cover
Contact Name
Moebari
Contact Email
moebari54@yahoo.com
Phone
(0274) 587677
Journal Mail Official
lppmkaryahusada@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tentara Rakyat Mataram No. 11 B
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Karya Husada
ISSN : 2337649X     EISSN : 26558874     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Karya Husada merupakan Jurnal kesehatan yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Kesehatan Karya Husada pada tahun 2013. Jurnal Kesehatan Karya Husada terbit 2 kali setahun pada bulan Januari dan Agustus.
Articles 335 Documents
EFEKTIVITAS MOBILISASI DINI TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PASCA SECTI CAESAREA DI RSUD PRAMBANAN Riswantini, Made Dwi; Mindasih, Eko; Wijayanti, Heny Noor
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KARYA HUSDA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v7i1.465

Abstract

Latar Belakang: Ibu pasca sectio caesarea disarankan untuk melakukan mobilisasi dini. WHO memperkirakan bahwa angka persalinan dengan tindakan sectio caesarea 10% sampai 15% di negara-negara berkembang. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan kepada 5 responden ibu pasca sectio caesarea di RSUD Prambanan, 2 ibu pasca sectio caesarea melakukan mobilisasi secara bertahap dan mengalami penyembuhan luka cepat, 3 ibu pasca sectio caesarea masih takut untuk melakukan mobilisasi, dan dari ketiga ibu Pasca sectio caesarea tersebut 2 diantaranya mengalami penyembuhan luka lambat karena masih terdapat pengeluaran darah dan 1 diantaranya mengalami penyembuhan luka cepat. Tujuan: Mengetahui efektivitas mobilisasi dini terhadap penyembuhan luka pasca sectio caesarea di RSUD Prambanan. Metode: Jenis penelitian deskriptif observasional, pendekatan cross sectional. Tehnik sampel dengan accidental sampling pada 32 responden. Data mobilisasi menggunakan kuesioner, untuk mengetahui penyembuhan luka pasca sectio caesarea dengan menggunakan lembar observasi. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji analisis menggunakan Chi-square. Hasil: Hasil uji analisis dengan chi-square diperoleh p-value <0,005 yaitu 0,001 sehingga Ha diterima dan H0 ditolak, artinya mobilisasi efektiv terhadap penyembuhan luka pasca section caesarea. Kesimpulan: Mobilisasi efektiv terhadap penyembuhan luka pasca sectio caesare, ibu yang melakukan sectio caesare dianjurkan mobilisasi. Kata Kunci : Mobilisasi dini, Penyembuhan, Luka pasca sectio caesarea
AKTIFITAS FISIK UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI : LITERATURE REVIEW Aziz, Abdul; Arofiati, Fitri
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KARYA HUSDA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v7i1.466

Abstract

Hipertensi merupakan sindrom multifaktorial dan multicausal yang ditandai oleh tekanan darah tinggi (≥140 / 90 mmHg), biasanya berhubungan dengan gangguan metabolik, hormonal, serta struktural, dan merupakan risiko utama untuk penyakit koroner. Hipertensi banyak dikaitkan dengan penyakit jantung dan pembuluh darah yang menyebabkan kesaitan dan kematian yang utama di seluruh dunia dan berdampak pada biaya pengobatan dan biaya sosial yang tinggi. Seperempat populasi orang dewasa didunia diperkirakan memiliki hipertensi, dengan jumlah hampir satu miliar, dan dengan prevalensi hipertensi di seluruh dunia yang diproyeksikan meningkat 60% pada tahun 2025.Pencegahan utama hipertensi telah menjadi tantangan kesehatan masyarakat global, pedoman penatalaksanaan hipertensi saat ini merekomendasikan peningkatan aktivitas fisik sebagai sarana untuk mencegah hipertensi.Penelitian bertujuan mengetahui aspek aktifitas fisik yang berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada hipertensi.Pada penelitian literature review ini, original jurnal yang meneliti pengaruh aktifitas fisik terhadap penurunan tekanan darah pada hipertensi ditelusuri secara online melalui Pubmed (http: //www.ncbi.nlm.nih), dan E-Resource Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (http://e-resources.perpusnas.go.id/). Dua puluh enam jurnal terpilih yang memenuhi kriteria inklusi direview. Latihan aerobik intensitas sedang secara teratur dengan durasi minimal 30 menit perhari, minimal 3 kali perminggu efektif menurunkan tekanan darah pada hipertensi. Latihan jenis ini direkomendasikan menjadi terapi gaya hidup untuk pengendalian tekanan darah bagi penderita hipertensi. Kata Kunci : Aktifitas Fisik, Hipertensi, Penurunan Tekanan Darah.
PENERAPAN PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI DI SEKOLAH DASAR Widodo, Soepri Tjahjono Moedji; Nita, Vio
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KARYA HUSDA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v7i1.467

