cover
Contact Name
Marthen Robinson Pellokila
Contact Email
marthenrpellokila@staf.undana.ac.id
Phone
+6281318573520
Journal Mail Official
marthenrpellokila@staf.undana.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana Jl. Adisucipto, Penfui Kupang, Nusa Tenggara Timur (85000)
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Buletin Ilmiah IMPAS
ISSN : -     EISSN : 27148459     DOI : doi.org/10.35508/impas
Core Subject : Agriculture,
Buletin Ilmiah Impas merupakan jurnal online yang didedikasikan untuk mengungkap segala isu ilmiah yang bersumber dari penelitian, survei, eksperimen, dan opini terkait sosial ekonomi pertanian. Semua topik mulai dari kebijakan publik di bidang ekonomi pertanian, pemberdayaan masyarakat petani, optimalisasi produksi input pertanian, efisiensi dalam hal usahatani dan pemasaran pertanian, serta isu-isu ekonomi pada industri rumah tangga pengolahan produksi pertanian
Articles 210 Documents
ANALISIS KEUNTUNGAN DAN NILAI TAMBAH PENGOLAHAN PISANG MENJADI KERIPIK PISANG (STUDI KASUS) PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA KANAAN DI KELURAHAN TUAK DAUN MERAH KECAMATAN OEBOBO KOTA KUPANG Hesty Sabrina Pah; Sondang S. P. Pudjiastuti; Lika Bernadina
Buletin Ilmiah Impas Vol 21 No 3 (2020): Buletin Ilmiah IMPAS Volume 21 Edisi 3 Nopember 2020
Publisher : Undana Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/impas.v21i3.3314

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses produksi pengolahan pisang menjadi keripik pisang, mengetahui besar keuntungan dan menganalisis nilai tambah pengolahan pisang menjadi keripik pisang pada Industri Rumah Tangga Kanaan di Kota Kupang. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan November 2018 sampai dengan Maret 2019. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode survei, metode kepustakaan dan metode dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif, analisis keuntungan;Perhitungan Rugi-Laba, analisis nilai tambah metode Hayami. Hasil analisis deskriptif yaitu proses pengolahan pisang menjadi keripik pisang meliputi pengupasan, perendaman, pengirisan, pemberian bumbu, penggorengan dan pengepakan. Nilai keuntungan bulan November 2018 sebesar Rp 8.455.124,- dan bulan Desember 2018 sebesar Rp 11.872.411,-. Hasil analisis nilai tambah bulan November 2018, keripik pisang bungkus besar sebesar Rp 10.863/kg dan keripik pisang bungkus kecil Rp 5.467/kg dari bahan baku yang dimanfaatkan sedangkan bulan Desember 2018 keripik pisang bungkus besar Rp 10.864/kg dan keripik pisang bungkus kecil Rp 7.061/kg dari bahan baku yang dimanfaatkan. Nilai tambah ini merupakan keuntungan yang diperoleh dari pengolahan keripik pisang dalam penggunaan 1 kilogram bahan baku. Kata kunci: Pengolahan,Keuntungan, Nilai Tambah, Keripik Pisang ABSTRACT This research aims to know the production process of banana chips processing, the amount of profit and added value of banana chips processing at Kanaan home industry in Kupang. This research was conducted from November 2018 up to March 2019. Data collection method used was survey, literature, and documentation method. The data analysis used of descriptive analysis, profit analysis, profit and loss calculation and Hayami’s added value calculation. Research results showed that the banana chips processing consist of some steps, namely stripping, soaking, slicing, giving spices, frying and packing. The profit value banana chips was of Rp 8.455.124,- in November 2018 and Rp 11.872.411,- in Desember 2018. Meanwhile the added value of large wrapping banana chips was of Rp 10.863,-/kg and the added value of small wrapping banana chips was of Rp 5.467,-/kg of raw materials utilized in November 2018. Whereas the added value of large wrapping banana chips was of Rp 10.864,-/kg and the added value of small wrapping banana chips was of Rp 7.061,-/kg of raw materials utilized in Desember 2018. This added value of the obtained profitability was of the one kg of banana raw materials in banana chips processing. Keywords: processing, profitability, value added, banana’ chip
ANALISIS FINANSIAL USAHATANI KANGKUNG DARAT (Ipomea Reptans Poir) DI KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG Emsa Susanti Kolis; Marthen Robinson Pellokila; Made Tusan Surayasa
Buletin Ilmiah Impas Vol 21 No 3 (2020): Buletin Ilmiah IMPAS Volume 21 Edisi 3 Nopember 2020
Publisher : Undana Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/impas.v21i3.3316

