cover
Contact Name
Mulia Jaya
Contact Email
jppd.fisipolumb@gmail.com
Phone
+62747-323310
Journal Mail Official
jppd.fisipolumb@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muara Bungo Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muara Bungo Jl. Diponegoro No. 27, Muara Bungo-Jambi, (0747) 323310
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Politik dan Pemerintahan Daerah
ISSN : -     EISSN : 26862271     DOI : https://doi.org/10.36355/jppd
Core Subject : Social,
Jurnal Politik dan Pemerintahan Daerah merupakan jurnal ilmiah yang proses telaahnya menggunakan peer-review . Jurnal ini mempublikasikan artikel penelitian dan artikel kajian literatur dalam bidang politik dan pemerintahan daerah. Fokus jurnal ini adalah Politik meliputi: kekuasaan, kebijakan, pengambilan keputusan, distribusi dan alokasi nilai. Pemerintahan daerah meliputi: individu, negara, urusan pemerintahan daerah dan, kebijakan publik. Naskah yang akan dikirimkan ke jurnal ini, melalui Submissions. Bagi penulis yang akan mengirimkan naskah ke jurnal ini, silakan klik Register. Jika sudah memiliku akun di jurnal ini, silakan klik Login.
Articles 127 Documents
Alternatif Pengembangan Ruang Terbuka Hijau yang Sesuai untuk Permukiman Padat (Studi Kasus: Perumahan Dosen IKIP Jatikramat Bekasi) Ndruru, Fonahia; Rilatupa, James E. D.; Pasaribu, Ramos P.
Jurnal Politik dan Pemerintahan Daerah Vol 7, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jppd.v7i2.265

Abstract

This study aims to formulate alternatives for the development of Green Open Spaces (GOS) in densely populated residential areas in the IKIP Jatikramat Bekasi Lecturers' Housing Complex, with a focus on innovative and adaptive strategies to address land constraints and the ecological and social needs of the area. The research method uses a qualitative approach through literature study and descriptive case analysis. Data was obtained through literature on Green Open Spaces (RTH) and green infrastructure, as well as field observations related to green space potential, drainage conditions, and community participation. The findings were analysed in an integrated manner to formulate relevant recommendations for the development of Green Open Spaces (RTH). The results of the study show that the development of Green Open Spaces (RTH) in dense settlements can be done through the use of vertical and horizontal space. Recommendations include the application of green roofs and green walls, the construction of pocket parks on limited land, and community gardens to strengthen social interaction and food security. Rain gardens and bioretention are considered effective in reducing water runoff, while tree planting and green infrastructure-based drainage revitalisation increase environmental absorption. Successful implementation is determined by community participation, policy support, environmental education, and stakeholder collaboration.
Implementasi Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dalam Mewujudkan Pembangunan Partisipatif: Studi di Kabupaten Sleman Tupen, Devita Larasati; Adzzahra, Fadhia Chalisha; Dewi, Intan Ayu Kusuma; Fatkhuri, Fatkhuri; Pertiwi, Gema
Jurnal Politik dan Pemerintahan Daerah Vol 7, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jppd.v7i2.259

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the implementation of the Village Development Planning Meeting (Musrenbangdes) in Sleman Regency in realizing participatory development. Using a qualitative method based on literature review, the study examines the implementation of Musrenbangdes through a policy implementation approach, community participation theory, and the concept of participatory development. The analysis was conducted by examining the dynamics of the deliberation process, the involvement of actors, and the extent to which the Musrenbangdes mechanism was able to accommodate the aspirations of residents in village planning. The results of the study show that Musrenbangdes is quite effective in terms of transparency, information dissemination, and aspiration absorption, especially in villages with strong apparatus capacity and good use of information technology. In addition, most of the community's proposals were successfully integrated into planning documents such as the RKPDes and RPJMDes. However, the quality of meaningful participation still faces structural obstacles, including the dominance of local elites in the deliberation process, disparities in community capacity and literacy, and the weak role of the Village Consultative Body (BPD) in carrying out its representative and supervisory functions. Variations in effectiveness between villages are also influenced by social characteristics, local culture, leadership quality, and the ability of village facilitators to create an equitable discussion space. Overall, the study confirms that Musrenbangdes has a strategic role in strengthening participatory development in Sleman, but institutional capacity building, consistent transparency, strengthened oversight, and improved deliberation quality are needed to make the village planning process more inclusive, responsive, and accountable.
Evaluasi Lembaga Perlindungan Perempuan Mandiri Dalam Pembangunan Pemberdayaan di Kecamatan Sumbawa Kabupaten Banyuasin Febrianza, Muhammad; Mahriadi, Nopriawan; Marleni, Marleni; Fathia A, Fathia A; Berlian, Ong
Jurnal Politik dan Pemerintahan Daerah Vol 7, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jppd.v7i2.244

