cover
Contact Name
Moh Cholisatur Rizaq
Contact Email
deskovi@umaha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
deskovi@umaha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
DESKOVI : Art and Design Journal
ISSN : 26545381     EISSN : 2655464X     DOI : -
Core Subject : Art,
DESKOVI : Art and Design Journal is a journal published officially by Universitas Maarif Hasyim Latif. The topics in DESKOVI cover the results of study and creation that can broaden knowledge in the field of art and design in general with a focus on the topic of design processes, design methodology, design development, design history, design discourse, art criticism, art anthropology, art sociology, creative industry and conceptual culture, education and research in the fields of art, performance, product design, interior design and visual communication design.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Revitalisasi Motif Gerabah Penujak Melalui Kegiatan Lomba Mewarnai Gerabah Dengan Pendekatan Partisipatif Muhammad Arfa; Bayu Aji Pamungkas; Haryono Haryono
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 6, No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v6i1.10883

Abstract

Desa penujak menjadi salah satu penghasil gerabah yang mampu menembus pasar ekspor  pada tahun 1980 an  hingga masa puncak pada tahun 1990 an. Akan tetapi tahun setelahnya produksi gerabah mengalami penurunan drastis, produk gerabah tidak lagi banyak pesanan dari pasar internasional. Tujuan penelitian ini untuk membantu menggiatkan kembali produksi gerabah dengan melibatkan generasi muda mulai dari taman kanak – kanak hingga Sekolah Menengah Pertama. Metode  kualitatif yang digunakan peneliti dengan pendekatan partisipatif . peneliti melakukan wawancara sebelum terlibat langsung dalam kegiatan pembuatan motif. Peneliti berpartisipasi mengarahkan peserta dalam kegiatan ini. Hasil penelitian menunjukkan antusias generasi muda khususnya tingkat Sekolah Dasar
Pengenalan Permainan Tradisional Jawa Tengah Melalui Perancangan Buku Pop Up Bergaya Flat Design Rosita Yuni Sera; Handriyotopo Handriyotopo
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 6, No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v6i1.10600

Abstract

Perancangan buku pop up permainan tradisional Jawa Tengah mengacu pada perkembangan zaman dan teknologi saat ini. Sehingga dikhawatirkan budaya tradisional seperti permainan tradisional sudah semakin kurang diminati dan ditinggalkan terutama oleh generasi muda atau anak – anak. Tujuan dari perancangan ini untuk menciptakan sebuah media yang menarik bagi anak – anak serta untuk meningkatkan rasa untuk lebih mengenal dan memainkan permainan tradisional kembali. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara kepada narasumber yang cukup memahami dalam bidang permainan tradisional Jawa Tengah. Perancangan ilustrasi atau desain untuk buku pop up dikemas dengan menggunakan gaya flat design yang mengacu pada sifat sederhana, mudah dimengerti, dan informatif. Metode perancangan menggunakan metode dari Gustami sedangkan metode promosi menggunakan strategi promosi dari Terence A. Shimp. Penentuan media promosi berdasarkan data yang diperoleh dengan analisa SWOT. Terdapat beberapa alternatif media promosi sebagai media pendukung dari buku pop up yaitu video dengan QR Code, youtube, instagram, poster, x-banner, dan berbagai merchandise. Perancangan ini bertujuan agar mampu menjadi inspirasi untuk mengenal dan melestarikan permainan tradisional dengan menarik dan kreatif.
Unsur Mise-En-Scene Budaya Jawa dalam Film Horor Bramanti Hananti Nugraheni
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 6, No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v6i1.10289

