapada spasi 100 – 200 m dapat meningkatkan keyakinan terhadap hasil estimasi sumber daya pasir kuarsa
Analisis Kestabilan Lereng Disposal In Pit Dump PT. KPP, Malinau, Kalimantan Utara Silalahi, Mikael; Pradani, Diana Irmawati
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penimbunan overburden pada in pit dump akan membentuk area yang memiliki ketinggian dan membentuk lereng yang berjenjang pada area penambangan. Material overburden yang bersifat lepas menjadi penyusun lereng disposal yang dapat mempengaruhi ketidakstabilan lereng. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan lereng disposal in pit dump (IPD) PT. KPP yang merupakan lokasi bekas penambangan (mine-out). Dalam pembentukan disposal terdapat standar ukuran fragmentasi material ≤ 60 cm, dan nilai California Bearing Ratio (CBR)≥ 20%. Metode yang digunakan dalam analisis adalah metode kesetimbangan batas Janbu dan metode elemen hingga. Analisis dilakukan pada tiga sayatan dalam enam minggu kondisi aktual dan satu sayatan desain disposal. Standar keamanan lereng berdasarkan pada Kepmen ESDM 1827K/MEM/2018 yaitu nilai FK (Faktor Keamanan) dan SRF (Strength Reduction Factor) ≥ 1.3 dan PoF (Probability of Failure) 10%. Hasil analisis yang diperoleh menggunakan metode kesetimbangan batas janbu dengan asumsi longsoran circular memperoleh FK pada rentang 1.66–2.13 dengan PoF 0%. Hasil FK dengan asumsi longsoran noncircular pada rentang 2.16–2.96 dengan PoF 0%. Analisis dengan menggunakan metode elemen hingga memperoleh nilai SRF pada rentang 1.5–1.72. Nilai FK, PoF, dan SRF disposal aktual dalam kondisi aman dan memenuhi standar yang ditetapkan. Untuk analisis desain masih belum memenuhi standar, hasil analisis memperoleh nilai FK circular 1.19 PoF 4% dan FK noncircular 1.26 dengan PoF 2%, serta nilai SRF 1.09. Maka dilakukan desain ulang untuk memperoleh lereng yang memenuhi standar dengan melakukan pelebaran bench dari desain awal 20 meter menjadi 30 meter. Perubahan desain memperoleh nilai FK circular 1.302 PoF 0%, FK noncircular 1.738 PoF 0%, dan SRF 1.31.
KUAT TEKAN UNIAKSIAL BATUPASIR DAN HUBUNGANNYA DENGAN SIFAT FISIK DAN KOMPOSISI MINERALOGI. STUDI KASUS: FORMASI PULAU BALANG DI DAERAH LOA TEBU, KALIMANTAN TIMUR, INDONESIA. Santoso, Bagus; Rahmawati, Diana; Putri, Resty Intan
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batupasir adalah batuan sedimen klastik yang banyak digunakan oleh orang-orang di berbagai industri. Batupasir Formasi Pulau Balang di wilayah Loa Tebu Kalimantan Timur, Indonesia, menjadi subjek penelitian ini. Meski Loa Tebu termasuk wilayah kecil, namun banyak hal yang sangat menarik untuk dipelajari di sana. Pengaruh sifat fisik dan mineralogi batupasir terhadap uji kuat tekan uniaksial pada Formasi Pulau Balang pada daerah Loa Tebu belum pernah diteliti sebelumnya. Untuk mendapatkan tegangan-regangan, Modulus Young, dan nisbah Poisson menggunakan uji kuat tekan uniaksial (UCS), digunakan pengamatan makroskopis (berupa deskripsi petrologi untuk sifat fisik batupasir) dan mikroskopis (berupa analisis petrografi untuk mineralogi batupasir). Batupasir di daerah penelitian memiliki sifat fisik yang beragam, antara lain batupasir sangat halus sampai sedang dengan semen karbonat dan non karbonat. Sifat fisik batupasir yang meliputi ukuran butir, struktur sedimen, jenis semen, tingkat pelapukan, dan komposisi fragmen berpengaruh terhadap kuat tekan. Menurut temuan analisis laboratorium dan pengujian mineral kuarsa dan litik yang dominan dalam mineralogi batupasir, geometri ukuran mineral membuat Lithic Wacke (Pettijohn, 1975) menjadi batuan yang lebih kuat. Menurut klasifikasi Tamrock (1988), kekuatan mulai dari 4.092 MPa hingga 125.655 MPa, kekuatan batuan dari kedua belas sampel dikategorikan sebagai "sangat lunak" hingga "keras" berdasarkan domainnya.
