cover
Contact Name
Richa Mardianingrum
Contact Email
j.pharmacosript@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
j.pharmacosript@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pembela Tanah Air No.177, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Pharmacoscript
ISSN : 26224941     EISSN : 26851121     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Pharmacoscript merupakan jurnal penelitian yang dikelola oleh Prodi Farmasi dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Perjuangan Tasikmalaya (P-ISSN: 2622-4941 E-ISSN: 2685-1121) Jurnal ini merupakan media publikasi penelitian dan review artikel pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif, kreatif, original dan didasarkan pada scientific yang diterbitkan 2 kali dalam 1 tahun yakni pada bulan Agustus dan Februari. Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia farmasi, teknologi farmasi, farmakologi, biologi farmasi, farmasi klinik, dan bioteknologi farmasi.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU PASIEN HIPERTENSI TERHADAP TATALAKSANA HIPERTENSI DI KLINIK DOKTER 24 JAM MELATI TASIKMALAYA Kamiel Roesman Bachtiar; Eddy Suhardiana; Salsabila Adlina; Srie Rezeki Nur Endah; Ali Nofriyaldi; Ayu Rahmawati
Pharmacoscript Vol. 5 No. 2 (2022): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v5i2.911

Abstract

Prevalensi penyakit hipertensi di kota Tasikmalaya masih tergolong tinggi. Salah satu penyebabnya adalah tingkat kesadaran penderita terhadap kesehatan masih rendah. Masih banyak pasien yang tidak menyadari dirinya menderita hipertensi dan tidak mematuhi pencegahan hipertensi. Hal tersebut terjadi karena kurangnya pengetahuan dan perilaku terhadap tatalaksana hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku pasien hipertensi terhadap tatalaksana hipertensi di Klinik Dokter 24 Jam Melati Tasikmalaya. Desain penelitian menggunakan cross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling berdasarkan kriteria inklusi sebanyak 100 responden. Variabel penelitan yaitu, tingkat pengetahuan hipertensi dan perilaku pasien terhadap tatalaksana hipertensi. Analisa data dengan analisis univariat (manual) dan analisis bivariat (uji chisquare) Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden penderita hipertensi di Klinik Dokter 24 Jam Melati Tasikmalaya, yaitu mayoritas responden berusia ≥ 50 tahun, pendidikan terakhir SD, berjenis kelamin perempuan, tingkatan hipertensi Stadium 1, obat yang digunakan amlodipin, dan tidak memiliki riwayat keluarga hipertensi. Pengetahuan pasien hipertensi terhadap tatalaksana hipertensi termasuk kategori baik dan perilaku pasien hipertensi terhadap tatalaksana hipertensi termasuk perilaku positif. Hal ini terlihat dari hasil uji bivariat terdapat hubungan yang signifikan tingkat pengetahuan pasien hipertensi dengan perilaku pasien hipertensi terhadap tatalaksana hipertensi nilai ρ = 0.000).
PENENTUAN KADAR VITAMIN C MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT) TERHADAP EKSTRAK BONGGOL NANAS (Ananas comosus (L.) Merr) DENGAN PERBEDAAN METODE EKSTRAKSI Zaldy Rusli; Yulianita; Bela Rahmawati
Pharmacoscript Vol. 5 No. 2 (2022): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v5i2.917

Abstract

Buah-buahan mengandung berbagai macam vitamin yang sangat diperlukan oleh tubuh, salah satunya yaitu vitamin C. Contoh buah yang mengandung vitamin C adalah nanas. Namun buah nanas memiliki bagian yang bersifat buangan seperti bonggol nanas yang belum dimanfaatkan secara optimal, padahal bonggol nanas mengandung vitamin C yang bermanfaat sebagai antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kadar vitamin C dari hasil metode ekstraksi digesti dan Ultrasonic Assisted Extraction (UAE) pada ekstrak bonggol nanas serta menganalisis pengaruh perbedaan metode ekstraksi bonggol nanas terhadap kadar vitamin C. Penentuan kadar vitamin C dilakukan menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) fase terbalik dengan kecepatan alir 1 mL/menit yang dideteksi dengan panjang gelombang 254 nm. Fase gerak yang digunakan yaitu amonium dihidrogen fosfat (NH4H2PO4) 0,01 mol/L dan asam ortofosfat 0,1% (80:20). Hasil kadar vitamin C yang diperoleh dari metode digesti yaitu sebesar 117,479 mg/100g sedangkan hasil kadar vitamin C yang diperoleh dari metode UAE yaitu sebesar 98,487 mg/100g. Perbedaan kadar vitamin C dalam ekstrak bonggol nanas dapat terjadi karena adanya perbedaan pada metode ekstraksi, dimana ekstraksi senyawa vitamin C menggunakan pemanasan yang disertai dengan pengadukan (digesti) lebih baik dibandingkan ekstraksi menggunakan gelombang ultrasonik.
EFEK PEMBERIAN ANTIBIOTIK JANGKA PANJANG PADA ANXIETAS MENCIT (Mus musculus) Ambar Sulianti; Dadang Sahroni; Endi; Devina Nurul Azizatunnisa; Syifa Rahma Tsania
Pharmacoscript Vol. 5 No. 2 (2022): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v5i2.1025

