cover
Contact Name
Harry Noviardi
Contact Email
harry.noviardi@gmail.com
Phone
+622518323819
Journal Mail Official
lppm@sttif.ac.id
Editorial Address
Jl. Kumbang No.23, Bogor, Jawa Barat, 16151
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
ISSN : 25026011     EISSN : 26864487     DOI : https://doi.org/10.47219/ath
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmamedika dikelola oleh Lembag Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor. Frekuensi penerbitan jurnal sebanyak 2 kali dalam satu tahun pada bulan Juni dan Desember. Kategori tulisan berupa hasil penelitian dari peneliti maupun akademisi dalam bidang Kimia Bahan Alam, Analisis Farmasi, Farmakologi dan Toksikologi, Kimia Medicinal, Biologi Molekular dan Bioteknologi, Farmakoterapi, Farmasi Klinis, Farmasetika dan Teknologi Farmasi, Biologi Farmasi, Manajemen Farmasi, Farmakoekonomi.
Articles 164 Documents
PENGARUH TEGANGAN PERMUKAAN DAN LAPISAN GANDA ELEKTRIK TERHADAP KESTABILAN EMULSI KRIM ANTI NYAMUK AEDES AEGYPTI Wita Pradiani; Riska Zulhaini; Arief Heru Prianto
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v7i1.143

Abstract

Insect repellent atau replan adalah bahan yang memiliki kemampuan untuk melindungi manusia dari gigitan nyamuk bila dioleskan ke permukaan kulit. Pengendalian yang sering digunakan adalah pemberian insektisida sintetik yang dapat menimbulkan banyak dampak negatif. Alternatif yang bisa digunakan adalah dengan menggunakan insektisida nabati dari minyak biji mimba yang kandungan senyawa utamanya azadirachtin. Minyak biji mimba diformulasikan ke dalam sediaan emulsi dalam bentuk krim, dimana pengujian yang dilakukan memilih konsentrasi emulgator yang baik untuk sediaan krim minyak biji mimba dengan menguji kestabilan emulsi (Viskositas, Ukuran Droplet ). Berdasarkan data yang diperoleh emulgator yang baik adalah dengan konsentrasi asam stearate 4% dan setil alcohol 7% dengan nilai droplet 21,872 dan nilai viskositas 5150 cps. Berdasarkan eksperimen yang dilakukan menunjukkan adanya pengaruh viskositas dan ukuran droplet terhadap kestabilan emulsi krim anti nyamuk Aedes aegypti yang mengakibatkan penurunan tegangan permukaan dan peningkatan potensial permukaan)
MANFAAT JUS BUAH PARE (Momordica charantia) TERHADAP GLUKOSA DARAH DAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS DALAM SKEMA PENGOBATAN HOLISTIK Farhan; Chaidir; Husen Ahmad
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v7i1.152

Abstract

Diabetes mellitus sebagai salah satu penyakit kronik dengan solusi pengobatan yang panjang menggunakan obat kimia dan memiliki tingkat kejenuhan pengobatan yang tinggi sehingga banyak orang beralih kepada pengobatan alternatif. Salah satunya adalah dengan menggunakan obat tradisional, namun pemahamannya masih bersifat reduksionis atau mengganti obat kimia menjadi obat yang berasal dari bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat dan pengaruh jus buah pare yang dibuat secara tradisional terhadap glukosa darah dan kualitas hidup pasien diabetes mellitus yang menjalani perawatan dengan skema pengobatan holistik. Penelitian dilakukan pada pasien diabetes mellitus tipe 2 pada tahap awal yakni pasien yang baru terkena diabetes mellitus tanpa komplikasi penyakit lain. Kadar glukosa darah dicek sejak pasien mulai perawatan sampai pasien pulang, begitu juga pemantauan kualitas hidup menggunakan kuesioner instrumen SF-36. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jus buah pare yang diolah secara tradisional memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kondisi klinis pasien dengan skema pengobatan holistik yang diukur pada kadar glukosa darah sewaktu sebesar 51,5% dengan signifikansi 0,001. Pada kualitas hidup pasien memberi pengaruh sebesar 61,3% dengan signifikansi 0,000 yang berarti ada perbedaan yang berbeda bermakna pada kadar gula darah sewaktu dan kualitas hidup pasien sebelum dan setelah diberika jus buah pare.
ANALISIS HUBUNGAN KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK TERHADAP LAMA RAWAT PADA PASIEN COMMUNITY ACQUIRED PNEUMONIA (CAP) DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT ANNA MEDIKA PERIODE 2020 Feri Setiadi; Sharfina Maulidayanti; Nuzul Gyanata Adiwisastra; Devi Naibaho
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v7i2.141

