DESKOVI : Art and Design Journal
DESKOVI : Art and Design Journal is a journal published officially by Universitas Maarif Hasyim Latif. The topics in DESKOVI cover the results of study and creation that can broaden knowledge in the field of art and design in general with a focus on the topic of design processes, design methodology, design development, design history, design discourse, art criticism, art anthropology, art sociology, creative industry and conceptual culture, education and research in the fields of art, performance, product design, interior design and visual communication design.
Articles
263 Documents
Kajian Garap Kendang Pada Gending Kagok Respati
Harun Isma'il
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 5, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.1845
This research is entitled "Study of Garap Kendang on Gending Kagok Respati". The research aimsto explain and analyze in depth one musical case of garap kendangan. The garap kendangan is focused on the gending of Kagok Respati. The problems revealed are related to the way of serving gending and the application of kendang instrument play to the Kagok Respati gending. Both problems were studied using the concept of garap. To obtain results that were as expected, this study used qualitative research methods with a discriptive analysis approach. A discriptive approach to analysis is used to explain the shape and structure of the kagok respati gending kendangan pattern. Based on the results of the analysis, it was concluded that the road of serving gending Kagok Respati starts from buka, merong, umpak inggah, inggah, and suwuk. The pattern of the kendangan gending Kagok Repati part of the merong uses a kendangan setunggal merong kethuk 2 (loro) laras pelog. In the inggah section, it uses a Surakarta-style ciblon kendangan.
Pengembangan Brand Visual Identity untuk Kebun Raya Mangrove Surabaya
Christian Anggrianto
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 5, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.1656
Memiliki sebuah Kebun Raya merupakan sebuah kebanggaan bagi sebuah kota, dan Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia baru saja mendapatkan predikat Kebun Raya bagi Hutan mangrovenya. Dengan begitu hutan mangrove tersebut tidak hanya menjadi tujuan wisata alam namun juga berfungsi sebagai wisata belajar, edukasi, konservasi, dan inovasi. Berubahan status ini sekaligus menjadi sebuah peluang untuk Hutan mangrove melakukan proses pembenahan brand image-nya dengan strategi destination branding. Tujuan dari brand destination adalah untuk menciptakan identitas yang bernilai jual dan menarik bagi target market-nya, salah satunya dengan menciptakan brand visual identity atau lebih dikenal dengan logo. Agar Kebun Raya Mangrove memiliki logo yang representative maka diperlukan proses penggalian data terhadap stakeholder-nya, dan melalui proses desain thinking kemudian diolah menjadi desain logo, logo yang dihasilkan ini kemudian divalidasi melalui proses polling untuk menemukan logo yang paling disukai oleh konsumen.
Pengembangan Desain Ragam Hias pada Kupiah Riman di Kabupaten Pidie
Sartika Br Sembiring;
Fauziana Izzati;
Putri Dahlia
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 5, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.1870
Propinsi Aceh kaya akan berbagai kerajinan tradisional serta masih memuat nilai-nilai sejarah. Banyak hasil kebudayaan Aceh yang tidak terlepas dari nuansa Islami, salah satu contoh dalam seni rupa adalah kupiah riman yang digunakan oleh kaum laki-laki Aceh. Sampai saat ini kerajinan kupiah riman masih diproduksi di Kabupaten Pidie. Kupiah riman memiliki ciri khas motif tradisional Aceh, seperti: motif pinto Aceh, bungong kupula, bungong jeumpa,dan lain-lain. Kekayaan alam yang terdapat di daerah Pidie dapat menjadi sumber inspirasi dalam rangka memperkenalkan daerah tersebut melalui kreativitas, salah satunya adalah melalui pengembangan desain motif pada kupiah riman yang biasanya digunakan oleh kaum laki-laki di daerah tersebut. Penelitian karya seni ini bertujuan agar masyarakat dapat mengenal ragam hias sebagai ciri khas Kabupaten Pidie yang berangkat dari hasil kekayaan alam dan kebudayaan masyarakat setempat. Penelitian ini akan menggunakan teori tata kelola desain Victor Papanek yaitu metode, kegunaan, kebutuhan, telesis, asosiasi dan estetika untuk mengembangkan desain motif kupiah riman. Hasil penelitian ini nantinya dapat dijadikan sebagai acuan atau referensi bagi penelitian selanjutnya mengenai kupiah riman. Hal ini juga berpengaruh terhadap industri kerajinan kupiah riman yang ada di Kabupaten Pidie karena diharapkan melalui penelitian ini produk kupiah riman serta hasil kekayaan alam daerah Pidie semakin dikenal melalui pengembangan motif.
