cover
Contact Name
Harry Noviardi
Contact Email
harry.noviardi@gmail.com
Phone
+622518323819
Journal Mail Official
lppm@sttif.ac.id
Editorial Address
Jl. Kumbang No.23, Bogor, Jawa Barat, 16151
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
ISSN : 25026011     EISSN : 26864487     DOI : https://doi.org/10.47219/ath
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmamedika dikelola oleh Lembag Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor. Frekuensi penerbitan jurnal sebanyak 2 kali dalam satu tahun pada bulan Juni dan Desember. Kategori tulisan berupa hasil penelitian dari peneliti maupun akademisi dalam bidang Kimia Bahan Alam, Analisis Farmasi, Farmakologi dan Toksikologi, Kimia Medicinal, Biologi Molekular dan Bioteknologi, Farmakoterapi, Farmasi Klinis, Farmasetika dan Teknologi Farmasi, Biologi Farmasi, Manajemen Farmasi, Farmakoekonomi.
Articles 164 Documents
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN RESEP DI APOTEK K24 KEMAKMURAN DEPOK Binar Nursanti; Evi Nurul Afiatul
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v7i2.170

Abstract

Layanan Pelayanan kefarmasian yakni pelayanan serta bertanggung jawab kepada pasien yang mengaitkan sediaan farmasi dengan tujuan buat menggapai hasil yang nyata serta tingkatkan mutu hidup pasien. Salah satu aspek analisis kepuasan pasien adalah pencapaian kualitas pelayanan di apotek. Kasus dalam peresepan serta banyak perihal yang dikeluhkan penderita, peneliti tertarik guna melaksanakan penelitian. Riset ini dilakukan guna melihat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan formula di Apotek K24 Sejahtera Depok. Penelitian merupakan penelitian observasional prospektif, data yang digunakan ialah data asli yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan kuesioner. Kemudian dilakukan pengolahan deskriptif terhadap data yang didapat. Populasi dalam penelitian ini meliputi seluruh pasien Apotek K 24 Kemakmuran Depok yang berkunjung dengan membawa resep. Sampel penelitian diambil secara accidental sampling yaitu sebanyak 96 orang. Hasil penelitian ini ada sebanyak 54 responden berjenis kelamin wanita dan 42 responden berjenis kelamin pria, dimana 34,38% lebih banyak responden berusia 26-35 tahun dengan tingkat pendidikan tertinggi SMA/SMK sebanyak 59,38% dan sebagian besar responden pegawai swasta yakni sebanyak 42,71%. Dari hasil tingkat kepuasan didapatkan perolehan hasil dimensi Bukti Fisik sebesar 92,70%, dimensi Keandalan 89,60%, dimensi Jaminan 78,10%, dimensi Kepedulian 80,20%, sertaimensi Daya Tanggap sebesar 81,30%.
KARAKTERISASI DAN PENETAPAN KADAR PREKURSOR INSULIN YANG DIPRODUKSI OLEH REKOMBINAN Pichia pastoris Dudi Hardianto; Fahroziah Assyifa; Efrida Martius; Dihan Laziba; Juwartina Ida Royani; Triyani Sumiati; Anna Safarrida
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v7i2.178

