cover
Contact Name
Richa Mardianingrum
Contact Email
j.pharmacosript@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
j.pharmacosript@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pembela Tanah Air No.177, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Pharmacoscript
ISSN : 26224941     EISSN : 26851121     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Pharmacoscript merupakan jurnal penelitian yang dikelola oleh Prodi Farmasi dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Perjuangan Tasikmalaya (P-ISSN: 2622-4941 E-ISSN: 2685-1121) Jurnal ini merupakan media publikasi penelitian dan review artikel pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif, kreatif, original dan didasarkan pada scientific yang diterbitkan 2 kali dalam 1 tahun yakni pada bulan Agustus dan Februari. Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia farmasi, teknologi farmasi, farmakologi, biologi farmasi, farmasi klinik, dan bioteknologi farmasi.
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2025): Pharmacoscript" : 21 Documents clear
OPTIMALISASI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN NARINGENIN MELALUI SISTEM PENGHANTARAN NANOTRANSFERSOM Putri Rovita, Sari; Ilham, Kuncahyo; Titik, Surnarni
Pharmacoscript Vol. 8 No. 1 (2025): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v8i1.2115

Abstract

Naringenin sebagai agen antioksidan secara alami yang telah banyak di teliti, namun efektivitasnya terbatas disebabkan penyerapannya yang buruk karena sulit melewati membran sel. Transfersom diperkenalkan sebagai sistem penghantaran yang memiliki gugus hidrofilik dan hidrofobik sehingga mampu mengubah bentuk sehingga mudah melewati pori-pori dengan diameter yang jauh lebih kecil. Tujuan penelitian ini adalah mengoptimalkan aktivitas antioksidan naringenin melalui sistem penghantaran nanotransfersom. Nanotransfersom naringenin dibuat menggunakan metode hidrasi lapis tipis dan dikarakterisasi berdasarkan ukuran, indeks polidispersi partikel, zeta potensial, efisiensi penjebakan dan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Berdasarkan hasil penelitian nanotransfersom naringenin mampu menjebak hingga 92,4% dengan ukuran partikel 62,6 nm, nilai PDI 0,209, potensi zeta −32,5 mV. Naringenin dalam nanotransfersom menunjukkan potensi 2 kali lebih baik sebagai antioksidan dibandingkan dengan naringenin dengan nilai IC50 naringenin 6.132 ± 0.325 dan transfersom naringenin adalah 3.739 ± 0.144. Hasil ini menunjukkan bahwa nanotransfersom naringenin dapat digunakan sebagai pembawa yang efektif untuk sediaan obat oral maupun topikal.
OPTIMIZATION OF BUTTERFLY PEA EXTRACT PEEL-OFF MASK WITH VARIATIONS OF POLYVINYL ALCOHOL AND IOTA CARRAGEENAN USING FACTORIAL DESIGN Dina Permata, Wijaya; Shaum, Shiyan; Nabilah Putri, Hadiani; Herlina, Herlina; Mutia Sari, Wardana
Pharmacoscript Vol. 8 No. 1 (2025): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v8i1.1798