Abstract

Penggunaan antiobitik meningkat di masa pandemi Covid-19 terutama pada penanganan kasus-kasus dengan komorbid dan infeksi di Indonesia. Antibiotik dapat menurunkan jumlah kolonisasi flora normal (mikrobioma) dalam usus sehingga berdampak kepada poros usus-otak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh antibiotik jangka panjang terhadap tingkat kecemasan pada mencit (Mus musculus). Metode penelitian ini menggunakan Quasi Experimental Research dengan desain pre-post test dengan kelompok kontrol. Bertindak sebagai objek penelitian, total 84 mencit digunakan pada penelitian ini yang terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol masing-masing sebanyak 42 mencit. Kelompok eksperimen diberikan antibiotik jenis Ciprofloxacin selama 12 hari. Kecemasan pada mencit diukur menggunakan The Successive Alleys Test. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Mann Whitney karena tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan kecemasan lebih tinggi pada kelompok eksperimen sangat signifikan (p=0.000). Kesimpulan penelitian ini adalah antibiotik jangka panjang meningkatkan kecemasan pada Mus musculus.  Dengan demikian pada penggunaan antibiotik jangka panjang perlu diwaspadai dampaknya terhadap poros usus-otak.  .
EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL DAUN BALIK ANGIN (Alphitonia incana) TERHADAP Escherichia coli MENGGUNAKAN DIFUSI SUMURAN Eka Sandra; Fitriyanti; Azmi Yuniarti
Pharmacoscript Vol. 5 No. 2 (2022): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v5i2.1036

Abstract

Indonesia memiliki hutan tropis terluas di dunia dengan potensi tanaman obat. Salah satunya tanaman balik angin (Alphitonia incana (Roxb.) Teijsm. & Binn. Ex Kurz.) yang merupakan genus dari Alphitonia dilaporkan memiliki aktivitas farmakologis yaitu antidiare, antimikroba, dan antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja golongan senyawa yang terkandung pada ekstrak metanol daun balik angin dan untuk mengetahui efektivitas antibakteri dari ekstrak metanol daun balik angin terhadap bakteri E. coli. Uji aktivitas antibakteri pada ekstrak menggunakan metode difusi sumuran terhadap bakteri E.Coli. Dilakukan skrining fitokimia ekstrak metanol daun balik angin (Alphitonia incana (Roxb.) Teijsm. & Binn. Ex Kurz.) dan uji antibakteri menggunakan metode difusi sumuran dengan variasi konsentrasi 1,66 mg/mL; 3,32 mg/mL; 6,64 mg/mL; 13,28 mg/mL; 26,56 mg/mL; ciprofloxacin 5 μg/disk sebagai kontrol positif dan Na-CMC 0,5% sebagai kontrol negatif. Kandungan senyawa yang terdapat pada ekstrak metanol daun balik angin (Alphitonia incana (Roxb.) Teijsm. & Binn. Ex Kurz.) adalah alkaloid, steroid, flavonoid, fenol, saponin, dan tanin. Hasil uji antibakteri didapatkan rata-rata diameter zona hambat konsentrasi 1,66 mg/mL; 3,32 mg/mL; 6,64 mg/mL; 13,28 mg/mL; 26,56 mg/mL beruturut-turut adalah 6,9 mm; 8,28 mm; 9,41 mm; 10,05 mm; 10,91 mm dan klasifikasi daya hambat pertumbuhan bakteri menunjukkan bahwa konsentrasi 1,66 mg/mL, 3,32 mg/mL, 6,64 mg/mL, dan 13,28 mg/mL memiliki kategori antibakteri sedang, konsentrasi 26,56 mg/mL memiliki kategori antibakteri kuat, dan kontrol positif memiliki kategori sangat kuat. Hal ini juga dibuktikan dengan analisis SPSS pada uji Mann-Whitney didapatkan bahwa semua konsentrasi ekstrak terdapat perbedaan bermakna terhadap kontrol positif.
TOKSISITAS AKUT DAN LETHAL DOSE (LD50) EKSTRAK BUAH WALAY (Meistera chinensis) ASAL SULAWESI TENGGARA TERHADAP MENCIT (Mus musculus) Musdalipah Musdalipah; Agung Wibawa Mahatya Yodha; Karmilah; Selfyana Austin Tee; Reymon; Nur Saadah Daud; Muh. Azdar Setiawan; Esti Badia; Agustini
Pharmacoscript Vol. 5 No. 2 (2022): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v5i2.1039