Abstract

Jumlah penderita diabetes melitus meningkatkan setiap tahunnya sehingga kebutuhan insulin meningkat. Insulin merupakan obat utama untuk pasien diabetes mellitus tipe 1 (DMT1). Dalam beberapa kasus, diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) memerlukan insulin untuk pengobatannya. Saat ini, Escherichia coli, Saccharomyces cerevisiae, Pichia pastoris, dan Hansenula polymorpha merupakan sistem ekspresi yang digunakan secara luas untuk memproduksi prekursor insulin. Prekursor insulin diubah menjadi insulin secara enzimatik. Pada penelitian ini, digunakan Pichia pastoris untuk memproduksi prekursor insulin karena mampu memproduksi prekursor insulin dalam jumlah besar dan disekresikan ke luar sel Pichia pastoris sehingga mempermudah proses pemurnian. Penelitian diawali dengan regenerasi dan seleksi Pichia pastoris. Pichia pastoris terpilih ditumbuhkan dalam media fermentasi kemudian prekursor insulin yang dihasilkan dikarakterisasi dengan elektroforesis SDS-PAGE dan kadar insulin diukur dengan Elisa. Hasil karakterisasi menunjukkan prekursor insulin berupa pita berukuran sekitar 7 KDa dengan kadar prekursor insulin 6,88 µUI/mL.
SARANG SEMUT (Myrmecodia Pendans) SEBAGAI BAHAN BAKU TEH HERBAL ANTIKANKER Nina Imaniar; Silvi Nurafni; Diah Ayu Pitaloka; Ivan Salman
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v7i2.179

Abstract

Sarang semut (Myrmecodia pendans) merupakan jenis tanaman epifit dengan banyak kandungan bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Berbagai penelitian mengemukakan bahwa sarang semut mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid dan tanin yang dapat menghambat proliferasi sel kanker melalui aktivitas antioksidannya. Sarang semut pada umumnya di jual dalam bentuk potongan-potongan kecil yang di rebus bersama air kemudian di ambil rebusannya untuk dikonsumsi guna mendapatkan manfaat dari komponen bioaktif yang terkandung di dalam tanaman tersebut. Latar belakang yang menjadi fokus pada penelitian ini adalah untuk mengetahui efek sitotoksik ekstrak sarang semut terhadap penghambatan proliferasi sel kanker sebagai langkah awal pengembangan teh herbal antikanker. Tujuan dari penelitian ini adalah menambah alternatif pemanfaatan bahan lokal berupa sarang semut sehingga lebih mudah untuk dimanfaatkan kandungan kimia yang terkandung di dalamnya serta untuk mengetahui tingkat toksisitas teh herbal sarang semut sebagai bahan antikanker. Metode pada penelitian ini yaitu berupa penelitian eksperimental meliputi pengumpulan dan penyiapan bahan tumbuhan, skrining fitokimia, uji antioksidan serta analisis toksisitas sebagai langkah awal untuk uji praklinis tumbuhan yang berpotensi sebagai antikanker. Hasil skrining fitokimia diperoleh bahwa ekstrak air sarang semut mengandung flavonoid, tanin, saponin dan terpenoid. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH diperoleh nilai IC50 ekstrak air sarang semut sebesar 4,94 µg/mL yang memiliki aktivitas lebih baik dibandingkan kontrol positif vitamin C. Uji toksisitas penelitian ini menggunakan metode BSLT diperoleh nilai LC50 ekstrak air sarang semut sebesar 152 µg/mL yang masuk pada kategori toksik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kandungan senyawa aktif dalam sarang semut untuk dikembangkan sebagai pengobatan terhadap penyakit kanker.
EVALUASI KEJADIAN INTERAKSI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS TANAH SAREAL Siti Mariam; Anisa Salsabilila Y; Noneng Kurniasih
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v7i2.189

