cover
Contact Name
Ramadhan Tosepu
Contact Email
+628114034449
Phone
ramadhan.tosepu@uho.ac.id
Journal Mail Official
jurnalkmc@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Nafa Graha Kampus, Blok I Nomor 3, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes
ISSN : 26864401     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes (JKMC) adalah jurnal ilmiah yang diuraikan berdasarkan pendekatan kesehatan. Jurnal ini memuat hasil hasil penelitian, review artikel, letter to the editor, ataupun tulisan lainnya yang terkait dengan kesehatan. Khususnya yang terkait dengan: Epidemiologi, Biostatistik, Kesehatan lingkungan, Kesehatan dan keselamatan kerja,Gizi masyarakat,Kesehatan reproduksiKebijakan dan manajemen kesehatan, Promosi kesehatan.
Articles 88 Documents
The Utilization of Leaflets in Education of Infants and Toddlers' Nutrition in the Working Area of Kuranji Health Center Nindy Audia Nadira; Nurul Aziza Ath Thaariq; Evi Maria Lestari Silaban
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 3 No 03 (2022): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 03 NOMOR 03
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita yang dapat berdampak pada peningkatan risiko dan kerentanan terhadap penyakit, kesulitan perkembangan fisik dan kognitif, memiliki tingkat kecerdasan yang rendah, berisiko mengalami penyakit degeneratif saat dewasa, mengancam jiwa, hingga hilangnya generasi bangsa. Sejak pandemi Covid-19, tingkat kemiskinan juga mengalami peningkatan menjadi 10,7% - 11,6 %, sehingga diperkirakan akan terjadi peningkatan penduduk miskin baru yang mengalami stunting, sehingga target penurunan stunting menjadi 14% pada tahun 2024 akan semakin berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemanfaatan leaflet dalam edukasi gizi terhadap Ibu bayi dan balita di wilayah kerja Puskesmas Kuranji. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan desain quasi-experiment. Populasi penelitian ini adalah seluruh Ibu yang memiliki bayi dan balita dengan sampel penelitian berjumlah 34 orang responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat efektifitas pemanfaatan leaflet dalam edukasi gizi bayi dan balita kepada Ibu (p-value = 0,0005) dengan efek edukasi sebesar 38,34%. Dapat disimpulkan bahwa leaflet efektif dalam meningkatkan pengetahuan Ibu tentang gizi bayi dan balita. Diharapkan dapat dikembangkan inovasi lainnya yang lebih efektif dalam mengedukasi Ibu tentang gizi bayi dan balita, sehingga dapat menekan kasus stunting di wilayah kerja Puskesmas Kuranji khususnya dan Indonesia secara umum.
Analisis Status Gizi Dan Kadar Hemoglobin Terhadap Taksiran Berat Janin Pada Ibu Hamil Trimester III Arief Adi Saputro; Catur Retno Lestari
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 3 No 03 (2022): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 03 NOMOR 03
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The accuracy of the estimate of the baby's birth weight is one of the most important measurements at the beginning of labor so that appropriate action can be taken to reduce the risk of complications for pregnant women and babies as early as possible. Pregnant women with iron deficiency anemia that can be caused include: premature parturition, LBW to the occurrence of perinatal death and inhibition of fetal growth and development. The purpose of this study was to determine the effect of nutritional status and hemoglobin levels on estimated fetal weight in third semester pregnant women. This research uses cross sectional approach and analytic observational method. The research location was conducted at the Level 1 Health Facility in Kudus Regency during July 2022. Data was collected by conducting research directly and measuring LILA using the LILA tape and Hb levels using easy touch. Estimated Fetal Weight is the estimated weight of the fetus in the womb with the measurement criteria for Estimated Fetal Weight using a metlin measuring instrument. The technique used as a sample determination is a total sampling technique of 32 third trimester pregnant women. Analysis of the data used is the Spearman Rank test through SPSS ver 23 software with sig. p<0.05. Based on the Spearman rank correlation test, it has a value of 0.098 and has a unidirectional relationship. A significance value of 0.595 > (α 0.05) means that there is no significant effect of nutritional status (LILA) on the estimated fetal weight in third trimester pregnant women. Furthermore, Spearman's rank correlation test has a value of 0.049 and has a unidirectional relationship. A significance value of 0.788 > (α 0.05) has no significant effect of nutritional status (LILA) on estimated fetal weight in third trimester pregnant women. there is no effect of nutritional status (LILA) and Hb levels on estimated fetal weight in third trimester pregnant women. It is recommended for pregnant women to carry out regular and periodic health checks and ANC.
