cover
Contact Name
Ramadhan Tosepu
Contact Email
+628114034449
Phone
ramadhan.tosepu@uho.ac.id
Journal Mail Official
jurnalkmc@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Nafa Graha Kampus, Blok I Nomor 3, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes
ISSN : 26864401     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes (JKMC) adalah jurnal ilmiah yang diuraikan berdasarkan pendekatan kesehatan. Jurnal ini memuat hasil hasil penelitian, review artikel, letter to the editor, ataupun tulisan lainnya yang terkait dengan kesehatan. Khususnya yang terkait dengan: Epidemiologi, Biostatistik, Kesehatan lingkungan, Kesehatan dan keselamatan kerja,Gizi masyarakat,Kesehatan reproduksiKebijakan dan manajemen kesehatan, Promosi kesehatan.
Articles 88 Documents
Identifikasi Bakteri Escherichia Coli dan Gambaran Kondisi Fisik Sumur Gali di Sekitar Bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Punggolaka Kota Kendari Hesty Amalia Pratiwi; Ramadhan Tosepu; Siti Rabbani Karimuna
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 3 No 02 (2022): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 03 NOMOR 02
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Keberadaan bakteri Escherichia coli pada air sumur gali menunjukkan bahwa air tersebut telah tercemar oleh mikroba. Air yang telah tercemar jika digunakan dalam jangka waktu yang panjang secara terus menerus akan menyebabkan penyakit seperti diare dan mual bahkan dapat menyebabkan kematian. Bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Punggolaka Kota Kendari telah beroperasi pada tahun 1980an dan ditutup sekitar tahun 1996. Saat masih beroperasi TPA ini menggunakan sistem pengelolaan sampah open dumping hal ini dapat menimbulkan berbagai macam dampak salah satunya terhadap kualitas air tanah. Masyarakat yang berada di sekitar bekas TPA Punggolaka diketahui masih menggunakan air sumur gali untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi bakteri Escherichia coli dan gambaran kondisi fisik sumur gali di sekitar bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Punggolaka Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 5 sumur gali yang dijadikan sampel penelitian semuanya (100%) positif mengandung bakteri Escherichia coli, kondisi fisik sumur gali dari 5 sumur gali terdapat 3 (60%) sumur gali yang tidak memenuhi syarat, serta pengetahuan tentang sanitasi dasar pada masyarakat 88% baik, sikap tentang sanitasi dasar pada masyarakat 59% kurang, dan tindakan tentang sanitasi dasar pada masyarakat 56% kurang. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu semua sumur gali positif mengandung bakteri Escherichia coli, kondisi fisik sumur gali sebagian besar tidak memenuhi syarat, serta pengetahuan tentang sanitasi dasar pada masyarakat sudah baik, sedangkan sikap dan tindakan tentang sanitasi dasar pada masyarakat masih kurang. Abstract. The presence of Escherichia coli bacteria in dug well water indicates that the water has been polluted by microbes. Water that has been polluted if used for a long time continuously will cause diseases such as diarrhea and nausea and can even cause death. The former Punggolaka Landfill (TPA) in Kendari City was operational in the 1980s and closed around 1996. While still operating this landfill using an open dumping waste management system, this can cause various kinds of impacts, one of which is on groundwater quality. People around the former Punggolaka landfill are known to still use dug well water to meet their daily needs. This study aims to find out and identify Escherichia coli bacteria and a picture of the physical condition of the dug wells around the former Punggolaka Waste Landfill (TPA) in Kendari City. This study used an observational descriptive method with a sample return technique using Total sampling. The results showed that of the 5 dug wells used as research samples, all of them (100%) were positive for containing Escherichia coli bacteria, the physical condition of the dug wells from 5 dug wells, there were 3 (60%) unqualified dug wells, and knowledge of basic sanitation in the community was 88% good, attitudes about basic sanitation in the community were 59% less, and actions about basic sanitation in the community were 56% less. The conclusion of this study is that all positive dug wells contain Escherichia coli bacteria, the physical condition of the dug wells is mostly unqualified, and the knowledge of basic sanitation in the community is good, while the attitudes and actions about basic sanitation in the community are still lacking.