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit sistem kardiovaskular yang paling banyak ditemukan dibandingkan dengan penyakit sistem kardiovaskular lainnya. Pada hipertensi pengobatan jangka panjang, dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat dengan obat penyakit penyerta yang diderita pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian interaksi obat antihipertensi di Puskesmas Tanah Sareal periode Januari–Desember 2021. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif observasional, pengambilan data secara retrospektif terhadap data sekunder rekam medis sebanyak 290 pasien terdiri dari perempuan 192 (66,21%) pasien dan laki-laki 98 (33,79%) pasien yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan pasien paling banyak usia 56–65 tahun sebanyak 117 pasien (40,34%), Penyakit penyerta terbanyak Dispepsia 92 pasien (31,72%%). Pasien mayoritas mendapatkan 2–4 obat sebanyak 272 pasien (93,79%). Obat antihipertensi yang paling banyak digunakan, yaitu amlodipin tunggal sebanyak 262 pasien (90,34%), obat penyakit penyerta paling banyak paracetamol 171 pasien (58,97%). Interaksi obat terjadi pada 49 (29,70%) pasien dari 165 pasien yang berpotensi mengalami interaksi obat dari obat antihipertensi dengan obat-obat penyakit penyerta. Obat yang berinteraksi adalah amlodipine dengan obat NSAIDs. Interaksi amlodipin dengan ibuprofen sebanyak 16 kasus (27%), amlodipin dengan natrium diklofenak sebanyak 26 kasus (38%), dan amlodipin dengan asam mefenamat sebanyak 7 kasus (44%) dari interaksi yang berpotensi berdasarkan literatur. Kejadian interaksi ditunjukkan dengan terjadinya peningkatan tekanan darah sistolik rata-rata 9,84 mm Hg dan tekanan darah diastolik rata-rata 5,92 mm Hg pada pasien.
AUTENTIKASI KULIT BUAH G. FORBESII KING DARI RISIKO ADULTERASI G. MANGOSTANA L MENGGUNAKAN KOMBINASI KEMOMETRIK-SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Samsul Hadi; Kunti Nastiti
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v8i1.171

Abstract

Garcinia forbesii King adalah anggota genus Garcinia. Tanaman ini adalah tanaman endemik pulau Sumatera dan Kalimantan di Indonesia. Uji aktivitas dan isolasi senyawa aktif sudah dilakukan oleh para peneliti diantaranya bagian pericarp dari G. forbesii sudah terbukti memiliki kemampuan antioksidan, antiplasmodial dan antidiabetes secara invitro. Oleh karena itu untuk menjaga kualiatas bahan mentah dari G. forbesii diperlukan uji autentikasi. Metode yang dipergunakan dalam uji autentikasi ini menggunakan kemometrik dikombinasi oleh spektrofotometri UV-vis, komposisi bahan yang dipergunakan adalah G.forbesii: G.mangostana; 0;15;45;55;80 dan 100%.. Analisis data yang digunaka menggunakan PLSR. Hasil yang diperoleh dalam uji ini adalah pada daerah lamda 248.92-224.66 nm model derivatisasi kedua RMSEC 4.79; R2 0,9901; RMSEP 5,01; R2;0,9909; RMSECV 12,6; R2 0,9308. Pada lamda 292.37- 256.16 nm model derivatisasi pertama RMSEC 6,1; R2 0,9839; RMSEP 6,19; R2 6,19; RMSECV 18,6; R2 0,8642. Kesimpulannya adalah Lamda berkisar 248.92-224.66 nm model derivatisasi kedua merupakan model yang terbaik untuk autentikasi Garcinia forbesii.
EFEKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL DAUN BARU CINA (Artemesia vulgaris L ) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans Afifah Nur Shobah; Dharojatul Khasfah; Sofi Nurmay Stiani; Fajrin Noviyanto
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v8i1.174