Abstract

CAP Community-acquired pneumonia merupakan pneumonia yang menginfeksi pasien di luar rumah sakit atau pada komunitas. Pneumonia adalah adanya inflamasi, pembengkakan atau peradangan pada jaringan parenkim paru yang biasanya dikaitkan dengan pengisian alveoli dengan cairan yang disebabkan oleh mikroorganisme yaitu bakteri, virus, jamur dan parasit Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubunganketepatan antibiotik terhadap lama rawat pasien Community Acquired Pneumonia (CAP) di instalasi rawat inap Rumah Sakit Anna Medika periode 2020. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental secara cross sectional, dan pengambilan data dilakukansecara retrospektif yang berdasarkan catatan data rekam medis. Data yang diperoleh dari rekam medis pasien sebanyak 155 pasien. Hasil penelitian yang dihasilkan bahwa angka kejadian (CAP) terbanyak pada jenis kelamin laki- laki 59,3% dan pada usia 18-60 tahun 74,1%. Golongan antibiotik tunggal yang paling banyak digunakan adalah golongan fluoroquinolon yaitu levofloksasin 33.3 % dan kombinasi levofloksasin dengan seftriaxon 5.6 % Pada penelitian ini didapat penggunaan antibiotik yang tepat sebanyak 46 pasien 85,2%, dan 8 pasien 14,8% penggunaan antibiotik yang tidak tepat, lama rawat pasian 1-7 hari 92.5 % > 7 hari 7.5 %. Berdasarkan dari ketepatan penggunaan antibiotik dari kriteria 4T yaitu, Tepat Pasien 100%, Tepat Obat 100%, Tepat Dosis 85, 2% dan Tepat Indikasi 100%. Hasil dari hubungan antara ketepatan penggunaan antibiotik dengan lama rawat pasien nilai p = 0,008, OR = 0,037, CI = 0,003-0,427. Dengan demikian, terdapat hubungan antara ketepatan penggunaan antibiotik dengan lama rawat pasien.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN RESEP TUNAI DI APOTEK KIMIA FARMA JUANDA BOGOR Neilli Apolina CCI; Tutik Ekowati
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v7i2.156

Abstract

Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukannya pekerjaan kefarmasian. Salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan pelayanan kefarmasian di apotek adalah dengan studi kepuasan pelanggan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sosiodemografi konsumen , tingkat kepuasan konsumen dan mengetahui nilai kesenjangan (selisih antara harapan dan kenyataan) pasien resep tunai terhadap pelayanan di Apotek Kimia Farma No. 7 Bogor. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan Single Cross Sectional Study (pendekatan dengan observasi atau pengumpulan data sekaligus dalam kondisi waktu tertentu). Responden yang dipilih adalah pengunjung Apotek Kimia Farma 07 yang datang untuk menebus resep dengan metode non propability sampling dengan jumlah tertentu. Tingkat kepuasan konsumen diukur menggunakan model SERVQUAL (Service Quality) terhadap 5 dimensi kualitas layanan yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance dan emphaty. Hasil penelitian menunjukan presentase tingkat kepuasan konsumen rata-rata sebesar 95,02%. Dimensi tangibel merupakan dimensi yang paling memerlukan perbaikan karena nilai rata-rata kesenjangan paling tinggi yaitu minus 0,283 dan tingkat kepuasan terendah diantara yang lain yaitu 94,27 %. Dan dimensi yang paling tinggi adalah dimensi responsive dengan tingkat kesenjangan adalah minus 0,202 dan tingkat kepuasan 95,74%.
PENAPISAN VIRTUAL SENYAWA AKTIF SIRIH MERAH (Piper Crocatum) SEBAGAI INHIBITOR ANGIOTENSIN CONVERTING ENZYME Riyan Alifbi Putera Irsal; Djarot Sasongko Hami Seno; Mega Safithri; Rini Kurniasih
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v7i2.157