Abstract

The aim of this study is to evaluate women's protection institutions in terms of empowerment, so that services and innovations for resolving issues are in line with the ongoing situation. The focus of the research is the evaluation of the institution. The research method uses a qualitative approach, with data collection through interviews, observations and documentation in the field. The theory used in this study is the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model by Stufflebeam. The results of the study show that there are indicators in the independent women's protection institution that are not optimal, so there is a need for additional resources. Context evaluation revealed that there are limitations in terms of needs and the scope of the area, which must be expanded as soon as possible. Input evaluation revealed a shortage of human resources, funding and supporting facilities, which need to be increased for optimal performance. Process evaluation found that the programme was already being implemented well, in line with the previously set objectives, but adjustments were needed in light of the ongoing development of science and technology. In the product evaluation, the implementation of existing programmes and the addition of new programmes in line with the evolving issues facing women must be carried out on a continuous basis. There is a need for programmes and activities to be publicised so that the community is willing to open up and report any problems they experience. Empowering institutions like this can serve as examples or pioneers for other regions, with the aim of achieving independence, welfare and solving women's issues.
Dari Desentralisasi ke Digitalisasi Tuntutan: Viralitas sebagai Penggerak Kebijakan dalam Kerangka Otonomi Daerah Agustina, Yolanda; Maryani, Desi Asri; Mulyadi, Dedi; Mulyana, Aji
Jurnal Politik dan Pemerintahan Daerah Vol 7, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jppd.v7i2.237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana fenomena viralitas di media sosial memengaruhi pola pengambilan kebijakan pemerintah daerah dalam kerangka otonomi daerah di Indonesia. Sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, pemerintah daerah memperoleh kewenangan luas untuk mengelola urusan pemerintahan secara mandiri dengan harapan tercipta pelayanan publik yang responsif dan efektif. Namun, perkembangan teknologi informasi telah mengubah dinamika tersebut. Banyak kebijakan pemerintah daerah saat ini lebih bersifat reaktif terhadap isu-isu viral di media sosial dibandingkan berdasarkan prosedur hukum dan perencanaan formal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh dari berbagai sumber, seperti jurnal ilmiah, buku, dokumen kebijakan, serta berita daring, kemudian dianalisis menggunakan model analisis data kualitatif. Proses analisis dilakukan dengan reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan yang menghubungkan fenomena viralitas dengan teori otonomi daerah dan kebijakan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa viralitas isu di media sosial berfungsi sebagai instrumen partisipasi publik baru yang mampu mendorong pemerintah daerah merespons lebih cepat berbagai permasalahan, seperti pelayanan publik dan infrastruktur. Namun, respons reaktif yang semata-mata mengikuti tekanan digital berpotensi menimbulkan kebijakan yang tidak terencana, populis, dan mengabaikan prinsip hukum serta perencanaan strategis. Simpulan penelitian menegaskan bahwa otonomi daerah kini menghadapi tantangan transformasi dari pola desentralisasi administratif menuju digitalisasi tuntutan publik. Agar tetap relevan, responsif, dan akuntabel, pemerintah daerah perlu membangun mekanisme kebijakan yang adaptif terhadap ruang digital, tetapi tetap berlandaskan hukum, transparansi, dan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. 
Analisis Alternatif Kebijakan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Dalam Sistem Pengelolaan Sampah di Kelurahan Keramasan Kota Palembang Dabbara, Ayman Ashary; Eurolia, Ratna Yosefin; Nazarani, Monica Mutiara; Nababan, Natalia Magdalena; Adzan, Galuh Efnol
Jurnal Politik dan Pemerintahan Daerah Vol 7, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jppd.v7i2.274