ANALISIS KOMPARATIF PENGGUNAAN INDEKS VEGETASI DAERAH NORMALIZED DIFFERENCE VEGETATION INDEX (NDVI) DAN SOIL ADJUSTED VEGETATION INDEX (SAVI) DALAM MENDETEKSI TINGKAT VEGETASI DI AREAL BEKAS TAMBANG Rahmawati, Sri Eka; Hermawan, Dian
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

(NDVI) dan Soil-Adjusted Vegetation Index (SAVI) dalam mendeteksi tingkat vegetasi di areal bekas tambang. Metode penelitian ini menggunakan citra satelit Sentinel 2-B di areal bekas tambang milik PT Mifa Bersaudara. Citra tersebut diproses dan dianalisis menggunakan software ArcGIS untuk menghitung nilai NDVI dan SAVI. Data lapangan juga dikumpulkan untuk validasi hasil analisis, termasuk pengukuran vegetasi, kualitas tanah dan parameter lingkungan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NDVI memberikan gambaran umum tentang tingkat vegetasi di areal bekas tambang. Daerah dengan nilai NDVI yang tinggi menunjukkan tingkat vegetasi yang lebih baik, namun NDVI rentan terhadap efek latar belakang tanah terdegradasi dan eksposur batuan terbuka yang umum di areal bekas tambang. Metode SAVI memperhitungkan reflektansi latar belakang dan karakteristik tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SAVI memberikan estimasi yang lebih akurat tentang tingkat vegetasi di areal bekas tambang. Indeks ini mampu mengatasi masalah yang dihadapi oleh NDVI, termasuk keberadaan tanah terdegradasi dan kondisi lingkungan yang tidak ideal. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang penggunaan NDVI dan SAVI dalam mendeteksi tingkat vegetasi di areal bekas tambang.
STUDI KASUS PERBANDINGAN ANALISA EKONOMI PROSES ESTIMASI CADANGAN BATUBARA PADA PKP2B DAN IUPK PT MULTI HARAPAN UTAMA Romadhon, Imam Gozali
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini disusun berdasarkan perubahan perijinan PT MHU dari PKP2B menjadi IUPK. Dari sisi non perpajakan, industri batubara dihadapkan beragam tambahan beban non perpajakan. Semakin tingginya tarif royalti menambah beban perpajakan pelaku usaha.Royalti batubara diterapkan per layer sesuai dengan harga batubara acuan yang digunakan. Tarif royalty yang digunakan dimulai dari 14% sampai dengan 28%. Hal ini tentunya sangat berpengaruh terhadap Analisa keekonomian tambang karena beban biaya operasional semakin besar. Penulisan makalah ini bermaksud menganalisa pengaruh regulasi terbaru terkait perpajakan dan PNBP terhadap model finansial proyek dan bertujuansebagai berikut: Membandingkan system perpajakan dan PNBP antara perijinan PKP2B dengan IUPK, Menganalisa perbandingan nilai NPV, IRR, dan PBP dari perbedaan regulasi terbaru, dan membandingkan deviasi penurunan estimasi cadangan batubara dari studi yang dilakukan. Dari penelitian yang sudah dilakukan dapat dilihat bahwa yang mempengaruhi struktur cost pada model finansial terbaru versi IUPK yaitu adanya tambahan royalty menjadi 25% karena menggunakan HBA 95$ sebagai acuan, penambahan tarif pemanfaatan barang milik negara 0.21% dari harga jual, PPh badan 25% menjadi 22%, dan bagian pemerintah pusat dan daerah dari keuntungan bersih dengan total 10%. Dari hasil studi kasus perbandingan model finansial, didapatkan kesimpulan sebagai berikut : perijinan awal PKP2B di dapatkan NPV= $48.13 Juta, IRR = 104%, dan PBP = 0.72 tahun. Sedangkan jika diubah system perijinan menjadi IUPK didapatkan NPV = $21.04 Juta, IRR = 67%, dan PBP = 1.54 tahun. Teradapat penurunan nilai NPV sebesar 43.7% . Estimasi cadangan batubara pada perijinan PKP2 B yaitu 13.91 Juta ton sedangkan Ketika berubah perijinan menjadi IUPK yaitu 11.75 Juta ton. Sehingga terjadi penurunan sekitar 16% dari estimasi cadangan awal.