Abstract

Latar Belakang : Pendidikan di Sekolah memainkan peranan penting dalam meningkatkan pengetahuan bagi para peserta didik, demikian pula tentang pendidikan seks. Selama pendidikan seks yang terimplementasi materi pengenalan organ-organ seksual, bentuk- bentuk pelanggaran, bahaya atau dampaknya. Selajutnya anak-anak secara mandiri berusaha mencari pengetahuan lain untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Usulan pendidikan kesehatan reproduksi diberikan melalui sekolah merupakan fenomena yang menarik. Sekolah sebagai tempat mempersiapkan anak-anak menjadi anggota masyarakat, kini juga dituntut memberikan pendidikan kesehatan reproduksi yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku (Tukiran, 2010).Tujuan : Untuk mengetahui perubahan pengetahuan kesehatan reproduksi siswa Sekolah Dasar. Metodologi : Penelitian quasi experiment dengan populasi siswa kelas 5 SD Muhammadiyah Macanan, Ngemplak, Sleman. Sampel diambil quota sampling Data dianalisis univariat untuk melihat karakteristik responden dan masing-masing variabel. Untuk melihat pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi digunakan analisis paired t-test. Hasil : Perilaku rata- rata mean sebelum pendidikan (pretest) sebesar 19,22 dan sesudah sesudah (posttest) 23,16. Nilai p: 0,000 atau < 0,05 sehingga perbedaan ini dikatakan signifikan (efektif). Kesimpulan: Ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan reproduksi di Sekolah Dasar.
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PERILAKU PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASETAT (IVA) TESTDI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CANGKRINGAN SLEMAN YOGYAKARTA Wulandari, Noviana; Astuti, Tutik; Fadhilah, Siti
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KARYA HUSDA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v7i1.468

Abstract

Latar Belakang: Jumlah penderita kanker leher rahim di Indonesia semakin tinggi. Promosi kesehatan dan deteksi dini menjadi prioritas untuk mencegah dan menangani penyakit. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 9 Februari 2018 oleh peneliti yang dilakukan di Puskesmas Cangkringan Sleman Yogyakarta menunjukan bahwa terdapat Jumlah ibu yang melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual asetat (IVA) test yaitu pada tahun 2017 masih sangat rendah dan belum memenuhi target dibandingkan dengan jumlah PUS yang ada di wilayah kerja Puskesmas Cangkringan. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan perilaku pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat (IVA) test di wilayah kerja Puskesmas Cangkringan Sleman Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode korelasi prediktif dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 70 orang dengan teknik pengambilan data Probability Samples dengan menggunakan Proportionate Stratified Rendom Sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil Penelitian: Sebagian besar suami mendukung perilaku pemeriksaan IVA test yaitu sebanyak 48 orang (68,57%). Sebagian besar perilaku pemeriksaan IVA test pada ibu tidak teratur yaitu sebanyak 40 orang (57,14%). Hasil uji chi square antara dukungan suami dengan perilaku pemeriksaan inspeksi visual asetat (IVA) test didapat nilai signifikansi 0,021 (<0,005). Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan dukungan suami dengan perilaku pemeriksaan inspeksi visual asetat (IVA) test.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT WANITA USIA SUBUR (WUS) TERHADAP PEMAKAIAN KONTRASEPSI IUD DI KLINIK KELUARGA SEMBADA NGAGLIK SLEMAN Utami, Retno Risa; Wulandari, Sri; Fitriani, Ayu
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KARYA HUSDA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v7i1.469