Abstract

Lisinopril (Angiotensin Converting Enzyme inhibitor) merupakan obat pilihan lini pertama dalam pengobatan hipertensi, namun obat tersebut masih memiliki banyak efek samping. Sirih merah telah banyak digunakan dalam pengobatan herbal dan diharapkan berpotensi menghambat aktivitas ACE (Angiotensin Converting Enzyme). Penelitian ini bertujuan untuk menemukan senyawa aktif yang berpotensi menghambat ACE in silico dengan metode molecular anchoring. Enzim ACE memiliki sisi pengikatan Metal binding yang mengikat di logam zinc, interaksi tersebut melibatkan asam amino HIS383, HIS387, dan GLU411. Situs aktif dari enzim ACE terletak pada asam amino GLU384. Ion zinc merupakan komponen penting dari ACE karena terikat pada situs aktif. Terdapat 7 ligan yang berinteraksi dengan asam amino penting sesuai ligan alami dan bernilai (bebas Gibbs dan Ki) lebih negatif dari ligan alaminya. Terdapat 1 ligan yang menjadi terbaik diantara 7 ligan yaitu, 3S,5R,8R,9R,10R,12R,13R,14R,17S)-17-[(2S)-5-[2-(3,4-dimethoxyphenyl)ethylamino]-2-hydroxypentan-2-yl]- 4,4,8,10,14-pentamethyl-2,3,5,6,7,9,11,12,13,15,16,17-dodecahydro-1H-cyclopenta[a]phenanthrene-3,12- diol.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN SEPSIS NEONATUS DI RAWAT INAP PERINATOLOGI RSUD TARAKAN Pra Panca Bayu Chandra Panca; Priyanto; Nur Rahmi
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v7i2.158

Abstract

Sepsis neonatus atau sepsis pada bayi baru lahir adalah sindrom klinis akibat infeksi aliran darah yang bersifat invasif, yang terjadi dalam satu bulan pertama kehidupan dan ditandai dengan adanya mikroorganisme patogen dalam darah, cairan sumsum tulang atau air kemih. Mikroorganisme patogen tersebut dapat berupa bakteri, virus, jamur, dan protozoa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan penggunaan antibiotik dengan kriteria tepat jenis obat, tepat dosis, dan tepat lama pemberian yang diberikan pada pasien sepsis neonatus di Rawat Inap Perinatologi RSUD Tarakan periode Mei sampai Juli 2017. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif terhadap data rekam medis seluruh pasien diagnosis sepsis neonatus. Sampel penelitian ini adalah 75 pasien sepsis neonatus yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik dilakukan dengan melihat standar pengobatan sepsis neonatus berdasarkan panduan sepsis pada neonatus RSUD Tarakan (2016), IDAI (2009), WHO (2012), Sepsis Management Guidelines for Neonates (2016), Neonatology Sixth Edition (2009), dan British National Formulary for Children (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien sepsis neonatus di Rawat Inap Perinatologi RSUD Tarakan ketepatan jenis obat sebanyak 91,18%, ketepatan dosis sebanyak 91,18%, dan ketepatan lama pemberian sebanyak 92,94%.
OPTIMASI FORMULA SEDIAAN KRIM BERAS (Oryza Sativa L.) TIPE M/A DENGAN VARIASI ASAM STEARAT, SETIL ALKOHOL DAN TRIETANOLAMIN Happy Elda Murdiana; Mega Karina Putri; Melia Eka Rosita; Yosua Adi Kristariyanto; Aloysia Yossy Kurniawaty
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v7i2.161

