cover
Contact Name
Nikmarijal
Contact Email
nikmarijal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
tarbawiojs2@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 24074462     EISSN : 26145812     DOI : -
This journal aim is to publish articles dedicated to all aspects of the latest outstanding developments in the field of Islamic religious education. Its scope in Islamic education, Spiritual education, morals education, values education, and character education; the place and function of education institutions in the formation and establishment of religious identity; Islamic religious education in various belief groups, public life, and multicultural settings; Education practices at all levels of privately or publicly owned educational institutions; modern and traditional models, trends, and methods toward Islamic religious education; Islamic religious education in communities and environments outside of school; Spiritual, cultural, and social issues in education related to Islam; the effect of school identity; acceptance toward a school; school leadership, culture, and climate; or school family units on educational institutions that conduct Islamic religious education; teacher and administrator identity; and educational programs.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 129 Documents
Strategi Guru Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (Tunagrahita Sedang) Di SDLB Negeri Pangkalpinang Soleha Soleha; Erika Setia ningsih; siska dwi paramitha
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2020): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v7i1.1207

Abstract

Fokus penelitian ini berkenan dengan strategi guru dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam terhadap Anak Tunagrahita Sedang di SLB Pangkalpinang. Dengan tujuan untuk mendeskripsikan tentang strategi guru PAI dalam proses pembelajaran dan kendala yang dihadapinnya. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kulitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, untuk jawaban dari rumusan masalah. Adapun hasil penelitiannya yaitu strategi yang digunakan guru dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi Anak Tunagrahita Sedang di SLBN pangkalpinang yaitu Active Learning, Contextual Teacing Learning (CTL), Cooperative Learning, dan PAIKEM. Namun yang sering digunakan adalah Active Learning, Contextual Teacing Learning (CTL). Adapun kendala yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal terdiri dari profesionalitas guru dalam berinteraksi terhadap Anak Tunagrahita Sedang. Kedua, faktor eksternal yang terdiri dari kondisi peserta didik dan fasilitas yang berada disekolah. The focus of this research deals with the teachers strategies in teacher learning of Islamic Studies to ward studies with Middle Mental Retardation of State Difable Elementary School Pangkalpinang. The objective is to discribe the strategies of Islamic Studies Teacher in teaching learning process and the problem on it. This research applied qualitative descriptive, the method of collecting data by interview, observation, documentation to answer the research problems. The result of the research is that the strategies used by the teachers in teaching learning Islamic Studies of Middle Mental Retardation in State Difable Elementary school Pangkalpinang are active Learning, Contextual, Teaching Learning, Cooperative Lerning, and PAIKEM ( is the Indonesia Shorten Term of Active, Inovative,Creative, Effective, and Fun Teaching Learning . But commonly used the Active Learning and Contextual Teaching Learning. The problem faces by teachers in the teaching learning of Islamic Studies consists of Internal and External factors. Internal factor is the teachers profesionalism in interacting with the students with Middle Mental Retardation. The second, eksternal factors is the students conditions and the school facilities.
Peningkatan Hasil Belajar Sistem Pernapasan-Manusia Dengan Model Pembelajaran Market Place Activity Pada Siswa Kelas XI MIA 1 SMA Negeri 4 Pangkalpinang Ida Susanti; Saleh Hidayat; Sri Wardhani
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2019): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v6i2.1235

Abstract

Manusia adalah manusia dan tidak bisa dipersamakan dengan makhluk yang lainnya, apalagi dengan benda-benda yang bersifat jumud (benda mati). Oleh sebab itu, seorang anak yang terlahir ke dunia bukan seperti kertas putih, karena manusia adalah makhluk hidup yang sudah memiliki fitrah (potensi) dan memiliki perbedaan individu yang menurut pemahaman yang utuh dan komprehensif serta pengakuan dari pendidik, sehingga dapat menghantarkan peserta didiknya ke arah tujuan pendidikan yang diingin-kan. Atas dasar perbedaan ini pendidik memberikan pelayanan terhadap peserta didik. Humans are humans and can not be compared to other creatures, especially with objects that are old-fashioned (inanimate objects). Therefore, a child who is born into the world is not like a white paper, because humans are living beings who already have nature (potential) and have individual differences according to a comprehensive and comprehensive understanding and recognition from educators so that they can deliver their students towards desired educational goals. Based on these differences, educators provide services to students.
Memahami Karakteristik Peserta Didik dalam Proses Pembelajaran Janawi Janawi
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2019): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v6i2.1236