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk ; 1) Menganalisis biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani kangkung darat yang diterima oleh keluarga petani di Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, 2) Menghitung kelayakan finansial usahatani kangkung dengan Retrun Cash Ratio(R/C Ratio ) dan Break Even Point (BEP). Kecamatan Kupang Tengah terpilih sebagai lokasi penelitian menggunakan teknik purposive sampling dan pengambilan datanya menggunakan metode survei. Pengumpulan data di lakukan pada bulan desember 2019 sampai bulan januari 2020 yang mana data yang diambil adalah data primer dan sekunder kemudian dilakukan analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Variabel yang diukur adalah biaya, penerimaan, pendapatan usahatani, keuntungan relative dan tititk impas. Hasil Penelitian menunjukan bahwa: (1) Rata-rata biaya usahatani kangkung darat di Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang adalah Rp. 1.234.710 /luas garapan/tanam atau Rp. 187.077/are/tanam. Rata-rata penerimaan Rp. 5.130.867 /luas garapan/tanam atau Rp. 777.404/are/tanam, dan rata-rata pendapatan yang di peroleh petani kangkung darat di Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang cukup tinggi jika dibandingkan dengan hasil penelitian dari Tani,O., dan Juan Kune, 2016, di Kelurahan Bnesone Kecamatan Kota Kefamenanu yakni sebesar Rp. 3.896.157/luas garapan/tanam atau Rp. 590.326/are/tanam. Rata-rata nilai R/C Rasio usahatani kangkung di Kecamatan Kupang Tengah = 4, dan nilai Break Even Poin (BEP) produksi, dan harga lebih kecil dari total produksi, dan harga. Dengan demikian usahatani sayur kangkung di Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang dapat menguntungkan dan layak untuk di kembangkan. Kata kunci : Kangkung, Biaya, Penerimaan, Pendapatan, R/C Ratio, Break Even Point. ABSTRACT This research aims to; 1) Analysis of the cost, revenue, and income of groundwater spinach farming received by farming families in the Kupang Tengah District, Kupang Regency. 2) Calculation of the financial feasibility of spinach farming using the Retrun Cash Ratio (R / C Ratio) and Break Even Point (BEP). The Kupang Tengah district was selected as the site of the study using a targeted sampling method and data collection using survey methods. Data collection was conducted from December 2019 to January 2020, with the data collected being primary and secondary data, which was then analyzed using a qualitative descriptive analysis. The measured variables are cost, income, agricultural income, relative profits and breakeven points. The results of the study show that: (1) the average cost of a ground kale farm in the Kupang Tengah District, Kupang Regency, Rp. 1.234.710 / arable land / planting area or Rp. 187.077 / are / plant. Average reception of Rp. 5,130,867 / arable land / planting area or Rp. 777,404 / are / planting, and the average income that cabbage farmers in the Kupang Tengah Subdistrict Kupang District earn is compared to the research results of Tani, O., and Juan Kune, 2016, in Bnesone Village, Kefamenanu City District, fairly high Rp. 3,896,157 / arable land / planted area or Rp. 590,326 / are / plant. The average R / C ratio of kale growing in the Kupang Tengah District = 4 and the value of the break even points (BEP) of production, and the price is less than the total production and the price. For example, growing kale vegetables in the Kupang Tengah District, Kupang Regency, can be profitable and feasible. Key Words : Cage, cost, receipt, Income, R/C Ratio, Break Even Point.
PERANAN ANGGOTA KELOMPOK TANI DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI PADI SAWAH DI DESA LINAMNUTU KECAMATAN AMANUBAN SELATAN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Marselinus U. Lorung; Ignatius Sinu; Selfius P. N. Nainiti
Buletin Ilmiah Impas Vol 21 No 3 (2020): Buletin Ilmiah IMPAS Volume 21 Edisi 3 Nopember 2020
Publisher : Undana Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/impas.v21i3.3317

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini telah dilakukan di Desa Linamnutu Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur mulai bulan -Maret sampai April 2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan penetuan lokasi secara sengaja (purposive sampling) dengan dasar pertimbangan bahwa lokasi tersebut merupakan salah satu daerah sentra produksi padi sawah. Tujuan dari penelitian ini adalah yaitu : 1) mengetahui peranan anggota kelompok tani dalam meningkatkan produksi padi sawah di desa Linamnutu Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan, 2) mengetahui kendala yang dihadapi anggota kelompok tani dalam proses meningkatkan produksi padi sawah di Desa Linamnutu Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Sampel penelitian ditentukan dengan cara simple random sampling dari ketiga kelompok tani yang jumlah anggota kelompoknya adalah 30 anggota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum peranan anggota kelompok tani dalam meningkatkan produksi padi sawah di Desa Linamnutu Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan, sudah tergolong tinggi karena presentase pencapaian skor maksimum dari skor rata-rata adalah sebesar 72.90% (skor rata-rata sebesar 83.83). Dari 30 petani responden, terdapat 19 orang (63.33%) mempunyai peranan yang tinggi terhadap peningkatan produktifitas usahatani padi sawah, sebanyak 7 orang (23.33%) yang mempunyai peranan yang sedang, dan hanya 4 orang (13.34%) yang mempunyai peranan sangat tinggi terhadap peningkatan produktivitas usahatani padi sawah.Dari hasil wawancara dengan