Abstract

Beras mempunyai aktivitas antioksidan dan tabir surya sehingga bermanfaat bagi kulit diantaranya mencerahkan kulit, menghilangkan bintik hitam, mencegah penuaan dini dan mengatasi jerawat. Formulasi krim beras untuk perawatan kulit merupakan sediaan farmasi yang dipilih dengan keuntungan praktis dan mudah digunakan. Penggunaan asam stearat, setil alkohol dan trietanolamin (TEA) dapat membentuk emulsi tipe minyak dalam air yang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi formula krim beras menggunakan kombinasi asam stearat, setil alkohol dan trietanolamin. Krim dibuat 8 formula dengan kisaran konsentrasi asam stearat antara 5,0-6,5%, setil alkohol antara 2,5-4,0% dan trietanolamin kisaran 1,0-1,5%. Hasil uji organoleptis menyatakan semua formula mempunya karakteristik yang sama yaitu berwarna putih susu, berbau green tea dan mempunyai tektur yang lembut. Uji homogenitas menunjukkan semua formula homogen. Hasil uji pH pada formula 5 dan 6 yaitu 6,4 ±0,1 dan 6,3±0,17 memenuhi syarat pH ideal krim (4,5-6,5). Semua formula memenuhi persyaratan viskositas yang baik untuk sediaan semisolid menurut SNI. Formula 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 mempunyai persyaratan daya sebar yang baik yaitu 5-7cm. Hasil uji daya lekat menyatakan bahwa semua formula memenuhi persyaratan daya lekat krim yang baik yaitu > 1 detik. Semua formula menunjukkan tipe M/A. Hasil uji stabilitas menunjukkan bahwa sediaan krim beras stabil. Hasil uji yang telah menunjukkan formula optimum dalam penelitian ini adalah formula5 dan formula 6.
FORMULASI NANOSUSPENSI EKSTRAK KERING RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) DENGAN METODE GELASI IONIK DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN Moch Futuchul Arifin; Yuslia Noviani; Anarisa Budiati; Isnaini Hidayanti
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v7i2.163

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb.) mengandung kurkumin berkhasiat sebagai antioksidan. Rendahnya kelarutan, ketersediaan hayati dan stabilitas menjadi kendala untuk dikembangkan sebagai sediaan oral. Tujuan penelitian adalah memformulasi ekstrak kering menjadi nanosuspensi antioksidan dengan metode gelasi ionik. Dilakukan optimasi nanosuspensi terhadap empat formula yang mengandung konsentrasi ekstrak kering sebesar : 100-700 x IC50. Penetapan formula optimum dari ke-empat formula berdasarkan: stabilitas, ukuran partikel dan indeks polidispersitas. Formula optimum dikarakterisasi meliputi: morfologi, potensial zeta, efisiensi penjerapan dan aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Formula dengan 100 x IC50 paling stabil, ukuran partikel 300,4 nm dan indeks polidispersitas 0,292 ditetapkan sebagai formula optimum. Hasil karakterisasi nanosuspensi formula optimum: potensial zeta +47,7; efisiensi penjerapan 63,49% dan aktivitas antioksidan IC50, 30,22 bpj. Ekstrak kering dapat diformulasikan sebagai nanosuspensi antioksidan dan berpotensi dikembangkan sebagai sediaan oral.
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA RIIL DENGAN TARIF KLAIM COST PER DAY DAN OUTCOME KLINIS PADA PASIEN COVID-19 DENGAN KOMORBID HIPERTENSI DAN DIABETES MELITUS DI RSUP FATMAWATI Widya Wulan Ayu Puspitaningrum; Hesty Utami; Yusi Anggriani; Setianti Haryani
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v7i2.164

