cover
Contact Name
Harry Noviardi
Contact Email
harry.noviardi@gmail.com
Phone
+622518323819
Journal Mail Official
lppm@sttif.ac.id
Editorial Address
Jl. Kumbang No.23, Bogor, Jawa Barat, 16151
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
ISSN : 25026011     EISSN : 26864487     DOI : https://doi.org/10.47219/ath
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmamedika dikelola oleh Lembag Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor. Frekuensi penerbitan jurnal sebanyak 2 kali dalam satu tahun pada bulan Juni dan Desember. Kategori tulisan berupa hasil penelitian dari peneliti maupun akademisi dalam bidang Kimia Bahan Alam, Analisis Farmasi, Farmakologi dan Toksikologi, Kimia Medicinal, Biologi Molekular dan Bioteknologi, Farmakoterapi, Farmasi Klinis, Farmasetika dan Teknologi Farmasi, Biologi Farmasi, Manajemen Farmasi, Farmakoekonomi.
Articles 164 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI RS MEDIKA DRAMAGA Karuma Barza A.; Enrawani Damanik; Restu Wahyuningsih
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v6i2.121

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, yakni kuman aerob yang dapat hidup terutama di paru atau di berbagai organ tubuh yang lainnya. TB paru merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan dalam masyarakat. Untuk mencapai kesembuhan diperlukan pengetahuan yang baik dan keteraturan kepatuhan pengobatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien tuberkulosis di RS Medika Dramaga. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif obeservasional dengan pendekatan Cross sectional. Populasi diambil dari seluruh pasien Tuberkulosis di RS Medika Dramaga. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 72 sampel. Pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariate dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan pengobatan pada pasien tuberculosis di RS Medika Dramaga dengan nilai signifikansi 0,800.
OPTIMASI KONSENTRASI NA-CMC SEBAGAI VISCOSITY MODIFIER TERHADAP SIFAT FISIK PASTA GIGI EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) M. Kenli Kendi Tampoliu; Ratnaningsih Dewi Astuti; Sadakata Sinulingga
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v6i2.122

Abstract

Daun kersen (Muntingia calabura L.) mempunyai sifat antibakteri dengan cara menghambat aktivitas glukosiltransferase pada bakteri Streptococcus mutans. Pengembangan daun kersen menjadi sediaan pasta gigi dianggap perlu sehingga penggunaannya lebih efesien dan maksimal. Penelitian ini memiliki tujuan agar dapat memformulasikan ekstrak kental daun kersen sebagai sediaan pasta gigi yang memiliki sifat fisik yang baik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental. Ekstraksi daun kersen dilakukan dengan teknik maserasi menggunakan pelarut etanol 96% lalu dilakukan destilasi vakum sehingga menghasilkan ekstrak yang kental dari daun kersen. Kemudian ekstrak diformulasikan dalam sediaan pasta gigi sebesar 33% yaitu formula I, II dan III dengan variasi viscosity modifier Na CMC 3,0%, 3,5% dan 4,0%. Selanjutnya dilakukan uji sifat fisik selama penyimpanan selama empat minggu meliputi viskositas, pH, homogenitas, tinggi busa, bau, warna dan rasa. Berdasarkan hasil ekstrak yang didapat, diperoleh rendemen sebesar 7,36%. Hasil viskositas formula I berkisar 95055-116762 cp, formula II berkisar 121894-129891 cp dan formula III 128771-137552 cp. Berdasarkan hasil tersebut viskositas formula mengalami peningkatan selama penyimpanan. Pengukuran tinggi busa formula I berkisar 17-20 mm, formula II berkisar 17-18 mm dan formula III berkisar 17-19 mm. Didapatkan tinggi busa formula mengalami penurunan selama penyimpanan. Ditinjau dari uji viskositas, pH, homogenitas, tinggi busa, bau, warna dan rasa ketiga formula menunjukkan hasil memenuhi syarat selama penyimpanan. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ekstrak daun kersen yang diformulasikan sebagai sediaan pasta gigi yang paling baik sifat fisiknya yaitu formula II dengan viscosity modifier Na CMC sebesar 3,5%.
KARAKTERISASI PRODUKSI RHAMNOLIPID MENGGUNAKAN PENDEKATAN BIOLOGI SINTETIK Nina Imaniar; Tati Kristianti; Sony Suhandono
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v6i1.125