Abstract

Pengobatan kandidiasis umumnya dilakukan dengan memberikan obat antifungi yang berasal dari golongan azole. Candida albicans merupakan khamir atau jamur tidak berfilamen yang bersifat patogen. Salah satu cara alternatif untuk menghambat antijamur yaitu melalui penggunaan obat tradisional. Tanaman daun baru cina bagian dari tanaman obat keluarga (toga), dan secara empiris oleh masyarakat untuk pengobatan keputihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui efektivitas konsentrasi dan metabolit sekunder dari ekstrak etanol daun baru cina (Artemisia vulgaris L). Metode penelitian ini dilakukan dengan cara pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak digunakan ekstraksi dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% selama 3 x 24 jam, dan dilanjutkan dengan proses skrining fitokimia. Hasil skrining fitokimia ini menunjukkan bahwa adanya senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid. Kemudian dilanjutkan dengan proses pengujian efektivitas antifungi menggunakan metode apus Kirby-Bauer dengan menggunakan kertas cakram dan ekstrak daun baru cina dengan konsentrasi 20%, 40%, 60%, kontrol negatif, dan kontrol positif. Hasil penelitian ini didapatkan zona hambat pada konsentrasi 20% dengan diameter zona hambat 11,95 mm, pada konsentrasi 40% dengan diameter zona hambaat 12,91 mm, pada konsentrasi 60% dengan diameter zona hambat 16,23 mm, sedangkan kontrol positif memiliki diameter zona hambat sebesar 21,18 mm dan kontrol tanpa perlakuan tidak memiliki zona hambat. Ekstrak etanol daun baru cina (Artemisia vulgaris L) efektif sebagai antifungi untuk menghambat pertumbuhan Candida albicans. Konsentrasi optimum yang dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans yaitu konsentrasi 60%, semakin tingginya konsentrasi maka semakin besar diameter zona hambat antifungi.
STUDI PERESEPAN OBAT ANTIVIRUS OSELTAMIVIR DI APOTEK NGAGEL JAYA SURABAYA Sholihatil Hidayati; Ribut Retno Agustin; Lisus Setyowati; Ayu Angger Putri
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v8i1.185

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit pernafasan yang disebabkan oleh virus corona jenis baru yaitu Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Salah satu obat yang digunakan selama masa pandemi adalah oseltamivir. penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola peresepan obat antivirus Oseltamivir berdasarkan umur, jenis kelamin, dosis pemberian, lama pemberian, frekuensi pemberian, peresepan tunggal, peresepan racikan, peresepan obat tambahan di Apotek Ngagel Jaya Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif/retrospektif dengan menyajikan data berupa persentase dalam bentuk tabel. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lembar resep pasien di Apotek Ngagel Jaya periode Juli- Desember 2021 dengan data resep pasien Apotek Ngagel Jaya pada bulan Juli-Desember 2021 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.jumlah sampel pada penelitian ini ditentukan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasien menunjukkan bahwa usia 46-55 tahun menunjukkan data terbanyak dengan jenis kelamin perempuan. Profil peresepan menunjukkan dosis pemberian obat antivirus oseltamivir yang diresepkan yaitu 75 mg tiap 12 jam dengan frekuensi pemberian obat 2 x sehari 1 tablet dan lama pemberian obat paling banyak yaitu 5 hari. Bentuk peresepan racikan terbanyak dalam bentuk sediaan kapsul dan obat tambahan paling banyak yaitu levofloksasin. Antivirus oseltamivir direkomendasikan dalam terapi covid-19.
UJI KUALITATIF DAN KUANTITATIF TETRASIKLIN DALAM SIMULASI SAMPEL SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Ni Ketut Esati; Kadek Duwi Cahyadi; Gusti Ayu Dewi Lestari
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v8i1.190