Abstract

Film horor telah lama menjadi genre yang menarik perhatian penonton dengan cara yang unik. Salah satu faktor penting dalam menciptakan pengalaman horor yang kuat adalah keputusan-keputusan kreatif dalam mengimplementasikan unsur mise-en-scène. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami bagaimana unsur mise-en-scene dalam film horor mampu mengusik orientasi dunia nyata penonton. Analisa dalam penelitian ini akan fokus pada elemen set, properti, kostum dan make up yang mengangkat tema budaya Jawa pada film horor “Atelier”. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis konten kualitatif dengan pendekatan interpretatif. Data yang dikumpulkan terdiri dari film "Atelier" beserta informasi yang relevan tentang unsur mise-en-scène yang digunakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa film "Atelier" menggunakan unsur mise-en-scène yang familiar dalam kehidupan sehari-hari tapi disajikan dengan cara tidak familiar. Hal ini mampu menciptakan suasana yang mengusik orientasi dunia nyata penonton. Melalui penggunaan kain batik, furniture ukiran, dan busana khas Jawa yang disajikan tidak seperti pengalaman sehari-hari, film ini memberikan pengalaman berbeda dengan menawarkan gambar-gambar unimaginably ghastly.
Joged dhangdut Koplo : Sebagai Akar Penciptaan Karya Koreografi Awak Senggak Aditiar Anggit Wicaksono; Dwi Wahyu Diarto
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 6, No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v6i1.10671

Abstract

Penelitian ini membahas proses penciptaan karya koreografi baru yang berpijak pada pengalaman empiris dhangdut koplo. Konser dhangdhut koplo menjadi sebuah wadah berekspresi yang direalisasikan secara alamiah oleh para audien dalam menikmati alunan musik untuk mencari/mendapatkan hiburan. Koregrafer mendapatkan pengalaman empiris dari seorang penggiat temon holic, menjelaskan bahwa penikmat dhangdhut koplo bukan dari kalangan terpandang malainkan dari kaum minoritas, kalangan menengah kebawah. Metode kekaryaan pada penelitian ini disarkan pada pendapat S.D Humardani yaitu konsep penggarapan tari tradisi baru berangkat dari keterbatasan akan unsur-unsur bentuk, volume, kecepatan, dan kualitas “gerak tari”. Proses penciptaan pada penelitian ini dimulai dengan tahap persiapan: orientasi, observasi, lalu tahap penggarapan: eksplorasi, dan evaluasi.
Literasi Numerasi Anak Usia Dini dalam Pembelajaran Ragam Hias Papua Menggunakan Limbah Anorganik dan Teknik Khombow Retnoning Adji Widi Astuti; Bayu Aji Suseno; Putri Prabu Utami; Apedius Kegiye
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 6, No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v6i1.13111

Abstract

Literasi numerasi merupakan kemampuan untuk mengaplikasikan konsep dan keterampilan matematika untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai ragam konteks kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mendasar numerasi anak usia dini melalui pembelajaran seni rupa dalam penerapan ragam hias tradisional Papua dengan motif Tifa Sentani menggunakan limbah anorganik (kaleng bekas) dan teknik lukis khombow. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk menganalisis dan mengetahui kemampuan numerasi dalam pembelajaran ragam hias geometris yang diukur mencakup kecakapan logis-sistematis, kemampuan bernalar menggunakan konsep dan pengetahuan matematika yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah dan mengolah informasi kuantitatif dan spasial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya belajar visual menggunakan konsep dan pengetahuan numerasi (matematika) menjadi media alternatif untuk mengembangkan pembelajaran berbasis konteks kearifan lokal. Pembelajaran numerasi pada anak usia dini dalam menggambar ragam hias tradisional dapat mengintegrasikan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, sehingga anak dapat memiliki kemandirian dalam memecahkan permasalahan untuk mengambil keputusan dan menyesuaikan diri secara konstruktif di lingkungan sosial.
"Bajambau" Dance Video Creation Process Riyo Tulus Fernando
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 6, No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v6i1.13108