responden, disimpulkan bahwa hampir semua petani menghadapi masalah yang sama yakni keterbatasan modal, dan adanya ternak-ternak yang masih liar serta ketersediaan sarana produksi yang tidak tepat waktu. Berdasarkan kesimpulan di atas serta temuan lain dalam penelitian ini maka di rekomendasikan tiga saran sebagai berikut : 1) perlu pendampingan yang terus-menerus terhadap kelompok tani agar semakin berperan dalam upaya meningkatkan produksi padi sawah, 2) Perlu adanya penyuluhan yang intensif bagi para pengurus kelompok agar dapat berkomunikasi dengan pihak luar khususnya pemerintah agar setiap kegiatan usahatani dapat berjalan dengan baik, pemerintah sebaiknya menyediakan saranaproduksi tepat waktu, serta pengadaan sekolah lapang petani (SLP) agar kemampuan petani dalam menerapkan teknologi semakin meningkat. Kata Kunci: peranan anggota kelompok tani, produksi padi sawah ABSTRACT This research was conducted from March to April 2019 in Linamnutu Village, South Amanuban District, South Central Timor Regency, East Nusa Tenggara Province. This type of research is a qualitative research with a purposively determined location (purposive sampling) based on the consideration that the location is one of the rice production centers. The objectives of this research are: 1) to determine the role of members of the farmers' group in increasing the production of wet rice field in the village of Linamnutu, South Amanuban District, South Central Timor Regency, 2) to know the obstacles that the members of the farmers group are facing in the process of increasing the production of wet rice field in the Linamnutu Village, Amanuban District Selatan Timor Tengah Selatan District. The research sample was determined using simple random sampling methods from three farmer groups consist of 30 members. The results showed that in general, the role of farmer group members in increasing wet rice field production in Linamnutu Village, South Amanuban district of South Central Timor Regency, was classified as high because the percentage of the maximum score of an average score was 72.90% (average score of 83.83). 19 people (63.33%) of 30 respondents play a major role in increasing the productivity of wet rice filed cultivation, 7 people (23.33%) play a moderate role and only 4 people (13 , 34%) play a very important role high in increasing the productivity of wet rice field farming. Interviews with respondents showed that almost all farmers faced the same problem, namely limited capital, the presence of wild animals and the availability of production facilities that were not on time. Based on the above conclusions and other findings in this research, three recommendations are recommended as follows: 1) A continuous support is required for the farmer group to play an increasing role in efforts to increase paddy production, 2) Intensive consultation is required so that group administrators can communicate with outsiders, especially the government to ensure that every agricultural activity runs smoothly, the government must provide production facilities on time, as well as establish a farmers 'field schools (SLP) so that the ability of farmers to apply technology increases. Keywords: role of farmer group members, rice production
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN PEMASARAN JAGUNG EBI (STUDI KASUS) PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA MENTARI DI KELURAHAN FATULULI KECAMATAN OEBOBO KOTA KUPANG Frans Ronald; Sondang S. P. Pudjiastuti; Fidelis Klau
Buletin Ilmiah Impas Vol 21 No 3 (2020): Buletin Ilmiah IMPAS Volume 21 Edisi 3 Nopember 2020
Publisher : Undana Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/impas.v21i3.3318

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini telah dilakukan di home industri “Mentari” Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang pada bulan Juli 2019 ini bertujuan untuk mengetahui proses produksi jagung ebi, nilai tambah dan keuntungan dari pengolahan jagung ebi, saluran pemasaran pada home industri “Mentari”. Penentuan daerah penelitian ini dilakukan secara sengaja (Purposive) dan metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui wawancara, data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif diikuti oleh analisis keuntungan, nilai tambahmetode Hayami dan pemasaran jagung goreng pedas ebi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan jagung menjadi jagung goreng pedas ebi pada home industri “Mentari” bulan Juli 2019 meliputi pengadaan bahan baku, perendaman, perebusan, penirisan, penggorengan, pencampuran bumbu, pengemasan dan pengepakan. Penerimaan yang diperoleh home industri “Mentari” sebesar Rp 43.200.000,- per bulan untuk jagung goreng pedas ebi ukuran 350 gr, Rp 22.400.000,- per bulan untuk jagung goreng pedas ebi ukuran 200 gr dengan total penerimaan sebesar Rp 65.600.000,- per bulan dan keuntungan sebesar Rp 39.411.733,- per bulan. Adapun nilai tambah pada home industri “Mentari” bulan Juli 2019 untuk jagung goreng pedas ebi ukuran 350 gr sebesar Rp 