cover
Contact Name
Yufira Media
Contact Email
fira.media@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
thegar.risky@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Pembangunan Nagari
ISSN : -     EISSN : 25276387     DOI : -
Jurnal Pembangunan Nagari is focusing on disseminating cutting-edge research that explores the interrelationship development regional area in Indonesia, particularly in West Sumatera. However, it is also open for publishing research from any region from any other region in the world. It aims to provide a medium for researchers, academics, and professionals, interested in the interaction between regional development and several disciplines, health, environment, transportation, economic, social science, and humanities, and other issues related to policy making.
Arjuna Subject : -
Articles 135 Documents
DAMPAK PEMBERITAAN PENYEBARAN COVID-19 TERHADAP PENGELOLAAN HUTAN SUMATERA BARAT Jusmalinda Jusmalinda; Ferdinal Asmin
Jurnal Pembangunan Nagari Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Badan Penelitian and Pengembangan (Balitbang), Padang, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30559/jpn.v5i1.181

Abstract

Covid-19's reporting through various media has had various impacts on development activities in West Sumatra, including in forest management. Covid-19 can be assessed as a disaster, which shapes people's perceptions of the risks. This study aims to determine the impact of reporting the spread of Covid-19 on social, economic, and ecological aspects of forest management in West Sumatra. The approach used is a quantitative approach through data collection using Google Form to respondents from social forestry activists, government officials, environmental activists, and community forestry entrepreneurs in West Sumatra. The analysis in this study uses descriptive statistical analysis. The results showed that the reporting of the spread of Covid-19 had shaped perceptions of risks to health, social activities and economic activities of the community. Related to the risks to forest management, the possible impacts are reduced institutional activity from farmers / forest farmer groups, decreased income of forest farmer families, and increased disruption to forest sustainability. The government needs to encourage community empowerment through forestry extension, the development of forestry-based economic activities, and efforts to sustainably forests and land rehabilitation to reduce the social, economic and ecological impacts
Analisis Penentuan Sektor Ekonomi Unggulan Provinsi Sumatera Barat Hamdi Irza
Jurnal Pembangunan Nagari Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Badan Penelitian and Pengembangan (Balitbang), Padang, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30559/jpn.v16i01.241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukenali sektor ekonomi unggulan Provinsi Sumatera Barat dengan menggunakan kombinasi dan pembobotan dari beberapa alat analisis yaitu Tipologi Klassen, Location Quotient, dan Shift-Share. Data yang digunakan yaitu PDRB ADHK dari tahun 2010 s.d. 2020 diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat. Hasil analisis menunjukkan sektor ekonomi unggulan di Provinsi Sumatera Barat yaitu sektor Perdagangan Besar dan Eceran & Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, serta sektor Jasa Pendidikan dengan nilai bobot 6. Selanjutnya sektor Transportasi dan Pergudangan, sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib, dan sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial dengan nilai bobot 5. Kemudian dilanjutkan dengan sektor Informasi dan Komunikasi dengan nilai bobot 4. Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang secara geografis tidak dapat dipisahkan dari kondisi daerah masih dipandang sebagai sektor ekonomi strategis. Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Barat perlu menitikberatkan pertumbuhan dan investasi di sektor-sektor ekonomi unggulan di atas melalui strategi dan kebijakan dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah baik jangka menengah maupun jangka pendek. Pemerintah Daerah juga perlu beralih dari sektor-sektor ekonomi dengan nilai tambah kecil ke sektor ekonomi dengan nilai tambah tinggi di sektor manufaktur dan jasa modern.
DAMPAK PANDEMI COVID–19 TERHADAP KETERSEDIAAN PAKAN TERNAK DI SUMATERA BARAT Harmen Harmen
Jurnal Pembangunan Nagari Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Badan Penelitian and Pengembangan (Balitbang), Padang, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30559/jpn.v5i2.199