Abstract

Tulisan ini mencoba mengelaborasi kemampuan tenaga pendidik memahami karakteristik peserta didik dengan optimalisasi pencapaian proses pembelajaran. Pada tataran implementatif, keberhasilan proses pembelajaran tentu berhubungan dengan kemampuan tenaga pendidik dalam memahami subyek didik yang memiliki perbedaan, baik dimensi fisik maupun non fisik. Bahkan dalam proses pembelajaran, memahami karakteristik anak menjadi barometer kesuksesan proses pembelajaran. Hal ini disebabkan karena tenaga pendidik merupakan ujung tombak pelaksanaan pembelajaran. Untuk memahami anak, pendidik perlu menggunakan segala informasi baik informasi yang bersumber dari internal maupun eksternak anak. Informasi-informasi tersebut dapat berhubungan dengan faktor latar belakang anak seperti faktor sosial budaya anak. Faktor-faktor ini penting dipahami untuk mengoptimalkan pola hubungan dan interaksi antara tenaga pendidik dengan peserta didik. Di samping itu, karakteristik peserta didik terkait dengan beberapa elemen penting seperti aspek intelektual, aspek fisik, emosional, dan moral. Kesemua aspek tersebut penting diperhatikan bahwasanya perbedaan zaman akan menentukan perbedaan perlakuan. Perbedaan perlakuan semakin dituntut seiring dengan perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi. This paper tries to elaborate on the ability of educators to understand the characteristics of students by optimizing the achievement of the learning process. At the implementation level, the success of the learning process is certainly related to the ability of educators in understanding students' subjects that have differences, both physical and non-physical dimensions. Even in the learning process, understanding the characteristics of children becomes a barometer of the success of the learning process. This is because educators are the spearhead of the implementation of learning. To understand children, educators need to use all information both information sourced from internal and external children. The information can be related to child background factors such as children's socio-cultural factors. These factors are important to understand to optimize the pattern of relationships and interactions between educators and students. In addition, student characteristics are related to several important elements such as intellectual aspects, physical, emotional, and moral aspects. All these aspects are important to note that the difference in age will determine the difference in treatment. Differences in treatment are increasingly demanded along with changes and developments in technological science.
Pendidikan Islam Menjawab Tantangan Suarni Suarni
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2019): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v6i2.1237