27.861,-/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 82,08 %, untuk jagung goreng pedas ebi ukuran 200 gr nilai tambah sebesar Rp 11.300,-/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 71,75 %. Nilai tambah ini merupakan keuntungan yang diperoleh dari pengolahan jagung menjadi jagung goreng pedas ebi dalam penggunaan 1 kilogram bahan baku. Saluran pemasaran yang dimiliki oleh home industri “Mentari” terdapat 2 saluran pemasaran yaitu saluran pemasaran I dan saluran pemasaran II. Kata kunci: home industry, penerimaan, keuntungan, nilai tambah, saluran pemasaran ABSTRACT This research was carried out in July 2019 in the home industry "Mentari" in the Fatululi subdistrict, Oebobo district, Kupang city, to study the process of ebi corn production, the added value and profits of processed ebi corn and to find out the marketing channels in the home industry "Mentari ". The research area was determined purposely and the method used was the case study method. Primary data was collected through interviews, the collected data was analyzed descriptively, followed by a profit analysis, the added value of the Hayami method and the marketing of ebi-spicy fried corn. The results showed that the processing of corn into spicy corn ebi in the home industry "Mentari" in July 2019 included the sourcing of raw materials, soaking, cooking, draining, frying, seasoning, blending, and packaging. The revenue of home industry "Mentari" amounted to Rp 43,200,000, per month - for 350 grams of spicy fried corn, Rp 22,400,000, per mont - for 200 grams of spicy fried Ebi corn with a total revenue of Rp 65,600,000 and profits amounted to Rp 39.411.733,- per month. The added value of the home industry of Mentari in July 2019 for 350 grams of spicy ebi-fried corn is Rp 27.861,-/kg with a value added of 82,08 %, for 200 grams of spicy ebi-fried corn the value added is Rp 11.300,-/Kg at a value added ratio of 71,75 %. This added value results from the processing of corn into ebi-spicy fried corn using 1 kg of raw material. The marketing channels of the domestic industry "Mentari" consist of 2 marketing channels, namely the marketing channel I and the marketing channel II. Keywords: Home industry, revenue, profit, added value, marketing channel
KERAGAAN PENDAPATAN DAN STRATEGI PEMASARAN PRODUK OLAHAN JAGUNG DAN KACANG TANAH PADA HOME INDUSTRY “UD. JAGUNG KOMODO” DI KELURAHAN SIKUMANA KECAMATAN MAULAFA KOTA KUPANG Ruth A Djadji; Charles Kapioru; Ernatje Hendrik
Buletin Ilmiah Impas Vol 21 No 3 (2020): Buletin Ilmiah IMPAS Volume 21 Edisi 3 Nopember 2020
Publisher : Undana Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/impas.v21i3.3319

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) keragaan pendapatan produk olahan Jagung dan Kacang Tanah, 2) strategi pemasaran produk olahan Jagung dan Kacang Tanah pada home industry UD. Jagung Komodo di Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa Kota Kupang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan untuk mengetahui besar pendapatan produk olahan Jagung dan Kacang Tanah menggunakan rumus π=TR-TC, sedangkan strategi pemasaran adalah Bauran Pemasaran 4P. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) keragaan pendapatan yang diperoleh home industry UD. Jagung Komodo yaitu Rp 459.972 yang diperoleh dari produk Marning Jagung sebesar Rp 23.056, produk Kacang Telur yaitu Rp 230.000 dan produk Kacang Sembunyi yaitu Rp 186.722. (2) Strategi pemasaran yang digunakan home industry UD. Jagung Komodo meliputi strategi produk dimana produk yang dihasilkan dikemas dengan ukuran 300 gr dan 500 gr serta kemasannya sudah mencantumkan merek, alamat, komposisi dan tanggal kadaluarsa. Harga yang ditetapkan untuk Marning Jagung 300 gr yaitu Rp 10.000 dan 500 gr yaitu Rp 16.000. Sedangkan harga Kacang Telur 500 gr yaitu Rp 27.000 dan Kacang Sembunyi 300 gr yaitu Rp 10.000. Home industry UD. Jagung Komodo melakukan kerjasama dengan pihak distributor (6 toko) yang ada di Kota Kupang untuk memasarkan produknya. Kegiatan promosi yang dilakukan home industry UD. Jagung Komodo yaitu memperkenalkan produknya pada pihak distributor, dengan demikian produknya akan dikenal oleh masyarakat. Kata kunci : Keragaan pendapatan, Strategi pemasaran, home industry. ABSTRACT The purpose of this study was to determine: 1) Income performance of processed corn and peanut products; 2) The marketing strategy for processed corn and peanut products in the home industry “UD Jagung Komodo in Sikumana Village, Maulafa District, Kupang City. The data used in this study are primary data and secondary data. The data analysis method used to determine the income of processed corn and peanut products uses the formula π = TR-TC, while the marketing strategy is the 4P Marketing Mix. The results showed that 1) Income performance of UD. Jagung Komodo home industry of Rp 459.972 were obtained from the product of Rp 23.056 marning Corn, Beans Egg product of Rp 230.000 and hide Peanut products Rp 186.722 (2)The marketing strategy used by UD.Jagung Komodo home industry including product strategy whereby the resulting product is packaged with a size of 300 g and 500 g, and the packaging is to include the brand, address, composition and expiration date. Marning set price for Corn 300 gr of Rp 10,000 and 500 grams of Rp 16,000. While the price of beans eggs 500 g of Rp 27,000 and hide Nuts 300 gr Rp 10,000. Home industry UD. Jagung Komodo cooperates with distributors (6 stores) in Kupang City to market their products. Promotional activities undertaken by the UD home industry. Jagung Komodo that is to introduce its products to the distributor, thus the product will be known by the public. Keywords: Income performance, marketing strategy, home industry.