Abstract

ABSTRAK Pandemi covid 19 telah mempengaruhi banyak hal, karena kondisi dan akibat yang ditimbulkan serta peraturan yang dibuat pemerintah. Faktor ini secara tidak langsung juga mempengaruhi bidang peternakan, terutama penyediaan bahan pakan dan pakan ternak. Telah dilakukan pengamatan dengan tujuan untuk mempelajari efek samping pandemi Covid 19 terhadap ketersediaan bahan pakan dan pakan ternak di Sumatera Barat. Survey dilakukan dengan metoda purposive random sampling (sampling dengan alasan) di sembilan Kabupaten/ Kota yang terdapat banyak usaha peternakan. Pengambilan data dengan cara wawancara kepada pemilik atau pengusaha distributor pakan, pengecer dan peternak sebagai konsumen. Pengamatan adalah; tingkat ketersediaan bahan pakan/pakan, harga, daya beli masyarakat sebelum dan setelah terjadi pandemi Covid 19. Hasil pengamatan menunjukan bahwa ketersediaan pakan dan bahan pakan di tingkat distributor, pengecer dan peternak adalah cukup, hanya saja ada keterlambatan transportasi akibat aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Harga bahan baku pakan lokal (jagung, dedak padi) ditingkat pedagang pengecer turun berkisar 15-20 % sedangkan harga pakan pabrikan (konsentrat) turun 5 %. Efek samping pandemi covid terhadap produk peternakan adalah berkurangnya permintaan akibat daya beli masyarakat yang turun. Harga produk peternakan di pasar daerah cenderung meningkat akibat keterbatasan pasokan dengan adanya aturan PSBB, dan kembali normal setelah ada aturan new normal.
ANALISIS KOEFISIEN PENGALIRAN PADA HULU DAS BATANG KURANJI DENGAN MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 OLI Rifky Putera Putera
Jurnal Pembangunan Nagari Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Badan Penelitian and Pengembangan (Balitbang), Padang, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30559/jpn.v5i1.166

Abstract

ABSTRACT Physical development of watershed impacted to debit flow and coefficient run off, thusan accurate method needs to collect the land cover information. Remote sensing as the quickly and easily technique is helpful to provide land cover informationat Kuranji watershed. This study aims to analyze the land cover change to runoff coefficient at the upstream Kuranji watershed in 2017 and 2018. The resultwasanalyzed by using OLI Landsat 8 (Quantum GIS software) with supervised classification methods to classify each class of land cover. Interpretation of OLI 8 Landsat image data at the upstream Kuranji Watershed showed that increasingof land cover change: the forest area283.92 Ha,settlement land 35.06 Ha, paddy field 27 Ha and decreasing area:mixed dry land agriculture 93.68 Ha, bare-land 3.16 Ha, shrub 277.43 Ha and garden area 190.95 Ha.. Land use change ​​affect the average value of runoff coefficientin 2017 (0.31) and 2018 (0.30). So, it is highlighted that the ability of infiltration at the upstream Kuranji watershed is getting better. Keywords:Kuranji Watershed, Land Cover, Landsat, Runoff Coefficient
Faktor Predisposisi Terhadap Kepatuhan Penggunaan APD Level 3 Dokter Gigi di Masa Pandemi Covid-19 Intan Kamala Aisyiah; Nurmaines Adhyka; Wulan Anggestia
Jurnal Pembangunan Nagari Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Badan Penelitian and Pengembangan (Balitbang), Padang, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30559/jpn.v16i01.248

Abstract

Selama pandemic COVID-19, dokter gigi kebanyakan terinfeksi saat melakukan perawatan gigi yang menghasilkan aerosol sebagai mediator penularan. Alat pelindung diri level 3 digunakan untuk mencegah penularan virus COVID-19 tidak hanya bagi dokter gigi tetapi juga pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor predisposisi yaitu usia, tingkat pendidikan, masa kerja, pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan penggunaan APD level 3 pada profesi dokter gigi dalam masa pandemi COVID-19 di Kota Padang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Perhitungan jumlah sampel diambil dengan menggunakan rumus Slovin dengan jumlah sampel adalah 77 orang dokter gigi dan metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan masa kerja (p-value < 0,05) dan tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan, pengetahuan, dan sikap (p-value > 0,05) dengan kepatuhan penggunaan APD level 3 pada dokter gigi di Kota Padang. Disarankan bagi dokter gigi untuk dapat membiasakan diri menggunakan APD level 3 saat melakukan tindakan medis agar dapat terhindar dari resiko terinfeksi COVID-19 dan saling mengingatkan sesama sejawat dokter gigi lainnya dalam hal kepatuhan menggunakan APD level 3 dalam masa pandemi COVID-19.
ANALISIS LAHAN, ALTERNATIF DAN POLA PERPARKIRAN KENDARAAN DI SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI PADANG Eko Prayitno; Era Triana
Jurnal Pembangunan Nagari Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Badan Penelitian and Pengembangan (Balitbang), Padang, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30559/jpn.v5i2.187