Abstract

ABSTRACT The butterfly pea flower (Clitoria ternatea) contains antioxidants that help combat premature skin aging. Peel-off masks are popular with consumers as topical formulations because they are unique and practical. An essential component of peel-off masks is the gelling agent Polyvinyl Alcohol (PVA), which acts as a film-forming agent. However, PVA at the wrong concentration can result poor mask physical properties. Combining PVA with other gelling agents can obtain peel-off masks with better physical properties. This study aims to identify the effect of PVA and iota carrageenan on the optimal formula of peel-off masks regarding physical properties, stability, and antioxidant activity. Butterfly pea flower extract was obtained by maceration in 70% ethanol. Optimization of PVA and iota carrageenan was conducted using a factorial design method, observing responses such as viscosity, spreadability, and drying time. Peel-off masks with butterfly pea flower extract were prepared with concentration variations of PVA (6%, 10%) and iota carrageenan (0.5%, 1%). The optimal formula was then tested for stability using cycling test method and for antioxidant activity using DPPH method. Increasing concentrations of PVA and iota carrageenan significantly affects viscosity, spreadability, and drying time, with a p-value < 0.05. The optimal peel-off mask formula contained 16% PVA and 0.5% iota carrageenan, with a viscosity of 16.473 cPs, spreadability of 5.6 cm, and drying time of 23 minutes and 11 seconds. The optimal formula demonstrated good stability during storage, with a significance p-value > 0.05, and was categorized as having weak antioxidant activity with an IC50 value 171.738 µg/mL.
ANTIMICROBIAL ACTIVITY OF GREEN TEA FROM GAMBUNG, WEST JAVA, INDONESIA Daud, Abdurrahman; Shabarni, Gaffar; Riyani, Riyani
Pharmacoscript Vol. 8 No. 1 (2025): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v8i1.1799

Abstract

Gambung green tea (Camellia sinensis var. assamica), cultivated in the highlands of West Java, Indonesia, is renowned for its unique sensory qualities and potential health benefits. Given the growing global concern over antibiotic resistance, there is an urgent need to explore natural alternatives with antimicrobial properties. This study investigated the antimicrobial and antioxidant properties of Gambung green tea extracts against clinically relevant pathogens, including Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, and Candida albicans. Crude extracts were prepared using water, ethanol, and ethyl acetate, and phytochemical screening revealed the presence of flavonoids, polyphenols, tannins, and anthocyanins. Ethanol extraction yielded the highest extract mass (37.6%) and demonstrated the most potent antimicrobial activity, particularly against S. aureus (IC50 5.0 mg/mL) and S. pyogenes (IC50 7.5 mg/mL). The ethanol extract also exhibited strong antioxidant activity, as measured by the DPPH assay. E. coli showed moderate resistance (IC50 24.34 mg/mL), while K. pneumoniae and C. albicans were less susceptible. The results highlight the potential of Gambung green tea, particularly its ethanolic extract, as a natural antimicrobial and antioxidant agent. Further research is needed to identify specific bioactive compounds and their mechanisms of action. The localized origins and unique environment contribute to the distinctive phytochemical composition and biological activities observed. Further investigation into the specific bioactive compounds and structure-activity relationships is warranted to facilitate the development of Gambung green tea as a natural antimicrobial resource.
IDENTIFIKASI SENYAWA POTENSIAL DARI Rhoeo spathacea SEBAGAI INHIBITOR MUTAN KatG Mycobacterium tuberculosis SECARA IN SILICO Fitriyani, Fitriyani; Cesa Ilham, Akbar; Zaza Eza, Muslimah; Asmiyenti Djaliasrin, Djalil
Pharmacoscript Vol. 8 No. 1 (2025): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v8i1.1800

Abstract

Resistensi Mycobacterium tuberculosis terhadap isoniazid (INH) akibat mutasi pada gen katG menjadi tantangan besar dalam penanganan multidrug-resistant tuberculosis (TB-MDR). Mutasi ini menyebabkan penurunan aktivitas enzim katalase-peroksidase, sehingga INH kehilangan efektivitasnya. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan agen terapi baru yang mampu berinteraksi dengan mutan katG untuk mengatasi resistensi INH. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif potensial dari nanas kerang (Rhoeo spathacea) sebagai inhibitor mutan katG menggunakan pendekatan komputasi. PASS Online digunakan untuk penyaringan senyawa, dimana senyawa dengan nilai Pa > 0,5 akan dilanjutkan ke studi penambatan molekul dengan AutoDock Vina-PyRx. Pemodelan struktur 3D mutan katG (T271I, G279R, E340Q, dan R373G) dilakukan menggunakan SWISS-MODEL dan hasil interaksi antara ligan dengan protein target dianalisis menggunakan Biovia Discovery Studio. Hasil dari PASS Online menunjukkan empat senyawa (tradecantoside, rutin, peltatoside, dan ferulic acid) memiliki potensi aktivitas antituberculosis dengan nilai Pa > 0,5. Hasil penambatan molekul menunjukkan keempat senyawa memiliki afinitas lebih baik terhadap semua mutan katG dibandingkan dengan INH. Tradecantoside menunjukkan afinitas tertinggi terhadap empat mutan katG kecuali R373G, menjadikannya kandidat potensial untuk pengembangan terapi TB-MDR yang lebih efektif dalam mengatasi resistensi M. tuberculosis.
OPTIMASI TWEEN PADA SEDIAAN GRANUL INSTAN FOAM MAT DRYING EKTRAK BUAH HONJE LAKA (Etlingera elatior (JACK) R.M.SM.) MENGGUNAKAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN Lilis, Tuslinah; Aldy, Pangestu; Anna, Yuliana
Pharmacoscript Vol. 8 No. 1 (2025): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v8i1.1889