Abstract

Latar Belakang : Salah satu upaya pemerintah meningkatkan pemakaian kontrasepsi yang efektif dengan program KB. Pada umumnya masyarakat memilih metode non MKJP seperti IUD, implant, MOW kurang diminati. Tujuan : Diketahuinya faktor yang mempengaruhi minat WUS terhadap pemakaian IUD di Klinik Keluarga Sembada. Metode Penelitian : Penelitian dilaksanakan di Klinik Keluarga Sembada. Jenis penelitian deskriptif analitik, dengan pendekatan cross sectional dan teknik yang digunakan accidental sampling. Subyek dalam penelitian ini WUS berjumlah 107 orang. Instrumen yang digunakan kuesioner, dengan uji Chi Square. Hasil : Responden primipara menggunakan non IUD 37 orang (78,7%). Responden multipara menggunakan IUD 38 orang (63,3%), hasil p-value 0,000. Responden pengetahuan baik menggunakan non IUD 43 orang (51,2%). Responden pengetahuan cukup menggunakan non IUD 16 orang (69,6%) hasil p-value 0,157. Responden mempunyai sikap positif terhadap IUD 37 orang (64,9%). Responden yang mempunyai sikap negatif terhadap non IUD 39 orang (78%) hasil p value 0,00.Responden mendapatkan dukungan suami dalam pemakaian IUD 36 orang (55,4%), Responden yang tidak mendapatkan dukungan suami dalam pemakaian non IUD 30 orang (71,4%) hasil p value 0,05. Kesimpulan : Ada hubungan sikap dengan pemakaian IUD. Ada hubungan paritas dengan pemakaian IUD. Ada hubungan dukungan suami dengan pemakaian IUD. Tidak ada hubungan pengetahuan dengan pemakaian IUD. Kata kunci : Paritas, Sikap, Pengetahuan, Dukungan Suami, IUD
IDENTIFIKASI FAKTOR PENYEBAB DAN TANDA GEJALA ANAK DENGAN CEREBRAL PALSY Sulistyawati, Nining; Mansur, Arif Rohman
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KARYA HUSDA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v7i1.470

Abstract

Latar Belakang : Anak dengan Cerebral palsy (CP) merupakan Anak Berkebutuhan Khusus dimana terjadi kelumpuhan otak yang menyebabkan gangguan dalam proses tumbuh kembang baik secara fisik maupun emosional yang akan berpengaruh pada perkembangannya. Metodologi Penelitian : Penelitian Deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui gambaran factor risiko penyebab kejadian Cerebral Palcy. Lokasi penelitian di Children House/Griya Lare Utami Bantul dan SLB Negeri 1 Bantul dengan sampel sebanyak 20 orang tua dan anak CP yang diambil secara purposive sampling. Analisis data dengan analisis univariat. Hasil Penelitian : Faktor Penyebab dengan faktor prenatal penyebab kejadian CP 60% dengan kehamilan patologis berupa kehamilan dengan penyakit TORCH, tumor otak, preeklamsia, dan infeksi lain. Faktor penyebab dengan factor kelahiran 20% anak lahir secara SC, 5% dengan persalinan sungsang, dan 75% dengan persalinan spontan pervaginam. 20% lahir premature, dan 80% lahir cukup bulan. Berat badan lahir bayi 20% BBLR, 5% dengan cacat bawaan, dan 75% dengan berat badan lahir normal. Faktor penyebab setelah kelahiran 40% anak terinfeksi TORCH, 35% anak dengan penyakit hidrocepalus, dan 5% dengan tumor otak. Tanda gejala anak CP adalah keterlambatan dalam perkembangan seperti tengkurap duduk dan berjalan yang tidak sesuai tahapan perkembangan.. Kesimpulan : Faktor penyebab kejadian CP terdiri dari factor prenatal, factor kelahiran, dan factor setelah kelahiran. Tanda gejala anak CP adalah mengalami keterlambatan dalam perkembangan pada usia kurang dari 2 tahun. Saran : Perlu perencanaan kehamilan yang untuk mengurangi risiko komplikasi terhadap ibu dan bayi, serta pentingnya memantau tumbuh kembang anak sehingga bila ditemukan keterlambatan bisa dilakukan intervensi sedini mungkin. Kata Kunci : Faktor Penyebab, Tanda Gejala Cerebral palcy, Cerebral Palcy
UPAYA DETEKSI DINI CA SERVIKS OLEH BIDAN PRAKTEK MANDIRI SEBAGAI PERWUJUDAN HAK REPRODUKSI PEREMPUAN DITINJAU DARI ASPEK HUKUM DAN HAM Wulandari, Amri
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KARYA HUSDA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v7i1.471