Abstract

Ketersediaan cadangan minyak mentah yang minim di Indonesia menjadi dasar dari penelitian ini untuk membuat sebuah inovasi baru yang dapat diterapkan dalam teknik enhanced oil recovery menggunakan agent biologi rekombinan. Agen tersebut di desain sebagai penghasil rhamnolipid yang dapat meningkatkan volume ekstraksi minyak mentah dari dalam kilang minyak. Tujuan penelitian ini adalah mengkarakterisasi rhamnolipid rekombinan yang dihasilkan melalui pendekatan biologi sintetik Gen pengkode Rhamnolipid (RhlAB) di insersikan ke dalam pUC57 dibawah kontrol promoter T7. Hasil analisis kuantitatif menunjukan konsentrasi rhamnolipid tertinggi di peroleh setelah inkubasi selama 15 jam di dalam medium pertumbuhan Luria Bertani dengan pH7 dan temperature pertumbuhan 37°C, sedangkan analisis kualitatif menunjukan bahwa rhamnolipid rekombinan juga memiliki kemampuan untuk menurunkan tegangan permukaan dan memiliki aktivitas drop collapse. Kesimpulan penelitian ini adalah metode biologi sintetik dapat digunakan untuk memproduksi rhamnolipid rekombinan dengan aktivitas serupa dengan rhamnolipid yang di hasilkan dari species aslinya.
EVALUASI KESESUAIAN PENULISAN RESEP PASIEN NON BPJS RAWAT JALAN DENGAN FORMULARIUM RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR PERIODE OKTOBER – DESEMBER 2019 Binar Nursanti; Yulia Heryani
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v6i2.126

Abstract

Pelayanan farmasi rumah sakit adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit yang berorientasi kepada pelayanan pasien, penyediaan obat yang bermutu, pelayanan farmasi klinik yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penulisan resep pasien non BPJS rawat jalan dengan formularium Rumah Sakit Islam Bogor periode Oktober – Desember 2019. Penelitian ini bersifat deskriptif dan data diperoleh dari pengumpulan lembar resep yang kemudian ditelaah. Penggunaan suatu obat dikatakan sesuai dengan formularium apabila obat yang diresepkan terdapat dalam formularium rumah sakit. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesesuaian penulisan resep dengan formularium berdasarkan item obat (98,79%), dan berdasarkan lembar resep (96,55%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa presentase kesesuaian obat dengan formularium rumah sakit masih belum sesuai berdasarkan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit tahun 2008 yaitu (100%), maka perlu dilakukan evaluasi agar penulisan resep sesuai dengan formularium rumah sakit
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN AMOXICILLIN DI MASYARAKAT KAMPUNG KOLEBERES RW 16 KELURAHAN DAYEUHLUHUR KECAMATAN WARUDOYONG KOTA SUKABUMI Neilli Apolina CCI; Yudi Setiawan
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v6i2.127

Abstract

Ketidaktepatan penggunaan amoxicillin banyak ditemukan di masyarakat luas. Hal ini dapat menjadi penyebab terjadinya resiko buruk seperti resistensi antibiotik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan penggunaan amoxicillin di masyarakat kampung Koleberes RW 16 Kelurahan Dayeuhluhur Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi. Data dikumpulkan dengan teknik pengisian kuisioner yang telah divalidasi. Sampel ditentukan dengan purpose sampling berdasarkan kriteria inklusi yaitu masyarakat berusia 17-65 tahun dengan jumlah responden sebanyak 78 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa presentase tingkat pengetahuan responden terhadap amoxicillin, diketahui bahwa yang termasuk kedalam kategori tingkat pengetahuan baik sebanyak 17,9 %, kategori cukup sebanyak 46,2%, dan kategori kurang sebanyak 35,9%. Sementara untuk tingkat penggunaan amoxicillin, responden yang termasuk kedalam kategori tingkat pengetahuan baik sebanyak 15,4%, kategori cukup sebanyak 43,6%, dan kategori kurang sebanyak 41%.
FORMULASI MULTIGRANUL SALUT FILM DALAM KAPSUL UNTUK PELEPASAN OBAT SECARA TERKENDALI Wira Brata
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v6i2.128