Abstract

Minuman jus Buah honje laka (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.) sering dikonsumsi masyarakat sebagai minuman kesehatan. Senyawa metabolit skunder yang terkandung dalam buah honje laka yang memberikan warna merah dan mempunyai efek farmakologi adalah  flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Flavonoid tidak stabil terhadap panas dan cahaya sehingga sediaan dalam bentuk sirup tidak mempunyai umur simpan lama. Dalam penelitian ini  dikembangkan dalam bentuk granul instan menggunakan metode foam mat drying untuk meningkatkan stabilitas dan memperpanjang umur simpan sediaan honje laka (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.) sebagai antioksidan. Tujuan dari penelitian adalah memperoleh formula granul instan yang memenuhi persyaratan granul dan potensi antioksidan. Formula sediaan granul dilakukan  optimasi dengan metode Simplex Lattice Design melalui perubahan konsentrasi  tween 80 dan tween 20. Na-CMC 0,3% ditambahkan sebagai foam stabilizer. Setiap  formula dievaluasi meliputi respon sesuai dengan persyaratan granul dan stabilitas busa. Formula terbaik diverifikasi melalui One Sample T-Test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan formula dengan Tween 80 sebesar 10% dengan nilai desirability 0,981 adalah formula terbaik. Berdasarkan formula tersebut diperoleh laju alir 5,47 g/s, kelarutan  97,37%  kadar air  3,91% dan stabilitas busa  102,78%. Metode uji aktivitas antioksidan dengan metode  DPPH ( 1,1 diphenyl -2- picrylhidrazil) diperoleh nilai IC50 yaitu sebesar  11,77 ppm menunjukkan bahwa sediaan granul instan mempunyai potensi antioksidan sangat kuat.
HUBUNGAN PROSEDUR PERACIKAN DENGAN KUALITAS SEDIAAN RACIKAN NONSTERIL DI RUMAH SAKIT “X” KOTA TASIKMALAYA Heni, Oktaviani; Indri, Hapsari; Tita, Nofianti
Pharmacoscript Vol. 8 No. 1 (2025): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v8i1.1900

