cover
Contact Name
Moh Cholisatur Rizaq
Contact Email
deskovi@umaha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
deskovi@umaha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
DESKOVI : Art and Design Journal
ISSN : 26545381     EISSN : 2655464X     DOI : -
Core Subject : Art,
DESKOVI : Art and Design Journal is a journal published officially by Universitas Maarif Hasyim Latif. The topics in DESKOVI cover the results of study and creation that can broaden knowledge in the field of art and design in general with a focus on the topic of design processes, design methodology, design development, design history, design discourse, art criticism, art anthropology, art sociology, creative industry and conceptual culture, education and research in the fields of art, performance, product design, interior design and visual communication design.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Penerimaan Diri pada Tokoh Utama Film "Sound of Metal" Muhamad Luthfi Abdul Gani
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 5, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i1.1527

Abstract

“Sound of Metal” adalah film yang bercerita tentang seorang penabuh drum yang secara tiba-tiba kehilangan kemampuan pendengarannya dan bagaimana ia menjalani hari sebagai seorang tunarungu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan proses penerimaan diri dari tokoh utama pada film “Sound of Metal” yang bernama Ruben Stone, dimana kondisinya telah membawa dampak pada beberapa aspek dalam kehidupannya. Perasaan akan disabilitas, kehilangan karir, dan perubahan kebiasaan merupakan hal yang berat untuk dihadapi. Penerimaan diri merupakan proses yang rumit dan membutuhkan waktu serta motivasi agar perlahan dapat berhasil. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan studi kepustakaan menggunakan teori “Lima Tahap Kesedihan” yang dikemukakan oleh Elisabeth Kübler-Ross serta faktor-faktor pendukung dalam proses penerimaan diri. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh utama secara bertahap pada akhirnya menerima keadaan bahwa hidupnya telah berubah, dan belajar untuk menjalani kehidupan barunya.
Lancaran Projotamansari sebagai Sumber Kreativitas Garap Karawitan Vivi Euis Susanti
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 5, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i1.1587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mendeskripsikan proses penciptaan Lancaran Projotamansari dan pengaruhnya bagi perkembangan garap karawitan di kalangan seniman Kabupaten Bantul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis, yaitu mendeskripsikan dan menganalisis proses penciptaan karya Lancaran Projotamansari. Analisis yang dilakukan bertujuan untuk menyelesaikan masalah dan pada akhirnya mendapatkan jawaban sesuai fakta yang ada. Lancaran Projotamansari adalah sebuah lagu/gendhing yang dijadikan sebagai identitas Kabupaten Bantul. Karya Lancaran tersebut, berawal dari sebuah repertoar sekar gendhing ciptaan R. M. Palen Suwanda berupa komposisi karawitan yang terdiri dari berbagai bentuk gendhing dan menggunakan dua laras slendro dan pelog. Setelah mengalami seleksi melalui lomba yang diselenggarakan oleh BP-7 Kabupaten Bantul, akhirnya ditetapkanlah sebuah gendhing berbentuk lancaran, dengan nama Lancaran Projotamansari. Hasil akhir dari penelitian ini menemukan kesimpulan, bahwa Lancaran Projotamansari selain berfungsi sebagai identitas Kabupaten Bantul juga berfungsi sebagai pedoman kerja masyarakat Kabupaten Bantul, serta merupakan pancingan ide kreatif garap karawitan bagi seniman Bantul.
Back Matter (DESKOVI : Art and Design Journal Vol 5 No 1 Juni 2022) Editor Deskovi
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 5, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Estetika Cengkok dan Makna dalam Kidungan Jula-Juli Lawakan Yudhistira Sugma Nugraha; Zulkarnain Mistortoify
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 5, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i1.1766

Abstract

Penelitian berjudul “Estetika Cengkok dan Makna dalam Kidungan Jula-Juli Lawakan” ini bertujuan untuk mengetahui secara mendasar makna yang tertanam dalam syair kidungan dan kecenderungan cengkok yang dilakukan oleh pelantun kidungan tersebut sehingga dapat membentuk sebuah estetika nyanyian yang harmonis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnomusikologi yang menekankan bahwa keberadaan musik (kidungan Jula-Juli) tidak dapat dipisahkan dari keberadaan lingkungan sekitarnya. Pendekatan ini dirasa cocok untuk diaplikasikan dalam penelitian ini, mengingat kidungan Jula-Juli lawakan lahir dan tumbuh di tengah-tengah masyarakat yang multikultural. Data-data yang diperoleh dalam penelitian ini melalui observasi, studi diskografi, pustaka dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian tentang makna dan estetika cengkok dalam kidungan Jula-Juli lawakan, dapat diketahui bahwa kidungan tidak sekadar lantunan vokal yang bersenandung indah dalam gending Jula-Juli, melainkan juga menyangkut kompleksitas tentang ide, gagasan, dan wacana tentang kehidupan manusia. Pembacaan akan hal itu dapat dilihat dari makna lirik yang ada, memuat tentang nasihat, kritik sosial,edukasi dan sebagainya. Selanjutnya kajian tentang estetika cengkok dalam Kidungan ini dapat diidentifikasi melalui angkatan atau awalan nada yang dilantunkan, kecenderungan pada penggalan cengkok, dan akhiran yang dilakukan secara konsisten, sehingga hal itu yang menjadi kekuatan dalam harmonisasi Kidungan Jula-Juli Lawakan.
Kostum sebagai Identitas Budaya dalam Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Puti Andam Dewi; Joko Aswoyo
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 5, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i1.1770