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI OLEH YAYASAN MITRA TANI MANDIRI MELALUI SISTEM PEMASARAN BERSAMA KOMODITI JAMBU METE DI DESA NAKU KECAMATAN BIBOKI FEOTLEU KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Obriadi F. Sioh; Maria Bano; Kudji Herewila
Buletin Ilmiah Impas Vol 21 No 3 (2020): Buletin Ilmiah IMPAS Volume 21 Edisi 3 Nopember 2020
Publisher : Undana Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/impas.v21i3.3320

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pendukung, penghambat, dan proses pemberdayaan kelompok tani, pelaksanaan pemasaran bersama dan tingkat efisiensi yang terjadi melalui pemasaran bersama komoditi jambu mete. Sumber dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara untuk memperoleh data primer dengan menggunakan kuisioner, sedangkan data sekunder menggunakan literatur yang relevan dengan penelitian. Data yang terkumpul, disusun menurut tujuan yang ingin dicapai yaitu untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dengan mengunakan skala likert sesuai tabel rujukan pencapaian skor rata-rata, sementara proses pemberdayaan kelompok tani dan pelaksanaan pemasaran bersama menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Sedangkan untuk mengetahui pada tingkat mana efisiensi itu terjadi maka menggunakan rumus efisiensi pemasaran. Dari hasil penelitian diketahui bahwa: 1) Yang termasuk Faktor pendukung adalah :Aksesibilitas Informasi, Akuntabilitas Informasi,Partisipasiyang termasuk dalam kategori “Sangat Tinggi” dengan nilai presentase pencapaian skor maksimumum 100%. Sedangkan yang termasuk faktor penghambat adalah: Pendidikan, luas penguasaan lahan,kapasitas organisasi lokal petani yang tergolong dalam kategori “Sangat Rendah” dan jumlah anggota keluarga tergolong “Cukup Banyak”, 2) Proses pemberdayaan kelompok tani melalui pemasaran bersama meliputi kegiatan penyuluhan dan sekolah masyarakat, 3) pelaksanaan kegiatan pemasaran bersama dimulai dari pengembangan strategi dan pengelolaan teknis pemasaran bersama dan 4) Efisiensi pemasaran komoditi jambu mete yang terjadi di Desa Naku sebesar 2,78 %. Kata Kunci: Pemberdayaan Kelompok Tani, Sistem Pemasaran Bersama, Efisiensi Pemasaran,. ABSTRACT This study aims to determine the supporting factors, obstacles, and the process of empowering farmer groups, the implementation of joint marketing and the level of efficiency that occurs through joint marketing of cashew commodity. Sources and data collection techniques used in this study were interviews to obtain primary data using questionnaires, while secondary data used literature that was relevant to the study. The collected data, arranged according to the objectives to be achieved, is to find out the supporting and inhibiting factors by using a Likert scale according to the reference table for achieving an average score, while the process of empowering farmer groups and implementing joint marketing using qualitative descriptive analysis. Meanwhile, to find out at what level of efficiency that occurs then using the marketing efficiency formula. The results of the study shows taht: 1) Included in the supporting factors are: Information Accessibility, Information Accountability, Participation included in the category of "Very High" with a percentage of achieving a maximum score of 100%. While the inhibiting factors are: Education, land tenure area, the capacity of local farmer organizations that are classified as "Very Low" and the number of family members classified as "Quite a lot", 2) The process of empowering farmer groups through joint marketing includes extension activities and community schools, 3) The implementation of joint marketing activities begins with the development of strategies and technical management of joint marketing, and 4) The efficiency of marketing of cashew commodities occurs at Naku cost of 2,78 %. Keywords: Empowerment of Farmer Groups, Collective Marketing Systems, Marketing Efficiency
PERSEPSI PETANI TERHADAP PERAN EKOPASTORAL FRANSISKAN DALAM MENINGKATKAN KESADARAN PETANI AKAN PERTANIAN ORGANIK DI KELURAHAN PAGAL KECAMATAN CIBAL, KABUPATEN MANGGARAI Rudolofilus Lunggur; Serman Nikolaus; Alfetry N. P. Lango
Buletin Ilmiah Impas Vol 21 No 3 (2020): Buletin Ilmiah IMPAS Volume 21 Edisi 3 Nopember 2020