Abstract

Penelitian ini menganalisis alternatif kebijakan pengelolaan sampah yang berorientasi pada masyarakat di Kelurahan Keramasan, Palembang. Fokus dari studi ini adalah untuk mengenali masalah, menganalisis hambatan dalam pelaksanaan kebijakan, serta merumuskan saran kebijakan yang tepat. Metodologi yang diterapkan adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tujuh orang informan, dan studi dokumen. Analisis dilakukan dengan menghubungkan hasil lapangan dengan kerangka Integrated Sustainable Waste Management (ISWM) beserta enam kriteria evaluasi kebijakan menurut Dunn. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa Kelurahan Keramasan belum memiliki tempat penyimpanan sampah (TPS/TPS3R), layanan pengangkutan terbatas akibat kekurangan kendaraan, dan rendahnya kesadaran masyarakat tentang pemisahan sampah, sehingga pembuangan ke sungai dan pembakaran menjadi praktik yang umum. Penelitian ini menawarkan empat alternatif kebijakan kemudian dievaluasi menggunakan penilaian dengan kriteria Dunn, hasilnya pengelolaan sampah berbasis masyarakat mendapatkan skor tertinggi dan direkomendasikan sebagai pilihan utama, meskipun perlu digabungkan dengan penyediaan infrastruktur, digitalisasi, dan penegakan hukum demi keberlanjutan. Implementasi yang terintegrasi diharapkan dapat mengurangi akumulasi sampah, memperbaiki kualitas lingkungan, dan meningkatkan kapasitas masyarakat lokal dalam jangka panjang. Penelitian ini memberikan landasan bagi kebijakan Pemerintah Kota Palembang serta pemangku kepentingan lokal untuk merancang intervensi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengembangan infrastruktur.
Integrasi Konseptual Zakat dan Pajak dalam Kerangka Negara Kesejahteraan: Telaah Literatur Kebijakan Fiskal Indonesia Nawawi, Tolhah Toha; Sayuti, Sayuti
Jurnal Politik dan Pemerintahan Daerah Vol 7, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jppd.v7i2.287

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the conceptual integration between zakat and taxes within the framework of the Indonesian welfare state as an effort to realize a fair, inclusive, and sustainable fiscal system. The research method used is qualitative with a descriptive approach through library research sourced from scientific journals, books, and official documents related to Islamic fiscal policy. Data collection techniques were carried out through literature searches and document analysis, while data analysis included the stages of theme identification, data reduction, concept categorization, and inductive conclusion drawing. The results show that the integration of zakat and taxes has a complementary function in the public financial system: zakat plays a direct role in wealth redistribution and poverty alleviation, while taxes support development financing and economic growth. The synergy between the two is considered capable of increasing social justice, strengthening the moral legitimacy of fiscal policy, and encouraging the creation of a welfare state based on maq??id al-syar?‘ah. However, normative, institutional, and fiscal literacy challenges remain major obstacles that need to be overcome through legal reform, digital system integration, and improved coordination between institutions such as BAZNAS, LAZ, and the Directorate General of Taxes. This research contributes to the development of Islamic economic theory and fiscal policy by offering an applicable model of zakat-tax synergy for strengthening distributive justice in Indonesia.Keywords: Zakat, Tax, Fiscal Policy, Welfare State, Islamic Economics
Peran Kaum Muda Indonesia Dalam Menegakkan Demokrasi Edison, Sesarius Santoso; Habun, Odalianus Pasani; Parman, Sebastianus; Aman, Dasilva; Aprilian, Petrus Canelio
Jurnal Politik dan Pemerintahan Daerah Vol 7, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jppd.v7i2.289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kaum muda Indonesia dalam menegakkan dan memperkuat nilai-nilai demokrasi di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi literatur yang bersumber dari buku, artikel jurnal ilmiah, serta dokumen-dokumen yang relevan dengan tema demokrasi dan partisipasi generasi muda. Data yang diperoleh dianalisis secara sistematis untuk mengidentifikasi bentuk partisipasi, kontribusi, serta tantangan yang dihadapi kaum muda dalam kehidupan demokratis di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaum muda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dalam mendorong penguatan praktik demokrasi. Partisipasi tersebut tercermin melalui keterlibatan dalam berbagai aktivitas politik dan sosial, seperti gerakan masyarakat sipil, diskusi publik, advokasi kebijakan, serta pemanfaatan teknologi digital dan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi dan penyampaian aspirasi. Selain itu, akses yang luas terhadap informasi menjadikan generasi muda lebih responsif terhadap berbagai isu sosial dan politik yang berkembang di masyarakat. Meskipun demikian, peran tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain rendahnya tingkat literasi politik pada sebagian kalangan muda, maraknya disinformasi di media digital, serta terbatasnya ruang partisipasi yang inklusif dalam proses pengambilan kebijakan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pendidikan politik, peningkatan literasi digital, serta dukungan dari berbagai pihak untuk mengoptimalkan kontribusi generasi muda dalam menjaga dan mengembangkan kehidupan demokrasi di Indonesia.

Page 13 of 13 | Total Record : 127