Abstract

Parkir merupakan suatu kebutuhan bagi pemilik kendaraan, rata-rata pemilik kendaraan menginginkan kendaraannya parkir ditempat yang mudah dicapai, sehingga banyak pengguna kendaraan memarkirkan kendaraan disembarang tempat. Tujuan penelitian ini adalah merencanakan penambahan luasan lahan parkir dengan jumlah yang telah direncanakan dan memberikan alternatif bentuk pola parkir yang sesuai dengan jumlah parkir sehingga tidak ada parkir sembarangan. Informasi yang dibutuhkan dalam pengumpulan data adalah klasifikasi kebutuhan serta jumlah kendaraan, klasifikasi kendaraan seperti, mobil dan sepeda motor, kondisi tempat parkir, waktu masuk dan keluar parkir serta kebutuhan tempat parkir. Data sekunder adalah data yang didapat dari pihak perencana bangunannya berupa luas lahan, luas total bangunan, daya tampung parkir dan luas areal parkir. Data primer adalah data yang diperoleh dengan cara melakukan survey dan mengamati langsung kondisi yang ada dilapangan. Kedatangan rata-rata terbesar sepeda motor perhari adalah 98 kendaraan dan mobil adalah 4 kendaraan. Akumulasi parkir rata-rata terbesar sepeda motor adalah 162,2 dan mobil adalah 6,8. Angka indeks rata-rata terbesar sepeda motor adalah 61 %, dan mobil adalah 62 %. Pergantian parkir (turn over) sepeda motor pada hari rabu dan kamis yaitu 4,7 dan mobil pada hari jumat yaitu 4. Waktu parkir sepeda motor pada menit ke 180-240 sebanyak 137 kendaraan dan untuk mobil pada menit ke 120-180 sebanyak 5 kendaraan. Durasi parkir rata-rata sepeda motor pada hari senin selama 222 menit dan mobil pada hari jumat selama 188 menit. Penyediaan marka dan rambu-rambu parkir supaya kendaraan yang memarkirkan kendaraannya rapi dan tidak ada lagi kendaraan yang parkir diakses jalan masuk
SINKRONISASI ANTARA INDIKATOR KINERJA DALAM RPJMD BUKITTINGGI 2016-2021 DAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS Gina Havieza Elmizan; Suhairi Suhairi; Fauzan Misra
Jurnal Pembangunan Nagari Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Badan Penelitian and Pengembangan (Balitbang), Padang, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30559/jpn.v5i1.178

Abstract

Indonesia agreed and has compiled related rules to be able to align the direction of national development with SDGs, up to the regional level, following UCLG ASPAC directives to localize SDGs. However, the alignment effort is only at the provincial level and still in the planning stage despite the running of SDGs nearly reached its one-third period. This research aims to trace the efforts of the Bukittinggi Government in synchronizing RPJMD for 2016-2021 with SDGs. A qualitative approach with the case study method by Yin (2018) was used in this study, with data collection techniques in the form of documentation comparison between RPJMD and SDGs. It is found that out of 17 goals of the SDGs, the Bukittinggi RPJMD synchronized 76% of SDGs goals or with a total of 38 performance indicators with different distributions to the SDGs goals. The SDGs with the most aligned/synchronous indicators with Bukittinggi RPJMD are in SDGs number 16, and the most out of sync goals are to SDGs number 7, 14, 15, and 17.
Tantangan Pengembangan Agribisnis Kopi Di Sumatera Barat Afrianingsih Putri; Rahmat Syahni; Hasnah Hasnah; Alfan Miko
Jurnal Pembangunan Nagari Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Badan Penelitian and Pengembangan (Balitbang), Padang, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30559/jpn.v16i01.240