Analisis Kadar Protein, Kalsium & Fe Pada Biskuit Kelor Mix Ikan Sori Fatmawati; Kameriah Gani; Ellyani Abadi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 3 No 02 (2022): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 03 NOMOR 02
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Kelor merupakan bahan pangan lokal yang banyak tersedia di lingkungan masyarakat Sulawesi Tenggara khususnya di Kota Kendari, Salah satu produk olahan kelor yang banyak digemari adalah Biskuit kelor yang dimix dengan ikan guna mengurangi rasa khas dari kelor. Ketersediaan ikan sori di Kota Kendari dapat didayagunakan guna menunjang kebutuhan zat gizi dalam setiap daur kehidupan. Tujuan penelitian adalah menganalisis kadar protein, kalsium dan Fe pada Biskuit kelor mix ikan sori. Penelitian ini adalah penelitian experiment (experimental research) dengan populasi adalah biskuit kelor sebanyak 100 gr. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kandungan gizi biskuit Kelor mix ikan sori dalam 1 mg biskuit terdapat Protein 0,0502 mg/dl, Kalisum 0,0589 mg/dl dan Fe sebanyak 0,4680 mg/dl. Penelitian ini menyarankan agar dilakukan. Penelitian ini menyarankan agar biskuit kelor mix ikan sori dapat dikonsumsi oleh masyarakat khususnya Balita, Anak Usia Sekolah, Remaja dan Ibu Hamil guna memenuhi kebutuhan Protein, Kalsium dan Fe. Abstract. communities, especially in Kendari City. One of the most popular processed Moringa products is Moringa Biskuits mixed with fish to reduce the distinctive taste of Moringa. The availability of sori fish in Kendari City can be utilized to support nutritional needs in every life cycle. The aims of this study was analyze the levels of protein, calcium and Fe in Moringa Biskuits mixed with sori fish. This research is an experimental research (experimental research) with a population of 100 grams of Moringa biskuits. Data were analyzed descriptively. The results showed that the nutritional content of Kelor biskuits mixed with sori fish in 1 mg of biskuits contained 0.0502 mg/dl Protein, 0.0589 mg/dl Kalisum and 0.4680 mg/dl Fe. This research suggests that it should be done. This study suggests that Moringa biskuit mix with sori fish can be consumed by the community, especially Toddlers, School Age Children, Teens and Pregnant Women to meet the needs of Protein, Calcium and Fe.
Determinan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Puskesmas Grong-Grong Kabupaten Pidie, 2019 Ramadhaniah Ramadhaniah; Fira Azvia; Farida Hanum
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 3 No 02 (2022): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 03 NOMOR 02
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Stunting merupakan keadaan kurang gizi (Z-Score=<-2 SD) yang berlangsung secara terus menerus dan terjadi dalam jangka waktu yang lama. Kabupaten Pidie menduduki posisi nomor tiga tertinggi (43,7%) terkait kejadian stunting di Provinsi Aceh setelah Kabupaten Subussalam (47,3%) dan Kabupaten Aceh Selatan (44%) pada Tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Grong-Grong Kabupaten Pidie Tahun 2019. Penelitian ini adalah penelitian Deskriptif Analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Grong-Grong yaitu sebanyak 86 responden. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 29 Juli sampai 06 Agustus 2019. Data primer diperoleh langsung melalui pengukuran tinggi badan anak dan melalui kuesioner yang dilakukan kepada responden dengan cara wawancara. Uji statistik yang digunakan yaitu uji Chi-Square. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa sebanyak (36.05%) anak mengalami stunting, status gizi pada ibu hamil (9,3%) KEK, yang bayi berat lahir rendah (8,14%), yang jarak kelahiran berisiko (17,4%), yang tidak memberikan ASI eksklusif (80,2%), dan yang ada penyakit infeksi (63,0%). Dari analisa statistik dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pemberian ASI (p= 0,004), penyakit infeksi (p=0,001), dan tidak ada hubungan antara status gizi bumil (0,494), berat bayi lahir rendah (p=0,695), dan jarak kelahiran (0,405) dengan stunting pada balita. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ASI Eksklusif dan penyakit infeksi merupakan faktor yang sangat berhubungan terhadap kejadian stunting pada balita, saran kepada petugas Puskesmas Grong-Grong agar lebih meningkatkan pelayanan gizi yang menyeluruh mengenai ASI Eksklusif dan berusaha menurunkan kejadian penyakit infeksi dan dapat menurunkan stunting pada balita dimasa yang akan datang. Abstract. Stunting is a state of malnutrition (Z-Score = <-2 SD) that lasts continuously and occurs over a long period of time. Pidie District occupies the third highest position (43.7%) related to stunting in Aceh Province after Subussalam District (47.3%) and South Aceh District (44%) in 2017. This study aims to determine the determinants of stunting in children under five in Indonesia. the working area of ​​the Grong-Grong Health Center, Pidie Regency in 2019. This research is an analytical descriptive research with a cross sectional design. The population