Abstract

Ca Serviks merupakan penyebab kematian tertinggi kedua di dunia pada wanita setelah kanker payudara. Di seluruh dunia dialami oleh 1,4 juta wanita. Data yang didapat dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) diketahui terdapat 493.243 jiwa per-tahun penderita kanker serviks baru dengan angka kematian sebanyak 273.505 jiwa per-tahun. Mayoritas perempuan yang telah terdiagnosa kanker serviks sebelumnya tidak melakukan deteksi dini (skrining) atau tidak melakukan tindak lanjut setelah ditemukan adanya hasil abnormal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM) pasien dan faktor-faktor yang menjadi hambatan dalam perwujudan hak reproduksi. Penelitian ini merupakan deskriptif analitis dengan pendekatan yuridis sosiologis, jenis data yang digunakan data primer dan data sekunder, dengan analisis kualitatif. Pemenuhan HAM pasien dalam pelaksanaan deteksi dini Ca serviks oleh bidan praktik mandiri belum tercapai dengan maksimal. Sedangkan pelaksanaan deteksi dini kanker serviks oleh bidan praktik mandiri sebagai perwujudan hak kesehatan reproduksi perempuan ditinjau dari aspek hukum dan Hak Asasi Manusia belum terselenggara dengan baik meskipun sudah menjadi program rutin pelayanan di tempat praktik. Faktor penghambatnya belum adanya Peraturan Pemerintah daerah tentang IVA, sedikitnya jumlah tenaga kesehatan yang terlatih, masih minimnya sosialisasi kepada masyarakat, kesadaran masyarakat yang kurang untuk melakukan deteksi dini Ca Serviks, serta faktor ekonomi masyarakat. Faktor pendukung adanya komitmen bidan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya pemeriksaan IVA mengingat dampak dan resiko tidak melakukan deteksi dini Ca Serviks cukup berbahaya. Kata Kunci : Deteksi dini Ca Serviks, Hak Reproduksi Perempuan, Hukum dan Hak Asasi Manusia
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN KETERGANTUNGAN ANAK TERHADAP PENGGUNAAN GADGET Vitrianingsih, Vitrianingsih; Khadijah, Sitti; Ceria, Inayati
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KARYA HUSDA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v7i1.472

Abstract

Latar Belakang: Usia pra sekolah merupakan masa kritis bagi perkembangan anak dimana pada masa ini anak mampu menerima informasi dan menyerap ilmu pengetahuan dari berbagai media, salah satunya melalui teknologi gadget . Banyak manfaat positif yang diperoleh dari penggunaan gadget, namun penggunaan gadget secara continue akan berdampak buruk bagi pola perilaku anak dalam keseharian anak. Pengasuhan yang tepat dari orang tua sangatlah penting diberikan kepada anak, karena anak masih terlalu muda dan belum memiliki pengalaman untuk membimbing perkembangannya sendiri ke arah kematangan. Metode: Jenis penelitian yaitu survey analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh orang tua dan anak pra sekolah di TK Gugus IX Kecamatan Depok dengan jumlah sampel 103 yang diambil secara purposive sampling.Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakananalisisunivariat dan bivariat menggunakan ujichi square. Hasil: Peran orang tua dalam penggunaan gadget di gugus IX Kecamatan Depok Sleman Yogyakarta sebanyak 87% dalam kategori baik, sebanyak 26,2% anak pra sekolah di TK gugus IX ketergantungan dengan gadget, ada hubungan peran orang tua dengan ketergantungan gadget pada anak dengan p-value 0,008. Kesimpulan: Ada hubungan peran orang tua dengan ketergantungan gadget pada anak Kata Kunci: Peran orang tua, ketergantungan gadget, anak pra sekolah
LITERATUR REVIEW ASPEK SPIRITUALITAS / RELIGIUSITAS DAN PERAWATAN BERBASIS SPIRITUAL / RELIGIUS PADA PASIEN KANKER Rosyadi, Imron; Kusbaryanto, Kusbaryanto; Yuniarti, Falasifah Ani
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KARYA HUSDA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v7i1.473