Abstract

Institusi pesantren di Indonesia telah menjadi magnit bagi imuan di bidang pendidikan, tidak hanya ilmuan lokal tapi juga mancanegara, tidak hanya insider (muslim) bahkan outsider (nonmuslim). Dengan ciri khas yang dimiliki, lembaga pendidikan pesantren hingga kini tetap eksis dan semakin menjamur khususnya di wilayah pedesaan. Hanya saja, perkembangan kuantitas tidak dibarengi dengan kemajuan kualitas. Lembaga pendidikan Islam tidak hanya dituntut untuk membangun akidah tapi harus berorientasi pada lapangan kerja. Anak didik harus dibekali dengan keterampilan sehingga dapat berkompetisi di dunia kerja. Tulisan ini menyajikan tantangan pendidikan di era globalisasi dan upaya-upaya yang harus dilakukan agar kualitas pendidikan Islam dengan berbagai coraknya dapat berkompetisi dengan lembaga pendidikan lainnya. Uraian ini dikupas melalui kajian literasi dengan sumber yang kredibel.Pada akhirnya, lembaga pendidikan Islam, baik pesantren dengan madrasah di dalamnya maupun madrasah di luar pesantren, harus mampu meng-update dan meng-upgrade kurikulum sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Dengan kata lain, pendidikan Islam harus bersifat visioner dan antisipatoris dengan langkah-langkah kongkrit. Dengan demikian, lulusannya dipenuhi dengan nuansa iman, dengan otak yang dipenuhi ilmu pengetahuan dan tangan yang dibekali dengan berbagai keterampilan. Islamic boarding schools in Indonesia have become magnets for scientists in the field of education, not only local but also international scientists, not only insider (Muslim) and even outsiders (non-Muslim). With its characteristics, Islamic boarding schools educational institutions still exist and are increasingly mushrooming, especially in rural areas. It is just that the development of quantity is not accompanied by progress in quality. Islamic educational institutions are not only required to build creeds but must be oriented to employment. Students must be equipped with skills so they can compete in the world of work. This paper presents the challenges of education in the era of globalization and the efforts that must be made so that the quality of Islamic education with its various features can compete with other educational institutions. This description is analyzed through literacy studies with credible sources. In the end, Islamic educational institutions, both Islamic boarding schools with madrasas inside and madrasas outside Islamic boarding schools, must be able to update and upgrade the curriculum by the development of science and technology. In other words, Islamic education must be visionary and anticipatory with concrete steps. Thus, graduates are filled with nuances of faith, with a brain filled with knowledge and hands equipped with various skills.
Implementasi E-learning Sebagai Media Pembelajaran Pada Era Milenial Dian Puspita Eka Putri
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2019): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v6i2.1238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan bagaimana cara mengiplementasikan prosen kegiatan belajar mengajar yang berbasis E-learning pada era dan generasi milenial. Kemudian untuk mengetahui bagaimana pembelajaran berbasis E-learning dapat membangun minat belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskripif dengan pendekatan kuanlitatif. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Program Sarjana Pendidikan Agama Islam kelas A-C tahun 2018. Penentuan sampel menggunakan teknik sampling jenuh dengan jumlah 57 mahasiswa. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah cara megimplementasikan E-learning sebagai media pembelajaran dilakukan dengan melalui tiga tahap yaitu perencanaan, penggunan dan evaluasi. Hasil lain juga didapat bahwa dengan menggunaka E-learning dapat membangun minat belajar. Hal ini dikarena pembelajaran berbasis E-learning dapat menyajikan materi dan memberikan pengalaman belajar yang bervariasi. This study aims to describe how the implementation of the process teaching and learning activities based on E-learning in the era and millennial generation. Then to find out how E-learning based learning can build student learning interest. This research is a descriptive study with a quantitative approach. The population of this research is the students of the A-C Class Islamic Education Bachelor Program in 2018. The determination of the sample uses a saturated sampling technique with a total of 57 students. Data collection using interview, observation and documentation techniques. The results of this study are how to implement E-learning as a learning medium carried out through three stages, namely planning, use and evaluation. Other results are also obtained that by using E-learning can build interest in learning. This is because E-learning based learning can present material and provide a varied learning experience
Student Self-Concept and Achievement Motivation of High School Students Ihda Husnayaini
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2019): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v6i2.1239