in this study were all mothers who had toddlers aged 24-59 months in the working area of ​​the Grong-Grong Health Center as many as 86 respondents. Data collection was carried out from 29 July to 06 August 2019. Primary data was obtained directly through measuring children's height and through questionnaires conducted to respondents by means of interviews. The statistical test used is the Chi-Square test. From the results of the study, it was found that as many as (36.05%) children experienced stunting, nutritional status of pregnant women (9.3%) SEZ, low birth weight babies (8.14%), with risky birth spacing (17.4%), who did not give exclusive breastfeeding (80.2%), and who had infectious diseases (63.0%). From statistical analysis, it can be concluded that there is a relationship between breastfeeding (p = 0.004), infectious diseases (p = 0.001), and there is no relationship between the nutritional status of pregnant women (0.494), low birth weight (p = 0.695), and birth spacing. (0.405) with stunting in children under five. The conclusion of this study shows that exclusive breastfeeding and infectious diseases are factors that are strongly related to the incidence of stunting in toddlers, advice to Grong-Grong Health Center officers to further improve comprehensive nutritional services regarding exclusive breastfeeding and try to reduce the incidence of infectious diseases and can reduce stunting. in future toddlers.
Hubungan Asupan BCAA, Status Gizi dengan Anemia Renal pada PGK Hemodialisa di RSU Kasih Bunda Cimahi Mirna Sumirah; Yuliati Widiastuti; Asysyifa Riana; Enok Sobariah; Judiono Judiono
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 3 No 02 (2022): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 03 NOMOR 02
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak . Penyakit Ginjal Kronik (PGK); merupakan suatu keadaan klinis kerusakan ginjal yang progresif dan irreversible dengan etiologi yang beragam, yang menyebabkan anemia dan memerlukan terapi hemodialisa, dimana proses hemodialisa mengeluarkan asam amino diantaranya BCAA (Branched Chain Amino Acid); melalui dialisat dan penurunan sintesis protein. Penilaian status gizi pada PGK; Hemodialisa menggunakan metode Dialysis Malnutrition Scores (DMS). Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara asupan BCAA; status gizi; dengan anemia renal; pada PGK; hemodialisa; di RSU Kasih Bunda Cimahi. Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 35 pasien. Asupan BCAA; diperoleh dengan menggunakan metode food recall, status gizi; dengan menggunakan metode DMS dan kadar hemoglobin diperoleh dengan metode cyanmethglobin. Analisa bivariat menggunakan uji chi-square dan fisher excat test. Hasil asupan BCAA; pasien sebagian besar termasuk dalam kategori cukup (60%). Sebagian besar pasien memiliki status gizi; normal - baik (65,7%), dengan kadar hemoglobin pasien < 10 mg % (88,6 %). Hasil analisa bivariat yang diperoleh variabel asupan BCAA; memiliki p-value 0,312 ( > 0,05) yang artinya tidak ada hubungan antara asupan BCAA; dengan anemia renal; Hasil analisa bivariat variabel status gizi; memiliki p-value 0,594 ( > 0,05) yang artinya tidak ada hubungan antara status gizi; dengan anemia renal. Tidak ada hubungan Asupan BCAA; Status Gizi; dengan Anemia Renal; pada PGK; Hemodialisa; di RSU Kasih Bunda Cimahi Abstract. Chronic kidney disease (CKD); is a clinical condition of progressive and irreversible kidney damage with various etiologies, which causes anemia and requires hemodialysis therapy, where the hemodialysis process releases amino acids including BCAA (Branched Chain Amino Acid); through dialysate and decreased protein synthesis. Assessment of nutritional status; in CKD ;hemodialysis; using the Dialysis Malnutrition Scores (DMS) method. The aim of the study was to determine the relationship between BCAA; intake, nutritional status; and renal anemia; in hemodialysis ; CKD; at Kasih Bunda Hospital, Cimahi. This type of research is analytic observational with a cross sectional. The sampling technique used was total sampling with a total sample of 35 patients. BCAA; intake was obtained using the food recall, nutritional status; was obtained using the DMS and hemoglobin levels were obtained using theyanmethglobin. Bivariate analysis using chi-square and fisher excat test. The results of the patient's BCAA; intake were mostly in the sufficient category (60%). Most of the patients had normal - good nutritional status ;(65.7%), with the patient's hemoglobin level < 10 mg% (88.6%). The results of the bivariate analysis obtained that the BCAA; intake variable had a p-value of 0.312 (> 0.05), which means that there is no relationship between BCAA; intake and renal anemia, the results of the bivariate analysis of the nutritional status ;variable have a p-value of 0.594 (> 0.05), which means there is no relationship between nutritional status; and renal anemia. There is no relationship between BCAA; intake, nutritional status; and renal anemia; in hemodialysis; CKD; at Kasih Bunda Hospital, Cimahi.