KAJIAN GEOTEKNIK MUDCELL SEBAGAI TAMPUNGAN LUMPUR PADA DISPOSAL TAMBANG BATUBARA Rezky, Danu Mirza; Zulkarnaen, Bayu Putra
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Failure Pada Disposal terjadi karena beberapa faktor, salah satunya karena penempatan material lunak (studi kasus lumpur rawa) yang tidak teratur. Material lumpur tersebut dapat menjadi weak layer dan berpotensi menjadi bidang gelincir dari beban OB diatasnya. Pada bulan Maret - Mei ada sekitar 420.000 bcm lumpur yang harus di loading untuk menjaga kontinuitas expose batubara. Sehingga penempatan material lumpur perlu diatur agar keberadaannya tidak mengganggu kestabilan disposal. Mudcell sebagai tempat tampungan lumpur di desain dan dikaji secara komprehensif dengan acuan nilai faktor Keamanan berdasarkan Kepmen ESDM - 1827 tahun 2018. Properties data uji laboratorium dan pendekatan nilai kuat geser dari Uji SPT dimasukkan ke dalam model untuk analisis geoteknik. Hasil yang didapatkan yaitu Mudcell sebagai tampungan lumpur bisa di terapkan di disposal dengan pembentukan bund wall penahan lumpur selebar 30 meter, Dari Analisis lebih lanjut didapatkan kesimpulan bahwa keberadaan mudcell memperlambat disposal untuk lift up, sehingga diperlukan alternatif dumpingan guna mengakomodir kekurangan volume disposal. Stagging plan pembuatan Mudcell yang proper sebagai tampungan lumpur di jabarkan lebih lanjut pada paper ini.
SISTEM PENIMBANGAN STRATIFIED RANDOM SAMPLING PADA PENGANGKUTAN BATUBARA PT. ADARO INDONESIA Yogaswara, Youngky; Fawzy, Fiddina Yusfida’ala
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Adaro Indonesia merupakan salah satu produsen batubara thermal terbesar di Indonesia dari single site dengan produksi mencapai 56 juta ton per tahun. Pengangkutan batubara dilakukan dari ROM menuju Port Kelanis melalui jalan angkut sepanjang 86 km dengan menggunakan double trailer kapasitas 135 ton. Batubara yang diangkut ditimbang dengan jembatan timbang kapasitas 300 ton di KM 28 atau 35. Proses penimbangan 350 double trailer ini menimbulkan masalah antrian yang menyebabkan inefisiensi dan Kondisi Tidak Aman. Kajian teknis dilakukan untuk mengatasi masalah antrian trailer ini. Beberapa opsi yang dikaji adalah penggunaan draught survey, beltscale, static weighbridge, dynamic weighbridge (Weigh-in-Motion), dan pendekatan statistik. Independent surveyor (Sucofindo) dilibatkan untuk mengkaji beberapa pendekatan statistik yang dapat digunakan, di antaranya: ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average), Regresi relative density, regresi trailer/vessel, moving average, dan stratified random sampling. Pengujian dilakukan dengan menggunakan data historikal penimbangan dengan what-if scenario. Hasil pendekatan statistik akan dibandingkan dengan hasil penimbangan aktual. Dari hasil uji dan analisa, deviasi antara data statistik dengan data penimbangan aktual adalah sebagai berikut: ARIMA 0.25%, Regresi RD 0.33%, Regresi trailer/vessel 0.03%, Moving average 0.18%, dan Stratified random sampling 0.05%. Metode stratified random sampling dipilih karena memiliki deviasi yang kecil dan lebih applicable untuk diimplementasikan di lapangan. Sistem stratified random sampling mulai diimplementasikan pada bulan April 2023. Penggunaan metode ini berhasil menurunkan waktu menimbang dan antrian hingga 86% sehingga proses pengangkutan batubara lebih efisien dan menghilangkan unsafe condition. Monitoring muatan batubara perlu dilakukan secara ketat dan kontinu untuk memastikan keakurasian data hasil penimbangan.