Abstract

Analisis kualitatif dengan pereaksi warna merupakan metode pendahuluan yang dapat dilakukan untuk menentukan keberadaan suatu zat. Perbedaan sensitivitas pada tiap pereaksi terhadap suatu zat dapat berbeda-beda. Uji kuantitatif tetrasiklin pada sampel menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis memerlukan metode ekstraksi yang paling optimal sehingga memberikan hasil yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari batas deteksi suatu pereaksi warna terhadap tetrasiklin, dan analisis kuantitatif yang diawali dengan optimasi metode ekstraksi tetrasiklin dari sampel. Selain itu juga dilakukan validasi metode analisis tetrasiklin dengan spektrofotometri UV-Vis yang meliputi parameter linearitas, LOD dan LOQ, presisi, serta akurasi. Pada penelitian ini telah dipelajari respon dari 2 pereaksi warna terhadap larutan baku tetrasiklin. Pereaksi formalin 37% dan asam sulfat 98% dapat mendeteksi larutan tetrasiklin sampai konsentrasi terkecil yaitu 500 ppm. Pada penelitian ini juga dilakukan perbandingan metode ekstraksi Buffer McIlvaine pH 4-NaEDTA dan Buffer McIlvaine pH 4-metanol. Diperoleh bahwa metode ekstraksi Buffer McIlvaine pH 4-metanol yang efisien digunakan untuk mengekstraksi tetrasiklin dalam sampel daging ayam, yang hasil ekstraksinya diukur dengan spektrofotometer UV-Vis. Metode pengukuran tetrasiklin menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis telah divalidasi, sehingga diperoleh nilai: LOD 0,9982 ppm; LOQ 3,3275 ppm; %RSD 1,01% dan 1,36%; serta nilai recovery sebesar 100,66 %.
FORMULASI SEDIAAN SUSPENSI EKSTRAK KERING UMBI TALAS JEPANG ( Colocasia esculenta (L.) Schott ) MENGGUNAKAN PENSTABIL NA – CMC UNTUK MENANGANI STUNTING Anarisa Budiati; Mochammad Futuchul Arifin; Yati Sumiyati; Dinda Indra Antika
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v8i1.191

Abstract

Umbi talas jepang (Colocasia esculenta (L.) Schott) dibudidayakan di Indonesia mengandung zat besi dan zink yang digunakan untuk menangani stunting. Ekstak kering umbi talas dikembangkan menjadi sediaan cair suspensi, mudah digunakan serta lebih disukai oleh anak-anak. Formulasi sediaan suspensi dibuat dengan variasi suspending agent Na-CMC dengan konsentrasi 0,2% dan 0,4% serta variasi wetting agent Propilenglikol dengan konsentrasi 10% dan 15%. Dilakukan uji evaluasi yaitu: uji organoleptik, viskositas, pH, redispersi, dan volume sedimentasi. Didapat formula terbaik yaitu formula 1 dengan betuk cair, warna merah muda, rasa manis strawberry dan aroma strawberry, pH 6, viskositas 230 cPs, redispersi 7x kocokan, dan volume sedimentasi pada menit ke-15 yaitu 0,18 dan hasil uji stabilitas selama 14 hari pada suhu kamar (25 oC) dan suhu 40 oC menunjukkan terdapat perbedaan yang siginifikan dari suhu dan lamanya penyimpanan terhadap viskositas larutan dan sedimentasi larutan.
POTENSI SENYAWA ANTIOKSIDAN DARI TANAMAN KROKOT (PORTULACA GRANDIFLORA): NARRATIVE REVIEW Waras Nurcholis; Riyan Alifbi Putera Irsal; Rara Annisaur Rosyidah; Muhammad Riyo Agung Kurnia; Syarifah Iis Aisyah
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v8i1.192

Abstract

Krokot (Portulaca grandiflora) merupakan tanaman hias yang belum banyak diketahui dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Tanaman ini juga bermanfaat sebagai obat dan kosmetik (bahan baku). Krokot (P. grandiflora) mengandung beragam metabolit sekunder, antara lain alkaloid, flavonoid, tanin, dan lainnya. P. grandiflora diketahui memiliki potensi sebagai antioksidan. Aktivitas antioksidan dari salah satu bagian untuk satu jenis tanaman dapat berbeda karena kandungan fitokimia dari setiap bagian tanaman juga berbeda. Review ini menjelaskan kandungan fitokimia dan kadar antioksidan dari tanaman P. grandiflora dari artikel ilmiah. Artikel yang dituju bersumber dari jurnal internasional, jurnal nasional terakreditasi sinta. Terdapat banyak kandungan fitokimia dari P. grandiflora dan berpotensi bekerja sebagai antioksidan. Berdasarkan artikel dan senyawa fitokimia yang didapat tanaman P. grandiflora berpotensi sebagai antioksidan.

Page 9 of 17 | Total Record : 164