cover
Contact Name
Moh Cholisatur Rizaq
Contact Email
deskovi@umaha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
deskovi@umaha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
DESKOVI : Art and Design Journal
ISSN : 26545381     EISSN : 2655464X     DOI : -
Core Subject : Art,
DESKOVI : Art and Design Journal is a journal published officially by Universitas Maarif Hasyim Latif. The topics in DESKOVI cover the results of study and creation that can broaden knowledge in the field of art and design in general with a focus on the topic of design processes, design methodology, design development, design history, design discourse, art criticism, art anthropology, art sociology, creative industry and conceptual culture, education and research in the fields of art, performance, product design, interior design and visual communication design.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Analisis Alur Kilas Balik Dalam Mendukung Tangga Dramatik pada Film “Removed” Febfi Setyawati
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 6, No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v6i1.1990

Abstract

“Removed” adalah film yang bercerita tentang perjalanan emosional seorang gadis berusia sembilan tahun bernama Zoe. Sebelumnya ia dirawat oleh orang tua kandungnya, namun kesehariannya dipenuhi dengan kekerasan dan penelantaran. Meski sudah diselamatkan, Zoe mengalami fase gangguan stres pascatrauma yang akan menjadi konflik dalam film ini. Kenangan masa-masa bersama orang tua yang tidak harmonis ini menjadi masalah bagi Zoe dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan penggunaan kilas balik dalam membangun tangga dramatik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk memahami ingatan masa lalu yang sedang dialami tokoh dalam penelitian ini dan pengaruh dengan kondisinya saat ini. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah tentang kilas balik yang sering digunakan untuk membangun cerita ketika menggambarkan kejadian yang sudah lampau, namun masih teringat dan mempengaruhi tokoh utama. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa setiap kilas balik memiliki peran berbeda dalam narasi. Dalam setiap kilas balik ada yang memberikan korelasi dalam pembentukan tahapan tangga dramatik. Tetapi terdapat juga kilas balik yang tidak memberikan hubungan dalam proses tangga dramatik.
Manajemen Produksi Opera Bunga Eja oleh Sanggar Seni Ataraxia Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan Ryaasanti Fany Faisal; Sugeng Nugroho
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 6, No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v6i1.13110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses produksi sebuah pertunjukan opera yang berjudul Bunga Eja oleh Sanggar Seni Ataraxia Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan, penerapan fungsi manajemen yang terdapat pada aspek artistik dan nonartistik. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptf kualitatif mengambil subjek Opera Bunga Eja pada Sanggar Seni Ataraxia. Pengumpulan data menggunaan teknik observasi, wawancara, dan studi dokementasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan produksi karya Opera Bunga Eja ditengah pandemi Covid 19 tentu tidaklah mudah, membutuhkan cara agar pengelolaan pertunjukan dapat berjalan dengan lancar, maka dari itu menerapkan fungsi akan manajemen sebaik mungkin untuk menghasilkan karya yang berkualitas, efektif dan efisien.
Tari Seudati Inong di Kabupaten Aceh Besar: Identifikasi Bentuk Koreografi Haria Nanda Pratama; Nadra Akbar Manalu; Abdul Rozak
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 6, No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v6i1.10669

Abstract

Tari Seudati Inong yang berkembang di Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh dahulunya dikenal sebagai tarian yang dimainkan oleh kaum pria disebut dengan Seudati. Tari Seudati Inong ini diadopsi dari tari Seudati yang berasal dari Pidie yang kemudian dikembangkan dan diajarkan di Desa Cum Cum Aceh Besar. Pengembangan tari Seudati Inong didasarkan pada penggambaran identitas masyarakat Aceh dengan menghadirkan konsep baru yang menjadikan penari dari kaum perempuan/inong dalam pertunjukannya. Pada bentuk penyajiannya, tari Seudati Inong menampilkan gerakan tari yang energik sebagai wujud penggambaran semangat kaum perempuan Aceh dengan iringan syair dan musik internal dari tari tersebut. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan tahapan yang terdiri dari (1) Studi Pustaka; (2) Observasi; (3) Wawancara; dan (4) Dokumentasi. Bentuk penyajian koreografi diidentifikasi dan dianalisis dalam tiga dimensi yaitu dari isi; bentuk; dan teknik tari. Ketiga dimensi tersebut kemudian diidentifikasi sebagai fokus dari penelitian ini terkait bentuk penyajian yang diciptakan oleh koreografer. Dari dimensi isi, Gerak tari Seudati Inong dilihat dari isi terbagi menjadi lima bagian Saleum Aneuk/Saleum Syahi, Saleum Rakan, Likok, Saman, dan lani. Sedangkan dari dimensi bentuk dapat dilihat dari tata rias dan busana, iringan musik, dan tempat pertunjukan. Dari dimensi teknik memiliki gerakan yang cepat dan energik.
Digitalisasi Ornamen Mesikhat pada Rumah Adat Alas Aceh Tenggara Saniman Andi Kafri; Fauziana Izzati; Karya Mansyah
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 6, No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v6i1.10670