Abstract

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck yang disutradarai Sunil Soraya merupakan adaptasi novel yang ditulis oleh Buya Hamka dengan judul yang sama. Kisah tersebut menceritakan mengenai perbedaan budaya yang menghalangi asmara antara Zainuddin (suku Bugis) dan Hayati (suku Minang). Untuk menggambarkan setting tempat dan waktu film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck merepresentasikannya melalui kostum sebagai ciri bahwa cerita terjadi pada masa budaya-budaya pada masyarakat masing-masing daerah masih kental, namun terpengaruh budaya indis. Kostum merupakan penanda yang sangat jelas pada masa tersebut yang dapat membedakan stratifikasi sosial antara bangsawan dengan masyarakat pribumi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dan sumber data yang diperoleh dari film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah kostum yang menunjukkan wujud identitas masing-masing budaya yang digambarkan.
Riset sebagai Pendukung Eestetis pada Film Pendek “AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi)” Eka Wahyu Primadani
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 5, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i1.1582

Abstract

Artikel ini mengulas tentang proses riset pra-produksi film “AKDP (Antar Kota dalam Provinsi)”. Riset difungsikan sebagai bentuk proses penemuan dan interpretasi sutradara terhadap konsep estetik dalam menyusun skenario film, serta pembentukan mise-en-scene, sinematografi dan editing film berdasarkan gaya neorealisme. Gaya neorealisme dipilih sebagai karakter dalam produksi film AKDP bertujuan untuk mendekatkan film kepada penonton. Karena neorealisme dianggap sebagai gaya sinema yang paling menggambarkan realitas, sederhana dan sesuai dengan kehidupan masyarakat kelas bawah. Sehingga pascaproduksi, nilai estetis yang diterapkan dalam produksi film AKDP dapat disalurkan kepada penonton melalui program penanyangan. Hasilnya menunjukkan bahwa film AKDP dapat memberikan pengalaman estetis bagi sutradara ketika mengamati berbagai kesan ekspresi para penonton saat menikmati film AKDP dari berbagai latar belakang kelas sosial.
Konsep Dialog Bunyi pada Karya Musik Cang Panah Rico Gusmanto; Surya Rahman
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 5, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.1793

Abstract

“Cang Panah” merupakan sebuah komposisi musik dari hasil reinterpretasi keude kupi sebagai axis mundi masyarakat Aceh dalam bentuk dialog bunyi. Banyaknya aktivitas sosial yang dilakukan masyarakat di keude kupi menjadi fenomena menarik yang diusung dalam karya musik ini. Aktivitas ini dilandasi oleh kebiasaan masyarakat Aceh yang saban hari menghabiskan waktu di keude kupi. Beragam aktivitas ini muncul disebabkan oleh terjadinya interaksi sosial antar masyarakat. Interaksi sosial yang terjadi di keude kupi dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu interaksi antara individu dengan individu, interaksi individu dengan kelompok, dan interaksi kelompok dengan kelompok. Karya ini disajikan dalam tiga bagian karya, yang mana setiap bagian merupakan representasi dari setiap jenis interaksi sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untu mengetahui bentuk dialog bunyi yang digunakan dalam mengaktualisasikan gagasan pada karya seni musik “Cang Panah”. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis musik. Hasil penelitian yang ditemukan adalah dialog bunyi diinterpretasikan dalam bentuk permainan reponsorial melalui teknik call and respons.
Kajian Tradisi Membangun Rumah Adat Kampung Bena, Flores Muchammad Rizky Kadafi; Rika Agustina
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 5, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.2002