Abstract

Pembuatan sediaan farmasi dalam bentuk racikan merupakan solusi dari keterbatasan formulasi anak yang memiliki keuntungan yaitu dapat dikombinasikan dengan obat lain sesuai kebutuhan pasien serta dapat disesuaikan dengan umur dan berat badan pasien. Banyak permasalahan yang terjadi dalam peracikan sediaan nonsteril di Indonesia yang mengakibatkan tidak tercapainya tujuan pengobatan. Pembuatan sediaan farmasi dalam bentuk racikan harus mempunyai panduan untuk mencegah terjadinya kesalahan peracikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan prosedur peracikan dengan kualitas sediaan racikan nonsteril di Rumah Sakit “X” Kota Tasikmalaya. Metode pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan metode purposive sampling. Proses observasi peracikan menggunakan pertanyaan yang mengacu pada USP 795 dan Standar Operasional Prosedur dari Rumah Sakit dan Ikatan Apoteker Indonesia yaitu aspek proses, fasilitas, peralatan, bahan, penyimpanan, dokumentasi dan teknik peracikan kemudian dilakukan uji fisik (organoleptis, homogenitas, keseragaman bobot, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, bobot jenis) dan uji mikrobiologi sampel. Analisis hasil diuji secara statistik menggunakan uji Spearman-rank. Hasil penelitian menyatakan bahwa hasil observasi proses peracikan sediaan padat dan cair sudah sesuai dengan prosedur peracikan yang terdapat di Rumah Sakit “X” Kota Tasikmalaya (100%), untuk sediaan semi padat belum semua sesuai dengan standar Ikatan Apoteker Indonesia (83,33%). Uji kualitas fisik sediaan racikan stabil dan memenuhi persyaratan untuk sediaan padat dan cair (100%), untuk sediaan semi padat (75%). Adanya kontaminasi jamur Candida albican pada sediaan racikan padat (33,33%), semi padat (33,33%) dan sediaan racikan cair (100%). Hasil uji korelasi untuk kualitas sediaan menggunakan uji Spearman-rank, menyatakan ada hubungan signifikan antara prosedur peracikan dengan kualitas sediaan racikan non steril dilihat dari hasil uji korelasi yang  diperoleh p value 0.018 (p<0.05) dengan tingkat hubungan yang kuat 0.756 (0.51-0.75).  
AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN PROFIL KLT-BIOAUTOGRAFI TUMBUHAN KUPA TERHADAP Escherichia coli Pia, Yuniar; Ira, Rahmiyani; Hendy, Suhendy
Pharmacoscript Vol. 8 No. 1 (2025): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v8i1.1911

Abstract

Kupa (Syzygium polycephalum Miq (Merr & Perry)), tanaman asli Indonesia, telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional karena mengandung senyawa bioaktif dengan potensi farmakologis. Flavonoid, sebagai salah satu komponen utama dalam tanaman ini, diketahui memiliki sifat antimikroba. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi profil KLT-bioautografi serta menilai efek antibakteri ekstrak etanol kupa yang diperoleh dari berbagai bagian tanaman, yaitu daun, batang, buah, dan biji, terhadap Escherichia coli. Metode difusi cakram diterapkan untuk menilai efektivitas antibakteri ekstrak pada konsentrasi 10%–100%. Dalam pengujian ini, tetrasiklin digunakan sebagai kontrol positif, NaCl 0,9% sebagai kontrol negatif, dan DMSO sebagai blanko. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah kupa menghasilkan zona hambat dengan diameter 7,76 ± 0,72 mm, 8,26 ± 1,53 mm, 11,17 ± 0,05 mm, dan 12,7 ± 0,91 mm pada konsentrasi masing-masing 70%, 80%, 90%, dan 100%. Keberadaan zona hambat pada titik penotolan diidentifikasi dalam analisis KLT-bioautografi menunjukkan adanya senyawa polifenol, yang berperan dalam mekanisme antibakteri terhadap E. coli. Secara keseluruhan, ekstrak etanol buah kupa menunjukkan aktivitas antibakteri pada tingkat sedang hingga tinggi.
DESAIN DAN STUDI IN-SILICO TURUNAN TIOUREA SEBAGAI KANDIDAT RADIOFARMAKA 131I-THIOUREA UNTUK KANKER PAYUDARA Ruswanto, Ruswanto; Nur, Rahayuningsih; Febby, Pratama; Ummy, Mardiana
Pharmacoscript Vol. 8 No. 1 (2025): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v8i1.1920