Abstract

Arsitektur Rumah Adat Alas Aceh Tenggara merupakan rumah hunian masyarakat suku Alas yang mendiami daerah di kabupaten Aceh Tenggara. Umumnya bentuk ruamah adat Alas hampir sama dengan daerah Aceh lainya yakni rumah panggung yang terbuat dari bahan kayu yang berada dekat dengan perkarangan masyarakat suku Alas. Rumah adat Alas ini memiliki bentuk ornamen yang melekat pada didning luar rumah yang disebut dengan istilah mesikhat.  Ornamen menjadi bagian dari sebuah kebudayaan dengan nilai-nilai kearifan lokal yang menyimbolkan identitas pemiliknya. Salah satunya adalah ornamen mesikhat yang ada di Aceh Tenggara. Motif mesikhat merupakan motif khas Suku Alas yang mendiami daerah Aceh Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif guna menggali informasi terkait penamaan, bentuk, dan makna filosofi yang terdapat pada bentuk ornamen mesikhat pada rumah adat Alas. Dilanjutkan dengan proses modeling, memindahkan bentuk gambar motif kedalam bentuk digital dengan menggunakan aplikasi Coreldraw. Digitalisasi yang dilakukan bertujuan untuk melestarikan ragam ragam hias Aceh Tenggara yang saat ini sudah mulai jarang ditemui penerapanya pada rumah, Khususnya rumas adat Alas. Dari hasil penelitian ini dilakukan digitalisasi  sebanyak 10 motif yang melekat pada dinding rumah Adat Alas. Adapun motif-motif yang terdapat pada rumah adat suku Alas seperti motif, Motif  Pakhuh Enggang, Motif Putekh Tali, Motif Embun Bekhangkat, Motif Pucuk Khebung, Motif  Jekhjak Pantemken, Motif Mate Baning ( Mata Kura-Kura), Motif  Bunge Ketile, Motif  Papan Catukh, Motif  Tampuk Gete (Tangkai Buah Manggis), Motif Khentape
Implementasi Filter Instagram Berbasis Augmented Reality pada Akun @dkvuisi sebagai Sarana Marketing Tools dan Upaya Meningkatkan Brand Image Program studi DKV UISI Damara Alif Pradipta
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 6, No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v6i1.13109

Abstract

Instagram merupakan salah satu media sosial daring yang kerap dimaanfaatkan untuk digunakan sebagai sarana untuk mempromosikan dan meningkatkan brand image suatu produk. Salah satu fitur Instagram yang kerap digunakan untuk hal tersebut adalah filter berbasis augmented reality (AR Filter). Akun Instagram @dkvuisi merupakan akun milik Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Internasional Semen Indonesia. Akun @dkvuisi merupakan jembatan komunikasi antara prodi dengan mahasiswa DKV UISI, kurangnya media interaksi terhadap akun @dkvuisi dan marketing tools merupakan permasalahan yang saat ini dihadapi prodi DKV UISI. Penelitian ini bertujuan untuk  merancang sebuah media yang dapat menjadi media interaktif dan dapat juga dijadikan sebagai marketing tools prodi DKV UISI. Adapun metode yang di terapkan dalam penelitian ini adalah metode desain double diamond dengan tahap discover, define, design, deliver. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah filter Instagram berbasis augmented reality dengan objek 3D berupa karakter naga yang memiliki terinspirasi dari konsep kreatif “irama ceria bersama sahabat”.
ANALISIS DESAIN ILUSTRASI KEMASAN BERAS ECOKO GREEN PROJECT MELALUI KAJIAN SEMIOTIKA I Putu Adi Natha
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 3 No. 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v3i2.720

