cover
Contact Name
Ramadhan Tosepu
Contact Email
+628114034449
Phone
ramadhan.tosepu@uho.ac.id
Journal Mail Official
jurnalkmc@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Nafa Graha Kampus, Blok I Nomor 3, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes
ISSN : 26864401     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes (JKMC) adalah jurnal ilmiah yang diuraikan berdasarkan pendekatan kesehatan. Jurnal ini memuat hasil hasil penelitian, review artikel, letter to the editor, ataupun tulisan lainnya yang terkait dengan kesehatan. Khususnya yang terkait dengan: Epidemiologi, Biostatistik, Kesehatan lingkungan, Kesehatan dan keselamatan kerja,Gizi masyarakat,Kesehatan reproduksiKebijakan dan manajemen kesehatan, Promosi kesehatan.
Articles 88 Documents
GAMBARAN PENGETAHUAN SIKAP DAN KEBIASAAN MAKAN IKAN ASIN DI DESA BONTOSUNGGU KECAMATAN BONTOHARU KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR Puji, Bau; Amiruddin, Fitriyah; Muhammad Syafar
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 6 No 02 (2025): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 06 NO 02
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan asin merupakan salah satu makanan hasil pengawetan yang umum dikonsumsi oleh masyarakat pesisir karena daya simpan yang lama, harga yang terjangkau, serta memiliki nilai budaya tersendiri. Di Desa Bontosunggu, ikan asin telah menjadi bagian dari pola konsumsi masyarakat seharihari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan kebiasaan makan ikan asin pada masyarakat Desa Bontosunggu. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lima orang informan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat masih terbatas pada proses pengolahan tradisional dan risiko kesehatan seperti hipertensi, namun sebagian informan tetap mengonsumsi ikan asin karena faktor kemudahan, harga yang murah, dan ketersediaan yang tinggi. Selain itu, kebiasaan makan ikan asin sudah berlangsung sejak zaman nenek moyang, dikenal dengan istilah “jaman totoa riolo,” dan hingga kini tetap dipertahankan. Kesimpulannya, meskipun masyarakat menyadari potensi risiko dari konsumsi ikan asin, mereka tetap memilih untuk mengonsumsinya karena pertimbangan ekonomi dan tradisi yang telah mengakar kuat dalam kehidupan mereka.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF, PENGETAHUAN IBU DAN PELAYANAN POSYANDU DENGAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BIRA KOTA MAKASSAR Junaida, Nur Anida; Amiruddin, Fitriyah; Jalil Genisa
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 6 No 02 (2025): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 06 NO 02
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Status gizi merupakan keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat gizi. Status gizi balita merupakan salah satu indikator derajat kesehatan di Indonesia. Tahun 2025 sebanyak 1.382 balita, dimana status gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Bira di bulan Februari gizi kurang sebanyak 33 balita dan berat badan rendah sebanyak 43 balita. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemberian ASI Eksklusif, pengetahuan ibu dan pelayanan posyandu dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Bira Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain cross sectional, teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 94 responden. Instrumen yang digunakan kusioner, kemudian diolah dalam bentuk analisis univariat dan analisis bivariat dengan p Value = 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan status gizi balita dengan p Value = 0,034. Ada hubungan pengetahuan ibu dengan status gizi balita dengan p Value = 0,000. Ada hubungan pelayanan Posyandu dengan status gizi balita dengan p Value = 0,000. Kesimpulan penelitian ini, pemberian ASI Ekslusif, pengetahuan ibu dan pelayanan posyandu ada hubungan dengan status gizi balita. Saran yaitu diharapkan kepada setiap ibu balita untuk memberikan asupan gizi yang baik kepada balita dan ASI Eksklusif selama 6 bulan. Selanjutnya untuk tenaga kesehatan, kader posyandu agar terus memberikan edukasi dan penanganan mengenai masalah gizi sebelum terlambat. Kata Kunci : Status Gizi Balita, Pemberian ASI Eksklusif, Pengetahuan Ibu, Pelayanan Posyandu
The The Effect Of Mosquito Larvae Monitoring Training On Knowledge And Skills In Efforts To Prevent Dengue Fever At SDN 2 Sukun, Malang City Agustiningsih, Resa Elok; Pudji Suryani; Fiashriel Lundy
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 6 No 02 (2025): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 06 NO 02