Kreativitas Pesindhen dalam Memanfaatkan Media Virtual
Titik Samiarsih
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 5, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.1738
Kreativitas merupakan salah satu cara untuk memproduksi, menciptakan kebaruan, menemukan ide yang sebelumnya tidak pernah kita sadari, mengimajinasikan atau menggambarkan sesuatu hal, membentuk, mengkonsepsikan, mengkontruksikan, menghasilkan, melihat masa depan dan lain sebagainya sehingga keberadaannya memiliki makna yang sangat kompleks. Sebuah kreativitas seseorang dipengaruhi oleh tiga hal penting, yaitu goncangan baru, proses kreatif dan produk kreatif. Kreativitas seorang pesindhen akan menunjukkan sebuah keberhasilan jika didukung oleh beberapa persyaratan tersebut. Namun tidak dipungkiri dengan adanya karya baru tersebut akan mendorong generasi berikutnya untuk lebih berani dalam menciptakan sesuatu serta memanfaatkan media virtual sebagai penyaluran kreativitasnya. Penulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu dengan meneliti secara mendalam tentang studi kasus yang dialami oleh ketiga tokoh sindhen yang sudah profesional.
Digitalisasi Ornamen Aceh. Studi Kasus: Museum Cut Nyak Dhien
Niko Andeska;
Muhammad Ghifari
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 5, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.1891
Ornamen Aceh yang ditempatkan disetiap dinding rumah tradisional Aceh memiliki nilai – nilai kearifan lokal Aceh, akan tetapi dengan seiringnya berkembangan pengetahuan dan masuknya pengaruh budaya luar juga mempengaruhi minat masyarakat terhadap model rumah hunian dan bangunan lainnya di Aceh. Hal tersebut dapat memberikan dampak yang buruk terhadap keberadaan ornamen Aceh itu sendiri. Penelitian dengan judul pelestarian ornamen Aceh berbasis teknologi digital studi kasus Museum Rumah Cut Nyak Dhien di Aceh Besar ini dilakukan sebagai langkah untuk merekam fungsi, bentuk, dan nilai melalui aplikasi Corel Draw dan Photoshop. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengambilan data melalui pengukuran dan merekam visual lalu dilanjutkan dengan mengkonstruksi ulang menggunakan aplikasi Corel Draw dan Photoshop. Model pelestarian ini menjadi pedoman atau dokumen berbasis digital yang dapat digunakan bagi masyarakat umum dan tenaga konstruksi untuk mempelajari, mengkonstruksi ulang, dan mengembangkan bentuk dan fungsi ornamen-ornamen Aceh. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, ornamen Aceh di Museum Rumah Cut Nyak Dhien di ukir oleh pengrajin dari Jepara, Jawa Tengah sesuai dengan ornament Aceh, sehingga ada beberapa bentuk ukiran ornamen aceh yang menyerupai pola ukir ornament jepara, pada umumnya bentuk ornamen yang terdapat di rumah Cut Nyak Dhien berangkat dari bentuk tumbuhan.