STUDI TENTANG KEPUASAN PASIEN DI UNIT PELAYANAN KESEHATAN KULIT, KELAMIN, DAN KOSMETIKA KOTA MAKASSAR Awaliah Awaliah; Rahmawati; Syahruni; Herlina
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 3 No 03 (2022): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 03 NOMOR 03
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The government's main function is to serve the community, so the government needs to continue to strive to improve the quality of service, as stated in Law Number 25 of 2009 concerning Public Services where the survey mechanism is guided by public services, especially within the scope of the Health Office's Skin, Gender, and Cosmetic Health Service Unit.This study aims to describe the level of patient satisfaction with health services in the skin, genital and cosmetic health service units in the city of Makassar. The research used a quantitative descriptive study. The data was conducted at the genital skin health service unit and cosmetics in Makassar City from January to December 2021 with 1200 respondents. Data was collected by providing blanks with emoticons; SATISFIED, USUAL, UNSATISFIED with a table describing the types of services filled with a checklist, for patients who come to visit the skin, genital and cosmetic health service units in the city of Makassar. The collected data were analyzed using the SPSS application and presented in the form of a frequency distribution table. Result; The majority of patients are satisfied with the services of health workers at the skin, genital and cosmetic health service units in Makassar city, both in the registration counter services, cosmetic services, doctor services, laboratory services, and pharmacy services. Conclusion; of the five elements of service, the one with the lowest rating is card service.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN KEPESERTAAN KELUARGA BERENCANA DI INDONESIA TAHUN 2019 Sofiyah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 4 No 01 (2023): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 04 NOMOR 01
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk di Indonesia hingga saat ini terus mengalami peningkatan. Indonesia masih menduduki peringkat empat di dunia dengan laju pertumbuhan mencapai 2,6 jiwa per tahun. Pertambahan penduduk yang cepat dan tidak seimbang dengan naiknya produksi akan mengakibatkan terjadinya banyak tekanan yang berat pada berbagai sektor seperti: penyediaan pangan, sandang, perumahan, lapangan kerja, fasilitas kesehatan, pendidikan, pengangkutan, perhubungan dan sebagainya. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia menerapkan program Keluarga Berencana (KB) Nasional dengan tujuan yang diharapkan ialah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk Indonesia. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui jenis KB apa saja yang digunakan oleh wanita usia subur (WUS), faktor yang mempengaruhi pemilihan alat kontrasepsi seperti pengetahuan, dan keterpaparan media informasi. Metode: Penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif yang berarti penelitian ini akan menggambarkan hasil analisis kepesertaan keluarga berencana (KB) di Indonesia melalui penjelasan data yang diperoleh dari publikasi Survei Kinerja Akuntabilitas Program 2019. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi kepesertaan KB di Indonesia tahun 2019 antara lain pengetahuan. Semakin tinggi pendidikan wanita kawin usia 15-49 tahun di Indonesia Tahun 2019 menunjukkan semakin banyak terpapar media informasi dibandingkan wanita yang berpendidikan lebih rendah. Wanita yang terpapar media informasi lebih banyak menunjukkan lebih memiliki wawasan yang luas dalam menentukan metode kontrasepsi yang akan digunakannya. Kesimpulan: Pengetahuan wanita kawin usia 15-49 tahun yang tinggi maka semakin teliti dalam pemilihan metode kontrasepsi yang akan digunakannya. Semakin pengetahuan wanita tersebut baik kemungkinan untuk menggunakan KB lebih besar.
TINJAUAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT (SIMRS) DI UNIT REKAM MEDIS RSUD BANGKA TENGAH Annisa Oktarini; Tria Saras Pertiwi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 4 No 01 (2023): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 04 NOMOR 01
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan SIMRS sangat penting untuk mengintegrasikan seluruh informasi yang dihasilkan dalam proses pelayanan. Pentingnya SIMRS telah diatur dalam Permenkes No. 82 tahun 2013 tentang Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui implementasi SIMRS di unit rekam medis RSUD Bangka Tengah. Metode yang digunakan adalah deskripsi kualitatif. Komponen yang dilihat diantaranya faktor penyebab masalah impementasi SIMRS di unit rekam medis RSUD Bangka Tengah dengan metode fishbone. Data yang dikumpulkan diperoleh dari hasil observasi dan wawancara oleh kepala instalasi rekam medis dan petugas SIMRS di unit rekam medis. Hasil ditemukan bahwa SDM dalam implementasi SIMRS di unit rekam medis masih kurang, dan belum terdapat SPO terkait SIMRS, sedangkan pelatihan yang didapat hanya dilakukan selama 1 jam untuk memberi pengetahuan kepada petugas dan petugas yang tidak mengikuti pelatihan akan diberi pelatihan kembali oleh petugas yang telah dilatih. Perangkat keras yang digunakan dalam pelaksanaan SIMRS masih kurang mencukupi untuk petugas rekam medis dan printer antrian poli tidak cukup hanya satu. Pemeliharaan perangkat keras dilakukan 1 minggu sekali atau 1 bulan sekali tergantung kondisi. Bagian perangkat lunak (Software) pada jaringan internet (LAN) kondisinya baik, tetapi koneksi masih sering terputus dan loading aplikasi masih dirasa lama, meskipun aplikasi SIMRS dalam kondisi baik Kata Kunci: SIMRS, Unit Rekam Medis, Rumah Sakit
Gambaran Karakteristik Pasien HIV/AIDS Di RSUD Kota Kendari Periode 2021-2022 Shola Shobrina Sukarya
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 4 No 02 (2023): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 04 NOMOR 02
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acquired Immune Deficiency Syndrome merupakan sekumpulan gejala akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh secara bertahap yang disebabkan oleh infeksi Human Immunodeficiency Virus. Kelompok utama penularan HIV/AIDS antara lain pengguna napza dan jarum suntik , Wanita Pekerja Seks secara langsung atau tidak langsung; klien/pasangan seksual, dan klien/pasangan gay, transgender dan laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan karakteristik pasien HIV/AIDS yang berkunjung di Poli Voluntary Counseling and Testing RSUD Kota Kendari periode 2021-2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien HIV/AIDS yang berkunjung ke klinik VCT RSUD Kota Kendari periode Januari 2021 sampai Desember 2022. Kriteria sampel yang diambil adalah penderita HIV/AIDS dengan rekam medis yang lengkap. Didapatkan 280 data rekam medis penderita HIV/AIDS di RSUD Kota Kendari. Berdasarkan jenis kelamin paling tinggi pada laki-laki (84,64%), kelompok umur 25 – 35 tahun (40,71%), riwayat pendidikan terakhir SMA (61,43%), pekerjaan sebagai karyawan swasta (28,57%), terbanyak berasal dari luar daerah Kendari. Berdasarkan transmisi penularan paling tinggi pada Lelaki Sex Lelaki (68,93%). Berdasarkan tingkatan stadium klinis paling tinggi berada pada stadium 2 (36,43%).Penularan tertinggi yaitu pada faktor risiko Lelaki Sex Lelaki yang banyak ditemukan pada pasien dengan usia 25 – 35 tahun (43%), pendidikan SMA (62%), pekerjaan sebagai karyawan swasta (39%), dan pada tingkatan stadium klinis pada stadium 2 (36,43%). Peneliti menyarankan untuk pemberian konseling dan penguatan intervensi perilaku pada kelompok beresiko yaitu kelompok LSL.