EFEKTIVITAS PROMOSI KESEHATAN MELALUI MEDIA LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN JAJANAN SEHAT PADA SISWA SD NEGERI 060863 MEDAN Safrina Ramadhani; Rosdiana Rosdiana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 2 No 01 (2020): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 02 NO 01
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Makanan jajanan merupakan salah satu jenis makanan yang banyak dikonsumsi oleh siswa. Pengetahuan merupakan dasar yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang, maka dari itu pengetahuan seorang siswa adalah komponen penting yang berpengaruh dalam hal pemilihan jajanan yang akan dikonsumsi. Pengetahuan siswa kelas IV SD Negeri 060863 tentang jajanan sehat awalnya masih kurang baik dikarenakan kurangnya informasi yang mereka dapatkan. Maka dari itu diperlukan adanya pemberian informasi, salah satunya ialah dengan melakukan promosi kesehatan melalui media leaflet. Tujuan Penelitian untuk mengetahui efektivitas dari media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan tentang jajanan sehat pada siswa kelas IV di SD Negeri 060863 Medan. Metode penelitian ini menggunakan design quasi eksperiment dengan rancangan pretest posttest one group. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan nilai mean antara sebelum dan sesudah dilakukan promosi kesehatan tentang jajanan sehat melalui media leaflet yaitu dari sebesar 9,95 menjadi 15,24 serta didapatkan nilai p value 0,000 (< 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah media leaflet efektif terhadap peningkatan pengetahuan tentang jajanan sehat pada siswa kelas IV di SD Negeri 060863 Medan. Kepada pihak sekolah dasar disarankan untuk melakukan pemantauan terhadap makanan dan minuman jajanan yang dijual di lingkungan sekolah dan melakukan promosi kesehatan rutin mengenai jajanan dengan media leaflet kepada siswa.
Hubungan Motivasi dengan Kinerja Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Sundari Medan Rosdiana Rosdiana; Safrina Ramadhani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 2 No 02 (2021): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 02 NO 02
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber Daya Manusia merupakan faktor penting dalam instansi, suatu instansi perlu mengembangkan pegawai yang professional dan ahli dibidangnya. Pegawai yang mempunyai keahlian dan kemampuan akan berkerja dengan baik, termotivasi melakukan semua pekerjaannya sehingga tingkat kinerjanya meningkat menjadi lebih baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan motivasi dengan kinerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Sundari Tahun 2020. Desain penelitian yang digunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang diambil dalam penelitian adalah perawat rawat inap yang bekerja di Rumah Sakit Sundari sebanyak 62 orang, sampel sebanyak 62 orang menggunakan total populasi dan analisis uji chi square. Hasil penelitian diketahui bahwa dari 62 responden di Rumah Sakit Sundari yang memiliki motivasi baik sebanyak 52 responden (83,9%) sebagian kecil motivasi kurang 2 responden (3.2%) dan memiliki kinerja perawat mayoritas baik 42 responden (67.7%), sebagian kecil kurang 4 responden (6.5%). Kesimpulan penelitian menunjukkan adanya hubungan motivasi dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Sundari dengan uji statistik chi square yaitu variabel motivasi = 0.022 dari tingkat kesalahan 0,05. Disarankan dapat meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya motivasi dalam meningkatkan kinerja. Bagi peneliti selanjutnya disarankan agar dapat melakukan penelitian berkelanjutan mengenai hubungan motivasi kerja dengan kinerja menggunakan desain penelitian lain.