Perancangan Video Promosi Wisata Roro Kuning di Kota Nganjuk
Ernawati Ernawati;
Elham Maulana
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 5, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51804/deskovi.v5i1.1832
Kabupaten Nganjuk memiliki bentang pesona alam dan objek pariwisata yang menarik untuk dikunjungi, seperti contoh objek wisata Roro Kuning. Roro Kuning adalah sebuah tempat objek wisata yang berlokasi di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk Jawa Timur. Objek wisata Roro Kuning ini di bagun pada tahun 2005 oleh pemerintah waktu itu karena terdapat potensi sumber alam sebagai objek wisata. Wisata Roro Kuning ini mempunyai prospek ekonomi bagi masyarakat sekitar dan daerah untuk kedepanya. Maka dari itu objek wisara Roro Kuning ini membutuhkan media promosi berupa video yang mudah untuk disampaikan ke wisatawan yang ingin dituju. Pada perancangan ini akan akan mengkaji tempat wisata Roro Kuning dimana lokasi wisata tersebut belum banyak diketahui, selain itu kurangnya peran dari pemerintah daerah belum maksimal dalam mempromosikan objek tersebut. Metode perancangan ini meliputi studi literatur, observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai sumber pengumpulan data yang di dapat dari Disparporabud Kabupaten Nganjuk. Pada analisis data perancangan ini menggunakan analisis SWOT agar sesuai sasaran audience. Bedasarkan masalah yang ada maka terbentuklah simpulan media yang berupa media videografi. Hasil luaran dari perancangan ini yaitu video promosi yang mempresentasikan tentang keindahan wisata Roro Kuning dengan menggunakan teknik sinematik, hasil videografi tersebut sebagai media komunikasi dan promosi yang efektif yang diarahkan ke media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok agar dapat mempersuai target audiens. Sebagai media pendukung akan dibuat pula cover DVD, poster, stand banner, t-shirt, pamvlet, gantungan kunci untuk mempromosikan keindahan wisata alam Roro Kuning.
Kabut Sebuah Imajinasi Penciptaan Film
Alhadi Nelsa
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 5, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.1741
Intuisi dan imajinasi adalah sesuatu yang tidak bisa dirancang, kedatanganya secara tiba-tiba diterima oleh seorang seniman. Kabut sebagai objek dirasa memiliki kencenderungan meyakini „sesuatu? adalah penyebab ataupun hakikat. Faktor intuitif pada konteks film dijadikan landasan ide. Proses ide berawal respon individu pada kabut, intuisi terkait sejalan dengan imajinasi. Kabut didefinisikan sebagai anggapan dasar yang mengarahkan individu dalam menentukan kerangka ontologis. Paradigma muncul sesudah terjadi anomali pada fenomena kabut. Kabut dilihat sebagai objek, memiliki kejanggalan. Kejanggalan pada fenomena kabut yang hilang menandakan bahwa sebenarnya kabut itu masih tetap ada. Hakikat dari pembuatan film yang tidak konvensial mendorong terciptanya metode tersendiri yang berbeda dengan metode umum penciptaan film. Intuisi dan imajinasi sebagai bahan utama lahirnya karya film “Kabut” melebur menjadi karya utuh yang sebelumnya terurai dari tahapan-tahapan. Subjektivitas pada menginventarisir ide penciptaan karya berdasarkan imajinasi dan intuisi mendorong individu untuk melakukan observasi atau pengamatan langsung objek yang berkaitan dengan perubahan kehidupan sosial saat setiap orang mempunyai handphone sebagai perpanjangan panca indera. Esensi dari film eksperimental mengacu pada individu mengolah gagasan dengan capaian tertentu. Ciri khas dari individu pada penciptaan dalam mengekspresikan dirinya melalui film “Kabut” mengacu pada pemakaian handphone. Cara kerja eksperimental dihadirkan melalui handphone sebagai simbol-simbol pribadi.