Abstract

Berdasarkan data terbaru dari Global Cancer Statistics, kanker tetap menjadi tantangan kesehatan global yang signifikan, dengan sekitar 20 juta kasus baru dan 9,7 juta kematian yang dilaporkan pada tahun 2022. Kanker payudara, sebagai salah satu jenis kanker dengan prevalensi tertinggi, menekankan pentingnya pengembangan pendekatan diagnostik dan terapeutik yang inovatif. Radiofarmaka, khususnya yang menggunakan Iodium-131 (¹³¹I), telah menunjukkan potensi besar dalam diagnosis dan terapi kanker. Dalam penelitian ini, senyawa turunan thiourea yang dikenal memiliki potensi farmakologis terhadap kanker payudara, dievaluasi sebagai kandidat radiofarmaka teranostik. Penelitian ini menggunakan metode in-silico untuk mengevaluasi senyawa turunan thiourea yang ditandai dengan ¹³¹I. Molecular docking dilakukan menggunakan AutoDockTools untuk menilai energi ikatan dan interaksi senyawa dengan reseptor HER2 (PDB ID: 3PP0). Senyawa dengan afinitas pengikatan terbaik kemudian dianalisis lebih lanjut menggunakan simulasi dinamika molekul dengan perangkat lunak Desmond untuk mengevaluasi kestabilannya selama 200 ns. Selain itu, profil farmakokinetik dan toksisitas senyawa diprediksi menggunakan platform pkCSM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa ¹³¹I-(4-Decylbenzoyl)-3-methylthiourea merupakan kandidat paling potensial dengan nilai afinitas pengikatan (ΔG) sebesar -8,64 kkal/mol. Simulasi dinamika molekul menunjukkan bahwa senyawa ini stabil selama 200 ns. Selain itu, senyawa ini memiliki profil farmakokinetik yang baik dan tidak bersifat toksik, meskipun nilai LogP-nya sedikit melebihi batas yang ditetapkan dalam aturan Lipinski’s Rule of Five. Sebagai kesimpulan, senyawa ¹³¹I-(4-Decylbenzoyl)-3-methylthiourea menunjukkan potensi yang kuat sebagai kandidat radiofarmaka yang stabil dan efektif untuk pengobatan kanker payudara. Meskipun senyawa ini memenuhi sebagian besar kriteria kelayakan obat, validasi eksperimental lebih lanjut dan studi klinis diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keamanannya. Hasil penelitian ini memberikan landasan yang menjanjikan bagi penelitian lanjutan dalam aplikasi radiofarmaka untuk pengobatan kanker.
EVALUASI PEMBERIAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS BEDAH DIGESTIF DAN KAITANNYA DENGAN INFEKSI DAERAH OPERASI (IDO) DI RSUP FATMAWATI Bekti, Wahyuningrum; Hesty Utami, R; Prih, Sarnianto; Magdalena, Niken
Pharmacoscript Vol. 8 No. 1 (2025): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v8i1.1954

Abstract

Penggunaan antibiotik profilaksis dalam tindakan bedah dilakukan untuk mengurangi kejadian Infeksi Daerah Operasi (IDO), diperlukan evaluasi berkala untuk dapat membuat pedoman penggunaan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik pasien dan kesesuaian pemberian antibiotik profilaksis bedah digestif dan bagaimana pengaruhnya dengan IDO serta analisis DDD dan Gyssens di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati Jakarta. Metode penelitiannya adalah deskriptif cross sectional dengan data retrospektif dari rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi, dilakukan dengan menilai karakteristik pasien, kesesuaian pemberian antibiotik profilaksis,  serta Defined Daily Dose (DDD) dan Gyssens periode Januari-Desember 2021. Hasil penelitian dari sampel 112 pasien didapatkan IDO sebanyak 8 pasien. Terdapat hubungan yang bermakna antara jenis operasi (ρ-value 0,018) dengan kejadian Infeksi Daerah Operasi (IDO). Pada analisis kesesuaian antibiotik profilaksis dan kaitannya dengan Infeksi Daerah Operasi (IDO) yang mempunyai hubungan bermakna adalah jenis operasi  bersih terkontaminasi dan terkontaminasi (ρ-value 0,008) dan waktu pemberian antibiotik profilaksis    (ρ-value 0,020). Jenis operasi yang diteliti adalah bersih terkontaminasi dan terkontaminasi. Analisis lanjutan Post Hoc Bonferroni pada jenis operasi dan waktu pemberian antibiotik terdapat perbedaan bermakna baik yang sesuai, tidak sesuai serta tidak ada antibiotik (ρ-value kurang dari 0,05). Hasil dari DDD didapatkan untuk profilaksis 5,77 DDD/100 hari rawat, empiris 50,3 DDD/100 hari rawat, definitif 3,77 DDD/100 hari rawat. Hasil evaluasi Gyssens yang tertinggi yaitu untuk antibiotik profilaksis dengan kategori terbanyak adalah kategori I sebesar 58,9 %, empiris kategori 0 (tepat dan rasional)  sebanyak 40,9%,  antibiotik definitif dengan kategori terbanyak adalah kategori 0 (tepat dan rasional) sebesar 60%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis operasi bersih terkontaminasi dan terkontaminasi dan waktu diberikannya antibiotik profilaksis dapat menurunkan angka Infeksi Daerah Operasi (IDO).
DEVELOPMENT AND EVALUATION OF PEPEROMIA PELLUCIDA L. PEEL-OFF GEL MASK AS ANTI-ACNE AGENT Indra, Indra; Yadi Aditya, Prawira; Fajar, Setiawan
Pharmacoscript Vol. 8 No. 1 (2025): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v8i1.1981