Abstract

COVID-19 menjadi pandemi dunia yang mempengaruhi sektor kesehatan, sosial, ekonomi, dan keuangan. Kebijakan yang dibuat Pemerintah Indonesia dalam keadaan darurat untuk meminimalkan angka kematian pasien COVID-19. Pada awal pandemi, pembayaran klaim menggunakan tarif per hari (cost per day) berdasarkan lama rawat inap dan pelayanan kesehatan yang diberikan bersifat fee for service, sedangkan saat ini menggunakan tarif paket INA-CBGs. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan biaya riil dengan tarif klaim cost per day dan outcome klinis pada pasien COVID-19 dengan komorbid hipertensi dan/atau DM. Penelitian dilakukan menggunakan metode analitik observasional dengan desain studi kohort retrospektif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif periode Juli 2020 hingga Desember 2020 di RSUP Fatmawati. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan (p≤0,05) besarnya biaya riil rumah sakit dengan tarif klaim cost per day pasien COVID-19 komorbid hipertensi dan/atau DM. Terdapat hubungan bermakna (p≤0,05) antara antibiotik (Levofloxacin), antikoagulan (Heparin), kortikosteroid (Dexamethason), vitamin (Vit C + Vit D3 + Zink), obat antihipertensi (Amlodipin), obat antidiabetes (Insulin Lantus), dan obat lain (Asetilsistein) dengan outcome klinis. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan antara besarnya biaya riil rumah sakit dengan tarif klaim cost per day pasien COVID-19 komorbid hipertensi dan/atau DM yaitu selisih positif yang merupakan keuntungan rumah sakit yaitu rata-rata selisih positif pada 79 pasien COVID-19 dengan komorbid hipertensi Rp 111.693.429, rata-rata selisih positif pada 21 pasien COVID-19 dengan komorbid DM Rp 117.160.014, dan rata-rata selisih positif pada 26 pasien COVID-19 dengan komorbid hipertensi dan DM Rp 140.310.694. Profil obat berpengaruh terhadap outcome klinis pasien COVID-19 dengan komorbid hipertensi dan/atau DM.
ANALISA EFEKTIVITAS BIAYA SEFTRIAKSON DAN SEFTIZOKSIM TERHADAP PASIEN COMMUNITY ACQUIRED PNEUMONIA DI RS RST DD Debi Susanti; Yusi Anggriani; Maura Linda Sitanggang; Fadhlia Majidiah
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v7i2.169

Abstract

Penyakit Community Acquired Pneumonia (CAP) adalah salah satu infeksi yang menyebabkan morbiditas, mortalitas dan biaya yang tinggi. Tujuan penelitian untuk melakukan analisa antibiotik yang paling cost efektif antara seftriakson dan seftizoksim terhadap pasien CAP di RS Rumah Sehat Terpadu DD. Data dikumpulkan dari catatan medis pasien dan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) secara retrospektif. Desain penelitian dengan analitik observasional kohort. Rerata biaya langsung medis perpasien dengan perspektif RS yang diperlukan pasien CAP dengan seftriakson sebesar Rp 4.087.958 lebih rendah dibandingkan seftizoksim sebesar Rp 5.356.209. Nilai Average Cost-effectiveness Ratio (ACER) seftriakson yaitu Rp 7.713.128,92 (Pasien Sembuh) dan Rp 989.820,42 (LOS) lebih rendah dibandingkan dengan seftizoksim Rp 7.994.341,34 (pasien sembuh) dan Rp 1.214.559,80 (LOS) per efektivitas pada pasien CAP di RS RST DD. Terapi seftriakson lebih cost-effective dibandingkan seftizoksim.

Page 8 of 17 | Total Record : 164