Abstract

Bajambau merupakan proses penciptaan karya video tari yang berlandaskan tradisi makan bersama masyarakat Melayu di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau yang  melaksanakan Bajambau untuk menutup atau membuka berbagai kegiatan atau upacara-upacara tertentu. Misalnya pada setiap Raya Enam atau perayaan hari keenam setelah hari raya Idul Fitri, upacara pernikahan, prosesi membuka ladang pertanian dan sebagainya . Rumusan gagasan dalam karya yang diciptakan ini adalah untuk mengungkapkan kegelisahan,perenungan, permasalahan, etika, kebersamaan, tradisi yang harus dipertahankan yang mana di dalam nya terdapat nilai-nilai perbedaan, pengorbanan, kebersamaan dan rasa persatuan dalam entitas masyarakat Melayu di Kampar yang berbentuk karya video tari. Metode dalam penciptaan video karya tari ini adalah eksperimen, perenungan, dan pembentukan. Proses penciptaan karya tari Bajambau dimulai dengan konsep garap, proses garap dan isi garap. Bajambau mengungkapkan nilai-nilai perbedaan, pengorbanan, kebersamaan, dan rasa persatuan dalam entitas masyarakat Melayu yang di interpretasikan melalui video karya tari.
Keberadaan Industri Penyamakan Kulit Nabati Secara Tradisional di Kota Padang Panjang Putri Dahlia; Sartika Br Sembiring
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 6, No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v6i1.10672

Abstract

Padang Panjang merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan sentra kerajinan kulit di Sumatera Barat. Bahan baku kulit tersamak bisa didapat dari sentra penyamakan kulit yang berada di Padang Panjang. Selain kulit tersamak olahan dari Unit Pelayanan Terpadu Daerah Penyamakan Kulit yang diproduksi secara kimia dan modern, di Padang Panjang juga terdapat sentra industri penyamakan tradisional yang berada di Silaing Bawah. Penyamakan kulit nabati secara tradisional membutuhkan waktu yang cukup lama dan proses penyamakan harus berurutan sehingga menghasilkan kulit tersamak yang siap dipasarkan sebagai bahan baku dalam pembuatan produk kerajinan kriya kulit. Penulisan ini bertujuan untuk mendokumentasikan secara tertulis mengenai keberadaan industri penyamakan kulit nabati tradisional di Padang Panjang serta proses penyamakan kulit nabati tradisional yang saat ini sudah jarang diproduksi perajin karena kelangkaan pohon akasia sebagai bahan baku penyamakan kulit nabati. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Terdapat Sembilan langkah yang dilakukan dalam proses penyamakan kulit nabati secara tradisional pada industri penyamakan kulit di Padang Panjang, yaitu proses penggaraman, perendaman, pengapuran, pembuangan bulu, pembuangan daging, pembuangan kapur, penyamakan menggunakan kulit pohon akasia, penjemuran, dan finishing.
Perspektif Semiotika Wisata Harau Dream Park sebagai Bentuk Krisis Identitas Budaya Minangkabau Tedy Wiraseptya; Vernanda Em Afdhal; Stefvany Stefvany
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 6, No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v6i1.1894

Abstract

Indonesia memiliki keunggulan dalam sektor pariwisata, hal ini tercatat hampir tiga ribu destinasi wisata di Perusahaan Objek Daya Tarik Wisata Komersial (PODTWK). Khusus di Kabupaten Lima Puluh Kota provinsi Sumatera Barat terdapat objek wisata Lembah Harau yang termasuk kawasan pelestarian alam dalam ruang lingkup cagar alam dan suaka margasatwa. Kemudian kawasan Lembah Harau sedang diupayakan untuk diakui sebagai Kawasan Geopark Nasional. Namun, disamping upaya pengembangan tersebut ada beberapa pengembangan yang dianggap tidak sesuai dengan kearifan lokal. Salah satu fokus pada penelitian ini adalah Kawasan Harau Dream Park yang didesain dengan tampilan budaya asing. Untuk mengungkap permasalahan yang ada di Harau Dream Park maka digunakan metode kualitatif dengan pendekatan teori semiotika dan komodifikasi. Kajian ini didasari pada perspektif peneliti menggunakan teori semiotika. Capaian yang telah didapatkan dari penelitian bahwa kawasan Harau Dream Park semestinya dikembalikan lagi pada nilai-nilai budaya Minangkabau dan Geopark sebagai kegiatan untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya dan wisata.
Inovasi dan Transformasi Musikal dalam Grup Patrol Bhâkch Kêrrêng Rampak Pandhalungan Faisol Amir; Bondet Wrahatnala
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 6, No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v6i1.9348