Publisher : Undana Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/impas.v21i3.3321

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Ekopastoral Fransiskan dalam meningkatkan kesadaran petani akan pertanian organik dan untuk mengetahui persepsi petani terhadap peran Ekopastoral Fransiskan dalam meningkatkan kesadaran petani akan pertanian organik di Kelurahan Pagal Kecamatan Cibal Kabupaten Manggarai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive sampling yaitu ditetapkan dengan sengaja, dan yang terpilih adalah Kelurahan Pagal Kecamatan Cibal Kabupaten Manggarai. Petani sampel yang berjumlah 47 orang diseleksi secara acak sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1). Peran yang dilakuakan pihak Ekopastoral Fransiskan Pagal dalam meningkatkan kesadaran petani akan pertanian organic di daerah penelitian adalah sebagai berikut: sebagai komunikator, edukator, inovator, fasilitator dan sebagai motivator; 2). Persepsi petani terhadap peran Ekopastoral Fransiskan Pagal dalam meningkatkan kesadaran petani akan pertanian organik di Keluran Pagal Kecamatan Cibal Kabupaten Manggarai tergolong “sangat baik” karena skor rata-rata yang diperoleh adalah sebesar 4,5 dan persentase pencapaian skor maximum dari skor rata-rata tersebut adalah sebesar 90,72% Kata Kunci : Persepsi Petani, Peran Ekopastoral Fransiskan, Pertanian Organik. ABSTRACT The objectives of this study are: (1) to identify the roles of Franciscan Eco-pastoral in increasing the farmer’s awareness on organic agriculture; and (2) to understand the farmer's perception on the roles of Franciscan Eco-pastorals in increasing farmer’s awareness on organic farming at Pagal Village, the Sub District of Cibal, Manggarai District. The research method applied in this study was a survey method, then research location was determined purposively with a consideration that the village of Pagal was included as the area fostered by the Franciscan Eco-pastoral in development of organic Agriculture. A simple random sampling technique was used to select respondents with a number of 47 farmers, while to collect data was applied a face to face interview technique. Descriptive statistics, such as Mean and Percentage, were used to analyze the data collected Results of analysis showed that: 1). the roles of the Pagal-Franciscan Eco-pastoral played to increase the farmer’s awareness on organic agriculture are namely such follows: as communicators, educators, innovators, facilitators, and motivators; and 2). farmer’s perception on the Pagal Franciscan Eco-pastoral roles playing in increasing the farmers' awareness on the organic agriculture at the fostered area in general was categorized in “very good level”, because the average score obtained was 4.5 and the percentage of this scores in achieving the maximum score is 90.72%. Keywords: Farmer’s Perception, Roles of Pagal Franciscan Eco-pastoral, Organic Agriculture
PENGARUH MARKETING MIX TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SAYUR ORGANIK PADA CV GS. ORGANIK DI KABUPATEN KUPANG Yapri A Ndu Ufi; Paulus Un; I Nyoman Sirma
Buletin Ilmiah Impas Vol 21 No 3 (2020): Buletin Ilmiah IMPAS Volume 21 Edisi 3 Nopember 2020
Publisher : Undana Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/impas.v21i3.3322

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini telah dilakukan pada CV. GS Organik di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang pada bulan November – desember 2019 dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh markting mix terhadap keputusan pembelian pada CV. GS Organik di Kabupaten Kupang. Penelitian ini menggunakan data primer yang bersumber dari kuisioner yang disebarkan kepada 75 responden. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan regresi linear berganda, uji t, uji F dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel produk dan promosi secara parsial mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel keputusan membeli sayur organic pada CV GS Oraganik, sementaravariabel harga dan tempat secara parsial tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap. Kata Kunci: produk, harga, tempat, promosi, bauran pemasaran dan keputusan membeli. ABSTRACT This research has been carried out at CV. GS Organik I the village of East Penfui. Kupang Tengah District, Kupang Regency in November to December 2019 with the aim to determine the effect of markting mix on purchasing decisions on the CV. GS Organic in Kupang Regency. This study uses primary data sourced from questionnaires distributed to 75 respondents. The data obtained were analyzed using multiple linear regression, t test, F test and the coefficient of determination The results showed that the product and promotion variables partially have a significant influence on the buying decision variable because it has a value of t arithmetic > t table so that Ho is rejected and accept Ha. While the price and place variables partially do not have a significant effect.. Keywords: product, price, place, promotion, marketing mix and purchase decision.