Implementasi Bridging System antara E-Pueksesmas NG Dengan P-Care di Puskesmas Andalas Padang Tria Saras Pertiwi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 3 No 02 (2022): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 03 NOMOR 02
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Bridging System adalah penggunaan teknologi informasi berbasis Web Service dimana dapat menghubungkan Sistem Informasi Manajemen seperti Website BPJS Kesehatan dengan sistem informasi manajemen pelayanan kesehatan. Puskesmas Andalas Kota Padang Sumatera Barat, baru menerapkan Bridging System untuk menunjang pelayanannya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Penerapan Bridging System Antara Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (E-Puskesmas Ng) dengan Primary Care (P-Care) di Puskesmas Andalas Kota Padang Sumatera Barat Tahun 2022. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan melakukan Wawancara dan Observasi kepada narasumber diantaranya perekam medis dan informasi kesehatan, petugas entri ruangan yang ada pada masing-masing poliklinik. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat beberapa hambatan yang diperoleh selama proses brigding yaitu pada sumber daya manusia, hardware, software, listrik, wifi dan kebijakan. Saran penelitian ini perlu pengadaan petugas IT yang kompeten, perbaikan sistem jaringan (Network), serta penambahan ataupun perbaikan komputer yang digunakan petugas perekam medis dalam menunjang pelayanan pasien. Kata Kunci: Bridging System, SIMPUS, E-Puskesmas NG, P-Care Absctract. Bridging System is the use of Web Service-based information technology which can connect Management Information Systems such as the BPJS Health Website with health service management information systems. Andalas Public Health Center, Padang City, West Sumatra, has just implemented the Bridging System to support its services. The purpose of this study is to determine the application of the Bridging System between the Puskesmas Management Information System (E-Puskesmas Ng) and Primary Care (P-Care) at the Andalas Health Center, Padang City, West Sumatra in 2022. This research is descriptive qualitative by conducting interviews and observations with resource persons. including medical recorders and health information, room entry officers in each polyclinic. The results showed that there were several obstacles encountered during the bridging process, namely human resources, hardware, software, electricity, wifi and policies. Suggestions for this research need to procure competent IT officers, repair network systems (Network), as well as add or repair computers used by medical recorders in supporting patient care. Keywords: Bridging System, SIMPUS, E-Puskesmas NG P-Care
Analisa Bakteri Coliform pada Air Minum Depot Isi Ulang di Desa Jeru Kecamatan Turen Firnanda Magfirah; Erni Yohani Mahtuti; Muhammad Masyhur
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 3 No 03 (2022): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 03 NOMOR 03
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air minum isi ulang adalah air yang telah melalui proses pemurnian dengan menggunakan radiasi ultraviolet, ozonisasi, atau keduanya melalui berbagai tahapan penyaringan. Menurut Permenkes RI No 492/Menkes/SK/IV/2010 , syarat bakteriologis air minum adalah air minum tidak boleh mengandung bakteri patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah air minum isi ulang tercemar bakteri coliform atau tidak dan untuk mengetahui apakah air minum isi ulang sesuai dengan standar PERMENKES RI No.492/MENKES/Per/IV.2010. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode MPN yang terdiri dari uji penduga (persumtive test) uji penegas (confirmend test) dan uji pelengkap (completed test). Populasi penelitian seluruh depot air minum isi ulang di Desa Jeru Kecamatan Turen sebanyak 2 depot. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua sampel tidak ditemukan bakteri coliform atau 0/100 CFU. Sehingga air minum layak dikonsumsi dan sudah memenuhi syarat permenkes.