Abstract

Kopi adalah komoditas yang permintaannya terus dilirik pasar. Kondisi ini seiring dengan meningkatnya konsumsi masyarakat kopi di dunia termasuk Indonesia. Permintaan yang terus meningkat tersebut, perlu didukung oleh ketersediaan produk untuk memenuhi pasar. Sumatera Barat adalah daerah penghasil kopi yang terus melakukan pengembangan untuk meningkatkan produksi kopi. Kopi menjadi komoditi perkebunan yang berkontribusi terhadap perekonomian Sumatera Barat. Tujuan tulisan ini untuk mendeskripsikan perkembangan kopi Sumatera Barat dan menganalisis tantangan agribisnis yang dihadapi untuk pengembangan komoditi tersebut. Metode penelitian menggunakan desk study dengan deskriptif kualitatif data sekunder dan kajian literature review penelitian terdahulu. Hasil analisis menunjukkan selama kurun waktu 15 tahun (2005-2019) perkembangan produktivitas kopi di Sumatera Barat belum menunjukkan adanya peningkatan. Tantangan pengembangan agribisnis kopi terkait dengan semua aspek subsistem pada agribisnis dari hulu hingga hilir (mulai dari input produksi, aspek petani dalam kegiatan produksi dan pengolahan, pemasaran serta lembaga penunjang dan kebijakan). Untuk bisa menjadikan kopi sebagai komoditas unggulan di Sumatera Barat, maka perlu sinkronisasi dan peran pemerintah dalam membuat kebijakan berkelanjutan dalam konsep agribisnis.
IMPACT OF THE COVID-19 PANDEMIC ON WEST SUMATERA TOURISM Vivi Ukhwatul K Masbiran
Jurnal Pembangunan Nagari Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Badan Penelitian and Pengembangan (Balitbang), Padang, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30559/jpn.v5i2.212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dampak awal pandemi covid-19 terhadap pariwisata Sumatera Barat secara makro maupun mikro dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil survei terhadap 31 destinasi wisata dengan menggunakan survei online dan data sekunder berasal dari publikasi BPS dan Instansi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, web resmi pemerintah dan non pemerintah serta lembaga lainnya. Dengan menggunakan metode kuantitatif dan analisis deskriptif diperoleh hasil temuan bahwa pandemi covid-19 berdampak signifikan terhadap penurunan jumlah kunjungan wisatawan dan pendapatan sektor transportasi dan pergudangan serta penyediaan akomodasi dan makan minum, tenaga kerja, kerugian dan penurunan pendapatan usaha. Rekomendasi yang diusulkan adalah kebijakan kolaborasi yang melibatkan stake holder terkait pada dua tahap yaitu tahap masa pandemi dan pasca pandemi dalam rangka pemulihan sektor pariwisata dan mitigasi krisis pariwisata kedepannya
KAJIAN PENYEBAB STUNTING ANAK USIA 24 - 59 BULAN DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS PADANG GELUGUR KABUPATEN PASAMAN Neila Sulung
Jurnal Pembangunan Nagari Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Badan Penelitian and Pengembangan (Balitbang), Padang, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30559/jpn.v5i1.165

Abstract

Stunting is a chronic condition that represent growth retardation due to long-term malnutrition, indicated by a z-score of TB / U less than -2SD. Padang Gelugur is a sub-district located in Pasaman Regency with the highest stunting rate of 27%. The purpose of this study was to determine the factors that caused the incidence of Stunting at the Padang Gelugur health center in Pasaman Regency. Type of analytic descriptive study with cross-sectional design, conducted in April 2019. The population is 1,020 infants. with Multistage random sampling technique and a sample size of 150 infants. Data collection uses questionnaires and anthropometric observations and data analysis includes univariate analysis and bivariate analysis with chi square test. The results of the study obtained the incidence of stunting in infants due to non-exclusive breastfeeding (p = 0.022 and OR = 2.708), lack of food diversity (p = 0.023 and OR = 2.326), and low economic status (p = 0.034 and OR = 3.630. Based on the results above, it was found that a significant relationship between low economic status, non-exclusive breastfeeding, and lack of food diversity with the incidence of Stunting.

Page 7 of 14 | Total Record : 135