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a public health problem in Indonesia, especially in endemic areas. Active participation of elementary school students through training as larvae monitors is a key strategy. Objectives: To determine the effect of larvae monitor training on knowledge and skills in preventing DHF among fifth-grade students at SDN 2 Sukun Malang. Research Metodes: A pre-experimental study with a onegroup pretest-posttest design was conducted involving 30 purposively selected fifth-grade students. A questionnaire and observation checklist were used, analyzed using paired t-test. Results: There was a significant increase in knowledge (p < 0.05) and skills (p < 0.05) after the larvae monitor training was conducted. Conclusion : The study concludes that larvae monitor training is effective in improving students' knowledge and skills in preventing DHF. The involvement of students as larvae monitoring cadres is expected to become a sustainable promotive and preventive strategy in the school environment.Keywords: larvae monitor; training; knowledge; skills; dengue
Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan oleh Peserta JKN-KIS di wilayah kerja Puskesmas Kondodewata Kabupaten Tana Toraja Arruan, Agustina
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 6 No 03 (2025): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 06 NOMOR 03
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The utilization of health services by JKN-KIS participants at Kondodewata Health Center remains below the expected visit target. This is influenced by factors such as accessibility, available facilities, low public knowledge, and the availability of health workers when the community needs services. This study aims to determine the factors associated with the utilization of health services by JKN-KIS participants in the working area of Kondodewata Health Center, Tana Toraja Regency. This research is quantitative in nature, using a cross-sectional approach. The population consisted of all JKN-KIS participants, both PBI (Contribution Assistance Recipients) and Non-PBI, totaling 5,641 people. A sample of 76 respondents was selected using simple random sampling. The instrument used was a questionnaire. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analysis with the Chi-square test at a significance level of p-value = 0.05. The results of the study showed a significant relationship between JKN knowledge and the utilization of health services (p-value = 0.041). There was a significant relationship between accessibility and health service utilization (p-value = 0.000). There was also a significant relationship between the availability of health workers and health service utilization (p-value = 0.012). A significant relationship was also found between available facilities and health service utilization (p-value = 0.000). The study concludes that there is a relationship between knowledge, accessibility, availability of health workers, and facilities with the utilization of health services. It is recommended to improve public knowledge, ensure equitable distribution of health workers, and enhance access to health service locations so that communities can more easily obtain services.
Hubungan Kecukupan Energi dan Pengeluaran Per Kapita Keluarga dengan Status Gizi Remaja Putri di Daerah Pesisir Kota Semarang AZZAHRA, Rahma Azzahra
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 6 No 03 (2025): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 06 NOMOR 03
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coastal areas are characterized by the greatest availability of food in the form of sources of animal protein from marine products. In addition to food availability, economic factors in coastal areas that tend to be poor can have an influence on purchasing power and ability to fulfill family food. This study aims to determine the relationship between nutritional adequacy and family per capita expenditure with the nutritional status of adolescent girls in the coastal area of ​​Semarang City. This type of research is a simple descriptive correlation with a cross-sectional survey design. Measurements of height and weight were carried out on respondents to calculate Body Mass Index (BMI) using a Z-score with BMI/U index. Nutritional adequacy data is taken with the Food Frequency Questionnaire (FFQ) then calculated energy fulfillment and compared with the Nutrition Adequacy Rate (RDA). Per capita expenditure is calculated by looking at the total family consumption expenditure and the total family expenditure divided by the number of family members living together, then categorized into poor and non-poor families after comparison with the average regional per capita expenditure. Data analysis using chi-square test. The average nutritional status is in the normal category with nutritional adequacy in the good category and the economic status is not poor. The test results show p= 0.000 for the nutritional adequacy variable and p= 0.002. There is a significant relationship between nutritional adequacy and family per capita expenditure with the nutritional status of adolescents in coastal areas of Semarang city.