Konsep Pertunjukan Tari Tulo-Tulo di Kota Sabang
Nadra Akbar Manalu;
Abdul Rozak;
Haria Nanda Pratama
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 5, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.1936
Tari Tulo-tulo merupakan kesenian yang berasal dari masyarakat Nias yang menetap di Kota Sabang. Tari Tulo-tulo memiliki keunikan dimana tari ini kental dengan semangat perjuangan dalam penyajiannya. Saat ini Tari Tulo-tulo sebagai tari hiburan pada masyarakat di Kota Sabang. Konsep dalam penggarapan Tari Tulo-tulo berawal dari rasa kerinduan masyarakat Nias akan tanah kelahirannya. Dengan demikian konsep penyajian pada tari Tulo-tulo identik dengan tari peperangan. Konsep Tari Tulo-tulo terbagi menjadi tujuh bagian, dimana setiap bagian memiliki kesinambungan antara bagian satu dengan bagian lainnya. Pada penelitian ini akan mengidentifikasi konsep dan bentuk pertunjukan Tari Tulo-tulo melalui bentuk penyajian yang meliputi, gerak, pola lantai, musik, properti, tata rias dan kostum. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan konsep dan bentuk penyajian Tari Tulo-tulo di Kota Sabang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah anilisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tahap-tahap yang digunakan dalam penelitian ini yaitu; Studi Pustaka, observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah menjabarkan dan mengkaji tujuh bagian dari Tari Tulo-tulo yaitu Sereu, Talifusei, Haru manbaluse, Faliga Baluse, Bamaina, Simate mila menemali, dan Belatu terlak. Tari Tulo-tulo ditarikan oleh kaum pria berjumlah genap dan satu orang sebagai raja/syeh.
Papua: Surga Industri Kreatif Berbasis Budaya (Studi Kasus Industri Kreatif Noken, Lukisan Ludah Pinang Dan Papeda)
Efa Rubawati Syaifuddin;
Saiful Umam
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 5, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.1618
Penelitian ini bertujuan untuk memahami keberadaan budaya lokal yang dapat dijadikan sebagai industri kreatif. Papua kaya akan industri kreatif yang berbasis budaya, dalam tulisan ini difokuskan kepada noken, lukisan ludah pinang dan papeda. Ketiganya kini mulai dikembangkan baik secara personal, organisasi maupun Pemerintah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk membuat gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena mengenai industri kreatif Noken, Ludah Pinang dan Papeda. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi pustaka, data yang dihasilkan direduksi, selanjutnya data disajikan dan dilakukan penarikan kesimpulan. Noken, lukisan ludah pinang dan Papeda adalah sebagian dari bentuk industri kreatif berbasis budaya di Papua. Masih banyak produk budaya lain yang belum dioptimalkan dengan baik. Dengan dibuatnya produk budaya menjadi industri kreatif, meskipun ada beberapa hal yang harus disesuaikan dengan pasar dan perkembangan, namun hakikatnya tidak menghilangkan esensi dasar dari budaya itu sendiri. Budaya Papua harus dijaga dan dilestarikan, salah satunya dengan mengenalkan budaya tersebut kepada generasi muda.
Digitalisasi Pertunjukan Musik Dangdut Om Sagita Melalui Platform Online Di Masa Pandemi
Djadmiko Hermanu;
Anik Juwariyah;
Warih Handayaningrum
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 5, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.2080
Artikel ini membahas mengenai bagamana proses survive para pekerja seni dimasa pandemi dalam merelokasi sebuah pertunjukan seni. Pertunjukan yang semula disajikan secara (offline) kemudian beralih menjadi pertunjukan (online) dalam jaringan. Penelitian ini ditulis untuk mengetahui bagaimana proses kebertahanan para pekerja seni terus berkreasi dengan cara merelokasi pertunjukan dimasa pandemi. Untuk mengupas fenomena ini secara lebih mendalam pada penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif dengan studi kasus. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini diperoleh melalui studi literasi, studi lapangan, observasi serta proses wawancara. Berdasarkan penelitian ini kesimpulan yang dapat diambil dari berbagai temuan membuktikan pekerja seni dengan adanya pandemi dihadapkan kepada keadaan yang sulit. Disatu sisi peraturan membuat mereka tidak bisa berkarya, disisi lain mereka harus tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan keseharian keluarga mereka. Jalan keluar yang realistis yang dapat diambil oleh para pekerja seni ialah dengan merelokasi pertujukan seni mereka yang semula offline menjadi berbentuk online untuk tetap memperoleh penghasilan demi memenuhi kebutuhan mereka. Oleh karena itu sebagai kaum akademisi hendaknya juga memperhatikan keadaan para pekerja seni. Ibarat seni adalah sepasang kaki para akademisi seni adalah sebelah sisi kaki dan para pekerja seni ialah sepasang kaki yang bersebelahan, tanpa keduanya melangkah beriringan sebuah seni tidak bisa terpelajari, berarti, dan abadi.