Abstract

Tradisi membangun rumah adat di Kampung Bena, Flores tidak sekedar proses mendirikan sebuah hunian melainkan memiliki banyak makna dan nilai yang kaya akan pengetahuan baru didalamnya. Tradisi membangun rumah bagi masyarakat adat merupakan suatu kegiatan yang penuh kesakralan yang secara turun temurun sudah dilakukan oleh leluhur mereka hingga anak cucunya saat ini. Proses membangun rumah adat Kampung Bena terdiri dari puluhan proses ritual yang harus dilakukan dari awal hingga akhir pembangunannya. Hal ini menarik perhatian penulis untuk mengkaji bagaimana tradisi dalam membangun rumah adat Kampung Bena. Kajian ini meliputi bagaimana faktor kepercayaan masyarakat Bena dan faktor material, konstruksi, dan teknologi yang menjadi dasar dalam proses pembangunan rumah adat Bena. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan arsitektur vernakular guna membantu dalam menjawab rumusan masalah secara rinci dan faktual. Teori alternative theories of house form oleh Amos Rapoport (1969) digunakan sebagai pisau bedah pada kajian ini.Hasil yang diperoleh pada kajian ini adalah Rumah adat kampung Bena tidak hanya sekedar mampu dipahami selaku ekspresi dan artefak budaya masyarakat hukum setempat, melainkan nilai-nilai, representasi dan jiwa yang terdapat di dalamnya. Masyarakat Bena bertaut teguh pada kehadiran daya-daya transenden roh leluhur yang dikenal dengan Mori Ga’e. Setidaknya ada 17 tahapan ritual atau upacara adat yang wajib dilaksanakan pada metode mendirikan rumah adat bagi masyarakat Bena. Hal ini dibuat agar mewujudkan keharmonian dan menjauhi bencana atau musibah dari daya transendental tersebut. 
Nilai Estetika Tari dalam Kesenian Ronggiang pada Masyarakat Multietnis Pasaman Barat Oktavianus Oktavianus; Wardi Metro
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 5, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.1815

Abstract

Ronggiang merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan yang berkembang di Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat. Kesenian ini terdiri atas tari dan syair berupa pantun yang diiringi oleh musik. Kesenian Ronggiang lahir dari sebuah proses akulturasi antara budaya etnis Jawa, Mandailing, dan Minangkabau. Etnis-etnis ini merupakan etnis yang mendiami wilayah Pasaman Barat, sehingga daerah ini juga dikenal dengan daerah multietnis. Sebagai suatu seni dengan eksistensi dan keberadaannya di tengah masyarakat, Ronggiang memiliki nilai estetika atau keindahan yang terkandung dalam kesenian tersebut. Nilai estetika dapat dilihat atau diamati dari tiga aspek, yaitu bentuk atau wujud, gagasan atau isi, dan penampilan. Nilai estetika ini merupakan mutu dari suatu seni yang memengaruhi eksistensinya di tengah masyarakat. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah menguraikan dan menganalisis estetika kesenian Ronggiang pada masyarakat multietnis Pasaman Barat. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan struktural dan estetis koreografis yang terdiri dari lima tahapan, yaitu tahap pra lapangan, lapangan, pengolahan data, penyajian data, dan pelaporan.
Bentuk Penyajian Musik Kesenian Nandong pada Upacara Khitanan di Desa Lataling Kecamatan Teupah Selatan Kabupaten Simeulue Abdul Rozak; Haria Nanda Pratama; Nadra Akbar Manalu
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 5, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.1935

Abstract

Kesenian Nandong adalah seni vokal yang diwariskan secara turun-tumurun pada masyarakat Simeulue. Kesenian Nandong merupakan sejenis seni tutur yang syair-syairnya berisikan karangan yang mengandung nasehat, sindiran, rintihan yang dilantunkan dengan iringan alat musik yaitu kedang/gendang dan biola. Nandong  dilantunkan menggunakan bahasa Devayan khas bahasa Simeulue, namun dalam kesenian Nandong juga menggunakan bahasa Aneuk Jamee. Keunikan Nandong selain terdapat dalam bahasa Aneuk Jamee yaitu dilantunkan dengan nada yang tinggi dan melengking serta saling bersahut-sahutan oleh pria dengan suara tinggi dan melengking. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, yang berusaha mengaplikasikan teori untuk menjelaskan fenomena-fenomena yang terjadi pada objek penelitian. Metode dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif yang diwujudkan dalam bentuk keterangan atau gambar tentang kejadian atau kegiatan yang dilakukan menyeluruh dengan mendatangi langsung di Desa Lataling, Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue. Adapun langkah tersebut dilakukan dengan tahapan yaitu: penentuan subjek penelitian; pemilihan setting dan instrumen penelitian, teknik, dan analisis data. Hasil penelitian akan menunjukkan bahwa terdapat analisis terhadap fenomena musik pada kesenian ini. Fenomena tersebut seperti pemakaian timbre low, disusul timbre high dengan berbagai intensitas kemunculan, serta diperoleh deskripsi tangga nada (scale), dan pengurutan nada-nada yang terdapat dalam Nandong tersebut dimulai dari nada terendah sampai nada yang tertinggi.

Page 10 of 27 | Total Record : 263