Abstract

Musik patrol merupakan sebuah ensembel kentongan yang terbuat dari kayu utuh atau bambu. Di Kabupaten Jember, ensembel musik ini diiringi menggunakan suling bambu sebagai instrumen melodisnya. Perkembangan musik patrol di Kabupaten Jember tidak lepas dari berbagai inovasi dan perubahan musikalitas yang terjadi pada setiap kelompok musik patrol salah satunya adalah Bhâk?h Kêrrêng Rampak Pandhalungan. Sebagai agen perubahan, Bhâk?h Kêrrêng telah menggagas berbagai inovasi yang menstimulasi terjadinya sebuah transformasi baik secara musikal maupun non-musikal.  Pembauran genre sebagai inovasi secara musikal merupakan upaya konkret Bhâk?h Kêrrêng dalam mengembangkan musik patrol. Melalui pembauran genre, Bhâk?h Kêrrêng telah mengaprosiasi berbagai genre musik baik dari musik modern, popular dan berbagai warna musik Nusantara. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap perubahan-perubahan secara musikal dalam musik patrol yang terakumulasi menjadi sebuah transformasi dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitan menunjukan bahwa Bhâk?h Kêrrêng sebagai salah satu grup patrol yang produktif dalam melakukan proses aransemen dan pembuatan karya musik patrol dengan nuansa musik yang sangat progresif. Secara kompositoris, musikalitas Bhâk?h Kêrrêng Rampak Pandhalungan sangat kompleks dan membutuhkan kerja kreatif, kemampuan serta teknik yang sangat tinggi.
Skema Perancangan Media Visual Kampanye (Ideological) bagi Desain Komunikasi Visual Mochamad Ficky Aulia; Harry Atmami
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 6, No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v6i1.3096

Abstract

Desain Komunikasi Visual merupakan salah satu keilmuan yang memiliki kinerja bersifat komunikasi persuasi. Ini dapat terlihat dalam irisan proyeksi keilmuannya, salah satunya yaitu kampanye. Di mana kategori kampanye terpecah menjadi tiga bagian berdasarkan orientasinya, seperti kampanye produk, kampanye kandidat dan kampanye ideological yang membawa suatu misi Lembaga sebagai usaha pemecahan masalah di tingkat masyarakat. Keberagaman masalah di lingkungan masyarakat membuat banyak penawaran solutif dari banyak keilmuan yang bekerja secara sistemik dalam porsi tertentu, salah satunya keilmuan DKV. Melalui pendekatan kualitatif penelitian ini dilakukan dalam proses pembelajaran dengan metode Project Base Learning yang secara intensif dan evaluatif. Hasil dari penelitian ini adalah skema perancangan yang bertujuan untuk membangun alur sistematis dari sebuah proses perancangan bagi para peserta didik. Keberadaan skema perancangan bersandar pada teori besar “Design Thinking” yang di dalamnya memuat alur kerja, penetapan dan penataan dari hasil data yang diperoleh melalui proses pengempatian, perangkaian ide-ide yang bermuara pada konsep media dan konsep visual, pemercontohan, hingga uji coba terhadap audiens dan evaluasi sebagai usaha kontrol untuk membaca ketercapaian media yang telah dirancang. Untuk itu penelitian dibuat sebagai acuan alternatif dari proses perancangan media visual kampanye, sebagai salah satu panduan untuk menempuh pembelajaran yang sistematis.