Abstract

Buah walay (Meistera chinensis) mengandung senyawa fenolat, flavonoid, steroid, terpenoid, alkaloid, dan saponin. Beberapa metabolit sekunder, termasuk triterpenoid dan flavonoid, memiliki potensi sebagai antioksidan, antibakteri dan toksisitas. Berdasarkan penelitian sebelumnya dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test ekstrak buah Meistera chinensis memberikan efek sangat toksik dengan IC50 dari 5,02 ± 1,11 mg/mL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksik yang ditimbulkan dari ekstrak buah walay ditinjau dari penentuan nilai LD50. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Penentuan kategori toksisitas berdasarkan Generally Recognized As Safe/GRAS dan perhitungan LD50 menggunakan Reed-Muench Penelitian menggunakan ekor mencit yang dibagi ke dalam 5 kelompok. Kelompok kontrol diberi Na-CMC 0,5 % dan kelompok perlakuan diberi ekstrak buah dengan dosis 50 mg/KgBB; 500 mg/KgBB; 5000 mg/KgBB dan 15.000 mg/KgB Rute pemberian yang digunakan adalah secara oral. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah gejala toksik yang timbul dan nilai LD50 yang diperoleh berdasarkan perhitungan jumlah hewan uji yang mati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah walay  memberikan gejala toksik berupa penurunan aktivitas gerak, laju nafas cepat serta tremor dan nilai LD50 adalah 865,765 mg/KgBB (Toksisitas ringan). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak buah walay (Meistera chinensis) memiliki efek toksik ringan.
EVALUASI PENGGUNAAN SUPLEMEN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI LIMA APOTEK KABUPATEN KARAWANG Afifah Fitria; Hilmi Indah Laily; Salman Salman
Pharmacoscript Vol. 6 No. 1 (2023): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v6i1.1023

Abstract

COVID-19 terjadi akibat adanya infeksi saluran pernafasan akut yang ditularkan melalui droplet selama batuk dan bersin oleh orang yang bergejala maupun tidak bergejala. Pada masa pandemi COVID-19 banyak suplemen yang digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah serta membantu memulihkan suatu penyakit. Salah satu cara dalam upaya pencegahan kesehatan yaitu dengan mengkonsumsi suplemen. Suplemen merupakan suatu bahan tambahan yang baik bagi tubuh yang mengandung satu atau lebih vitamin dan mineral. Oleh karena itu, diperlukan suatu penelitian khusus tentang penggunaan suplemen di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan jumlah penggunaan suplemen yang dilihat berdasarkan data dalam resep bulan Mei sampai dengan Oktober 2021 kemudian dimasukan kedalam Microsoft Excel, dan mengetahui penggolongan suplemen berdasarkan informasi yang ada dalam MIMS serta menentukan ada tidaknya interaksi obat dengan suplemen berdasarkan informasi yang ada pada drugs.com selama masa pandemi COVID-19 di lima Apotek Kabupaten Karawang, penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai dengan April 2022. Metode yang digunakan yaitu deskriptif, kualitatif-kuantitatif didukung dengan data primer menggunakan data resep. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari lima apotek, suplemen yang paling banyak digunakan adalah vitamin B yang termasuk dalam golongan vitamin dan mineral. Interaksi obat dengan suplemen hanya dihasilkan dari satu apotek yaitu apotek kelima, berdasarkan tingkat keparahannya apotek kelima mengalami interaksi dengan kategori minor dan moderat.
ANALISIS KARAKTERISTIK FISIKA PADATAN KARAGENAN DARI EUCHEUMA COTTONII HASIL EKSTRAKSI KOH pH 9 ASAL KABUPATEN BANGGAI SULAWESI TENGAH Legowo Wahyu Priyo; Ferdiansyah Rival
Pharmacoscript Vol. 6 No. 1 (2023): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v6i1.1136