Abstract

Tulisan ini dibuat guna memahami tanda makna komunikasi visual yang terdapat pada ilustrasi kemasanberas dari Ecoko Green Project,serta pesan komunikasi visual yang terkandung pada ilustrasi pada kemasan beras tersebut.Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi dengan datang ke studio Oka Astawa dan mendapatkan foto-foto mengenai kemasan beras yang berisi karya dari Oka Astawa. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dari teori semiotika Charles Sanders Pierce ikon, indeks, dan simbol. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa 1.) Ikon pada ilustrasi kemasan beras Ecoko Green Projectadalah penggambaran petani itu sendiri karena memiliki kemiripan dengan bentuk aslinya yaitu penggambaran seorang petani. 2.) Indeks pada ilustrasi kemasan beras tersebut adalah penggambaran gedung dan jalan pada tubuh petani pertama, serta dolar dan padi yang tidak seimbang pada ilustrasi kedua merupakan penggambaran sebab akibat. 3.) Simbol pada ilustrasi kemasan beras tersebut adalah caping(topi petani) serta padi pada ilustrasi kemasan beras yang pertama dan kedua merupakan simbol dari pertanian itu sendiri, dan pada ilustrasi kemasan kedua ada dua simbol tambahan yaitu dolar dan dasi berbentuk ular, dimana kedua simbol tersebut menggabarkan petani ditindas oleh uang dan penguasa.This paper is made to learn the meaning sign of the visual communication that contained in the illustration of rice packaging from the Ecoko Green Project, as well as the visual communication message in that illustration on the rice packaging. The collected data in this study was carried out with observation by coming to the Oka Astawa studio and getting photos of rice packaging containing the works of Oka Astawa. The collected data is then analyzed using qualitative analysis and Charles Sanders Pierce's semiotic theory of icons, indexes, and symbols. The results of these studies indicate that 1.) The icon in the Ecoko Green Project rice packaging illustration is a description of the farmer itself because it has a similarity to the original form, which is the description of a farmer. 2.) The index in the illustration of rice packaging is the depiction of buildings and roads in the body of the first farmer, then the dollar and rice that is not balanced in the second illustration are depictions of cause and effect. 3.) The symbol in the illustration of the rice packaging is the caping (farmers' hat) and the rice in the first and second illustration of the rice packaging is a symbol of the agriculture itself, and in the second packaging illustration there are two additional symbols, the dollar and a snake-shaped tie, where both of the symbols described that the farmers being oppressed by money and the authority.
REPRESENTASI WANITA SEBELUM DAN SESUDAH GERAKAN FEMVERTISING DALAM IKLAN PERAWATAN TUBUH Lisa Odillia
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 3 No. 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v3i2.801

Abstract

Representasi gender dalam iklan adalah bentuk manifestasi budaya dari siklus ideologi dalam masyarakat. Sejauh ini, keberadaan iklan telah terbukti menjadi media yang berpengaruh terhadap penggunaan bahasa, gambar dan kontruksi representasi untuk meyakinkan audiens dengan membentuk realitas dalam mempengaruhi keputusan pembelian. Beberapa tahun terakhir, istilah femvertising muncul sebagai upaya periklanan untuk menarik konsumen wanita. Secara visual maupun retoris, pesan-pesan iklan yang dibingkai dalam femvertising mempromosikan kesetaraan gender dan hak-hak wanita. Gerakan Feminisme gelombang ketiga yang berkembang saat ini, menciptakan perspektif baru milenial feminis dengan menganggap bahwa feminisme adalah bentuk kebebasan memilih dalam semua aspek kehidupan, baik kesehatan, karier, pernikahan hingga selera pribadi dalam penampilan. Membandingkan iklan dari tahun 1980-an dan 1990-an dengan iklan yang diterbitkan 5 tahun terakhir ini, akan menyajikan konteks tentang bagaimana pergeseran sosial mempengaruhi kontruksi iklan dan persepsi konsumen terhadap merek. Melalui analisis visual kualitatif, studi ini akan mengindentifikasi bagaimana kampanye iklan dikontruksi sebelum dan sesudah gerakan femvertising melalui pesan feminisme demi membangun ketertartarikan audiens perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa iklan-iklan perawatan tubuh sering menampilkan isu yang serupa, yaitu tentang nilai-nilai kepribadian dan kecantikan. Pergeseran nilai kecantikan dan kepribadian dalam domain yang lebih luas telah menyokong perubahan perspektif sosial terhadap perempuan menuju kesadaran feminisme.Gender representation in advertising is a form of cultural manifestation of an ideological cycle in society. So far, the existence of advertisements has proved to be a media that affects the use of language, images and representation in order to convince the audience by shaping reality in influencing purchasing decisions. In recent years, the term femvertising emerged as an advertising effort to attract female consumers. Visually or rhetorically, the ad messages framed in a femvertising promote gender equality and women's rights. The third Wave feminism movement that develops today, creates a new perspective of feminist millennials by assuming that feminism is a form of freedom of choosing in all aspects of life, whether health, career, marriage to personal tastes in appearance. Comparing ads from the 1980's and 1990's with ads published in the last 5 years, will present a context on how social shifts affect ad construction and consumer perception of the brand. Through qualitative visual analysis, this study will identify how the advertising campaign was constructed before and after the femvertising movement through feminism messages in order to build a female audience's alignment. The results of this study show that the advertising of body care often displays similar issues, namely about the values of personality and beauty. The shifting value of beauty and personality in the wider domain has supported the change of social perspective on women toward the consciousness of feminism.
REFLEKSI SIMBOLIS KAPAL TERHADAP PERADABAN MASYARAKAT DESA BENGKAWAN DALAM SENI LUKIS Riwanda Tamara
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 3 No. 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v3i2.802