Analisis kadar timbal dalam darrah pada supir angkot di terminal arjosari kota malang Tahun 2022 Vita yunita Sari; Adi Supryatno
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 4 No 02 (2023): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 04 NOMOR 02
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Timbal merupakan unsur logam sangat berbahaya. Salah satu bahaya timbal pada kesehatan adalah gangguan sistem saraf. Timbal terakumulasi dalam darah terutama pada sopir angkot. Tujuan penelitian untuk menganalisis dan mengetahui faktor yang mempengaruhi paparan kadar timbal sopir angkot. Penelitian ini deskriptif kuantitatif. teknik sampling purposive sampling. Sampel penelitian berupa darah vena sebanyak 3 cc dari 20 responden. Tahapan penelitian meliputi pembuatan larutan, analisa hasil timbal dalam sampel, pelaporan hasil. Pemeriksaan sampel menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) panjang gelombang 283,53 nm. Hasil penelitian menunjukkan kadar timbal responden berusia 40 tahun terendah yaitu 0 µg/dL,usia 48 tahun kadar timbal tertinggi 5,32 µg/dL dan kadar timbal terendah 0 µg/dl, usia 50 tahun kadar timbal tertinggi 5,75 µg/dL dan kadar timbal terendah 0 µg/dL, usia 56 tahun kadar timbal tertinggi 6,98 µg/dL dan kadar timbal terendah 5,33 µg/dL, usia 60 tahun kadar timbal tertinggi 12,08 µg/dL dan kadar timbal terendah 7,97 µg/dL. Uji korelasi antara kadar timbal (Pb) dan masa kerja didapatkan hasil 0,03 < 0,05 artinya terdapat hubungan antara kadar timbal (Pb) dengan masa kerja. Timbal masuk ke dalam tubuh walau kadarnya sedikit menjadi berbahaya, karena dapat terakumulasi dalam tubuh saat terikut aliran darah menimbulkan efek keracunan terhadap berbagai fungsi organ.Timbal merupakan unsur logam sangat berbahaya. Salah satu bahaya timbal pada kesehatan adalah gangguan sistem saraf. Timbal terakumulasi dalam darah terutama pada sopir angkot. Tujuan penelitian untuk menganalisis dan mengetahui faktor yang mempengaruhi paparan kadar timbal sopir angkot. Penelitian ini deskriptif kuantitatif. teknik sampling purposive sampling. Sampel penelitian berupa darah vena sebanyak 3 cc dari 20 responden. Tahapan penelitian meliputi pembuatan larutan, analisa hasil timbal dalam sampel, pelaporan hasil. Pemeriksaan sampel menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) panjang gelombang 283,53 nm. Hasil penelitian menunjukkan kadar timbal responden berusia 40 tahun terendah yaitu 0 µg/dL,usia 48 tahun kadar timbal tertinggi 5,32 µg/dL dan kadar timbal terendah 0 µg/dl, usia 50 tahun kadar timbal tertinggi 5,75 µg/dL dan kadar timbal terendah 0 µg/dL, usia 56 tahun kadar timbal tertinggi 6,98 µg/dL dan kadar timbal terendah 5,33 µg/dL, usia 60 tahun kadar timbal tertinggi 12,08 µg/dL dan kadar timbal terendah 7,97 µg/dL. Uji korelasi antara kadar timbal (Pb) dan masa kerja didapatkan hasil 0,03 < 0,05 artinya terdapat hubungan antara kadar timbal (Pb) dengan masa kerja. Timbal masuk ke dalam tubuh walau kadarnya sedikit menjadi berbahaya, karena dapat terakumulasi dalam tubuh saat terikut aliran darah menimbulkan efek keracunan terhadap berbagai fungsi organ. Abstract Lead is a very dangerous metal element. One of the dangers of lead to health is nervous system disorders. Lead accumulates in the blood, especially in public transportation drivers. The aim of the study was to analyze and find out the factors that influence exposure to lead levels of public transportation drivers. This research is descriptive quantitative. purposive sampling technique. The research sample was 3 cc of venous blood from 20 respondents. The stages of the research include preparing the solution, analyzing the results of lead in the sample, reporting the results. Examination of samples using an Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) with a wavelength of 283.53 nm. The results showed that the lowest lead level in respondents aged 40 was 0 µg/dL, for 48 years the highest lead level was 5.32 µg/dL and the lowest lead level was 0 µg/dl, for 50 years the highest lead level was 5.75 µg/dL and lowest lead content 0 µg/dL, age 56 years highest lead content 6.98 µg/dL and lowest lead content 5.33 µg/dL, age 60 years highest lead content 12.08 µg/dL and lowest lead content 7.97 µg/dL. The correlation test between lead (Pb) levels and years of service yielded 0.03 <0.05, meaning that there is a relationship between lead (Pb) levels and years of service. Lead enters the body even in low levels, which can be dangerous, because it can accumulate in the body when it enters the bloodstream, causing poisoning effects on various organ functions.Lead is a very dangerous metal element. One of the dangers of lead to health is nervous system disorders. Lead accumulates in the blood, especially in public transportation drivers. The aim of the study was to analyze and find out the factors that influence exposure to lead levels of public transportation drivers. This research is descriptive quantitative. purposive sampling technique. The research sample was 3 cc of venous blood from 20 respondents. The stages of the research include preparing the solution, analyzing the results of lead in the sample, reporting the results. Examination of samples using an Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) with a wavelength of 283.53 nm. The results showed that the lowest lead level in respondents aged 40 was 0 µg/dL, for 48 years the highest lead level was 5.32 µg/dL and the lowest lead level was 0 µg/dl, for 50 years the highest lead level was 5.75 µg/dL and lowest lead content 0 µg/dL, age 56 years highest lead content 6.98 µg/dL and lowest lead content 5.33 µg/dL, age 60 years highest lead content 12.08 µg/dL and lowest lead content 7.97 µg/dL. The correlation test between lead (Pb) levels and years of service yielded 0.03 <0.05, meaning that there is a relationship between lead (Pb) levels and years of service. Lead enters the body even in low levels, which can be dangerous, because it can accumulate in the body when it enters the bloodstream, causing poisoning effects on various organ functions.
