Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
This journal aim is to publish articles dedicated to all aspects of the latest outstanding developments in the field of Islamic religious education. Its scope in Islamic education, Spiritual education, morals education, values education, and character education; the place and function of education institutions in the formation and establishment of religious identity; Islamic religious education in various belief groups, public life, and multicultural settings; Education practices at all levels of privately or publicly owned educational institutions; modern and traditional models, trends, and methods toward Islamic religious education; Islamic religious education in communities and environments outside of school; Spiritual, cultural, and social issues in education related to Islam; the effect of school identity; acceptance toward a school; school leadership, culture, and climate; or school family units on educational institutions that conduct Islamic religious education; teacher and administrator identity; and educational programs.
Articles
129 Documents
EfektifitasWhatsApp sebagai Media Belajar Daring
Muhamad Irpan Pandi
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2021): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32923/tarbawy.v8i1.1552
Belajar daring pada sekolah dasar banyak menggunakan media WhatsApp. Penting untuk menelisik bagaimana efektifitas belajar daring melalui WhatsApp. Peneliti melakukan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif pada berbagai sekolah dasar. Hasilnya menunjukkan bahwa pembelajaran daring melalui WhatsApp pada sekolah dasar cendrung tidak efektif. Sangat diperlukan evaluasi peran guru juga orang tua dalam hal ini kedepan.
Peran Orang Tua Dalam Menumbuhkan Kepercayaan Diri Anak Usia Dini
Nugraha Fadhlani
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2021): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32923/tarbawy.v8i1.1561
Usia dini merupakan dimana anak sedang berada dimasa emas pertumbuhannya (Golden Age) yaitu pembentukan karakter pada diri seorang anak dinilai lebih mudah dan efektif. Dalam penelitian ini menggambarkan bagaimana tugas orang tua bisa untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada anak usia dini dengan berbagai cara yang bervariasi, sesuai dengan kemampuan yang dimiliki orang tua. Poin-poin penting peran yang dapat diberiikan oleh orang tua yaitu menjadi pendengar yang baik, memberikan apresiasi, membiarkan anak membantu, mendukung minat dan bakat anak dan membiarkan anak bereksplorasi. metode yang digunakan adalah metode Analisis Data Sekunder, yang artinya penelitian ini menggunakan data-data yang tidak didapatkan secara langsung di lapangan akan tetapi melalui data-data yang didapat melalui berbagai jurnal penelitian, laporan dan artikel-artikel penunjang lainnya.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KEBERAGAMAN DAN SIKAP TOLERANSI ANTARA MAYORITAS MUSLIM DENGAN ETNIS CHINA DI DESA PENAGAN
Setiadi Kurniawan Kurniawan
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2021): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32923/tarbawy.v8i1.1568
Penelitian ini mengkaji nilai-nilai toleransi antara mayoritas muslim dengan etnis china di desa Penagan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatitif dengan metode etnografi. Teknk pengumpulan data dalam menghimpun data dan informasi yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Yang menjadi subjek penelitian ini adalah pemerintah desa Penagan, Tokoh Muslim, dan Tokoh etnis China. dalam peneltian mengkaji bagaimana bentuk intraksi sosial dan toleransi dalam beragaman suku budaya dan Agama. dalam hal ini masyarakat ethnis china yang telah menetap lama di desa penagan bahwasanya mereka sudah menjadi penduduk asli di desa penagan besar dan hidup disanalah, sehingga tidak ada perbedaan ataupun sikap diskriminasi dari beberapa pihak. Bahwasanya meskipun dalam segala perbedaan mereka bisa hidup bergandengan tangan saling membantu antara masyarakat melayu dan masyarakat ethnis china dengan prinsipfan ngin, to ngin jit jong, yang berarti “pribumi melayu, dan etnis China semuanya sama dan setara”, rekomendasi penelitian kepada pemerintah desa Penagan utnuk tetap menjaga kerukunan dan keamanan antar umat beragama.
Konsep dan Pemahaman Filosifi Ilmu
Nikmarijal Nikmarijal
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2021): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32923/tarbawy.v8i1.1585
Understanding the philosophy of science leads to a broad knowledge about the development of science-based on the references of early theories in the philosophy of science. James Ladyman in Understanding Philosophy of Science (2002) contains philosophical meanings starting from the discussion of scientific methods, problems of inductivism, realism and antirealism, explanations and inference, and the meaning of realism. The product of science and technology has a great influence on the process of running life and in shaping the environment. The importance of science is not only in its use in technology but science can be enjoyed (prestige) which is unmatched in society compared to an institution or agency. Most people tend to trust a scientist's word rather than a journalist, lawyer or political. True or false, science is often seen as the final form of an objective and rational research process and a scientist is considered an individual who is able to collect and interpret evidence and use it to arrive at a "scientifically proven" conclusion rather than just a belief or conjecture.