Abstract

Bertempat tinggal jauh dari pusat kota dan tidak adanya akses jalan raya membuat peranan kapal sangatlah penting bagi penulis dan masyarakat dusun Bumbung dipedalaman pulau Kalimantan. Ketergantungan terhadap kapal sangatlah dirasakan penulis dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Dari ketergantung tersebut menimbulkan kedekatan yang intim diantara keduanya, sehingga dalam pengkajiannya, kapal yang memiliki karakter dan filosofi kehidupan menjadi dasar penulis untuk mewujudkan sebuah karya. Kapal menjadi subject matter dalam penciptaan karya lukis. Kapal bukanlah sebagai inti sebenarnya, melainkan metafora dari kompleksitas perjalanan kehidupan manusia. Penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, proses visualisasi, teknik, media dan bentuk dalam pembuatan karya seni lukis yang mengambil tema Kapal Sebagai Ide Visual Karya Seni Lukis. Dalam karya Tugas Akhir ini penulis ingin mencari sebuah jawaban atas kesinambungan yang terdapat dalam karya-karya sebelumnya, menjelaskan keterikatan apa yang dimiliki penulis dengan kapal. Mengambil bagian dari pengalaman empiris dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di masyarakat yang penulis amati dan di latarbelakangi oleh perbedaan pola pikir pelaku kebudayaan dalam menjalani kehidupan baik sebagai individu ataupun sosial. Metode yang digunakan penulis yaitu: Metode eksplorasi dari berbagai fakta atau kejadian untuk mencari dan memilih tema yang sesuai dengan konsep penciptaan lukisan, metode interpretasi secara mendalam untuk mencari makna dan ide-ide baru. Penulis menggunakan pendekatan kontemporer yang didalamnya terdapat gaya realis dan surealis serta menampilkan simbolisme, metafora, transformasi bentuk, dan deformasi bentuk.Staying away from the city and the absence of highway access makes the use of ship become very important for the writer and the people of Bumbung village in the island of Borneo. Dependence on the ship is very felt by the writer in the daily activities. It affects intimate relation between the writer and the people in his village, so in his study, the ship which has the character and philosophy of life. It become the basic of the writer to realize an art work. The ship became the subject matter in creation of painting work. The ship is not as the real core, but the metaphor of the complexity of the journey of human life. This writing aims to describe the concept, the process of visualization, techniques, media and forms in the manufacture of painting that takes the theme Ship as the Visual Idea of Painting Work. In this final project, the writer wants to find an answer of continuity that contained in previous works, explaining attachments of the writer with the ship. Taking part of the empirical experience and events occurring in the society that the writer observed and the reason of differences thinking of cultural actors in living life as individual or social. The method used by the writer are: exploration methods from various facts or events to find and to choose a theme which appropriate with the concept of painting creation, methods of interpretation in depth to find new meanings and ideas. The writer uses a contemporary approach in which there is a realist and surrealist style and displays symbolism, metaphor, shape transformation, and form deformation.
KAJIAN IKONOGRAFI MOTIF MEGA MENDUNG CIREBON Irwan Maolana Yusup
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 3 No. 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v3i2.803