Identifikasi Bakteri Salmonella Typhi Pada Makanan Sushi Divi Pramida Putri Pramida
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 4 No 01 (2023): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 04 NOMOR 01
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Salmonella typhi merupakan bakteri patogen yang berbahaya bagi kesehatan manusia yang dapat menyebabkan Salmonellosis. Salmonellosis bersifat zoonosis, sehingga penyakit ini dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Salmonella typhi menular kemanusia melalui berbagai makanan asal ternak yang terkontaminasi oleh bakteri Salmonella typhi. Gejala dari terkontaminasi bakteri Salmonella typhi yaitu demam tinggi, mual, muntah, pusing dan nyeri abdomen. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya bakteri Salmonella typhi pada makanan sushi yang mentah dan setengah matang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan sampel secara simple random sampling. Sampel yang digunakan makanan sushi yang mentah dan yang dimasak setengah matang. Sampel makanan diambil sebanyak 3,5 gram lalu di haluskan menggunakan aquadest sebanyak 25 ml, dan sampel diambil 1 ml. uji laboratorium yang dilakukan adalah pembiakan bakteri pada media Salmonella Shigella Agar, lalu dilakukan pewarnaan gram dan selanjtnya penanaman pada media TSIA dan dilakukan pewarnaan gram. Hasil penelitian dari 8 sampel makanan sushi yang diteliti, menunjukkan pertumbuhan bakteri Salmonella typhi sebanyak 7 sampel. 1 sampel tidak ditemukan pertumbuhan bakteri. Ciri ciri media yang terdapat bakteri Salmonella typhi koloni berwarna hitam. Saran penelitian ini adalah pada saat mengonsumsi makanan harus dilihat apakah makanan itu baik dan benar, agar makanan yang dikonsumsi terhindar dari kontaminasi bakteri. Kata Kunci : Sushi, Salmonella typhi Absctract Salmonella typhi is a pathogenic bacteria that is harmful to human health which can cause Salmonellosis. Salmonellosis is zoonotic, so this disease can be transmitted from animals to humans. Salmonella typhi is transmitted to humans through a variety of livestock-based foods contaminated with Salmonella typhi bacteria. Symptoms of being contaminated with Salmonella typhi bacteria are high fever, nausea, vomiting, dizziness and abdominal pain. The purpose of this study was to determine the presence of Salmonella typhi bacteria in raw and undercooked sushi. This study used a descriptive method with simple random sampling. The food samples used were raw and undercooked sushi. Food samples were taken as much as 3.5 grams and then refined using 25 ml of distilled water, and 1 ml of samples were taken. Laboratory tests carried out were culturing bacteria on Salmonella Shigella Agar media, then gram staining was carried out and then planting on TSIA media and gram staining was carried out. The results of the 8 samples of the studied sushi food showed the growth of Salmonella typhi bacteria in 7 samples. 1 sample found no bacterial growth. The characteristics of the media containing Salmonella typhi are black colonies. The suggestion of this research is that when consuming food, it must be seen whether the food is good and correct, so that the food consumed is protected from bacterial contamination. Keywords: Sushi, Salmonella typhi
Analisis Faktor Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Di Kecamatan Pidie Dan Kecamatan Mila Kabupaten Pidie, 2020 Ramadhaniah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 4 No 02 (2023): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 04 NOMOR 02