Abstract

Menurut data statistik Kementrian Kelautan dan Perikanan diketahui produksi rumput laut di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya, pada tahun 2016 didapatkan hasil sebanyak 11,6 juta ton. Hasil produksi rumput laut tersebut sebagian besar hanya digunakan dalam bentuk bahan baku mentah yang belum digunakan secara luas, disisi lain karagenan yang merupakan produk olahan dari rumput laut memiliki potensi dapat digunakan secara luas dalam bidang farmasi karena memiliki kemampuan yang khas. Karagenan merupakan polisakarida yang terkandung dalam beberapa rumput laut, salah satunya yaitu jenis Eucheuma cottonii. Karagenan dapat diperoleh dengan cara ekstraksi menggunakan larutan basa, seperti kalium hidroksida (KOH) yang merupakan pelarut jenis alkali dengan kategori aman dan mudah didapatkan sehingga lebih dapat diterapkan dalam pembuatan karagenan skala produksi pada industri kecil. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik fisika karagenan dari Eucheuma Cottonii hasil ekstraksi sehingga diketahui gambaran fungsi dari suatu bahan yang selanjutnya dapat dikembangkan atau digunakan secara spesifik untuk kebutuhan bahan tambahan obat sediaan padat. Metode yang diterapkan dalam analisis karakarteristik fisika padatan yaitu true density, solid fraction (SF), tensile strength (TS), bonding index (BI), BFI, dan rasio swelling. Hasil yang diperoleh dari sifat fisika padatan karagenan antara lain true density sebesar 1,94 g/mL, SF sebesar 0,70, TS sebesar 0,0853 Mpa, BI sebesar 0,0169, BFI sebesar 0,2616, dan rasio swelling terjadi pada 10 menit pertama. Berdasarkan hasil penelitian dan data karakteristik fisika yang diperoleh didapatkan bahwa karagenan hasil ekstraksi alkali memiliki potensi dalam penggunaannya sebagai bahan tambahan obat yang lebih tepat dan spesifik khususnya untuk bahan tambahan obat bentuk padatan sediaan tablet.
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS SIDIK JARI DAUN KATUK DARI LIMA DAERAH DI JAWA BARAT MENGGUNAKAN SPEKTROSKOPI FTIR DAN KEMOMETRIK Rachmawati Winasih; Dinata Deden Indra; Sari Nurmala
Pharmacoscript Vol. 6 No. 1 (2023): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v6i1.1164

Abstract

Katuk merupakan salah satu tanaman yang daunnya digunakan sebagai obat herbal di Indonesia. Proses budidaya tanaman obat di berbagai daerah dapat mempengaruhi kualitas kandungan di dalamnya. Pengendalian mutu tanaman obat dapat dilakukan dengan cara menentukan sidik jari tumbuhan menggunakan pendekatan kemometrik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik daun katuk dari lima daerah di wilayah Jawa Barat menggunakan metode spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR) yang dikombinasikan dengan Principal Component Analysis (PCA). Tahapan penelitian meliputi pengumpulan sampel dari lima daerah yaitu Bandung, Sumedang, Bogor, Sukabumi dan Tasikmalaya, kemudian sampel diekstraksi menggunakan etanol 96%. Ekstrak tersebut dianalisis menggunakan FTIR pada rentang bilangan gelombang 4000-650 cm-1. Spektrum FTIR sampel diberi perlakuan pendahuluan seperti smoothing, derivate dan baseline terlebih dahulu sebelum dianalisis dengan PCA. Hasil penelitian menunjukkan spektrum FTIR yang relatif sama dari lima jenis sampel. Sampel dari kelompok 1 (Sumedang, Bogor) dan kelompok 2 (Sukabumi dan Bandung) menunjukkan hubungan yang erat pada skor plot PCA, sedangkan Tasikmalaya dikelompokkan ke dalam kelompok lain. Analisis diskriminan dapat mengklasifikasikan daun katuk menurut jenis varietasnya. Metode yang dikembangkan ini cocok untuk identifikasi dan autentikasi daun katuk.
PENGARUH PENAMBAHAN CROSPOVIDONE DALAM PEMBUATAN TABLET ORALLY DISINTEGRATING TABLET LORATADIN SECARA GRANULASI BASAH DAN KEMPA LANGSUNG Anggraeni Wulan; Purnamasari Nira; Alatas Fikri; Ratih Hestiary; Aulia Rachmadian
Pharmacoscript Vol. 6 No. 1 (2023): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v6i1.1188