Abstract

This study investigates the development of a peel-off gel mask formulated with Peperomia pellucida L. extract as a natural treatment for acne. Peperomia pellucida L., traditionally valued for its medicinal properties, was characterized microscopically and macroscopically to confirm the plant’s identity and quality. Ethanol extraction yielded 16.54% bioactive compounds, including flavonoids, tannins, saponins, and triterpenoids, known for their antibacterial and anti-inflammatory activities. The research utilized a concentration-dependent approach, formulating three gel variants with 5% (F1), 10% (F2), and 15% (F3) extract concentrations. Antibacterial testing against Propionibacterium acnes showed that F3 exhibited the largest inhibition zone (10.72 mm), significantly outperforming the positive control (4.6 mm). Stability testing revealed that the formulations maintained consistent color, odor, and pH but faced challenges in viscosity and homogeneity at extreme temperatures. Hedonic testing indicated that participants favored F2 (10% extract) for its balanced aroma, color, and ease of application, although F1 and F3 were preferred for texture. Despite stability challenges, the formulations, mainly F3, demonstrated promising antibacterial efficacy. In conclusion, the peel-off gel mask containing Peperomia pellucida L. extract (F3) shows significant potential as a natural alternative to synthetic acne treatments. Further refinement is needed to enhance stability and user experience while maintaining its high antibacterial activity. study explores the development of a peel-off gel mask formulated with Peperomia pellucida L. extract for acne treatment. Peperomia pellucida L., traditionally known for its medicinal properties, was characterized microscopically and macroscopically, confirming the plant’s identity and quality. The ethanol extraction process yielded 16.54% of bioactive compounds, including flavonoids, tannins, saponins, and triterpenoids, known for their antibacterial and anti-inflammatory properties. Phytochemical screening confirmed these compounds’ presence, and antibacterial testing against Propionibacterium acnes revealed concentration-dependent inhibition, with the highest inhibition zone observed in the 15% extract formulation (F3). The gel formulations were evaluated for physical properties, stability, and user acceptance. Stability testing demonstrated consistency in colour, odour, and pH but revealed challenges in inhomogeneity and viscosity at extreme temperatures. Despite these issues, the formulations maintained antibacterial efficacy, mainly F3. Hedonic testing showed that participants favored F2 (10% extract) for its balanced aroma, color, and ease of application, although F1 and F3 were preferred for texture. In conclusion, the peel-off gel mask containing Peperomia pellucida L. shows significant potential as a natural, effective treatment for acne. However, further refinement is needed to optimize stability and user-friendliness while maintaining high antibacterial efficacy. These findings suggest that the extract could be a valuable addition to topical acne treatments, offering a natural alternative to synthetic products

Page 1 of 3 | Total Record : 21