Abstract

Latar belakang : Kanker merupakan penyakit mengancam jiwa yang dapat menimbulkan masalah bio-psiko-sosio-spiritual bagi penderitanya. Saat ini kajian aspek spiritual/religius pasien kanker khususnya di Indonesia belum banyak dilakukan. Tujuan : Menganalisis aspek spiritualitas/religiusitas, karakteristik aspek spiritual/religius dan perawatan berbasis spiritual/religius pada pasien kanker. Metode Penelitian : Literatur review dengan metode scoping review. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran di internet menggunakan Google Scholar, PubMed, dan Proquest dengan kata kunci spiritual kanker, religius kanker pada jurnal yang diterbitkan tahun 2013-2018. Hasil : Ditemukan 2.727 penelitian sesuai kata kunci. Dilakukan review terhadap 47 jurnal penelitian yang memenuhi kriteria inklusi. Didapatkan aspek spiritualitas/religiusitas : koping menggunakan spiritual/religius, keyakinan spiritual/religius, dukungan komunitas, transformasi spiritual/religius, dan ritual spiritual/religius. Karakteristik aspek spiritual/religius : penggunaan ajaran agama sebagai koping, penggunaan keyakinan terhadap Tuhan, kebutuhan terhadap keluarga dan komunitas, proses perkembangan spiritual/religius, dan peningkatan kegiatan ritual keagamaan. Perawatan berbasis spiritual/religius pada pasien kanker meliputi spiritual healing, MATCH, spiritual group terapi, SEFT, RIME, MBSR, psikoterapi spiritual, dan terapi terintegrasi dalam. Kesimpulan : Terdapat lima aspek spiritual/religius pada pasien kanker dan karakteristiknya merupakan komponen yang penting diketahui oleh perawat dalam pemberian asuhan keperawatan terhadap pasien kanker. Kata Kunci : perawatan spiritual, perawatan religius, kanker
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KLINIK MODEL BEDSIDE TEACHING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PSIKOMOTORIK MAHASISWA Desvitasari, Helsy
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KARYA HUSDA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v7i1.474

Abstract

Latar Belakang : Pembelajaran merupakan suatu proses dalam menjembatani perilaku dan tindakan yang diwujudkan dalam bentuk sebuah transformasi nilai, salah satunya dalam bentuk kemampuan professional yang dihasilkan dari gerakan psychomotor. Kemampuan psikomotorik mahasiswa diranah profesi turut dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang digunakan yaitu bedside teaching serta peran serta preceptor sebagai seorang educator dan mentor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran klinik model bedside teaching dalam meningkatkan kemampuan psikomotorik mahasiswa profesi ners. Metodologi Penelitian : Desain penelitian ini adalah eksperimental quasi, pre dan post test dengan control grup. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan pencocokan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 orang mahasiswa yang sedang melakukan praktik keperawatan dewasa dengan kompetensi pengkajian dan perawatan luka selanjutnya sampel dibagi kedalam 2 kelompok yaitu 42 mahasiswa kelompok eksperimen dan 38 kelompok control. Instrument yang digunakan adalah lembar checklist MINI CEX dan DOPS. Hasil Penelitian : Hasil penelitian diuji dengan Wilcoxon. Dari hasil penelitian didapatkan adanya perbedaan tingkat kemampuan psikomotorik mahasiswa dalam melakukan pengkajian luka yang ditunjukkan dengan nilai p 0.001 dan adanya peningkatan kemampuan psikomotorik dalam melakukan perawatan luka dengan nilai p 0.002. Kesimpulan : Metode pembelajaran klinik model bedside teaching lebih efektif dibandingkan dengan metode konvensional dalam meningkatkan kemampuan psikomotorik mahasiswa. Kata Kunci : bedside teaching, psikomotorik