Abstract

Penelitian ini tentang formulasi multigranul salut film dalam kapsul yang bertujuan memberikan pelepasan obat secara terkendali dengan bahan berkhasiat gliseril guaikolat. Multigranul yang digunakan terdiri dari 3 jenis granul, yaitu: 1 jenis granul tidak disalut sebagai dosis awal obat, dan 2 jenis granul salut film dengan beda konsentrasi penyalutnya. Penyalut film yang dgunakan adalah hidroksipropil metilselulosa ftalat dengan konsentrasi: 1%, 5%, 10%, dan 15%. Granul dibuat menggunakan Metode Panci Penyalut. Bobot granul untuk tiap kapsul adalah 450 mg mengandung gliseril guaiakolat sebanyak 100 mg untuk dosis awal dan 200 mg untuk dosis penjagaan berupa variasi 2 macam granul salut film. Kemudian dibuat formula-formula kapsul dengan kombinasi dari multigranul dan dilakukan pengujian pelepasan obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kapsul Formula 1 dan Formula 6 tidak memberikan profil pelepasan obat secara terkendali. Kapsul Formula 2 memberikan profil pelepasan obat secara terkendali selama 8 jam. Kapsul Formula 3 memberikan profil pelepasan obat secara terkendali selama 12 jam dengan jumlah obat terlarut yang terbesar, yaitu: 92,9%. Kapsul Formula 4 dan Formula 5 memberikan pelepasan obat secara terkendali selama 12 jam dengan jumlah obat terlarut 91,5% dan 89,2%. Kesimpulan diperoleh formula terbaik untuk pelepasan terkendali dari multigranul dalam kapsul yang paling lama secara uji disolusi.
AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIA REBUSAN DAUN KERSEN (Mutingia calabura L.) DAN DAUN TEH HIJAU (Camellia sinensis) SERTA KOMBINASINYA PADA MENCIT JANTAN Antonius Padua Ratu; Lilik Sulastri; Novriani Debora Siregar
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v7i1.129

Abstract

Hiperglikemia adalah kondisi tubuh mengalami peningkatan kadar glukosa darah melebihi batas normal. Daun kersen (Mutingia calabura L.) dan daun teh hijau (Camellia sinensis (L.) Kuntze) memiliki aktivitas antihiperglikemia. Metode yang digunakan yaitu maserasi dan rebusan. Ekstrak etanol dan rebusan dilakukan uji fitokimia setelah itu kelompok ekstrak etanol dan rebusan tunggal maupun kombinasinya diujikan ke mencit jantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelompok yang memberi aktivitas penurunan kadar glukosa dari ekstrak, rebusan tunggal daun kersen dan daun teh hijau maupun kombinasinya dibandingkan dengan kontrol positif. Hasil uji fitokimia dari ekstrak etanol dan rebusan daun kersen serta daun teh hijau menunjukan hasil positif untuk alkaloid, flavonoid, saponin, tanin. Pemberian perlakuan dan induksi sukrosa dilakukan selama 28 hari, pengukuran penurunan kadar glukosa darah mencit pada hari pertama dengan interval waktu 1 jam, 2 jam dan 3 jam dilanjutkan pengukuran tiap 1 minggu sekali 3 jam setelah perlakuan. Penurunan tersebar pada rebusan kersen tunggal (R1) dan penurunan terbesar kombinasi daun kersen dan daun teh (3:1) (R5). Penurunan rata-rata kontrol positif (akarbosa) 60,45%, rebusan daun kersen (R1) 51,62%, kombinasi rebusan 3:1 (R5) 53,44%.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA KASUS DIARE ANAK DI RAWAT INAP RSIA SAMMARIE BASRA JAKARTA Ferry Effendi; Teny Riyanti; Zahra Kesturi R
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v7i1.133