Abstract

Sediaan Orally Disintegrating Tablet (ODT) merupakan sistem penghantaran obat dengan disintegrasi yang cepat dalam waktu kurang dari 60 detik. ODT umumnya menggunakan bahan penghancur yang dapat mempercepat hancurnya tablet dalam rongga mulut tanpa melalui proses pembentukan gel, antara lain crospovidone. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan crospovidone dalam pembuatan ODT loratadin dengan metode granulasi basah dan kempa langsung terhadap sifat fisik tablet, seperti kerapuhan, kekerasan, waktu pembasahan, waktu hancur serta profil disolusi tablet. Penambahan crospovidone dengan metode granulasi basah dilakukan secara intragranular dan ekstragranular. Secara intragranular crospovidone dicampurkan dengan eksipien lain untuk membentuk granul, sedangkan secara ekstragranular, crospovidone dicampurkan dengan granul kering. Berbeda dengan metode granulasi basah, pada metode kempa langsung, crospovidone dicampurkan langsung dengan bahan-bahan lainnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan crospovidone dalam pembuatan ODT loratadin secara intragranular, ekstragranular dan kempa langsung mempengaruhi sifat fisik tablet seperti kerapuhan, kekerasan, waktu pembasahan, waktu hancur serta profil disolusi tablet. Penambahan crospovidone secara kempa langsung merupakan metode yang paling efektif dalam menghasilkan Orally Disintegrating Tablet loratadine dengan waktu hancur yang paling singkat yaitu 57 detik.
PENGARUH ASAM SITRAT DAN JENIS KEMASAN TERHADAP MUTU MINYAK ATSIRI JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum) Faza Rizki Safira; Hasyyati Nadhilah; Setia Permana; Selly Harnesa Putri
Pharmacoscript Vol. 7 No. 1 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i1.1294

Abstract

Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) adalah varietas jahe dengan kandungan volatil lebih tinggi daripada jenis jahe lainnya, minyak atsiri jahe merah memiliki banyak aktivitas farmakologis seperti antimikroba, antiinflamasi, antikanker, dan antioksidan. Jenis kemasan dan keberadaan bahan pengkelat bisa mempertahankan mutu minyak atisri jahe merah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu minyak atisri jahe merah setelah penambahan variasi kadar asam sitrat yang disimpan dalam kemasan plastik HDPE dan botol kaca gelap. Minyak atsiri jahe merah dimasukkan ke dalam kemasan botol kaca gelap (BKG) dan high-density polyethylene (HDPE) dan masing-masing ditambahkan asam sitrat dengan variasi kadar 0, 2, 4, 6% (b/b) dan didiamkan selama 14 hari. Parameter mutu ditetapkan meliputi kadar zingiberen dan sifat organoleptik (warna, aroma, dan rasa). Hasil penetapan kadar zingiberen secara gas chromatography-mass spectrophotometry (GC-MS) menunjukkan kadar zingiberen tertinggi adalah 21,46±0,03% yang terdapat pada kemasan BKG dengan kadar asam sitat 4% (BKG4). Sampel dengan penambahan asam sitrat 2% dan 4% b/b pada kemasan BKG memiliki warna paling stabil. Sampel dengan botol kaca gelap menghasilkan aroma jahe segar yang lebih baik dibandingkan sampel yang disimpan dalam HDPE. Hasil penelitian dapat disimpulkan minyak atsiri jahe merah yang disimpan di dalam botol kaca gelap dengan penambahan asam sitrat 4% b/b memiliki kadar zingiberen tertinggi yang dimana 0,56% lebih tinggi dibandingkan tanpa penambahan asam sitrat dengan sifat organoleptik stabil.

Page 8 of 21 | Total Record : 206