Abstract

Learning English have been challenging for many students in Bangka Belitung, especially for vocational school students. This can be related to the students’ self-concept. Self-concept refers to an individual’s overall self-awareness. Self-concept is particularly important in studies related to education and learning because a lot of studies suggested that it has a correlation with academic achievement. This study was aimed to find out whether there is a correlation between the student self-concept and achievement motivation using the sample of high school students in Bangka Belitung. The findings suggested that the students had a good self-concept - especially when it comes to self-regard and parental acceptance aspects and positive achievement motivation. Those two aspects depict their self-image and self-esteem, the two most dominant components in self-concept. Regarding gender, the writer did not find any significant difference between female and male students in terms of self-concept and academic achievement. However, it was found that there was no correlation between self-concept and achievement motivation. This can be influenced by different characters, backgrounds, situations and expectations each student had. Belajar Bahasa Inggris telah menjadi tantangan bagi banyak siswa di Bangka Belitung, terutama bagi siswa sekolah kejuruan. Hal tersebut dapat terkait dengan konsep diri siswa. Konsep diri mengacu pada kesadaran diri individu secara keseluruhan. Konsep diri sangat penting dalam studi yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran karena banyak penelitian menunjukkan bahwa konsep diri memiliki korelasi dengan prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara konsep diri siswa dan motivasi berprestasi dengan menggunakan sampel siswa sekolah menengah kejuruan di Pangkalpinang, Bangka. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa-siswa tersebut memiliki konsep diri yang baik - terutama yang berkaitan dengan aspek harga diri dan penerimaan orang tua dan juga memiliki motivasi berprestasi yang positif. Kedua aspek tersebut menggambarkan citra diri dan harga diri mereka, dua komponen yang paling dominan dalam konsep diri. Mengenai jenis kelamin, peneliti tidak menemukan perbedaan yang signifikan antara siswa perempuan dan laki-laki dalam hal konsep diri dan prestasi akademik. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara konsep diri dan motivasi berprestasi. Hal tersebut bisa jadi dipengaruhi oleh karakter, latar belakang, situasi dan harapan yang beragam yang dimiliki oleh setiap siswa.
Korelasi Batas Usia Pernikahan Dalam Islam Dengan UU Pernikahan Fera Erawati; Ashif Az Zafi
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2019): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v6i2.1240

Abstract

Tulisan ini akan mendiskusikan yang terkait meningkatnya pernikahan usia dini yang terjadi pada akhir-akhir ini. Bagaimana pengaruh dari penerapan UU pernikahan yang membatasi batas usia pernikahan dengan maraknya pernikahan dini. Salah satu dari permasalahan yang ada di Indonesia adalah permasalahan pernikahan usia dini. Pernikahan usia dini ini merupakan pernikahan yang dilakukan dibawah usia 18 tahun. Pernikahan usia dini ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang sangat memengaruhi salah satunya adalah kurangnya pengetahuan atau ilmu yang dimiliki oleh pria maupun wanita yang melakukan usia dini beserta orang tua mereka. Mereka tidak terlalu memikirkan dampak dari pernikahan usia dini yang mereka lakukan. Tulisan ini menggunakan pendekatan studi kasus dan analisis dengan metode kualitatif. Penulis akan membahas mengenai pengertian pernikahan menurut islam, serta memaparkan beberapa dalil pernikahan dalam islam dengan korelasi UU pernikahan yang ada di Indonesia. Bagaimana dampak dari nikah muda apabila keduanya belum memiliki kesiapan mental dan psikis. This paper will discuss the related increase in early marriages that have occurred lately. How is the effect of the application of the marriage law that limits the age limit of marriage with the rise of early marriage? One of the problems in Indonesia is the problem of early marriage. This early marriage is a marriage conducted under the age of 18 years. This early marriage can be caused by several factors that greatly influence one of them is the lack of knowledge or knowledge possessed by men and women who do early age along with their parents. They do not think too much about the impact of early marriage they do. This paper uses a case study approach and analysis with qualitative methods. The author will discuss the definition of marriage according to Islam and explain some of the arguments of marriage in Islam with the correlation of marriage laws in Indonesia. What is the impact of young marriage if both do not yet have mental and psychological readiness.
THE SUMMARY OF JASMANI AND THE SPIRIT OF A MUSLIM FACING THE COVID-19 PLAGUE. Asabah Nurul Hikmah; Partono Partono Partono
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2020): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v7i2.1248