Abstract

Diare adalah terjadinya buang air besar, konsistensi cairan ekskresi lebih tinggi dari biasanya, dan frekuensi ekskresi lebih dari tiga kali dalam waktu 24 jam. Diare juga merupakan penyakit yang disebabkan oleh lingkungan, yang disebabkan oleh infeksi mikroba, seperti bakteri, virus, parasit, protozoa, dan menyebar melalui fecal-oral route (WHO). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengobatan pada pasien diare pediatrik di ruang rawat inap, dengan indikasi yang benar, pilihan obat yang tepat, dosis yang tepat, dan cara pemberian MIMS 2019 yang benar. Penelitian menggunakan desain cross-sectional (penampang lintang) untuk pengambilan sampel dari keseluruhan desain, dan 116 pasien memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara 116 pasien diare, 78 (67%) lebih mungkin memiliki anak laki-laki daripada 38 (33%) (distribusi usia terbesar antara 0 dan 5 tahun). Sebanyak 73 pasien (63%). Profil terapi penggunaan obat diare di rawat inap RSIA Sammarie Basra Jakarta adalah cairan elektrolit, zink, dan probiotik merupakan terapi utama yang diberikan 100%. Evaluasi ketepatan dosis menunjukkan pada aspek tepat tepat indikasi 100%, tepat pemilihan obat 100%, tepat dosis 87,89%, dan tepat cara pemberian 100%.
KARAKTERISTIK DAN STABILITAS SEDIAAN SERUM EKSTRAK BUAH KERSEN (Muntingia calabura L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI Liandhajani; Neng Fitria; Antonius Padua Ratu
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v7i1.140

Abstract

Buah kersen memiliki kandungan polifenol Vitamin C, Vitamin E, flavonoid dan antosianin. Kandungan flavonoid dan vitamin C yang berpotensi sebagai antioksidan berkhasiat untuk kesehatan kulit, sehingga dapat diaplikasikan dalam sediaan antioksidan seperti serum wajah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak buah kersen terhadap sifat fisik dan stabilitas, untuk mengetahui serum ekstrak buah kersen memenuhi syarat uji mutu fisik dan stabilitas serum dan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak yang paling disukai. Buah kersen dibuat menjadi ekstrak dengan pelarut etanol 70%, kemudian ekstrak buah kersen diformulasikan dalam bentuk serum wajah. Serum diuji karakteristik, uji iritasi, uji hedonik dan stabilitas sediaan meliputi uji mutu fisik yaitu uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar. Sediaan Serum ekstrak buah kersen mempunyai pengaruh terhadap sifat fisik dan stabilitas sediaan serum. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak dalam serum menghasilkan nilai viskositas tinggi, daya sebar dan pH yang semakin rendah, memiliki hasil organoleptis dan homogenitas yang baik serta serum yang dihasilkan tidak mengiritasi kulit. Karakteristik dan stabilitas sediaan serum ekstrak buah kersen sudah memenuhi syarat uji mutu fisik. Pada uji hedonik serum ekstrak buah kersen dengan konsnetrasi 10% lebih disukai responden.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN STUDI IN SILICO EKSTRAK BUAH PALA (Myristica fragrans Houtt) Bina Lohita Sari; Nyanyu Siti Aminah Lily Elfrieda; Kasman Marsuan; Puput Sapitri; Abdurrahman Hafidh
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v7i1.142

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang dapat mencegah atau memperlambat kerusakan sel, sehingga melindungi sistem biologis di dalam tubuh. Salah satu enzim yang dapat melindungi sel-sel dalam tubuh akibat serangan radikal bebas adalah superoxide dismutase (SOD). Senyawa aktif berupa metabolit sekunder dari bahan alam, umumnya mempunyai aktivitas antioksidan. Berdasarkan studi in vitro dan in silico, maka penelitian ini menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah Pala (Myristica fragrans Houtt) dan mendapatkan senyawa aktifnya berupa senyawa induk dan analognya. Senyawa analog dari bahan alam mempunyai bioavailabilitas yang lebih baik. Metode maserasi dengan pelarut etanol dilakukan untuk mendapatkan ekstrak kental, kemudian dikeringkan dengan vacuum dryer. Penentuan aktivitas antioksidan menggunakan pereaksi 2,2 difenil-1-pikrilhidrazil) atau DPPH. Pengumpulan senyawa aktif pada buah Pala menggunakan basis data KnapSack dan metode penambatan molekuler menggunakan AutoDock Tools dengan target enzim SOD dari PDBID:4A7G. Hasil aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah Pala sebesar 100,52 ± 1,06 ppm. Hasil penambatan molekuler dengan nilai penambatan yang lebih negatif dari senyawa lainnya, adalah senyawa induk myristicin dan analog isoeugenol yaitu methyl isoeugenol dengan nilai ∆G sebesar -3,28 ± 0,028 dan -3,23±0,01. Kedua senyawa berikatan dengan residu His110 yang berperan sebagai asam amino aktif inhibitor antioksidan.

Page 7 of 17 | Total Record : 164