Hubungan Penggunaan Media Sosial (Frekuensi, Durasi, dan Jenis Media Sosial) terhadap Kesehatan Mental Remaja Kota Kendari Lestari, Hariati; Supryatno, Adi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 6 No 03 (2025): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 06 NOMOR 03
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penggunaan media sosial pada remaja semakin meningkat dan menjadi perhatian karena potensi dampaknya terhadap kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penggunaan media sosial yang meliputi frekuensi, durasi, dan jenis media sosial dengan kesehatan mental siswa di SMA Negeri 9 Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 83 siswa kelas X, XI, dan XII yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan kuesioner penggunaan media sosial dan kuesioner kesehatan mental. Analisis data dilakukan melalui analisis univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki frekuensi penggunaan media sosial tinggi (50,6%), durasi penggunaan sedang hingga tinggi (83,2%), dan jenis media sosial yang paling banyak digunakan adalah TikTok (37,3%). Selain itu, mayoritas responden berada pada kategori kesehatan mental abnormal (75,9%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis media sosial (p = 0,486), durasi penggunaan media sosial (p = 0,525), maupun frekuensi penggunaan media sosial (p = 0,625) dengan kesehatan mental siswa. Meskipun demikian, pola distribusi menunjukkan kecenderungan meningkatnya proporsi gangguan kesehatan mental pada siswa dengan penggunaan media sosial yang lebih intens. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media sosial belum terbukti berhubungan secara statistik dengan kesehatan mental siswa SMA Negeri 9 Kendari, namun diperlukan perhatian terhadap intensitas penggunaannya. Keywords : Penggunaan media sosial, kesehatan mental, remaja Absctract Social media use among adolescents continues to increase and has raised concerns regarding its potential impact on mental health. This study aimed to analyze the relationship between social media use, including frequency, duration, and type of social media, and the mental health of students at SMA Negeri 9 Kendari. This study employed an analytic observational method with a cross-sectional design. A total of 83 students from grades X, XI, and XII were selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected online using questionnaires on social media use and mental health. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analysis with the chi-square test. The results showed that most students had a high frequency of social media use (50.6%), moderate to high duration of use (83.2%), and TikTok was the most frequently used platform (37.3%). Furthermore, the majority of respondents were categorized as having abnormal mental health conditions (75.9%). Bivariate analysis indicated that there was no significant relationship between type of social media (p = 0.486), duration of social media use (p = 0.525), and frequency of social media use (p = 0.625) with students’ mental health status. However, the distribution pattern suggested a tendency toward poorer mental health among students with more intensive social media use. This study concludes that social media use was not statistically associated with students’ mental health, although monitoring and guidance on social media use remain important Keywords : Social Media Use, Mental Health, Adolescents
GAMBARAN STIGMA, DUKUNGAN KELUARGA, DUKUNGAN SOSIAL, SELF-ESTEEM DAN TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN YANG HIDUP DENGAN HIV/AIDS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEPO LEPO TAHUN 2025 Lestari, Hariati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 6 No 03 (2025): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 06 NOMOR 03
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan yang tidak hanya berdampak pada aspek fisik, tetapi juga menimbulkan permasalahan psikososial pada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA), seperti stigma, rendahnya dukungan keluarga dan sosial, penurunan self-esteem, serta meningkatnya risiko depresi yang dapat memengaruhi kualitas hidup dan keberhasilan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan stigma, dukungan keluarga, dukungan sosial, self-esteem, dan tingkat depresi pada ODHA di wilayah kerja Puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari Tahun 2025. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional pada 26 ODHA yang menjalani pengobatan pada bulan November 2025 lalu dipilih secara accidental sampling. Instrumen kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini Berger HIV Stigma Scale, Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) dan Patient Health Questionnaire (PHQ-9), dengan analisis data secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami stigma tingkat menengah (57,7%), memiliki dukungan keluarga tinggi (50,0%) dan dukungan sosial sedang (50,0%), namun lebih dari setengah responden memiliki self-esteem rendah (53,8%). Tingkat depresi terbanyak berada pada kategori sedang hingga berat (38,5%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa stigma, dukungan keluarga, dukungan sosial, dan self-esteem berkaitan dengan tingkat depresi pada ODHA. Untuk itu diperlukan layanan HIV/AIDS yang terintegrasi dengan intervensi psikososial. Keywords : HIV/AIDS, Orang dengan HIV/AIDS (ODHA), Stigma, Dukungan Sosial, Self-Esteem, Tingkat Depresi. Absctract HIV/AIDS is a health problem that not only affects physical aspects but also causes psychosocial problems among People Living with HIV/AIDS (PLWHA), such as stigma, low family and social support, decreased self-esteem, and an increased risk of depression, which can affect quality of life and treatment success. This study aimed to describe stigma, family support, social support, self-esteem, and levels of depression among PLWHA in the service area of the Lepo-Lepo Public Health Center, Kendari City, in 2025. The study employed a descriptive quantitative design with a cross-sectional approach involving 26 PLWHA who were undergoing treatment in November 2025 and were selected using accidental sampling. Research instruments included the Berger HIV Stigma Scale, the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), the Rosenberg Self-Esteem Scale, and the Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9), with data analyzed using univariate analysis. The results showed that most respondents experienced a moderate level of stigma (57.7%), had high family support (50.0%) and moderate social support (50.0%); however, more than half of the respondents had low self-esteem (53.8%). The highest proportion of depression levels fell into the moderate to severe category (38.5%). The conclusion of this study indicates that stigma, family support, social support, and self-esteem are associated with levels of depression among PLWHA. Therefore, integrated HIV/AIDS services combined with psychosocial interventions are needed Keywords: HIV/AIDS, People Living with HIV/AIDS (PLWHA), Stigma, Social Support, Self Esteem, Level of Depression
Gambaran Uji Sensitivitas Antibiotik Kloramfenikol dan Anti Bakteri Ekstrak Etanol Mentimun (Cucumis Sativus L) pada Bakteri Salmonella Typhi Dengan Metode Difusi Nur Fadila
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 6 No 03 (2025): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 06 NOMOR 03
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam merupakan suatu kondisi yang menyebabkan peningkatan suhu tubuh diatas normal. Demam tyfoid (typhus abdominalis,typhoid fever,enteric fever) atau yang biasa dikenal dengan penyakit tipes, merupakan suatu penyakit akut bersifat sistemik dengan gejala demam lebih dari satu minggu dan terdapat gangguan kesadaran (penyebabnya karena panas yang terlalu tinggi), hal ini, menyebabkan termoregulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji sensitivitas bakteri Salmonella typhi dengan menggunakan antibiotik kloramfenikol sebagai kontrol dan antibakteri ekstrak etanol mentimun (Cucumis Sativus L) sebagai eksperimen dengan menggunakan metode difusi. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pengacakan dilakukan dengan cara pengundian. Jumlah unit percobaan pada penelitian sebanyak 30 dengan jumlah perlakuan sebanyak 10 dengan masing- masing 3x pengulangan. Tekhnik pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. hasil penelitian terkait dengan gambaran perbedaan antibiotik kloramfenikol dan anti bakteri ekstrak etanol mentimun (Cucumis Sativus L) pada bakteri Salmonela Typhi dengan menggunakan metode difusi, adapun hasil uji yang menggunakan konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% dengan hasil rata-rata zona hambat pada antibiotik kloramfenikol pada konsentrasi 20% (0 mm), pada konsentrasi 40%(12 mm), 60% (14,1 mm), 80%(14,1 mm), dan pada konsentrasi 100℅ (18,1 mm) yang berarti Salmonela typhi tidak resisten terhadap bakteri kloramfenikol.