Abstract

THE SUMMARY OF JASMANI AND THE SPIRIT OF A MUSLIM FACING THE COVID-19 PLAGUE. This research writing aims to determine the responses, attitudes and actions of a Muslim in facing of the covid-19. The focus of this research problem is how the form of physical and spiritual endeavors carried out by a Muslim in the face of the covid-19 pandemic. This type of research is a qualitative research with a descriptive qualitative approach. The results showed that understanding of the prevention of covid-19 by a Muslim must be followed by physical and spiritual endeavors. Both physical and spiritual endeavors, have their respective forms and ways. The most important thing from the two endeavors is that both must be carried out in a balanced and wholehearted manner for the common good.
MASYIAH DALAM AL-QUR’AN DITINJAU PERSPEKTIF TEOLOGI PENDIDIKAN Suriadi adi Samsuri
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2020): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v7i2.1312

Abstract

Kajian ini akan mencoba mengeksplorasi konsep masyiah dengan menampilkan perdebatan sengit yang terjadi di kalangan mutakallimin mengenai kehendak Allah dan kehendak manusia. Setelah itu, pembahasan selanjutnya dari konsep masyiah ini akan digali konsep-konsep yang terkait dengan pendidikan sehingga hasilnya nanti diharapkan dapat memberikan arah, sejauhmana sebenarnya wilayah ikhtiar manusia dalam pendidikan agar mereka bisa membantu memanusiakan manusia. Gagasan mengenai kehendak Allah (masyiatullah) banyak sekali diterangkan dalam al-Qur’an. Allah seringkali menegaskan bahwa diri-Nya mempunyai masyiah dalam hubungan-Nya dengan manusia. Misalnya, “Dia menurunkan kemuliaan-Nya kepada hamba yang dikehendaki-Nya” (QS. al-Baqarah: 90). Selain ayat ini, masih banyak lagi ayat yang menerangkan tentang kemutlakan kehendak Allah. Diantaranya surat al-Baqarah: 253, Ali Imran: 40, Al-An’am: 112, Yunus: 99, Hud: 118 dan masih banyak lagi ayat-ayat lainnya.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ISLAM SECARA DARING DI TENGAH SITUASI SOCIAL DISTANCING AKIBAT PENYEBARAN COVID-19 “DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 BANTUL” Aretsa Zana Ayunda
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2020): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v7i2.1319

Abstract

Pendidikan merupakan hal yang sangatpenting di kalangan masyarakat saat ini,terutama pendidikan islam. Untukmemperoleh pendidikan, dibutuhkan suatulembaga. Salah satu lembaga pendidikan islamyaitu madrasah. Selain peran penting suatulembaga dalam memperoleh pendidikan,keefektifan dalam pembelajaran jugadiutamakan. Akan tetapi saat ini kita tengahberada dalam situasi social distancing akibatpenyebaran Covid-19 yang membuatpembelajaran tidak bisa dilakukan secaralangsung. Sehingga sistem pembelajaran saatini diganti menggunakan sistem pembelajaransecara daring. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui keefektifan pembelajaran secaradaring dari peserta didik Madrasah AliyahNegeri 2 Bantul dalam situasi social distancingakibat penyebaran Covid-19. Penelitian inimerupakan penelitian tindakan kelas dengansubjek penelitian adalah peserta didikMadrasah Aliyah Negeri 2 Bantul kelas X, XI,XII baik laki-laki maupun perempuan. Teknikperolehan data adalah observasi melalui mediagoogle form atau google formulir. Untukmendukung pembelajaran yang saat inidilakukan secara daring, pendidikmenggunakan beberapa media sosial. Darihasil penelitian, meski sudah didukung denganmedia sosial, peserta didik berpendapat bahwapembelajaran tidak berjalan efektif. Adabeberapa kelebihan dan kekurangan dalampembelajaran secara daring. Meski begitu,peserta didik tetap harus melakukanpembelajaran secara daring untuk mengurangipenyebaran Covid-19.

Page 5 of 13 | Total Record : 129