EFISIENSI PRODUKSI USAHATANI BAWANG PUTIH LOKAL DI KECAMATAN MIOMAFFO BARAT, KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Kamila Ignasia Seran; Maximilian M. J. Kapa; Sondang S. P. Pudjiastuti
Buletin Ilmiah Impas Vol 21 No 3 (2020): Buletin Ilmiah IMPAS Volume 21 Edisi 3 Nopember 2020
Publisher : Undana Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/impas.v21i3.3323

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Desa Saenam Kecamatan Miomaffo Barat Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) faktor-faktor yang mempengaruhi produksi bawang putih lokal, (2) Efisiensi penggunaan faktor produksi pada usahatani bawang putih lokal, didekati dengan menggunakan analisis fungsi produksi stohastic Frontier Cobb – Douglas. Hasil pendugaan terhadap faktor – faktor yang mempengaruhi usahatani bawang putih lokal menyimpulkan bahwa faktor produksi luas lahan, benih, pupuk organik, tenaga kerja tidak berpengaruh nyata terhadap usahatani bawang putih lokal dengan nilai coefficient masing-masing sebesar 0,666, -0,559, 0.381, -0.129. Apabilia ditelisik lebih jauh maka, faktor luas lahan dan tenaga kerja memiliki 0>EP<1. Sedangkan faktor benih dan pupuk organik memiliki EP<0.Nilai Efisiensi Teknis sebesar 0,96 sehingga usahatani ini efisien secara teknis. Nilai Efisiensi Alokatif untuk variabel luas lahan, benih dan pupuk tidak efisien karena < 1. Sedangkan variabel tenaga kerja sudah efisien secara alokatif karena dengan nilai 1,931. Nilai Efisiensi Ekonomi dari usahatani bawang putih lokal sebesar -0.490, hal ini menunjukan bahwa usahatani bawang putih lokal di Desa Saenam tidak efisien secara ekonomi. Perlu dilakukan peninjauan lebih mendalam mengenai harga dari bawang putih lokal,sehingga dapat mengetahui pendapatan untuk usahatani bawang putih lokal. Kata kunci: Bawang Putih Lokal, Faktor Produksi, Efisiensi teknis, alokatif, ekonomi. ABSTRACT This research was conducted in Saenam Village, West Miomaffo District, North Central Timor Regency. This study aims to determine (1) the factors that affect local garlic production, (2) Efficiency of the use of production factors in local garlic farming, approached by using the analysis of the Cobb-Douglas Frontier stohastic production function. The results of the estimation of the factors that influence the local garlic farming concluded that the factors of production of land area, seeds, organic fertilizer, labor did not significantly affect the local garlic farming with each coefficient value of 0.666, -0.559, 0.381, -0.129.If is further investigated then, the area of ​​land and labor has 0> EP <1. Whereas the seeds and organic fertilizer factor have EP <0. The value of technical efficiency is 0.96.Value Allocative efficiency values ​​for land area, seed and fertilizer variables are not efficient because <1.While the workforce variable is allocatively efficient because with a value of 1,931. The Economic Efficiency Value of local garlic farming is -0.490, this shows that local garlic farming in Saenam Village is economically inefficient. A more in-depth look at the price of local garlic is needed, so that you can find out the income for local garlic farming. Keywords: Local Garlic, Production Factors, Technical, Price, and Economic Efficiencies
PERWILAYAHAN KOMODITAS PERTANIAN KABUPATEN MANGGARAI BARAT. SUATU KAJIAN KELEMBAGAAN LAHAN DAN BUDAYA PERTANIAN Mustafa Abdurrachman
Buletin Ilmiah Impas Vol 21 No 3 (2020): Buletin Ilmiah IMPAS Volume 21 Edisi 3 Nopember 2020
Publisher : Undana Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/impas.v21i3.3324

Abstract

ABSTRAK Pemberdayaan potensi-potensi di sektor pertanian daerah untuk meningkatkan kemakmuranmembutuhkan kajian perwilayahan komoditas pertanian. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kelembagaan dan merumuskan langkah-langkah strategis pemberdayaannya untuk mendukung perwilayahan komoditas pertanian. Hasil kajian mengenai kelembagaan pertanian di Kabupaten Manggarai Barat (KMB), khususnya kelembagaan pertanahan adat menunjukkan bahwa sistem kelembagaan yang berlaku di kalangan masyarakat perkotaan (urban community) dan juga masyarakat pinggiran kota (periferi) telah terjadi dualisme. Sebagian mengacu pada hukum positif sedangkan yang lain mengacu pada hukum adat. Dan di kalangan pedesaan, semuanya masih lembaga pertanahan adat. Struktur Lembaga pertanahan adat tersebut secara hirarkhis (dari atas ke bawah) terdiri dari Tua Golo, Tua Beo, dan Tua Batu. Fungsi dari masing-masing komponen, yaitu: Tua Golo merupakan kepala wilayah sebuah perbukitan (golo), pemilik tanah dan pemegang kekuasaan pemerintahan tertinggi. Dalam urusan pertanahan, TuaGolo dibantu oleh Tua Teno yang bertugas dalam pembagian tanah di wilayah