Abstract

Hasil penelitian ini berisi deskripsi pra ikonografi yang menerangkan pada tahap awal aspek ide tekstual, yaitu berdasarkan analisis unsur-unsur visual pada motif mega mendung ini termasuk dengan gaya ketepatan objektif, selain itu juga ditinjau dari motifnya mega mendung menggunakan gaya stilisasi yaitu dengan merubah bentuk asli dari suatu sumber menjadi bentuk yang baru yang bersifat dekoratif tetapi dari ciri khusus dari sumber tersebut tidak hilang sepenuhnya. Tema dan konsep yang terungkap dalam motif mega mendung ini mendapat ide yang diadopsi dari keramik-keramik Cina atau pernak pernik yang dibawa oleh putri Ong Tien, pernak pernik yang dibawa dari cina kemudian dikombinasikan dengan kebudayaan khas Cirebon, sehingga menghasilkan perpaduan kebudayaan Cirebon-Cina. Dari pengaruh budaya tersebut motif mega mendung memiliki ciri khas dan makna yang sangat mendalam sebagai hasil dari interaksi sosial dan masyarakat.The Results from this study contains a description of the pre iconography which explaining at an early stage aspects of textual ideas, elements in this mega mendung's motif, including the style of objective accuracy, besides that, also viewed from mega’s motive using stylization style that is by changing the original form of a source into a new form which is then added to the special characteristics of the source did not disappear completely. The theme and concept revealed in this mega mendung's motive got an idea adopted from Chinese ceramics or knick knacks which brought by Ong Tien's Princess. Knick knacks which brought from China were then combined with Cirebon culture, resulting in a fusion of Cirebon-Chinese culture. From these cultural influences, mega mendung's motive have very deep characteristics and meanings as a result of social and community interaction.
GERAK DAN RASA DALAM TARI MERAK JAWA BARAT Venny Agustin Hidayat
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 3 No. 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v3i2.804

Abstract

Gerak merupakan unsur utama dari tari. Gerak di dalam tari bukanlah gerak yang realistis, melainkan gerak yang telah diberi bentuk ekspresif dan estetis. Gerak tari selalu melibatkan unsur anggota badan manusia dan berfungsi sebagai media untuk mengkomunikasikan maksud dari pembentukan gerak. Jenis gerak tari yang digunakan, yaitu gerak maknawi, gerak murni, dan gesture. Selain gerak tari, terdapat elemen-elemen ruang, waktu, dan tenaga dalam menari.Metode penelitian yang digunakan, yaitu pendekatan kualitatif. Tujuannya agar penelitian dapat ditemukan, dikembangkan, dibuktikan, dan dapat digambarkan secara sistematis tentang gerak pada tari Merak, sehingga menimbulkan rasa untuk melakukannya. Subjek penelitiannya adalah para anggota yang berada di sanggar tari, terdiri dari para penari merak, pelopor, dan pengola sanggar Pusbitari Bandung. Suatu tarian apabila disajikan sebagai objek seni menjadi sebuah pengalaman bagi para pengamat untuk di hayati dan dimengerti, melalui struktur sensasi, persepsi, dan perasaan dalam menggerakkannya. Sering kali dikatakan bahwa murid-murid pemula tidak siap untuk mencipta dan mendapatkan ketubuhan baru. Melalui kesempatan yang diulang-ulang bagi aktivitas kreatif yang diarahkan sendiri, seorang penari dapat mengembangkan potensi kreatifnya. Pengalaman kreatif yang pertama dalam tari, dialami dengan beberapa tingkat kecemasan. Tingkat kecemasan ini dapat kita pahami dan pengalaman seperti itu sebaiknya diarahkan agar para murid-murid dapat mengatasi rasa takutnya.Motion is the main element of dance. Motion in dance is not a realistic movement, but a movement that has been given an expressive and aesthetic form. Dance moves always involve elements of the human body and function as a medium to communicate the purpose of motion formation. Types of dance movements used, namely meaningful motion, pure motion, and gesture. In addition to dance moves, there are elements of space, time, and energy in dancing. The research method used is a qualitative approach. The goal is that research can be found, developed, proven, and can be described systematically about the movements of the Peacock dance, giving rise to a sense of doing so. The subjects of the research were the members who were in the dance studio, consisting of peacock dancers, pioneers, and processors at the Bandung Pusbitari Studio. A dance when presented as an object of art becomes an experience for observers to be lived and understood, through the structure of sensation, perception, and feeling in moving it. It is often said that novice students are not ready to create and obtain new bodies. Through repeated opportunities for self-directed creative activities, a dancer can develop their creative potential. The first creative experience in dance, experienced with some level of anxiety. This level of anxiety can be understood by us and such experiences should be directed so that students can overcome their fears.