Hubungan Sanitasi Lingkungan Dan Higiene Perorangan Dengan Kejadian Diare Pada Masyarakat Pesisir Kelurahan Anaiwoi Kecamatana Tanggetada Kabupaten Kolaka Tahun 2022 Vera Aprilia Vera; Ramadhan Tosepu Ramadhan Tosepu; Nurmaladewi Nurmaladewi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 3 No 03 (2022): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 03 NOMOR 03
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penyakit diare merupakan penyakit yang ditandai dengan frekuensi buang air besar yang ditandai dengan berubahnya bentuk tinja dengan frekuensi lebih dari biasanya (lebih dari 3 kali dalam kurun satu hari) dengan perubahan konsistensi tinja menjadi lembek atau encer, dengan atau tanpa darah/lendir dalam tinja tersebut sebagai akibat dari terjadinya proses inflamasi pada lambung atau usus dalam tinja tersebut yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme termasuk bakteri, virus dan parasit lainnya seperti jamur, cacing, dan protozoa. Berdasarkan data dari Puskesmas Tanggetada angka kesakitan berdasarkan 10 urutan terbesar Puskesmas Tanggetada Bulan Januari-Desember kasus diare menempati urutan ke 3.Pada tahun2019 terdapat 132 penderita diare, pada tahun 2020 terdapat 133, dan pada tahun 2021 sebanyak 107 penderita kasus diare terhitung dari bulan januari –september. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan (penyediaan air bersih, penggunaan jamban, tempat pembuangan sampah, Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) dan higiene perorangan terhada kejadian diare pada masyarakat pesisir Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka Tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan Cross Sectional Study dengan sampel penelitian sebanyak 185 responden dari populasi sebanyak 354 masyarakat. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan antara penyediaan air bersih dengan kejadian diare (p- value = 0,000<0.05), ada hubungan antara penggunaan jamban keluarga dengan kejadian diare (p-value= 0,000<0.05), ada hubungan antara saluran pembuangan air limbah dengan kejadian diare (p-value =0,001<0.05), ada hubungan antara tempat pembuangan sampah dengan kejadian diare (p-value =0,030<0.05), ada hubungan yang bermakna antara higiene perorangan dengan kejadian diare (p-valu = 0,027<0.05). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan antara penyediaan air bersih, penggunaan jamban keluarga, saluran penggunaan air limbah (SPAL), tempat pembuangan sampah dan higiene perorangan dengan kejadian diare. Absctract. Diarrhea is a disease characterized by the frequency of defecation which is characterized by changes in the shape of the stool with a frequency more than usual (more than 3 times in one day) with changes in the consistency of the stool to become soft or watery, with or without blood/mucus in the stool. as a result of the occurrence of an inflammatory process in the stomach or intestines in the stool caused by infectious microorganisms including bacteria, viruses and other parasites such as fungi, worms, and protozoa. Based on data from the Tanggetada Health Center, the morbidity rate is based on the 10 largest sequences of the Tanggetada Health Center. In January-December cases of diarrhea ranked 3. In 2019 there were 132 diarrhea sufferers, in 2020 there were 133, and in 2021 there were 107 cases of diarrhea starting from the month of January. January – September. This study aims to determine the relationship between environmental sanitation (providing clean water, use of latrines, waste disposal sites, Waste Water Disposal Channels (SPAL) and personal hygiene to the incidence of diarrhea in the coastal community of Anaiwoi Village, Tanggetada District, Kolaka Regency in 2022. The research method used is quantitative analysis using a Cross Sectional Study with a research sample of 185 population from a population of 354 people. Data analysis uses the chi square test. The results of this study indicate that there is a relationship between clean water supply and the incidence of diarrhea (p-value = 0.000 <0.05 ), there is a relationship between the use of family latrines with the incidence of diarrhea (p-value = 0.000 <0.05), there is a relationship between sewerage and the incidence of diarrhea (p-value = 0.001 <0.05), there is a relationship between landfills and the incidence of diarrhea (p-value = 0.030 <0.05), there is a significant relationship between hygiene pero with the incidence of diarrhea (p-value = 0.027 <0.05). The conclusion in this study is that there is a relationship between the provision of clean water, the use of family latrines, the use of waste water channels (SPAL), waste disposal sites and personal hygiene with the incidence of diarrhea.
ANALYSIS OF THE RELATIONSHIP OF KNOWLEDGE, ATTITUDE, AND AVAILABILITY OF FACILITIES WITH WASTE MANAGEMENT ACTIONS IN THE BAJO COMMUNITY IN THE COASTAL AREA, WANGKOLABU VILLAGE, TOWEA DISTRICT, MUNA REGENCY IN 2022 Wa Insa Insa; Ramadhan Tosepu Ramadhan Tosepu; Nurmaladewi Nurmaladewi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 3 No 03 (2022): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 03 NOMOR 03
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The waste problem is a problem that is closely related to humans and can be encountered in everyday life, both in individual life and in the environment. However, the problem that we often encounter in coastal communities is that there are still many of them who throw garbage in any place, including throwing it at sea. This study aims to determine the relationship between knowledge, attitudes, and availability of facilities with waste management actions in the coastal community of Wangkolabu Village, Towea District, Muna Regency. The research method used is analytic observational research design with cross sectional study. The population in this study was the entire community of Wangkolabu Village, amounting to 345 families with a sample of 93 respondents. The results showed that there was no relationship between knowledge and waste management actions (p value = 0.344), there was a relationship between attitudes towards waste management actions (p value = 0.032), and there was a relationship between the availability of facilities and waste management actions (p value = 0.011). The conclusion shows that there is no relationship between the knowledge variable and the waste management action, then there is a relationship between the attitude variable and the availability of facilities for the waste management action.