kekuasaannya ini kepadawarga masyarakat yang ingin memilikinya, baik untuk pemukiman maupun untuk lahan pertanian. Tua Beo adalah kepala-kepala wilayah yang berada di bawahkekuasaan seorang Tua Golo. Wilayah pemerintahan mereka mencakup beberapa kampung. Sedangkan Tua Batu merupakan pemegang kekuasaan pemerintahan terendah yaitu pada level sebuah kampung atau komunitas pertanian, dimana warganya terdiri dari beberapa rumpun keluarga petani yang senasab, atau memiliki hubungan kekerabatan terdekat diantara sesama mereka. Masyarakat Manggarai Barathingga dewasa ini masih mengakui eksistensi kekuasaan banyak Tua Golo yang tersebar di seluruh wilayah KMB. Dalam rangka perwilayahan komoditas pertanian, maka eksistensi dari kelembagaan pertanahan adat ini merupakan modal social yang potensial. Sekurang –kurangnya ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam rangka pemberdayaannnya, yaitu :Pertama, pemetaan penyebaran Tua Golo dan Tua Teno serta wilayah kekuasaannya atas lahan pertanian yang tersebar di berbagai wilayah kecamatan,termasuk jumlah petani, luas lahan pertanian, serta kesesuaian lahan dengan jenis-jenis komoditas pertanian.Kedua, pembenahaan sistem norma pertanahan yang sesuai dengan perkembangan mutakhir, yang bertujuan untuk: mengendalikan jual-beli tanah dengan “pihak luar”, serta mencegah alih fungsi lahan pertanian,mengendalikan penggunaan lahan sesuai kelas-kelas kemampuan tanah, mengkoordinasikan kegiatan petani untuk menggunakan lahan pertanian potensial dengan berusahatani jenis-jenis komoditas yang direkomendasikan. Ketiga, memberdayakan para pemangku adat dalam kelembagaan pertanahan adat agar mereka bertanggungjawab atas kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup. Kata kunci : Perwilayahan komoditas, lembaga pertanahan adat, pemberdayaan. ABSTRACT The empowerment of the region’s agricultural potential sector to increase social prosperity, requires a scientific study of agricultural commodity routes. This study aims to determine the characteristics of the institution and formulate strategic steps for its empowerment to support zoning of agricultural commodities. The results of a study on agricultural institutions in West Manggarai Regency (KMB), especially tribal agrarian institutions, shows that the institutional system prevailing in urban communities (urban communities) and also suburban communities (periphery) has occurred dualism. Some of them refer to positive law while others refer to customary/traditional law. Meanwhile, among rural areas, all of them are still refer to customary/traditional land institutions. This tribal agrarian institution hierarchically (from top to bottom) consists of Tua Golo, Tua Beo, and Tua Batu. The function of each component, namely: Tua Golo is the head of a hilly area (golo), the owner of the land and the holder of the highest power. In land affairs, Tua Golo, assisted by Tua Teno, who distributes land in his territory to residents who want to own it, both for settlement and for agricultural land. Tua Beo are regional heads who are under the control of an Tua Golo. Their administrative area includes several villages. While Tua Batu is the holder of the lowest governmental power, namely at the level of a village or agricultural community, where the residents consist of several clumps of peasant families who are similar, or have the closest kinship among themselves. The people of West Manggarai (KMB) until now are willing to acknowledge the existence of the power of many Tua Golo who are well known throughout the KMB area. In the framework of zoning agricultural commodities, the existence of this tribal agrarian institutionis a potential social capital. There are at least two things that need to be considered in the framework of their empowerment, namely: First, mapping the distribution of Tua Golo and Tua Teno and their territory over agricultural land which is scattered in various sub-districts, including the number of farmers, the area of ​​agricultural land, and the suitability of land according to types of agricultural commodities. Second, reforming the land norm system in accordance with the latest developments, which aims to: control the sale and purchase of land with "outsiders", as well as prevent the conversion of agricultural land functions, control land use according to land capability classes, coordinate farmer activities to use land agricultural potential by cultivating the recommended types of commodities. Third, empowering tribal stakeholders in tribal agrarian institutions so that they are responsible for the preservation of natural resources and the environment. Keywords : Commodity zoning, tribal agrarian institution, empowerment

Page 7 of 21 | Total Record : 210