Information Technology System dan Self Esteem Sebagai Solusi Pembelajaran Islam Kontemporer di Era Globalisasi
Rabian Syahbana
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2021): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32923/tarbawy.v8i1.1607
life. Thanks to the development of the technology is growing very rapidly, especially the technology of computer equipment and telecomunications equipment technology. Information and communication technology is a key enabler of globalization. Technology systems and confidence have interlocking relationships between one another. Because the current information technology is a very important that human need, because it is one way for people to get to know themselves and the world outside themselves in the face of gobalization. Contemporary Islam as a begining and creative work to create a new Islamic tradition after the Muslims suffered defeat in the political struggle. Excepted with the capabilities of information technology and self-esteem a person is able to convery ideas, ideas and knowledge of the religion of Islam to others. Information technology systems and self-esteem become a necessity in applying contemporary Islamic religious learning era of gobalization. Development of information technology systems that always moves must be followed and offset by Muslims to remain a quality human. Muslims are required to be able use information technology as well as possible so as to have high confidence in the study of the Islamic religion in the current era of globalization.
PENDIDIKAN ANAK DALAM KELUARGA
Wisnu Saputra
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2021): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32923/tarbawy.v8i1.1609
Pendidikan merupakan ladang investasi terbesar dalam membangun dan membentuk manusia seutuhnya. Sentuhan pendidikan mampu membentuk sumberdaya manusia yang beradab dan berkualitas. Keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama dan utama bagi anak, karena memiliki peran yang cukup besar dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Keluarga sebagai lembaga pendidikan memiliki fungsi yang cukup penting dalam membentuk kepribadian, sosial, sikap keagamaan anak. Karena anak merupakan aset terpenting dalam suatu keluarga, agama dan bangsa. Oleh karena itu, Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin memberikan perhatian dan peraturan dalam pelaksanaan kependidikan di dalam lingkungan keluarga. Kata Kunci : Pendidikan Anak, Peran Keluarga
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN PESANTREN DI PONDOK PESANTREN NURUL UMMAH PUTRI KOTAGEDE YOGYAKARTA
Luthfiyana Nur Rohmah;
Subiyantoro Subiyantoro
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2021): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32923/tarbawy.v8i1.1613
Islamic education in Indonesia appeared at the same time as the entry of Islam in Indonesia. It only started with a group of members of the community then turned to mosques, and ended up in a pesantren educational institution. Pesantren which as an Islamic educational institution for the first time before the existence of formal education is always seen as one's eyes, and the lack of attention from the government. Pesantren education has always taught Islamic education, and in addition pesantren has also contributed a lot to education, especially Islamic education. The change of government also has a positive impact on the government's concern for pesantren. Pesantren education that is only limited to non-formal education is still considered lacking and there is discrimination in it. Various policy changes are always made until a special policy appears about pesantren, which triggers all activities in pesantren. The policy aims to improve the quality of pesantren education without having to change the characteristics and traditions in pesantren. Pondok Pesantern Nurul Ummah Putri as one of the boarding schools has not felt the change from the pesantren law that has been passed by the government. So that the need for equality in the policy.
Mereduksi Negatif Belief dengan Pendekatan Hipnoterapi
Nikmarijal Nikmarijal
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2019): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32923/tarbawy.v6i2.1930
Negative beliefs are excessive and uncontrollable concerns in self-development and maintenance that can make a person feel rejected, dissatisfied and feel rejected. Hypnotherapy is applying hypothetical techniques to encourage the subconscious mind to find solutions to problems. The study used a quantitative approach with a quasi-experimental design using a pretest-posttest design model. From this study it was found that: (1) there was a significant difference between negative belief in the pretest and posttest of students in the experimental group. (2) there is no significant difference between the negative beliefs of students in the pretest and posttest in the control group. (3) there is a significant difference between the students' negative belief in the posttest of the control group and the posttest of the experimental group. So it can be concluded that negative beliefs can be reduced through a hypnotherapy approach.
Perumusan Kebijakan Di SMP Negeri 3 Patuk
Anisa Nur Febriyani
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2021): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32923/tarbawy.v8i2.1745
Salah satu bagian dari kebijakan publik ialah kebijakan pendidikan. Suatu kebijakan muncul karena adanya suatu permasalahan yang membutuhkan penanganan yang tepat, sehingga kebijakan tersebut dapat dijadikan sebagai pedoman. Perumusan kebijakan pendidikan merupakan suatu proses merumuskan reformasi untuk tindakan yang relevan dan dapat diterima oleh akal sehat untuk menyelesaikan berbagai masalah tertakait dengan pendidikan. Penulisan paper ini menggunakan metode kualitatif serta menggunakan pendekatan fenomenologi. Untuk memperoleh data dari observasi serta wawancara. Tujuan dibuatnya paper ini adalah untuk menjelaskan pengertian dari perumusan kebijakan pendidikan, tahapan perumusan kebijakan pendidikan, masalah yang dihadapi dalam merumuskan kebijakan pendidikan dan juga mengetahui siapa saja aktor-aktor yang terlibat dalam perumusan kebijakan pendidikan.