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Anemia adalah salah satu masalah kesehatan global yang umum dan tersebar luas serta memengaruhi 56 juta wanita di seluruh dunia, dan dua pertiga di antaranya berada di Asia. ibu nifas memerlukan asuhan untuk menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikolois serta memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri terutama untuk dapat mengatasi anemia pada masa nifas, kebutuhan nutrisi, KB, menyusui, pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi yang sehat.presentasi kejadian kematian ibu setelah melahirkan sekitar 60% dan hampir 50% dari kejadian itu terjadi dalam 24 jam pertama setelah melahirkan yang disebabkan oleh komplikasi masanifas. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik dengan desain Case Control. Hasil Penelitian: Berdasarkan analisis bivariat diperoleh bahwa terdapat Pengaruh yang bermakna antara pengetahuan ibu (0,001) dengan kejadian anemia pada ibu nifas. Sedangkan 4 variabel lainnya tidak memiliki Pengaruh yaitu umur ibu (0,224), Asupan Fe (Bahan Makanan) (0,437), kepatuhan dalam mengkonsumsi table Fe (0,596) dan riwayat persalinan (0,596) dengan kejadian anemia pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Pidie dan Puskesmas Mila Kabupaten Pidie tahun 2020. Kesimpulan: Hal tersebut membuktikan bahwa faktor umur ibu, asupan fe yang ibu makan, kepatuhan dalam mengkonsumsi serta riwayat persalinan ibu tidak mempengaruhi kejadian anemia pada ibu nifas yang memungkinkan adanya keterkaitan faktor lain seperti pendapatan keluarga, sikap dan tindakan ibu, gaya hidup, budaya dan keyakinan yang ibu miliki.
Zurriyatun Analisis Kadar Timbal (Pb) Pada Rambut Petugas Spbu Di Kota Malang Zurriyatun Thoyyibah; Previta Zeisar Rahmawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 4 No 02 (2023): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 04 NOMOR 02
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Timbal merupakan suatu unsur yang berbahaya yang terdapat pada asap kendaraan berbahan bakar bensin seperti mobil, motor, bus dan kendaraan lain yang membutuhkan bahan bakar. Timbal yang dikeluarkan melalui knalpot merupakan salah satu zat pencemaran udara. Timbal (Pb) merupakan suatu zat beracun yang dapat mempengaruhi sebagian dari sistem organ tubuh, antara lain tekanan darah, sakit perut, anemia serta kerusakan otak dan ginjal pada orang dewasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya kadar timbal (Pb) pada rambut petugas SPBU. Metode penelitian yang digunakan adalah Spektrofotometer serapan atom. Sampel yang digunakan adalah rambut dari petugas SPBU sebanyak 12 sampel. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa semua responden sebanyak 12 sampel memiliki kadar timbal dengan nilai rata –rata masih dibatas nilai normal yaitu 10-25 µg/dL atau 0,1 – 0,25 mg/L sesuai keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1406/MENKES/IX/2002. kesimpulan dari peneletian ini bahwa, Rata – rata kadar timbal (Pb) dalam rambut petugas SPBU yaitu 0,0683 ppm dimana nilai tersebut masih dikatakan batas normal, Saran petugas SPBU dihimbau memakai Alat Pelindung Diri (APD) untuk mengurangi resiko terpaparnya cemaran timbal (Pb). Kata Kunci : Timbal (Pb), Rambut, SPBU, SSA . Lead is a dangerous element found in the fumes of gasoline-powered vehicles such as cars, motorbikes, buses and other vehicles that require fuel. Lead released through the exhaust is one of the air pollution substances. Lead (Pb) is a toxic substance that can affect some of the body's organ systems, including blood pressure, abdominal pain, anemia and brain and kidney damage in adults. The purpose of this study was to determine the presence of lead (Pb) levels in gas station attendants' hair. The research method used is atomic absorption spectrophotometer. The samples used were the hair of 12 gas station attendants. Sampling using purposive sampling technique. The results of this study found that all 12 respondents had lead levels with average values ​​still within the normal range of 10-25 µg/dL or 0.1 - 0.25 mg/L according to the Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 1406/ MENKES/IX/2002. The conclusion from this research is that the average level of lead (Pb) in the hair of gas station attendants is 0.0683 ppm where this value is still considered a normal limit (Pb). Keywords : Lead (Pb), Hair, gas stations, SSA